Anda di halaman 1dari 21

SKENARIO KASUS 1. Skenario B Blok 22 Tahun 2013 Nn.

A 20 tahun, pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam RSMH tiba-tiba mengeluh pusing, keringat dingin, sesak napas lalu tidak sadar setelah beberapa menit sebelumnya dilakukan tes kulit terhadap obat e!tria"on, dimana obat tadi diren anakan akan disuntikan ke pasien tersebut. Riwayat pernah makan kaplet amo"i illin # bulan yang lalu yang diresepkan dokter karena in!eksi tenggorokan yang dialaminya namun tidak ada keluhan selama makan obat tersebut. Menurut penuturan kakaknya, adiknya tersebut bila makan ikan laut atau udang keluar bentolbentol merah dan gatal. $akak perempuannya mempunyai riwayat asma. %bunya sering berobat ke dokter karena penyakit ek&ema yang dideritanya. Pemeriksaan fisik Kea!aan umum kesadaran sopor' suhu (),*o+' tekanan darah )0 mmHg, palpasi ' !rekuensi napas ()",menit' !rekuensi nadi -20",menit, regular. Saturasi oksigen )0. Kea!aan s"esifik -20",menit, regular. Pemeriksaan la#ora$orium Hb -2,0 gr., leukosit --.000,mm(, diff count 1 0,2,#,#0,-*,-, 345 1 -0 mm,/am auskultasi paru terdengar whee&ing, !rekuensi denyut /antung

PE%BA&ASAN

2. Klarifikasi is$ilah Pusin' di&&iness' gangguan perasaan dari hubungan terhadap ruangan' sensasi tidak kokoh dengan perasaan kepala berputar Sesak na"as Infeksi dispnea' keadaan sulit bernapas atau sesak in6asi dan pembiakan mikroorganisme pada /aringan tubuh terutama yang menyebabkan idera seluler lokal, akibat kompetisi metabolisme, toksik, replikasi interaseluler atau respon antigen antibodi Asma keadaan yang ditandai dengan serangan berulang dispnea paro"ismal, dengan mengi akibat kontraksi spasmodik. 7ada beberapa kasus asma, terdapat mani!estasi alergi pada orang 8 orang yang peka atau yang lain di etuskan oleh latihan !isik berat, partikel-partikel iritan, atau stres psikologis. Ek(ema proses peradangan super!isial yang terutama mengenai epidermis dan ditandai mula-mula dengan kemerahan, rasa gatal, papul serta 6esikel ke ilke il, basah, perembesan airan yang meleleh keluar serta krusta dan kemudian pembentukan skuama, likeni!ikasi serta pigmentasi. So"or Amo)i*illin +ef$ria)on tingkat kesadaran dimana pasien tidur yang terlalu dalam deri6at semisintetik dari ampi ilin, e!ekti! terhadap spektrum luas bakteri gram positi! dan gram negati! se!alosporin yang resisten terhadap beta laktamase semi sintetis dan e!ekti! terhadap sebagian besar bakteri gram positi! dan gram negati!. 5ipakai dalam bentuk garam natrium biasanya.

#. I!en$ifikasi masalah (.- Sa$urasi oksi'en Diff count . adiknya tersebut bila makan ikan laut atau udang keluar bentol-bentol merah dan gatal. dimana obat tadi diren anakan akan disuntikan ke pasien tersebut.. (. palpasi ' !rekuensi napas ()". $eadaan spesi!ik 1 auskultasi paru terdengar whee&ing.#0. la/u endap darah' sebuah pengukuran seberapa epat sel-sel darah merah /atuh ke dasar ke sebuah tabung u/i yang merupakan indikator penyakit in!eksi dan tingkat in!lamasi.000.Nn.9am . !rekuensi denyut /antung -20".0 gr.( Menurut penuturan kakaknya.-. 3. Pemeriksaan fisik $eadaan umum 1 kesadaran sopor' suhu ().*o+' tekanan darah )0 mmHg. 345 1 -0 mm. leukosit --. Saturasi oksigen )0. $akak perempuannya mempunyai riwayat asma. keringat dingin.2. 3. regular.mm(. %bunya sering berobat ke dokter karena penyakit ek&ema yang dideritanya. hitung /enis leukosit' nilai komponen-komponen sel yang menyusun sel darah putih. diff count 1 0.E- ukuran seberapa banyak.menit' !rekuensi nadi -20". A 20 tahun.menit. 3./ Pemeriksaan la#ora$orium Hb -2.menit.2 Riwayat pernah makan kaplet amo"i illin # bulan yang lalu yang diresepkan dokter karena in!eksi tenggorokan yang dialaminya namun tidak ada keluhan selama makan obat tersebut. (. persentase oksigen yang mampu dibawa oleh hemoglobin..-*. regular. pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam RSMH tibatiba mengeluh pusing.. sesak napas lalu tidak sadar setelah beberapa menit sebelumnya dilakukan tes kulit terhadap obat e!tria"on.

