Anda di halaman 1dari 115

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MELUKIS DENGAN JARI DI RAUDHATUL ATHFAL AL-QUR’AN THAWALIB PADANGPANJANG

SKRIPSI

untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

SIDRA NIM 08403/2008

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

Peningkatan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang

Nama NIM Program studi Jurusan Fakultas

: : : : :

Sidra 2008/08403 Pendidkan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Ilmu Pendidikan

Padang, Disetujui oleh : Pembimbing I,

Januari 2012

Pembimbing II,

Drs. Amril Amir, M. Pd. NIP 196206071987031004

Dra. Rivda Yetti NIP 196304141987032001

Ketua Jurusan,

Dra. Hj. Yulsyofriend, M. Pd. NIP 196207301988032002

vii

viii

HALAMAN PENGESAHAN LULUS UJIAN SKRIPSI Dinyatakan lulus setelah dipertahankan di depan Tim Penguji Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Peningkatan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang

Nama NIM Program studi Jurusan Fakultas

: : : : :

Sidra 2008/08403 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Ilmu Pendidikan Padang, 2012 Tim Penguji Nama Tanda tangan Januari

1.

Ketua

: Drs. Amril Amir, M. Pd.

1.

2.

Sekretaris

: Dra. Rivda Yetti

2.

3.

Anggota

: Dra. Hj. Yulsyofriend, M. Pd.

3.

4.

Anggota

: Serli Marlina, S. Pd

4.

5.

Anggota

: Dr. Hj. Rakimahwati, M. Pd.

5.

Dalam karya tulis ini. tugas akhir skripsi dengan judul “Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari di Raudahatul Athfal Al. Padang. kecuali secara tertulis dan jelas dicantumkan sebagai acuan di dalam naskah dengan menyebutkan pengarang dan dicantumkan pada daftar kepustakaan. saya bersedia menerima sangsi akademik dan sangsi lainnya sesuai dengan norma dan ketentuan hokum yang berlaku. rumusan. Pernyataaan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila pada kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran di dalam pernyataan ini.ix PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Karya tulis ini murni gagasan. 4. Karya tulis saya ini.Quran Thawalib Padangpanjang” adalah asli belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik. tidak terdapat karya tulis atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain. baik di Universitas Negeri Padang maupun di perguruan Tinggi lainnya. 2. 3. Januari 2012 Yang membuat pernyataan Sidra NIM 08403/2008 . dan penelitian saya sendiri yang dibantu dab diarahkan oleh pembimbing.

rata menjadi Sembilan puluh dua koma lima persen. Pertama. Penalitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. maka rencana pada siklus II direvisi kembali. Hasil persentase nilai tersebut menunjukkan bahwa Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tercapai sudah melebihi tujuh pulu lima persen. .x ABSTRAK Sidra. pelaksanan tindakan dilakukan dalam dua siklus (tujuh kali kali pertemuan tatap muka) dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan motorik halus anak kelompok B1 Raudhatul Athfal Thawalib Padang panjang dengan rata-rata peningkatan sembilan puluh dua koma lima persen. Berdasarkan hasil analisa. indicator yang belum tercapai adalah kemampuan anak menggerakkan jari tangan. kelenturan jari anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari di Raudhatul Athfal Thawalib Padangpanjang. anak cenderung bersemangat dalam melakukan kegiatan melukis dengan jari. Peningkatan kemampuan motorik halus anak pada siklus I umumnya rendah. koordinasi mata dan jari tangan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan siklus I belum mencapai criteria ketuntasan minimal. Universitas Negeri Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah kelompok B1 Raudhatul Athfal Thawalib Padangpanjang yang berjumlah 18 orang. koordinasi mata dengan jari tangan. Berdasarkan hasil penelitian. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. “Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis Dengan Jari di Raudhatul Athfal Al-qur’an Thawalib Padangpanjang”. Skripsi. serta dokumentasi berupa foto kegiatan anak untuk melihat peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan jari di Raudhatul Athfal Thawalib Padangpanjang. format penelitian. Pada siklus I persentase nilai rata.rata diperoleh siswa yaitu dua puluh lima koma delapan persen dan pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata. Fakultas Ilmu Pendidikan. Kemampuan motorik halus anak dalam kemampuan anak menggerakkan jari. dan pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan motorik halus. disimpulkan hal-hal berikut. Kedua. Data yang dipergunakan dengan menggunakan lembaran observasi. 2012. kelenturan jari anak masih rendah. wawancara.

Ibu Dra.Pd. Skripsi yang berbentuk penelitian tindakan kelas ini mencermati dan menganalisis peningkatan kemamapuan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan jari di Raudhatu Athfal Alqur’an Thawalib Padang panjang. Yulsyofriend. Ibu Misnar. Hj. dan kemudahan. M.I sebagai Kepala Raudhatul Athfal Al-qur’an Thawalib Padangpanjang yang telah member I izin untuk melakukan PTK di sekolah yang dipimpinnya. motivasi. Penulisan skripsi ini telah selesai. S. dan teman – teman menjadi menjadi amal di sisi Allah SWT. baik moral maupu material. dan Ibu Dr. Dr.Pd. Penyusunan skripsi ini mendapat bantuan dari berbagai pihak. Ibu Fathiya Syarifudin sebagai kolaborator dalam penelitian ini. Universitas Negeri Padang. H. Sebagai Dekan FIP UNP yang telah memberikan fasilitas. ibu. Skripsi ini diajukan sebagai tugas akhir dalam mengikuti pendidikan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini.Amril Amir. Rivda Yetti sebagai pembimbing yang banyak memberikan arahan. Mudah – mudahan penelitian ini bermanfaat bagi kita semua. sebagai Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Semoga segala budi baik bapak. Fakultas Ilmu Pendidikan. Prof. dan Ibu Dra. M. Januari 2012 Peneliti . Akhirnya dipersembahkan penelitian ini kepada tim penguji serta pembaca yang budiman agar dapat memberikan saran – saran demi kesempurnaan penelitian ini.Pd. Kons. M. Firman. Rakimahwati.S. Padang.xi KATA PENGANTAR Alhamdulillah. M. Untuk itu diucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Drs. Hj.Pd.

. C................... Karakteristik Anak Usia Dini………………………… 2....... a. Identifikasi Masalah………………………………………...... Pengertian Melukis dengan Jari………………………… B.... 1 4 5 5 5 5 6 7 7 7 9 10 10 12 14 15 15 17 19 21 21 23 vii ....... Latar Belakang Masalah……………………………………....................... iv ABSTRAK………………………………………………………… …………..... Tahap – tahap Perkembangan Motorik Halus………… c.................... Pembatasan Masalah………………………………………......... b..... v KATAPENGANTAR…………………………………………………………. i HALAMAN PERSETUJUAN .....................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN DALAM .. Perkembangan Motorik Halus………………………… b................ Manfaat Penelitian…………………………………………..... Tujuan dan Fungsi Perkembangan Motorik Halus…… 3................... D.... 4............... x DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………...................... Perumusan Masalah………………………………………… E........ a.... iii PERNYATAAN ....... Hakikat Anak Usia Dini………………………………… a. Pengertian Motorik Halus………………………….. . B... Hipotesis Tindakan…………………………………………........... Hakikat Motorik Halus…………………………………. Landasan Teori……………………………………………… 1................. Kerangka Konseptual……………………………………….................. Definisi Operasional………………………………………........ BAB II KAJIAN PUSTAKA A.......... xi BAB I PENDAHULUAN A...... C..... Hakikat Perkembangan Motorik Halus………………….......... viii DAFTAR GRAFIK……………………………………………………………. G.. Peran Guru Dalam Meningkatkan Motorik Halus……. Tujuan Penelitian…………………………………………… F. Pengertian Anak Usia Dini…………………………… b..... ii HALAMN PENGESAHAN SKRIPSI……………………………………………………. vi DAFTAR ISI…………………………………………………………………… vii DAFTAR TABEL……………………………………………………………... Ix DAFTAR BAGAN…………………………………………………………….. Penelitian Relevan…………………………………………........ D..

Deskripsi Siklus I…………………………………………... Analisis Data……………………………………………. Tekhnik Pengumpulan Data…………………………………… F. Saran………………………………………………………….. Prosedur Penelitian………………………………………….. Deskripsi Kondisi Awal…………………………………….. Tekhnik Analisis Data………………………………………… BAB IV HASIL PENELITIAN A. Instumentasi…………………………………………………… E.. 2. 2. Analisis Siklus I……………………………………………. 3. Deskripsi Siklus II…………………………………………. B. Simpulan………………………………………………………. 1. B... D. Analisis Siklus II…………………………………………… C.. Temuan Penelitian…………………………………………….. LAMPIRAN ………………………………………………………….... 1. Subjek Penelitian…………………………………………… C..viii BAB III RANCANGAN PENELITIAN A. BAB V PENUTUP A. Jenis Penelitian……………………………………………… B. DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….…… 24 24 24 32 32 33 36 36 38 55 69 69 71 71 78 78 80 82 . Pembahasan……………………………………………………..

63 13. Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus II (Pertemuan I) 62 12. 47 4. 55 11.DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalamKegiatanMelukis dengan Jari (Sebelum Tindakan)……. vii . Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan I) 45 3. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I(Pertemuan III)……………………………………. 53 10. …………………………………. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I(Pertemuan II)……………………………………. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I(Pertemuan IV)……………………………………. Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan II) 47 5. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I(Pertemuan I )……………………………………. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II(Pertemuan II). 65 15. Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari pada Siklus II (Pertemuan II) 64 14.. Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan III) 49 7. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II(Pertemuan I)…………………………………….. Tabel Rekapitulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari Pada Siklus I…………. Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan IV) 51 9. 51 8. 36 2... Tabel Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak 1. 49 6..

78 . Tabel Persentase Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari (Anak Kategori Sangat Tinggi) 75 19. Tabel Rekapitulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan JariPada Siklus II…………. 77 20.viii dalam KegiatanMelukis dengan Jari pada Siklus II (Pertemuan III) 66 16. 67 17. Tabel Persentase Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dalam Proses Pembelajaran (Anak Kategori Tinggi)…………………………………………………. Tabel Persentase Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari (Anak Kategori Rendah)…... 70 18. Tabel Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II(Pertemuan III )…………………………………...

Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus I (Pertemuan IV)……… 52 6. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari (Sebelum Tindakan)……. Grafik Persentase Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis Dalam Proses Pembelajaran (Anak Kategori Sangat Tinggi)………………………………………… 76 10..ix DAFTAR GRAFIK Grafik Halaman 1. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan I)…… 45 3. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus II (Pertemuan I)………. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus II (Pertemuan II)……… 65 8. 36 2. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertnuan II)……… 48 4. Grafik 11Persentase Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak dalam KegiatanMelukis dengan Jari (Anak Kategori Rendah)………. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus II (Pertemuan III)……. 63 7.. Grafik Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus I (Pertemuan III)……… 50 5. 79 .Grafik Persentase Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Melukis dengan jari dalam Proses Pembelajaran (Anak Kategori Tinggi)………………………………………………… 78 11. 67 9.

Bagan Prosedur Penelitian………………………………………………. 25 .x DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1. Bagan Kerangka Konseptual……………………………………………. 21 2.

