Anda di halaman 1dari 27

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH KE-X

TINGKAT SLTA SE-SUMATERA

LUBUK LARANGAN MENJADI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT


DISEKITAR ALIRAN BATANG SUKAM, KAB. SIJUNJUNG

DISUSUN OLEH:
Ode Satria Ananda
Rahima Syabrina Sarmi
Urvan Maulana Mufqi

SMA NEGERI 1
KABUPATEN SIJUNJUNG
PROVINSI SUMATERA BARAT
2010

HALAMAN PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH KE-X
TINGKAT SLTA SE-SUMATERA
1. Judul Karya Tulis Ilmiah : Lubuk Larangan Menjadi Kearifan Lokal Masyarakat
disekitar Aliran Batang Sukam, Kab. Sijunjung
2. Ketua Tim
a. Nama Lengkap

: Ode Satria Ananda

b. NIS

: 08097932

c. Sekolah

: SMAN 1 SIJUNJUNG

d. Alamat Rumah

: Durian Gadang, Kab. Sijunjung

e. No Telp/HP

: 081993491117

f. Email/Facebook

: deananda@ymail.com

3. Anggota
1. Rahima Syabrina Sarmi
2. Urvan Maulana Mufqi
Padang, 12 Februari 2010

Menyetujui
Guru Pembimbing

Ketua Tim

Afrida Layli, S.Pd, M.Si

Ode Satria Ananda

NIP. 19820214200501 2017

NIS.08097932
Kepala Sekolah

Syafruddin, S.Pd, MM
NIP. 19700408199512 1001

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah dan puji syukur Kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat
dan karunianya sehingga kami telah dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini yang
berjudul
Lubuk Larangan Menjadi Kearifan Lokal Masyarakat di sekitar Aliran Batang
Sukam, Kab. Sijunjung. Penulisan karya ilmiah ini dimaksudkan untuk mengikuti
Lomba Karya Tulis Ilmiah Ke-X Tingkat SLTA Se-Sumatera
Dalam penulisan karya ilmiah ini banyak bantuan yang kami terima dari
berbagai pihak berupa bantuan moril maupun materil. Atas segala bantuan yang telah
diberikan kami ucapkan kepada:
1. Kepala Sekolah SMAN 1 Sijunjung, Bapak Syafruddin, S.Pd, MM
2. Guru pembimbing, yakni Ibu Afrida Layli, S.Pd, M.Si
3. Bapak Wali Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.
4. Bapak Kepala Jorong Padang Ranah dan Jorong Tapian Diaro, Nagari
Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.
5. Seluruh bmasyarakat Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.
6. Seluruh siswa SMAN 1 Sijunjung.
7. Seluruh pihak yang telah membantu.
Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang setimpal.
Kami menyadari bahwa karya ilmiah ini tidak luput dari kesalahan dan sangat
jauh dari kesempurnaan baik dalam segi penyajian maupun dalam segi ilmiahnya,
walaupun demikian adanya semoga hasil pemikiran yang dituangkan dalam bentuk
karya ini dapat bermanfaan bagi kami dan para pembaca, dan semoga Allah selalu
melimpahkan ilmu pengetahuan kepada kita semua, Amin.
Sijunjung, 12 Februari 2010

Tim Penulis

ii

DAFTAR ISI
Contents
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................i
KATA PENGANTAR..................................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................................iii
Contents.......................................................................................................................iii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR....................................................................................................v
BAB I............................................................................................................................1
PANDAHULUAN........................................................................................................1
I. 1 Latar Belakang....................................................................................................1
I. 2 Perumusan Masalah...........................................................................................1
I. 3 Tujuan Penelitian...............................................................................................2
I. 4 Luaran yang Diharapkan........................................................................2
I. 5 Manfaat Penelitian.................................................................................2
BAB II...........................................................................................................................3
TEORI DASAR............................................................................................................3
2.1 Kearifan Lokal Lubuk Larangan........................................................................3
2.2 Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan ..................................................5
BAB III.........................................................................................................................7
METODE PENELITIAN..............................................................................................7
BAB IV.........................................................................................................................8
HASIL DAN PEMBAHASAN....................................................................................8
BAB V........................................................................................................................11
KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................................11
5.1 Kesimpulan......................................................................................................11
5. 2 Saran...............................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................12
LAMPIRAN................................................................................................................vi

