Anda di halaman 1dari 34

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pada umumnya, anggota tubuh yang paling sering terkena cedera pada waktu berolahraga adalah daerah sendi lutut. Lutut merupakan persendian yang besar dalam tubuh, lutut mudah sekali terserang cedera traumatik . Cedera ini dapat terjadi karena sendi tersebut berfungsi melakukan pergerakan sambil menyangga tubuh. 1 Pada setiap persendian, terdapat serabut-serabut otot yang menghubungkan tulang satu dengan tulang yang lainnya, serabut otot ini disebut ligamen, oleh karena itu cedera yang mengenai pada daerah ligamen ini sering disebut Sprain .1,2 Sendi lutut merupakan bagian dari ekstremitas inferior yang menghubungkan tungkai atas (femur) atau tungkai bawah (tibia dan fibula) . fungsi dari sendi lutut ini adalah untuk mengatur pergerakan dari kaki. Gerakan yang dapat dilakukan oleh sendi ini yaitu gerakan fleksi, ekstensi dan sedikit rotasi. Jika terjadi gerakan yang melebihi kapasitas sendi maka akan dapat menimbulkan cedera yang antara lain terjadi robekan pada kapsul dan ligamentum di sekitar sendi.1.3 Cedera ligamen lutut yang sangat umum. Memiliki diperkirakan bahwa insiden itu bisa berada di 2/1000 orang per tahun pada populasi umum dan tingkat yang lebih tinggi bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan olahraga . Sembilan puluh persen dari cedera ligamen lutut melibatkan anterior cruciate ligament (ACL) dan agunan medial ligamentum (MCL). Anterior cruciate ligament (ACL) adalah salah satu ligamen yang sering mengalami cidera lutut. Insiden cedera ACL saat ini diperkirakan sekitar 200.000 per tahun, dengan 100.000 . Secara umum, insiden cedera ACL lebih tinggi pada orang yang berpartisipasi dalam olahraga berisiko tinggi, seperti basket, sepak bola, ski, dan sepak bola.Sekitar 50 persen dari cedera ACL terjadi dalam kombinasi dengan kerusakan meniskus, tulang rawan artikular, atau ligamen lainnya.ACL rekonstruksi dilakukan setiap tahun2

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Cedera Olahraga Adapun pengertian menurut dr hardianto wibowo “Cedera Olahraga” adalah segala macam cedera yang timbul baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga ataupun setelah berolahraga (pertandingan ) . yang biasa terkena ialah tulang, otot, tendo serta ligamentum.1 2.2 Sendi 3 Persendian atau artikulasio adalah suatu hubungan antara dua buah tulang atau lebih yang dihubungkan melalui pembungkus jaringan ikat pada bagian luar dan pada bagian dalam terdapat rongga sendi dengan permukaan tulang yang dilapisi oleh tulang rawan. Fungsi dari sendi lutut ini adalah untuk mengatur pergerakan dari kaki, untuk menggerakkan kaki ini juga diperlukan antara lain : - Otot- otot yang membantu menggerakkan sendi - Capsul sendi yang berfungsi untuk melindungi bagian tulang yang bersendi supaya jangan lepas bila bergerak - Adanya permukaan tulang yang dengan bentuk tertentu yang mengatur luasnya gerakan. - Adanya cairan dalam rongga sendi yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara tulang pada permukaan sendi. - Ligamentum-ligamentum yang ada di sekitar sendi lutut yang merupakan penghubung kedua buah tulang yang bersendi sehingga tulang menjadi kuat untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh.

2

b. Jenis Persendian Lutut Persendian pada sendi lutut termasuk dalam jenis sendi synovial (synovial joint ), yaitu sendi yang mempunyai cairan sinovial yang berfungsi untuk membantu pergerakan antara dua buah tulang yang bersendi agar lebih leluasa. Permukaan tulang yang bersendi pada synovial joint ini ditutupi oleh lapisan hialine cartilago yang tipis yang disebut articular cartilage , yang merupakan bantalan pada persambungan tulang. Pada daerah ini terdapat rongga yang dikelilingi oleh kapsul sendi. Dalam hal ini kapsul sendi merupakan pengikat kedua tulang yang bersendi agar tulang tetap berada pada tempatnya pada waktu terjadi gerakan. Kapsul sendi ini terdiri dari 2 lapisan : 1. Lapisan luar Disebut juga kapsul fibrous, terdiri dari jaringan connective yang kuat yang tidak teratur Dan akan berlanjut menjadi lapisan fibrous dari

periosteum yang menutupi bagian tulang. Dan sebagian lagi akan menebal dan membentuk ligamentum. 2. Lapisan dalam Disebut juga membrane synovial , bagian dalam membatasi cavum sendi dan bagian luar merupakan bagian dari articular cartilage.. Membran ini tipis dan terdiri dari kumpulan jaringan connective. Membran ini menghasilkan cairan synovial yang terdiri dari serum darah dan cairan sekresi dari sel synovial. Cairan synovial ini merupakan campuran yang kompleks dari polisakarida protein , lemak dan sel sel lainnya. Polisakarida ini mengandung hyaluronic acid yang merupakan penentu kualitas dari cairan synovial dan berfungsi sebagai pelumas dari permukaan sendi sehingga sendi mudah digerakkan

Ada 2 condylus yang menutupi bagian ujung bawah sendi pada femur dan 2 tibial condylus yang menutupi meniscus untuk stabilitas artikulasi femorotibial. Patella yang merupakan jenis tulang sesamoid terletak pada segmen inferior dari tendon quadriceps femoris, bersendi dengan femur, dimana patella ini terletak diantara 2 condylus femoralis pada permukaan anteroinferior.
3

Pada bagian atas sendi lutut terdapat condylus femoris yang berbentuk bulat. 4 .2.3 Anatomi Sendi Lutut 3.4 Sendi lutut merupakan persendian yang paling besar pada tubuh manusia. Sendi ini antara tungkai atas dan tungkai bawah. diantara patella dan fascies patellaris femoris. Fascies articularis femoris . Pada dasarnya sendi lutut ini terdiri dari dua articulatio condylaris diantara condylus femoris medialis dan lateralis dan condylus tibiae yang terkait dan sebuah sendi pelana . Fascies articularis condylus medialis dan lateralis tibiae di klinik sering disebut sebagai plateau tibialis medialis dan lateralis. Secara umum sendi lutut termasuk kedalam golongan sendi engsel. tetapi sebenarnya terdiri dari tiga bagian sendi yang kompleks yaitu : 1. Pada bagian bawah terdapat articulatio antara ujung bawah femur dengan patella. satu articulatio jenis partial arthrodial diantara permukaan dorsal dari patella dan femur. condyloid articulatio diantara dua femoral condylus dan meniscus dan berhubungan dengan condylus tibiae 2. pada bagian bawah terdapat condylus tibiae dan cartilago semilunaris. tibiae dan patella diliputi oleh cartilago hyaline.