. sehingga merupakan imunogen lemah atau bahkan tidak imunogenik. Sebagian besar obat-obatan merupakan senyawa kimia organik sederhana dengan berat molekul rendah. sehingga pengolahan antigen men/adi e!ekti!. pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam RSMH tibatiba mengeluh pusing. Suatu subtansi dikatakan merupakan imunogen lemah atau tidak imunogenik bila berat molekul kurang dari 2000 5alton. <bat-obatan dengan berat molekul rendah dapat men/adi imunogenik bila obat atau metabolit obat berikatan dengan karier makromolekul.. seringkali melalui ikatan ko6alen. sesak na!as lalu tidak sadar setelah beberapa menit sebelumnya dilakukan tes kulit terhadap obat e!tria"on. A 20 tahun. biasanya kurang dari -000 5alton. dimana obat tadi diren anakan akan disuntikan ke pasien tersebut.. Sedangkan obat-obatan dengan berat molekul tinggi merupakan antigen lengkap yang dapat menginduksi respons imun dan memi u reaksi hipersensiti6itas. membentuk kompleks hapten-karier. :eta-laktam yang se ara spontan terbuka membentuk kelompok penisiloil yang mengikat protein se ara ko6alen. Imuno"a$o'enesis %e$a#olisme o#a$ !an hi"o$esis ha"$en. keringat dingin. $esiapan beta-laktam untuk mengikat protein se ara ko6alen inilah yang merupakan alasan seringnya ke/adian alergi yang diinduksi obat-obatan kelompok ini. enderung membentuk metabolit yang sangat . :agaimana etiologi dan mekanisme keluhan pusing. sesak napas lalu tidak sadar setelah beberapa menit sebelumnya dilakukan tes kulit terhadap obat e!tria"on. Analisis %asalah 2. =mumnya obat-obatan yang menyebabkan reaksi hipersensiti6itas harus mengalami bioakti6asi atau metabolisme men/adi produk kimia yang reakti!.Nn. a. keringat dingin. membentuk kompleks hapten-karier. $e enderungan obat tertentu untuk menimbulkan sensitisasi adalah karena obat tersebut memang reakti!.

-A. interaksi obat. (A. kadang-kadang ke/ang bronkus disertai edema laring keadaan ini bisa sangat gawat karena pasien tidak dapat atau sangat sulit bernapas. tipe %%' reaksi sitotoksik. 7ingsan dan hipotensi. Akibat akti6asi ini sel mast atau baso!il mengeluarkan kandungan yang berbentuk granul yang dapat menimbulkan reaksi. :agaimana e!tria"on. 2A. 7ada tipe % ini ter/adi beberapa !ase yaitu -A. Base e!ektor. (A. tipe %%%' reaksi kompleks imun. Ren/atan ana!ilaktik dapat ter/adi beberapa menit setelah suntikan seperti penisilin. Reaksi alergi dibagi dalam 2 tipe reaksi hipersensiti6itas oleh +oombs dan >ell yaitu tipe %' reaksi hipersensiti6itas epat. Base sensitasi. yaitu !ase ter/adinya respon imun yang kompleks akibat pelepasan mediator. 2A. Mani!estasi klinis yang ter/adi merupakan e!ek mediator kimia akibat reaksi antigen dengan %g4 yang telah terbentuk yang menyebabkan kontraksi otot polos. Base akti6asi. memiliki struktur umum dan . Angioedema. Reaksi tipe %-%%% diperantarai oleh antibodi spesi!ik obat. mengakibatkan degranulasi serta pelepasan histamin dan berbagai mediator lain seperti leukotrien dan prostaglandin dari sel. b. dan tipe %?' reaksi hipersensiti6itas tipe lambat. dosis dan e!ek sampingA dari obat Sefalos"orin Antibiotik beta-laktam merupakan golongan antibiotik yang berman!aat dan sering diresepkan. $e/ang bronkus ge/alanya berupa sesak. indikasi. !armakodinamik. sementara tipe %? oleh lim!osit @ spesi!ik obat.2 Barmakologi CBarmakokinetik. yaitu !ase yang ter/adi karena paparan ulang antigen spesi!ik.7enisilin merupakan penyebab utama erupsi obat yang %g4 dependent. =rtikaria. yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pembentukkan %g4. kontraindikasi. Reaksi tipe % ter/adi /ika obat atau metabolitnya mengikat sekurang-kurangnya 2 molekul %g4 yang terikat pada permukaan sel mast atau baso!il. meningkatnya permeabelitas kapiler serta hipersekresi kelen/ar mukus. 2A.

-E*(A... Daktu paruhnya yang sekitar * /am merupakan si!at yang sangat luar biasa. Reaksi tersebut tampanya identik dengan reaksi yang disebabkan oleh penisilin.-E**A. Se!alosporin termasuk golongan antibiotik betalaktam. ketiga dan keempat. -E*(A. dan urtikaria. -E*(A Reaksi meru'ikan.. sementara dosis satu kali sehari e!ekti! untuk in!eksi lainnya C:aumgartner and >lauser. Fang lebih umum adalah timbulnya ruam mukopapular yang biasanya ter/adi setelah beberapa hari terapi' ruam ini dapat atau tanpa disertai demam dan eosino!ilia. bronkospasme. termasuk penyakit yang diakibatkan oleh mikroorganisme penghasil penisilinase CRa/an et al.-E*2' Hands!ield and Murphy. Sekitar separuh dari obat dapat ditemukan di urin' sisanya dieliminasi melalui sekresi empedu. 7emberian obat ini satu atau dua kali sehari e!ekti! bagi pasien meningitis C5el Rio et al.mekanisme ker/a yang sama yaitu menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. $arena kemiripan struktur penisilin dan se!alosporin. @eramati ter/adinya reaksi-reaksi segera seperti ana!ilaksis. Reaksi hipersensiti6itas terhadap se!alosporin merupakan e!ek samping yang paling umum dan tidak ada bukti yang menun/ukkan bahwa se!alosporin apa pun berkemungkinan leih besar atau lebih ke il menyebabkan sensitisasi sema am itu. dan hal ini kemungkinan berkaitan dengan struktur beta-laktam yang sama pada kedua golongan antibiotik tersebut C:ennett et al. -E*(' :rogden and Dard. pasien yang alergi terhadap salah satu kelompok senyawa dapat mengalami reakti6itas silang /ika diberi salah satu obat dan anggota golongan lainnya. 7enelitian . kedua. rektum atau !aring. ser6iks. 5osis tunggal se!triakson C-20-200 mgA e!ekti! untuk pengobatan gonorea pada uretra. Se!triakson memiliki akti6itas in vitro yang sangat mirip dengan se!ti&oksim dan se!otaksim. Antibiotik se!alosporin dikelompokkan berdasarkan generasinya yang terdiri dari generasi pertama. 7ada kasus ini digunakan antibiotik se!alosporin generasi ketiga yaitu ceftriaxon atau se!triakson.

