Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah Yang Maha Esa, dan hanya karena Rahmat-Nya penyusunan makalah ini akhirnya dapat diselesaikan juga. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan ilmu teknologi (iptek) menjadi sangat cepat. Perkembangan iptek yang begitu cepat ini telah menghadapkan bnagsa bangsa di dunia ini. Untuk itu kita harus mengantisipasinya melalui peningkatan kualitas pendidikan baik di sekolah (formal) maupun diluar sekolah (informal). Dengan persaingan ini kita harus saling bersaing untuk menjadi yang terdepan. Dengan adanya tygas ini, kita akan merasa bertanding untuk mendapat nilai terbaik. Makalh ini berisi amteri materi yang bertujuan agar kita lebih mudah menghadapi dan memahami konsep yang diajarkan.

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Kebakaran selalu menelan banyak kerugian baik moril, materil bahkan sering kali juga keselamatan manusia. Bila kebakaran tersebut menimpa fasilitas publik misalnya Pasar Besar di kota Malang, Pasar Tanah Abang di Jakarta, Gedung BI di Jakarta dan lain sebagainya maka yang menderita kerugian tentu masyarakat banyak. Di lihat dari segi rehabilitasi fasilitas maka kecelakaan akibat kebakaran memerlukan waktu yang relatif lama belum lagi kerugian yang mustahil direcoveri seperti arsip, barang antic, sertifikat dan lain sebagainya. Oleh karena itu mencegah terjadinya kebakaran merupakan pilihan utama dalam teknologi penanggulangan kebakaran. Dari sisi legal formal disebutkan dalam UU No. 1 Tahun 1970 Dengan perundangan ditetapkan persyaratan keselamatan kerja untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Kemudian diikuti dengan peraturan lain misalnya: Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.186/MEN/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja dan lain sebabagainya menyebutkan dalam Pasal ayat 1 Pengurus atau Perusahaan wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, menyelenggarakan latihan penganggulangan kebakaran di tempat kerja B. 1) 2) 3) 4) 5) C. 1) 2) 3) RUMUSAN MASALAH Apakah yang dimaksud dengan mencegah dan menanggulangi kebakaran? Apakah penyebab kebakaran itu? Bagaimanakah cara mencegah kebakaran karena listrik? Bagaimana cara melakukan tindakan pengamanan kebakaran akibat listrik? Bagaimanakah tips mencegah kebakaran karena listrik? TUJUAN Mengerti dan dapat menjelaskan bahaya kebakaran beserta pencegahan kebakaran. Memahami dan dapat menjelaskan dampak yang terjadi akibat kebakaran listrik. Untuk mengetahui dan menjelaskan cara mencegah kebakran yang terjadi karena listrik.

BAB II PEMBAHASAN
1) MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KEBAKARAN Apa yang dimaksud bahaya kebakaran dan penanggulanganya itu ? Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang tidak terkendali. Sedangkan penanggualangan kebakaran adalah segala upaya untuk mencegah timbulnya kebakaran dengan berbagai upaya pengendalian setiap perwujudan energy, pengadaan sarana proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan serta pembentukan organisasi tanggap darurat untuk memberantas kebakaran. Apa yang dimaksud dengan pencegahan kebakaran ? Pencegahan kebakaran adalah segala usaha yang dilakukan agar tidak terjadi penyalaan api yang tidak terkendali. Pencegahan kebakaran mengandung 2 pengertian, yaitu: 1. Penyalaan api belum ada dan usaha pencegahan ditujukan agar tidak terjadi penyalaan api. Contoh dari tindakan ini adalah dengan memisahkan bahan mudah terbakar pada ruang khusus ,membuat aturan pencegahan kebakaran, memasang rambu dilarang merokok, dan lain - lain. 2. Penyalaan api sudah ada dan usaha pencegahan ditujukan agar api tidak terkendali. Contoh dari tindakan ini adalah mengatur nyala api di dalam ruang tempa, ketel uap, dapur pemanas dll. Pencegahan kebakaran menurut kepmen No.186/Men/1999 adalah mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja yang meliputi : Pengendalian setiap bentuk energy. Penyediaan sarana deteksi, alarm, memadamkan kebakaran dan sarana evakuasi. Pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas. Pembentukan unit penanggulangan kebakaran secara berkala, Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat.

a. b. c. d. e.

Dari strategi pemadaman ,ada dua cara penting yang perlu diperhatikan yaitu: Teknik pemadam kebakaran adalah kemampuan mempergunakan alat dan perlengkapan pemadaman kebakaran dengan sebaik baiknya. Agar menguasai teknik kebakaran maka seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran , terlatih dan terampil mempergunakan berbagai alat serta perlengkapan kebakaran. Taktik pemadaman kebakaran adalah kemampuan manganalisis situasi sehingga dapat melakukan tindakan engan cepat dan tepattanpa menimbulkan kerugian yan lebih besar. Taktikini terkait dengan analisis terhadap unsure unsure pengaruh angin, warna asap kebakaran, material utama yang terbakar, lokasi, dll. Apakah penyebab kebakaran itu? Berbagai sebab kebakaran dapat diklasifikasikan sebagai kelalaian, kurang pengetahuan, peristiwa alam, penyalaan sendiri, dan kesengajaan. 2.1 Kelalaian Kelalaian merupakan penyebab terbanyak peristiwa kebakaran. Contoh dari kelalaian ini misalnya : lupa mematikan kompor ,mrokok ditempat yang tidak semestinya, menempatkan

bahan bakar tidak pada tempatnya , mengganti alat pengaman dengan spesifikasi yang tidak tepat dan lain sebagainya. 2.2 Kurang pengetahuan Kurang pengetahuan tentang pencegahan kebakaran merupakan salah satu penyebab kebakaran yang tidak boleh diabaikan. Contoh dari kekurang pengetahuan ini misalnya tidak mengerti akan jenis bahan bakar yang mudah menyala, tidak mengerti tanda tanda bahaya kebakaran, tidak mengerti proses terjadinya api dan sebagainya.

