Anda di halaman 1dari 3

BAB X

KESIMPULAN UMUM

1.

Analisa yang kita lakukan untuk mengetahui karakteristik reservoir yang akan kita kembangkan, analisa ini bisa di lakukan di lapangan yang baru atau lapangan yang sudah ada. Tahapan analisa seperti Metode Dean & Stark, Centrifuge, Titik beku dan Titik tuang serta titik kabut, flash point (titik nyala) dan fire point (titik bakar), specific gravity, pengukuran viskositas dan pengukuran air formasi.

2.

Metode Dean & Stark merupakan salah satu metode untuk menentukan besarnya kandungan air dalam crude oil dengan prinsip destilasi, kondensasi, serta berat jenis dari masing -masing elemen yang terkondensasi di trap. Kandungan air ini penting untuk mengetahui perkiraan cadangan, perencanaan dan penanganan peralatan produksi, dan untuk persyaratan export minyak mentah yang menggunakan standart air yang diijinkan.

3.

Dengan mengetahui % kandungan air, kita dapat menentukan apakah minyak (crude oil) memiliki kualitas yang baik atau tidak, sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai keadaan minyak mentah dan jumlah minyak mentah yang dapat diproduksikan.

4.

Metode centrifuge bermanfaat untuk menentukan kadar air dan base sediment yang terdapat dalam crude oil. Semakin besar gaya centrifugal yang digunakan, semakin baik pemisahan antara minyak, air, dan padatan.

5.

Semakin besar volume air dan volume padatan yang dimiliki oleh suatu sample, maka akan semakin besar pula % BS & W yang didapatkan dan demikian sebaliknya.

6.

Air dan endapan yang terikut pada proses produksi minyak mentah dapat mempengaruhi laju produksi. Semakin tinggi laju produksi, semakin besar air dan endapan yang terikut.

7.

Specific gravity dari minyak akan mempengaruhi kualitas dari minyak tersebut. Semakin berat densitynya maka kualitasnya tidak bagus. Prinsip

sedangkan untuk SG gas digunakan effusiometer yang memanfaatkan kecepatan aliran gas untuk menentukan SG dengan suatu zat standar untuk pembanding. hal ini dikarenakan pencegahan terjadinya kebakaran meskipun pada titik nyala rendah. Viskositas berbanding terbalik dengan kecepatan alirnya. Serta viskositas berbanding terbalik dengan temperaturnya. Jika 0API Gravity crude oil tinggi. 12. Penentuan titik kabut. harga jual minyaknya lebih tinggi. & titik beku tergantung pada perbandingan komposisi kimia dari suatu crude oil. Titik kabut merupakan suhu tertinggi diantara titik beku dan titik tuang. maka crude oil tersebut mengandung fraksi ringan dalam jumlah yang besar. 14. 13. titik tuang. Semakin tidak mudah terbakar (unflameable) maka minyak tersebut memiliki fraksi-fraksi berat di dalamnya. Analisa kimiawi pada air formasi dimaksudkan untuk mengetahui dan mengantisipasi timbulnya problem – problem produksi berupa scale maupun . dan titik beku merupakan suhu terendah diantara ketiganya. 11.dasar penentuan spesific grafity (SG) adalah dengan mencelupkan hidrometer ke dalam minyak. seperti besarnya koefisien viscometer (B). 16. Besarnya viskositas kinematik dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. 9. Semakin tinggi titik nyala (flash point) dan titik bakar (fire point) maka minyak semakin tidak mudah terbakar (unflameable). Komposisi senyawa hidrokarbon berpengaruh terhadap nilai titik bakar dan titik nyala dari fluida HC tersebut. Di dunia perminyakan dan di suatu perusahaan lebih cenderung memilih titik nyala tinggi. Semakin besar SG suatu minyak mentah. yang merupakan sifat fisik penting dari fluida untuk menentukan karakteristik alirannya. Komposisi senyawa hidrokarbon berpengaruh terhadap nilai titik bakar dan titik nyala dari fluida HC tersebut. 15. maka akan semakin kecil 0API yang dimiliki oleh minyak tersebut. 17. 8. 10. oAPI dijadikan standar penentu kualitas suatu crude oil. Sehingga bisa dikatakan minyak tersebut mempunyai SG yang tinggi dan atau oAPI yang rendah. konstanta peralatan keseluruhan ( C ).

Selain itu jenis scale yang terbentuk juga tergantung dari komposisi komponen-komponen penyusun air formasi. Apabila bernilai negatif. Dari data yang diberikan. dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur. masalah yang timbul dari air formasi bersifat korosif. 19. 18.korosi yang terjadi pada alat – alat produksi agar tidak terlambat dalam mengambil tindakan. masalah yang timbul dari air formasi akan bersifat scale. dimana scale mulai terbentuk setelah air formasi ikut terproduksi ke permukaan. Terbentuknya endapan scale pada lapangan minyak berkaitan erat dengan air formasi. yaitu pH. 20. konversi ion Ca2+ dan konversi ion HCO3-. maka semakin rendah tenaga ion keseluruhan pada suatu larutan. . yang pada prinsipnya dilakukan untuk mengetahui kandungan ion dan pH dari air formasi tersebut. tenaga ion keseluruhan (K). Stabilitas indeks dipengaruhi oleh beberapa faktor. Harga SI positif mempengaruhi masalah produksi.