iii

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Dampak Ekologis Lubuk Larangan ...........................................................4

iv

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Lubuk Larangan Jorong Padang Ranah dan Jorong ...............................8
Gambar 2 dan 3. Proses Wawancara Dengan Masyarakat......................................vi
Gambar 4. Lubuk Larangan Jorong Padang Ranah dan .........................................vi
Jorong Tapian Diaro, Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung...............................vi
Gambar 5 dan 6. Proses Pemancingan Ikan di Lubuk Larangan............................vii
setelah meminta izin pada Kepala Jorong setempat..............................................vii
Gambar 7. Contoh Jenis Ikan Bawal......................................................................vii

BAB I
PANDAHULUAN
I. 1 Latar Belakang
Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan hidup pada dasarnya
memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat secara
berkelanjutan, terutama komunitas masyarakat lokal yang bermukim di wilayah
perairan umum (sungai). Pengelolaan SDA dan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari
kehidupan masyarakat sekitarnya.
Kabupaten Sijunjung merupakan Kabupaten yang banyak memiliki potensi
sumber daya alam baik berupa hutan, sungai dan lain sebagainya. masyarakat
disekitar wilayah tersebut memiliki cara tersendiri mengelola SDA yang mereka
miliki. Salah satu contohnya adalah pengelolaan SDA berupa sungai yang mereka
namakan lubuak larangan. Budaya lubuak larangan ini merupakan warisan turun
temurun masyarakat setempat.
I. 2 Perumusan Masalah
Lubuak larangan yang dikelola oleh masyarakat yang terletak di Batang Sukam,
Jorong Padang Ranah dan Jorong Tapian Diaro telah memberikan manfaat yang
besar terhadap masyarakat sekitar, disamping untuk kebutuhan sehari-hari, juga
memberikan andil dalam pelestarian jenis ikan tertentu. Pada penelitian ini akan
dikaji beberapa aspek diantaranya
1. Apakah tujuan dibentuknya lubuk larangan di aliran Batang Sukam, Jorong
Padang Ranah dan Jorong Tapian Diaro, Kabupaten Sijunjung?
2. Apakah saja manfaat dari lubuk rangan tersebut bagi kehidupan masyarakat?

I. 3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dibentuknya lubuak
larangan ini serta mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat dari lubuak
larangan tersebut.
I. 4 Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah bagaimana konsep lubuak
larangan ini memberikan kontribusi positif terutama bagi masyarakat sekitar maupun
pemerintah, baik dari segi manfaat maupun pelestarian budaya yang telah
berlangsung lama pada masyarakat.
I. 5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi positif terhadap
pengetahuan dan menjadiperhatian bersama oleh setiap pihak baik pemerintah
maupun masyarakat akan arti pentingnya lubuak larangan ini.