2.3 Peristiwa alam Peristiwa alam dapat menjadi penyebab kebakaran. Contoh : gunung meletus, gempa bumi, petir, panas matahari, dsb. 2.4 Penyalaan sendiri Api bisa terbentuk bila tiga unsure api yaitu bahan bakar, oksigen(biasanya dari udara) dan panas bertemu dan menyebabkan reaksi antai pembakaran. Contoh kebakaran di hutan, yang disebabkan oleh panas matahari yang mneimpa bahan bakar,kering di hutan. 2.5 Kesengajaan Kebakaran juga bias disebabkan oleh kesengajaan misalnya karena unsure sabotase , penghilangan jejak, mengahrap pengganti dari asuransi dsb.

2) PENYEBAB KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKI sejak dari tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dari total kasus kebakaran disebabkan oleh listrik. Hal ini karena perlengkapan listrik yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur yang benar dan standar yang ditetapkan oleh LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) PLN, rendahnya kualitas peralatan listrik dan kabel yang digunakan, serta intalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan. Sekarang ini masih banyak pabrik perlengkapan listrik yang kualitas produknya rendah kemudian mensuplainya ke pasar. Hal ini tentunya akan dikonsumsi oleh instalatir dan pemakai listrik yang mengutamakan keuntungan tanpa memikirkan akibat fatal yang akan ditimbulkannya. Karena tingkat keamanan perlengkapan listrik ditentukan oleh kualitasnya. Jadi bagi para produsen, instalatir dan konsumen harus menyadari benar akan fungsi perlengkapan listrik yang akan digunakannya. Dalam kaitan ini tentunya para produsen dan distributor harus melakukan kerja sama dengan para kontraktor/instalator sebagai aplikator di lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan tingkat kesalahan pemasangan. Berarti bagi para kontraktor dan instalatir perlu mengadakan training khusus sehingga mereka diakui kemampuannya dalam sertifikat yang diakui oleh pihak PLN dan AKLI (Asosiasi Konntraktor Listrik Indonesia). Dengan

demikian apa yang dikerjakan betul sesuai dengan peraturan sehingga dapat memberi jaminan keamanan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah masalah SDM, untuk itu AKLI bersama PLN senantiasa mengupayakan mendidik anggotanya supaya memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menjamin pekerjaan para anggotanya dilaporkan. Di mana AKLI bersama PLN selalu membina biro instalatir dengan berbagai macam kegiatan. Seperti training dan penyebaran informasi ketentuan dan standardisasi yang mutakhir. Dengan demikian instalasi yang dipasang akan terjamin kualitasnya dan keamanannya. Kemudian bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera memberi jaminan asuransi kecelekaan diri dan kebakaran yang disebabkan oleh listrik selama 5 tahun. Sementara itu dalam rangka melakukan pekerjaan perbaikan dan perluasan jaringan yang mana menggunakan waktu relatif lama, maka AKLI bersama PLN menggunakan dua sistim untuk meningkatkan pelayanannya, yaitu : a) Pertama sistim zero interuption yaitu merupakan metode pekerjaan yang mampu meminimalkan waktu pemadaman selama pekerjaan itu sehingga konsumen tidak banyak dirugikan. b) Kedua sistim zero defect yaitu merupakan langkah untuk meminimalkan kegagalan dalam pekerjaan itu sehingga akibat terburuk dari kesalahan instalasi ditekan seminimal mungkin. Sekarang ini masyarakat yang akan membangun gedung harus memiliki sertifikat jaminan instalasi listrik berasuransi yang dikeluarkan bersama IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Dalam sertifikat itu tertera pemilik instalasi listrik, instalasi yang mengerjakan, gambar instalasi awal dan rincian kondisi instalasi. Sehingga jika terjadi masalah kelistrikan pada gedung itu maka sangat mudah melacaknya. Kemudian sangsi yang akan diberikan bagi anggota AKLI yang terbukti bersalah adalah pencabutan izin kerja. Tapi di sisi lain AKLI juga memberikan perlindungan bagi pengguna listrik yaitu berupa peninjauan ulang instalasi gedung yang sudah lima tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil kebakaran karena hubung singkat arus.