88 10.. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan VI)…..Lampiran Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus I Pertemuan II……… 89 11. 92 93 94 95 . 16 Lampiran Foto Kegiatan Melukis dengan Jari ……………………….Lampiran Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus I Pertemuan III……. 87 9. 83 5. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan III)…. 86 8. Lampiran Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus II Pertemuan III…. Lampiran Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus I Pertemuan I………. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan I)…… 81 3. Lampiran Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus II Pertemuan II…. 14. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan II)…. 91 13. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II (Pertemuan I)…… 85 7. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II (Pertemuan II)….xi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. 82 4. Lampiran Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Kondisi Awal (Sebelum Tindakan)………………………………………… 80 2.. 84 6. 90 12.. Lampiran Lembar PenilaianKemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II (Pertemuan III)…. 15. Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus I Pertemuan IV………………. Lampiran Rencana Kegiatan Harian untuk Siklus II Pertemuan I……..

sehingga akan menjadi dasar utama dalam pembentukan pribadi anak sesuai dengan nilai – nilai yang ada di masyarakat. TK adalah bagian dari anak usia dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai 6 tahun. dan bimbingan. diharapkan akan meningkatkan perkembangan prilaku dan sikap melalui pembiasaan yang baik dan dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tecapai secara optimal. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 14 yang berbunyi: Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pada usia ini secara terminologi disebut sebagai anak usia pra sekolah. Pendidikan anak usia dini yaitu salah satu 1 .kanak/ Raudhatul Athfal (TK/RA) merupakan masa peka bagi anak. Anak pada usia Taman Kanak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi – fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan Melalui pemberian stimulasi. rangsangan.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagaimana ditetapkan dalam UU No.

meningkatkan penalaran. dan memahami keberadaan lingkungannya. Agar ruang lingkup materi kegiatan pengembangan ini lebih sederhana dan memudahkan guru dalam menyusun program pembelajaran yang sesuau dengan pengalaman mereka maka aspek – aspek tersebut dipadukan dalam satu materi kegiatan pengembangan pembentukan prilaku melalui pembiasaan dan materi kegiatan pengembangan kemampuan dasar. dan kemandirian. mengikuti peraturan. baik fisik maupun psikis yang perkembangan di capai melalui aspek moral dan nilai – nilai agama. fisik/motorik. Dalam bermain. anak mengembangkan otot besar dan otot halusnya. emosional. kognitif. tata tertib. membentuk daya imajinasi dan dunia sesungguhnya.2 pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu petumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Selain itu dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi. dan disiplin. . Taman Kanak – kanak (TK) merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal dan suatu upaya pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi pada anak. Upaya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. berbahasa. sosial. dan seni untuk persiapan memasuki pendidikan selanjutnya.

mengekspresikan perasaan. dan melatih keberanian. memotivasi peserta didik dan berfikir kritis. kelincahan. Kompetensi dasar dalam pengembangan kemampuan dasar fisik motorik yaitu anak mampu melakukan aktifitas fisik secara terkoordinasi dalam kelenturan dan persiapan untuk menulis. Menurut kurikulum TK model pembelajaran tahun 2007 menyatakan Pembelajaran di TK hendaknya aktif. belajar secara menyenangkan. Perkembangan fisik motorik dapat terlihat dari berbagai kegiatan ataupun aktifitas permainan yang dilakukan. Oleh karena itu Pendidik hendaknya mampu menciptakan kegiatan–kegiatan yang menarik. kreatif dan menyenangkan. Juga dengan kemampuan fisik motorik anak mampu mengelola gerakan dan keterampilan tubuh. materi. berkreasi. dan media yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. . termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol tubuh baik gerakan halus maupun kasar. yang membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik. keseimbangan. Upaya – upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi. kreatif dalam suasana menyenangkan Sehubungan hal tersebut di atas bahwa peran pendidik sangat diperlukan dalam upaya pengembangan potensi anak TK.3 menemukan.

anak dapat mengutarakan pendapatnya. dimana pada umumnya motorik anak kurang maksimal terutama pada kelenturan motorik halus anak diantara pada kelenturan tangan dan jari anak. untuk itu peneliti mencoba melakukan penelitian tentang “Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang” B. pada kenyataannya menemukan permasalahan di kelas. juga di sebabkan keterbatasan alat dan media yang dipergunakan serta kurang sesuainya metoda yang di gunakan oleh guru dalam kegiatan pengembangan motorik halus. berkreasi dan berimajinasi. Dengan melukis dengan jari.4 Dalam rangka mengemban tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi kreatif yang dimiliki anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Idetifikasi Masalah . Kurang maksimalnya perkembangan motorik halus pada anak Raudhatul Athfal Al-Qur’an khususnya di kelompok B1 di sebabkan oleh beberapa hal yang datang dari dalam diri anak dan dari luar diri anak. Namun dalam kenyataannya peneliti menyadari pengembangan motorik halus anak masih kurang. Salah satu upaya dalam mengembangkan motorik halus pada anak dapat dilakukan dengan kegiatan melukis dengan jari. Karena dengan kegiatan melukis dengan jari anak dapat mengembangkan gerakan halus terutama pada gerak tangan anak.

C. . Kurangnya metode yang dipergunakan oleh guru.5 Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah yang dihadapi dalam pembelajaran di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang sebagai berikut: 1. Pembatasan Masalah Dari identifikasi masalah diatas maka peneliti membatasi permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu pada kemampuan anak dalam mengembangkan motorik halus kurang dan keterbatasan alat dan media di sekolah. Keterbatasan alat dan media yang dipergunakan di sekolah 3. Mengembangkan motorik halus anak melalui melukis. D. Kurang maksimalnya kemampuan motorik halus anak 2. maka tujuan yang hendak di capai dari penelitian ini adalah: 1. Untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam mengembangkan motorik halus melalui melukis dengan jari. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu “bagaimana peningkatan motorik halus pada anak melalui melukis dengan jari di Raudhatul Athfal Al-Qur’an khususnya di kelompok B1 Padangpanjang?” E. Menambah pengetahuan yang dimiliki oleh anak. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas. 2. 3.

Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. Untuk Peneliti: Dapat menambah wawasan dan pengalaman serta dapat menerapkan ilmu yang telah peneliti dapatkan .6 F. Untuk Anak: a) Untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak b) Menambah kreatfitas anak dalam seni 2. Untuk Guru: a) Dapat menjadi bahan untuk mengembangkan motorik halus yang ada pada anak b) Dapat mengembangkan ide – ide dalam pembelajaran c) Untuk menambah keterampilan guru dalam menyiapkan pembelajaran yang dapat di kembangkan melalui pengembangan motorik halus 3. Untuk Sekolah: Dapat meningkatkan mutu pendidikan disekolah khususnya di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang 4.

Melukis dengan Jari Melukis dengan jari adalah kegiatan melukis dengan menggunakan jari untuk melatih kelenturan jari anak (motorik halus) . Defenisi Operasional Kemampuan Motorik Halus Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan menggerakkan bagian – bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot – otot kecil serta tidak begitu menggunakan tenaga juga memerlukan koordinasi yang cermat.7 G.

Juga merupakan masa keemasan dimana pada masa ini anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja. dimana pada masa ini perkembangan intelektual anak 8 . usia dini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Dari pendapat diatas dikatakn bahwa anak usia dini merupakan masa emas. 2010). Anak usia dini merupakan usia yang memiliki rentangan waktu yang sejak anak lahir hingga usia 6 tahun. Menurut Bloom dkk (dalam Mutiah. a. Landasan Teori. Hakikat Anak Usia Dini. dimana dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memilki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. yang sangat menentukan untuk pengembangan kualitas manusia. 1. Selanjutnya Montessori dalam Hainstock (dalam Sujiono. selama masa inilah anak secara khusus menerima stimulus – stimulus dari lingkungannya. Berdasarkan hasil penelitiannya mengemukakan bahwa perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun – tahun awal kehidupan anak. 2009: 54) mengatakan bahwa masa ini merupakan periode sensitif (sensitive periods). Pengertian Anak Usia Dini.

9

berkembang terjadi sangat pesat, untuk itu pada masa ini diberikan stimulus – stimulus yang dapat membantu pertumbuhan dan

perkembangan pada diri anak

Pendapat lain dikemukakan oleh Erikson dalam Syaodih (2008:2.4) yang memandang: periode usia 4-6 tahun sebagai fase sense of initiative. Pada periode ini anak harus didorong untuk mengembangkan prakarsa, seperti kesenangan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Dari beberapa pendapat diatas dapat peneliti simpulkan bahwa anak usia dini merupakan sekelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, yang merupakan sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. Masa kanak-kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya.Sebab masa kanak-kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. b. Karakteristik Anak Usia Dini Menurut Hildebrand (dalam Nugraha, 2007:10.13) menyatakan bahwa anak TK mempunyai dorongan yang kuat untuk mengenal alam sekitar dan lingkungan sosialnya dengan baik. Anak ingin memahami segala sesuatu yang dilihat dan didengar.

10

Pandangan lain di ungkapkan oleh Piaget dan Vygotsky (dalam Syaodih, 2008: 3) “Anak bersifat aktif dan memiliki kemampuan untuk membangun pengetahuannya. Secara mental anak mengkonstruksi pengetahuannya melalui refleksi terhadap pengalamannya. Anak memperoleh pengetahuan bukan dengan cara menerima secara dari orang lain, melainkan dengan cara membangun pengetahuannya sendiri secara aktif melalui interaksi dengan lingkungannya. Anak adalah makhluk belajar aktif yang dapat mengkreasi dan membangun pengetahuannya.” Dwirosanti (dalam Fathurrahman, 2007) mengatakan bahwa karakteristik anak usia dini antara lain: 1) Berkembangnya konsep diri Secara perlahan pemahamannya tentang kehidupan berkembang. Si kecil mulai menyadari bahwa ia berbeda dengan orang lain. 2) Semua untukku Egosentrisme anak usia dini sangat kuat si kecil berpikir bahwa ialah pusat dunia bahwa semua hal di dunia ini tersedia untuknya. 3) Meluapnya rasa ingin tahu Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang meliputi beragam bidang termasuk seksual, jadi banyak hal yang mengejutkan seperti bertanya dari mana asalnya bayi oleh karena itu kita harsu senantiasa memiliki jawaban yang bisa mereka mengerti. 4) Belajar menimbang rasa Anak kian bersemangat mempelajari hal-hal baru disekelilingnya, anak sudah bisa terlibat dalam permainan kelompok bersama teman temannya (bermain asosiatif) meski masih kerap terjadi pertengkaran. 5) Memecahkan masalah Sejalan dengan pemahaman atas realitas kemampuan anak untuk mengatasi masalah pun membaik. Ia bisa mengungkapkan keinginan dan perasaan tidak sukanya dengan cara yang bisa diterima lingkungannya.

11

Menurut beberapa pendapat diatas dapat diketahui bahwa sebagai pendidik anak usia dini, harus mengetahui anak yang akan dihadapi dan bagaimana karakteristik yang dimiliki oleh mereka.

2. Hakikat Perkembangan Motorik Halus. a. Perkembangan Motorik Halus. Jamaris (2006: 8) mengatakan, pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang, bahkan hampir sempurna. Meskipun demikian, anak seusia ini masih mengalami kesulitan dalam menyusun balok – balok mainan menjadi suatu bentuk bangunan. Perkembangan motorik halus yang paling awal adalah jari jari tangan yang tidak menggenggam lagi pada bayi umur 3 bulan. Bila masih menggenggam setelah umur 3 bulan dicurigai adanya cerebral palsi. Pada usia 5 dan 6 tahun, koordinasi gerakan halus berkembang dengan pesat. Menurut Gronlund (dalam Depdiknas, 2008:11) perkembangan motorik halus untuk anak usia empat dan lima tahun berikut. 1) . Untuk Anak usia Empat Tahun a. Menyusun puzzle dengan jumlah potongan sedikit, papan pasak kecil, meronce, bermain playdough, meneteskan air, dll. b. Menuang pasir dan air ke dalam wadah kecil c. Membangun struktur balok yang kompleks d. Menggambar orang paling sedikit empat bagian e. Memakai baju tanpa bantuan orang lain adalah sebagai

Memakai baju dengan mudah. Tahap – tahap Perkembangan Motorik Halus. e. Untuk Anak Usia Lima Tahun: a. d. Menggambar orang dengan pola geometri. Memasukkan sendok kosong ke dalam mulut dengan benar. karena kemampuannya menendang bola besar sudah mulai terbentuk. Menggunakan palu. Mampu menyusun dan membangun tugu yang terdiri dari 7 buah balok. Ia pun mulai menjadi teman ayahnya bermain. f. b. Sebagian anak mampu membuka satu per satu halaman bukunya. gunting. menggunakan permainan manipulatif berukuran kecil dengan mudah. Memegangi gelas dengan satu tangan. mengikat tali sepatu dengan sedikit bimbingan orang dewasa. tetapi terbaca oleh orang dewasa. Menulis nama pertama/nama panggilannya dan menulis beberapa huruf secara kasar (belum rapi). obeng. dan pelubang kertas tanpa bantuan orang lain. Kemampuan motorik halus anak akan tampak pada usia 2-5 tahun. ia sudah mampu memanjat anak tangga sekaligus menuruninya. .Menyusun puzzle dengan jumlah potongan banyak. c. Hirmaningsih ( 2011) mengemukakan tahapan kemampuan sesuai usia yang dapat dimiliki oleh seorang anak adalah: 1) Usia 2 tahun Mencontoh bentuk-bentuk yang melingkar. b. Membangun struktur dengan balok tiga dimensi.12 2) . Bahkan ada anak yang dapat menggunting dan melipat kertas sambil bercakap-cakap. Dalam penguasaan anggota gerak tubuhnya yang lain.

huruf. Sebab. menyusun 9 buah balok.5 tahun.5-4. Dapat menggambar dan mencoret-coret huruf meski dalam bentuk kasar.13 2) Usia 3 tahun Mampu membuat garis lurus. diantara usia 3. Di usia ini anda dapat mulai mengajarinya menulis. Dapat secara tepat menggambar bentuk kotak. 4) Usia 5 tahun Mampu melipat kertas menjadi bentuk segitiga. Mampu mengenakan bajunya sendiri. Memasukkan sendok berisi makanan ke mulut tanpa banyak yang tumpah.5 tahun. pengendalian otot-otot tangan dan jari-jari yang diperlukan untuk menulis simbol-simbol lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan koordinasi organ-organ bicara yang dibutuhkan untuk perkembangan bahasanyaBisa menggunting garis lurus dengan baik. Di usia ini anda dapat mulai mengajarinya menulis. diantara usia 3. Dalam permainan ia sudah .5-4. Sebab. 3) Usia 4 tahun Mampu membuat garis lurus. pengendalian otot-otot tangan dan jari-jari yang diperlukan untuk menulis simbol-simbol lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan koordinasi organ-organ bicara yang dibutuhkan untuk perkembangan bahasanya. menyusun 9 buah balok. Memasukkan sendok berisi makanan ke mulut tanpa banyak yang tumpah. dan angka.