Bursa infra patellaris superficialis memisahkan ligamentum ini dari kulit.1 Ligamentum Pada Sendi Lutut A. quadriceps femoris. 5 . Ligamentum Extracapsular 1.3. Dipisahkan dari membran synovial sendi oleh bantalan lemak intra patella dan dipisahkan dari tibia oleh sebuah bursa yang kecil. Ligamentum patellae ini sebenarnya merupakan lanjutan dari bagian pusat tendon bersama m. Gambaran anatomi lutut 2.Gambar 1. Ligamentum Patellae Melekat (diatas) pada tepi bawah patella dan pada bagian bawah melekat pada tuberositas tibiae.

5. Sebagian dari ligamentum ini berjalan menurun pada dinding capsul dan fascia m. Ligamentum Transversum Genu Ligamentum ini terletak membentang paling depan pada dua meniscus . 4. Ligamentum ini menembus dinding capsul sendi dan sebagian melekat pada meniscus medialis. letaknya membentang secara oblique ke medial dan bawah. inferior medialis genu . 3. Ligamentum Collaterale Fibulare Ligamentum ini menyerupai tali dan melekat di bagian atas pada condylus lateralis dan dibagian bawah melekat pada capitulum fibulae. ligamentum ini menutupi tendon m. terdiri dari jaringan connective. semimembranosus. semimembranosus dan a. Ligamentum Collaterale Tibiae Ligamentum ini berbentuk seperti pita pipih yang melebar dan melekat dibagian atas pada condylus medialis femoris dan pada bagian bawah melekat pada margo infraglenoidalis tibiae. popliteus dan sebagian lagi membelok ke atas menutupi tendon m. Di bagian bawah pada margo infraglenoidalis. 6 . Dan juga dipisahkan dari meniscus lateralis melalui bursa m. terletak pada bagian posterior dari sendi lutut. popliteus.2. Ligamentum Popliteum Obliquum Merupakan ligamentum yang kuat. kadang. sehingga sering tidak dijumpai pada sebagian orang. poplitei.kadang ligamentum ini tertinggal dalam perkembangannya . Ligamentum ini dipisahkan dari capsul sendi melalui jaringan lemak dan tendon m.

saling menyilang didalam rongga sendi. Ligamentum Cruciatum Posterior Ligamentum cruciatum posterior melekat pada area intercondylaris posterior dan berjalan kearah atas . Ligamentum cruciatum anterior berfungsi untuk mencegah femur bergeser ke posterior terhadap tibiae. Serat-serat anterior akan mengendur bila lutut sedang ekstensi. Bila sendi lutut berada dalam keadaan fleksi ligamentum cruciatum anterior akan mencegah tibiae tertarik ke posterior. Ligamentum ini penting karena merupakan pengikat utama antara femur dan tibiae. depan dan medial. Serat-serat posterior akan menjadi tegang dalam keadaan ekstensi. Ligamentum Cruciata Anterior Ligamentum ini melekat pada area intercondylaris anterior tibiae dan berjalan kearah atas. 7 . untuk dilekatkan pada bagian anterior permukaan lateral condylus medialis femoris. 1. 2. Bila sendi lutut dalam keadaan fleksi .B. namun akan menjadi tegang bila sendi lutut dalam keadaan fleksi. Ligamentum cruciatum posterior berfungsi untuk mencegah femur ke anterior terhadap tibiae. kebelakang dan lateral untuk melekat pada bagian posterior permukaan medial condylus lateralis femoris. Ligamentum ini terdiri dari dua bagian yaitu posterior dan anterior sesuai dengan perlekatannya pada tibiae. ligamentum cruciatum posterior akan mencegah tibiae tertarik ke posterior. Ligamentum Intra Capsular Ligamentum cruciata adalah dua ligamentum intra capsular yang sangat kuat.

Batas dalamnya cekung dan membentuk tepian bebas . Fungsi meniscus ini adalah memperdalam fascies articularis condylus tibialis untuk menerima condylus femoris yang cekung. yang pada potongan melintang berbentuk segitiga.3.Gambar 2. 1. Gambaran ligamentum pada lutut 2. Batas bagian perifernya 8 . Cornu posterior melekat pada area intercondylaris posterior tibiae. melekat pada bursa. Permukaan atasnya cekung dan berhubungan langsung dengan condylus femoris. Batas perifernya tebal dan cembung. Cartilago Semilunaris Medialis Bentuknya hampir semi sirkular dan bagian belakang jauh lebih lebar daripada bagian depannya. Cornu anterior melekat pada area intercondylaris anterior tibiae dan berhubungan dengan cartilago semilunaris lateralis melalui beberapa serat yang disebut ligamentum transversum.2 Cartilago Semilunaris (Meniscus) Cartilago semilunaris adalah lamella fibrocartilago berbentuk C .