Macam- macam penyebab kebakaran, yaitu : a) Human Error Tapi kalau melihat lokasi kebakaran yang sebagian besar terjadi pada perumahan dan tempat berusaha. Berarti kebakaran itu bisa disebabkan oleh karena faktor human error. Hal ini karena awamnya masyarakat terhadap listrik sehingga sering kali bertindak sembrono atau teledor dalam menggunakan listrik atau tidak mengikuti prosedur dan metode penggunaan listrik secara benar menurut aturan PLN, sehingga terjadilah kebakaran itu yang tidak sedikit kerugiannya. Sedangkan salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menekan terjadinya kebakaran adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna listrik untuk keperluan sehari-hari. Seperti dalam membagi-bagi arus dengan menggunakan stop kontak bukannya dilakukan dengan semaunya tapi harus dilakukan sesuai peraturan supaya tidak menimbulkan kebakaran. Artinya jika jumlah steker yang dipasang pada suatu stop kontak melebihi batas maka akan menyebabkan kabel pada stop kontak itu menjadi panas. Jika panas itu terjadi dalam waktu yang relatif lama maka hal ini akan menyebabkan melelehnya terminal utama dan akhirnya secara pelan-pelan terjadilah hubung singkat. Kemudian dari panas itu munculah api yang akan merambat di sepanjang kabel dan jika isolator tidak mampu menahan panas maka akan terjadilah kebakaran. Untuk itu gunakanlah stop kontak sebagaimana mestinya. Dalam hal ini ada dua stop kontak; pertama stop kontak 200 Watt

hanya digunakan untuk peralatan di bawah 500 - 1000 VA; ke dua jenis stop kontak tenaga yang digunakan untuk peralatan diatas 1000 VA.

b) Hubungan Singkat Korseleting listrik (hubung singkat) terjadi karena adanya hubungan kawat positif dan kawat negatif yang beraliran listrik. Hal ini karena isolasi kabel rusak yang disebabkan gigitan binatang, sudah tua, mutu kabel jelek dan penampang kabel terlalu kecil yang tidak sesuai dengan beban listrik yang mengalirinya. Kemudian di sekitar terjadinya percikan api isolasi kabel sudah mencapai titik bakar. Suhu isolasi kabel dapat mencapai titik bakar karena arus listrik yang lewat kabel jauh lebih besar dari kemampuan kabelnya. Misalnya kabel untuk ukuran 12 ampere dialiri arus listrik 16 ampere, karena kabel tersebut dipakai untuk menyambung banyak peralatan listrik akibatnya isolasi kabel menjadi panas. Jika pada suhu isolasi yang sedang tinggi itu terjadi percikan api maka kemungkinan besar bahan isolasi akan terbakar. Percikan api terjadinya hanya satu kali karena sikring langsung bekerja memutuskan aliran, namun itu cukup untuk menyebabkan kebakaran dan kebakaran yang diakibatkan oleh percikan api akan tetap berlangsung karena karet isolasi yang sudah mencapai suhu bakar akan terbakat terus secara merembet. Untuk bahan isolasi tertentu lelehan kabel terbakar yang jatuh tidak akan segera padam, tetapi masih menyala dengan waktu yang cukup untuk membakar, inilah salah satu kemungkinan penyebab kebakaran. Atau jika hubung singkat itu terjadi terlalu lama berati panasnya akan tinggi, kemudian dengan adanya udara yang mengandung oksigen dan ditambah lagi dengan adanya benda kering yang mudah terbakar maka menyebabkan timbulnya api. Api yang tidak bisa dikendalikan disebut kebakaran. Hubung singkat yang terjadi ternyata bisa juga menyebabkan listrik yang mengalir semakin besar. Kemudian karena ada sekering yang ditempatkan pada papan hubung bagi (PHB), di mana sekering itu berfungsi sebagai pemutus/pembatas arus maka kelebihan arus akan menyebabkan listrik padam sehingga keadaan menjadi aman. Dengan demikian hubung singkat bisa diamankan oleh sekering. Tapi jika sekering itu dililitkan kawat untuk mencegah agar tidak cepat putus berarti besarnya arus yang bisa memutus sekering menjadi besar akibatnya hubung singkat akan berlangsung lama hingga menimbulkan percikan api yang akan membakar isolasi akhirnya menimbulkan kebakaran. Sementara pembatas/pemutus arus itu terjadi pada saat daya listrik melebihi daya tersambung pada alat pengukur dan pembatas (APP). APP itu sendiri merupakan batas tanggung jawab antara PLN dan pelanggan. Di mana sebelum masuk ke konsumen listrik itu melalui jaringan tegangan rendah (JTR), saluran masuk pelanggan (SMP) dan APP. Hal inilah yang merupakan tanggung jawab PLN, sedangkan setelah APP merupakan tanggung jawab pelanggan. Dengan demikian kalau terjadi kebakaran akan diketahuilah siapa yang bertanggung jawab. Selain dari itu ada juga kebakaran karena listrik yang disebabkan karena telah terjadi kontak yang tidak sempurna yaitu kadang-kadang tersambung kadang-kadang tidak sehingga menimbulkan percikan api. Contohnya dapat dilihat pada saklar lampu pada malam hari sehingga ruangan menjadi gelap dan menimbulkan percikan api karena kontaknya sudah rusak akibatnya kotak kontak hangus terbakar. Jika kontak yang tidak sempurna dilewati oleh arus, maka lambat laun panas akan naik. Kemudian panas yang terjadi akan merambat memanaskan material sekitar termasuk bahan isolasi. Jika bahan menjadi mudah terbakar karena suhunya tinggi maka percikan api akan sangat mudah menyebabkan kebakaran.