14 bisa menangkap bola kecil dan melemparkannya kembali dengan lebih baik. Tujuan dan Fungsi Pengembangan Motorik Halus. Usia 4-6 tahun Adapun beberapa tahap-tahap perkembangan usia 4-6 adalah sebagai berikut: a) b) c) d) Menggunakan pensil Menggambar Memotong dengan gunting Menulis huruf cetak Dari tahapan – tahapan tersebut diatas anak – anak perlu diberikan kegiatan pengembangan dalam pengembangan motorik halus sedini mungkin agar bermanfaat dalam pengembangan motoriknya yang lebih kompleks dikemudian harinya. Sumantri (2005: 146) berpendapat tujuan pengembangan motorik halus pada usia TK diantaranya mampu mengembangkan motorik halus . Usia 3-4 tahun Pada usia ini anak dapat melakukan gerakan diantaranya: a) Menggunakan krayon b) Menggunakan benda/alat c) Meniru bentuk (menirukan gerakan orang lain) 2. Bahkan ia sudah bisa berjalan meniti garis lurus. Dari pendapat Susanto (2011: 34) diterangkan bahwa tahap – tahap perkembangan motorik halus anak adalah sebagai berikut: 1. c.

kemampuan bahasa (khususnya pramenulis). Sedangkan fungsi pengembangan motorik halus adalah mendukung aspek pengembangan aspek lainnya seperti kognitif dan bahasa serta sosial karena pada hakekatnya setiap pengembangan tidak dapat terpisah satu sama lain.15 yang berhubungan dengan keterampilan gerak kedua tangan. 3. menggambar dan memanipulasi benda – benda. Pengertian Motorik Halus. Depdiknas mengembangan (dalam motorik Sumantri. Mampu menggerakan anggota tubuh yang berhubungan dengan gerak jari jemari seperti kesiapan menulis. seperti kemampuan kognitif (misalnya bermain puzzle). Hakikat Motorik Halus. halus juga 2005:146) bertujuan menerangkan. Secara khusus tujuan pengembangan motorik halus untuk anak TK adalah anak dapat menunjukan kemampuan menggerakan anggota tubuhnya terutama terjadinya koordinasi mata dan tangan sebagai persiapan untuk pengenalan menulis. Dari uraian di atas pengembangan motorik halus dapat dilakukan melalui pengembangan kemampuan dasar yang lain. kemampuan untuk menolong diri sendiri (mandiri). untuk mampu mengkoodinasikan indra mata dan aktivitas tangan serta mampu mengendalikan emosi dalam beraktifitas motorik halus. a. dan kemampuan seni. .

Namun begitu. Disebut dengan motorik halus (gerakan halus) bila hanya melibatkan bagian – bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot – otot kecil. Contohnya gerakan mengambil benda dengan hanya ibu jari dan telunjuk. gerakan halus ini memerlukan koordinasi yang cermat. gerakan memasukkan benda kecil ke dalam lubang. Pada dua pendapat diatas motorik halus merupakan gerakan pada bagian – bagian tertentu pada tubuh yang perlu koordinasi yang cermat Mahendra (dalam Sumantri. 2005:143) keterampilan motorik halus (fine motor skill) merupakan keterampilan – keterampilan yang memerlukan kemampuan untuk mengontrol otot. membuat prakarya. Keterampilan jenis ini . Sehingga gerakan tangan perlu dikembangkan dengan baik. 2007:10. Keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi neuromuscular (syaraf otot) yang memerlukan ketepatan derajat tinggi untuk berhasilnya keterampilan ini.otot kecil/ halus untuk mencapai pelaksanaan keterampilan yang berhasil. Gerakan halus ini memerlukan koordinasi yang cermat. 2005:143) berpendapat. Pendapat Lerner (dalam Nugraha. karena itu tidak begitu memerlukan tenaga.24) bahwa keterampilan motorik halus memerlukan koordinasi mata dan tangan. Susanto (2011:164) menjelaskan. Magil (dalam Sumantri .16 Disebut motorik halus bila hanya melibatkan bagian bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot otot kecil. karena itu tidak begitu memerlukan tenaga.

menyusun balok. . yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. b. 2011: 193) menjelaskan bahwa pendidik/guru merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. kemampuan memindahkan benda dari tangan.otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu juga memerlukan koordinasi yang cermat. Susanto (2011: 192) menyatakan bahwa guru dalam satuan pendidikan anak usia dini adalah mereka yang bertugas memfasilitasi proses pengasuhan dan pembelajaran anak usia dini serta mengabdikan diri pada lembaga pendidikan anak usia dini baik pada jalur pendidikan formal maupun non formal serta memiliki komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini. motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot. menggunting. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. mencoret-coret. Misalnya. melukis. menulis dan sebagainya. Peran Guru dalam Meningkatkan Motorik Halus.17 sering disebut sebagai keterampilanyang memerlukan koordinasi mata – tangan (hand –eye coordination). Hal ini sesuai dengan pernyataan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (dalam Susanto. melakukan pembimbingan dan pelatihan. bermain piano dan lain – lain. Contohnya: menulis. Dari uraian diatas dapat disimpulkan.

b) Kesempatan belajar Banyak anak yang tidak berkesempatan untuk mempelajari motorik karena hidup dalam lingkungan yang tidak menyediakan kesempatan belajar atau karena orang tua takut hal yang demikian akan melukai anaknya. Meskipun kualitas/latihan jauh lebih penting ketimbang kuantitasnya. c) Kesempatan berpraktik/latihan Anak harus diberi waktu untuk berpraktik/latihan sebanyak yang diperlukan untuk menguasai.18 Sumantri (2005: 169) berpendapat beberapa yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan keterampilan motorik anak usia dini adalah: a) Kesiapan belajar Apabila kegiatan pengembangan keterampilan motorik itu dikaitkan dengan kesiapan belajar. maka dipelajari dengan waktu dan usaha yang sama oleh orang yang sudah siap akan lebih unggul ketimbang oleh orang yang belum siap belajar. terutama gerakan yang cukup sulit meniru suatu model memainkan peran yang penting. maka untuk . d) Model yang baik Dalam mempelajari aktifitas motorik.

sehingga motorik halus anak dapat berkembang sesuai yang diharapkan. hendaknya orang tua ikut berpartisipasi dan bekerjasama dengan pendidik untuk memberikan pelayanan terhadap perkembangan anak. Sehingga perkembangan anak dapat dicapai secara optimal. Guru anak usia dini di TK. anak harus dapat mencontoh yang baik.35) melukis dengan jari merupakan teknik melukis dengan jari tangan secara langsung tanpa menggunakan bantuan alat.19 mempelajari suatu dengan baik. Melukis dengan Jari. Kuncoro (2003: 6) berpendapat bahwa finger painting atau melukis dengan jari adalah kegiatan untuk melatih motorik jari dan tangan sebagai dasar keterampilan menggambar dan menulis. Kegiatan ini menjadi . 4. Menurut Pamadhi dkk (2008: 3. Untuk itu pelayanan dalam perkembangan motorik halus anak usia dini tidak hanya di serahkan pada pendidik di sekolah. adalah orang yang bertugas untuk mendidik dan membimbing anak keararah tujuan yang dicita-citakan. Dalam kamus bahasa inggris Slank & Idiom (2003: 97) menerangkan bahwa (finger.paint) melukis dengan jari adalah mengoleskan cat dengan jari dan bukannya dengan kuas. Dengan demikian anak dapat mengganti kuas dengan jari – jari tangannya secara langsung. Dalam hal mengembangkan motorik halus anak tidak terlepas dari peran guru.

dua atau tiga warna saja sudah memadai untuk anak. Selanjutnya warna yang sudah bercampur secara sempurna dapat digunakan anak untuk melukis secara langsung dengan jari – jari. Adapun langkah – langkah pelaksanaan melukis dengan jari adalah: a. Hal ini dapat dilihat dari cara anak menggunakan jari dan telapak tangannya sebagai alat untuk berekspresi. air.20 menarik dimana jari anak bersentuhan langsung dengan medianya tinta dan kertas. . sabun diterjen. Masing – masing mangkuk diisi dengan satu jenis warna. Melukis dengan jari. Dalam kegiatan melukis dengan jari menggunakan bahan dan alat sebagai berikut: tepung kanji. minyak goreng dan pewarna (gincu). Teknik ini dapat dimanfaatkan dalam praktik melukis untuk anak dengan cara mencampur bahan pewarna yang murah dengan campuran lem cair. Mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan. Kemudian campuran bahan pewarna dengan lem cair di tuang ke dalam mangkuk. Untuk kegiatan ini biasanya tidak banyak diperlukan jenis warna yang di pakai. selain mengembangkan motorik halus anak juga dapat melatih keberanian anak dalam berkarya serta mengandung kewajaran spontanitas anak dalam melakukan jenis kegiatan ini.

Lukislah bahan adonan yang telah di letakkan diatas kertas karton tersebut dengan menggerakkan jari. Penelitian Yang Relevan. Setelah bahan dan alat tersedia. Rahmi (2010) dengan judul penelitian “Peningkatan Konsentrasi. c. sedangkan penelitian yang penulis rencanakan ditujukan untuk melatih kelenturan jari anak melalui kegiatan melukis. Hertiana (2007) dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Karet Gelang Di TK Lillah Pasir Putih Tabing Padang” Penelitian tersebut difokuskan untuk melatih kekuatan otot / motorik halus dalam menggunakan alat tulis melalui permainan karet gelang. C. Motorik Halus. Sebelum melakukan penelitian ini penulis membaca penelitian yang relevan dengan penelitian yang direncanakan ini yaitu: 1. Kerangka Konseptual. d.21 b. Motivasi dan Estetika Anak Melalui Pembelajaran Finger Painting di TK. Dari kajian teori yang telah dikemukakan di atas dapat. B. Darul Falah Lubuk Buaya Padang” 2. Setelah lukisan selesai biarkan beberapa saat sampai lukisan kering. dapat di kemukakan kerangka konseptual: . bahan adonan dengan beberapa warna di letakkan atau di oleskan ke karton pada beberapa tempat yang diinginkan.

Pengembangan motorik halus anak melalui melukis dengan jari Menyedikan alat Kegiatan melukis dengan jari Bahan: tepung kanji. kertas karton Perkembangan motorik halus anak di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Padang Setelah melihat kenyataan yang peneliti temui dilapangan bahwa kemampuan anak dalam pengembangan motorik halus anak masih kurang. pewarna. e. c.22 Kemampuan motorik halus anak rendah Perencanaan kegiatan melukis dengan jari Menyediakan bahan untuk melukis dengan jari Pelaksanaan kegiatan melukis dengan jari Perkembangan motorik halus anak meningkat melalui melukis dengan jari Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan beberapa langkah – langkah diantaranya adalah: a. . b. d.