BAB II
TEORI DASAR
2.1 Kearifan Lokal Lubuk Larangan
Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan pada dasarnya memiliki tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat (social well-being) secara
berkelanjutan, terutama komunitas masyarakat lokal yang bermukim di wilayah
perairan umum (sungai). Oleh karena itu, dalam pemanfaatan sumberdaya perairan
umum, aspek ekologi dalam hal kelestarian sumberdaya dan fungsi-fungsi ekosistem
harus dipertahankan sebagai landasan utama untuk mencapai kesejahteraan tersebut.
Pemanfaatan sumberdaya perairan umum diharapkan tidak menyebabkan rusaknya
fishing ground, spawning ground, maupun nursery ground ikan. Selain itu juga tidak
merusak fungsi ekosistem hutan dan perairan umum yang memiliki keterkaitan
ekologis dengan keberlanjutan sumberdaya di wilayah tersebut (Suhana, 2009)
Berlakunya Undang-Undang No. 22 tahun 1999 yang kemudian diubah
menjadi UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah memberikan nuansa baru
pembangunan di daerah, maka upaya pemanfaatan dan pengembangan berbagai
potensi daerah, termasuk potensi sumberdaya di wilayah perairan umum, mulai
mendapat perhatian (Suhana, 2009).
Perubahan paradigma pembangunan nasional dari pola sentralistik ke
desentralistik atau istilah lainnya kebijakan perikanan berbasis otonomi daerah, maka
sebagai konsekuensi pemerintah kabupaten/kota kini telah memiliki kewenangan
(authority) yang lebih besar dalam sistem pengelolaan perikanan. Dalam kebijakan
pembangunan masyarakat di sekitar perairan umum, Pemerintah Daerah diharapkan
akan berupaya untuk mengedepankan aspirasi, kebutuhan dan kepentingan
masyarakat setempat (local community), dan pelestarian sumberdaya alam dan
lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat
(community well-being), terutama rumah tangga perikanan (Suhana, 2009).
Selain itu juga, perhatian terhadap hak-hak kepemilikan (property rights) dalam
sistem pengelolaan perikanan di perairan umum, dan kajian pola interaksi antar
pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah tersebut, serta dampaknya terhadap
3

komunitas rumah tangga perikanan sudah saatnya menjadi perhatian. Kemudian


tatanan kelembagaan sosial tradisional yang hidup di lingkungan masyarakat
perikanan bisa dikembangkan, dan diakui keberadaannya dalam sistem hukum dan
aturan-aturan (rules) sistem pengelolaan wilayah perairan umum (Suhana, 2009).
Batas wilayah lubuk larangan dengan bukan lubuk larangan ditandai oleh
perbedaan kecepatan aliran sungai. Wilayah yang relatif tenang aliran sungainnya
ditetapkan sebagai wilayah lubuk larangan, sementara yang lebih cepat aliran
sungainya tidak ditetapkan sebagai wilayah lubuk larangan. Pengetahuan lokal dalam
penentuan batas wilayah tersebut menunjukan bahwa masyarakat setempat tahu
bahwa ikan sebagian besar menyukai wilayah perairan yang relatif tenang. Secara
ekologi, sumber makanan ikan tersebut lebih banyak di wilayah perairan sungai yang
relatif lebih tenang. Secara ekologi dampak kearifan lokal lubuk larangan adalah
mencegah kerusakan lingkunga sungai, menanggulangi kerusakan sungai dan
memulihkan kerusakan lingkungan. Secara lengkap dampak ekologis tersebut dapat
dilihat pada Tabel 1 (Suhana, 2009).
Tabel 1. Dampak Ekologis Lubuk Larangan
Mencegah Kerusakan

Menanggulangi Kerusakan Memulihkan Kerusakan

Lingkungan
Jalur hijau di sepanjang

Lingkungan
Bagi setiap pengrusak

Lingkungan
Untuk pemulihan

daerah aliran sungai (DAS)

sumberdaya perairan

lingkungan ditetapkan

dipertahankan
Adanya larangan

kawasan lubuk larangan oleh

kawasan lubuk larangan

siapapun akan diberikan

sepanjang 1.500 meter

menangkap ikan pada


kawasan tersebut, kecuali

sanksi sesuai hukum adat sebagai kawasan konservasi


sumberdaya ikan-ikan lokal

pada saat-saat tertentu


(sekali dalam setahun)

Menurut Suhana, 2009 secara ekonomi dampak penerapan lubuk larangan,


adalah:

1) Menjadi pedoman bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta dan


kepedulian terhadap pelestarian sumberdaya hayati perikanan.
2) Di lingkungan masyarakat tempatan dan dijadikan tradisi adat dalam acara
Mancuak/Panen sekali setahun, hasilnya dijadikan dana untuk kegiatan-kegiatan
sosial.
3) Terwujudnya lembaga sosial masyarakat melalui kelembagaan adat dalam
upaya pelestarian sumberdaya hayati perikanan.
Sementara itu secara sosial budaya dampak penerapan lubuk larangan
tersebut adalah :
1) Dapat menyediakan sumber protein bagi masyarakat melalui ketersediaan
ikan-ikan lokal yang bisa dipanen sekali dalam setahun.
2) Tersedianya sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari bagi masyarakat
sekitar.
3) Tersedianya sumber hayati perikanan ikan-ikan lokal yang dapat dijadikan
sebagai ekowisata.

2.2 Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan


Umumnya kita manusia ingin selalu hidup bebas. Tidak ada yang ingin ada
larangan apalagi apa-apa tidak boleh. Larangan dianggap membatasi dan merugikan!
Bukankah demikian? (Onrizal, 2007).
Namun bagi masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten
Mandailing Natal (Madina), terutama yang hidup di pinggiran sungai, misalnya
Batang Gadis dan Batang Toru atau sungai lainnya, kata larangan sudah menjadi
bagian kehidupan mereka sehari-hari. Jika pembaca sempat mengunjungi atau

melewati daerah aliran sungai tersebut, kita akan dengan mudah menjumpai papan
pengumuman tentang lubuk larangan (Onrizal, 2007).
Lalu, apa yang dimaksud dengan lubuk larangan? Lubuk larangan yang
dipraktekan di daerah Tapsel dan Madina adalah bagian tertentu dari sungai dengan
panjang tertentu dengan larangan mengambil ikan dengan cara apapun bagi siapa
saja, kecuali pada waktu tertentu. Daerah yang dilarang tersebut disebut dengan
lubuk larangan. Bagi yang melanggar akan dikenakan denda berupa sejumlah uang
tertentu (Onrizal, 2007) .
Lubuk larangan hanyalah salah satu contoh kearifan masyarakat lokal dalam
pengelolaan sumberdaya alam. Mereka memberikan contoh nyata dalam pengelolaan
sumberdaya alam secara lestari dan dilakukan secara mandiri. Mereka menjaga
sungai yang ada di hulu, sehingga masyarakat di hilir tidak terkurangi haknya untuk
mendapatkan sumber kehidupan dari sungai yang airnya terus mengalir. Mereka
melakukan hal tersebut bukan karena pengarahan orang terpelajar dari kota, tetapi
kedekatan mereka dengan alam menjadikan mereka arif dan bijak dalam mengelola
sumberdaya alam, sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk kehidupan mereka
dan apa yang harus dihindari yang bisa membahayakan atau merugikan (Onrizal,
2007).
Konsep larangan yang ada dalam khasanah budaya Mandailing dan
Angkola dalam hal ini adalah lubuk larangan telah ditransformasikan ke dalam
bentuk baru yang lebih rasional oleh komunitas-komunitas desa di sepanjang aliran
sungai di wilayah Tapsel dan Madina (Perbatakusuma, cit Onrizal, 2007). Alam telah
menjadi guru bagi mereka untuk berbuat dan berperilaku. Saatnya bagi kita untuk
mengambil pelajaran dari mereka (Onrizal, 2007).

BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah :


1. Pengamatan Lapangan
Dari pengamatan lapangan diharapkan diperoleh informasi yang sedalamdalamnya tentang pengelolaan lubuak larangan ini.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan informasi kunci seperti ketua, Kepala Jorong
dan masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan lubuak larangan ini dengan
melakukan wawancara semi terstruktur.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sijunjung adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat. Di daerah
Kabuapaten Sijunjung banyak terdapat aliran sungai.. Salah satunya yaitu aliran
sungai yang dinamai Btang Sukam.
Batang Sukam mengalir sepanjang perbatasan antara Jorong Padang Ranah
dan Jorong Tapian Diaro, Kabupaten Sijunjung. Panjang sungai ini lebih kurang 1
km dan mempunyai lebar 30 meter. Kedalaman rata-ratanya adalah 0,5 meter.
Daerah yang terletak di sepanjang aliran Batang Sukam ini mempunyai
beberapa kearifan lokal yang sampai sekarang masih terjaga keberadaannya. Salah
satu kearifan lokal tesebut adalah adanya Lubuk Larangan, yaitu sebuah lokasi di
aliran Batang Sukam yang disepakati oleh masyarakat setempat sebagai tempat untuk
berkembang biaknya ikan sungai. Hal itu mereka lakukan karena mengingat saat ini
populasi ikan sungai semakin punah yang disebabkan cara penangkapan ikan secara
modern (dengan cara penyentruman atau dengan cara diputas) yang dilakukan
masyarakat dapat membahayakan kelestarian populasi ikan tersebut.

Gambar 1. Lubuk Larangan Jorong Padang Ranah dan Jorong


Tapian Diaro, Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung

Lubuk larangan Batang Sukam ini sebenarnya sudah diadakan sejak tahun
1999, tetapi pelaksanaannya tidak berjalan dengan lancar karena pengurusannya
yang belum sempurna. Tahun 2001 lubuk larangan itu dibuka kembali dan dibentuk
pengurusan yang baru. sejak itu pengadaan lubuk larangan di Batang Sukam itu
dapat berjalan dengan lancar sampai saat ini.
Tujuan utama dibentuknya lubuk larangan di Batang Sukam memang untuk
melestarikan populasi ikan sungai yang saat ini sudah semakin punah. Spesies ikan
yang paling dominan terdapat pada lubuk larangan Batang Sukam adalah spesies
ikan bawal. Sebenarnya ikan bawal itu hidup di laut, tetapi menurut pengakuan salah
seorang pemuka masyarakat Batang Sukam, bahwa ikan bawal itu entah bagaimana
caranya sudah ada di perairan Batang Sukam, ternyata di lubuk larangan Batang
Sukam ini spesies ikan itu dapat hidup dengan baik dan dapat berkembang biak.
Keberadaan lubuk larangan ini sangat didukung dan sangat dapat dirasakan
oleh masyarakat Jorong Padang Ranah dan Jorong Tapian Diaro. Selain untuk
kelangsungan ikan sungai lubuk larangan ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat
setempat, misalnya di bidang sosial. Masyarakat antar Jorong Padang Ranah dan
Jorong Tapian Diaro dapat hidup rukun dan bersama-sama untuk membentuk lubuk
larangan ini. Selain dalam bidang sosialnya, lubuk larangan ini sangat berpengaruh
besar dalam bidang ekonomi. Dalam manfaat ekonomi ini lebih dapat dirasakan
secara umum, sedangkan manfaat bagi individu tidak begitu dapat dirasakan.
Hasil dari lubuk larangan ini menjadi sebuah sumber pemasukan bagi kas
desa. Lubuk larangan ini dipanen masyarakat secara berkala biasanya dua kali
setahun, itupun hanya dibuka untuk beberapa hari saja sebagai ajang pesta ikan bagi
masyarakat.
Uang yang terkumpul dari hasil panen lubuk larangan Batang Sukam akan
digunakan untuk pembangunan infrastruktur di nagari. Kepala Jorong Padang Ranah
mengatakan bahwa rencananya dari hasil lubuk larangan itu nantinya akan dibuat
pelabuhan pasir untuk menunjang perekonomian masyarakat.

