Anda di halaman 1dari 12

: 1829

8591

Majalah Ilmiah Fakultas Teknologi Industri


Volume 4, No. 2 Oktober 2009

DAFTAR ISI

I. 2. 3. ,' 5. 6. 7. 8. 9.

KhairulSaleh

ANALISA GANGGUAN EKSTERNAL PADA TRANSFORMATOR3 FASA MENGGUNAKAN ALGORITHMA KARPLUS-STRONG DENGAN BANTUAN KOMPUTER

l-10

STSTEM PENGENDALIAN DAN IDENTIFIKASI GELOMBANG SONIC

Antonius Managam simamora, Prof. DR. H. Masbah R T.

Siregar

20

ELEKTRODA SELEKTIF ION Gd (IID DENGAN MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG PTFE DAN H2SbBP SEBAGAI IONOFOR

Herlina

2l

- 30

PENDEKTESI KEBOCORAN GAS ELPIJI MENGGUNAKAN SENSOR GAS MQ - s BERBASTS AT89S5|


Hermansyah

Alam

3l

- 40

PENGGUNAAN METODA BATU LONCATAN UNTUK MEMINIMALKAN TOTAL ONGKOS ANGKUT Studi kasus : Depot Logistik (DOLOG) Sumatera Utara

Zahedi

4l

- 50

ANALISA BATUPASIR FORIUASI SIHAPAS SEBAGAI BATUAI\ PEMBAWA HIDROKARBON (RT,SERVOAR ROCK) DAERAH GUNUNG TUA SUMATERA UTARA
Lismawaty, Andang Bachtiar, Kristian

Simanjuntak

5l 6l

- 60

TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT ATASPENGELOLAAN LINGKUNGAN EKOWISATA PONCAN MARINE RESORT KOTA SIBOLGA
Hamzah

Lubis

- 65

ANALISIS KESTABILAN LERENG DI SEKITAR SUNGAI BETIMUS KECAMATAN SIBOLANCIT KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA

Syafriadi

66

-75

ANALISA BILANGAN PRIMA DALAM ALQUR'AN


Helma

Widiya

76 - 82

IO. ANALISA PENGARUH PUTARAN PENGGILAS TERHADAP HASIL PENGGILINGAI\{ BIJI KOPI
I

I.

Nurdiana

83 - 92

TEKNOLOGI PEMANFAATAN BATUBARA UNTUK MENGGANTIKAN BAHAII BAKAR MINYAK

Fachrurrazi

93
102

- l0l -lll

12. KAJIAN ARSITEKTUR HIJAU SEBAGAI BAI'GUNAN RAMAH LINGKUNGAN


Meyga Fihi

Handayani

FAKT]LTAS TEI<r{OLOGI II\DTJSTRI I|{STITT]T TEI(|{OLOGI MEDAI\

Volume 4Edisi2

Oktober 2A09

PEhIDEKTESI KEBOCORAN GAS ELPIJI MENGGT]NAKA}I SENSOR GAS MQ - s BERBASTS ATsgSsl


Hermansyah Alam @yahoo.co.id

he

Jurusan Teknik Elekho

FTI Institut Teknologi Medan (ITM)

ABSTRAK
Penggunaan gas LPG umunmya digunakan di restoran, rumah tangga untqk memasak, rumah sakif laboratorium. Indusfii yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar kilang pabrik, perusahaan keramik, garasi dan sejenisnya. Jenis campuran LpG yang dipasarkan di masyarakat adalatr bahan bakar yang mudah terbakar dan sensitif terhadap api. Jadi sering peristiwa seperti kebakaran. Dalam rangka untuk mengatasi kebakaran maka perlu alat yang dapat mendeteksi adanya kebocbran gas. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi gas dari LPG itu sendiri. Dari hasil pembuatai alat dan telatr diuji dengan menggunakan lebih ringan, sensor ini dapat mendeteksi kebocoran gas dan pekerjaan akan dikirim oleh ADC (Analog Digitpl Converter) untuk milrokontroler yang akan diproses jika gas dalarn kondisi aman, siaga atau kondisi berbahaya. Dengan membuat alat ini penulis ingin mengetahui kemampuan sensor untuk mendeteksi kebocoran tabung gas LPG yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S51 dan ditandai dengan suara alarmo lampu indikator, dan pompa sprayer air untuk mencegah terjadinya kebakaran. Jadi alat ini fleksibel dan memiliki manfaat bagi konsumen yang memiliki kegiatan orientasi dalam dan di luar rumah.

