Anda di halaman 1dari 41

BAB I KONSEP EFUSI PLEURA

1.1 Anatomi dan Fisiologi Pleura Pleura terletak dibagian terluar dari paru-paru dan mengelilingi paru. Pleura disusun oleh jaringan ikat fibrosa yang didalamnya terdapat banyak kapiler limfa dan kapiler darah serta serat saraf kecil. Pleura disusun juga oleh sel-sel (terutama fibroblast dan makrofag). Pleura paru ini juga dilapisi oleh selapis mesotel. Pleura merupakan membran tipis, halus, dan licin yang membungkus dinding anterior toraks dan permukaan superior diafragma. Lapisan tipis ini mengandung kolagen dan jaringan elastis (Sylvia nderson Price dan Lorraine !, "##$% &'(). da " macam pleura yaitu pleura parietalis dan pleura viseralis. Pleura parietalis melapisi toraks atau rongga dada sedangkan pleura viseralis melapisi paru-paru. )edua pleura ini bersatu pada hilus paru. *alam beberapa hal terdapat perbedaan antara kedua pleura ini yaitu pleura viseralis bagian permukaan luarnya terdiri dari selapis sel mesotelial yang tipis (tebalnya tidak lebih dari '# +m). *iantara celahcelah sel ini terdapat beberapa sel limfosit. *i ba,ah sel-sel mesotelia ini terdapat endopleura yang berisi fibrosit dan histiosit. Seterusnya diba,ah ini (dinamakan lapisan tengah) terdapat jaringan kolagen dan serat-serat elastik. Pada lapisan terba,ah terdapat jaringan intertitial subpleura yang sangat banyak mengandung pembuluh darah kapiler dari . Pulmonalis dan . -rankialis serta pembuluh getah bening. )eseluruhan jaringan pleura viseralis ini menempel dengan kuat pada jaringan parenkim paru. Pleura parietalis mempunyai lapisan jaringan lebih tebal dan terdiri dari sel-sel mesotelial juga dan jaringan ikat (jaringan kolagen dan serat-serat elastik). *alam jaringan ikat, terdapat pembuluh kapiler dari .nterkostalis dan . . !ammaria interna, pembuluh getah bening dan banyak

reseptor saraf-saraf sensorik yang peka terhadap rasa sakit dan perbedaan temperatur. Sistem persarafan ini berasal dari nervus intercostalis dinding dada. )eseluruhan jaringan pleura parietalis ini menempel dengan mudah, tapi juga mudah dilepaskan dari dinding dada di atasnya. *i antara pleura terdapat ruangan yang disebut spasium pleura, yang mengandung sejumlah kecil cairan yang /

melicinkan permukaan dan memungkinkan keduanya bergeser secara bebas pada saat ventilasi. 0airan tersebut dinamakan cairan pleura. 0airan ini terletak antara paru dan thoraks. 1idak ada ruangan yang sesungguhnya memisahkan pleura parietalis dengan pleura viseralis sehingga apa yang disebut sebagai rongga pleura atau kavitas pleura hanyalah suatu ruangan potensial. 1ekanan dalam rongga pleura lebih rendah daripada tekanan atmosfer sehingga mencegah kolaps paru. 2umlah normal cairan pleura adalah /#-"# cc (3ood !ukty, "##"% &45). 0airan pleura berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis bergerak selama pernapasan dan untuk mencegah pemisahan toraks dan paru yang dapat dianalogkan seperti dua buah kaca objek yang akan saling melekat jika ada air. )edua kaca objek tersebut dapat bergeseran satu dengan yang lain tetapi keduanya sulit dipisahkan. 0airan pleura dalam keadaan normal akan bergerak dari kapiler di dalam pleura parietalis ke ruang pleura kemudian diserap kembali melalui pleura viseralis. 3al ini disebabkan karena perbedaan tekanan antara tekanan hidrostatik darah yang cenderung mendorong cairan keluar dan tekanan onkotik dari protein plasma yang cenderung menahan cairan agar tetap di dalam. Selisih perbedaan absorpsi cairan pleura melalui pleura viseralis lebih besar daripada selisih perbedaan pembentukan cairan oleh pleura parietalis dan permukaan pleura viseralis lebih besar dari pada pleura parietalis sehingga dalam keadaan normal hanya ada beberapa mililiter cairan di dalam rongga pleura (Sylvia nderson Price dan Lorraine !, "##$% &'(). lsagaff dan 3. bdul