misalnya infeksi atau kelainan anatomis atau penyakit lain yang gambarannya menyerupai alergi. Persiapan bahan/material ekstrak alergen. . Pesiapan Penderita ! o "enghentikan pengobatan antihistamin #$% hari sebelum tes.imunologi menun/ukkan ter/adinya reakti6itas silang sebesar 20. . Persiapan Tes Cukit ( Skin Prick Test) Sebagai dokter pemeriksa kita perlu menanyakan riwayat perjalanan penyakit pasien. gejala dan tanda yang ada yang membuat pemeriksa bisa memperkirakan jenis alergen. Persiapan pemeriksa ! urtikaria. o "enghentikan pengobatan jenis antihistamin generasi baru paling tidak $& reaksi. o (angan melakukan tes cukit pada penderita dengan penyakit kulit misalnya kulit. reakti+itas diabetes neuropati juga terhadap tes kulit ini.limfoma. penurunan terhadap sarkoidosis.( @es kulit pada alergi ini untuk menentukan ma am alergen sehingga di kemudian hari bisa dihindari dan /uga untuk menentukan dasar pemberian imunoterapi. S)* dan adanya lesi yang luas pada minggu sebelum tes. o 'sia ! pada bayi dan usia lanjut tes kulit kurang memberikan . :agaimana ara pemeriksaan tes kulit terhadap obat e!tria"on. pasien yang alergi terhadap penisilin. apakah alergi ini terkait secara genetik dan bisa membedakan apakah justru merupakan penyakit non alergi. o Pada penderita dengan terjadi keganasan.. Persiapan Tes Cukit : 1. o gunakan material yang belum kedaluwarsa o gunakan ekstrak alergen yang terstandarisasi .

*kstrak alergen diteteskan positif 1 satu tetes larutan alergen 0 2istamin/ -ontrol dan larutan kontrol 0 . $etika lengan %g4 ini mengenali alergen Cmisalnya house dust miteA maka sel mast terpi u untuk melepaskan granul-granulnya ke /aringan setempat. Pertama$tama dilakuakn desinfeksi dengan alkohol pada area +olar. Mekanisme Reaksi pada Skin @est 5ibawah permukaan kulit terdapat sel mast. maka timbulah reaksi alergi karena histamin berupa bentol CwhealA dan kemerahan CflareA. . -emudian dicukitkan dengan sudut kemiringan 5# menembus menghadap lapisan ke atas epidermis tanpa dengan ujung menimbulkan 6 jarum perdarahan. Prosedur Tes Cukit : Tes Cukit 0 Skin Prick Test 1 seringkali dilakukan pada bagian +olar lengan bawah. Tindakan ini mengakibatkan sejumlah alergen memasuki kulit. pada sel mast didapatkan granula-granula yang berisi histamin. Tes dibaca setelah 1#$ 6 menit dengan menilai bentol yang timbul. . o -etrampilan teknik melakukan cukit o Teknik menempatkan lokasi cukitan karena ada tempat yang reaktifitasnya tinggi dan ada yang rendah. Sel mast ini /uga memiliki reseptor yang berikatan dengan %g4.uffer/ -ontrol % 4 atau & 3 4 atau negatif1menggunakan jarum ukuran blood lancet.o Teknik dan ketrampilan pemeriksa perlu dipersiapan agar tidak terjadi interpretasi yang salah akibat teknik dan pengertian yang kurang difahami oleh pemeriksa.erurutan sampai rendah ! bagian sisi bawah dari lokasi yang reaktifitasnya tinggi bawah punggung / lengan atas / siku / lengan ulnar / sisi radial / pergelangan tangan. dan tandai area yang akan kita tetesi dengan ekstrak alergen.

