Anda di halaman 1dari 8

Warta

Buletin Tiga Bulanan

TUBERKULOSIS INDONESIA
TB DAY 2012
kepemilikan terhadap Program Pengendalian TB Nasional f) Roadmap menuju Indonesia Bebas TB Kegiatan yang berlangsung dalam rang­ kaian kegiatan Perayaan Hari TB Sedunia (HTBS) Tahun 2012 adalah sebagai berikut: 1. Media Workshop dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI. 2. “Press Release” dan “Media Briefing” pada bulan Februari 2012 3. Media award dilakukan bekerjasama dengan Pusat Komunikasi Publik Kementerian Ke­ ­ sehatan RI. 4. Acara puncak Peringatan Hari TB Sedunia Tahun 2012: a. Press Conference, yang dihadiri WHO r ­epresentatives, Ditjen PP dan PL, KOMLI, dll b. Talkshow TV oleh Ditjen PP dan PL, Praktisi kesehatan dan perwakilan NGO peduli TB (PPTI) serta KOMLI TB. 5. Seminar sehari yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2012. Seminar ini ­ dikoordinatori oleh FK UI. Peserta yang hadir diantaranya berasal dari : Sektor pemerintah, NGO/CSOs/FBOs, Organisasi Profesi (IDI, PAPDI, PDPI, IDI, IAKMI), Lembagalembaga Intersektoral (Ekster­ nal dan Internal Kementerian Kesehatan), Mahasiswa, Masyarakat, mitra/NGO international dll. Seminar di­ laksanakan di Menara 165 Jakarta Selatan. Sekitar 2000 peserta menghadiri acara seminar ini. 6. Mobilisasi Sosial dengan acara Bersepeda dan Jalan Sehat TB yang dikoordinasikan oleh mitra Layanan Kesehatan CumaCuma Dompet Dhuafa. Acara dilaksanakan di Area Taman Monumen Nasional se­ belah Barat pada tanggal 1 April 2012, mulai jam 6 pagi sampai jam 11 siang. Kegiatan mobilisasi sosial ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Wakil Menteri Ke­ ­ sehatan RI, Walikota Jakarta

Wadah Informasi Gerakan Terpadu Nasional TB
Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012

Daftar Isi:
• TB DAY 2012 • Berita Riset Operasional Tuberkulosis • Pelayanan TB Centre Di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma • TBCARE 1 Consensus Meeting 2012 PERTEMUAN NASIONAL EVALUASI DAN PERENCANAAN PROGRAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS (TB) TAHUN 2012

P

eringatan TB Day 2012 mengusung tema global Let’s Unite to Stop TB, yang diterjemahkan dalam tema nasional menjadi “Bersatu Menuju Indonesia Bebas TB” bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengendalikan Tuberkulosis sehingga dunia terbebas dari ­ penyakit TB. Tema ini mendorong orang diseluruh dunia, tua, muda, besar, kecil, terpanggil untuk terlibat ­ ­ dalam pengendalian TB dan menyuarakan perubahan, pengobatan dan pencegahan yang mereka harapkan untuk terjadi dalam hidup ­ mereka. Pesan kunci dari tema tersebut adalah: Keterlibatan semua pihak dalam pengendalian TB. Dengan slogan “Jangan Biarkan TB Hadir Di hidupku” pada Peringatan TB Day 2012 merupa­ kan upaya untuk mengingatkan bahwa saat ini tidak seharusnya orang meninggal karena TB, dimana TB dapat di­ deteksi dan bisa disembuhkan de­ ngan minum obat sampai tuntas

dan keterlibatan semua pihak dalam pengendalian TB masih terus perlu dilakukan demi terciptanya Indonesia bebas TB. Sehubungan dengan kondisi tersebut diatas upaya-upaya baru terkait dengan pengendalian TB perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Tujuan dari peringatan hari TB Sedunia 2012 adalah: a) Meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat utk memperoleh akses ­ pengobatan TB dengan strategi DOTS yang berkualitas. b) Melibatkan semua layanan kesehatan dalam pengendalian TB dengan strategi DOTS c) Mendorong semua mitra TB dan kelompok masyarakat untuk senantiasa melakukan upaya-upaya baru dalam pengendalian TB d. Melibatkan orang terdampak TB dalam mendukung program pengendalian TB e) Meningkatkan komitmen dan

• Kunjungan Delegasi Vietnam Dalam Rangka Case Study Tentang Penanganan TB, TB-HIV Dan TB MDR Khususnya Di Lapas dan Rutan Di Indonesia • Penguatan Akar Bawah : Inisiasi Kelompok Orang Terdampak Tuberkulosis (TB) – Terbentuknya Jaringan Peduli Tuberkulosis Indonesia (JAPETI)

Pusat, Duta Besar AmerikaSerikat, Presiden Dompet Dhuafa, dan pejabat di lingkungan Kementerian Kesehat­ an dan sektor lainnya. Acara ini juga melibatkan komunitas ­ penggiat sepeda, komunitas penggiat jalan sehat, LSM, ­ Pemerhati TB, masyarakat, dll akan berkumpul di Lapangan Monas untuk bersepeda dan berjalan bersama. Peserta diperkirakan sekitar 8.000 orang. 7. Rangkaian acara peringatan Hari TB Sedunia dikuti dengan Kampanye Pencegahan TB melalui media elektronik (TV dan Radio) dan cetak, kerjasama de­ ngan Pusat Promosi Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi sepanjang tahun 2012 8. Promosi HTBS 2012 melalui penyebarluasan media: poster, leaflet, kaos, pin, topi, ­ handuk, botol minum, stiker, block note, pulpen, tas,dll ­ Acara diselenggarakan Subdit Tuberkulosis Ditjen PP dan PL ­ Kemenkes RI bekerjasama dengan ­ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma. [Devi]

WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012

1

wti edisi 20 final artwork.indd 1

08/08/2012 21:43:48

dan Dinas Kesehat­ an Provinsi Jawa Tengah. kemudian dilakukan pewarnaan dan pembacaan oleh petugas TB puskesmas. Peserta workshop dari FK UI. FK UGM.8%) anak. 2011” “Contact investigation pada anak yang tinggal serumah dengan penderita ­ ­ tuberkulosis paru dewasa di ­ Yogyakarta: Prevalensi dan faktor risiko infeksi laten Tuberkulosis. pembuatan template data dan praktikum. RS Dr ­ Sardjito. 2) Membangun kapasitas riset operasional TB melalui ­ workshop riset. Hal ini berarti. Berbagai kajian menyebutkan pen­ tingnya riset operasional bagi pembuatan keputus­ an dalam program kesehatan. dengan tujuan untuk memberikan pembekalan pengolahan data bagi riset operasional yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 ini. ­ Workshop Manajemen Data Riset ­ Operasional TB telah dilakukan pada akhir April 2012. dengan bimbingan fasilitator/TORG. Data jumlah suspek dan kasus TB diambil sebelum dan sesudah intervensi. salah satu RAN yang disusun untuk mendukung Strategi Nasional Program Pengendalian TB 2010-2014. masyarakat menjadi senang ­ karena akses kesehatan yang lebih mudah. Beberapa faktor terkait karakteristik anak dan sumber penularan serta kedekatan anak dengan sumber penularan Angka Case Detection rate (CDR) Provinsi Maluku pada tahun 2008-2010 telah menunjukkan kenaikan yang cukup berarti. Faktor risiko terjadinya infeksi laten TB dianalisis terhadap 81 anak dengan infeksi laten TB dan 121 anak tanpa bukti infeksi atau sakit TB. kemudian memberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) kepada suspek yang dinyatakan penderita TB. tidak hanya ditujukan pada balita. Kegiatan pengembangan Pustu dilakukan dengan melakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan fiksasi kepada petugas Pustu serta kunjungan rutin petugas program TB serta memberikan bantuan logistik dan non logistik TB. biaya yang 2 WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 wti edisi 20 final artwork. ­ Penelitian ini menyimpulkan bahwa ­ Contact investigation merupakan kegiatan yang pen­ ting untuk mengidentifikasi anak-anak ­ dengan infeksi laten TB. Dinkes Provinsi DI Yogyakarta). dan 3) Menilai kualitas dan relevansi proposal riset yang diserahkan pada Subdit TB. FK UNPAD-RS Hasanudin Bandung. Setyorini Hestu Lestari2. 2011” Riset ini dilaksanakan dengan ­ t ujuan: 1) Mengetahui prevalensi sakit TB dan infeksi laten TB pada anak-anak yang kontak erat ­ dengan penderita TB paru dewasa. Dengan adanya pengembangan pelayanan pustu dapat meningkatkan penemuan suspek dan kasus TB. Endang Sri Rahayu4. Uji tuberkulin positif didapatkan pada 92 (42. dan Puskesmas Airbuaya adalah puskesmas yang paling sedikit Angka Penemuan Kasus TB. Beberapa Riset Operasional ­ Tuberkulosis yang telah dihasilkan tahun 2011 yang mendapatkan pendanaan dari Global Fund (GF): “Penemuan suspek dan ­ kasus Tuberkulosis melalui upaya ­ pengembangan pelayanan Puskesmas ­ Pembantu di Kabupaten Buru.Berita Riset Operasional Tuberkulosis dianalisis ­ dengan regresi logistik. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan penemuan suspek dan kasus TB melalui upaya pengembangan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten Buru. Infeksi laten TB banyak ditemukan pada anak di atas 5 tahun. ­ Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di Kota Yogyakarta. dan diakhiri presentasi hasil pengembangan data base program CS Pro oleh peserta. Petugas Pustu mendeteksi suspek.6).indd 2 08/08/2012 21:43:51 . Rancangan penelitian eksperimental digunakan untuk membandingkan antara pustu yang dilakukan kegiatan pengembangan Pustu dengan Pustu yang tidak diintervensi. the Stop TB Strategy. dari Mei sampai dengan November 2011. Namun. Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membentuk Kelompok Kerja Riset Operasional Tuberkulosis (Tuberculosis Operational Research Group/ TORG) dibentuk untuk: 1) Memberikan bantuan teknis pelaksanaan riset operasional di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.2-6. dari 37% di tahun 2008 menjadi 64% di tahun 2009 dan meningkat menjadi 73% di tahun 2010. Sebagian ­ besar sumber penularan (77%) adalah penderita TB dengan BTA positif dan merupakan orang tua dari anak kontak serumah (59%). Riset Operasional telah menjadi salah satu area kegiatan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) bidang Informasi Strategis TB. Riset operasional merupakan salah satu komponen dalam strategi pengendalian TB global. dan 2) Mengetahui faktor risiko infeksi laten TB pada anak yang kontak erat dengan penderita TB paru dewasa. Ning Rintiswati3. Diperlukan peneliti­ an lebih lanjut untuk memfollow up anak-anak dengan infeksi laten TB tersebut untuk ­ mengetahui perjalanan infeksi dan faktor risiko berkembang menjadi sakit TB. pembuatan aplikasi data entry kuesioner. mengumpulkan dahak dan melakukan fiksasi di objek gelas. atau kegiatankegiatan yang berada dalam kendali ­ manajemen program TB. Hasil analisis menunjukkan ­ ­ bahwa risiko terjadinya ­ infeksi laten TB ­ ­ meningkat jika sumber penularan dengan BTA positif (OR: 2. Sejumlah 215 anak dari 117 penderita TB paru dewasa ­ diikutsertakan dalam penelitian ini. Pada ­ workshop ini ­ diberikan materi pengenalan program CS Pro sebagai alat manajemen data.8. Berdasarkan data ini dapat direkomendasikan bahwa contact investigation diprioritaskan pada sumber penularan dengan BTA positif dan ditujukan pada seluruh anak yang kontak erat dengan sumber pe­ ­ nularan. 81 anak (38%) dengan infeksi laten TB dan 121 anak (56%) tidak mempunyai bukti infeksi maupun sakit TB. angka penemuan kasus di Kabupaten Buru tahun 2010 hanya 44%. Riset Operasional dikembangkan untuk melakukan evaluasi maupun pengembangan model dalam rangka mempercepat proses pencapaian rencana strategis pengendalian TB secara nasional. O perational Research (Riset ­ Operasional) Tuberkulosis (TB) adalah kajian terhadap unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program. 95% CI 1. uji coba program CS Pro. (Rina ­ Triasih1. Sumber penularan dengan BTA positif merupakan faktor risiko terjadinya ­ infeksi laten TB. FKM UNDIP Semarang. Hasil pemeriksaan di antara anak-anak kontak serumah menunjukkan bahwa 13 anak (6%) sakit TB.

