Anda di halaman 1dari 2

Pada awalnya kasus gagal bayar ini dimulai ketika krisis di Amerika tahun 2008 mulai merembet efeknya

sampai ke Asia. Pada akhirnya bursa saham Indonesia juga mengalami penurunan indeks yang signifikan, sampai melebihi 11%, sehingga memaksa Otoritas Bursa untuk melakukan penghentian perdagangan selama 3 hari (penutupan aktivitas di BEJ) untuk mencegah lebih terpuruknya bursa akibat sentimen negatif. Hal ini juga berdampak kepada kondisi keuangan Bakrie Life. Bakrie Life yang terlalu agresif dengan menempatkan 80% dana investasinya ke portofolio saham ternyata mengalami kerugian yang sangat besar. (sumber : diamondinvesta.blogspot.com (blog buatan nasabah Bakrie Life yang merasa kecewa)). Seperti penjelasan sebelumnya, Diamond Investa adalah salah satu produk Bakrie Life yang memberikan janji imbal hasil atau return tinggi atas investasi dan kemungkinan pemegang polis bisa dengan mudah menarik dananya saat masa garansi investasi habis tanpa terkena penalti. Dengan adanya krisis ini maka Bakrie Life juga terkena imbasnya dan pada akhirnya tak mampu menambal kerugian investasi itu yang menyebabkan gagal bayar manfaat investasi produk asuransi yang mencapai Rp360 miliar. Kemudian para nasabahpun meminta penggantian dana karena mengalami krisis kepercayaan dari investasi mereka dan OJK yang dulu bernama Bapepam-LK meminta kepada manajemen Bakrie Life untuk mengurus penjadwalan ulang pembayaran dana nasabah. Menurut kesepakatan yang diperoleh dari perundingan manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25 persen di 2010, 25 persen di 2011, dan sisanya 50 persen di 2012. Sebanyak 25 persen di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50 persen di Januari 2012 tetapi yang terjadi di lapangan nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen. Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25 persen), Juni 2010 (6,25 persen), September 2010 (6,25 persen), Desember 2010 (6,25 persen), Maret 2011 (6,25 persen), Juni 2011 (6,25 persen), September 2011 (6,25 persen), Desember 2011 (6.25 persen), dan terakhir pada Januari 2012 (50 persen). Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010. Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa (sumber: diamondinvesta.blogspot.com ). Dan kemudian pada tahung 2012 pun Bakrie Life masih saja mengingkari janjinya untuk

membayarkan dana nasabah sesuai dengan SKB yang disepakati. Bahkan akhirnya para nasabah Bakrie Life yang pada awalnya menuntut pengendalian dana sebesar 100% kemudian menurunkannya menjadi 70%. Tetapi tetap saja sampai sekarang mereka belum memperoleh kejelasan pembayaran dana. Hal kemudian mendapatkan perhatian dari OJK dan hasilnya Bakrie Life akan membayarkan dana nasabah tahap pertama pada awal Juli sebesar Rp62,5 miliar. Untuk pembayaran tahap kedua, menurut rencana akan dibayarkan pada Agustus dan diharapakan pada akhir 2013 selesai. (sumber :
http://finance.detik.com/read/2013/06/17/125812/2275470/5/1/bakrie-life-umbarjanji-ke-ojk-bakal-bayar-cicilan-dana-nasabah)

Awalnya kedua rencana tersebut berjalan dengan baik tetapi pada bulan Oktober kembali mengalami keterlambatan pembayaran. Kasus ini masih terus bergulir sampai sekarang dan diduga akan terjadi keterlambatan pembayaran dana nasabah lagi karena Grup Bakrie sedang mengalami masalah utang.