Kemungkinan lain penyebab kebakaran adalah keran putus tidak sempurna, sehingga aliran listrik kadang-kadang tersambung kadang-kadang tidak. Tapi hal ini sukar dideteksi karena secara pisik isolasi kabelnya masih terlihat utuh. Tapi sebenarnya di dalam isolasi ada kawat yang sudah putus tidak sempurna. c) Kabel Sistim kabel konvesional di mana kabel tertanam dalam infrastruktur memang sulit untuk mengikuti perubahan karena infrastrukturnya yang tidak mudah dirobah. Sementara itu dewasa ini penggunaan peralatan elektronis dan elektris diperkantoran semakin banyak berarti penggunaan kabelnya semakin banyak pula, seperti untuk komunikasi suara, data dan untuk catu daya. Dengan demikian kabel-kabel itu berseliweran karena tata kabel belum diatur dengan baik. Hal ini jika salah satu kabel mengeluarkan api maka kabel yang lain mudah terbakar akibatnya akan fatal. Api yang keluar dari kabel itu berasal dari panas yang terlalu lama terjadi yang berasal dari kerugian I R dalam penghantar, rugi dalam sarung dan rugi dalam penghantar. Sementara itu rugi dielektris hanya terjadi pada kabel yang bertegangan di atas 132 kV. Pada kabel yang penghantarnya tidak bebas memuai jika suhunya naik akan timbul gerakan. Gerakan itu merupakan efek pemuaian penghantar yang akan menyebabkan memburuknya sambungan. Sementara itu penyebab utama kerusakan pada kabel adanya ketidakstabilan dielektris termal, ionisasi dan keealahan sarung. Di sisi lain rugi dielektris dalam kabel tergantung pada tegangan dan suhu kerja di mana pada tegangan tertentu rugi akan naik bersamaan dengan kenaikan suhu. Pada kondisi yang kurang baik proses tersebut berlanjut dan akan menyebabkan kerusakan, hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan termal. Sedangkan arus maksimum yang diizinkan mengalir pada penghantar kabel tentunya jangan sampai menimbulkan pemanasan yang menyebabkan lembeknya logam penghantar.Pelembekan logam penghantar merupakan fungsi waktu dan suhu. Upaya untuk menekan bahaya kebakaran yang ditimbulkan oleh hubung pendek arus bisa dilakukan melalui kabelnya. Artinya dalam menggunakan kabel kita harus mengetahui fungsinya yaitu untuk keamanan gedung dan keselamatan jiwa manusia. Berarti kita harus menomor satukan kualitas yang standarnya ditentukan oleh LMK-PLN dari pada harga kabel yang murah. Sedangkan menggunakan kabel yang tidak memenuhi standar biasanya hanya akan mengundang resiko kebakaran yang lebih besar. Untuk itu jangan menggunakan kabel dengan ukuran sembarangan untuk berbagai keperluan. Ada beberapa jenis ukuran kabel di mana untuk tenaga biasanya digunakan jenis kabel berukuran 4 mm dan untuk lampu 2,5 mm, sedang untuk penggunann lainnya harus disesuaikan dengan standar yang berlaku. Sementara itu kalau kita lihat dari segi prosentase biaya maka biaya yang dikeluarkan untuk kabel sekitar 3 - 5% dari nilai total seluruh bangunan. Dari angka itu terlihat bahwa kalau kita masih juga menentukan kabel yang murah dan di bawah standar berarti kita lebih mementingkan keuntungan tanpa memikirkan akibatnya yang justru menimbulkan kerugian yang lebih besar. Untuk itulah sebuah perusahaan dari Inggris yang bernama Marshall Tuflex memeperkenalkan manajemen kabel untuk mengatasi terjadinya kebakaran yang cocok dipakai dilingkungan perkantoran, karena faktor fleksibilitasnya yaitu: 1. berupa modul yang berbentuk profil dan merupakan bagian dari interior. Dengan demikian harus dibuat dari bahan yang tahan api dan disainya harus estetis sehingga memenuhi arsitektur. Kemudian bentuk sambungannya dibuat siku, percabangan dan asesoris lainnya juga didesain memenuhi estetika.

2. Adapun fleksibilitasnya terletak pada dapat dikonfigurasikan dengan aplikasi pemasangan sekering. 3. memungkinkan untuk penambahan outlet data, power dan telepon tanpa membongkar sistim keseluruhan. 4. pemasangannya mudah, cepat dan presisi. 5. memudahkan pemeliharaan, penggantian, penyambungan dan troubel pada kabel. 6. Tersedia untuk berbagai macam kebutuhan dan ukuran.