Jumlah sampel dokter dihitung untuk setiap provinsi dengan tingkat kepercayaan 95%. Indrawanti ­ ­ Kusadhiani. sehingga setiap kota terpilih menjadi satu populasi. SKM. J. “Keterlibatan Bidan dalam Penemuan orang dengan Tuberkulosis pada Kabupaten Siak. Dinkes Provinsi Maluku). pasien ­ TB. Riau. “Peningkatan peran pasien TB dalam upaya penjaringan suspek TB di Kabupaten Kubu Raya. disertai tanya jawab. Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. (Josepina Mainase. • Diskusi kelompok (Tim Peneliti masing masing). [Retno Budiati] Workshop Pengembangan Proposal Riset Operasional TB Workshop Pengembangan Proposal Riset ­ perasional Tuberkulosis dilaksanakan pada O tanggal 20-31 Mei 2012 di Bogor. Dokter praktik swasta cenderung tidak menunjuk PMO dalam pengobatan Dokter praktik swasta cenderung tidak melaporkan pasien TB ke Dinas Kesehatan. (3) Mengeksplorasi persepsi para pemangku kepentingan terhadap intervensi-intervensi potensial untuk pelibatan DPS dalam program TB. Kalimantan Barat. sikap dan ­ perilaku praktisi swasta dalam penanganan ­ tuberkulosis di 12 kota besar ini bertujuan untuk: (1) ­ Mengukur pengetahuan. Kalimantan Barat” Tujuan penelitian: Meningkatkan peran pasien TB dalam penjaringan suspek TB di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2012. Kali­ mantan Barat. 3) Tersusunnya Proposal riset operasional TB Provinsi Riau. dan Maluku Utara. Beberapa meresepkan OAT lini ke-2 untuk kasus TB baru. yaitu: 1) Meningkatkan kapasitas peneliti dalam mengembangkan proposal riset ­ operasional yang relevan dengan masalah program TB. Novi A. Disain utama dari penelitian ini adalah crosssectional (potong lintang) dengan populasi dokter praktek swasta di 12 kota besar di Indonesia. 2. 3. Ronald Ratulangi. Banyak dokter praktik swasta yang belum terpapar terhadap ISTC/DOTS dan skoring chart TB anak. Farudia Sanaky. Sebagai Fasilitator adalah dari Pokja Riset Operasional Tuberkulosis (Tuberculosis Operational Research Group-disingkat TORG). masing-masing provinsi terdiri dari 5 orang pe­ neliti. Suripatty.indd 3 08/08/2012 21:43:53 . Kalimantan Barat. Sikap dan Perilaku dokter praktik swasta dalam penanganan tuberkulosis di 12 kota di Indonesia. Sulawesi ­ Tengah.M. dalam upaya meningkatkan kualitas program TB Nasional. ­ Agenda workshop: • Presentasi mengenai Program TB di Indonesia. dan Publikasi hasil riset baik nasional maupun internasional. “Peran comprehensive of education pada pemahaman pasien tentang pengobatan TB di Provinsi Maluku Utara” Tujuan penelitian: Mengukur besarnya peran comprehensive of education oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan ­ pemahaman pasien pada kepatuhan pengobatan TB dalam 2 bulan pertama pengobatan di ­ Maluku Utara. dan selanjutnya adalah Diseminasi Hasil Riset (di provinsi masing-masing). • Presentasi masing-masing Tim Peneliti.Kes. Penyusunan Proposal dan Penelitian Lapangan”.Pd. dan merupakan ­ ­ penelitian angka kepatuhan (dari kepompok peneliti Maluku Utara). sikap dan perilaku dokter praktisi swasta dalam penanganan penyakit TB. Sedangkan topik area riset operasional ditentukan sesuai dengan kebutuhan program. Dokter praktik swasta cenderung meresepkan obat lepas. untuk dapat membantu program pengendalian TB dalam mengatasi beberapa permasalahan spesifik program TB. Proposal riset operasional yang dihasilkan ini merupakan penelitian case detection (dari 3 kelompok peneliti. Adi Utarini. Sulawesi Tengah. (Yodi Mahendradhata. Alasan dipilih 4 provinsi tersebut adalah merupakan research agenda. Sebanyak 12 provinsi dari 7 regional Indonesia dipilih berdasarkan beban kasus TB yang dilaporkan dan jumlah dokter yang terdaftar. SpA). oleh Subdit TB. dan Maluku Utara. dan (4) Menghasilkan data dasar untuk keperluan perencanaan dan evaluasi PPM TB. bahwa riset operasional TB dilakukan di 33 provinsi di Indonesia. Selain itu dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi persepsi para pemangku kepentingan untuk pengembangan program TB pada dokter praktik swasta. Volume suspek TB dan kasus TB per dokter bervariasi antar kota dan profesi (Umum. 4. SpPD.dikeluarkan semakin kecil dan ­ meningkatkan angka cakupan Puskesmas ­ maupun ­ Kabupaten. Sulawesi Tengah). SKM. “Peningkatan peran perawat dalam upaya penemuan suspek TB di Kota Palu. Berikut proposal riset operasional tuberkulosis hasil workshop pengembangan ­ proposal: 1. ­ ingin memperbaiki sistem kesehatan. dr. SKM. Riau. dari 4 provinsi. FK UGM) dan topik riset operasional tuberkulosis (TB) di Propinsi Riau. baik di pusat maupun di provinsi dan kabupaten/ kota. 2011” Survei pengetahuan. ­ Modul yang digunakan dalam workshop ini adalah Modul: “Merancang dan Melaksanakan Riset Sistem Kesehatan Jilid 1. tahap-tahap dalam penyusunan proposal riset. S. ­ Provinsi Riau” Tujuan penelitian: Untuk menilai dampak keterlibatan bidan yang telah mendapatkan pelatihan manajemen terpadu TB dalam hal peningkatan jumlah suspek TB dan jumlah kasus. Semua penelitian intervensi. • Pemaparan Modul oleh Fasilitator. Kota ­ dengan jumlah dokter dan kasus TB terbanyak di setiap provinsi dipilih menjadi sampel penelitian di tingkat kota. dan yang belum terpapar oleh kegiatan riset operasional tuberkulosis. sesuai Strategi Nasional Program Pengendalian TB. Ari Probandari. kemudian dilaksanakan Workshop ­ ­ kedua yaitu Analisis Data dan Penulisan ­ Laporan Riset. merupakan ­ tindak lanjut dari kegiatan identifikasi masalah WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 3 wti edisi 20 final artwork. SpP . serta survei fasilitas dan beban kerja TB di apotik swasta dan laboratorium swasta untuk memperoleh deskripsi potensi pengembangan program TB di laboratorium swasta dan apotek swasta. dan Maluku Utara. (2) Memperkirakan jumlah suspek TB yang ditemukan dan jumlah kasus TB yang ditangani di praktek swasta. Sulawesi Tengah” ­ Tujuan penelitian: Meningkatkan peran perawat dalam upaya penemuan suspek TB di Kota Palu. dilanjutkan tanya jawab. 2) Meningkatkan kerjasama antara peneliti dari universitas dan pelaksana program. Tidak semua dokter pernah menjumpai suspek TB ataupun kasus TB di tempat praktik swasta. Pemilihan provinsi dan kota tempat penelitian tidak dilakukan secara random. • Presentasi masing-masing Tim Peneliti mengenai proposal riset operasional TB yang telah dikembangkan. ­ Kegiatan selanjutnya paska workshop adalah: Penerapan riset di lapangan selama 6 bulan. ­ “Survei Pengetahuan. Peserta terdiri dari tim peneliti terpilih dari institusi pendidikan dan pelaksana program TB yang terkait. bertujuan untuk mengembangkan kapasitas tenaga peneliti di Indonesia.

