Anda di halaman 1dari 4

Berfikir Kritis Berfikir kritis atau critical thinking menurut Cotton (1991) juga dikenal dengan tihnking skills

, berfikir kreatif, berfikir tingkat tinggi (high-order thinking). Dalam berfikir kritis terdapat dua dimensi penting, yaitu kerangka berfikir dan pekerjaan mental yang spesifik. i!hael "eri#en dan $i!hard %aul, seperti yang dikutip oleh &eni!ek! ('(()) mengatakan bah*a berfikir kritis adalah sebuah proses intelektual dengan melakukan pembuatan konsep, penerapan, melakukan sintesis dan atau menge#aluasi informasi yang diperoleh dari obser#asi, pengalaman, refleksi, pemikiran, atau komunikasi sebagai dasar untuk meyakini dan melakukan suatu tindakan. Digambarkan bah*a berfikir kritis tidak !ukup hanya logis, tetapi terdiri atas proses yang lebih luas dalam bidang kedokteran, antara lain melibatkan persepsi, bahasa, emosi, pertimbangan biostatistik dan epidemiologis, bukti ilmiah terbaik, pengetahuan klinis dan kesehatan masyarakat, sikap, dan ketrampilan. %endapat ini senada dengan yang disampaikan oleh +braham ('((,) yang menerapkan strategi membangun critical thinking mahasis*a melalui pembelajaran fisiologi. "!hafersman (1991) mengatakan berfikir kritis adalah berfikir berdasarkan pengetahuan yang sesuai dan dapat diper!aya, atau !ara berfikir yang beralasan, dapat digambarkan, bertanggung ja*ab dan mahir. Dalam pengertian ini seorang dikatakan berfikir kritis bila menanyakan suatu hal dan men!ari informasi dengan tepat. -emudian informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan masalah dan mengelolanya se!ara logis, efisien, dan kreatif, sehingga dapat membuat kesimpulan yang dapat diterima akal. "elanjutnya informasi tersebut digunakan untuk meme!ahkan masalah yang dihadapi dengan tepat berdasarkan analisis informasi dan pengetahuan yang dimilikinya. .isher ('((1) mengutip pendapat &ohn De*ey, menjelaskan bah*a critical thinking adalah pertimbangan aktif dan tepat serta berhati-hati atas keyakinan dan keilmuan untuk mendukung kesimpulan. %endapat lain yang dikutip oleh .isher adalah menurut /nnis, critical thinking adalah kegiatan berifkir yang beralasan dan reflektif yang menitikberatkan pada apa yang diper!aya dan apa yang akan dikerjakan. -edua pendapat ini tampaknya menempatkan critical thinking pada satu proses berfikir yang dilakukan se!ara hati-hati dengan alasan yang dapat diterima dengan akal. Ciri-ciri Pemikir Kritis "eseorang yang berfikiran kritis memiliki karakter khusus yang dapat diidentifikasi dengan melihat bagaimana seseorang tersebut

"eorang pemikir kritis memiliki karakteristik berikut • • • • • • • • • • • • • • • • enggunakan bukti ilmiah dengan baik dan berimbang engelola pikiran dan menyampaikannya se!ara konsiten dan jelas embedakan sesuatu se!ara logis dan inferens enangguhkan keputusan bila terdapat kurang bukti yang mendukung engerti perbedaan antara memberi alasan dan men!ari alasan Berusaha mengantisipasi kemungkinan konsekuensi alternatif pilihan emahami pendapat berdasarkan derajat keper!ayaan en!ari kemiripan dan analogi pada keadaan yang tidak jelas ampu belajar se!ara mandiri dan tidak mudah putus asa dalam mengerjakan sesuatu enerapkan teknik problem-sol#ing Dapat menyampaikan struktur informal dengan jalan pikiran formal Dapat memberi argumen se!ara lisan bila terdapat ketidaksesuaian embiasakan meragukan pendapat sendiri dan berusaha memahaminya %eka terhadap perbedaan antara kebenaran dan intensitas enyadari bah*a kemampuan memahami sesuatu adalah terbatas engakui kemungkinan pendapatnya sendiri keliru "eorang yang berfikiran kritis menurut Carrol ('((. 0i!kerson (1912) berpendapat bah*a otoritas pada berfikir kritis.dalam menyikapi sebuah masalah. dan kebiasaan dalam bertindak.) memiliki karakteristik berikut adalah seseorang yang • • • • • Berfikiran terbuka "keptis $endah hati Berpikiran bebas emiliki moti#asi tinggi "edangkan menurut . sikap. menandai seorang pemikir kritis dalam pengetahuan. kemampuan. informasi atau argumen.erret (199)) seseorang dapat menjadi pemikir kritis bila memiliki karakteristik berikut3 • enanyakan sesuatu yang berhubungan .

