Anda di halaman 1dari 9

[Type text

]

Bab 10 PERUBAHAN PERILAKU, KARAKTERISTIK, DAN HUKUM BELAJAR
A. Perubahan perilaku Psikolog sekolah, guru BP/BK, atau siapa pun yang berniat membimbing dan mengarahkan aktivitas belajar individu atau siswa memerlukan pemahaman yang rinci tentang sifat dan proses pembelajaran. Guru dan instruktur umumnya sangat menguasai banyak keterampilan yang di perlukan untuk melaksanakan pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Apa yang mereka ajarkan menuntut ti gkat kompetensi dan keterampilan yang tinggi dalam menyajikan materi pelajaran, agar tujuannya bisa dicapai secara tepat, cepat, dan efisien. Namun demikian, cara atau metode guru atau instuktur mengajar sangat tergantung pada pemahaman mereka mengenai proses belajar dan kemampuan untuk menerapkan pemahaman ini. Ada atau tidak aktivitas pembelajaran individu dapat dilihat dari perubahan dalam salah satu dari lima bidang : 1. Cara mempersepsi lingkungan 2. Kemampuan berpikir atau penalaran 3. Perilaku fisikal atau keterampilan motorik 4. Reaksi emosional atau sikap, dan 5. Visi kedepan.

B. Karakteristik Proses Belajar Kegiatan belajar dan pembelajaran tidak berada pada ruang hampa. Aktivitas ini biasanya selalu melibatkan individu, materi atau substansi, instrumen pendukung, dan lingkungan. Dari hasil penelusuran terhadap beberapa referensi, karakteristik belajar disajikan berikut ini. 1. Belajar sebagai proses bertujuan(purposeful process), dimana sebagian besar orang atau siswa pasti memiliki ide-ide tentang apa yang ingin mereka capai. Aktifitas mencapainya merupakan bagian dari proses pembelajaran, apapun bentuknya. Pembelajar atau siswa melakukan aktivitas belajar memiliki tujuan-tujuan tertentu, dengan kadar kesadaran yang sangat mungkin bervariasi. Guru atau instruktur yang efektif mencari cara menciptakan situasi belajar yang baru untuk memenuhi tujuan siswa atau peserta pelatihan yang menjalani proses

3. tergantung pada situasi atau pembelajar itu sendiri. serta bereaksi terhadapnya. Belajar atau berlatih keterampilan fisik membuhkan pengalaman dalam melakukan keterampilan itu. Tidak ada dua orang memiliki pengalaman yang sama persis. 2. Guru atau instruktur baru cenderung kecewa ketika mereka menemukan kenyataan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan banyak bentuk. dimana aktivitas ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep baru. Pengetahuan seseorang adalah hasil dari pengalaman mereka dan cara mereka memahami. Perbedaan tingkat pencapaian pembelajaran itu disebabkan oleh perbedaan kecerdasan. 5. Belajar merupakan proses individual (individual process). Belajar sebagai proses aktif(active process).[Type text] pembelajaran. dimana guru atau instruktur tidak dapat membelajarkan siswa atau peserta pelatihan sampai dengan mereka mau belajar. dan lain-lain. keinginan untuk belajar.siswa atau peserta pelatihan harus terlibat dalam aktifitas yang sesuai dengan kebutuhan dirinya dan pada sistuasi yang cocok. Demikian pula. Belajar bersifat multidimensi (multidimensial). Belajar sebagai pengalaman internal (internal experience). masalah psikologis. Siswa atau peserta peletihan harus menjadi aktif terlibat dalam situasi belajar. dimana semua siswa atau peserta pelatihan tidak belajar pada tingkat yang sama. pengalaman. peserta pelatihan pada ide atau keterampilan . tidak hanya menerima tuturan lisan. kepentingan. dimana oleh karena belajar hanya muncul melalui pengalaman. 4. guru atau pelatih tidak dapat dengan aman berasumsi bahwa peserta didik dapat menerapkan apa yang mereka tahu hanya mereka telah mengutip dengan benar pasal atau ayat dari buku teks. faktor fisik. latar belakang. kondisi emosional. bahwa pelajaran yang telah direncanakan sedemikian rupa juga tidak memungkinkan mereka mengajar semua siswa atau peserta pelatihan dengan efektivitas yang sama. Motivasi yang muncul dari guru bisa kuat atau lemah. Efek itu bisa langsung dan bisa juga sebagai ikutannya.tetapi hanya sebatas melibatkan mereka dalam kegiatan tidak akan cukup. Belar dan pembelajaran adalah lebih dari hanya sekedar mengantarkan siswa atau tertentu. pembelajaran atau pelatihan harus memungkinkan siswa dan peserta pelatihan dapat secara aktif terlibat dalam pengalaman itu. Pengalaman internal siswa atau peserta pelatihan pun menjadi kunci penyerapan materi baru oleh siswa.