Keywords: Gas Leak l)etector LPG, Sensor Me-5, mikrokontroler ATg9S5l.

I.1. Pendahuluan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi dgnqan p1{a
pe_rtgmbansan

minyak bumi, seperti untuk kendaraan


cepat

akhir-akhir ini menyebabkan t"-tl dibutuhkannya sumber daya "o1gl dimana selama ini manusia banyak
bergantung pada

kend*a;

fiffi"t"i,*f"rff"-ffi#tT,* -"

mencari ..alternatif lain yang bi* menggantikan minyak buni dalam

Makaaariitomanusiaberusahar"g

atam.

di dalam laboratorium bisa minyak bumi Seperti untuk memasak,gas alam seri:r.g disebut LiqueJied Petroleum cas (LPG)f dan untuk'kendaraan bermotor disebut
Bahan Bakar Gcs

jika trpicu oleh api yang keperluan sehari-hariny4 sehingg3 -"auttlittur.* b"r"d" ii r"titu*yu, sedangkan minyak ditemukanlahgas alamyang setelahdiuji ;r.t}rk-Lraun terpicu oleh api di

ffiffi#f ffi W'ffi Tfii; ;tt-*ddkr" dengan minyak bumi ialah

*a*gtfi.*trr. memasak, minyak bumi polusi seperti asap hitam, "t""gir;d :::f'j:J::11_T ;::'"-::T;:

il*dt"gk*

bermotor lebih banyak dengan gas alam,

akan digunakan akan mudah terbakar, Gas alam mempunyai kelebiharr dan ,seAa$\$ untuk menyimpan minyak kekurangan jika OiU*aiogk* dengan ,**', ItT menggunakan dirigen atau botol-botol bekas. Maka solusi atas

(BBG).

;b,;"g;ffi"panan

;"kl"d;' i"r"p" *;rtd;*'^g; ;;_hil menggunakan tabunJ ,** k;d* ttd"k ffi;;;r, il;?Jj;k;
gas bocor, pada saat

ISSI{ : t829 - 3591

3l

Volume 4 Edisi 2

Oktober 2009

kekurangan ini, sehingga para pemakai tabung gas menjadi lebih nyaman pada saat memakainya. Solusi yang berikan ialah Sistem Pendeteki Kebocoran Gas Elpiji Dengan Menggunaknn sensor Gas MQ-S Berbasis Milcrokontroller AT89S5I-

MQ-5 sensor adalah suatu jenis semikonduktor oksida logam film tebal
yang menawarkan biaYa rendah,
daYa

tahan yang lama, sensivitas yang bagus terhardap gas target yang di sensor dengan menggunakan rangkaian elektronik yang sederhana. Sensor ini terutama sesuai

II. LAh{DASAN TEOru


Landasan teori mernbahas tentang komponen-komponen yang digunakan dalam seluruh unit sistem ini. Agar

untuk aplikasi dalam


yang mudah meledak"

mendeteksi

kebocoran gas untuk jenis gas beracun

pembahasan tidak melebar metode penelitian

II.2.2. Prinsip Operasi MQ-s Sensor


Pada saat suatu Kristal oksida logam seperti SnOz dipanaskan pada temperatur yuttg tinggi di udara, oksigen di adsorsi pada permuk aaf1 kristal dengan muatan

dan

menyimpang dari topik utama laporan

ini, maka

setiaP

komponen hanya dibahas sesuai dengan


fungsinya pada masing-masing unit'

negatif. Elektron Pendonor Pada


positif pada lapisan ruang
muatan.