d. $esiapan beta-laktam untuk mengikat protein se ara ko6alen inilah yang merupakan alasan seringnya ke/adian alergi yang diinduksi obatobatan kelompok ini.2 =/i kulit yang ada saat ini hanya sebatas pada beberapa ma am obat salah satunya adalah penisilin yang merupakan antibiotik beta-laktam.) %anifes$asi klinis Dalaupun gambaran atau ge/ala klinik suatu reaksi ana!ilakis berbedabeda gradasinya sesuai berat ringannya reaksi antigen-antibodi atau tingkat sensiti6itas seseorang. $ompleks tersebut mendasari reaksi hipersensiti6itas yang disebabkan oleh antibiotik beta-laktam yang dapat menyebabkan syok ana!ilaksis. :agaimana hubungan usia dan /enis kelamin terhadap reaksi shock anafilaktik?5 Ana!ilaksis ter/adi sering pada dewasa. :agaimana Sign and simptoms untuk shock anafilaktik. 7ada dasarnya makin penderita. epat reaksi timbul makin berat keadaan >angguan respirasi dapat dimulai berupa bersin. :eta-laktam yang se ara spontan terbuka membentuk kelompok penisiloil yang mengikat protein se ara ko6alen. membentuk kompleks haptenkarier. hidung tersumbat atau batuk sa/a yang kemudian segera diikuti dengan udema laring dan bronkospasme. pada usia kurang dari (E tahun. $edua gangguan tersebut dapat timbul bersamaan atau berurutan yang kronologisnya sangat ber6ariasi dari beberapa detik sampai beberapa /am. !. e. $edua ge/ala terakhir ini menyebabkan penderita nampak dispnue sampai hipoksia yang pada gilirannya menimbulkan gangguan sirkulasi. demikian pula sebaliknya. lebih sering pada wanita dan )0. tiap gangguan sirkulasi pada . Apa indikasi dilakukan tes kulit terhadap obat e!tria"on. namun pada tingkat yang berat barupa syok ana!ilaktik ge/ala yang menon/ol adalah gangguan sirkulasi dan gangguan respirasi.

>e/ala hipotensi merupakan ge/ala yang menon/ol pada syok ana!ilaktik.gilirannya menimbulkan gangguan respirasi. <leh karena itu setiap gangguan kulit berupa urtikaria. atau pruritus harus diwaspadai untuk kemungkinan timbulnya ge/ala yang lebih berat.mual.harus diantisipasi untuk dapat berkembang kearah yang lebih berat. eritema. artinya ter/adi gangguan sirkulasi tanpa didahului oleh gangguan respirasi.>e/ala hipotensi ini dapat ter/adi dengan drastis sehingga tanpa pertolongan yang epat segera dapat berkembang men/adi gagal sirkulasi atau henti /antung >angguan kulit merupakan ge/ala klinik yang paling sering ditemukan pada reaksi ana!ilaktik. tapi bisa /uga berdiri sendiri. >angguan gastrointestinal berupa perut kram.muntah sampai diare merupakan mani!estasi dari gangguan gastrointestinal yang /uga dapat merupakan ge/ala prodromal untuk timbulnya ge/ala gangguan na!as dansirkulasi. Dalaupun ge/ala ini tidak mematikan namun ge/ala ini amat penting untuk diperhatikan sebab ini mungkin merupakan ge/ala prodromal untuk timbulnya ge/ala yang lebih berat berupa gangguan na!as dan gangguan sirkulasi. 5engan kata lain setiap keluhan ke il yang timbul sesaat sesudah penyuntikan obat. >angguan sirkulasi merupakan e!ek sekunder dari gangguan respirasi. =mumnya gangguan respirasi berupa udema laring dan bronkospasme merupakan pembunuh utama pada syok ana!ilaktik. /uga banyak airan intra6askuler yang keluar keruang interstitiel Cter/adi hipo6olume relati!A. Hipotensi ter/adi sebagai akibat dari dua !aktor. Skema "eru#ahan "a$ofisiolo'i "a!a s0ok anafilak$ik . pertama akibat ter/adinya 6asodilatasi pembuluh darah peri!er dan kedua akibat meningkatnya permeabilitas dinding kapiler sehingga selain resistensi pembuluh darah menurun.

7enggunaan bersamaan dengan allupurinol dapat menyebabkan peningkatan ter/adinya reaksi kulit. %nteraksi obat dengan probenesid dapat meningkatkan dan memperpan/ang le6el darah dari amoksisilin.* . Mengapa penggunaan amo"i illin tidak ter/adi reaksi seperti keluhan di atas. !armakodinamik.# Amoksisilin merupakan turunan dari penisilin semi sintetik dan stabil dalam suasana asam lambung. dosis dan e!ek sampingA dari obat amo"i illin. b. interaksi obat. Riwayat pernah makan kaplet amo"i illin # bulan yang lalu yang diresepkan dokter karena in!eksi tenggorokan yang dialaminya namun tidak ada keluhan selama makan obat tersebut. a. indikasi.tidak tergantung adanya makanan.-. 4kskresi Amoksisilin dihambat saat pemberian bersamaan dengan probenesid sehingga memperpan/ang e!ek terapi. Amoksisilin diabsoropsi dengan epat dan baik pada saluran pen ernaan. :agaimana Barmakologi CBarmakokinetik. Amoksisilin akti! terhadap organisme >rampositi! dan >ram-negati!. Amoksisilin terutama diekskresikan dalam bentuk tidak berubah di dalam urin. kontraindikasi.

