Anda di halaman 1dari 4

Teknik Sambung Pucuk (grafting) pada tanaman alpukat

Pada umumnya Pengembangan tanaman yang dilakukan oleh petani secara generatif (dari biji), sehingga menyebabkan fase vegetatif tanaman lebih panjang (sekitar 7-10 tahun lebih) baru memasuki masa produksi. Hal tersebut merupakan salah satu kendala dalam produktivitas dan mutu tanaman yang dihasilkan. Namun dengan kemajuan teknologi, kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan cara sambung pucuk. Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara perbanyakan secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian vegetatif (cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain. Kegiatan sambung pucuk kerap digunakan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh sedangkan batang atas merupakan bagian yang memilki karakter produksi yang diinginkan.Batang bawah biasanya dipakai dari tanaman yang tumbuh dari biji sehingga perakarannya lebih kuat. Akan tetapi, batang bawah yang berasal dari biji memiliki karakter yang berbeda (segregasi). Teknologi perbanyakan mengusahakan batang bawah juga diperoleh seragam dari hasil stek. Perpaduan dari bagian tanaman yang disatukan akan berkembang membentuk tanaman jenis baru, dengan kelebihan yang dimilikinya antara lain : keunggulan dari segi perakaran, masa berbuah lebih cepat, ukuran tanaman yang lebih pendek,memiliki sifat genetis yang berasal dari induknya misalnya ukuran buah, daging yang tebal dan rasa manis sertaterhadap penyakit. Bahan yang dibutuhkan dalam proses penyambungan ini adalah bagian tanaman yang akan di sambung atau disebut batang atas (entres)bisa tunas pucuk atau tunas samping.bagian bawah yang menerima sambungan di sebut Batang Bawah(understock).cara mendapatkan batang bawang dengan penyemaian biji

tingkat keberhasilan sambungan mencapai 90%. yang sedang dorman sepanjang 10-15 cm dari. Langkah – langkah penyambungan: 1.5 cm. . Sungkup plastik dibuka apabila mata tunas pada entris telah pecah. Potong pucuknya pada bagian yang berwarna kecoklatan dan biarkan helaian daun sebelah bawah tetap berada pada batang bawah. tali plastik.kemudian batang bawah di belah sekitar 2-2. kemudian potong daunnya. Sayat bagian pangkal entris pada kedua belah sisinya sepanjang 2 – 3 cm membentuk baji dan sisipkan bagian baji dari entris kedalam celah batang bawah + ikat dg tali plastik. Entris berasal dari pohon induk yang sehat. Memilih batang bawah yang diameternya kurang lebih sama dengan batang atas.potong batang bawah kurang lebih 20 – 25 cm dari permukaan tanah atau sekitar 3 cm dari bagian hipokotil. sungkup dengan kantong plastik transparan agar tetap lembab dan tempatkan di bawah naungan.tanaman lokal yg memilki perakaran yg baik dan tahan terhadap serangan busuk akar. pisau stek/cutter. Batang bawah siap untuk disambung bila diameter telah berukuran 0. Alat-alat yang dibutuhkan gunting stek. lebih kurang umur 1 bulan. Kemudian tepat ditengah bekas potongan dibelah dengan pisau tajam sedalam 2-3 cm.6 cm atau lebih. Teknik sambung celah dengan entres yang mempunyai 1 – 3 mata tunas.

kemudian sayat kedua sisi pangkal cabang sepanjang2. 3.2. Selanjutnya batang atas di masukkan kedalam belahan batang bawah . sehingga bentuk seperti mata kampak. Batang atas yg sudah disiapkan buang daunnya.5 cm.2.

Tujuan penyungkupan adalah untuk menjaga kelembapan agar tetap tinggidan mengurangi penguapan di sekitar sambungan.Tempatkan tanaman tang sudah tersambung di tempah yang teduh atau di beri naungan agar terhindar dari panas matahari langsung. Teknologi bisa anda coba dan diterapkan pada tanama buah yang berbatang keras seperti mangga. alpukat dll. durian. Proses selanjutnya tinggal perawatan bibit sampai siap di tanam di kebun. 5. Pengikatan atau pembalutan menggunakan sealtip(isolasi paralon) atau bisa juga menggunakan tali yang terbuat dari plastik es.4. 6.sekitar 3-6 bulan kemudian. .