karena anakanak yang menonjol itu dapat menularkan kemampuan dan keterampilan mereka kepada sejawatnya. ”hukum” itu tidak membarikan guru atau instruktur dengan wawasan ke dalam proses pembelajaran yang akan membantu peserta pelatihan. psikolong pendidikan lainnya telah menemukan banyak bukti bahwah proses belajar memang lebih kompleks daripada “hukum” yang diidentifikasi selama ini. belajar pun memiliki hukum. dia dapat dengan mudah mengajar siswanya yang menonjol. Namun. menyediakan pengalaman yang berharga untuk peserta didik atau KARAKTERISTIK PERUBAHAN HASIL BELAJAR DAN FAKTORNYA Makalah ini dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah . Pada awal tahun 1990-an . Hukum – hukum belajar yang berkembang pada era setelah thorndike tidak selalu sama dengan yang pertama kali dinyatakanya. Hukum belajar bersumber dari pembelajar itu sendiri. Hukum Belajar Seperti halnya kehidupan pada umumnya dan ilmu-ilmu keras lain yang taat asas pada hukum – hukum. Thorndike mempostulasi “hukum belajar” (law of learning ) yang tampak nya berlaku umum dalam peroses belajar dan pembelajaran. Lingkungan belajar pun melahirkan hukum belajar. edward L. yang disebut dangan hukum belajar. baik siswa maupun guru. Pertama. kedua. hukum belajar itu telah ditambah dan dikembangkan. Namun. dia memperoleh keuntungan. Sejak saat itu. Selama bertahun – tahun.[Type text] Disini guru akan memperoleh dua keuntungan. C.

merubah sejarah dan peradaban Negara dimasa yang akan datang.[Type text] PSIKOLOGI PEMBELAJARAN Dipresentasikan: Kamis. Dari sejumlah pengertian belajar ada kata yang sangat penting untuk dibahas yaitu kata “ perubahan atau change. Menurut Drs. dari kata itu maka hakikat belajar adalah perubahan.Perubaha yang timbul karena proses belajar sudah tentu memlikik ciri – ciri perwujudan yang khas. Pengetahuan akan selalu bertautan dengan kekuasaan. Namun tidak semua perubahan tingkahlaku dapat dinggap belajar. Dalam dunia pendidikan. afektif dan psikomotor.Pd JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2011 PENDAHULUAN Pada dasarnya. Maka pendidikan yang dihasilkan oleh pembuat pendidikan harus memberikan suatu perspektif bagi kebebasan dan pembangunan kualitas peserta didik yang mampu merombak.proses memperoleh pengetahuan. belajar adalah “Serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku sebagi hasil dari pengalaman individu dalam berinteraksi terhadap lingkungannya yang menyangkut kongnitif. Ciriciri atau karakteristik tersebut diperoleh melalui pewarisan dari pihak orang tuanya. Bagi orang tua. Pengertian belajar dewasa ini dikonotasikan dengan perubahan tingkah laku. guru harus mempunyai pengetahuan. W. 2. dan menjadi daya kehidupan yang dapat membangun dan merubah sumber daya manusia maupun alam. M. S.Ag. Saiful Bahri Djamarah dalam bukunya Psikologi Belajar. PEMBAHASAN . Untuk materi selanjutnya bisa dibaca pada pembahasan. belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. Reber (muhibbin syah) mendefenisikan belajar itu adalah 1. setiap individu memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda-beda. Pendidikan adalah salah satu tuntunan bagi seorang guru. Diantar perubahan yang khas itu menjadi karakteristik prilaku belajar. 19 Oktober 2011 Oleh : Muslimah Pauzi Rina Ahwayida Pembimbing : Nini Aryani.S Winkel memberikan pengertian belajar sebagai bentuk perubahan diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru. kreativitas juga wawasan yang luas untuk memahami peserta didik. guru serta masyarakat hakikat pendidikan bagi peserta diharapkan mampu untuk melanjutkan eksistensinya sebagai makhluk yang selalu mencipta. Selain itu juga harus mengerti psikologi anak tersebut.

seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. 1. sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu. Dalam hal ini. akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan. setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku. individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan. Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru. Perubahan yang timbul karena proses belajar sudah tentu memlikik ciri – ciri perwujudan yang khas. Begitu juga dengan hasil-hasilnya. Begitu juga. Misalnya. Perubahan yang fungsional. namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan. Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku. Misalnya. seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan. Perubahan yang bersifat positif. yaitu : 1. 4. 1. sikap dan keterampilan berikutnya. 1. maka pengetahuan. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional). 2. sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan. misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. Begitu juga. 3. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan. pengetahuan. baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. 1. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu). dia memahami dan berkeinginan untuk . sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. dengan memperoleh sejumlah pengetahuan.[Type text] Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Misalnya. Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaanperbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya. dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan.

Perubahan yang bersifat aktif. Misalnya. individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya. mahasiswa belajar mengoperasikan komputer. Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Perubahan perilaku secara keseluruhan. jangka menengah maupun jangka panjang. Perubahan yang bertujuan dan terarah. sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda. dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. 1. Menurut Gagne. Begitu juga. dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”. Informasi verbal yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal. mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”. baik tujuan jangka pendek. mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan. 5. dan sebagainya. Misalnya. disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”. seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan.[Type text] menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru. 1. tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan. 1. maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan. berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya. Misalnya. baik secara tertulis maupun tulisan. 7. 1. Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata. . 6. perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk : 1. Untuk memperoleh perilaku baru. 1. Kecakapan intelektual. 8. maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut. Perubahan yang bersifat permanen. definisi. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan.

keterampilanketerampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi. strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. . Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination). yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. konsep abstrak. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam : 1. Strategi kognitif. 2. Pengamatan yakni proses menerima. memahami konsep konkrit. aturan dan hukum. 1. 3. didalamnya terdapat unsur pemikiran. misalnya: penggunaan simbol matematika. 4. Dengan kata lain. ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik. 1. kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah. sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran. dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar. 1. Berfikir asosiatif. 1. Sementara itu. 1. Keterampilan seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik. 1. Kebiasaan seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru. Moh. menafsirkan. Dalam konteks proses pembelajaran. Kecakapan motorik. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa. Sikap. 1.[Type text] yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol. sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar. perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran.

Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why). karakteristik belajar dan lain-lain. perubahan dalam kawasan (domain) kognitif. 1. was-was dan sebagainya. marah. Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut. Sedangkan menurut Bloom. 1. afektif dan psikomotor. 2. 9. 3. Inhibisi menghindari hal yang mubazir. 6. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. gembira. 3.[Type text] yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat. 8. 2. 1. diantaranya : 1. benci. 1. Faktor internal Yaitu. kecewa. Apresiasi menghargai karya-karya bermutu. 7. Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan. 1. Faktor eksternal Yaitu. perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar meliputi : 1. Seperti : lingkungan KESIMPULAN . sedih. faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Seperti : kurang lengkapnya anggota tubuh. 1. 1. faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri. beserta tingkatan aspek-aspeknya. senang. 5.

harga diri. Akan tetapi juga berhubungan dengan perubahan pola-pola respon dari seluruh aspek-aspek kepribadian seseorang yang telah melakukan aktivitas belajar. penyesuaian diri. keterampilan. watak. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut diantaranya : faktor internal dan eksternal. sikap. minat.[Type text] Dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar pada hakikatnya merupakan satu usaha. seperti : kurang lengkapnya anggota tubuh atau kondisi tubuh. Adapun faktor eksternal merupakan turut pula menentukan terhadap kondisi belajar. Faktor internal merupakan faktor yang datangnya dari diri sendiri. . yaitu lingkungan. pengertian. Perubahan hasil belajar ini hanya berkaitan dengan penambahan kecakapan.suatu proses perubahan tingkah laku yang trjadi pada diri individu sebagai hasil pengalaman atau hasil interaksinya dengan lingkungannya. Dalam proses belajar banyak faktor-faktor yang mempengaruhi selama melakukan proses belajar. faktor psikologi yaitu berupa kecerdasan.