.A ini mempunyai kerentanan untuk mengalami syok ana!ilaksis yang ter/adi sekarang. akan timbul reaksi alergik $eluhan ini ter/adi setelah paparan antigen yang kedua.Reaksi imunologik yang timbul akibat paparan dengan alergen awalnya menimbulkan !ase sensititasi.A. Menurut penuturan kakaknya. Akibatnya terbentuk %g4 spesi!ik oleh sel plasma. 9elaskanGE %n!eksi tenggorokan dan amo"i illin mempunyai keterkaitan dengan syok ana!ilaksis sekarang. ketika ter/adi paparan kedua yang dalam hal ini penyuntikan se!triakson maka ter/adi !ase akti6asi dan ter/adilah syok ana!ilaksis. 2. :ila ada rangsangan berikutnya dari alergen serupa. %bunya sering berobat ke dokter karena penyakit ek&ema yang dideritanya. . a. %g4 melekat pada B reseptor pad membran sel mast dan baso!il. 7aparan yang pertama men/adi !aktor sensitasi dimana /ika ada paparan kedua syok akan ter/adi. adiknya tersebut bila makan ikan laut atau udang keluar bentol-bentol merah dan gatal. $eduanya itu men/adi !aktor sensitasi..-0 Riwayat atopi keluarga menun/ukkan Nn. Apakah in!eksi tenggorokan dan amo"i illin ada keterkaitannya dengan shock anafilaktik. :agaimana hubungan riwayat atopi keluarga dengan keluhan yang dialami nn. $akak perempuannya mempunyai riwayat asma.

. diperlukan respons yang ditekan se ara selekti! yang disebut toleransi atau hiposensitisasi. telur. dan in!luks sel in!lamasi lain sebagai bagian reaksi hipersensiti6itas tipe epat. prostaglandin. kontraksi otot polos. Mengapa adiknya Cnn. leukotrien dll yang akan menyebabkan 6asodilatasi. Antibodi tersebut berikatan kuat dengan reseptor %g4 pada baso!il dan sel mast. dan ka ang mengandung beberapa protein alergen sekaligus. :eberapa makanan seperti susu sapi. sekresi mukus. terikat dan bereaksi silang dengan antibodi tersebut. Se ara imunologis. akan memi u %g4 yang telah berikatan dengan sel mast. :agaimana mekanisme riwayat atopi yang bermani!estasi sebagai asma dan ek&ema pada kasus ini. /uga berikatan dengan kekuatan lebih rendah pada makro!ag. =ntuk men egah respon imun terhadap semua makanan yang di erna. Pemeriksaan fisik . 3.-2 Mekanismenya diperantarai oleh %g4 dimana %g4 akan berikatan dengan sel mast atau baso!il dan kemudian melepaskan granul yang berisi mediator-mediator seperti histamin. lim!osit. in!luks sel in!lamasi lain sebagai bagian dari reaksi hipersensiti6itas tipe epat. konstrasksi otot polos.AA bila makan ikan laut atau udang keluar bentol-bentol merah dan gatal dan bagaimana keterkaitan dengan keluhan yang dialaminya. antigen protein utuh masuk ke dalam sirkulasi dan disebarkan ke seluruh tubuh. eosino!il dan trombosit. sekresi mukus. monosit. $etika protein makanan melewati sawar mukosa. Alergi makanan ter/adi akibat alergen dalam makanan terutama berupa protein. dan leukotrien yang akan menyebabkan 6asodilatasi. $eterkaitannya adalah menun/ukkan adanya riwayat atopi di keluarga.b. -Adiknya mengalami reaksi alergi makanan. $emudian sel mast akan melepaskan bebargai mediator seperti histamin. $egagalan untuk melakukan toleransi oral ini memi u produksi berlebihan antibodi %g4 yang spesi!ik terhadap epitop yang terdapat pada alergen makanan.

A . regular. palpasi ' !rekuensi napas ()".menitA Saturasi oksigen )0. <leh karena kesukaran menentukan se ara pasti kapan denyut pertama teraba.menit. $eadaan spesi!ik 1 auskultasi paru terdengar wheezing.*o+' tekanan darah )0 mmHg. !rekuensi denyut /antung -20". tekanan yang diperoleh dengan metode palpasi biasanya 2-0 mmHg lebih rendah dibandingkan dengan yang di ukur dengan metode auskultasiJ !rekuensi napas ()". Saturasi oksigen )0.menit. regular.menitA !rekuensi nadi -20".menit' abnormal C-)-22".' abnormal Clebih dari E0. regular' abnormal C)0--00". 9elaskan interpretasi H mekanisme dari pemeriksaan !isik yang meliputi 1 $eadaan umum 1 kesadaran sopor' tekanan darah )0 mmHg. Saturasi oksigen )0. regular.menit.$eadaan umum 1 kesadaran sopor' suhu ().menit' !rekuensi nadi -20".-( In$er"re$asi !an mekanisme $eadaan umum 1 $esadaran sopor 1 abnormal C ompos mentisA akibat gangguan distribusi 6olume 6askular yang disebabkan perubahan resisten permeabilitas pembuluh darah @ekanan darah )0 mmHg. palpasi abnormal C2-0 mmHg lebih rendah dari metode auskultasiA ' akibat ter/adinya syok ana!ilaksis I@ekanan sistolik dapat ditentukan dengan memompa manset lengan dan kemudian membiarkan tekanan turun dan tentukan tekanan pada saat denyut radialis pertama kali teraba. palpasi ' !rekuensi napas ()". a. regular.menit. !rekuensi denyut /antung -20".menit' !rekuensi nadi -20".menit. $eadaan spesi!ik 1 auskultasi paru terdengar wheezing.