6ambar /./ 6ambaran natomi Pleura (dikutip dari Poslal medicina, 2007:
www.google.com)

"

1.2 De inisi E usi Pleura 7fusi pleura adalah pengumpulan cairan di dalam rongga pleura akibat transudasi atau eksudasi yang berlebihan dari permukaan pleura (Su8anne Smelt8er% "##/). 9ongga pleura adalah rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paruparu dan rongga dada, diantara permukaan viseral dan parietal. *alam keadaan normal, rongga pleura hanya mengandung sedikit cairan sebanyak /#-"# ml yang membentuk lapisan tipis pada pleura parietalis dan viseralis, dengan fungsi utama sebagai pelicin gesekan antara permukaan kedua pleura pada ,aktu pernafasan. 2enis cairan lainnya yang bisa terkumpul di dalam rongga pleura adalah darah, nanah, cairan seperti susu dan cairan yang mengandung kolesterol tinggi. 7fusi pleura bukan merupakan suatu penyakit, akan tetapi merupakan tanda suatu penyakit. Pada gangguan tertentu, cairan dapat berkumpul dalam ruang pleural pada titik dimana penumpukan ini akan menjadi bukti klinis, dan hampir selalu merupakan signifikasi patologi. 7fusi dapat terdiri dari cairan yang relatif jernih, yang mungkin merupakan cairan transudat atau eksudat, atau dapat mengandung darah dan purulen. 1ransudat (filtrasi plasma yang mengalir menembus dinding kapiler yang utuh) terjadi jika faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan reabsorpsi cairan pleural terganggu. -iasanya oleh ketidakseimbangan tekanan hidrostatik atau onkotik. 1ransudat menandakan bah,a kondisi seperti asites atau gagal ginjal mendasari penumpukan cairan. 7ksudat (ekstravasasi cairan ke dalam jaringan atau kavitas). -iasanya terjadi akibat inflamasi oleh produk bakteri atau tumor yang mengenai permukaan pleural (Sylvia "##$% &'(). 7fusi yang mengandung darah disebut dengan efusi hemoragis. Pada keadaan ini kadar eritrosit di dalam cairan pleural meningkat antara $.###-/#.### mm '. )eadaan ini sering dijumpai pada keganasan pneumonia. -erdasarkan lokasi cairan yang terbentuk, efusi pleura dibagi menjadi unilateral dan bilateral. 7fusi yang unilateral tidak mempunyai kaitan yang spesifik dengan penyakit penyebabnya, akan tetapi efusi yang bilateral seringkali ditemukan pada penyakit % nderson Price dan Lorraine,

'

kegagalan jantug kongestif, sindroma nefrotik, asites, infark paru, lupus eritematosis sistemik, tumor dan tuberkulosis. 1erdapat beberapa jenis efusi berdasarkan penyebabnya, yakni % a. -ila efusi berasal dari implantasi sel-sel limfoma pada permukaan pleura, cairannya adalah eksudat, berisi sel limfosit yang banyak dan sering hemoragik. b. c. d. -ila efusi terjadi akibat obstruksi aliran getah bening, cairannya bisa transudat atau eksudat dan ada limfosit. -ila efusi terjadi akibat obstruksi duktus torasikus, cairannya akan berbentuk cairan kelenjar limfa (chylothorak) -ila efusi terjadi karena infeksi pleura pada pasien limfoma maligna karena menurunnya resistensinya terhadap infeksi, efusi akan berbentuk empiema akut atau kronik (,,,.medicastore.com). -erdasarkan jenis cairan yang terbentuk, cairan pleura dibagi menjadi % /. 1ransudat 1ransudat *alam keadaan normal cairan pleura yang jumlahnya sedikit itu adalah transudat. 1ransudat terjadi apabila hubungan normal antara tekanan kapiler hidrostatik dan koloid osmotik menjadi terganggu, sehingga terbentuknya cairan pada satu sisi pleura akan melebihi reabsorbsi oleh pleura lainnya. -iasanya hal ini terdapat pada% a) b) c) d) !eningkatnya tekanan kapiler sistemik !eningkatnya tekanan kapiler pulmonal !enurunnya tekanan koloid osmotik dalam pleura !enurunnya tekanan intra pleura