II.1. Mikrokontroler AT89S51

Mikrokontroler AT89S51 adalah mikrokontroler keluaran Atmel dengan 4K byte Flash PEROM (Programmable and Erasable Read OnlY Memory), AT89S51 merupakan memori dengan

permukaan Kristal pada oksigen yang diadsorsi, hasilnya meninggalkan muatan

k.-udian potensial permukaan dibenfuk sebagai potensial berrier terhadap aliran electron.

teknologi nonvolatile memory, isi memori tersebut dapat diisi ulang ataupun dihapus berkali-kali.

II.3.

Reset

ll.I.2. Struktur
menjadi 3 bagian

Memori
terbagi

Memori dari AT89S51


:

Reset terjadi dengan adanya logika 1 selama minimal 2 cycle pada kaki RsT, Setelah kondisi pin RST kembali low, mikrokontroler akan mulai menjalankan program dari alamat 0000H. Kondisi pada internal RAM tidak terjadi perubahan
selama reset.

1.

RAM internal.

0. Register Bank. b. Bit addressable RAMc.

II.3.1. lnstruksi Transfer Data


lnstruksi transfer data adalah instruksi pemindahan atau perfukaran antata operand sumber dengan operand fujuan. Operandnya dapat berupa register, memori atau suafu memori.

General PurPose RAM-

2" Register Fungsi Khusus (special

3.

Function Register)Flash PEROM.


Sensor Sensor adalah suatu alat yang daPat
sePerti

II.2.

[I.3.2.

Instruksi Aritmatika
sePerti

mengubah besaran fisik


sebanding. 11.2.1. MQ-5 Sensor

temperatur, gaya, kecepatan putaran, dan cahaya menjadi besaran listrik yang

Operasi dasar aritmatika


pembagian

penjumlah &fr, pengurangan, perkalian dan

dengan mnemonic, NC, ADD, ADDC, SIJBB, DEC, MIJL dan DIV.

dimiliki oleh

AT89S51

ISSN :1829 - 8591

32

Votume 4 Edist2"

Oktober 2009

ffl3.3. fnsFuksi Logika Mikrokontroler


AT89S5

1 dapat bit maupun perintah, mikrokontroler akan operasi logika byte. operasi logika memperbaharui isi PC dengan alamat tersebut dibagi atas dua bagian, yaitu memori selanjutnya sehin gga mikrokontroler bisa mengekrek.rsi o Operasi logika operand tqggal.
melaLukan operasi logika
:

prosesing) atau mengubah alur progrirm (program control). setelah melaksanakan

trabsfer), pengolahan data

(data

perintah selanjutnya

: CLR, SETB, CPL, RLC, RR, RRL, dan SWAB.


Yaitu terdiri dari

If.s. Gas
Pada ret gas terjadi tarik-rnenarik antara molekul yang sangat lemah sehingga atom atau molekul tidak bisa berada dalam satu kesafuan. Mereka bergerak sesuka hati, kerena tidak ada
atom-atom penyusun zat gas lebih bebas dari pada atom-atom yang membentuk zat padat atau cair.

Operasi logika dua operand"

Yaitu terdri dari


XRL.

: ANL,

ORL,

II.3.4. Instruksi Transfer Kendali

Instruksi transfer kendali (control


Transfer) terdiri dari tiga kelas operasi, yaitu :

sangat lemah membuat

ikatan diantaru mereka. Gaya tarik yang

o Lompat

tidak
:

bersy arat

(Unconditionsl Jump).

sifat gas ideal adalahsebagai berikut

AC ALL, AJMP, LJMP, JMP@A+DPTR.

Yaitu terdiri dari

o Lompat Bersyarat
Jump).

Gas terdiri atas partikel-partikel dalam jumlah yang sangat besar sekali, yang senantiasa bergerak dengan arah

(Conditioning

sembarang dan tersebar merata dalam ruang yang sangat kecil.

: JZ, ' JNZ, "II{8, CJNE dan DJNZ.


Yaitu terdiri dari
.

o o .

energi potensial diselurutr


ruangalf
,

Gerak partikel acak, tidak ada beda


bagian

Interupsi Yaitu terdiri dari : RET1 dan RET.

Interaksi antar partikel hanya terjadi


saat fumbukarf
.

ff.4. Bahasa'Assembler B0Sl

Dalam mdalankan progrlm, mikrokontrsler akan melakukan


pembacaan data yang tersimpan dalam memori prograrn (internal atau eksternal).