d) INSTALATIR Biro instalatir adalah suatu badan yang terdaftar dan mendapat izin kerja dari PT PLN untuk merencanakan dan mengerjakan pembangunan atau pemasangan peralatan ketenagalistrikan. Jadi semua pekerjaan instalasi ketenagalistrikan baik untuk penyediaan maupun untuk pemanfaatan tenaga listrik harus dilakukan oleh biro instalatir. Sementara itu ruang linkup kerja biro instalatir meliputi pemasangan instalasi tenaga, penerangan listrik, pemasangan jaringan, membangun gardu trafo, membangun gardu induk dan memasang mesin-mesin listrik untuk pembangkit. Untuk itulah biro itu dibagi menjadi empat kelas yaitu dari klas A s/d klas D. Biro ini disahkan melalui mekanisme ujian yang ketat dan bagi mereka yang lulus akan diberi surat pengesahan instalatir (SPI) dan diberi kerja setiap tahun dengan surat izin kerja (SIKA) berdasarkan evaluasi unjuk kerjanya. Kemudian unjuk kerja itu selalu dipantau dan dievaluasi dan jika ada yang melakukan pelanggaran bisa dihentikan izin kerjanya. Setelah instalasi selesai dipasang maka konsumen akan diberikan oleh biro instalatir yaitu gambar dokumentasi instalasi, hasil pengujian instalasi dan surat yang menyatakan bahwa instalasi telah dipasang dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku. Sedangkan tujuan biro ini adalah melindungi pemakai tenaga listrik, karena jika instalasi listrik dipasang secara sembarangan dengan kualitas material yang rendah maka hal ini tentunya bisa menimbulkan kebakaran. Adapun kebakaran itu disebabkan karena: a) Sistim instalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan. Untuk itu perlu dipilih instalatur yang resmi dan profesional berarti pekerjaannya harus sesuai dengan PUIL sehingga kesalahan teknis dalam pemasangan yang dapat berakibat patal bisa ditekan. Instalasi itu senantiasa menekankan penggunaan material dan perlengkapan listrik sesuai standar LMK PLN dan telah dilakukan pengujian secara ketat. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan sistim instalasi yang aman sesuai ketentuan. b) Pengubahan instalasi yang dilakukan sendiri tanpa sepengetahuan dari instalatur yang melakukan pekerjaan awal. Kemudian dikerjakan tidak sesuai prosedur. Untuk itu apabila masyarakat pengguna listrik akan melakukan perubahan instalasi pada bangunannya dianjurkan menghubungi instalatur resmi yang telah diakui kemampuannya. Selain dari itu hendaknya dalam pemasangan panel box hendaknya digunakan bahan yang kedap air dan anti tikus. Karena air dan tikus sangat mungkin menyebabkan terjadinya hubung singkat arus listrik. c) Ke tiga setelah 15 tahun digunakan umumnya instalasi harus diperbaharui hal ini karena kondisi kabel sudah mengalami perubahan dan berkurang kemampuannya. Sedang untuk mencapai waktu itu tentunya pengontrolan kondisi instalasi selama penggunaan harus dilakukan.

3) CARA MENCEGAH KEBAKARAN KARENA LISTRIK

1.

2.

3. 4. 5.

6. 7.

8.

9. 10.

Penyebab terjadinya kebakaran banyak disebabkan oleh korsleting listrik. Untuk itu ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mencegah bahaya kebaran yang disebabkan korsleting listrik. Di bawah ini kami informasikan tips mencegah bahaya kebakaran akibat korsleting listrik: Percayakan pemasangan instalasi rumah/bangunan anda pada instalatir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya murah. Tetapi memiliki sertifikat Sistim Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan atau, Jika sering putus jangan menyambungnya dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi rumah/bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali. pekerjaan pemeriksaan dan penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir anggota AKLI dan terdaftar di PLN. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek. Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan. Jadi sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti musibah kebakaran menimpa Anda, sebaiknya kita melakukan tindak pencegahan. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati!

3.1) INSTALASI LISTRIK


Seringkali kita mendengar atau melihat disekitar kita musibah kebakaran ataupun kesetrum yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi listrik yang tidak benar. Tidak sedikit orang yang mengabaikan akan pentingnya sistem instalasi listrik yang benar.Ingatlah bahwa dalam pemasangan instalasi listrik kita harus benar-benar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan, serta mengoptimalkan fungsi dari arus listrik tersebut. Dalam Proses Instalasi Listrik Kita Perlu Memperhatikan Beberapa Hal Berikut ini: Instalasi listrik di rumah dan di gedung, kita harus memperhatikan struktur dari bangunan rumah itu, pastikan juga bangunan sekitar anda mempunyai instalasi listrik yang baik sehingga tidak merugikan Anda. Karena instalasi listrik dari sekeliling rumah/gedung bisa bereffect kepada aliran listrik kita juga walaupun tidak langsung. Utamanya pastikan kualitas dan ukuran kabel yang digunakan, jangan gunakan kabel tipis pada jaringan besar, pastikan keseimbangan pemakaian listrik dalam suatu ruangan dengan kualitas kabel yang dipasang. Selain KEAMANAN Anda juga butuh kenyamanan dalam penggunaan energi listrik setiap harinya, oleh karena itu jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan alat listrik yang BERKUALITAS, karena