Penyakit-penyakit yang menyertai transudat adalah% a) b) c) d) 6agal jantung kiri (terbanyak) Sindrom nefrotik :bstruksi vena cava superior sites pada sirosis hati (asites menembus suatu defek diafragma atau masuk melalui saluran getah bening)

;

(3adi 3alim. 1erjadinya perubahan permeabilitas membrane adalah karena adanya peradangan pada pleura misalnya% infeksi. antara lain% infeksi (tuberkulosis. !enurut -runner = Suddart. terjadinya efusi pleura disebabkan oleh " faktor yaitu% /. 2enisjenis virusnya adalah % 7cho virus. $ . pneumonia) tumor pada pleura. dan mikoplasma. karsinoma bronkogenik radiasi. Penyakit yang menyertai eksudat. abses subfrenik. "##/. Protein yang terdapat dalam caira pleura kebanyakan berasal dari saluran getah bening.! Etiologi 7fusi pleura merupakan proses penyakit primer yang jarang terjadi.Pleuritis karena >irus dan mikoplasma 7fusi pleura karena virus atau mikoplasma agak jarang. sehingga menimbulkan eksudat. tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. . 9ickettsia. infark paru atau neoplasma. 0o?sackie virus. 7ksudat 7ksudat merupakan cairan pleura yang terbentuk melalui membran kapiler yang permeable abnormal dan berisi protein transudat. )egagalan aliran protein getah bening ini akan menyebabkan peningkatan konsentrasi protein cairan pleura. abses paru. pnemonitis. 0hlamidia. !acam-macam penyakit infeksi lain yang dapat menyebabkan efusi pleura antara lain% a. 0airan efusi biasanya eksudat dan berisi leukosit antara /##-5### per cc. penyakit dan jaringan ikat< kolagen< SL7 (Sistemic Lupus 7ritematosis).". "##/% &4&-&44) 1. -ila terjadi jumlahnya pun tidak banyak dan kejadiannya hanya selintas saja. infark paru.nfeksi Penyakit-penyakit infeksi yang menyebabkan efusi pleura antara lain% tuberculosis.

0airan efusi yang biasanya serous. Klebsiella. 7fusi pleura karena parasit ini terjadi karena peradangan yang ditimbulkannya. koksidioidomikosis. tapi kemudian sel limfost.Pleuritis karena parasit Parasit yang dapat menginfeksi ke dalam rongga pleura hanyalah amoeba. . blastomikosis.Pleuritis 1uberkulosa Permulaan penyakit ini terlihat sebagai efusi yang bersifat eksudat. naerob % Bacteroides spp.di sini parasit masuk ke rongga pleura secara migrasi dari perenkim hati. dll. Fusobacterium. E. 5 . erob % Streptococcus pneumonia. kriptokokus. *apat juga karena adanya robekan dinding abses amuba pada hati ke arah rongga pleura. Pseudomonas spp. Pleuritis karena bakteri Piogenik Permukaan pleura dapat ditempeli oleh bakteri yang berasal dari jaringan parenkim paru dan menjalar secara hematogen. -entuk tropo8oit datang dari parenkim hati menembus diafragma terus ke parenkim paru dan rongga pleura.b. kadang-kadang bisa juga hemoragis. 2umlah leukosit antara $##-"### per cc. 2enis fungi penyebab pleuritis adalah % aktinomikosis. coli. 0airan efusi sangat sedikit mengandung kuman tuberculosis. Streptococcus mileri. e. mula-mula yang dominan adalah sel polimorfonuklear. histoplasmosis. aspergillus. Pleura karena @ungi Pleuritis karena fungi amat jarang. Hemofilus spp. dan jarang yang melalui penetrasi diafragma. Peptostreptococcus. d.arna khas merah coklat. Patogenesis timbulnya efusi pleura adalah karena reaksi hipersensitivitas lambat terhadap organisme fungi. Penyakit kebanyakan terjadi sebagai komplikasi tuberkulosis paru melalui fokus subpleura yang robek atau melalui aliran getah bening. -iasanya terjadi karena penjalaran infeksi fungi dari jaringan paru. c. *i samping ini dapat terjadi empiema karena karena ameba yang cairannya ber. dinding dada atau esophagus. Saphylococcus aureus.