Apa diagnosis banding pada kasus. diff count 1 0.#0.mm(.000.12. pu at. ' normal C--. hipo6entilasi.1 Cshift to the leftA-2 In$er"re$asi !an mekanisme Hb -2.IHipoksemia adalah suatu keadaan ter/adinya penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri C7a<2A atau saturasi oksigen dalam arteri CSa<2A..menitA .1. Pemeriksaan la#ora$orium Hb -2.12.0 gr.mm(A ' akibat in!luks sel in!lamasi lain sebagai bagian dari reaksi hipersensiti6itas tipe epat.-. hipoksemia dibedakan men/adi ringan C7a<2 )0-#E mmHg dan Sa<2 E0E2.. mual. Hipoksemia dapat disebabkan oleh gangguan 6entilasi-per!usi. 9elaskan interpretasi H mekanisme dari pemeriksaan laboratorium yang meliputi 1 leukosit --.. auskultasi paru terdengar wheezing' abnormal C6esikulerA akibat bronkospasme disebabkan oleh pelepasan mediator seperti histamin.mm(' abnormal C0.000. :erdasarkan nilai 7a<2 dan Sa<2. Salah satu diagnosa banding yang penting adalah reaksi 6asodepres. 345 1 -0 mm.1 Cshift to the leftA 0.mm(. 7ada reaksi ini ditemukan hipotensi.A.000.-*. pirau..0--0. dan tromboksan A2.000.000--0.0 gr.-0 5iagnosis banding perlu dipikirkan saat melakukan anamnesis.#0.A.9am a.A 3eukosit --.1. berkeringat.. leukosit --. !rekuensi denyut /antung -20". lemah. sedang C7a<2 20-)0 mmHg dan Sa<2 #0-*E. Hipoksia adalah penurunan se/umlah oksigen yang terdapat dalam /aringan tanpa memperhatikan penyebab dan lokasi.#. dan. prostaglandin. gangguan di!usi dan berada di tempat yang tinggiJ.A dan berat C7a<2 L 20 mmHg dan Sa<2 L#0. muntah. Fang dapat membedakannya dengan reaksi ana!ilaksis yaitu tidak adanya mani!estasi kulit .#0. diff count 1 0.0 gr. leukotrien...6aso6agal.2.menit. Nilai normal 7a<2 *0 8 -00 mmHg dan Sa<2 K E0. regular ' abnormal C)0--00". diff count 1 0. meskipun penderita memiliki riwayat ana!ilaksis sebelumnya.

hiperglikemi dapat menyebabkan ter/adinya flushing. <bat-obatan seperti niasin. dokumentasi pro6okasi antigen-%g4 spesi!ik yang rele6anCpro6okasi. rute pa/anan dan riwayat atopi --. pemeriksaan !isik dan pemeriksaan penun/ang 5iagnosis 1 R.-) 7emeriksaa darah Antibodi %g4 total serum Antibodi %g4 spesi!ik dalam RAS@ Antibodi %gM dan %g> spesi!ik =/i pro6okasi Dilakukan setelah keadaan gawat darurat teratasi #. asma. ). :agaimana epidemiologi pada kasus. 2- . Apa working diagnosis pada kasus. :agaimana ara menegakan diagnosis pada kasus. penghambat A+4. alkohol. sementara pada ana!ilaksis lebih sering ter/adi takikardia. tumor tiroid atau saluran erna. dan pruritusA dan adanya bradikardia pada reaksi 6asodepres. pa/anan dengan antigen atau bahan tertentu 7ertimbangkan R. dan :loker adrenergik konsisten menimbulkan ana!ilaksis Singkirkan penyakit lain yang menyerupai ama!ilaksis :ila tersedia. -* Nn. tes kulit atau pemeriksaan serumA 7erhatikan tanda-tanda dan ge/ala ana!ilasksi awal dan lainnya. A 20 tahun mengalami syok ana!ilaksis disebabkan oleh tes kulit terhadap obat se!triakson E. Apa pemeriksaan penun/ang pada kasus . Apa sa/a !aktor resiko pada kasus. $e/adian kemerahan pada kulit CflushingA /uga dapat menyerupai ana!ilaksis. anamnesis. nikotin. -E Dianalisis -0. katekolamin. kemerahan. /enis kelamin. angioedema. *. 20 Baktor resikonya adalah usia.Curtikaria. :agaimana patogenesis pada kasus. !eokromasitoma. penyakit /antung.-# :erdasarkan mani!estasi klinis.