Jarak antar partikel gas jauh lebih besar dari pada ukuran partikel, sehingga .*** partikel gas dapr;
diabaikan.

Alamat memori yang harus

Tumbukan (antar partikel, partikel"


dan dinding) bersifat elestis.

dibaca

disimpan dalam sebuah register -D"r" yang dinamakan Program counter- (pc). yang terbaca akan diartikan sebagai perintah yang harus dikerjakan oleh

sifat gas umum adalahsebagai berikut:

o Gas mudah
volumenya.

berubatr bentuk dan

mikrokontroler. Perintah ini berbent'k pemindahan d;

bisa
@am

ISSN :1829 - 8591

nn JJ

Volume 4 Edisi 2

Oktober 2AA9

Gas dapat digolongkan sebagai

fluidq

hanya kecepatannya iauh lebih kecil-

stationer. Penguatan sinyal kecil lnl penerapannya pada tingkat depan dalam
berba gaL perancangan

sistem penguatan,

II.5.1. Sifat Umum Gas ElPiji


Sebagai bahan bakar, gas elprji mudah

penerima

terbakar apabila terjadi persenyawaan di udara. unhrk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan perlu diketahui beberapa sifat umunlnya:

dan instrument alat ukur. Penguatan dapat digolongkan dalam dua bagian, yaitu penguatan yang digerakan berbasis dan penguatan yang digerakan oleh emitor.
I1.7. Switch Push On

Tekanan gas

elprji cukup

besar,

sehingga terjadi kebocoran, elprji akan membentuk gas secara cePat, memuai dan sangat mudah terbakar.

o Elpiji menghambur di udara


sehingga perlahan mengetahuinya secara dini"

secara

sukar

Gambsr 2.6. Switch Push On

Berat jenis elpiji lebih besar dari pada udara sehingga cenderung bergerak kebawah.

ini, digunakan switch Push-On ditekan maka akan terjadi hubungan antara titik A dan B (connected), tetapi ketika tidak ditekan
pada perancangan
maka hubungan terputu s (non-connected).

. Elprji tidak mengandung racun. Daya pemanasnya cukup


abu (sisa pembakaran),

fI.8. Buzzer

tinggi namun tidak meninggalkan debu dan

brtzzer merupakan alx

Yang

Cara penggunaannya cukup mudah


dan praktis.

II.6. Transistor sebagai Saklar

mengeluarkan btHryi alarm. Alat ini sering digunakan sebagai alat peruga berupa suara/bunyi sebagai penanda. Buzzer ini menggunakan transistor jenis PNP dengan catu daya 5 V yang akan "on" jika diben tegangan forward dan akan "off jika diberi tegangan reverse.

Jika transistor digunakan sebagai saklar maka hal ini transistor tersebut dioperasikan dalam daerah jenuhnya
(saturation) dan daerah yang menyumbat Pada saat transistor dalam (cut "fr) keadaan jenuh, maka resistansi antara kolektor dan emitor akan sangat kecil, maka transistor itu akan berfungsi sebagai saklar yang tertutup"

ilI.

Metode Penelitian

perancangan sistem digunakan diagram blok sebagai

tJntuk mempermudah

langkah awal pembuatan sistem. Diagram blok menggambarkan secara umum bagairnana cara kerja rangkaian secara keseluruhan. Di bawah ini dapat dilihat diagram blok sistem yang akan dirancang.

Transistor sebagai driver adalah transistor yang pada saat saturasi akan
mengaktifkan komponen atau rangkaian yang lain. Dimana variasi arus kolektor kecil. Kalau pengu atannya ini dibandingkan dengan arus kolektor

IlI.1.
Sistem

Perancangan Diagram Blok

Diagram blok memiliki peran Yang sangat penting. Adapun diagram blok ini adalah sebagai berikut :

ISSN :1829 - 8591

34

Volume 4 Edisi2

Oktober 2A09

III.1.1. Perancangan Rangkaian sensor Gas dan ADC


ikrokontroler AT89S5l Driver
Pompa

Gambor 3.1. Diagram BIok Sktem Adapun fungsi dari masing-masing blok tersebut adalah :

Blok Sensor Gas/Asap. Berfungsi untuk mendeteksi apakah ada asap ataupun gas yang ada di ruangan tersebut.