sehingga cairan efusi mudah terbentuk. gagal hati. jumlahnya tidak banyak. Pada efusi pleura denga infark paru jumlah cairan efusinya lebih banyak dan . Patogenesisnya dalah akibat terjadinya peningkatan tekanan vena sistemik dan tekanan kapiler pulmonal akan menurunkan kapasitas reabsorbsi pembuluh darah subpleura dan aliran getah bening juga akan menurun (terhalang) sehingga filtrasi cairan ke rongga pleura dan paru-paru meningkat. dapun penyakit non infeksi lain yang dapat menyebabkan efusi pleura antara lain% a.arna merah). *i samping itu permeabilitas antara satu atau kedua bagian pleura akan meningkat.aktu penyembuha juga lebih lama. sehingga terjadi iskemia maupun kerusakan parenkim paru dan memberikan peradangan dengan efusi yang berdarah (. 6angguan )ardiovaskuler Payah jantung (decompensatio cordis) adalah penyebab terbanyak timbulnya efusi pleura. & . 7fusi pleura karena gangguan sirkulasi /. Aon infeksi Sedangkan penyakit non infeksi yang dapat menyebabkan efusi pleura antara lain% 0a paru. gagal ginjal.". perikarditis konstruktifa. 0airan efusi biasanya bersifat eksudat. tumor ovarium. dan biasanya sembuh secara spontan. 0a mediastinum. asal tidak terjadi emboli pulmonal lainnya. Penyebab lainnya dalah perikarditis konstriktiva dan sindrom vena kava superior. )eadaan ini dapat disertai infark paru ataupun tanpa infark. ". 7mboli Pulmonal 7fusi pleura dapat terjadi pada sisi paru yang terkena emboli pulmonal. bendungan jantung (gagal jantung). 7mboli menyebabkan turunnya aliran darah arteri pulmonalis. 0a pleura (primer dan sekunder).

!ekanisme penumpukan cairan ini belum diketahui betul. Bremia Salah satu gejala penyakit uremia lanjut adalah poliserositis yang terdiri dari efusi pleura. efusi perikard dan efusi peritoneal (asites). )eluhan yang paling banyak ditemukan adalah sesak nafas dan nyeri dada. 3ipoalbuminemia 7fusi pleura juga terdapat pada keadaan hipoalbuminemia seperti sindrom nefrotik. malabsorbsi atau keadaan lain dengan asites serta anasarka. 7fusi yang terjadi kebanyakan bilateral dan cairan bersifat transudat. c. luka tusuk pada dada. rupture esophagus karena muntah hebat atau karena pemakaian alat . 7fusi terjadi karena rendahnya tekana osmotic protein cairan pleura dibandingkan dengan tekana osmotic darah. yakni % !enumpuknya sel-sel tumor akan meningkatnya permeabilitas pleura terhadap air dan protein danya massa tumor mengakibatkan tersumbatnya aliran pembuluh darah vena dan getah bening. b.'. tetapi diketahui dengan timbulnya eksudat terdapat peningkatan permeabilitas jaringan pleura.aktu tindakan esofagoskopi. 1erdapat beberapa teori tentang timbulnya efusi pleura pada neoplasma. 7fusi pleura dapat terjadi karena trauma yaitu trauma tumpul. laserasi. 4 . sehingga rongga pleura gagal memindahkan cairan dan protein danya tumor membuat infeksi lebih mudah terjadi dan selanjutnya timbul hipoproteinemia.alaupun dilakukan torakosentesis berkali-kali. 6ejala lain adalah adanya cairan yang selalu berakumulasi kembali dengan cepat . ". 7fusi pleura karena sebab lain /. 7fusi pleura karena neoplasma Aeoplasma primer ataupun sekunder (metastasis) dapat menyerang pleura dan umumnya menyebabkan efusi pleura.

