Anda di halaman 1dari 3
TUGAS AKHIR EVALUASI POLA OPERASI WADUK DI SISTEM WADUK KEDUNG OMBO DENGAN METODE SIMULASI Evaluasi pola operasi Waduk kedung Ombo bertujuan untuk melakukan beberapa simulasi inflow terhadap kebutuhan air, sehingga didapatkan prosentase sukses dan kegagalan dari tiap-tiap simulasi, sehingga dapat diketahui keandalan Waduk Kedung Ombo dalam memenuhi kebutuhan air daerah layanannya sampai kenaikan kebutuhan 5% mulai dari kenaikan kebutuhan 10% sudah mengalami kegagalan dengan data inflow yang diperoleh dari tahun 1989 sampai 2004 dibangkitkan menjadi 50 tahun dengan bantuan komputer menggunakan program Microsoft Exel. Seringkali kita menjumpai masalah tentang air, misalnya pada hujan diberbagai daerah tertentu yang menyebabkan kerusakan alam, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa, sedangkan pada musim kemarau diberbagai daerah terjadi kekeringan, yang menyebabkan sejumlah mata air berkurang dan menurunkan air disungai sehingga menurunkan nilai tampungan waduk, sedangkan kebutuhan air semakin hari semakin bertambah, oleh karena itu perlu diadakan evaluasi pola operasi waduk salah satuya adalah evaluasi pola operasi Waduk Kedung Ombo. Kapasitas waduk kedung Ombo dilakukan melalui pengukuran data waduk yang dilakukan dengan dua metode, echosonding di daerah genangan dan pengukuran teristris di daerah genangan sekitar waduk. Pada saat pengukuran echosonding, maka air waduk berada pada El. +68,10m. Posisi muka air ini merupakan elevasi muka air waduk cukup rendah, hanya 60 cm diatas elevasi muka air operasi terendah untuk suplai irigasi. El. +67,50 m, pengukuran teristis dilakukan di daerah diatas genangan waduk El. +68,10 m sampai ketinggian El. +90,00 m. Spillway Waduk Kedung Ombo berada pada elevasi 90,00 m, yang terbuat dari beton tanpa pintu, yang mempunyai panjang mercu 40,00 m. Pemanfaatan utama air waduk Kedung Ombo adalah untuk menyediakan air baku bagi kebutuhan domestic dan industri kota-kota Semarang, Purwodadi, dan Demak dengan debit pelayanan sebesar 1,65 m3/dt. Pemanfaatan kedua air waduk adalah untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, dengan daerah seluas +64.888 Ha, termasuk areal pengembangan irigasi, pembangkitan energy listrik, dengan kapasitass energy listrik terpasang sebesar 22,5 MW. Seluruh air yang dilepas untuk mensuplai kebutuhan air dihilir waduk diusahakan semaksimal mungkin untuk pembangkitan PLTA baik pada kondisi beban puncak maupun beban dasar. Jika pelayanan air melebihi 61,8 m3/dt, maka cara suplai air dibagi dua yaitu lewat katub turbin maupun lewat katub irigasi. Untuk mengetahui pola operasi Waduk Kedung Ombo, maka langkah pertama adalah mengetahui data inflow, setelah mengetahui data inflow, untuk menganalisis kapasitas air di dalam Waduk Kedung Ombo, data inflow yang ada dibangkitkan menjadi 50 tahun untuk memperkirakan data inflow yang mempunyai sifat-sifat dan karakteristik yang sama, berdasarkan data rerata aliran bulanan, standar deviasi aliran dengan menggunakan rumus Thomas and Fiering seasonal Model, sehingga diharapkan akan mendapatkan data yang mempunyai rangkaian data dengan sifat-sifat dan karakteristik yang sama, dengan bantuan program komputer Microsoft Excel maka didapatkan bangkitan data untuk 50 tahun, dengan sifat-sifat karakteristik yang sama. Outflow atau pengeluaran atau kebutuhan pada pola operasi biasanya volume pengeluaran air dari Reservoir adalah sama dengan volume air yang dibutuhkan oleh pemakai (consumen). Apabila air dalam reservoir tidak mencukupi sesuai dengan yang dibutuhkan, maka kebutuhan akan air tidak dapat terpenuhi yang akhirnya dapat berpengaruh terhadap aktivitas pengguna. Oleh karena itu pengeluaran air harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, pola operasi Waduk Kedung Ombo akan disesuaikan dengan ketersediaan air waduk. Analisa data bangkitan dengan data kebutuhan bertujuan untuk membandingkan selisih inflow data bangkitan dengan data kebutuhan setiap tahunya, selama 50 tahun kebutuhan air dapat dipenuhi oleh inflow dari simulasi data bangkitan, itu karenakan selisih yang dihasilkan infow lebih besar dari pada kebutuhan, adapun saat kebutuhan lebih besar daripada inflow masih dapat dipenuhi oleh Waduk Kedung Ombo karena sisa dalam tampungan Waduk Kedung Ombo dapat menutupi kekurangan. Simulasi kenaikan kebutuhan keandalan Waduk Kedung Ombo maka di dapatkan kegagalan terjadi mulai kenaikan 10%, artinya dari simulasi kenaikan kebutuhan yang di coba. Waduk Kedung Ombo mulai mengalami kegagalan dalam memenuhi kebutuhan mensuplai air pada kenaikan kebutuhan sebesar 10%, sedangkan dari simulasi perhitungan pembangkitan data yang sudah dilakukan dapat dilihat bahwa Waduk Kedung Ombo dapat memenuhi kebutuhan daerah yang di layaninya sepanjang musim. Untuk mengoperasikan waduk harus sesuai dengan pedoman pola operasi yang ada, agar waduk-waduk yang ada terus memenuhi kebutuhan masyarakat, supaya dapat memenuhi kebutuhan daerah yang dilayani, sebaiknya pemerintah dan masyarakat harus sadar menjaga daerah DAS yang ada, menjaga hutan lindung agar tidak habis ditebang oleh pihak yang tidak beranggung jawab, sehingga akan berdampak pada limpasan permukaan yang semakin besar dan tidak ada resapan karena tidak ada akar pohon yang dapat menahan butir butir tanah yang jatuh dari lereng sehingga akan terjadi erosi, semakin tinggi erosi tanah yang masuk sungai maka akan semakin besar tampungan mati di bendungan yang akan berdampak pada semakin besar tampungan mati, maka tampungan efektif berkurang.