Selanjutnya capsula articularis ini menutupi kedua ligamentun cruciatum pada sendi lutut sebagai suatu lembaran dan melintasi tepi posterior ligamentum cruciatum posterior.3. sebagian kecil dari tendon melekat pada cartilago ini. Dan karena perlekatan inilah cartilago semilunaris relatif tetap. lipatan synovial. Seberkas jaringan fibrosa biasanya keluar dari cornu posterior dan mengikuti ligamentum cruciatum posterior ke condylus medialis femoris.melekat pada simpai dan ligamentum collaterale sendi. quadriceps femoris dan didepan menutupi patella menuju permukan anterior dari femur diatas tubrositas sendi. Cartilago Semilunaris Lateralis Bentuknya hampir sirkular dan melebar secara merata. 9 . 2.3 Capsula Articularis Capsula articularis terletak pada permukaan posterior dari tendon m. Akibat susunan yang demikian ini cartilago semilunaris lateralis kurang terfiksasi pada tempatnya bila di bandingkan dengan cartilago semilunaris medialis. Cornu posterior melekat pada area intercondylaris posterior. Batas perifer cartilago dipisahkan dari ligamentum collaterale laterale oleh tendon m. 2. Cornu anterior melekat pada area intercondylaris anterior. Kemudian capsula ini berlanjut sebagai loose membran yang dipisahkan oleh jaringan lemak yang tebal dari ligamentum patellae dan dari bagian tengah dari retinacula patellae menuju bagian atas tepi dari dua meniscus dan kebawah melekat pada ligamentum cruciatum anterior . tepat di depan eminentia intercondylaris. Dari tepi medial dan lateral dari fascies articularis membentuk dua tonjolan . Kesemuanya hal ini membentuk suatu synovial villi. popliteus. tepat di belakang eminentia intercondylaris. plica alares yang terkumpul pada bagian bawah.

Gambaran anterior lutut saat ekstensi Bursa Anterior  Bursa Supra Patellaris Terletak di bawah m. Bursa ini terdapat pada tempat terjadinya gesekan di antara tulang dengan kulit.4 Bursa Pada Sendi Lutut Bursa sendi merupakan suatu tube seperti kantong yang terletak di bagian bawah dan belakang pada sisi lateral didepan dan bawah tendon origo m. popliteus.3. atau tendon. otot. 10 . Gambar 3.2.. Bursa ini membuka kearah sendi melalui celah yang sempit diatas meniscus lateralis dan tendon m.  Bursa Prepatellaris Terletak pada jaringan subcutan diantara kulit dan bagian depan belahan bawah patella dan bagian atas ligamentum patellae. quadriceps femoris dan berhubungan erat dengan rongga sendi. popliteus. Banyak bursa berhubungan sendi lutut.

Tibialis Otot Hamstring merupakan otot yang terletak di bagian belakang paha tepatnya disepanjang bagian belakang kaki dan akhirnya terselip pada bagian atas tulang atas kaki. Bursa Infrapatellaris Superficialis Terletak pada jaringan subcutan diantara kulit dan bagian depan belahan bawah ligamentum patellae. Peroneus communis 4. N. Femoralis 2. pinggul akan 11 .  Bursa M. Sehingga sendi lutut disarafi oleh : 1. semimembranosus dan sering berhubungan dengan rongga sendi. 2. pada saat terjadi kontraksi otot hamstring.5. Karena otot hamstring ini melewati atau menyilang pada dua persendian yaitu persendian pinggul dan lutut maka fungsi otot hamstring bervariasi. Bursa posterior  Recessus Subpopliteus Ditemukan sehubungan dengan tendon m. yaitu tibia dan fibula. N. N. N. Persarafan Sendi Lutut Persarafan pada sendi lutut adalah melalui cabang-cabang dari nervus yang yang mensarafi otot-otot di sekitar sendi dan befungsi untuk mengatur pergerakan pada sendi lutut.  Bursa Infrapatellaris Profunda Terletak di antara permukaan posterior dari ligamentum patellae dan permukaan anterior tibiae. Semimembranosus Ditemukan sehubungan dengan insertio m. Misalnya. Obturatorius 3. popliteus dan berhubungan dengan rongga sendi.3.

internal rotasi hip pada saat fleksi knee c). colum femur fungsi : ekstensi hip . Semitendinosus Terletak diantara semimembranosus dan biceps femoris origo : tuberositas ishii insertion : permukaan atas bagian medial pada tibia fungsi : ekstensi hip . bagian lateral supra condylus insertion : condylus lateral tibia . fleksi knee . lateral rotasi hip pada saat fleksi knee. cabang-cabang genicular arteri popliteal dan cabang descending arteri circumflexia femoralis dan cabang ascending arteri tibialis anterior.6 Suplai Darah 3 Suplai darah pada sendi lutut berasal dari anastomose pembuluh darah disekitar sendi ini. yaitu : a. pada saat berjalan normal. Hamstring merupakan kelompok otot yang terdiri dari 3 otot.Dimana sendi lutut menerima darah dari descending genicular arteri femoralis. internal rotasi hip pada saat fleksi knee b).) M. hamstring akan menekuk lutut. menyebabkan posisi paha menjadi membengkok ke arah depan tubuh kita.3. M.menegang. biceps femuris merupakan salah satu dari ketiga otot hamstrings. terletak paling lateral origo : tuberositas ishii . fleksi knee . 2. 12 . ½ distal linea aspera tulang femur . fleksi knee . M. Aliran vena pada sendi lutut mengikuti perjalanan arteri untuk kemudian akan memasuki vena femoralis. Semimembranosus Terletak paling medial diantara ketiga otot hamstring origo : tuberositas ishii insertion : bagian posterior pada condylus medialis tibia fungsi : ekstensi hip . Selain itu.

Perdarahan pada lutut 2. dimana aliran limfe ini akan memasuki kelenjar popiteal. kemudian selanjutnya akan bergabung dengan kelenjar getah bening subinguinal superfisialis.7 Sistem Lymph Sistem limfe pada sendi lutut terutama terdapat pada perbatasan fascia subcutaneous.3.Gambar 4. Sebagian lagi aliran limfe ini akan memasuki kelenjar poplitea . 13 . dimana aliran limfe berjalan sepanjang vena femoralis menunju kelenjar getah bening inguinal dalam.