barang yang berkualitas tidak menipu, baik dari kekuatan material pembuatannya, juga sisi keamanan yang sudah diperhitungkan matang. Untuk harga pasti lebih tinggi sedikit, tetapi pastinya siapapun takkan mau menukar selisih harga tersebut dengan bahaya yang akan didapat. Gunakanlah produk alat listrik yang berkualitas dan telah terstandarisasi oleh pemerintah. Pastikan penempatan fungsi listrik yang ideal baik secara pencahayaan atau fungsi keluar masuk arus listrik. Instalasi listrik di industri / pabrik, memerlukan ketelitian dan perhitungan yang cermat dikarenakan banyak hubungan dengan mesin-mesin dan alat produksi. Energi listrik sangat vital manfaatnya bagi rumah kita. Hampir semua perlengkapan rumah tangga dan hiburan, bergantung pada energi listrik. Bayangkan apa jadinya bila listrik padam beberapa jam? Roda kehidupan di dalam rumah seolah padam pula. Untuk itu jaringan listrik mesti dipelihara dan dilindungi. Bila tidak, bukan saja kebutuhan listrik kita akan terganggu, tetapi juga berbahaya yang mengintai siap membrangus rumah kita. Adapun cara mencegah kebakaran karena listrik: 1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi. 2. Kabel-kabel listrik yang terpasang di dalam rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka. Perbaiki dan lindungi kabel-kabel tersebut, kalau perlu diganti saja. 3. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anakanak. 4. Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia), LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) atau SPLN (Standar PLN). 5. Pangkaslah sebagian daun, ranting dan cabang dari pepohonan yang berada di halaman rumah, jika bagian pohon itu sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik. 6. Hindari pemasangan antene televisi yang terlalu tinggi yang bisa mendekati atau menyentuh jaringan listrik. 7. Gunakan listrik yang memang hak untuk bangunan atau rumah kita. Jangan sekali-kali mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah. 8. Biasakanlah untuk bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik. 9. Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah atau di dekat jaringan listrik. 10. Bisa ditambahkan disini adalah pemasangan ELCB (earth leakage circuit breaker) yang sekarang telah banyak digantikan dengan GFI (ground fault interrupter) atau RCD (residual-current device). Piranti ini fungsinya untuk memutuskan hubungan apabila ada kebocoran arus listrik atau apabila ada orang yang tersengat listrik. Kebanyakan piranti ini dipasang di kamar mandi (stop kontak untuk hair dryer atau electric shaver/pencukur kumis) atau service room (tempat mesin cuci), yang pada umumnya memiliki lantai basah. 11. Selain daripada itu, apabila memiliki rumah baru maka lebih baik meminta untuk dipasang instalasi listrik dengan sistem 3 kabel. Karena ini akan memastikan bahwa peralatan listrik anda akan memiliki pembumian/grounding yang benar. Pernahkan anda terasa kesetrum ketika memegang lemari es? Ini kemungkinan karena instalasi listrik di rumah anda tidak memakai sistem 3 kabel.

3.2) Tindakan Preventif Untuk Mencegah Bahaya Listrik

Tidak bisa dipungkiri bila kegiatan industri di berbagai sektor seperti halnya rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, perkantoran, bahkan rumah tangga sangat tergantung pada listrik. WALAUPUN dalam kondisi tertentu seperti listrik mati fungsinya bisa dialihkan pada genset, namun keberadaan listri tetap penting artinya. Keberadaan alat-alat elektronik seperti AC, kulkas, kompor listrik, oven, kipas angin, penanak nasi listrik, dan lain sebagainya yang memudahkan pekerjaan rumah tangga sangat bergantung pada listrik. Walaupun mempermudah, harus diingat bahwa tetap berisiko jika perawatannya diabaikan. Apalagi jika di rumah Anda ada anak usia balita. Oleh karena itu, agar listrik tetap aman dan nyaman digunakan, ada beberapa tip dari PT PLN yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. 2. Gunakan pemutus arus listrik ( sekering ) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi. 3. Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka. 4. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)/LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).

3.3) Tips Merawat Instalasi Listrik di Rumah


Dalam penyambungan listrik, kabel yang terpasang di Tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR), kabel Sambungan Rumah (SR) sampai ke Alat Pembatas dan Pengukur (APP terdiri dari KWH Meter dan MCB atau Mini Circulate Breaker) adalah asset milik PLN. Sedangkan rangkaian kabel yang terpasang sebagai Instalasi Listrik rumah/bangunan adalah asset milik pelanggan. Tips berikut akan membantu Anda untuk ikut peduli dan turut memelihara Instalasi Listrik :

1. Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milik Anda telah terpasang dengan tepat, benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai kapasitasnya. 2. Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik masih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi. 3. Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 4. Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang. 5. Jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir yang resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia). Informasi tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat. 4) TINDAKAN PENGAMANAN KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK Tindakan pengaman, sangat dibutuhkan untuk mengurangi bahaya akibat kebakaran listrik. Kita dapat melakukan tindakan sebagai berikut : 1) Secara rutin memeriksa peralatan listrik dan kabel. 2) Kabel tegang dapat menyebabkan kebakaran. Ganti semua kabel peralatan usang, tua atau rusak segera.