­ Untuk penanganan pasien TB secara komprehensif LKC DD menggunakan strategi DOTS dan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program TB Center LKC. Pelayanan pada Hari TB tersebut dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari dokter umum. OAT dan Pemberian Makanan ­ Tambahan (PMT) tersebut diberikan kepada pasien TB secara cuma-cuma. baik anggota LKC ataupun bukan. Tambun Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang. LKC bekerjasama dengan Subdit TB Kemenkes RI dan beberapa mitra/NGO ­ lainnya melaksanakan kegiatan Jalan dan ­ Sepeda Sehat di Monas dalam rangka ­ memperingati Hari TB Se-Dunia. perawat.indd 4 08/08/2012 21:43:57 . ahli gizi. TB Center LKC dilengkapi dengan fasilitas ­ laboratorium TB mandiri yang lengkap serta dilaksanakan oleh para analis laboratorium yang telah ­ mengikuti pelatihan petugas laboratorium khusus TB ­ berstandar Nasional serta telah mendapatkan penilaian kualitas laboratorium yang baik dalam program TB nasional dengan Hasil Cross Chek Sediaan Dahak Laboratorium LKC adalah 0% (Error Rate = 0 %) sejak tahun 2007.00 WIB di 2 lokasi TB Center LKC. Tahun 2012. Di setiap ­ ­ peringatan hari TB Se-Dunia pada tanggal 24 April. LKC DD turut ­ ­ berperan aktif dalam program pemberantas­ an Tuberkulosis (TB) sejak awal berdiri tahun 2002. TB Center LKC melakukan kegiatan ­ sosialisasi dan penggalang­ an kepedulian masyarakat TB dalam bentuk Talk Show. di mana pelayanan dilakukan setiap hari SENIN dan RABU (Hari TB) pukul 09. TB Center LKC juga melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk peduli TB berupa pelatihan kader sehat TB di beberapa Kelurahan/Kecamatan dan pelatihan Tokoh ­ Agama/Tokoh Masyarakat untuk peduli TB di wilayah Jadebotabek serta pembentukan Pusat Informasi Tuberkulosis di Masyarakat (PIT Mas). ­ Untuk penegakkan diagnosis penyakit TB. Saat ini TB Center LKC sudah ada di 2 lokasi yaitu TB Center Ciputat Tangerang Selatan dan Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diikuti ­ hampir 8. Dalam TB Center LKC tersebut dilaksanakan kegiatan pelayanan untuk pasien suspek TB dan pasien TB yang diobati sampai sembuh.Pelayanan TB Centre Di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Oleh : dr. Yahmin Setiawan. TB Center LKC ini akan dikembangkan lagi di daerah Parung Kabupaten Bogor.00-15. ­ 4 WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 wti edisi 20 final artwork. Obat Anti TB (OAT) yang diberikan ­ kepada pasien adalah obat yang berstandar ­ Nasional dalam bentuk paket (FDC & ­ ­ Kombipak) atau Lepasan sesuai dengan lamanya waktu ­ pengobatan. Shadaqoh dan Waqaf). Pimpinan Pusat ­ Aisyiyah (PP Aisyiyah) dan GF-ATM terlibat di dalam National TB Program (NTP). Bahkan kepada pasien TB yang ­ _berobat di TB Center LKC.000 peserta dengan membawa spanduk berisi informasi tentang TB. seperti “TB Bisa disembukan”. Mulai tahun 2006 sampai sekarang. analis laboratorium dan pembina rohani yang sudah terlatih dalam program TB berstandar Nasional serta didukung tenaga relawan Dokter Spesialis Paru dan Spesialis Anak yang rutin berpraktek setiap ­ seminggu sekali sebagai konsultan program dan pengobatan pasien. juga diberikan makanan tambahan berupa susu dan ­ ­ telur setiap hari dengan tujuan memperbaiki gizi ­ pasien TB dan menunjang keberhasilan pengobatan. rumah dan ­ fasilitas umum lainnya serta pemanfaatan ­ media massa seperti radio dan koran. MARS Direktur LKC Dompet Dhuafa L ayanan Kesehatan Cuma-Cuma ­ Dompet Dhuafa (LKC DD) adalah sebuah ­ lembaga nirlaba/sosial yang memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma dengan sistem kepesertaan kepada keluarga miskin/­ dhuafa dengan sumber dana dari ZISWaf (Zakat. LKC DD bekerjasama dengan Sub Direktorat Tuber­ kulosis Kementerian Kesehatan (Subdit TB Kemenkes). Sepeda Sehat dan ­ Jalan ­ Sehat. Infaq. Kegiatan lain yang dilakukan TB ­ Center LKC adalah kegiatan penyuluhan ­ tentang TB ­ kepada masyarakat di masjid.