Gerakan fleksi dilaksanakan oleh m. Ekstensi dilaksanakan oleh m. dan semitendinosus. biceps femoris . Sehingga sewaktu sendi lutut mengalami ekstensi penuh ataupun sedikit hiper-ekstensi . rotasi medial dari femur mengakibatkan pemutaran dan pengetatan semualigamentum utama dari sendi. Rotasio femur sebenarnya mengembalikan femur pada tibia . memaksa cartilago semilunaris lateralis ikut bergerak ke depan. dan lutut berubah menjadi struktur yang secara mekanis kaku. m. condylus femoris yang bulat menggelinding ke depan mirip roda di atas tanah. Selama tahap akhir ekstensi . semimembranosus.2. pada permukaan cartilago semilunaris dan condylus lateralis. serat-serat posterior ligamentum cruciatum posterior juga di eratkan. Selama tahap awal ekstensi . dan sedikit rotasi. femur ditahan oleh ligamentum cruciatum posterior. quadriceps femoris dan dibatasi mula-mula oleh ligamentum cruciatum anterior yang menjadi tegang. Lutut berada dalam keadaan hiper-ekstensi dikatakan dalam keadaan terkunci. Sewaktu ekstensi berlanjut . serta dbantu oleh m.gracilis .sartorius dan m. ekstensi . dan cartilago semilunaris dipadatkan mirip bantal karet diantara condylus femoris dan condylus tibialis. 14 . bila femur mengalami rotasi medial. Ekstensi sendi lutut lebih lanjut disertai rotasi medial dari femur dan tibia serta ligamentum collaterale mediale dan lateral serta ligamentum popliteum obliquum menjadi tegang . bagian yang lebih rata pada condylus femoris bergerak kebawah dan cartilago semilunaris harus menyesuaikan bentuknya pada garis bentuk condylus femoris yang berubah. Fleksi sendi lutut dibatasi oleh bertemunya tungkai bawah bagian belakang dengan paha.4 Pergerakan Sendi Lutut Pergerakan pada sendi lutut meliputi gerakan fleksi . popliteus. Bila sendi lutut di gerakkan ke depan . gerak menggelinding condylus femoris diubah menjadi gerak memutar. condylus lateralis femoris bergerak ke depan.

ligamentum-ligamentum utama harus mengurai kembali dan mengendur untuk memungkinkan terjadinya gerakan diantara permukaan sendi. hal ini dimungkinkan karena ligamentum utama . Rotasi medial dilakukan m. 15 . Sewaktu condylus lateralis femoris bergerak mundur . m. semitendinosus. sartorius. biceps femoris. Peristiwa mengurai dan terlepas dari keadaan terkunci ini dilaksanakan oleh m. dalam batas tertentu tibia secara pasif dapat di gerakkan ke depan dan belakang terhadap femur . Pada posisi fleksi. Gambaran ekstensi dan fleksi pada pergerakan lutut Bila sendi lutut dalam keadaan fleksi 90 derajat . maka kemungkinan rotasi sangat luas. terutama ligamentum cruciatum sedang dalam keadaan kendur. popliteus. Sekali lagi cartilago semilunaris harus menyesuaikan bentuknya pada garis bentuk condylus yang berubah.Sebelum fleksi sendi lutut dapat berlangsung . Gambar 5. Rotasi lateral dilakukan oleh m. yang memutar femur ke lateral pada tibia. popliteus pada cartilago semilunaris lateralis akibatnya tertarik kebelakang. gracilis dan m. perlekatan m.

bengkak & inflamasi  Kronis : Berkembang secara lambat. keras 4. Gejala hilang–timbul dan menyebabkan nyeri tumpul dan sakit. kulit hangat. dan menjadi tugas ahli fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan otot ini .2 1.Jadi disini tampak bahwa stabilitas sendi lutut tergantung pada kekuatan tonus otot yang bekerja terhadap sendi dan juga oleh kekuatan kigamentum. Dari faktorfaktor ini . quadriceps femoris.5 Klasifikasi Cedera Olahraga1. Biasanya karena overuse atau cedera akut yang tidak sembuh sempurna. tonus otot berperan sangat penting. Berdasarkan jaringan yang terkena: lunak. setelah terjadi cedera pada sendi lutut. Tanda & Gejala: sakit . Berdasarkan berat ringan cedera 3. Berdasarkan lokasi cedera 16 . terutama m. 2. Pergerakan otot pada lutut 2. Gambar 6. Berdasarkan waktu terjadi:  Akut : terjadi secara tiba-tiba dan terjadi dalam beberapa jam yang lalu. nyeri tekan. kemerahan.

raket.4 Penyebab terjadinya cedera olahraga dapat berasal dari luar seperti misalnya kontak keras dengan lawan pada olahraga kontak bandan.1 Gejala Cedera Olahraga Tanda akut cedera olahraga yang umumnya terjadi adalah tanda respon peradangan tubuh berupa tumor ( pembengkakaan). biasanya rasa nyeri masih dirasakan samapai beberapa hari setelah onset cedera. ukuran tungkai yang tidak sama panjang.Mekanisme Cedera Olahraga Ditinjau Dari Biomekanik Traction (traksi) Compression (kompresi) Bending (pembengkokan) Shear Stress (tekanan memotong) Torsion (putaran) Overload (beban berlebih) dan Overuse (beban berulang) 2. dolor (nyeri) dan functio leissa (penurunan fungsi). kemerahan. ketidak seimbangan otot antagonis.7.3 2. rubor (warna merah). Penyebab dari dalam biasanya terjadi karena koordinasi otot dan sendi yang kurang sempurna.Selain nyeri muncul tanda radang seperti bengkak. Pada proses lanjut tanda-tanda peradangan tersebut akan berangsur angsur menghilang. terkilir. Penengakan Diagnosis 2. atau bahkan patah tulang. kalor (peningkatan suhu). 2. karena benturan dengan alat-alat olahraga seperti misalnya stick hockey. Apabila tanda peradangan awal cukup hebat. Nyeri pertama kali muncul jika serat-serat otot atau tendon yang jumlahnya terbatas mulai mengalami robekan.6 Etiologi 2. Dapat pula disebabkan oleh keadaan lapangan yang tidak rata yang meningkatkan potensi olahragawan untuk jatuh. 17 . Kelemahan fungsi berupa penurunan kekuatan dan keterbatasan jangakauan gerak juga sering Dijumpai. dan lain-lain.7. bola . panas dan penurunan fungsi.