3) Ganti alat listrik jika menyebabkan sengatan listrik bahkan kecil, terlalu panas, celana pendek keluar, atau mengeluarkan asap atau percikan api. 4) Jauhkan peralatan listrik dari lantai yang basah dan counter; membayar perawatan khusus untuk peralatan listrik di kamar mandi dan dapur 5) Beli produk listrik dievaluasi oleh laboratorium yang diakui secara nasional, seperti Underwriters Laboratories (UL). 6) Jika sebuah alat memiliki steker tiga cabang, menggunakannya hanya di outlet tiga slot. Jangan pernah memaksa untuk masuk ke stopkontak dua-slot atau kabel ekstensi. 7) Jangan biarkan anak bermain dengan atau sekitar peralatan listrik seperti pemanas ruang, besi, dan pengering rambut. 8) Gunakan penutupan keselamatan untuk "bukti anak" outlet listrik. 9) Gunakan kabel ekstensi listrik dengan bijak; tidak pernah overload kabel ekstensi atau soket dinding 10) Segera mematikan, kemudian secara profesional mengganti, saklar lampu yang panas untuk disentuh dan lampu yang berkedip. 5) TIPS MENCEGAH KEBAKARAN KARENA LISTRIK Kabel, outlet, switch, pemutus sirkuit dan perangkat listrik lain adalah penyebab utama ketiga kebakaran rumah dan penyebab utama kedua kematian api. Mari kita gunakan tips brikut : Mana pun arus listrik yang bersangkutan, alat pemadam api tidak boleh terlalu far.Replace atau memperbaiki kabel yang longgar atau berjumbai di semua perangkat listrik. Jika outlet atau switch terasa hangat, mematikan sirkuit dan telah diperiksa oleh tukang listrik. Cobalah untuk menghindari kabel ekstensi. Jika Anda merasa kabel ekstensi yang diperlukan, pastikan bahwa itu tidak robek atau usang. Jangan berjalan di bawah karpet atau sekitar pintu. Jangan pernah overload socket. Penggunaan outlet "gurita" atau "bar kekuasaan", ekstensi outlet yang mengakomodasi beberapa busi, sangat tidak dianjurkan. Cobalah untuk membatasi satu tinggi-watt ke setiap stopkontak alat individu pada suatu waktu. Jika perjalanan pemutus sirkuit atau pukulan sekering sering, mengurangi jumlah peralatan pada baris tersebut. Di rumah tua banyak, kapasitas dari sistem kabel belum sejalan dengan peralatan modern saat ini dan dapat membebani sistem listrik. Beberapa sinyal overload meliputi: peredupan lampu ketika sebuah alat berlangsung, sekering meniup sering atau menyusut gambar TV. Yakinkan ada banyak ruang udara di sekitar unit hiburan rumah seperti TV dan stereo untuk menghindari overheating. Meskipun beberapa kebakaran disebabkan oleh kegagalan sistem listrik dan cacat alat, banyak yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan pemeliharaan yang buruk peralatan listrik, kabel salah pasang, dan sirkuit kelebihan beban dan kabel ekstensi.

Adapun tips-tips yang lain yaitu : Membuang atau mengganti kabel listrik yang aus atau rusak. Ketika bekerja pada setiap peralatan listrik, memeriksa, kemudian periksa, untuk memastikan tidak ada sumber listrik yang mengalir. Jauhkan alat pemadam kebakaran berguna di daerah di mana Anda bekerja dengan peralatan elektronik Jangan pernah berasumsi bahwa orang lain telah memotong sumber daya. Periksa diri Anda sendiri.

Hubungi listrik profesional Pemadam kebakaran

untuk

melakukan

pekerjaan

listrik

yang

luas.

untuk digunakan pada kebakaran listrik akan dilabeli sebagai C, SM, atau ABC pemadam. Instal RCBO - Residual Current Circuit Breaker dengan Perlindungan Arus berlebihan di listrik dan di kamar mandi (ahli listrik terdekat tentang hal itu). Ini akan otomatis perjalanan daya ketika jika Anda tidak sengaja menyentuh kabel hidup. Jangan mengabaikan item ini karena item yang sangat sangat penting. Periksa kabel dan colokan pada semua peralatan listrik dan peralatan. Ganti segala sesuatu yang usang, lusuh, dan aus. Kabel yang rusak adalah salah satu penyebab utama kebakaran listrik rumah. Jangan soket listrik overburden. Menancapkan terlalu banyak hal dapat menyebabkan overheating. Pedoman sederhana untuk menggunakan soket listrik untuk memeriksa berapa banyak ruang yang telah untuk busi. Jika soket listrik hanya memiliki 2 outlet steker, maka hanya mampu menangani banyak peralatan yang terpasang di pada waktu yang sama. Perpanjangan kabel yang baik untuk digunakan, tetapi tidak secara ekstensif. Dalam situasi kabel ekstensi harus digunakan sebagai soket listrik permanen. Kabel perpanjangan tidak dirancang untuk menangani listrik kuat terus menerus dan mereka dapat menyebabkan kebakaran listrik jika kelebihan beban. Menjaga dan memeriksa semua peralatan listrik, peralatan, dan peralatan secara teratur. Gunakan mereka hanya sebagai instruksi pada manual mereka. Jangan pernah mencoba untuk menggunakan alat atau peralatan untuk tujuan selain apa yang mereka dirancang untuk melakukan. Beberapa peralatan listrik telah 2-cabang plugs sementara yang lain memiliki 3 Prongs. Jangan pernah memaksa plug 2-cabang ke stopkontak 3-cabang listrik dan sebaliknya. Peralatan colokan diberikan sesuai dengan kebutuhan listrik aliran mereka dan ini harus benar-benar dipenuhi. Jika tidak, mereka dapat dengan mudah menjadi sumber kebakaran listrik. Gunakan pengaman pada soket listrik mencakup. Ini akan melindungi anak-anak dan mencegah kecelakaan terjadi. Jauhkan tirai, tirai, pakaian, dan bahan mudah terbakar lainnya jauh dari radiator dan pemanas. Membuang selimut listrik yang telah terkena tali dan wirings longgar. Ini adalah bahaya utama karena dapat menyebabkan kebakaran listrik dan membakar luka kepada pengguna. Sebisa mungkin, gunakan selimut listrik yang memiliki kontrol suhu. Ini biasanya datang dengan perangkat keselamatan yang secara otomatis menonaktifkan selimut jika terlalu panas. Jangan letakkan karpet atau permadani di atas kabel listrik dan kabel. Kabel listrik dengan mudah dapat memicu terkena karpet di atasnya dan menyebabkan kebakaran besar. Jauhkan kabel listrik dan kabel di mana Anda dapat melihat mereka. Hanya membeli elektronik dan peralatan yang telah melewati semua standar keselamatan. Konsumen saat ini harus ekstra hati-hati karena banyak sub-par elektronik dan peralatan telah membuat jalan mereka ke pasar. Watch out untuk sekering, lampu, busi, dan soket yang sering pendek sirkuit. Ini adalah tanda-tanda kabel yang rusak dan sistem listrik kelebihan beban. Hubungi teknisi listrik untuk mengatasi masalah ini segera. Instal detektor asap di tempat-tempat strategis di seluruh rumah. Menjaga mereka bersih dan memelihara mereka secara teratur dapat mencegah kebakaran listrik dari merusak rumah.