Salim Hamid.“Universal Access” dan TB MDR mempresentasikan hasil diskusi mereka. Meskipun terdapat pemotongan anggaran. Dyah Erti Mustikawati. Dalam Kesempatan lain. drg. Ditjen PP dan PL. Dibuka secara resmi oleh Kasubdit TB. Sementara itu Dr.TBCARE 1 Consensus Meeting 2012 T BCARE 1 APA3 Consensus Meeting kembali diselenggarakan oleh KNCV di Hotel Bidakara. TB/HIV. 4 kelompok yakni kelompok laboratorium. Pertemuan sehari ini. ­ Kementerian Kesehatan. acara ini dihadiri oleh para peserta dari Kementerian Ke­ sehatan. Jakarta pada tanggal 19 Juni 2012. MPH. perwakilan dari provinsi dan pemangku kebijakan ­ lainnya seperti organisasi profesi. Country Representative Officer KNCV WHO se­ kaligus Country Project Director TBCARE menyatakan program APA3 direncanakan akan melibatkan semua pihak sehingga lebih efektif. MD Salim Hamid. [KNCV] WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 5 wti edisi 20 final artwork. MPH dan Dr. namun pemotongan itu terbilang kecil.MD. WHO. Masukan-masukan dari para peserta konsensus ini diharapkan akan meminimalkan tantangan atau kendala yang terjadi dalam pelaksanaannya. Dyah Erti Mustikawati. Dalam pidato pembukaanya. pertemuan ini juga melibatkan para peserta untuk memberikan masukan-masukan lewat diskusi kelompok yang dibagi atas cakupan kegiatan. kasubdit TB menyatakan ha­ rapannya akan harmonisasi rencana program TBCARE APA 3 dengan program TB nasional sehingga dapat bersinergi untuk mencapai tujuan dari Program TB Nasional. ­ Hasil akhir dari pertemuan ini adalah rangkuman rencana kegiatan penting TB ­ Nasional yang akan disepakati ­ untuk mendapatkan dukungan pendana­ an dari USAID melalui project TBCARE 1. Di akhir acara. USAID. Ibu Candyana Yohan selaku wakil dari USAID memberikan informasi bahwa pemerintah Amerika Serikat melalui USAID tetap memberikan ­ komitmen yang kuat terhadap program pemberantasan TB di seluruh dunia. FHI360.indd 5 08/08/2012 21:43:59 . selain menampilkan paparan hasil pencapaian dan kendala yang dihadapi lewat presentasi yang diberikan oleh drg. termasuk di Indonesia. JATA.