Adapun beberapa tes pemeriksaan pada cedera lutut adalah : 1. Tes tekanan valgus dan varus 18 . Luka akut dan kronis pada lutut dapat mengakibatkan ketidakstabilan sendi.2 Pemeriksaan pada Cedera Lutut Stabilitas lutut sangat ditentukan oleh ligamentum dan otot kuadrisep.7. Disarankan bahwa lutut yang terluka diperiksa stabilitasnya secepat mungkin setelah cedera. sedangkan gerakan varus adalahg erakan ke sisi dalam/tengah (medial) dari sendi yang terjadi secara mendadak. Lutut yang cedera dan lutut yang tidak cedera dites atau dibedakan untuk menentukan suatu perbedaan dalam tingkat stabilitasnya. Tes tekanan valgus dan varus dimaksudkan untuk melihat kelemahan kompleks kestabilan lateral dan medial. khususnya serabut ligament collateral Gambar 7.Tes Tekanan Valgus dan Varus Gerakan valgus adalah gerakan ke sisi luar/samping (lateral). Otot kuadrisep yang kuat dapat mengontrol stabilitas lutut walaupun terdapat regangan dari ligament.2.

Jari-jari lainnya dari pemeriksa terletak pada tendo hamstring. Jari-jari pemeriksa diletakkan pada ruang atau tempat popliteal dari tungkai yang terfleksi. Diantaranya ada tes Drawer Anterior . tes Jerk. Tes Drawer Anterior Bila ditemukan tulang tibia ke arah depan dari bawah tulang femur. sementara pemeriksa menghadap ke bagian depan tungkai penderita yang cedera. Tes Anterior Cruciate Ligament Disebutkan bahwa banyak tes yang digunakan untuk menentukan integritas dari ligament cruciate. tes Drawer Lachman.Tes Drawer Anterior Cara kerja tes drawer anterior adalah penderita berbaring pada meja periksa dengan tungkai yang cedera di fleksikan. maka tes sebaiknya diulang dengan tungkai yang diputar secara internal 20 derajat dan diputar secara eksternal 15 derajat.dan tes Drawer fleksi-rotasi. kemudian putar bagian atas tungkai dan sesegera mungkin di bawah sendi lutut dengan kedua tangan. maka diartikan tanda Drawer anterior yang positif. untuk memastikan itu semua.Adapun penjelasan beberapa macam tes untuk menentukan integritas ligamen cruciate adalah seperti di bawah ini: a.2. Gambar 8. tes pivot-shift. Jika tanda atau gejala Drawer anterior yang positif terjadi. 19 . dengan ibu jari pada garis sendi medial dan lateral. rilekskan sebelum tes dilaksanakan.

Kontraksi tersebut menyebabkan kekuatan penstabilan lutut sekunder cenderung untuk menutupi ekstensi yang nyata dari cedera Gambar 9. ligament cruciate anterior. tetapi mengetesnya lebih nyaman pada sudut 15 derajat. hal ini dikarenakan tes tersebut tidak memaksa lutut kedalam posisi yang menyakitkan (sangat nyeri) pada sudut 90 derajat. tes Drawer lachman merupakan tes pilihan oleh karena adanya tes Drawer lachman pada fleksi 90 derajat. atau kemungkinan ligamen bagian medial collateral mungkin terdapat robekan.) Tes Drawer Lachman Dalam beberapa tahun terakhir.Penggeseran dari tulang tibia ke depan pada saat tungkai diputar secara eksternal adalah suatu indikasi bahwa bagian posteromedial dari kapsul sendi. Alasan lain tes ini adalah bahwa tes ini mengurangi kontraksi dari otot hamstring. b. Gerakan ketika tungkai dirotasikan ke arah internal diindikasikan bahwa ligament cruciate anterior dan kapsul posterolateral mungkin terdapat robekan. Tes Drawer Lachman 20 .

Tes Anterior drawer dan Tes Lachman Gambar 11.Tes Drawer lachman dilaksanakan dengan meletakkan lutut pada posisi fleksi kira-kira dalam sudut 30 derajat. dan tangan yang lain memegang bagian proksimal dari tulang tibia. Gambar 10. Satu tangan dari pemeriksaan menstabilkan tungkai bawah dengan memegang bagian akhir atau ujung distal dari tungkai atas. Tes Pivot-Shifts 21 . kemudian usahakan untuk digerakkan ke arah anterior. dengan tungkai diputar secara eksternal.

saat itu lutut juga difleksikan dan daya valgus diterapkan oleh tangan bagian atas pemeriksa. Tungkai atas kemudian difleksikan dengan sudut 30 derajat dari pinggul. Tes Pivot-shiftTes Pivot-shift Dirancang untuk menentukan ketidakstabilan putaran anterolateral. maka tibia sebelah lateral tanpa ada kemajuan . Untuk memulainya. akan disubluksasikan dalam posisi ini. Daya digunakan ke dalam arah posterior pada proksimal tibia tanpa ada perubahan.c. ini berakibat menghasilkan palpable shift atau “clunk”.Bila terdapat Drawer posterior positif maka dapat diindikasikan terjadi kerusakan pada cruciate posterior. Lutut difleksikan pada sudut 20 – 40 derajat tibia sebelah lateral tetap akan berkurang dengan sendirinya. salah satu tangan pemeriksa ditekan pada bagian kepala dari tulang fibula. Test Ligamen Cruciate Sebelah Posterior Tes pada ketidakstabilan ligamen cruciate sebelah posterior dapat dikerjakan dengan beberapa cara diantaranya termasuk tes Drawer Posterior. 22 . Jika ligament cruciate bagian anterior robek. tungkai bawah diputar secara internal dan lutut diekstensikan secara penuh.) Tes Drawer Posterior Tes ini dibentuk dengan lutut difleksikan pada sudut 90 derajat dan kaki dalam keadaannetral. Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut di bawah ini : a. Cara pemeriksaannya adalah penderita berbaring telentang. tes recurvatum rotasi eksternal. tangan yang satunya memegang pergelangan kaki penderita tersebut. dan test “Sag” Posterior. Tes Pivotshift paling sering digunakan dalam kondisi kronis dan merupakan tes sensitif pada saatligamen cruciate bagian depan telah robek. 3.