23

peneliti membuat perencanaan pembelajaran yang dapat mengembangkan motorik halus anak melalui melukis dengan jari yang dimulai dengan rencana kegiatan mingguan, kegiatan harian serta mensetting kelas sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat dilihat peningkatan motorik halus anak. D. Hipotesis Tindakan. Melalui meningkatkan Padangpanjang. melukis motorik dengan halus anak jari di dapat mengembangkan Athfal dan

Raudhatul

Thawalib

24

BAB III RANCANGAN PENELITIAN A. Jenis Penelitian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) Yang disebut dengan Classroom action research. Menurut Susilo (2010: 16) penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru kelas atau di sekolah tempat mengajar, dengan penekanan pada

penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran. B. Subjek Penelitian. Subjek penelitian di laksanakan pada kelompok B1 Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang. Dengan jumlah anak pada kelompok tersebut sebanyak: a. b. c. Laki –laki sebanyak 07 orang Perempuan sebanyak 11 orang Jumlah seluruhnya 18 orang

C. Prosedur Penelitian. Adapun penelitian ini dilakukan, peneliti menggunakan metode (dalam Arikunto, 2006:97), metode ini merupakan

Kemmis dan Taggart

bentuk kajian yang bersifat reflektif. Penelitian dilakukan dalam beberapa siklus, dimana masing – masing siklus terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

24

25

Perencanaan

Refleksi

Siklus I

Pelaksanaan

Pengamatan

Perencanaan

Refleksi

Siklus II

Pelaksanaan

Pengamatan

Apabila tindakan pada siklus I hasilnya belum sesuai target yang ditentukan, makan dilakukan kembali tindakan pada siklus II. Jika tindakan pada siklus ke II juga belum sesuai dengan target yang di tentukan, maka akan dilakukan kembali tindakan pada siklus yang ke III, dan begitu seterusnya. Berdasarkan pendapat Kemmis (dalam Arikunto, 2006: 16) langkah – langkah dalam prosedur penelitian yaitu: 1. Perencanaan Langkah pertama yang peneliti lakukan yaitu menyusun rencana pembelajaran yang merupakan program kerja guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang akan di capai.

dan kegiatan akhir. yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak. c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui tanya jawab dan percakapan. kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pertemuan Pertama Pertemuan pertama terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal. kegiatan inti. b) Guru menyebutkan nama – nama bahan yang akan digunakan dalam kegiatan melukis dengan jari. 2) Kegiatan Inti ± 60 menit a) Pertama kali guru memperlihatkan peralatan melukis dengan jari kepada anak. b) Apersepsi.26 2. Untuk lebih jelas akan dikemukan sebagai berikut ini: a. Pelaksanaan tindakan terdiri dari tiga bagian utama yaitu kegiatan awal. Untuk lebih jelas dikemukan sebagai berikut ini: 1) Kegiatan Awal ± 30 menit a) Mencek kehadiran anak dan mengkondisikan tempat duduk anak. Pelaksanaan Merupakan pelaksanaan rencana pembelajaran yang telah dipersiapkan. Guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menilai kemampuan anak menunjukkan perbuatan yang benar dan slah sesuai dengan satuan kegiatan harian yang telah disusun. .

b) Guru menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan. (c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui tanya jawab dan percakapan. kegiatan inti dan kegiatan akhir. 3) Kegiatan Akhir ± 30 menit a) Guru mengadakan tanya jawab bersama anak tentang kegiatan yang telah dilakukan. yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak. Untuk lebih jelasnya dikemukan sebagai berikut ini: a) Kegiatan Awal ± 30 menit (a) Mencek kehadiran anak dan mengkondisikan tempat duduk anak. c) Persiapan pulang dengan membaca doa dan bersalaman. e) Guru memberikan penghargaan kepada anak.27 c) Guru membuat kesepakatan dan peraturan dalam kegiatan melukis dengan jari bersama anak. d) Guru mempersilahkan anak untuk melakukan kegiatan melukis dengan jari. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua juga terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal. (b)Apersepsi. b. .

(d)Guru mempersilahkan anak melakukan kegiatan. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (a) Guru berdiskusi bersama anak dengan mengadakan tanya jawab kepada anak tentang kegiatan yang telah dilakukan anak. Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga juga terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal. (c) Mengucapkan syukur ”Hamdalah” dan informasi besok. (c) Guru membuat kesepakatan dan peraturan yang akan dilakukan dalam melakukan kegiatan.28 b) Kegiatan Inti ± 60 menit (a) Pertama kali guru memperlihatkan kembali peralatan yang akan digunakan. (b)Guru menyimpulkan yang telah dilakukan anak dan melakukan nyanyi bersama. (e) Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada anak yang mampu melakukan kegiatan. Untuk lebih jelasnya dikemukan sebagai berikut ini: . sedangkan yang belum bisa melakukan kegiatan memberikan bimbingan dan motivasi. c. (b)Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. kegiatan inti dan kegiatan akhir.

(b) Apersepsi. yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak. (c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui tanya jawab dan percakapan. (f) Memberikan arahan dan nasehat kepada anak yang masih belum melakukan kegiatan dengan baik . (e) Guru memberikan penghargaan kepada anak yang dapat melakukan kegiatan dengan baik. b) Kegiatan Inti ± 60 menit (a) Guru memperlihatkan kembali peralatan yang akan dilakukan untuk melukis dengan jari.29 a) Kegiatan Awal ± 30 menit (a) Mencek kehadiran anak dan mengkondisikan tempat duduk anak. (c) Guru membuat peraturan dalam melakukan kegiatan bersama anak. (d) Guru mempersilahkan anak untuk melakukan tugas melukis dengan jari. (b) Guru memberikan penjelasan tentang cara pelaksanaan kegiatan melukis dengan jari.

. d. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat juga terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal. yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak. (c) Mengucapkan syukur ”Hamdalah” dan persiapan pulang.30 c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (a) Guru mengadakan tanya jawab bersama anak. (c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui tanya jawab dan percakapan. Untuk lebih jelasnya dikemukan sebagai berikut ini: a) Kegiatan Awal ± 30 menit (a) Mencek kehadiran anak dan mengkondisikan tempat duduk anak. (c) Guru kembali membuat kesepakatan dan peraturan dalam kegiatan melukis dengan jari. (b) Guru kembali menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. (b) Apersepsi. kegiatan inti dan kegiatan akhir. b) Kegiatan Inti ± 60 menit (a) Guru memperlihatkan kembali peralatan yang akan digunakan oleh anak. (b) Guru menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan kepada anak.

3. agar pengamatan ini berjalan dengan baik dan lancar. dengan tujuan agar dapat mengetahui hasil atau dampak pelaksanaan tindakan. (f) Guru memberikan bimbingan kepada anak yang masih belum mampu bekerja dengan baik. (e) Guru memberikan penghargaan kepada anak yang berhasil. Refleksi Selanjutnya penulis melakukan refleksi dengan menganalisis hasil tes lisan dan nontes. 4.31 (d) Guru mempersilahkan anak untuk melakukan kegiatan melukis dengan jari. tentang kegiatan yang telah dilakukan. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (a) Guru mengadakan tanya jawab kepada anak. Pengamatan Pengamatan adalah mengamati kegiatan dan tingkah laku anak selama penelitian berlangsung. Pada waktu melakukan pengamatan ini peneliti bekerjasama seorang kolaborator yang juga teman sejawat. (c) Mengucapkan syukur ”Hamdalah”dan persiapan untuk pulang. . (b) Guru kembali menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan anak.

32 D. Berupa kamera dan foto untuk merekam pembelajaran yang sedang berlangsung yang mana penulis bekerja sama dengan kolaborator. Format observasi yaitu digunakan dalam pengamatan pada kegiatan pengembangan berdasakan indikator yang ditentukan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Dokumantasi. Format ini berisikan mengenai penilaian pembelajaran yang telah dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Teknik Pengumpulan Data Untuk teknik pengumpulan data pada penelitian ini peneliti menggunakan dengan cara: 1. Teknik Observasi Observasi ini dilakukan dalam proses pembelajaran berlangsung dan hasil observasi ditulis pada lebaran observasi. b. Format Wawacara Format wawancara dilakukan untuk mengamati motorik halus anak dengan menjawab beberapa pertanyaan terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung tersebut tercapai. c. E. d. Instrumentasi Alat dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: a. . Hasil Belajar siswa.

Hasil pengamatan dari lembar observasi. format penilaian dan hasil rekaman dalam pembelajaran. 3. Teknik Wawancara Dilakukan untuk mengetahui keaktifan anak terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Teknik Dokumentasi Penulis menggunakan dokumentasi berupa fortofolio. P = F × 100% N Dengan penjelasn asebagai berikut: P =Persentase f = frekuensi nilai anak N = jumlah anak . Teknik Analisis Data 1. Sudijono ( 2009: 43) mengemukakan data yang diperoleh selama penelitian yang sedang berlangsung dianalisis baik secara kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan teknik presentase menggunakan rumus. F.33 2.

Tabel Format Wawancara Pertanyaan Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? No Jawaban Setelah anak diwawancarai. maka hasil wawancara di rekapitulasi langsung persentase setiap aktivitasnya. .34 Tabel Format Observasi Kemampuan anak Dalam Peningkatan Kosakata Nilai N o Aspek yang dinilai Sangat Tinggi Jumla % h anak Tinggi Jumla h anak % Rendah Jumla h anak % Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata 2 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 anak Persentase rata – rata 1 2. Cara menganalisis hasil wawancara.

penyajian data (data display). Tinggi (T) dan Rendah (R). dan anak yang kategori rendah berarti perlu bimbingan. Data tentang aktifitas anak yang diamati Arikunto (2006: 241) menjelaskan untuk memperoleh hasil yang maksimal terhadap penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan. Menurut Miles dkk (dalam Pawito) menawarkan suatu teknik analisis dengan interaktif model. . Dengan demikian yang dikategorikan anak yang bernilai sangat tinggi berarti anak sudah dikatakan mampu. anak yang kategori tinggi berarti anak masih berkembang. Hasil analisis ini akan dimasukkan ke dalam laporan penilaian.35 3. penarikan serta penyajian kesimpulan. maka penulis juga melakukan analisis secara kualitatif yaitu berupa narasi yang menjelaskan tentang hasil penelitian kemampuan motorik anak yang dilambangkan dengan Sangat Tinggi (ST). Data yang digunakan sebagai bahan untuk menentukan tindakan berikutnya. Keseluruhan data digunakan mengambil kesimpulan dari tindakan yang dilakukan dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Teknik analisis ini pada dasarnya terdiri dari 3 komponen yaitu reduksi data (data reductive).

2 27. Hasil observasi dalam pembelajaran kemampuan motorik halus anak pada kondisi awal lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.1 11.2 No Aspek yang dinilai Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata dengan jari tangan Kelenturan jari anak Persentase rata – rata Sangat Tinggi Jumlah % anak 2 2 2 11.6 61. Tabel 1 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran (Sebelum Tindakan) Nilai Tinggi Jumlah % anak 4 5 4 22.1 11. dan kelenturan jari anak.7 22.36 BAB IV HASIL PENELITIAN (a) Deskripsi Data a.7 66.1 Rendah Jumlah % anak 12 11 12 66. Hal ini terbukti pada sebagian besar anak di kelompok B1 mengalami kurangnya kemampuan anak menggerakkan jari tangan.2 24. Deskripsi Kondisi Awal Pada kondisi awal sebelum penelitian dilakukan. koordinasi mata dan dengan jari tangan.qur’an Thawalib Padangpanjang masih rendah. kemampuan motorik halus anak di Raudhatul Athfal Al. terlihat aspek motorik yang diamati diantaranya kemampuan anak dalam menggerakkan jari tangan hanya 2 anak dengan .4 1 2 3 Dari Tabel 1 di atas.1 66.1 11.

1% yang mampu melakukannya. Dalam kelenturan jari 2 anak dengan persentase 11. Grafik 1 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran(Sebelum Tindakan) 70 60 Persentase jumlah anak 50 40 Sangat tinggi 30 20 10 0 1 2 3 4 Tinggi Rendah Aspek yang dinilai .37 persentase 11.7% mulai berkembang namun belum optimal dalam koordinasi mata dengan jari tangan.2% yang berkembang atau dengan sedikit bantuan dan 12 anak dengan persentase 66.6% yang masih perlu bimbingan atau bantuan dari guru dalam melakukannya. 4 anak dengan persentase 22.1% yang mampu melenturkan jari dan 4 anak dengan persentase 22.7% belum mampu melenturkan jarinya. Untuk koordinasi mata dan jari. sedangkan 5 anak dengan persentase 27. 2 anak dengan persentase 11.1% masih perlu bantuan dan arahan dari guru.1%. Sedangkan 11 anak dengan persentase 66.2% yang mulai mampu melenturkan jari selanjutnya 12 anak dengan 66.

Guru melakukan analisis untuk menentukan kurikulum untuk menentukan kompetensi dan indikator yang akan disampaikan pada anak. Deskripsi Siklus I. Siklus I dilakukan sebanyak empat kali pertemuan yang terdiri dari rencana tindakan dan pelaksanaan. Perencanaan. Dalam pelaksanaan tindakan ini di bagi atas dua siklus. Perencanaan yang dilakukan adalah membuat persiapan mengajar seperti Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang akan dilaksanakan dengan komponen – komponennya adalah indikator. selanjutnya menentukan metode yang akan di gunakan dalam kegiatan yaitu praktek langsung dan kemudian mempersiapkan media yang akan di gunakan dalam pelaksanaan pembelajaran. alat/sumber. pegiatan pembelajaran.38 Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang pada semester 1 di bulan Desember 2011 sampai bulan Januari 2012. dan melatih keberanian. kelincahan. dan persiapan untuk keseimbangan. Hasil – hasil penelitian dan pembahasan pada tiap siklus dapat di deskripsikan sebagai berikut: 2. a. Kompetensi dasarnya adalah anak melakukan aktifitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan. . Siklus I tiga kali pertemuan pada siklus II dilaksanakan tiga pertemuan. serta penilaian perkembangan anak yang terdiri dari alat dan hasil penilaian.

pertemuan ke dua dilakukan tanggal 12 Desember 2011. Kegiatan Awal + 30 menit 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar. b. Siklus pertama dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Pertemuan pertama Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Sabtu. Pelaksanaan. Pertemuan pertama dilakukan 10 Desember 2011. dan pertemuan keempat tanggal 17 Desember 2011. 10 Desember 2011 : Tanaman : Guna Tanaman (untuk di makan) a. 2) Guru bercakap-cakap tentang tema. . 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema. pertemuan ketiga tanggal 13 Desember 2011.39 b. Kegiatan inti + 60 menit 1) Guru memperkenalkan bahan yang akan digunakan kepada anak 2) Guru memperkenalkan contoh gambar melukis dengan jari yang akan dilakukan anak. Guru melaksanakan proses pembelajaran tentang kegiatan melukis dengan jari sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang telah di susun.