Rangkaian sensor pada tugas akhir ini menggunakan sensor Detektor Gas yang telah dibuat secara pabrikarr. sensor ini mempunyai nilai resistansi Rr yang akan berubah jika terkena gas dan juga mempunyai sebuah heater yang digrrnakan untuk membersihkan ruangan sensor dan kontaminasi udara luar. I)engan menurunnya penghalang maka resistansi sensor akan juga ikut menunrn. Sensor ini hanya mampu mendeteksi adarrya gas elpiji yang melewatinya, sehingga koju sensor ini hanya ketika ada gas yang

yang dibuat

dikeluarkan oleh sensor menjadi


mikrokontroller.

Berfungsi untuk merubah data/tegangan Analog yang

BlokADC.

melewatinya.

data digital untuk dibaca oleh

menghidupkan larnpu
membunyikan alarm.

mengaktifkan pompa

pengendali semua cara kerja rangkaian sehingga sistem ini dapat menangkap sensor agar dapat
dan serta

Berfungsi sebagai pengontrol atau


.it.;

RangkaianMikrokontrolerATggss I

Gambar 3-2. Rangkaian sensor Gas

rrr.l .2. Perancangan Rangkaian Alam


Pada perancangan rangkaian

o o

Rangkaian Driver Alarm. Berfungsi sebagai mendrive


agar dapat berbunyi.

alarm yang digunakan adalah buzzer" B'zer ini akan berbunyi jika sensor

alarmini,

b'zer

RangkaianDriver tampu.

lapnu agar dapat sebagai penanda


adanyakebocoran gas atau tidak.

Berfungsi sebagai menghidupkan

Rangkaian Driver pompa. Berfungsi sebagai driver bagi pomp a agffi dapatmenyemprotkan air.

mengaktifkan bltzzer.
dapat dilihat dibawah

mengalir 'ke buzzer dan Adapun gambar


ini:

mendeteksi adanya gas. IJnfuk rangkaian alarm ini digunaka$ transistor BC ssl sebagai driver (saktar) Dari gambar rangkaiarr ,dapat dilihat bahwa jika inpur base BC557 diberi logika 0, rnaica gcjsz akan oN atau berfirngsi sebagai saklar, sehingga tegangan pada vcc akan
akan

perancangannya

ISSN :1829 - 8591

35

Volume 4 Edisi2

Oktober 2009

2. Pena 9 sebagai reset mikrokontroler dimana untuk mengembalikan 3. Pena 2l 4.


Gambar 3.3. Rongkaian Alarm
program sistem ke awal.

digunakan sebagai output

5.

untuk mengaktifkan pompa. Pena 22 digunakan sebagai output untuk menghidupkan lampu tanda. Pena 39 digunakan sebagai output
alarm.

III.1.3. Perancangan Rangkaian Mikrokontroller AT89 55 1


merupakan rangkaian yang berfungsi untuk mengendalikan sernua bagian yang bekerja pada sistem alat ini. AT89S51 memiliki rangkaian

6. Pena 18 dan L9 merupakan masukan


7. 8.

dan keluaran ke rangkaian osilator


internal. Pena 20 merupakan Ground sistem. Pena 40 merupakan Vcc sebagai catu daya 5V DC.

Rangkaian

ini

dalam yang cukup lengkup, dengan


demikian komponen luar yang digunakan

III. l.4.Rangkaian Driver Pompa Komponen yang digunakan pada perancangan rangkaian driver Pompa ini adalah : Opto-Coupler (4N25), BC 547, Dioda INI 4A02, Resistor lK O , serta Relay l2V. Rangkaian driver pompa ini merupakan rangkaian yang menjadi penggerak atau pengendali proses
aktifuya pompa yang digunakan.

semakin sedikit, hanya merupakan pelangkap IC tersebut yang terdiri dari


beberapa input yaitu: clock osilator kristal dan rangk aian reset secara eksternal. IC

ini

dibuat dengan ukuran yang kecil,

dengan penggwum dayayang rendah dan dengan kinerja yang cukup tinggi.

