Anda di halaman 1dari 8

A. Judul Skripsi ANALISIS PENGARUH KREDIT TERHADAP KINERJA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA B.

Nama Mahasiswa Penyusun Skripsi Ratna Oktovina C. Nama Dosen Pembimbing Drs. Pusoko Prapto, M.T. D. Tahun Kelulusan Tahun kelulusan 2012 E. Substansi Skripsi 1. Uraian singkat latar belakang masalah Usaha kecil dan menengah (UMKM) mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Usaha kecil dan menengah mempunyai proporsi terbesar dari populasi pengusaha di Indonesia, yang mengindikasikan bahwa usaha kecil dan menengah merupakan salah satu pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Populasi usaha kecil , menengah dan besar sejak terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1977 mengalami penurunan, namun sejak tahun 1999 telah tumbuh kembali. Jumlah unit usaha UKM pada tahun 2003 sebesar 42,4 juta unit, atau mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen dari tahun 2000. UMKM berperan besar dalam meningkatkan pendapatan lapisan masyarakat menengah ke bawah sehingga secara tidak langsung ikut membantu meningkatkan pemerataan pendapatan. UMKM juga

1

Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sebelum membahas definisi usaha kecil dan menengah. Untuk mengetahui pengaruh kredit yang diperoleh usaha kecil dan menengah terhadap kinerja UKM yang ditunjukkan dengan jumlah output yang dihasilkan. 3. Tujuan penelitian 1. akan dibahas mengenai definisi perusahaan atau usaha industri. terletak pada suatu . 2000) 2. Untuk mengetahui pengaruh modal. pihak bank ataupun lembaga keuangana lainnya dalam mengambil kebijakan .2 memegang peranan utama dalam pengadaan kebutuhan pokok dan jasa bagi masyarakat. 2. disamping itu juga sebagai penunjang kegiatan ekonomi yang berskala lebih besar (Econit. Untuk memberikan masukan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penyediaan kredit. Definisi perusahaan atau usaha industri adalah suatgu unut (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi. Tinjauan Pustaka 1) Landasan Teori a. bertujuan untuk menghasilkan barang atau jasa. jumlah tenaga kerja dan bahan baku yang digunakan oleh usaha kecil dan menengah terhdap kinerja UKM dilihat dari output yang dihasilkan. 3. baik itu pemerintah.

Selanjutnya BPS menyebutkan penggolongan industri berdasarkanjumlah tenaga kerja (berdasarkan klasifikasi lapangan usaha Indonesia) : a) Industri rumah tangga: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 1-4 orang b) Industri kecil: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 5-19 orang c) Industri sedang atau menengah: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 20. barang setengah jadi menjadi barang jadi.3 bangunan atau lokasi tertentu dan mempunyai catatan adminitrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta dengan seseorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tsb (BPS. 2001).99orang d) Industri besar: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja >/ 100 orangJenis atau desain penelitian b) Konsep perkreditan Kredit adalah penyediaan uang atau tagiahan yang dapat . Usaha industri kecil adalah usaha rumah tangga yang melakukan kegiatan mengolah barang dasar atau bahan baku menjadi barang jadi / setengah jadi. dengan jumlah pekerja paling sedikit 5 orang dan paling banyak 19 orang termasuk pengusaha (BPS). atau dari yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya yang dimaksud untuk dijual.

Diliahat dari bank sebagai pemberi kredit: 1. Profitability: memperoleh keuntungan atas usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit. Meningkatkan utilitas dari modal/uang ataupun barang. Dilihat dari kepentingan penerima kredit: 1. c) Fungsi Kredit I.4 dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnyasetela jangka waktu tertentu dengan jumla bunga. Safety: terjaminnya atas fasilitas kredit yang diberikan sehingga tujuan profitability dapat tercapai secara maksimal. . II. imbalan atau pembagian hasil keuntungan (UU No. 2. 2. Profitability: memperoleh keuntungan dari pemberiankredit berupa bunga. 7 Tahun 1992). Tujuan kredit I. Responsibility: memenuhi kewajibannya yakni mengembalikan kredit dari bank yang diterimanya sesuai perjanjian kredit yang telah disepakati bersama.

Hipotesis Penelitian 1. Sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. 4.5 II. karena kredit yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk membiayai proses produksi tetapi juga digunakan untuk keperluan-keperluan lainnya. Bahwa kredit atau pinjaman yang didapatkan oleh usaha kecil dan menengah berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang ditunjukkan oleh output yang dihasilkan. B. Ratna Oktovina (1998) menganalisis tentang pengaruh kredit perbankan terhadap perkembangan industri kecil di provinsi DIY. III. Bahwa total modal. namun hal ini tidak diimbangi kemampuan pengusaha membayar kredit. 2. sebagai stabilisasi ekonomi. jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan dan . hasilnya semakin besar realisasi kredit yang diberikan menyebabkan peningkatan perkembangan industri kecil DIY. IV. Meningkatkan gairah berusaha masyarakat. Hasil penggunaan modal oleh para pengusaha batik bahwa efisien. 2) Penelitian Sebelumnya A. Ahmad Amin (2000) menganalisis pada pengusaha batik di Kodya Yogyakarta pada umumnya menggunakan kredit untuk membiayai produksinya.

Sekunder: data statistikdari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DIY serta BPS DIY. Metode Penelitian a) Metode Pengumpulan Data: 1. penulisan ilmiah maupun penelitian sebelumnya. Observasi langsung : melakukan wawancara dengan objek penelitian dengan menggunakan kuisioner/daftar pertanyaan. Primer: data diperoleh dari responden penelitian di lokasi penelitian dengan wawancara (kuisioner). 2. selain itu juga disertakan deskriptif berdasarkan data data informatif dari responden (hasil wawancara dan kuisioner). Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang menunjang penelitian berasal dari literatur.6 bahan baku yang digunakan perusahaan berpengaruh positif tehadap jumlah output yang dihasilkan. 5. c) Motode Analisis Data: 1. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan menggunakan model regresi linier. Metode analisis yang digunakan model regresi linier Model: . 2. 2. b) Jenis dan Sumber Data: 1.

diperoleh: 1.BUMN. dan pemda. ketersediaan bahan baku. persaingan dengan produk sejenis dan pemasaran produk. koperasi . 3. . keluarga/teman. Permasalahan responden yang paling dominan : masalah keterbatasan modal. Kesimpulan Dari hasil analisis deskriptif tentang bantuan pemodalan (kredit) dan masalah yang dihadapi oleh UKM. Dari keseluruahan 54 responden yang tidak mendapatkan bantuan pemodalan pihak lain adalah sebanyak 20 orang. lalu diikuti tenaga kerja. 34 responden mendapatkan pinjaman/kredit secara berturut-turut dari bank.7 6. 2.

Hal ini diperkirakan disebabkan karena penggunaan moidal yang belum efisien oleh usaha kecil dan menengah. Persamaan regresi yang digunakan lolos dari uji Asumsi Klasikàtidak terdapat multikolinearitas. tenaga kerja yang kurang terampil masih menjadi kendala. Semua variabel berpengaruh positif terhadap output yang dihasilkan variabel yang signifikan terhadap output yang dihasilakan: variabel dummy dan bahan baku 5. Variabel modal tidak berpengaruh signifikan terhadap output yang dihasilkan. 7. Uji F. autikolerasi. Variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap output yang dihasilkan. .8 4. dan heteroskedasitas. semua variabel independen serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap output yang dihasilkan. 8. 6.