Pengadaan lubuk larangan juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat


sekitar. Ditinjau dari dari hasil konsioner yang diberikan kepada masyarakat
tergambarlah bahwa lubuk larangan tidak ada mendatangkan kerugian bagi
masyarakat, baik moril maupun materil. Bahkan lebih banyak mendatangkan
keuntungan bagi kehidupan sosial masyarakat.
Di lokasi lubuk larangan ini masyarakat dilarang untuk mengambil ikan
sampai waktu panen tiba. Hal ini bertujuan agar pada saat panen hasilnya dapat
diperoleh dengan sempurna dan dapat digunkan untuk keperluan Nagari pada saat
itu. Apabila ada masyarakat yang melanggar ketentuan itu, maka akan diproses oleh
para pemuka masyarakat. Dimana proses-proses penyelesaian yang dilalui, yaitu:

Proses secara kekeluargaan oleh pihak jorong.

Apabila tidak dapat juga terselesaikan, maka dilanjutkan dengan:

Proses di Kenagarian atau bisa saja berhubungan dengan Kepolisian.

Jika suatu keputusan telah didapat, maka yang melanggar akan membayar
denda pada Nagari sesuai dengan pelanggaran yang dibuatnya, seperti:

Pelanggar berat (hasil tangkapan diperjual belikan)


Dendanya berupa 40 sak semen ditambah 1000 ekor anak ikan..

Pelanggaran ringan (hasil tangkapan hanya untuk


dikonsumsi)
Dendanya tergantung penilaian kesalahan, sesuai dengan hasil
mufakat.

10

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Lubuk larangan merupakan suatu kearifan lokal masyarakat yang
berupaya untuk melestarikan keberadaan ikan yang ada di sungai
tersebut.
2. Lubuk larangan dapat menumbuh kembangkan rasa disiplin dan rasa
tanggung jawab yang tinggi bagi masyarakat setempat tehadap
kelestarian lingkungan sekitar.
3. Dengan adanya lubuk larangan, maka perekonomian daerah setempat
dapat terbantu.
5. 2 Saran
1. Dari banyaknya manfaat yang diperoleh masyarakat, diharapkan
lubuak larangan ini bisa dikembangkan di daerah lain dalam rangka
melestarikan keberadaan ikan sungai.
2. Diharapkan kepada pemerintah mengakomodir budaya lokal
masyarakat seperti lubuak larangan ini.

11

DAFTAR PUSTAKA
Suhana. 2009. Pengakuan Keberadaan Kearifan Lokal Lubuk
Larangan Indarung.
http://pk2pm.wordpress.com/2009/12/13/pengakuankeberadaan-kearifan-lokal-lubuk-larangan-indarung/

Onrizal. 2009. Lubuk Larangan Yang Menghidupkan.


http://onrizal.wordpress.com/2009/06/24/artikel-ke-3-egi2009sumutlubuk-larangan-yang-menghidupkan/

12

LAMPIRAN
Foto Penelitian

Gambar 2 dan 3. Proses Wawancara Dengan Masyarakat

Gambar 4. Lubuk Larangan Jorong Padang Ranah dan


Jorong Tapian Diaro, Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

vi

Gambar 5 dan 6. Proses Pemancingan Ikan di Lubuk Larangan


setelah meminta izin pada Kepala Jorong setempat

Gambar 7. Contoh Jenis Ikan Bawal

vii

Format Kuisioner

LEMBARAN KUISIONER
Tentang :

Lubuk Larangan Batang Sukam di Jorong Padang Ranah dan Jorong Tapian
Diaro, Kab. Sijunjung

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang anda setujui!