Seluruh data TB terkumpul. Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Hasil Pertemuan Nasional Evaluasi dan Perencanaan Program Pengendalian TB tahun ­ 2012 ini antara lain : a. Telah dilakukan validasi data program dan evaluasi pelaksanaan Sistem Informasi TB Terpadu (SITT) selama 2 bulan terakhir. partner Program TB. Peserta juga berasal dari ­ Project Officer dan Finance Administration (FA). ­ b. Pembahasan Draft dalam peningkatan kualitas PMDT (Programmatic Management of Drug Resistent Tuberculosis) yang di­ sepakati beberapa issue mengenai jejaring rujukan ­ suspek/pasien TB MDR di daerah dengan akses layanan terbatas. yaitu Subdit AkreditasiBUK ­ Rujukan. d. Dipaparkan 5 provinsi terbaik dalam hal pencapaian program maupun ­ penyerapan dana. Petugas M&E/ Wasor Program TB. c.PERTEMUAN NASIONAL EVALUASI DAN PERENCANAAN PROGRAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS (TB) TAHUN 2012 P ada 9 Juli – 13 Juli 2012 telah dilakukan Pertemuan Nasional Evaluasi dan Perencanaan Program Pengendalian Tuberkulosis di Hotel The Santosa ­ Villas and Resort. Selanjutnya pengembangan jejaring rujukan bagi Provinsi yang belum memiliki layanan PMDT sampai ­ dengan awal tahun 2013 dan ­ pembagian peran dalam penatalaksanaan rujukan pasien TB MDR yang terletak di p ­ erbatasan 2 provinsi. Kemenhan/TNI dan IDI serta SR ­ NGO. Peserta pusat terdiri dari Direktorat ­ Jendral PP dan PL. Untuk meningkatkan performance kelima provinsi ter­ sebut. Subdit Mikrobiologi-BPPM. Telah dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama dan Serah Terima GeneXpert kepada 8 site PMDT (RS Saiful Anwar ­ Malang. RS Adam Malik Medan. staf Subdit TB dan ­ undangan lainnya. Kepala Biro dan Kepala ­ Subdit terkait di lingkungan Kementrian Kesehatan. Direktorat PPML. RS Labuang Baji Makasar. Provincial Project Officer (PPO) dan Finance Administration (FA) yang berasal dari 33 Provinsi. KOMLI. Sulawesi Utara. Kajian singkat mengenai hasil capaian program di 5 provinsi yang paling rendah pencapaiannya baik dalam hal rating GF maupun pencapaian program. Nusa Tenggara Barat yang dihadiri kurang lebih 350 orang yang terdiri dari: Kepala Bidang/Kepala Seksi. Laboratorium NECHRI Makasar). Principal Recipient TB yang lain. ­ e. DI Yogyakarta. Kelima provinsi tersebut adalah: ­ Bangka Belitung. Fakultas Kedokteran UGM.indd 6 08/08/2012 21:44:01 . maka dilakukan intensifikasi dukungan teknis terutama ke provinsi Kepulauan Riau dan Maluku Utara serta penyederhana­ an mekanisme finansial pencairan dana WHO. Balitbangkes. Peserta dari SR Khusus. baik program maupun “project” untuk periode triwulan 1 dan 2 6 WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 wti edisi 20 final artwork. Selanjutnya dimohon agar 8 Site PMDT ini dapat memanfaatkan ­ semaksimal mungkin penggunaan GeneXpert untuk sarana diagnosis TB MDR dan melakukan evaluasi efisiensi serta efektivitasnya se­ bagai lesson learnt untuk pengembangan ke provinsi berikutnya. RS ­ Sanglah Bali. CCM. BLK Sura­ baya. BLK Bandung.