Kegiatan Awal + 30 menit 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar. 12 Desember 2011 : Tanaman : Guna Tanaman (untuk hiasan) a. 4) Anak mulai melakukan kegiatan melukis dengan jari. c.40 3) Guru meminta anak mengulang kembali menyebutkan nama bahan dan kegiatan yang akan dilakukan. 3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah. 5) Guru memperhatikan dan membimbing anak melakukan kegiatan melukis dengan jari. 2) Guru bercakap-cakap tentang tema . Pertemuan Kedua Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Senin. 7) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. 6) Anak masih ragu dalam melakukan melukis dengan jari dalam kegiatan. Kegiatan Akhir + 30 menit 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran.

41 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema. 2) Guru meminta anak mengulang kembali menyebutkan nama bahan yang digunakan untuk kegiatan melukis dengan jari. b. . 3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah. 3) Anak kembali melakukan kegiatan melukis dengan jari. Kegiatan Akhir + 30 menit 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Kegiatan inti + 60 menit 1) Guru kembali memperlihatkan bahan dan gambar kepada anak. 5) Anak selesai melakukan kegiatan melukis dengan jari. 4) Guru memperhatikan anak melakukan kegiatan dan membimbing anak yang masih kurang mengerti dalam melakukan kegiatan. 4) Menyayi berkaitan dengan tema. 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. 6) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. c.

3) Anak yang masih ragu dalam kegiatan tersebut diberi bimbingan oleh guru. 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema. 5) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. 13 Desember 2011 : Tanaman : Tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan a. Kegiatan Awal + 30 menit 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar.42 Pertemuan Ketiga Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Selasa. Kegiatan Akhir + 30 menit 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. . b. c. Kegiatan inti + 60 menit 1) Guru Memperkenalkan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan melukis dengan jari kepada anak. 2) Guru meminta anak mengulang kembali bahan . 2) Guru bercakap-cakap tentang tema. 4) Anak selesai melakukan kegiatan melukis dengan jari.bahan yang diperlihatkan.

. Kegiatan Awal + 30 menit 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar. 4) Menyayi berkaitan dengan tema. 2) Guru bercakap-cakap tentang tema. 3) Anak mulai melakukan kegiatan melukis dengan jari. b. Kegiatan inti + 60 menit 1) Guru memperkenalkan bahan – bahan yang akan digunakan dalam kegiatan melukis dengan jari. Pertemuan Keempat Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Kamis. 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema.43 3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah. 2) Guru meminta anak mengulang kembali nama bahan – bahan yang telah diperlihatkan. 15 Desember 2011 : Tanaman : Cara perkembang biakan tanaman a. 4) Anak yang masih kurang dalam melakukan kegiatan tersebut diberi bimbingan dan motivasi oleh guru 5) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan.

. Anak merasa senang untuk mengikuti kegiatan ini. Anak mau berusaha sampai mereka mampu melakukannya. Pada saat anak melakukan kegiatan melukis dengan jari ini. Pengamatan. koordinasi mata dan jari tangan serta kelenturan jari tangan. Ketuntasan minimal belum secara maksimal. 2. 3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah. 3. maka peneliti menemukan hal – hal sebagai berikut: 1. c.44 c. Kegiatan Akhir + 30 menit 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. banyak anak yang belum mau menggerakkan jari dan tangannya. Oleh karena itu diadakan siklus II ini juga dilakukan dalam empat kali pertemuan. hal ini dapat terlihat di saat anak melakukan kegiatan melukis anak belum mau berhenti melakukan kegiatan. Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil evaluasi akhir dari siklus I ditemukan bahwa indikator tersebut antara lain: cara anak menggerakkan jari.

dan anak yang perlu bimbingan 11 orang dengan persentase 61.2%.anak yang berkembang 6 orang dengan persentase 33.2%. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22.2%.6%.1 44.8 Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata 2 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 anak Persentase rata – rata 1 Berdasarkan Tabel 2 di atas. anak yang mampu 3 orang dengan persentase 16. . Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan. dan anak yang perlu bimbingan8 orang dengan persentase 44.6 22.3 Nilai Tinggi Jumlah % anak 4 6 5 22. hasil observasi kemampuan anak dalam kegiatan melukis dengan jari setelah siklus I pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan.2 22.4 50 51. Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan I) N o Aspek yang dinilai Sangat Tinggi Jumlah % anak 3 4 4 16.2 33.7 27. anak yang berkembang 4 orang dengan persentase 22.4%.2 20. Untuk aspek kelenturan jari anak.1%.45 Hasil pengamatan peningkatan kemampuan motrik halus anak melalui kegiatan melukis dengan jari pada siklus I pertemuan I dapat dilihat pada tabel Tabel 2.3 27.7 Rendah Jumlah % anak 11 8 9 61.4%. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22.

dan anak yang perlu bimbingan 9 orang dengan pesentase 50%.46 anak yang berkembang 5 orang dengan persentase 27. Grafik 2 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan I) 70 60 Persentase jumlah anak 50 40 30 20 10 0 1 2 Aspek yang dinilai 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah .7%.

16 anak menjawab tidak bisa.5 44.6 22. 16 anak menjawab tidak bisa.47 Tabel 3 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus I (Pertemuan I ) No Pertanyaan Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? 16 anak bisa 16 anak tidak bisa 2 anak bisa 2 anak bisa Jawaban Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 2 anak menjawab bisa.2 22.2 20.7 27.4 50 49. Tabel 4 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan II) N o Sangat Tinggi Jumlah % anak 3 4 4 16.7 33. Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 2 anak menjawab bisa.6 Rendah Jumlah % anak 10 8 9 55.9 Aspek yang dinilai Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata 2 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 anak Persentase rata – rata 1 .3 27.3 Nilai Tinggi Jumlah % anak 5 6 5 27.

dan anak yang perlu bimbingan 8 orang dengan persentase 44.5%.2%.4%.6%.3%. dan anak yang perlu bimbingan 8 orang dengan pesentase 44. hasil observasi kemampuan anak pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22. Grafik 3 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan II) 60 Persentase jumlah anak 50 40 30 20 10 0 1 2 Aspek yang dinilai 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah .48 Berdasarkan Tabel 4 di atas.4%. anak yang berkembang 5 orang dengan persentase 27.7%. anak yang berkembang 5 orang dengan persentase 27. Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan.2%. anak yang mampu 3 orang dengan persentase 16. Untuk aspek kelenturan jari anak.7%.anak yang berkembang 6 orang dengan persentase 33. dan anak yang perlu bimbingan 10 orang dengan persentase 55.

3 N o Aspek yang dinilai Sangat Tinggi Jumlah % anak 4 4 4 22. 16 anak menjawab tidak bisa.2 22. Tabel 6 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan III) Nilai Tinggi Jumlah % anak 6 6 6 33. 15 anak menjawab tidak bisa.4 44.3 33.2 Rendah Jumlah % anak 8 8 8 44.4 Kemampuan anak 1 menggerakkan jari tangan Koordinasi mata 2 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 anak Persentase rata – rata .3 33. Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 2 anak menjawab bisa.2 22.2 22.4 44.3 33.4 44.49 Tabel 5 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus I (Pertemuan II) No Pertanyaan Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? 16 anak tidak bisa 15 anak tidak bisa 2 anak bisa 3 anak bisa Jawaban Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 3 anak menjawab bisa.

anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22.2%. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22.3%.4%. anak yang berkembang 6 orang dengan persentase 33. anak yang berkembang 6 orang dengan persentase 33.4%. dan anak yang perlu bimbingan 8 orang dengan persentase 44. Grafik 4 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak Dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus I (Pertemuan III) 45 40 Persentase jumlah anak 35 30 25 20 15 10 5 0 1 2 Aspek yang dinilai 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah .50 Berdasarkan Tabel di atas.4%.2%.2%.4%.anak yang berkembang 6 orang dengan persentase 33. dan anak yang perlu bimbingan 8 orang dengan persentase 44.3%. Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan. Untuk aspek kelenturan jari anak. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22. hasil observasi pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan. dan anak yang perlu bimbingan 8 orang dengan pesentase 44.

3 jari tangan Koordinasi mata 2 5 27.8 6 33. 15 anak menjawab tidak bisa.3 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 4 22.3 7 38.8 anak Persentase rata – rata 5 25.7 7 38.51 Tabel 7 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus I (Pertemuan III) No Pertanyaan Apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 3 anak bisa 15 anak tidak bisa 3 anak bisa 15 anak tidak bisa Jawaban 1 2 Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 3 anak menjawab bisa.9 6 35.1 Berdasarkan Tabel 8 di atas. Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 3 anak menjawab bisa. 15 anak menjawab tidak bisa. anak yang mampu 5 orang dengan persentase . Tabel 8 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus I (Pertemuan IV) Nilai N Tinggi Rendah Aspek yang dinilai Sangat Tinggi o Jumlah Jumlah Jumlah % % % anak anak anak Kemampuan anak 1 menggerakkan 5 27.2 6 33.8 6 33.7 7 38.8 7 26. hasil observasi pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan.

dan anak yang perlu bimbingan 6 orang dengan persentase 33. Untuk aspek kelenturan jari anak.3%. Grafik 5 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak Dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus I (Pertemuan IV) 40 35 Persentase jumlah anak 30 25 20 15 10 5 0 1 2 Aspek yang dinilai 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah .8%.2%.7%. Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan.7%. anak yang berkembang 6 orang dengan persentase 33.8%.3%. dan anak yang perlu bimbingan 6 orang dengan persentase 33. dan anak yang perlu bimbingan 7 orang dengan pesentase 38.8%. anak yang mampu 5 orang dengan persentase 27. anak yang berkembang 7 orang dengan persentase 38. anak yang mampu 4 orang dengan persentase 22.anak yang berkembang 7 orang dengan persentase 38.52 27.3%.

Perkembangan dalam kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan jari sudah meningkat: . d.53 Tabel 9 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus I (Pertemuan IV) No Pertanyaan Jawaban Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? 14 anak tidak bisa 13 anak tidak bisa 4 anak bisa 5 anak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 5 anak menjawab bisa. berdasarkan hasil pengamatan dampak pembelajaran sudah ckup berhasil. rata-rata persentase jumlah anak paling tinggi dari pada rata-rata persentase jumlah anak yang tinggi dan rendah tetapi belum mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal). ini terlihat dari: 1. Berdasarkan Tabel dan grafik di atas. 13 anak menjawab tidak bisa. 14 anak menjawab tidak bisa. Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 4 anak menjawab bisa. maka peneliti dengan guru yang berkolaborasi di kelas dapat menyimpulkan pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sudah sesuai dengan rencana. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan dalam kegiatan pembelajaran.

1%.4%.54 a.1%.6%. IV sama nilainya 22. Kelenturan jari anak pada kondisi awal 11. pertemuan III 22.2%. c. III dan IV dapat dilihat pada tabel berikut: . Koordinasi mata dan jari tangan pada kondisi awal 11. Untuk mengatasi hal di atas dapat dilakukan hal sebagai berikut: a. II.2%. dan pada pertemuan IV meningkat menjadi 22. Dari hasil wawancara masih ditemui anak yang belum optimal kemampuan motorik halus. siklus I pada pertemuan I dan II 16.1%. Berdasarkan deskripsi data di atas. III.siklus I pada pertemuan pertama I. b. b. Kemampuan anak menggerakkan jari pada kondisi awal pada kondisi awal 11.7%. pertemuan II dan III 22. Membuat bahan kegiatan melukis dengan warna yang bervariasi. siklus I pada pertemuan I 22. Mendampingi dan selalu memberi arahan serta motifasi anak dalam kegiatan melukis dengan jari. Rekapitulasi hasil observasi siklus I pertemuan I.7%. II. pertemuan IV meningkat menjadi 27. hasil dari data selama penelitian dalam pembelajaran pada siklus I dianalisis dengan membuat rekapitulasi hasil observasi dan wawancara.2% 2.