%g4 spesi!ik ini kemudian terikat pada reseptor permukaan mastosit dan baso!il. yang menghasilkan leukotrine dan prostaglandin. terpapar pada sel plasma dan menyebabkan pembentukan %g4 spesi!ik terhadap alergen tertentu. :agaimana tata laksana C!armakologis dan non !armakologisA pada kasus. 7ada tahap selan/utnya mediator-mediator ini menyebabkan pula rangkaian reaksi maupun sekresi mediator sekunder dari netro!il. %katan antigen antibodi ini /uga memi u sintesis SRS-A C Slow rea ting substan e o! Anaphyla"is A dan degradasi dari asam ara hidonik pada membran sel. Rasio H. -2.22 .eosino!il dan trombosit. Alergen yang masuk kedalam tubuh lewat kulit. @er/adi kenaikan AM7 kemudian penurunan drastis se/alan dengan airan ekstraselluler. AM7 Akti6asi mastosit dan baso!il menyebabkan /uga respon bi!asik dari pelepasan mediator dan granula kedalam penurunan intraselluler. sebaliknya obat-obat yang dapat meningkatkan >M7 Cmisalnya obat holinergikA dapat memperburuk keadaan karena dapat merangsang terlepasnya mediator.menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah. alergen akan terikat pada %ge spesi!ik dan memi u ter/adinya reaksi antigen antibodi yang menyebabkan terlepasnya mediator yakni antara lain histamin dari granula yang terdapat dalam sel. Sebaliknya >M7 /ustru menghambat pelepasan mediator. Reaksi ini segera men apai pun aknya setelah -0 menit. <bat-obatan ini antara lain adalah katekolamin Cmeningktakan sintesis AM7A dan methyl "anthine misalnya amino!ilin Cmenghambat degradasi AM7A.Reaksi ana!ilaksis timbul bila sebelumnya telah terbentuk %g4 spesi!ik terhadap alergen tertentu.mediator primer dan sekunder menimbulkan berbagai perubahan patologis pada 6askuler dan hemostasis.dan H2 yang berada pada permukaan saluran sirkulasi dan respirasi.8 H2 pada /aringan menentukan e!ek akhirnya. sistem perna!asan maupun makanan. spasme bronkus dan spasme pembuluh darah koroner sedangkan stimulasi reseptor H2 menyebabkan dilatasi bronkus dan peningkatan mukus di/alan na!as. mukosa. leukotrine CSRS-AA dan prostaglandin pada pembuluh darah maupun otot polos bronkus menyebabkan timbulnya ge/ala perna!asan dan syok. <bat-obatan yang men egah penurunan AM7 intraselluler ternyata dapat menghilangkan ge/ala ana!ilaksis. 4!ek biologis histamin terutama melalui reseptor H. 7ada paparan berikutnya. 4!ek histamin. Stimulasi reseptor H.

2 ml adrenalin dilarutkan dalam spoit -0 ml dengan Na+l !isiologis. 0.1 -000 diberikan se ara intramuskuler yang dapat diulangi 0 8 -0 menit. 5apat dilan/utkan 200 mg lagi melalui drips in!us bila dianggap perlu.Adrenalin merupakan drug o! hoi e dari syok ana!ilaktik. 5osis ulangan umumnya diperlukan. Adrenalin merupakan 6asokonstriktor pembuluh darah dan inotropik yang kuat sehingga tekanan darah dengan epat naik kembali.0 ml adrenalin dari larutan . $edua obat tersebut kurang man!aatnya pada tingkat syok ana!ilaktik. .Penan'anan s0ok anafilak$ik I.. 200 mg amino!ilin diberikan perlahan-lahan selama -0 menit intra6ena. Adrenalin merupakan histamin bloker. 9ika respon pemberian se ara intramuskuler kurang e!ekti!. Tera"i me!ikamen$osa 7rognosis suatu syok ana!ilaktik amat tergantung dari ke epatan diagnose dan pengelolaannya. diberikan perlahan-lahan. 5apat diberikan setelah ge/ala klinik mulai membaik guna men egah komplikasi selan/utnya berupa serum si kness atau prolonged . mengingat lama ker/a adrenalin ukup singkat. -. 7emberian subkutan. Hal ini disebabkan ( !aktor yaitu 1 Adrenalin merupakan bronkodilator yang kuat . sebaiknya dihindari pada syok ana!ilaktik karena e!eknya lambat bahkan mungkin tidak ada akibat 6asokonstriksi pada kulit. sehingga absorbsi obat tidak ter/adi. Merupakan pilihan kedua setelah adrenalin. dapat diberi se ara intra6enous setelah 0.8 0. sehingga penderita dengan epat terhindar dari hipoksia yang merupakan pembunuh utama. !. Amino!ilin 5apat diberikan dengan sangat hati-hati apabila bronkospasme belum hilang dengan pemberian adrenalin. Antihistamin dan kortikosteroid.( 8 0. sebab keduanya hanya mampu menetralkan hemi al mediators yang lepas dan tidak menghentikan produksinya. - Dosis dan cara pemberiannya. melalui peningkatan produksi y li AM7 sehingga produksi dan pelepasan hemi al mediator dapat berkurang atau berhenti.