SH. Kepulauan Riau. Dr. membahas me­ ­ ngenai alur rujukan PMDT dari wilayah yang belum memiliki RS rujukan PMDT atau dari Kab/Kota yang jauh dari RS ­ r ujukan PMDT di propinsinya untuk menjamin tersedianya universal access bagi suspek/ pasien TB MDR. Indonesia mendapat kehormatan dikunjungi oleh delegasi dari negara Vietnam berjumlah 12 orang yang terdiri dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Vietnam. SR Kemhan akan mengadakan kegiatan pelatihan petugas mobsos bagi Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan petugas Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) TNI. TBAnak. Su­ lawesi Selatan. ­ Semua kasus TB termasuk Resisten. ­ Selain itu juga untuk mendapat masukan dari ­ ­ pengalaman lapas dan rutan dalam menangani pasien TB dan HIV. adanya Quality Assurance untuk obat yang akan diproduksi. Namun disampaikan pula banyak hal yang menjadi pembelajaran untuk diterapkan di Vietnam dalam upaya pengendalian TB dan HIV di lapas seperti kebijakan. Kementeri­ an Keamanan Vietnam. Harapan­ nya ­ untuk masa yang akan datang dapat bekerjasama untuk saling berbagi informasi dan pengalaman guna keberhasilan program pengendalian TB dan HIV di Lapas dan Rutan. apotek. TB-HIV Dan TB MDR Khususnya Di Lapas dan Rutan Di Indonesia P ada tanggal 2 – 5 Juli 2012. Kemitraan dengan TNI telah ditetapkan 10 Provinsi (Aceh. perlu melibatkan seluruh sumber daya dalam pengendalian TB baik di tingkat Pusat maupun daerah b. Exit strategi. MH (Direktur Bina Kesehatan dan Perawatan Napi dan Tahanan) guna ­ mendapat gambaran umum tentang ­ program ­ pengendali­ an TB dan HIV di Indonesia dan Kebijakan Ditjen ­ Pemasyarakatan terkait TB dan HIV. Sulawesi Tenggara. Diakhir Pertemuan Pertemuan Nasional Evaluasi Dan Perencanaan Program Pengendalian Tuberkulosis (TB) disampaikan penghargaan berupa keikutsertaan pada Kongres TB International di Kuala Lumpur kepada provinsi terbaik (Bangka Belitung) dalam pelaksanaan program pengendalian TB dan pengelolaan dana hibah GF ATM TB SSF. Sulawesi Utara. Sebagai tindak lanjut. Beberapa usulan yang diperoleh dari pertemuan ini adalah: ­ a. Konsep pembiayaan BPJS1 untuk pelayanan TB harus mengacu pada pedoman nasional TB yang ada dan berlaku di seluruh Indonesia. Bentuk kegiatan adalah ­ sosialisasi dengan konsep mobilisasi ­ sosial dalam kegiatan pengendalian TB di fasilitas kesehatan Kementeri­ an Pertahanan (Kemhan) dan TNI. Dyah Mustikawati. BcIP . Ditjen Pemasyarakatan dan USAID yang secara garis besar menjelaskan bahwa banyak kemiripan kondisi antara Indo- nesia de­ ngan Vietnam. f. Maluku) yang akan di­ intensifkan pelaksanaan penemuan kasus dan tata laksana TB sesuai standar. Kementerian Kesehat­ an Vietnam program TB dan HIV. MPH (Kasubdit TB). Guna melihat secara langsung penerapan­ nya di Lapas dan Rutan maka ­ dilakukan kunjungan ke Rutan Klas I Cipinang. Dalam waktu dekat yaitu Juli-Desember 2012. Di akhir kegiatan Tim Delegasi ­ menyampaikan kesimpulan hasil kunjungan mereka kepada Ditjen PP dan PL. [Tim TB Lapas] WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 7 wti edisi 20 final artwork. Selain itu rombongan juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke RS Persahabat­ an yang merupakan RS rujukan ­ untuk ­ penangan­ an TB MDR.tahun 2012 dari provinsi dan teridentifikasinya permasalahan yang terjadi pada implementasi SITT serta perumusan pemecahan masalahnya. Program TB dalam BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). adanya regulasi terhadap distribusi obat kepada PBF dan regulasi kepada apotek dengan ­ melibatkan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). TB-HIV dan TB MDR khususnya di Lembaga Pemasyarakatan. perwakilan USAID di Vietnam dan NGO yaitu KNCV dan FHI360. TB-HIV. Pengaturan obat. Kalimantan Barat. Bambang Krisbanu. Ketua Tim Delegasi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi kegiat­ an ini ter­ utama kepada Kepala Rutan Klas I Cipinang. koordinasi dengan IAI ­ untuk me­ ngevaluasi resep dokter yang tidak ­ sesuai dengan program serta adanya ­ edukasi ­ kepada seluruh stakeholder (pasien. Lapas Klas IIA Salemba dan RS Pengayoman Cipinang. EP mulai dari suspek sampai sembuh ditanggung oleh BPJS1. penyedia layanan. secara legal aspek seluruh layanan kesehatan baik swasta maupun pemerintah wajib memberikan pelaporan kasus TB dan adanya akreditasi ­ penyedia layanan pemerintah dan swasta. Kepala RS Pengayoman. Pada saat kunjungan ini rombongan banyak ­ mendapat informasi penting dalam ­ penatalaksanaan TB dan HIV juga tantangan yang dihadapi oleh Lapas dan Rutan terutama dalam hal sistem rujukan setelah Napi atau ­ Tahanan bebas agar tetap melanjutkan pengobatan. e. Kepala Lapas Klas IIA Salemba. Papua. sistem yang di­ terapkan serta jejaring internal dan eksternal. Ditjen PP PL akan membuat surat edaran tentang alur rujukan suspek dan pasien MDR yang akan diperbaiki sesuai masukan. [Devi & Crysti] Kunjungan Delegasi Vietnam Dalam Rangka Case Study Tentang Penanganan TB. Ditjen ­ Pemasyarakatan yang diwakili oleh Drs.indd 7 08/08/2012 21:44:03 . para petugas kesehatan di Lapas dan Rutan serta pihak-pihak terkait lainnya. Kalimantan Timur. c. Programmatic Management of Drug resistance Tuberculosis (PMDT). Tim Ahli Klinis RS Persahabat­ an. Bui Duc Dhong (Deputy Director Vietnam Authority of HIV­ AIDS Ministry of Health) berkesempatan untuk bertemu ­ ­ langsung dengan Ditjen PP dan PL yang diwakili oleh drg. Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya provinsi lain akan menyusul. Pada pertemuan ini dibahas draft awal alur rujukan suspek dan pasien dan mendapat masukan dari berbagai pihak yang terlibat. Pada kesempatan ini Tim Delegasi ­ Vietnam yang diketuai oleh Prof. dokter. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk study tentang model yang ada di Indonesia yaitu pe­ ­ nanganan TB. Mandatory Notification. d. Daerah yang menjadi pilot project pertama adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.