3 27.8 33.2 20.2 22.8 3.5 44.7 Cara anak menggerakkan jari Koordinasi mata dan jari tangan Kelenturan jari anak Persentase rata.3 37.3 Nilai Tinggi Jmlh Anak 5 6 5 5 % 27.8 38.4 44.6 Sangat Tinggi Jmlh Anak 4 4 4 4 % 22.4 44.55 Tabel 10 Rekapitulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari Pada Siklus I Pertemuan I Aspek Yang Dinilai Sangat Tinggi Jmlh Anak % 16.4 44.2 22.3 Pertemuan II Rendah Jmlh Anak 11 8 9 8 % 61.3 33.8 Pertemuan III Rendah Jmlh Anak 10 8 9 9 % 55.3 27.8 Nilai Tinggi Jmlh Anak 7 7 6 7 % 38.2 22.3 Sangat Tinggi Jmlh Anak 5 5 4 5 % 27.4 22.7 27.2 25.rata 3 4 4 4 .9 Pertemuan IV Rendah Jmlh Anak 8 8 8 8 % 44.2 Nilai Tinggi Jmlh Anak 6 6 6 6 % 33.6 22.4 20.3 33.3 Rendah Jmlh Anak 6 6 7 6 % 33.3 33.2 33.4 50 51.7 Sangat Tinggi Jmlh Anak 3 4 4 4 % 16.2 22.3 38.4 Nilai Tinggi Jmlh Anak 4 6 5 5 % 22.7 33.6 22.1 44.4 50 49.7 22.3 33.7 27.7 27.

3%. rata-rata persentase jumlah anak lebih tinggi dari pada rata-rata persentase jumlah anak yang tinggi dan rendah tetapi belum tercapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).7%.7%.8%. 3. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 49. Sedangkan pada pertemuan III rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 20. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 44. Sehingga penelitian ini dilanjutkan pada Siklus II.9%. Sebab peningkatan motorik halus anak pada siklus I masih di bawah 75%.4%.3%. Sedangkan pada pertemuan II rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 20. Dari hasil pelaksanaan siklus I. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 33. ternyata belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).2%. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 27. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 3. kriteria ketuntasan minimal adalah 75%.7%.56 Dari rekapitulasi data diatas ditemukan pada pertemuan I rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 20. Maka peneliti melanjutkan penelitian ke siklus II yang dilakukan sebanyak 3 kali. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 27. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 37. Berdasarkan rekapitulasi data diatas. Deskripsi Siklus II.6%.3%. hasil yang dinilai dalam observasi mengalami peningkatan yang signifikan dan sudah mencapai . Dibandingkan dari hasil siklus I. Sedangkan pada pertemuan IV rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 25. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 51.8%.

Pada Siklus II anak sudah dapat belajar sendiri tanpa ditunggu guru sedangkan anak yang kurang mampu dijadikan satu kelompok dan dibimbing oleh guru sampai anak mempu menggerakkan jari dan tangan dalam pembelajaran. Peneliti menukar bahan melukis denga warna yang lebih menarik. 17 Desember 2011 : Binatang : Macam – macam binatang a. Pertemuan pertama Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Sabtu. sedangkan dari hasil wawancara yang dilakukan di akhir siklus II dibandingkan hasil siklus I menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak sudah meningkat. a. b. Kegiatan Awal + 30 menit 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar.57 KKM. Perencanaan Tahap perencanaan pada siklus II ini sama seperti siklus I yaitu peneliti membuat persiapan mengajar seperti membuat RKH yang akan dilaksanakan dengan kegiatan permainan yang lebih membangun motivasi anak sehingga anak merasa tertarik untuk melakukan kegiatan dalam melukis. . Pelaksanaan Pelaksanaan siklus II peneliti melakukan persiapan yang lebih matang agar tindakan pada siklus II lebih baik dari siklus I.

6) Anak masih ragu dalam melakukan melukis dengan jari dalam kegiatan.58 2) Guru bercakap-cakap tentang tema. b. Kegiatan Akhir + 30 menit 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema. c. 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. 3) Guru meminta anak mengulang kembali menyebutkan nama bahan dan kegiatan yang akan dilakukan. 5) Guru memperhatikan dan membimbing anak melakukan kegiatan melukis dengan jari. . 7) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. 4) Anak mulai melakukan kegiatan melukis dengan jari. Kegiatan inti + 60 menit 1) Guru memperkenalkan bahan yang akan digunakan kepada anak 2) Guru memperkenalkan contoh gambar melukis dengan jari yang akan dilakukan anak. 3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah.

. 6) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan.59 Pertemuan Kedua Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Senin. 4) Menyayi berkaitan dengan tema. 1) Guru kembali memperlihatkan bahan dan gambar kepada anak. b. Kegiatan inti + 60 menit. 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema. 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar. 2) Guru bercakap-cakap tentang tema. 3) Anak kembali melakukan kegiatan melukis dengan jari. 4) Guru memperhatikan anak melakukan kegiatan dan membimbing anak yang masih kurang mengerti dalam melakukan kegiatan. Kegiatan Awal + 30 menit. 19 Desember 2011 : Binatang : Binatang yang hidup di darat a. 5) Anak selesai melakukan kegiatan melukis dengan jari. 2) Guru meminta anak mengulang kembali menyebutkan nama bahan yang digunakan untuk kegiatan melukis dengan jari.

3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah. b. Kegiatan Akhir + 30 menit 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 3) Anak yang masih ragu dalam kegiatan tersebut diberi bimbingan oleh guru.60 c. 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Pertemuan Ketiga Hari/ Tanggal Tema Sub Tema : Kamis. 4) Anak selesai melakukan kegiatan melukis dengan jari. 2) Guru bercakap-cakap tentang tema. 3) Mengadakan tanya jawab tentang tema. Kegiatan inti + 60 menit 1) Guru Memperkenalkan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan melukis dengan jari kepada anak. 2) Guru meminta anak mengulang kembali bahan . .bahan yang diperlihatkan. Kegiatan Awal + 30 menit 1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a mau belajar. 22 Desember 2011 : Binatang : Tempat hidup binatang a.

Pengamatan Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. 3. maka peneliti menemukan hal – hal sebagai berikut: 1. 1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran 2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang di pelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak dan mengucapkan Alhamdulillah. Anak mampu mengkoordinasikan mata dan jari tangan. 4. 2. hal ini dapat terlihat di saat anak melakukan kegiatan melukis anak belum mau berhenti melakukan kegiatan. Anak merasa senang untuk mengikuti kegiatan ini. Anak mampu melenturkan jari. Kegiatan Akhir + 30 menit.61 5) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. c. Hasil pengamatan peningkatan kemampuan motrik halus anak melalui kegiatan melukis dengan jari pada siklus II pertemuan I dapat dilihat pada tabel. . Anak mau dan semakin mampu melakukan kegiatan melukis dengan jari. c. d.

dan anak yang perlu bimbingan 2 orang dengan pesentase 11.2%.1 16.7%.8%.6 11.8 38.8 38.6 Aspek yang dinilai Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata 2 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 anak Persentase rata – rata 1 Berdasarkan Tabel 10 di atas.anak yang berkembang 7 orang dengan persentase 38. anak yang berkembang 7 orang dengan persentase 38.4 40. Untuk aspek kelenturan jari anak.8 38.8%. .4%. anak yang mampu 7 orang dengan persentase 38.8 44. hasil observasi kemampuan anak pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan. dan anak yang perlu bimbingan 3 orang dengan persentase 16.8 38. anak yang mampu 8 orang dengan persentase 44.8%.62 Tabel 11 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus II (Pertemuan I) N o Sangat Tinggi Jumlah % anak 7 7 8 38.8 Rendah Jumlah % anak 4 3 2 22. Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan.4% anak yang berkembang 7 orang dengan persentase 38.2 16.8%.6 Nilai Tinggi Jumlah % anak 7 7 7 38.1%. dan anak yang perlu bimbingan 4 orang dengan persentase 22. anak yang mampu 8 orang dengan persentase 44.

13 anak .63 Grafik 6 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak Dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus II (Pertemuan I) 45 40 Persentase jumlah anak 35 30 25 20 15 10 5 0 1 2 Aspek yang dinilai 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tabel 12 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus II (Pertemuan I) No Pertanyaan Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? 12 anak bisa 13 anak tidak bisa 6 anak bisa 5 anak bisa Jawaban Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 5 anak menjawab bisa.

Tabel 13 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus II (Pertemuan II) Sangat Tinggi Jumlah % anak 14 13 14 77.2 16.7 72. hasil observasi pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan.5 No Aspek yang dinilai Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata 2 dengan jari tangan Kelenturan jari 3 anak Persentase rata – rata 1 Berdasarkan Tabel di atas.4 Rendah Jumlah % anak 1 1 1 5. Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan.6 18.5 5.64 menjawab tidak bisa. anak yang berkembang 3 orang dengan persentase 16. anak yang mampu 13 orang dengan persentase 72.6%.6%.5 5.7 75. anak yang mampu 14 orang dengan persentase 77. dan anak yang perlu bimbingan 1 orang dengan persentase 5. .anak yang berkembang 4 orang dengan persentase 22. Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 6 anak menjawab bisa.8 Nilai Tinggi Jumlah % anak 3 4 3 16.2 77. dan anak yang perlu bimbingan 1 orang dengan persentase 5. dan anak yang perlu bimbingan 2 orang dengan pesentase 5.5 5.7%. Untuk aspek kelenturan jari anak.2%. anak yang mampu 14 orang dengan persentase 77.7%. 12 anak menjawab tidak bisa.5%.5%.6 22. anak yang berkembang 3 orang dengan persentase 16.2%.5%.

65 Grafik 7 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak Dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus II (Pertemuan II) 80 70 Persentase jumlah anak 60 50 40 30 20 10 0 1 2 Aspek yang dinilai 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tabel 14 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus II (Pertemuan II) No Pertanyaan Jawaban Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? 9 anak tidak bisa 10 anak tidak bisa 9 anak bisa 8 anak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 8 anak menjawab bisa. 10 anak .

Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 9 anak menjawab bisa.I%. dan anak yang perlu bimbingan 0 orang dengan persentase 0%.5%. anak yang berkembang 2 orang dengan persentase 11. anak yang mampu 16 orang dengan persentase 88.8 Nilai Tinggi Jumlah % anak 2 11.4 94.4%.3 0 0 0 0 0 Persentase rata – rata Berdasarkan Tabel 14 di atas.66 menjawab tidak bisa.1 Rendah Jumlah % anak 0 0 1 2 3 17 17 94. dan anak yang perlu bimbingan 0 orang dengan persentase 0%. anak yang berkembang 1 orang dengan persentase 5. Pada aspek koordinasi mata dan jri tangan. Untuk aspek kelenturan jari anak.5 5. anak yang mampu 17 orang dengan persentase 94.8%.4 92.5 7. hasil observasi kemampuan anak dalam kegiatan melukis dengan jari pada aspek kemampuan anak menggerakkan jari tangan.5 1 1 5. 9 anak menjawab tidak bisa. Tabel 15 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis dengan Jari pada Siklus II (Pertemuan III) N o Aspek yang dinilai Kemampuan anak menggerakkan jari tangan Koordinasi mata dengan jari tangan Kelenturan jari anak tangan anak Sangat Tinggi Jumlah % anak 16 88. anak yang .

dan anak yang perlu bimbingan 0 orang dengan pesentase 0%.5%.67 mampu 17 orang dengan persentase 94.4%. Grafik 8 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Kegiatan Melukis Pembelajaran Siklus II (Pertemuan III) 100 Persentase jumlah anak 80 60 Sangat Tinggi 40 20 0 1 2 Aspek yang diamati 3 Tinggi Rendah Tabel 16 Hasil Wawancara Anak Dalam Proses Pembelajaran Pada Siklus II (Pertemuan III ) No Pertanyaan Apakah kamu dapat 1 menggerakkan tangan dan jari? Apakah kamu bisa melenturkan 2 jari dan tangan? 8 anak tidak bisa 8 anak tidak bisa 10 anak bisa Jawaban 10 anak bisa . anak yang berkembang 1 orang dengan persentase 5.

Kemampuan anak menggerakkan jari pada kondisi awal pada kondisi siklus II pada pertemuan I 38. c.4%. Untuk pertanyaan kedua apakah kamu bisa melenturkan jari dan tangan? 10 anak menjawab bisa.68 Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu dapat menggerakkan tangan dan jari? Dinyatakan 10 anak menjawab bisa. 8 anak menjawab tidak bisa.4%. pertemuan II. b. dan pertemuan III meningkat menjadi 88.7%.2% dan pertemuan III meningkat menjadi 94. 8 anak menjawab tidak bisa. tindakan dan pengamatan lalu peneliti melakukan refleksi.4%. ternyata pada siklus II dengan pertemuan I. 2. Refleksi Setelah diadakan perencanaan. Adanya upaya perbaikan yang dilakukan peneliti sehingga pada pembelajaran pada siklus II menjadi lebih baik. Koordinasi mata dan jari tangan pada siklus II pada pertemuan I 44. 3. d. pertemuan III sudah ada peningkatan pada motorik halus anak dalam kegiatan melukis dengan jari dapat terlihat sebagai berikut: 1.4%.2%. Perkembangan dalam kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan jari meningkat: a. pertemuan II 72. dan pertemuan III meningkat menjadi 94.8%.8%. . pertemuan II 72. pertemuan II 77. Kelenturan jari anak pada siklus II pada pertemuan pertama I 44. Dari hasil wawancara masih ditemui anak yang belum optimal kemampuan motorik halusnya.