Longgarnya posterior dan rotasi eksternal dari tibia mengindikasikan kerusakan pada ligamen cruciate posterior dan ketidakstabilan posteropateral 23 . Tes Drawer Posterior b.Gambar 13.) Tes Recurvatum Rotasi Eksternal Penderita tidur telentang di meja pelatihan kemudian pemeriksa memegang jari-jari kaki dan angkat tungkai dari meja.

kedua lutut di fleksikan pada sudut 90derajat. Terdapat tiga macam tes yang paling umum digunakan yaitu Tes McMurray. Tes Sag Posterior c.Gambar 14. Amati sisi lateral pada sebelah samping cedera. 4.) Tes “Sag” Posterior Posisi penderita telentang di atas meja pelatihan. tibia akan terlihats longgar pada sisi posterior ketika dibandingkan terhadap ekstrmitas jika cruciate sebelah posterior mengalami kerusakan. Tes Kompresi Apley dan Tes Distraksi Apley. untuk menentukan meniscus yang robek para pemeriksa sering mengalamikesulitan. Tes-tes Meniscus Pada umumnya. Tes Recurvatum Rotasi Eksternal Gambar 15. 24 .

Pada saat hal initerjadi atau dilakukan. Pemeriksa meletakkan salah satutangan pada kaki (telapak kaki) dengan tangan yang satunya diatas ujung lutut. Meniscus sebelah medial yang robek dapat dideteksi pada saat tungkai bawah diputar secara eksternalsedangkan rotasi internal memberikan deteksi dari lateral yang robek. Cara kerjanya adalah penderita diletakkan menghadap ke atas di atasmeja. dengan tungkai yang cedera difleksikan secara penuh. Tes McMurray 25 . jari-jarimenyentuh garis sendi sebelah medial.) Tes Meniscal McMurray Tes McMurray digunakan untuk menentukan kehadiran badan atau tubuh yang lepas ataulonggar pada lutut. Gambar 16. Pergelangan tangan melakukan gerakan sepertimenuliskan lingkaran kecil dan menarik tungkai ke dalam posisi ekstensi. tangan pada lutut merasa ada respon bunyi “klik”.a.

cedera pada otot dan tendo. bila kerukan lebih berat potongan sobekan dari cartilago dapat bergerak di antara permukaan persendian tibia dan femur. Kerusakan pada ligamentum collaterale terjadi sebagai akibat dari pukulan pada lutut pada sisi yang berlawanan. tulang.Bila lutut digerakkan ke anterior dengan berlebihan ataupun bila lutut hiperekstensi. Pada meniscus medialis.Ligamentum collaterale laterale ( fibulare ) lebih kuat mengikat sendi daripada ligamentum collaterale medial ( fibula). Tindakan bedah pada ligamentum cruciatum melalui transplantasi ataupun artificial ligamentum digunakan untuk memperbaiki kerusakan.2. Struktur jaringan di dalam tubuh yang sering terlibat dalam cedera olahraga adalah :otot. adalah jarang terjadi bila di bandingkan dengan pukulan pada sisi lateral lutut. tendo. ligamen. yang juga melekat pada meniscus medialis juga ikut rusak.4 Secara umum macam-macam cedera yang mungkin terjadi adalah: cedera memar.8 Jenis Cedera olahraga pada sendi Lutut dan Penangananya 3.yang mana dapat menimbulkan kerusakan pada ligamentum collaterale fibulare . Dan bila lutut digerakkan ke posterior dengan berlebihan maka ligamentum cruciatum posterior dapat robek. Hal ini menyebabkan lutut menjadi terkunci pada posisi sedikit fleksi. yaitu: 26 . pada cedera yang berat ligamentum cruciatum anterior. Pukulan yang berat pada sisi medial dari lutut .Cedera pada ligament (sprain) dibagi menjadi beberapa tingkatan. persendian termasuk tulang rawan. perdarahan pada kulit. dan fasia Cedera Lutut Trauma pada lutut lebih sering terjadi pada sisi medial dibandingkan pada sisi lateral. cedera ligamentum.Meniscus medialis melekat kuat pada ligamentum collaterale tibialis dan frekuensi kerusakan 20 kali lebih sering terjadi di bandingkan dengan meniscus lateralis. Meniscus yang robek dapat menimbulkan bunyi “click“ selama ekstensi dari kaki.ligamentum cruciatum anterior dapat robek sehingga menyebabkan sendi lutut menjadi tidak stabil.

27 . (b) Sprain/strain tingkat dua Pada keadaan ini penanganan yang dilakukan adalah berdasarkan prinsip RICE (Rest. (c) Sprain/strain tingkat tiga Pada keadaan ini. penderita diberi pertolongan pertama dengan metode RICE dan segera diikirim kerumah sakit untuk dijahit dan menyambung kembali robekan ligamen. Tindakan istirahat yang dilakukan sebaiknya dalam bentuk fiksasi dan imobilisasi (suatu tindakan yang diberikan agar bagian yang cedera tidak dapat digerakan) dengan cara balut tekan. otot maupun tendo.Sprain tingkat I. spalk maupun gibs. Pada fase lanjut terapi dingin digantikan dengan terapi panas.Ice. Tindakan imobilisasi dilakukan selama 3-6 minggu. tetapi lebih setengah dari serabut ligamen masih utuh 3. Penanganan Strain dan Sprain Bahr (2003) menyatakan beberapa hal dapat mengatasi strain dan sprain yaitu : (a) Sprain/strain tingkat satu Pada keadaan ini. Sprain tingkat III.Pada cedera ini terdapat sedikit hematoma dalam ligamen dan hanya beberapa serabut yang putus. Pada fase akhir dapat dilakukan terapi latihan untuk memaksimalkan proses penyembuhan. bagian yang mengalami cedera cukup diistirahatkan untuk member kesempatan regenerasi.1.Sprain tingkat II.Pada cedera ini lebih banyak serabut otot dari ligamen yang putus. Compession and Elevation).Pada cedera ini seluruh ligamen putus sehingga kedua ujungnya terpisah. 2. Terapi dingin yang dilakukan dilakukan pada fase awal cedera. Pada keadaan subkronis dimana tanda tanda peradangan sudah menurun dilakukan terapi manual berupa massage.