1) Apakah anda setuju dengan adanya lubuk larangan di daerah anda ini?
a. iya
b. tidak
2) Bagaimana tanggapan anda dengan adanya lubuk larangan ini?
a. sangat mendukung
b. biasa saja
c. tidak mendukung sama sekali
3) Adakah keuntungan pribadi yang bisa anda rasakan dari hasil lubuk larangan ini?
a. iya
b. tidak
4) Menurut anda, apakah lubuk larangan ini dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat setempat?
a. iya
b. tidak
5) Apakah anda pernah dirugikan dengan adanya lubuk larangan ini?
a. iya
b. tidak
6) Adakah jenis jenis ikan yang sudah jarang ditemui terdapat pada lubuk larangan
ini?
a. iya
b. tidak
7) Apakah anda tahu dengan aturan-aturan yang ada untuk lubuk larangan ini?
a. iya
b. tidak
8) Apakah anda pernah melanggar salah satu dari aturan-aturan itu?
a. iya
b. tidak
9) Kalau pernah, pelanggaran apa yang pernah anda lakukan?
a. pelanggaran berat (ikan yang diambil secara diam-diam dari lubuk larangan
itu
anda perjual belikan)
b. pelanggaran ringan (ikan yang didambil secara diam-diam dari lubuk
larangan
itu hanya anda konsumsi saja)
10) Apakah anda menginginkan agar budaya lubuk larangan ini dapat terus berjalan
untuk selanjutnya?
a. iya
b. tidak

viii

Format Wawancara
1. Bagaimana sejarah dibentuknya lubuk larangan di aliran Batang Sukam ini?
2. Apa tujuan dari lubuk larangan ini?
3. Berapa ukuran Sungai Sukam itu?
4. Jenis ikan apa saja yang terdapat dalam lubuk larangan itu?
5.

Bagaimana tanggapan masyarakat sekitar?

6. Apa manfaat dari lubuk larangan ini?


7. Kapan saja lubuk larangan itu akan dipanen (dibongkar)?
8. apa rencana kedepan yang hendak dilakukan dari hasil lubuk larangan ini?
9. Apakah ada aturan untuk lubuk larangan ini?
10. Dalam bentuk apa saja sanksi yang diberikan kepada pelanggar aturan?

ix

Biodata Peserta
BIODATA KETUA TIM
Nama

: Ode Satria Ananda

NIS

: 08097932

Jenis Kelamin

: Laki-laki

TTL

: Durian Gadang, 23 Agustus 1991

Alamat

: Simpang Logas Muaro Kab. Sijunjung

Sekolah

: SMA N 1 Sijunjung

No HP

: 08199349117

BIODATA ANGGOTA TIM


1. Nama

: Rahima Syabrina Sarmi

NIS

: 08097933

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tempat, tanggal lahir

: Sijunjung, 19 Februari 1993

Alamat

: Perumnas Salasah Indah Blok B, No 17, Kab.


Sijunjung

Sekolah

: SMA N 1 Sijunjung

No HP

: 081267273933

2. Nama

: Urvan Maulana Mufqi

NIS

: 08097940

Jenis Kelamin

: Laki-laki

TTL

: Payakumbuh, 13 November 1992

Alamat

: Perumnas Salasah Indah Blok R, No 1, Kab.


Sijunjung

Sekolah

: SMA N 1 Sijunjung

No HP

: 085263774524

Profil Sekolah

SMA N 1 Sijunjung Best School


October 6th, 2008

Lingkungan sekolah adalah sebagai wadah dalam pengembangan ilmu


pengetahuan, kemampuan dan kreatifitas sehingga menuntut kita untuk melakukan
kegiatan positif agar dapat mengaplikasikan ilmu dan kretivitas tersebut, sehingga
menciptakan para generasi muda yang mempunyai pendidikan yang layak dan
memiliki Iptek yang lebih mendalam serta berwawasan luas.
Perkembangan yang semakin pesat di Era Globalisasi menuntut kita untuk
mempersiapkan SDM yang memiliki daya intelektual dan kreatifitas yang tinggi
tanpa meninggalkan tata krama dan norma yang berlaku di Negara kita, Kemajuan di
segala bidang berkembang pesat sesuai berjalannya waktu, terutama di bidang
pendidikan dan teknologi .
SMANSASI adalah singkatan dari SMA Negeri 1 Sijunjung, Sumbar, yang
terletak strategis ditengah tengah Kota Sijunjung tepatnya di Jalan Muhammad
Syafei No 2 Muaro Sijunjung. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sijunjung