5. Dari pencapaian siklus I dan siklus II dengan kegiatan melukis dengan jari dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang. Kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran sangat membantu guru dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. II. Rekapitulasi hasil observasi siklus II pertemuan I. Kegiatan yang dilakukan pada pembelajaran sangat membantu guru dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. III dapat dilihat pada tabel berikut: . hasil dari data selama penelitian dalam pembelajaran pada siklus II dianalisis dengan membuat rekapitulasi hasil observasi dan wawancara. Paparan di atas menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan pada siklus II mengalami peningkatan proses dan hasil belajar yang sangat memuaskan. Berdasarkan deskripsi data di atas.69 4.

5 5.4 94.5 5.2 16.rata 7 8 8 7 38.70 Tabel 17 Rekapitulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melukis dengan Jari Pada Siklus II Pertemuan I Aspek Yang Dinilai Sangat Tinggi Jmlh Anak % Pertemuan II Rendah Jmlh Anak % Pertemuan III Rendah Jmlh Anak % Nilai Tinggi Jmlh Anak % Sangat Tinggi Jmlh Anak % Nilai Tinggi Jmlh Anak % Sangat Tinggi Jmlh Anak % Nilai Tinggi Jmlh Anak % Rendah Jmlh Anak % Cara anak menggerakkan jari Koordinasi mata dan jari tangan Kelenturan jari anak Persentase rata.5 5.4 44.6 18.6 14 13 14 14 77.2 16.5 5.1 5.6 16.5 5.7 72.2 22.8 44.6 22.2 77.5 0 0 0 0 0 0 0 0 .6 16.6 38.8 3 3 3 3 16.5 2 1 1 1 11.6 16.4 1 1 1 1 5.6 4 4 3 4 22.8 94.5 16 17 17 17 88.8 3 4 3 3 16.4 92.4 40.7 75.

. Analisis Siklus I Pelaksanaan pembelajaran siklus I sudah sesuai dengan rencana. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 5. Peningkatan kemampuan motorik halus anak dalam proses pembelajaran meningkat yaitu: 1) Cara anak menggerakkan jari. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 0%. B.5%.4%. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 5. Sedangkan pada pertemuan II rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 75. ini terlihat dari: a. Berdasarkan rekapitulasi data diatas.6%.7% menjadi 27.71 Dari rekapitulasi data diatas ditemukan pada pertemuan I rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 40. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 18.5%. rata-rata persentase jumlah anak lebih tinggi dari pada rata-rata persentase jumlah anak yang tinggi dan rendah dengan demikian KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sudah tercapai. untuk kategori anak Tinggi (T) adalah 38. Sedangkan pada pertemuan III rata-rata persentase anak kategori Sangat Tinggi (ST) adalah 92. berdasarkan hasil pengamatan dampak pembelajaran belum cukup berhasil.5%.7%. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 16.8%.8%. Analisis Data 1. dan untuk anak kategori Rendah (R) adalah sebanyak 16.6%.

72 2) Koordinasi mata mata dengan jari tangan. sehingga kemampuan motorik halus anak belum berkembang dengan baik. 2) Merancang pembelajaran dengan memperhatikan kondisi anak . 2) Semua indikator yang dinilai pada siklus I belum tercapai secara maksimal. hal ini terlihat dari persentase kemampuan anak yang semakin meningkat. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 22. Peneliti melakukan hal sebagai berikut: 1) Mendampingi dan memperhatikan anak secara individual/ terutama bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan dengan kegiatan yang dilakukan. pembelajaran pada siklus I sudah berjalan baik dan berhasil. b. 3) Masih ada anak yang belum termotivasi dan tertarik dalam mengikuti kegiatan dan pembelajaran.8 %. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 22.2%. Ditinjau dari aktivitas guru.2% menjadi 38.2% menjadi 22. Untuk mengatasi hal tersebut di atas. 3) Kelenturan jari dan tangan. selain dari hal positif yang telah dicapai adapula halhal yang harus menjadi perhatian guru yaitu: 1) Masih ada anak yang perlu bimbingan dalam melakukan kegiatan melukis dengan jari.

siklus I sampai kepada siklus II. Hal ini terlihat dari persentase rata-rata pertemuan III siklus II 92. Analisis Siklus II Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada siklus II jumlah anak yang memperoleh rata-rata mampu meningkat dan mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapakan. Hal ini berarti kegiatan melukis dengan jari dapat meningkatkan kosakata anak RA Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75%. 2. diperlukan pembahasan guna menjelaskan dan memperdalam kajian dalam penelitian ini. Kegiatan melukis dengan jari untuk meningkatkan kemampuan motorik anak nilai rata-rata yang diperoleh dalam pencapaian keseluruhan sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).5%. Pembahasan Hasil penelitian peningkatan kemampuan motorik halus anak di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang.73 3) Merefisi kembali semua indikator yang belum tercapai pada siklus I. Peningkatan kemampuan motorik anak melalui kegiatan melukis dengan jari di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang terjadi peningkatan mulai dari kondisi awal. C. Kondisi awal diperoleh gambaran kemampuan motorik halus anak masih rendah dimana sebagian anak di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib .

peneliti melakukan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik pada Siklus II dengan mengganti dengan anak melalui kegiatan melukis warna yang berbeda yang membuat anak semakin tertarik dan termotivasi dalam melakukan kegiatan melukis dengan jari sehingga terlihat peningkatan motorik halus anak melalui melukis dengan jari. anak juga juga terlihat bersemangat ketika gambar yang mereka lukis dengan jari sudah terlihat dan anak juga melihat perbedaan dari gambar mereka yang semula hanya kertas polos berubah menjadi berbentuk sebuah gambar. Pada Siklus I ini. Berdasarkan tindakan penelitian Siklus I dan Siklus II dapat dijabarkan keberhasilan kegiatan melukis dengan jari sebagai berikut : . Untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Hal ini karena kurangnya pengelolaan kegiatan pembelajaran sehingga motorik halus anak tidak meningkat. peneliti melakukan kegiatan melukis dengan jari. peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan motorik halus dengan jari. Setelah melihat kondisi awal tentang kemampuan motorik halus anak di Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang. Pada kegiatan ini.74 Padangpanjang mengalami kesulitan ketika guru memberikan kegiatan melukis dengan jari. Pada kegiatan melukis dengan jari ini setiap anak diberikan alat yang digunakan untuk kegiatan melukis dengan jari. Disini anak sangat senang dan gembira ketika mulai melakukan kegiatan melukis.

c. Cara anak menggerakkan jari. Kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan melukis dengan jari meningkat : a. b. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 22.7% meningkat menjadi 88.75 1. Kelenturan jari dan tangan. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 27. 2.8%. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 27. pembelajaran pada Siklus II sudah berjalan dengan baik dan berhasil.4%. .2% meningkat menjadi 94. Koordinasi mata dengan jari tangan.7% meningkat menjadi 94.4%. Ditinjau dari aktivitas guru.

2. . Anak usia TK adalah usia bermain sehingga pembelajaran yang dilakukan di TK dengan cara bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. 1. Guru TK di harapkan dapat menggunakan permainan dalam pembelajaran sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak.95 BAB V PENUTUP A. Melalui kegiatan melukis dengan jari dapat memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kemampuan motorik halus yang akan berpengaruh pada kegiatan belajar terutama pada kelenturan jari anak. 1. Berdasarkan simpulan diatas. 3. Pihak sekolah sebaiknya juga menyediakan alat – alat yang dapat mengembangkan kemampuan motorik anak khususnya motorik halus. hasil belajar anak dapat terlihat dari adanya peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II. Simpulan. bahasa.sosial. diajukan saran – saran berikut ini. dapat diajukan simpulan berikut ini. Saran. 2. Berdasarkan temuan dan pembahasan sebelumnya. B. dan emosional anak. Perkembangan motorik halus juga pendukung pengembangan lainnya seperti pengembangan kognitif.

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengamati dan mengembangkan media – media lain yang dapat berguna dalam melatih keterampilan motorik halus anak. 6. Bagi peneliti yang lain diharapkan dapat mengungkapkan lebih jauh tentang perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui metode dan media pembelajaran lainnya. 5. . Bagi pembaca diharapkan dapat menggunakan skripsi ini sebagai sumber ilmu pengetahuan guna menambah wawasan. Guru hendaknya mampu menggunakan berbagai macam metode dalam memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga anak tidak merasa jenuh dan tujuan pembelajaran tercapai.96 3. 4.

Martini. Nugraha. Seni Keterampilan Anak.. Jakarta: Universitas Terbuka. Hajar. Pemerintah RI. 2011. Estu. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka. 2007. Jakarta: PT. Sukardi S Evan. Kuncoro. Ali dkk. Pengembangan Kemampuan Motorik Halus di TK. Max. 2003. Jakarta: Sinar Grafika. Kurikulum dan Bahan Ajar TK. Jamaris. 2008. 2005. 2008. Depdiknas. Pamadi. . Kamus Bahasa Inggris Slank dan Idiom. 2003.Gramedia Widia Sarana Indonesia. Depdiknas. Padang: Univaersitas Negeri Padang. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi TK dan RA. Finger Painting 1. 2006. Matulessy. Jakarta: PT Bumi Aksara. “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Karet Gelang(Skripsi)” . 2011. Suharsimi. Undang – Undang SISDIKNAS. Perkembangan dan PengembanganAnak Usia TK. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Nouwellis. 2008. Jakarta: Depdiknas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: Direktorat Pembinaan TK dan SD Hertiana.97 DAFTAR PUSTAKA Arikunto.

Susanto. Bimbingan Konseling untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka. Wasik A.go.id/bppnfi5/catatan-143-id-motorik-halus. Susilo. Ernawulan. Samsudin. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Sujiono. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Nurani Yuliani.kemdiknas. 2011. Pendidikan Anak Usia Dini. Perkembangan Anak Usia Dini. 2008. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 2008. 2007. Indeks. Jakarta: PT Indeks. Ahmad. Jakarta: Litera Perdana Media Group. Syaodih.multiply.com/journal/item/4 .html http://fathurrahman1703. http://www.98 Sumantri. Jakarta: PT. 2009.paudni. Barbara. Model Pengembangan keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. 2005. Pembelajaran Motorik di Taman Kanak – kanak. 2010.

99 No LAMPIRAN 1 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Kondisi Awal (Sebelum Tindakan) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 T T R ST R ST R R R T R R R R R T R R T R R ST R ST R R R T R R T R R T R T R T R ST R ST R R T T R R R R R T R R 1 Aviva Sherly 2 Aisyah Nurul Hikmah 3 Aurel Bintang Pratama 4 Azhara Anindiya 5 Habied Permana 6 Irfan Gunawan 7 Karin Dafi Anjani 8 Lirobbihim Sujjada 9 M.Fikru Ma’arif 12 Nabil Zahran 13 Nurul Husna Zakiya 14 Putri Ulfa Zahra 15 Putri Rahayu Amanda 16 Rihadatu Ulya 17 Yelina Khairunnisa 18 Nasywa Rahma Dhini Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 1. Cara anak menggerakkan jari 2.Zacky Maulana 10 Meisya Rizki Geofani 11 M. Koordinasi mata dengan jari tangan 3. Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan .

Fikru Ma’arif 12 Nabil Zahran 13 Nurul Husna Zakiya 14 Putri Ulfa Zahra 15 Putri Rahayu Amanda 16 Rihadatu Ulya 17 Yelina Khairunnisa 18 Nasywa Rahma Dhini Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 4. Cara anak menggerakkan jari 5. Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan .Zacky Maulana 10 Meisya Rizki Geofani 11 M.100 No LAMPIRAN 2 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan I) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 T T R ST T ST R R R T R R R R R ST R R T ST R ST R R T R R ST T R T R R T T ST T T R ST R ST R R T T T R R R R ST R ST 1 Aviva Sherly 2 Aisyah Nurul Hikmah 3 Aurel Bintang Pratama 4 Azhara Anindiya 5 Habied Permana 6 Irfan Gunawan 7 Karin Dafi Anjani 8 Lirobbihim Sujjada 9 M. Koordinasi mata dengan jari tangan 6.

Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan .Fikri Ma’arif 12 Nabil Zahran 13 Nurul Husna Zakiya 14 Putri Ulfa Zahra 15 Putri Rahayu Amanda 16 Rihadatu Ulya 17 Yelina Khairunnisa 18 Nasywa Rahma Dhini Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 7. Koordinasi mata dengan jari tangan 9.Zacky Maulana 10 Meisya Rizki Geofani 11 M.101 No LAMPIRAN 3 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak ddalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan II) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 T T R ST T ST R R R T R R T R R ST R R T ST R ST R R T R R ST T R T R R T T ST T T R ST R ST T R R ST R T R R R ST T R 1 Aviva Sherly 2 Aisyah Nurul Hikmah 3 Aurel Bintang Pratama 4 Azhara Anindiya 5 Habied Permana 6 Irfan Gunawan 7 Karin Dafi Anjani 8 Lirobbihim Sujjada 9 M. Cara anak menggerakkan jari 8.