3% dari seluruh dislokasi sendi. nyeri dan hemostasis. 28 . Dislokasi biasanya terjadi apabila penderita mendapat trauma dari depan dengan lutut dalam keadaan fleksi. posterior.Adanya trauma pada daerah lutut disertai pembengkakan.b. Tindakan reposisi dan manipulasi dengan pembiusan harus dilakukan sesegera mungkin dan dilakukan aspirasi hemartrosis dan setelahnya dipasang bidai gips posisi 10-150. Dislokasi Sendi Dislokasi sendi lutut sangat jarang ditemukan dan hanya 2. serta deformitas. medial atau rotasi. c. Apabila setelah reposisi ternyata lutut tidak stabil dalam posisi varus dan valgus. Disebelah proksimal melekat otot kuadriseps. Fraktur Patella Patela merupakan tulang sesamoid yang paling besar pada tubuh dan mempunyai fungsi mekanis dalam eksistensi anggota gerak bawah. Pemeriksaan dengan radiologis dengan foto rontgen. diagnosis dapat ditegakkan.Dengan tanpa mempertimbangkan jenis dislokasi sendi yang terjadi. Selama satu minggu dan setelah pembengkakan menurun dipasang gips sirkuler di atas lutut selama 78 minggu.Dislokasi anterior lebih sering ditemukan dimana tibia bergerak ke depan terhadap femur. maka harus dilakukan operasi untuk perbaikan ligament.Dislokasi sendi lutut merupakan suatu keadaan yang serius karena dapat menyebabkan kerusakan yang hebat pada pembuluh darah dan saraf serta ligament. trauma ini merupakan suatu trauma hebat yang selalu menimbulkan kerusakan pada kapsul. ligament yang besar dan sendi. Trauma juga dapat menyebabkan dislokasi yang terjadi disertai dengan kerusakan pada nervus proneus dan ateri poplitea. lateral. Dislokasi dapat bersifat anterior. Pada dislokasi yang lama tidak mungkin dilakukan reduksi sehigga perlu dipertimbangkan cara-cara operasi yang sesuai.

Dan pada fraktur komunitif terutama pada orang tua dimana rekonstruksi kembali patella tidak mungkin dilakukan.Mekanisme trauma Fraktur patella dapat terjadi dalam dua cara : 1. Fraktur kutub bawah dengan fragmen kecil yang komunitif dilakukan eksisi dan rekonstruksi kembali ligament patella. baik penguatan kuadriseps maupun gerakan padasendi lutut. misalnya menekuk secara keras dan tiba-tiba 2.Pengobatan pada fraktur patella bergantung pada jenis frakturnya. Kontraksi yang hebat otot kuadriseps. bila ada hamartrosis yang besar. sebaiknya patella dieksisi. sedangkan fraktur komunitif terjadi oleh trauma langsung pada patella. dilakukan aspirasi secara steril dan dipasang gips slinder selama 4-6 minggu. nyeri dan hemartrosis. Pada fraktur yang tidak bergeser. Adanya trauma pada daerah lutut disertai pembengkakan. Pada pemeriksaan didapatkan adanya cekungan dan penderita tidak dapat melakukan ekstensi anggota gerak bawah. Fisioterapi dilakukan selama gips terpasang. Fisioterapi dapat segera dilakukan setelah operasi. Mungkin dapat diraba adanya ruang fragmen patella. Klasifikasi Fraktur Patella : Tipe I : fraktur tanpa adanya pergeseran dan bersifat trasversal (fraktur crack ) Tipe II : fraktur transversal dengan pergeseran Tipe III : fraktur transversal pada kutub atas/bawah Tipe IV : fraktur komunitif Tipe V : fraktur vertical Fraktur transversal biasanya terjadi oleh kontraksi yang hebat.Fraktur transversal biasanya disertai dengan robekan dari ekspansi ekstensor.pada fraktur yang bergeser . Jatuh dan mengenai langsung tulang patella. 29 . dimana terjadi fraktur transversal diperlukan operasi dan rekontruksi kembali ekspansi ekstensor seta tulang patella dengan menggunakan tension band-wiring . Dengan foto rontgen dapat ditemukan fraktur dan jenis fraktur patela.

yaitu: • • • • Medial Collateral ligament: menghubungkan femur dengan tibia pada sisi lututsebelah dalam Lateral Collateral Ligament: menghubungkan femur ke fibula sepanjang sisi luar lutut Anterior Cruciate Ligament: menghubungkan femur ke tibia pada tengah sendi lutut.d. 4 ligamen pada lutut. Pada perkembangannya pasien akan merasakan bahwa lututnya tidak stabil. gampang goyang dan sering timbul nyeri 30 . seperti : sepak bola. pasien dapat berjalan seperti biasa. Ligamen adalah jaringan yang kuat menghubungkan antara tulang ke tulang atau kartilago ke tulang . Kadang-kadang setelah beberapa saat pasien dapat berjalan kembali tetapi pincang. tenis. Cedera ACL sering terjadi pada olahraga high impact. bola basket dan olahraga bela diri. Dengan cedera ACL pasien akan sulit sekali untuk dapat melakukan aktifitas olahraga high impact. Tanda ACL Injury: Saat cedera biasanya pasien mendengar suara seperti ada yang patah dalam sendi dan pasien tiba-tiba merasa kehilangan tenaga dan langsung jatuh. Keadaan ini bukan berarti ACL sudah sembuh. tibia dan fibula dan menjaga tungkai dalam kondisi stabil dan segaris. Posterior Cruciate Ligament: menghubungkan femur ke tibia pada sebelah belakang sendi lutut.terdapat 4 ligamen yang menghubungkan antara femur.4 Sendi yang menjaga kestabilan sendi . Cedera ACL ligament memerlukan tindakan operasi Arthoscopy agar pasien dapat pilih seperti semula. badminton. 1. Sering setelah cedera 1-2hari . sendi lutut sulit digerakan karena nyeri dan diikuti bengkak. futsal.utut. Cedera pada Anterior Cruciate Ligament (ACL) 2.