Dibawah ini ditunjukan gambar rangkaian dari mikrokontroler :

GambAr 3.5. Rangkaion Driver Pompa

Gombor 3.4. Rangkoian Mikrokontroler AT89S5I

sebuah Optocoupler yang dapat memperkuat data keluaran dari

Pada perancangan driver Pompa ini digunakan 4NI25. 4N25 merupakan

Adapun penjelasan dan fungsi dari pin-pin IC mikrokontroler AT89S51 pada perancangan alat ini secara umum dapat
diuraikan sebagai berikut:

1.

Pena

hingga 8 digunakan sebagai

Driver dengan mikrokontroler. menggunakan 4N25 ini juga sangat cocok untuk mengamankan data yang masuk ke mikrokontroller akibat adanya loncatan bunga api yang terjadi saat pompa sedang aktiflon.

port input dari keluaran ADC yang


terhubung ke sensor gas.

ISSN :1829 - 8591

36

Volume 4 Edisi"2

Oktober 20A9

III.1.5. Rangkaian Driver Lampu

fV. Hasil Analisa l)an Pembahasan


pada

Komponen yang digunakan

perancangan rangkaian driver lampu ini adalah:Opto-Coupler (4N25), BC 547, Dioda IN 4A02, Resistor lKf), serta Relay lzV. Rangkaian driver lampu ini merupakan rangkaian yang rnenjadi

penggerak

atau pengendali proses

aktifnya beban lampu yang digunakan,

Pengujian dan pengukuran dilakukan untuk membuktikan apakah rangkaian yang sudah dibuat bekerja sesuai dengan yang direncanakan. Pertama sekali pengujian dilakukan pada setiap bloknya dan pengujian beberapa blok yang saling berkaitalt. Dalam setiap pengujian dilakukan dengan pengukuran yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa hardware dan software pendukungnya.

fV.1. Pengujian Sistem Mikrokontroler AT89S51


T77

Gambar 3.6. Ranghaian Driver Beban Lampu

Bagian ini merupakan pemroses keseluruhan dari sistem ini. Rutin yang

dikerjakan ditulis dalam

bahasa

ini digunakan 4N25. 4N25 merupakan


mikrokontroler. Driver
memperkuat data keluaran
dengan

Pada peran cangandriver beban lampu

assembling yang selanjutnya didownload

sebuah transistor Optocoupler yang dapat

pada memori internal yang tersedia. Mikrokontroller ini buatan ATMEL yang
kompatibel dengan keluargan MCS-51, di dalamnya terdapat 4 Kbyte of In-System Reprogrammable Flash Memor!, dengan 32 jalur VO. I28 Bytes RAM. pada rangkaian ini tidak semua port dipakai (P0, Pl, P2, P3) sebagai input dan output" Rangkaian eksternal sebagai pembangkit
sesuai

dari

transistor menerima sinyal dikirimkan oleh infra red


optocoupler.

akan aktif atau

menggunakan 4N25 ini juga sangat cocok untuk proses pengiriman data untuk jarak yang' cukup jautr. Jika mikrokontroler mengirimkan perintah untuk mengaktifkan 4N25, maka optocoupler

ON

karena photo
yang pada

frekuensi yang dipakai

karakteristiknya yaitu pada C,z, C3 dan xrAL sedangkan untuk rangkaian reset dipergunakan komponen Cr dan R1.

Iff.z.,

Perancangan Soffware

Dalam pengujian didapat,


pengukuran seperti tabel di bawah ini
TITIK PENGUKURAN
POWERON TPl

hasil
:

software. , Dalam perancangan softw,are ini terbagi atas dua bagian yaitu perancangan flowchart dan perancangan progrm. Adapun tujuan pemncangan flowchart adalah untuk memudahkan kita di dalam permcangan program y,ang akan digunakan.

