Anda di halaman 1dari 3

Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Obat anti tuberkulosis (OAT) adalah merupakan kombinasi obat yang digunakan untuk

penderitatuberkulosis. Jenis obat anti tuberkulosis (OAT) meliputi pemberian jangka pendek (primer) dan jangka panjang. Pengobatan tuberkulosis primer meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. Isoniazid (H) Rifampisin (R) pirazinamid (Z) Streptomisin (S) Ethambutol (E)

Obat primer tuberkulosis sangat efektif dengan efek samping yang masih bisa ditolerir. Sebagian besar penderita bisa sembuh dengan obat ini. Pengobatan tuberkulosis sekunder meliputi : 1. Kanamisin 2. PAS (Para Amino Salicylic) Acid 3. Tiasetazon 4. Etionamid 5. Protionamid 6. Sikloserin 7. Viomisiun 8. Kapreomisin 9. Amikasin 10. Ofloksasin 11. Siprofloksasin 12. Klofazimin Hampir semua obat anti tuberkulosis (OAT) bersifat bakterisid kecuali ethambutol (E). Ethambutol (E) hanya bersifat bakteriostatik sehingga masih berperan pada resistensi bakteri. Rifampisin (R) dan pirazinamid (Z) bersifatsterilisasi yang baik. Pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) setelah menegakkan diagnosa pasti tuberkulosis. Pemberiannya meliputi 2 fase, yaitu fase awal intensif dan fase lanjut intermitten. Kategori pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) jangka pendek :   Kategori I : 2HRZE / 4H3R3 Kategori II : 2HRZES / HRZE / 5H3R3E3

rifampisin (R). Kategori III obat anti tuberkulosis (OAT) untuk penderita baru tuberkulosis paru dengan hasil bakteri tahan asam (BTA) negatif tetapi hasil foto rontgen positif dan sakit ringan. dan ethambutol (E) setiap hari selama 2 bulan. penderitatuberkulosis paru dengan hasil tes bakteri tahan asam (BTA) negatif namun hasil foto rontgen positif dan sakit berat. dan penderita tuberkulosisekstra paru berat.pirazinamid (Z). dan penderitatuberkulosis ekstra paru ringan. Tahap lanjut pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) kategori I dengan memberikan isoniazid (H) dan rifampisin (R) 3 kali seminggu selama 4 bulan. Tahap intensif obat anti tuberkulosis (OAT) diberikan selama 2 bulan. Tahap intensif pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) kategori I dengan memberikan isoniazid (H). Kategori II obat anti tuberkulosis (OAT) untuk penderita tuberkulosis paru yang pernah minum obat anti tuberkulosis (OAT) selama lebih 1 bulan dengan kriteria pada penderita kambuh (relaps). Jika bakteri tahan asam (BTA) sudah negatif pada akhir tahap intensif maka terapi diteruskan pada tahap lanjutan. pirazinamid (Z). Obat anti tuberkulosis (OAT) diberikan dalam 2 tahap. penderita gagal pengobatan (failure) dengan bakteri tahan asam (BTA) positif. ethambutol (E). rifampisin (R). dan streptomisin (S) setiap hari selama 2 bulan kemudian dilanjutkan dengan memberikan isoniazid (H). dan . dan penderita dengan pengobatan setelah lalai. rifampisin (R).  Kategori III : 2HRZ / 4H3R3 Obat sisipan : HRZE Kategori I obat anti tuberkulosis (OAT) untuk penderita baru tuberkulosis paru dengan hasil tes bakteri tahan asam (BTA) positif. Tahap intensif pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) kategori II dengan memberikan isoniazid (H). yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan. pirazinamid (Z). Bila bakteri tahan asam (BTA) masih positif pada akhir tahap intensif maka lebih dahulu diberikan obat sisipan sebelum terapi diteruskan pada tahap lanjutan. Obat sisipan untuk penderita dengan kategori I & II pada akhir tahap intensif pengobatan dengan hasil tes bakteri tahan asam (BTA) masih positif.

Obat sisipan pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) dengan memberikan isoniazid (H). rifampisin (R) dan pirazinamid (Z) setiap hari selama 2 bulan. Tahap lanjut pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) kategori III dengan memberikan isoniazid (H) dan rifampisin (R) 3 kali seminggu selama 4 bulan. rifampisin (R). dan ethambutol (E) setiap hari selama 1 bulan.ethambutol (E) setiap hari selama 1 bulan. dan ethambutol (E) 3 kali seminggu selama 5 bulan. pirazinamid (Z). Tahap intensif pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) kategori III dengan memberikan isoniazid (H). . Tahap lanjut pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) kategori II dengan memberikan isoniazid (H). rifampisin (R).