Jika Anda mencurigai atau melihat masalah listrik atau bau aneh, jangan ragu untuk memiliki mereka diperiksa oleh orang yang kompeten. Jangan pernah menyimpan kain berminyak, terutama kain jenuh dengan roh mineral, pengencer cat, atau minyak biji rami. Dalam kondisi tertentu, bahan-bahan ini spontan membakar (mulai di atas api tanpa sumber yang dikenal). Simpan hanya jumlah minimum dari setiap bahan yang mudah terbakar di rumah Anda, dan tetap dalam bahasa aslinya, atau UL yang menyetujui kontainer. Ajarkan anak Anda teknik evakuasi yang tepat dalam kasus kebakaran. Praktek latihan kebakaran keluarga, dengan tempat pertemuan luar (oleh pohon di halaman depan, atau di kotak surat atau depan gerbang. Dengan cara itu Anda semua akan tahu bahwa setiap orang adalah aman luar. Jangan pernah kembali ke rumah terbakar. Menonton video pendidikan dari kebakaran rumah dengan anak Anda lebih tua. Asap akan sangat hitam sangat cepat, tidak seperti kebakaran pada film.

Anda punya waktu sangat sedikit untuk menghindari api. Jangan menghalangi pintu atau jendela yang mungkin diperlukan untuk menghindari api. Hubungi Departemen Pemadam Kebakaran setempat dan meminta Survei Rumah Residential. Di sebagian besar wilayah mereka akan senang untuk keluar dan memberikan nasihat dan Anda tidak diharuskan untuk melakukan apa pun yang mereka katakan jika Anda tidak ingin. Ini benar-benar sukarela.

BAB III PENUTUP


1.

KESIMPULAN

Energi listrik sangat vital manfaatnya bagi rumah kita. Hampir semua perlengkapan rumah tangga dan hiburan, bergantung pada energi listrik. Penyebab terjadinya kebakaran banyak disebabkan oleh korsleting listrik. Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKI

sejak dari tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dari total kasus kebakaran disebabkan oleh listrik. Adapun penyebab kebakran yaitu dari berbagai factor, yakni human error, hubungan singkat, kabel dan instalatir. Meskipun beberapa kebakaran disebabkan oleh kegagalan sistem listrik dan cacat alat, banyak yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan pemeliharaan yang buruk peralatan listrik, kabel salah pasang, dan sirkuit kelebihan beban dan kabel ekstensi. 2. SARAN Kita dapat melakukan upaya tindakan preventif untuk mencegah bahaya kebakaran. Diantaranya adalah :

Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. Gunakan pemutus arus listrik ( sekering ) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi. Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)/LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN). Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.

Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuk jaringan listrik. Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah. Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.

DAFTAR PUSTAKA
Biro Instalatir, Informasi Kelistrikan dan Panduan Pelayanan Pelanggan, PT PLN, PLN Dis Jaya & Tangerang, 1996/1997, Jakarta. Deni Almanda, Penghantar Energi Listrik, Majalah Elektro Indonesia, No. 15, Tahun III, April/Mei 1997, Jakarta Listrik potensial penyebab kebakaran, waspadalah, Majalah Konstruksi, April 1998, Jakarta. http://www.hmtl.org/reference/refindex.php) http://gimana.info/gimana-cara-mencegah-ke http://instalasilistrik.net/tindakan-preventif-untuk-mencegah-bahaya-listrik/ http://instalasilistrik.net/9-tips-mencegah-bahaya-kebakaran-akibat-konsleting-listrik/ http://instalasilistrik.net/mencegah-bahaya-listrik/ WWW.PLN-JABAR.CO.ID

Drs.Solichin.ST,M.Kes 2011, Modul Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Fakultas teknik UM www.kompas.com