perancangan

Setelah perancangan hardtvsre selesai, kemudian mulailah dengan

H-+L
H<+L
L

w2
TP3

Tobel 4.r. Titih Pengukursn Kondisi power


Reset

on

Pada tabel 4.I dapat dilihat saat power on pada TPI akan menghasilkan logika H

ISSN :1829 - 8591

37

Volume 4 Edisi"2

Oktober 2009

(high) atau berlogika 1 menuju L (low) berlogika 0, kemudian Pada TPz akan menghasilkan logika H (high) atau berlogika 1 menuju L (low) berlogika 0

adanya gas (kondisi udara bersih) maka output yang terukur pada output sensor gas adalah sebesar 0,4mV dan output dari ADC adalah 00010010b.

secara bergantian terus

menerus-

sedangkan pada TP3 akan menghasilkan logika L (low) secara terus menerus"

fV.3. Pengujian Rangkaian Alarm


Rangkaian alarm dihubungkan dengan port P0.0 dari mikrokontroller, dimana alarm yang digunakan adalah sebuah buzzer yang dihubungkan dengan sebuah driver transistor tipe PNP (BC 557)Transistor 8C557 akan aktif jika diberi logika 0 oleh mikrokontroler.

W.2. Pengujian Rangkaian Sensor


Gas

Kondisi LampuHidup
Lampu Mati

TP4
1

TP5
I

TP6
0
1

Dan hasil
sebagai berikut :

penguj

ian

didapat hasil

Pengujian rangkaian sensor gas berrujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi output dari sensor apabila
gas.
Londisi TP

Tabel 4.4. Data Hasil pengukuran Rangkaian

Alarm
/

mendeteksi adanya gas. Demikian juga apabila sensor tidak mendeteksi adanya
Pl.
7 0
0
D

IV.4.

Pengujian Rangkaian Driver Lampu

l.
6

Pl.
5

l.
4

Pl.
3

Pl.
2

I
I

l.
0

:I e
X

\larm

4
1,6

perintah berupa logika 1

Jika mikrokontroller mengirimkan

)N
)FF

z8

V
1,5

27

Tabel 4.2. Titik Pengukuran pada Oatput Sensor saot Alarm ON dan OFF

untuk mengaktifkan 4h125, maka optocoupler akan aktif dikarenakan infra merah akan ON (akan menyinari photo transistor) sehingga kolektor dan emitor dari photo transistor akan bersambung dan akan

Pada tabel 4.2 dapat dilihat saat gas masuk memenuhi sensor g&S, maka pada tegangan output dari sensor gas (TP4) terukur sebesar 1,6V dimana output dari ADC adalah 00101000b, pada kondisi ini akan dihidupkan dan alarm menghidupkan pompa air.
iondis
Udara ]ersih

mengakibatkan

arus dari Vcc

akan

w4
0,4mV

Pt.7
0

r.6

1.5

1.4

1.3

?t.2
I

mengalir melalui koleldor menujur emitor dari photo transistor hingga akan masuk ke kaki basis dari Transistor 8C547 dan mengakibatkan Transistor 8C547 akan ONI atau aktif sebagai saklar. Sebelwnnya data dari Ground akan mengalir ke basis dari transistor BC547 yang l.l wlg4q+paL an transistor Cut Off. Ar{*rrrn hasil pengukuran yang di dapat pada titik pengukuran di atas adalah sebagai berikut:

Tsbel 4.3. Tilik Pengukuran Pada Saat Tanpa

Selanjutnya ,*,";;put dari sensor gas turun di tegangan 1,5V atau pada output ADC sebesar 0010011 lb, maka alarrn akan dimatikan serta jnga mematikan pompa air. Pada table IV.3 dapat dilihat kondisi saat sensor tidak mendeteksi

Pada pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan logic probe,


saat beban Lampu oI1. rnaka pada TP4 berlogika 1, pada TP5 akan berlogika 1 j,rga sedangkan pada TP6 akan berlogika 0 atau tegangan mendekati

ISSN:1829 -8591

38

Volume 4 Edibi 2

Oktober 2009

0V. Pada saat lampu off, maka pada TP4 akan berlogika O, padaTps akan berlogika 0, sedangkan pada Tp3 akan berlogika 1.
KOhTDISI BLINYI