enetapkan6mendefinisikan keadaan6konteks 3. asumsi. 5dentifikasi masalah 2.a!ione ('((. yaitu 1. dan pendapat dan membandingkannya dengan bukti yang ada endengarkan orang lain dengan baik dan dapat memberikan umpan balik engetahui bah*a berfikir kritis adalah proses sepanjang hayat dari instrospeksi diri engambil keputusan setelah seluruh fakta dikumpulkan dan dipertimbangkan en!ari bukti ilmiah untuk mendukung asumsi dan keyakinan Dapat memperbaiki pendapatnya bila menemukan fakta baru en!ari bukti enguji masalah se!ara terbuka Dapat menolak informasi bila tidak benar atau tidak rele#an Langkah-langkah dalam Berfikir Kritis . engusulkan beberapa alternatif pilihan 4.erret (199)) seseorang dapat menjadi pemikir kritis bila memiliki karakteristik berikut3 • • • • • • • enanyakan sesuatu yang berhubungan enilai pernyataan dan argumen Dapat memperbaiki kekeliruan pemahaman atau informasi emiliki rasa ingin tahu 4ertarik untuk men!ari solusi baru Dapat menjelaskan sebuah kriteria untuk menganalisis pendapat 5ngin menguji keper!ayaan. elakukan koreksi diri menurut .• • • • • • • • • • • • • • enilai pernyataan dan argumen Dapat memperbaiki kekeliruan pemahaman atau informasi emiliki rasa ingin tahu 4ertarik untuk men!ari solusi baru Dapat menjelaskan sebuah kriteria untuk menganalisis pendapat 5ngin menguji keper!ayaan. embuat daftar alasan se!ara jelas 6. asumsi. enganalisis pilihan untuk mendapatkan yang terbaik 5. dan pendapat dan membandingkannya dengan bukti yang ada .) mengemukakan ) langkah dalam berfikir efektif dan problem-sol#ing.

diintegrasikan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya. Keputusan tesebut harus dilakukan dengan lini al reasoning yang jelas dan dapat dipertanggungja!abkan.• • • • • • • endengarkan orang lain dengan baik dan dapat memberikan umpan balik engetahui bah*a berfikir kritis adalah proses sepanjang hayat dari instrospeksi diri engambil keputusan setelah seluruh fakta dikumpulkan dan dipertimbangkan en!ari bukti ilmiah untuk mendukung asumsi dan keyakinan Dapat memperbaiki pendapatnya bila menemukan fakta baru en!ari bukti enguji masalah se!ara terbuka Dapat menolak informasi bila tidak benar atau tidak rele#an Berfikir kritis dalam Clinical Reasoning Dalam menjalankan tugas profesional di bidang kedokteran. pemeriksaan fisik. %ro&e '2((2) berpendapat bah!a lini al reasoning adalah proses kognitif yang terjadi pada saat berbagai informasi yang diterima oleh dokter melalui anamnesis. Ketika keputusan dibuat. kemudian digunakan untuk mengambil keputusan klinis dengan membuat diagnosis dan menatalaksana masalah pasien. . dokter memerlukan suatu pemahaman dari "building blo k# dari pemikirannya dalam upaya memberikan penjelasan dan men ari perbedaan$perbedaan nilai maupun pendapat yang mungkin terjadi. seorang dokter dituntut untuk dapat mengambil keputusan klinis yang terbaik.