JAPETI berperan sebagai mitra pemerintah untuk mengatasi masalah Tuberkulosis Nasional. M. SKM drg.or. Ditjen PP dan PL.Kes dari Paguyuban TB Pulo Merak telah terpilih sebagai Seknas JAPETI periode 2012-2017. Selama ini sudah banyak berkembang di masyarakat ada­ nya kelompok-kelompok masyarakat peduli TB yang ­ berasal dari pasien dan mantan pasien serta orang-orang yang peduli terhadap TB. Dr. ­ Dewan dan Seknas JAPETI telah mengembang­ kan Strategi Nasional JAPETI tahun 2012-2017 serta membuat program jangka pendek dan jangka panjang. 29 Jakarta 10560 Indonesia Telp/Fax: (62 21) 42804154 website: www.Penguatan Akar Bawah : Inisiasi Kelompok Orang Terdampak Tuberkulosis (TB) – Terbentuknya Jaringan Peduli Tuberkulosis Indonesia (JAPETI) Dengan berdasar pada visi mewujudkan Masyarakat Sehat Berdaya dan Mandiri Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis. Triya Novita Dinihari Surjana. Kelompok-kelompok tersebut tergabung dalam Jaringan Peduli Tuberkulosis Indonesia ­ (JAPETI). Prof. Dit P2ML.or. namun ­ secara kualitas dalam hal pelaksanaan di ­ lapangan masih memerlukan peningkatan mutu baik ­ dalam pelayanan maupun dari segi sumber daya manusia. Dalam Munas telah dikukuhkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga JAPETI serta dilakukan pemilihan Dewan dan Sekretaris Nasional ­ (Seknas) JAPETI. mulai munculnya kasus penderita yang kebal terhadap obat-obat TB (kasus MDR dan XDR) yang salah satu faktor penyebab adalah ­ karena ketidakteraturan minum obat dan berhubungan dengan fungsi dan peran Pengawas Minum Obat (PMO). Maka untuk itulah Kementerian Ke­ sehatan menginisiasi pembentuk­ an jejaring kelompok peduli TB sebagai ­ paya pe­ u ningkatan pemberdayaan masyarakat. dr. Untuk mengatasi berbagai permasalahan TB tsb diperlukan langkah yang sistematis. Niniek Harsini. efektif dan terus menerus. SKM Redaksi Kehormatan: Prof.Si Budiarti. H.id 8 WARTA TUBERKULOSIS INDONESIA • Volume 20 • Juli 2012 • 20/VII/2012 wti edisi 20 final artwork. Drg. SKM.M Subuh MPPM (Direktur P2ML) Penasehat: Drg. [Nenden & Crysti] Sekretariat Nasional JAPETI : Jl. namun demikian ke­ terlibatan secara ­ aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam proses implementasi program pengendali­ ­ an TB sangat dibutuhkan. Dyah Armi Riana. DEPKES RI Gedung B Lantai 4 Jl.indd 8 08/08/2012 21:44:05 . Kes Crysti Mei Manik. S. MARS. Devi Yuliastanti Nenden Siti Aminah.id Email: wartagerdunas@tbindonesia. 021 – 91265433 E mail : japeti_sukses@yahoo.tbindonesia. Sudijanto Kamso Administrasi: Harsana. Kelompok peduli TB tersebut masih belum me­ miliki jejaring satu dengan lainnya dan kegiatannya belum terkordinasi dengan baik.com P rogram Pengendalian TB di Indonesia secara global sudah mencapai target yaitu ­ dengan tercapainya angka penemuan kasus dan angka keberhasilan pengobat­ an serta angka kematian akibat TB yang telah melampaui target MDGs. Tjandra Yoga Aditama (Direktur Jenderal PP dan PL) Pelindung: dr. Baru Lenteng Agung Jakarta Selatan Telp/Fax. dr. MPH (Ka Subdit TB) Penanggung Jawab: Dewan Redaksi: Ketua Redaksi dr. M. Redaksi dr. Hal ini disebabkan salah satunya karena adanya masyarakat yang tidak mampu ­ menjangkau ­ fasilitas layanan kesehatan terutama di daerah-daerah terpencil. Dyah Erti Mustikawati. SKM. Percetakan Negara No. Keanggotaan JAPETI saat ini telah meliputi 17 provinsi dan 50 kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia. SE Alamat Redaksi: Subdit TB. M. Sebagai wujud aktualisasi eksistensi organisasi dan sebagai langkah awal keterlibatan organisasi dalam membantu upaya Pengendalian Tuberkulosis di Indonesia JAPETI telah melaksanakan Munas yang pertama pada akhir Juni 2012. Keberhasilan tersebut secara kuantitas telah memenuhi target. JAPETI berfungsi mendorong tumbuh dan berkembangnya masyarakat peduli Tuberkulosis dan menjadi wadah bagi siapapun yang ingin berkontribusi dan atau bekerja dengan ikhlas dan saling bergandengan tangan untuk membantu mengatasi masalah Tuberkulosis Nasional. Pemerintah merupakan ­ leading sector.