Kondisi
Pompa

TP7
1

TP8 I

TP9
0

Hidup
Pompa Mati
0 0

Port P0.0
0.3 Mv 4.7

TIDAKBLINTN

Tabel 4.6. Titik Pengukuran Driver Pompa


V.1, Kesimpulan.

t"d"

Tabel 4.s. Titik pengukuran pada Driver

Lampu

fV.s.
Pompa

Pengujian Rangkaian l)river

hardware dan analisa software -*ut u penulis dapat menyimpulkan sebagai


berikut
l
:

setelah melakukan

pengujian

dari

mengaktifkan 4N25, maka optocoupler akan aktif dikarenakan infra rnerah akan oN (akan menyinari photo transistor) sehingga koleklor dan emitor dari photo transistor akan bersamb,rng dan akan mengakibatkan arus dari vcc akan mengalir melalui kolektor rnenujur emitor dari photo transistor hingga akan masuk ke kaki basis dari Transistor BCI4T dan mengakibatkan Transistor BCs47 akan oN atau aktif sebagai saklar. sebelumnya data dari Ground akan mengalir ke basis

Jika mikrokontroller mengirimkan perintah berupa logika 1 untuk

- output

sensor berupa perubahan

tegangan analog, dimana jika gas yang masuk ke dalam sensor bertambah maka output dart sensor tersebut yang berupa tegangan akan semakin membesar.

2- Dengan Mengaktifkan

pompa disaat sensor mendeteksi adanya kebocoran g?s, maka akan menghindari terj adinya kemungkinan kebakLan"

Y.z.Saran.

transistor BCS47

yang

mengakibatkan transistor Cut Off,


dapat pada titik pengukuran di atas uo"rur, sebagai berikut:

Adapun hasil pengukuran yang di

Dalam merancang sistem ini, menyadari banyak kekurangan yang terdapat pada sistem ini, dan untuk itu penulis memberikan saran agar sistem
lebih baik dan efektif, diantaranya
l
:

Pada pengukuran yang dilakukan dengan mengg*nakan iogic probe,


saat beban pompa on, maka pada TpT berlogika lo pada Tp8 akan berlogika I juga sedangkan pada Tp9 uL* berlogika 0 atau tegangan mendekati 0V. Pada saat pompa off, maka pada TP7 akan berlogika o, pada TPg akan berlogika 0, sedangkan padaTpg akan berlogika 1.

2" sistern ini tidak

pengumpul gas agff sensor dapatlebih cepat mendeteksi lebih awal adanya gas di sebuah ruangall.

dilengkapi dengan seb'ah media

sensor gas yang digunakan haruslah

dilengkapi dengan batrey emergensi. Maksudnya, 3ita listrik dirurnah padam atau tidak-ada suplay pada sistem atau rangkaian maka sistem akan off atau mati sehingga sistem-pun tidak bekerja. untuk ifir" disarankan agff sistem ini

ISSN :1829 - B59l

39

Volume 4 Edisi 2

Oktober 2009

dilengkapi batrey emergensi bila


sewaktu-waktu listrik dirum ah padam.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 20A7, MQ-S Sensor, Parallax' Anonim, 2005, Y-bit Microcontroller with Programmable Flash AT8gSil,

4K

Bytes

In-System

Agfianto. 2002. Telcnik Antar Muka


KomPttter, KonseP Dqn APlikasr' Yogyakarta : Graha llmu'

Www . atme l. c om/lit er atur e'

Malvino Barmawi.

1984

. Prinsip-prinsip

Etektronikn. Jakarta : Erlangga' L. Shrader Robert. 1 991 . Komuniknsi Etektronika' Jakarta : Erlangga' L. Tokheim Roger. 1 995. Elehronikn Digital, edisi Kedua- Jakarta : Erlangga. MacK er:u:ie Scoot I. 1999. The 8051 Microcontroller, Third Edition. New JerseY Sri Widodo Thomas, Dr. Ir' 2002'

g:#;;Y Dasar rakarta


dan

Tim Lab. MikroProsesor. 2007 '


dengan c/c++
Yogyakarta. Andi"

Pemrograman Mitvoknntroler AT89S5 I


Assembler,

ISSNI :1829 - 8591

4A