Anda di halaman 1dari 12

ANALISA BERDASARKAN HAMBURAN CAHAYA

HAMBURAN CAHAYA (scattering): Peristiwa antaraksi antara cahaya dengan materi (zat), dimana setelah terjadi antaraksi cahaya tersebut ditransmisikan ke segala arah yang sudutnya bermacam-macam terhadap arah semula.

Jenis Hamburan Cahaya
Mekanisme terjadinya hamburan itu tergantung dari  panjang gelombang sinar  Ukuran partikel  Bentuk partikel

seperti ukuran partikel suspensi koloid .Ada 3 macam peristiwa hamburan sinar:  Hamburan Rayleigh  Hamburan Tyndall  Hamburan Raman Hamburan Rayleigh: Hamburan sinar oleh molekul-molekul atau gabungan molekul-molekul. Hamburan Tyndall: Peristiwa hamburan sinar oleh partikelpartikel zat yang ukurannya lebih besar dari pada ukuran molekul. yang ukuran diameternya jauh lebih kecil daripada nilai panjang gelombang sinar yang dihamburkan.

bila dibandingkan dengan peristiwa hamburan yang lain. tidak terjadi perubahan frekuensi sinar (frekuensi sinar hamburan sama dengan frekuensi sinar semula) Hamburan Raman: Sinar hamburannya mengalami perubahan frekuensi.Baik pada hamburan Rayleigh maupun pada hamburan Tyndall. .

bila dibiarkan melalui medium transparan (tembus sinar) yang mengandung partikel zat padat atau partikel cairan (suspensi koloid dan emulsi)  Bila ukuran partikel besar. . dgn frekuensi atau panjang gelombangnya sinar hamburan sama dgn frekuensi atau panjang gelombang sinar semula  Sebagai akibat terjadinya peristiwa campuran tersebut nampak keruh hamburan. maka terjadi hamburan Tyndall.ANALISA KUANTITATIF DENGAN CARA TURBIDIMETRI DAN NEFELOMETRI  Sinar akan dihamburkan ke segala arah.

 Jika variabel-variabel lain konstan. maka besarnya pengurangan intensitas dapat dihubungkan dengan besarnya konsentrasi (berat) partikel zat yang melakukan hamburan sinar (analisa kuantitatif) . Berkas sinar semula mengalami pengurangan intensitas bila diukur sepanjang garis arah menjalarnya semula.

.TURBIDIMETRI Prinsip dasar: Pengukuran intensitas sinar yang ditransmisikan (P) setelah sinar tersebut melalui larutan yang mengandung partikel tersuspensi dari zat yang dianalisa.

 Intensitas (P) dari sinar yang diteruskan lebih kecil daripada intensitas sinar semula (Po)  Berkurangnya intensitas sinar semula disebabkan oleh hamburan sinar oleh partikel Penerapan konsentrasi secara turbidimetri  Sinar yang digunakan: sinar nampak  Intensitas yang terukur: intensitas yang ditransmisikan atau yang diteruskan (bukan yang dihamburkan) .

Berkurangnya intensitas berkas sinar sejajar oleh peristiwa hamburan. dapat dinyatakan dengan: P = Po e- b Po = Intensitas sinar semula (sebelum masuk ke dalam suspensi keruh) P = Intensitas sinar yang ditransmisikan (setelah melalui suspensi keruh) b = panjang jalan sinar  = koefisien kekeruhan ( berbanding lurus dengan konsentrasi) .

Dalam turbidimetri berlaku juga hukum Lambert-beer. dimana: S = log Po/P = a b C Dimana S adalah turbiditas Penentuan Konsentrasi: • • Dibuat kurva kalibrasi (grafik log Po/P terhadap C) untuk larutan-larutan standar Kurva kalibrasi tersebut digunakan untuk menentukan konsentrasi cuplikan . berdasarkan pengukuran log Po/P secara turbidimetri .

karena akan mengakibatkan terlalu banyak hamburan sinar yang mencapai detektor 2. 3. melainkan harus dengan NEFELOMETRI . 4.Syarat-syarat agar analisa turbidimetri dapat dilakukan: 1. Konsentrasi cuplikan tidak boleh terlalu tinggi. Ukuran partikel tidak boleh terlalu besar. Bila point 3 terjadi. Konsentrasi cuplikan juga tidak boleh terlalu rendah. karena akan mengakibatkan terlalu sedikit hamburan sinar dan intensitas sinar yang ditransmisikan akan hampir sama dengan intensitas sinar semula. karena akan mengakibatkan terjadi hamburan ke arah yang sama dengan arah sinar semula. maka analisa tidak dapat dilakukan dengan turbidimetri.

NEFELOMETRI Prinsip dasar: Pengukuran intensitas sinar hamburan yang memancar pada sudut 900 Susunan alat nefelometri: Detektor ditempatkan sesuai dengan arah 900 terhadap arah berkas semula .

berdasarkan pengukuran P secara nefelometri .ANALISA KUANTITATIF SECARA NEFELOMETRI P90 = k 90 Po C k 90 = tetapan empiris (berdasarkan percobaan) Penentuan Konsentrasi • Dibuat kurva kalibrasi. yaitu grafik antara P 90 terhadap C dengan menggunakan cuplikan-cuplikan standar • Kurva kalibrasi tersebut digunakan untuk menentukan konsentrasi cuplikan .