dapat melakukan aktifitas stlh 1 mgg II. setelah istirahat 3 mgg dptmelakukan aktifitas spt semula III. Cedera pada Posterior Cruciate Ligament (PCL) 7 • • • • • • Menjaga tibia bila bergeser ke belakang Bila terjadi cedera pada PCL akan terjadi instabilitas lutut Cedera berasal dari depan tibia. gejala biasanya minimal. instabilitas. Komplit : nyeri dan bengkak. posterior drawer test (+) Terapi : repair bila terjadi avulsi Treatment untuk nyeri dan pembengkakan dengan Rest.2.instabilitas. gangguan gerak. bengkak. biasanya saat lutut fleksi (atlit) Gejala : nyeri. nyeri. Inkomplit : nyeri tekan pada sisi medial. perlu knee brace. Cedera pada Medial Collateral Ligament (MCL)5 • • Cedera yang terjadi dari sisi lateral dari lutut terjadi “opening-up”pada sisi medial lutut Terdapat 3 gradasi MCL I. perlu wkt 6 minggu untuk dapat melakukan aktifitas semula Pemeriksaan MCL -Fleksikan lutut 30o -Letakkan tangan kiri pada sisi lateral lutut-Letakkan tangan kanan pada ankle atau betis-Tekan sendi lutut kearah medial dengan tangan kiri pemeriksa -Bila MCL komplit maka sendi akan “opening-up” pada sisi medial 31 .bengkak lebih nyata. Ice.ligament masih utuh. Inkomplit: lutut terasa tidak stabil. lutut tdk dptfleksi. Compression/ Tapping dan Elevation Bila terjadi avulsi surgery 3.

nyeri ringan pada sisi lateral sendi. instabilitas Pemeriksaan LCL • • • • • Fleksikan lutut 300 Letakkan tangan kiri pada sisi medial lutut Letakkan tangan kanan pada ankle atau betis Tekan sendi lutut kearah lateral dengan tangan kiri pemeriksa Bila LCL komplit maka sendi akan ”opening-up”pada sisi lateral e. Cedera pada Lateral Collateral Ligament(LCL)4 • Sering terjadi akibat cedera dari aspek medial Terdapat 3 gradasi LCL Grade 1.nyeri tekan dan joint laxity (+) Grade 3.Lutut berasa seperti mengunci Rehabilitasi non-operatif  Pembedahan dengan cara membersihkan atau menghilangkan meniskus yang robek  Pembedahan dengan cara menjahit meniskus yang robek 32 . sepak bola atau bulu tangkis.tidak ada pembengkakan. pembengkakan.Terdapat Pembengkakan  . joint laxity (-) Grade 2. nyeri. Mekanisme cedera meniskus adalah akibat gerakan berputar dari sendi lutut dan juga akibat gerakan squat atau fleksi sendi lutut yang berlebihan Gejala dan diagnosis cedera meniskus :  .4. Nyeri pd sisi lateral. Meniskus injury (cedera bantalan lutut) Cedera meniskus merupakan cedera yang sering terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan berputar dan squat seperti pada bolabasket.Nyeri di sepanjang garis sendi  . nyeri saat fleksi 30. Total ruptur ligament.

Sedangkan untuk ketidakstabilan ligamen cruciate sebelah posterior Dapat dikerjakan dengan tes Drawer posterior. tes kompresi apley dan tes distraksiapley. Untuk menentukan integritas dari ligamen cruciate dapat dilakukan dengan menggunakan tes Drawer pada fleksi 90 derajat. Lutut yang cedera dan lutut yang tidak cedera dites dan dikontraskan atau dibedakan untuk menentukan suatu perbedaan dalam tingkat stabilitasnya. yang biasa terkena ialah tulang.Tes untuk menentukan kelemahan kompleks kestabilan lateral dan medial. tes Drawer Lachman. tes Jerk. lutut yang terluka diperiksa stabilitasnya secepat mungkin setelah cedera dan dilakukan hanya oleh tenaga yang sudah terlatih dan profesional secara baik. fungsi dari sendi lutut ini adalah untuk mengatur pergerakan dari kaki. otot. dan tes“Sag” Posterior. 33 . tes recurvatum rotasi eksternal. khususnya serabut ligamen colateral yaitu dengan tes tekanan valgus dan varus. Adapun untuk menentukan meniscus yang robek dapat menggunakan tes McMurray. Luka akut dan kronis pada lutut dapat mengakibatkan ketidakstabilan sendi. dan tes Drawer fleksi-rotasi.BAB III KESIMPULAN Cedera Olahraga” adalah segala macam cedera yang timbul baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga ataupun setelah berolahraga (pertandingan ) . Sendi lutut merupakan bagian dari ekstremitas inferior yang menghubungkan tungkai atas (femur) atau tungkai bawah (tibia dan fibula) . tes pivot-shift. tendo serta ligamentum.

Medial ligamen kolateral (MCL atau tibialis ligament kolateral) http://en. Anatomi Sendi Lutut . Hal 441-448 7. Fakultas Kedokteran. Wiley Blackwell. 2.Current Diagnosis & Treatment in Orthopedics. Chairuddin. 3.Rasjad.scribd. Lumongga Fitriani.2003 edisi ke II. 34 .com/doc/137199908/FINAL-CEDERA-LUTUT-docx 5. Jakarta. Edisi ke 3.DAFTAR PUSTAKA 1. Sport Injuries. 2006. Skinner. Bab 14 TraumaPenerbit Yasif Watampone. Chapter 4. pengantar ilmu Bedah Ortopedi. Fourth Edition.wikipedia. Sports Medicine .Prof .org/wiki/Medial_collateral_ligament diunduh: 15 juni 2013 6. Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi. Universitas Sumatera utara.Digitized by USU digital library:2004 4.Bintang Lamumpatue Makassar. Surakarta soeharso. 2007. Edisi 2 agustus 2012. http://www. Rasjad Chairuddin Prof. Media ortopedi. Lippincott Williams & WilkinsHarry B.