xi

merupakan satu-satunya sekolah unggul di daerah ini. Resmi menjadi Sekolah Negeri
pada tanggal 20 Febuari 1982, semenjak saat itu pula lah SMAN 1 mulai
berkembang perlahan lahan sampai sekarang dan menginjak usia lebih dari
seperempat abad yaitu 26 tahun. Di usia yang sudah berkepala dua ini SMAN 1 telah
banyak mengukir prestasi dan berkembang sangat signifikan , apalagi semenjak di
kepalai oleh Syafruddin, S.pd MM yang baru menjabat awal tahun ajaran 2007
kemaren, dari pertama menjabat kinerja beliau bisa dibilang Cumlaude , mulai dari
menyulap konstruksi sekolah, penambahan beberapa peralatan multimedia sekolah,
sampai kepada pembenahan guru-guru yang benar benar sudah berpengalaman di
bidangnya.
Alhasil Pada tahun ajaran 2007/2008 ini, siswa kelas XII SMA 1 yang
mengikuti UN, berjumlah 222 orang. Program studi IPA 98 dan IPS 124.
Alhamdulillah siswa IPA lulus 100 porsen, sementara program IPS tidak lulus tujuh
orang, Dengan porsentase lulus 97 secara keseluruhan, SMA 1 menempati posisi
pertama di Kabupaten Sijunjung pada UN tahun ajaran 2007/2008 ini. Selain
menempati posisi pertama, sesuai hasil rekapitulasi kelulusan siswa SLTA seKabupaten Sijunjung, 10 siswa yang meraih nilai tertinggi di Kabupaten Sijunjung,
adalah siswa SMA 1. serta siswa Rahmi Gustiah Putri dari kelas XII IA 3, meraih
nilai 10 pada mata belajaran biologi Tidak hanya itu seorang majelis gurunya, Hasmi
Gustin Roza, S. Pd, terpilih sebagai guru berprestasi pertama di Kabupaten Sijunjung
Dan guru terbaik pertama dari 367 guru SLTA di Kabupaten Sijunjung, pada tahun
2008 ini. Atas keberhasilan itu, guru yang mengajar bidang studi matematika ini,
menerima piagam penghargaan dari Bupati Darius Apan dan tabanas dari Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung.
Seiring dengan itu pula, seorang guru biologi SMA ini, Afrida Laili, S. Pd,
juga terpilih untuk magang ke Australia bersama 18 guru matematika, biologi, fisika
dan

guru

kimia

dari

berbagai

SMA

di

Sumbar.

Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, menerima 94 siswa baru untuk empat rombongan
belajar (Rombel). Untuk mengisi formasi tersebut, panitia penerimaan siswa baru
SMAN 1 Sijunjung, hanya menerima pendaftar dari sekolah di Kabupaten Sijunjung
xii

dengan nilai Ujian Nasional 27,00, sedangkan mereka yang mendaftar dari luar
Kabupaten Sijunjung dengan nilai 31,00, Seleksi ini dilaksanakan oleh tim khusus
dari Universitas Negeri Padang (UNP) sama dengan tahun lalu, sehingga bisa
mendapatkan siswa yang benar benar dapat meraih prestasi.
Meski yang diterima hanya 94 orang, namun siswa yang melamar jumlahnya
mencapai 165 orang, dari 94siswa yang diterima, 24 orang akan diseleksi untuk
mengikuti proses belajar mengajar pada kelas internasional yang mengacu kepada
Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
Dengan terbentuknya kelas internasional pada Rombel kelas 10, berarti di
SMA 1 sudah terdapat dua kelas internasional, karena untuk Rombel kelas 11, telah
lebih dulu dibentuk.
Sebagaimana pada Rombel kelas 11, kelas internasional pada kelas 10 juga
akan dipasang karpet serta dilengkapi dengan AC, LCD, cece TV dan kamera
kontrol.

xiii