(. 7ada keadaan yang amat ekstrim tindakan trakeostomi atau krikotiroidektomi perlu dipertimbangkan. 9ika semua usaha-usaha diatas telah dilakukan tapi tekanan darah masih tetap rendah maka pemasangan in!us sebaiknya dilakukan. Ringer 3aktat atau Na+l !isiologis dapat dipakai sebagai airan pengganti.7emasangan in!us. 7emberian <ksigen 9ika laring atau bronkospasme menyebabkan hipoksi. 7emberian airan in!us sebaiknya dipertahankan sampai tekanan darah kembali optimal dan stabil. 9ika airan tersebut tak tersedia. +airan plasma e"pander C5e"tranA merupakan pilihan utama guna dapat mengisi 6olume intra6askuler se epatnya. perangkat in!us dan airannya /uga perangkat resusitasiCResu itation kit A untuk memudahkan tindakan se epatnya. 7osisi @rendelenburg 7osisi trendeleburg atau berbaring dengan kedua tungkai diangkat Cdigan/al dengan kursi A akan membantu menaikan 6enous return sehingga tekanan darah ikut meningkat. @erapi supporti! @erapi atau tindakan supporti! sama pentingnya dengan terapi medikamentosa dan sebaiknya dilakukan se ara bersamaan. Resusitasi $ardio 7ulmoner CR$7A Seandainya ter/adi henti /antung C ardia arrestA maka prosedur resusitasi kardiopulmoner segera harus dilakukan sesuai dengan !alsa!ah A:+ dan seterusnya. Mengingat kemungkinan ter/adinya henti /antung pada suatu syok ana!ilaktik selalu ada. 2. maka sewa/arnya ditiap ruang praktek seorang dokter tersedia selain obat-obat emergen y. C-0.--. pemberian <2 ( 8 0 ltr . O#a$ o#a$ 0an' !i#u$uhkan Adrenalin Amino!ilin Antihistamin $ortikosteroid %%.-2A -. ". Antihistamin yang biasa digunakan adalah di!enhidramin H+l 0 8 20 mg %? dan untuk golongan kortikosteroid dapat digunakan deksametason 0 8 -0 mg %? atau hidro ortison -00 8 200 mg %?.e!!e t. menit harus dilakukan. .

@indakan ini tak dapat diandalakan dan bukannya tanpa resiko tapi minimal kita dapat terlindung dari sanksi hukum. /uga merupakan tindakan yang aman. Sebaiknya mengganti dengan preparat lain yang lebih aman. 9ika reaksi tersebut ukup hebat sehingga menimbulkan syok disebut sebagai syok ana!ilaktik yang dapat berakibat !atal. :agaimana ara pen egahan pada kasus. Apa komplikasi pada kasus. 4arly diagnosis dan early treatment se ara lege-artis serta tersedianya obata-obatan beserta perangkat resusitasi lainnya merupakan modal utama guna mengelola syok ana!ilaktik yang mungkin tidak dapat dihindari dalam praktek dunia kodokteran. 22 Reaksi ana!ilaksis merupakan sindrom klinis akibat reaksi imunologis Creaksi alergiA yang bersi!at sistemik. <leh karena itu syok ana!ilaktik adalah suatu tragedi dalam dunia -(. 2( . sirkulasi. 7emberian antihistamin dan kortikosteroid . selain itu hasilnyapun dapat diandalkan. 7engetahuan. 9angan men oba menyuntikan obat yang sama bila sebelumnya pernah ada riwayat alergi betapapun ke ilnya. epat dan hebat yang dapat menyebabkan gangguan respirasi. penisillin. pen ernaan dan kulit. eksim.Peran'ka$ 0an' !i#u$uhkan <ksigen 7osisi @rendelenburg CkursiA %n!us set dan airannya Resusitation kit $ewaspadaan @iap penyuntikan apapun bentuknya terutama obat-obat yang telah dilaporkan bersi!at antigen Cserum. atau penyakit-penyakit alergi lainnyaA harus lebih diwaspadai lagi. @est kulit @est kulit memang sebaiknya dilakukan se ara rutin sebelum pemberian obat bagi penderita yang di urigai. keterampilan dan peralatan. anestesi lokal dll A harus selalu waspada untuk timbulnya reaksi an!ilaktik. -2. Sebagai pen egahan sebelum penyuntikan obat. rinitis.7enderita yang tergolong resiko tinggi Cada riwayat asma. 7ada penderita dengan resiko amat tinggi dapat di oba dengan stra th test dengan kewaspadaan dan persiapan yang prima.

keadaan ini dapat menimbulkan malapetaka yang berakibat ganda. Makalah ini akan memberi petun/uk sederhana tentang usahausaha yang harus dilakukan dalam mengelola syok ana!ilaktik. )ulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas. . karena itu merupakan sen/ata ampuh buat kita. -ompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter. Selain itu. <lehnya itu upaya menghindari timbulnya syok ana!ilaktik ini hampir tertutup bagi pro!esi dokter yang selalu berhadapan dengan suntikan. @est kulit yang merupakan salah satu upaya guna menghindari ke/adian ini tidak dapat diandalkan. tepat diagonis dan pengelolaannya makan prognosisnya bonam. Semakin epat. untuk tidak timbulnya reaksi ana!ilaktik dengan pemberian dosis penuh. -). :agaimana prognosis pada kasus.kedokteran. tapi bagaimana kita memberi pertolongan se ara lege-artis bila ke/adian itu menimpa kita. dilain pihak dokternya dapat dikenai sanksi hukum yang digolongkan sebagai kelalaian atau malprati e. S$5% 2) Reaksi anafilak$ik $in'ka$ kema"uan . yang membutuhkan pertolongan epat dan tepat. =ntuk itu diperlukan pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan syok ana!ilaktik.A Syok ana!ilaksis merupakan reaksi alergi yang tergolong emergency life# threatening. sebab ternyata dengan test kulit yang negati! tidak men/amin -00 .20 7rognosis suatu syok ana!ilaktik amat tergantung dari ke epatan diagnose dan pengelolaannya. -0. test kulit sendiri dapat menimbulkan syok ana!ilaktik pada penderita yang amat sensiti!. Satu-satunya /alan yang dapat menolong kita dari malapetaka ini bukan menghindari penyuntikan. @anpa pertolongan yang epat dan tepat. 5isatu pihak penderita dapat meninggal seketika.