102 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 LAMPIRAN 4 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan III) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 Aviva Sherly Aisyah Nurul Hikmah Aurel Bintang Pratama Azhara Anindiya Habied Permana Irfan Gunawan Karin Dafi Anjani Lirobbihim Sujjada M. Koordinasi mata dengan jari tangan 12.Zacky Maulana Meisya Rizki Geofani M. Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan .Fikri Ma’arif Nabil Zahran Nurul Husna Zakiya Putri Ulfa Zahra Putri Rahayu Amanda Rihadatu Ulya Yelina Khairunnisa Nasywa Rahma Dhini T T R ST ST ST R R R T R T T T R ST R R T ST R ST R R T R R ST T R T R R T T ST T T R ST R ST T R R T R T R ST R ST T R Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 10. Cara anak menggerakkan jari 11.

Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan . Koordinasi mata dengan jari tangan 15. Cara anak menggerakkan jari 14.Fikri Ma’arif Nabil Zahran Nurul Husna Zakiya Putri Ulfa Zahra Putri Rahayu Amanda Rihadatu Ulya Yelina Khairunnisa Nasywa Rahma Dhini T T R ST ST ST T R R T R T T T R ST ST R 2 T ST R ST R R T R R ST T ST T T R T T ST 3 T T R ST R ST T R R T R T R ST R ST T R Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 13.103 LAMPIRAN 5 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I (Pertemuan VI) Aspek Yang Dinilai No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Anak 1 Aviva Sherly Aisyah Nurul Hikmah Aurel Bintang Pratama Azhara Anindiya Habied Permana Irfan Gunawan Karin Dafi Anjani Lirobbihim Sujjada M.Zacky Maulana Meisya Rizki Geofani M.

Koordinasi mata dengan jari tangan 18.Fikri Ma’arif Nabil Zahran Nurul Husna Zakiya Putri Ulfa Zahra Putri Rahayu Amanda Rihadatu Ulya Yelina Khairunnisa Nasywa Rahma Dhini T T R ST ST ST T R ST T ST T T T R ST ST R T ST R ST ST R T R ST ST T ST T T R T T ST T T R ST ST ST T R ST T ST T T ST R ST T ST Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 16. Cara anak menggerakkan jari 17.Zacky Maulana Meisya Rizki Geofani M.104 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 LAMPIRAN 6 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II (Pertemuan I) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 Aviva Sherly Aisyah Nurul Hikmah Aurel Bintang Pratama Azhara Anindiya Habied Permana Irfan Gunawan Karin Dafi Anjani Lirobbihim Sujjada M. Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan .

Koordinasi mata dengan jari tangan 21.Fikri Ma’arif Nabil Zahran Nurul Husna Zakiya Putri Ulfa Zahra Putri Rahayu Amanda Rihadatu Ulya Yelina Khairunnisa Nasywa Rahma Dhini ST ST R ST ST ST T T ST ST ST ST ST ST T ST ST ST ST ST T ST ST T ST R ST ST T ST ST ST T ST ST ST ST T R ST ST ST ST T ST ST ST ST ST ST T ST ST ST Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 19. Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan . Cara anak menggerakkan jari 20.105 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 LAMPIRAN 7 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II (Pertemuan II) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 Aviva Sherly Aisyah Nurul Hikmah Aurel Bintang Pratama Azhara Anindiya Habied Permana Irfan Gunawan Karin Dafi Anjani Lirobbihim Sujjada M.Zacky Maulana Meisya Rizki Geofani M.

Fikri Ma’arif Nabil Zahran Nurul Husna Zakiya Putri Ulfa Zahra Putri Rahayu Amanda Rihadatu Ulya Yelina Khairunnisa Nasywa Rahma Dhini ST ST T ST ST ST ST T ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST T ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST T ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST ST Ketengan : Aspek Yang Dinilai : 22. Cara anak menggerakkan jari 23.106 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 LAMPIRAN 8 Lembar Penilaian Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II (Pertemuan III) Aspek Yang Dinilai Nama Anak 1 2 3 Aviva Sherly Aisyah Nurul Hikmah Aurel Bintang Pratama Azhara Anindiya Habied Permana Irfan Gunawan Karin Dafi Anjani Lirobbihim Sujjada M. Kelenturan jaritangan Kriteria Penilaian : Sangat Tinggi (ST)  Bekerja mandiri  Tidak ada kesalahan Tinggi (T)  Bekerja mandiri  Masih terdapat kesalahan Rendah (R)  Bekerja masih perlu bimbingan  Masih terdapat banyak kesalahan LAMPIRAN 9 . Koordinasi mata dengan jari tangan 24.Zacky Maulana Meisya Rizki Geofani M.

Diskusi . 9 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar.doa .Melukis bentuk daun dengan jari Hasil karya Kertas.Koordinasi mata dengan jari tangan .Berbicara dengan suara ramah dan teratur III.Kemampuan anak menggerakkan jari tangan . Kegiatan Awal + 30 Menit .bahan melukis dengan jari . S.Menyebutkan nama malaikat Allah dan tugasnya .Kelenturan jari tangan .Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi :I : Tanaman /Guna Tanaman (untuk makan) : Sabtu / 10 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Anak lansung Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran I.Pd.107 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN I KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator .Persiapan pulang Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang. Kegiatan Akhir + 30 Menit .Tanya jawab tentang nama malaikat .Merayap II. ikrar.I Nip. Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra seni dan kreatifitas .Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib .Salam. 19620912198703 2 001 Sidra LAMPIRAN 10 .

Kelenturan jari tangan :I/ : Tanaman /Guna Tanaman (untuk hiasan) : Senin / 12 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Anak lansung.Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib .Berbicara dengan suara ramah dan teratur(tidak berteriak) . Kegiatan Akhir + 30 Menit .Berbahasa sopan dan bermuka manis III.Koordinasi mata dengan jari tangan .Membaca surat pendek didalam Al-qur’an .Diskusi .Kemampuan anak menggerakkan jari tangan .Persiapan pulang . Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra seni dan kreatifitas .I Nip.Pd. kursi Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal + 30 Menit .Membaca surat An nashr .Pembicaraan pagi . . 19620912198703 2 001 Sidra LAMPIRAN 11 . 11 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar.Meloncat dari ketinggian 3050 cm .Salam.108 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN II KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator I.Melukis bentuk bunga dengan jari Hasil karya Kertas. S.Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang. ikrar.bahan melukis dengan jari .Meloncat dari atas kursi II.doa .

Kegiatan Awal + 30 Menit .bahan melukis dengan jari .doa .Memanjat di panjatan . ikrar.Kemampuan anak menggerakkan jari tangan . S.Melukis bentuk tanaman rumput dengan jari Hasil karya Kertas.Koordinasi mata dengan jari tangan .Pembicaraan pagi . bergantung.Salam.I Nip. 19620912198703 2 001 Sidra . berayun :I : Tanaman /Tanaman untuk pengobatan : Selasa / 13 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Guru dan anak Panjatan Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran IV.Menyebutkan rukun islam .Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib .Kegiatan Akhir + 30 Menit .Menyebutkan rukun iman dan rukun islam .Kelenturan jari tangan V.Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang.Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra Seni dan kreatifitas .Diskusi .Berbicara dengan suara ramah dan teratur(tidak berteriak) .Pd.Berbahasa sopan dan bermuka manis VI.109 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN III KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator .Persiapan pulang .Memanjat. 12 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar.

Membaca doa harian dengan baik dan benar .Diskusi .Berdiri dengan tumit. Kegiatan Akhir + 30 Menit .Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang.Berbicara dengan suara ramah dan teratur(tidak berteriak) . 19620912198703 2 001 Sidra .Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra seni dan kreatifitas .Persiapan pulang .Berdiri dengan tumit .I Nip.Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib . S.bahan melukis dengan jari . 14 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar.Salam.Pembicaraan pagi .Kemampuan anak menggerakkan jari tangan .Kegiatan Awal + 30 Menit .berdiri diatas satu kaki dengan seimbang :I : Tanaman /Cara perkembang biakan tanaman : Sabtu / 15 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Guru dan anak Panjatan Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran VII.Melukis bentuk pohon dengan jari Hasil karya Kertas. ikrar.Pd.110 LAMPIRAN 12 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN IV KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator .Koordinasi mata dengan jari tangan .doa .Kelenturan jari tangan VIII.Berbahasa sopan dan bermuka manis XI.Membaca doa mau becermin .

Berbicara dengan suara ramah dan teratur(tidak berteriak) .Membaca doa iftitah . ikrar.I Nip. 16 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar.Menendang bola ke depan .doa .Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang.111 LAMPIRAN 13 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN I KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator .Membaca doa harian dengan baik dan benar .Melukis bentuk binatang dengan jari Hasil karya Kertas.Koordinasi mata dengan jari tangan .Kegiatan Awal + 30 Menit .Berbahasa sopan dan bermuka manis XII.Kelenturan jari tangan XI. 19620912198703 2 001 Sidra .Pembicaraan pagi .Pd.Kemampuan anak menggerakkan jari tangan .Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra seni dan kreatifitas .Menendang bola ke depan dank e belakang :I : Binatang/Macam – macam binatang : Sabtu / 17 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Guru dan anak Bola kaki Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran X.Kegiatan Akhir + 30 Menit .Salam.bahan melukis dengan jari . S.Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib .Diskusi .Persiapan pulang .

Persiapan pulang .Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra seni dan kreatifitas .Menyebutkan rukun iman dan rukun islam .I Nip.Menyebutkan rukun iman .Kegiatan Awal + 30 Menit .Salam.doa .Diskusi . bola sedang. bola kecil :I : Binatang/Binatang yang hidup di darat : Senin / 19 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Guru dan anak Bola tennis Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran XIII.Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang.Koordinasi mata dengan jari tangan . 18 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar. 19620912198703 2 001 Sidra .Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib .Pd.Kelenturan jari tangan XIV.Kemampuan anak menggerakkan jari .Berbicara dengan suara ramah dan teratur(tidak berteriak) .Melukis bentuk binatang di darat dengan jari Hasil karya Kertas.Memantulkan bola kecil .112 LAMPIRAN 14 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN II KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator .Berbahasa sopan dan bermuka manis XV. S.Kegiatan Akhir + 30 Menit .Pembicaraan pagi .Memantulkan bola besar. ikrar.bahan melukis dengan jari .

Pd.Salam. ikrar. S. 19 Desember2011 Guru Kelompok B1 Misnar.bahan melukis dengan jari XVIII.Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib .I Nip.Berbicara dengan suara ramah dan teratur(tidak berteriak) .Berdiri dengan satu kaki tanpa jatih . 19620912198703 2 001 Sidra .Kemampuan anak menggerakkan jari tangan .Kegiatan Akhir + 30 Menit . berdiri diatas satu kaki dengan seimbang tanpa jatuh :I : Binatang/Tempat hidup binatang : Kamis / 22 Desember 2011 Sumber Belajar / Media Anak langsung Guru dan anak Guru dan anak Anak langsung Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Percakapan Percakapan Unjuk kerja Kegiatan Pembelajaran XVI.Kegiatan Inti + 60 Menit  Sentra seni dan kreatifitas .Kelenturan jari tangan .113 LAMPIRAN 15 RENCANA KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN III KELOMPOK B Semester Tema/Sub Tema Hari/Tanggal Indikator .Diskusi .Tanya jawab tentang nama nabi .Kegiatan Awal + 30 Menit .Persiapan pulang .Pembicaraan pagi .Berbahasa sopan dan bermuka manis XVII.Menyebutkan nama nabi da rasul .Kegiatan dari awal sampai akhir Percakapan Mengetahui Kepala Raudhatul Athfal Al-Qur’an Thawalib Padang Panjang Padang Panjang.Melukis bentuk kandang burung dengan jari Hasil karya Kertas.Koordinasi mata dengan jari tangan .doa .Berdiri dengan tumit.

Guru bersama anak melakukan doa sebelum dan sesudah kegiatan . Bahan untuk kegiatan menulis jari Gambar 2.114 Gambar 1.

Anak melakukan kegiatan melukis dengan jari .115 Gambar 3. Anak meletakkan bahan melukis diatas kertas Gambar 4.

Guru membimbing anak dalam kegiatan melukis dengan jari Gambar 6. Guru membimbing anak dalam melakukan kegiatan melukis dengan jari .116 Gambar 5.

117 Gambar 7. Hasil karya yang diperagakan oleh anak . Kolaborator membimbing anak dalam kegiatan melukis dengan jari Gambar 8.

Hasil karya anak .118 Gambar 9. Hasil karya anak Gambar 10.

119 .

120 .

121 .