( sril -ahar. 0airan bersifat eksudat dan mengandung protein dengan konsentrasi tinggi. abses limpa. 7fusi dapat terjadi tersendiri maupun secara bersama-sama. kadang-kadang masih belum bisa didapatkan diagnostic yang pasti.4-&" jam pasca operasi abdomen seperti splenektomi. praktolol kadang-kadang memberikan reaksi<perubahan terhadap paru-paru dan pleura berupa radang dan dan kemudian juga akan menimbulkan efusi pleura. !iksedema 7fusi pleura dan efusi perikard dapat terjadi sebagai bagian miksedema.ah diafragma. sakit dada. Sebagian besar efusi pleura karena uremia tidak memberikan gejala yang jelas seperti sesak nafas. 5. !ekanismenya adalah karena berpindahnya cairan yang kaya dengan en8im pancreas ke rongga pleura melalui saluran getah bening.arna kekuning-kuningan. '. $.alaupun telah dilakukan prosedur diagnostic secara berulang-ulang (pemeriksaan radiologis. abses ginjal. biopsy pleura). 7fusi pleura juga sering terjadi setelah . tetapi kadang-kadang juga dapat hemoragik. metisergid.. ( . Limfedema Limfedema secara kronik dapat terjadi pada tungkai. "##/) d. -iasanya efusi terjadi pada pleura kiri tapi dapat juga bilateral. tangan dan efusi pleura yang berulang pada satu atau kedua paru. atau batuk.perikard atau peritoneum. pseudokista pancreas atau eksaserbasi akut pankreatitis kronik. .ntra-abdominal 7fusi pleura dapat terjadi secara steril karena reaksi infeksi dan peradangan yang terdapat di ba. 7fusi disini bersifat eksudat serosa. dll. analisis cairan. . muka. abses hati. 7fusi pleura karena kelainan . 7fusi pleura idiopatik Pada beberapa efusi pleura. operasi terhadap obstruksi intestinal atau pascaoperasi atelektasis. Pada beberapa pasien terdapat juga kuku jari yang ber. 9eaksi hipersensitif terhadap obat Pengobatan dengan nitrofurantoin. )eadaan ini dapat digolongkan daloam efusi pleura idiopatik. seperti pankreatitis.

Patogenesis terjadinya efusi pleura masih belum diketahui betul. *ialisis Peritoneal 7fusi pleura dapat terjadi selama dan sesudah dilakukannya dialysis peritoneal./.( -runner = Suddart. Sirosis 3ati 7fusi pleura dapat terjadi pada pasien sirosis hati. Bkuran efusi akan menentukan keparahan gejala. '. "##/% $(') /# . rea yang mengandung cairan atau menunjukkan bunyi napas minimal atau tidak sama sekali mengandung bunyi datar. Suara egophoni akan terdengar diatas area efusi. danya massa di rongga pelvis disertai asites dan eksudat cairan pleura sering dikira sebagai neoplasma dan metastasisnya. dispnea mungkin saja tidak ditemukan. dan nyeri dada pleuritis. pekak saat perkusi. Sindrom !eig 1ahun /('& !eig dan 0ass menemukan penyakit tumor pada ovarium (jinak atau ganas) disertai asites dan efusi pleura." #ani estasi Klinis -iasanya manifestasi klinisnya adalah yang disebabkan oleh penyakit dasar. 7fusi terjadi pada salah satu paru maupun bilateral. sementara efusi malignan dapat mengakibatkan dispnea dan batuk. -ila terdapat efusi pleura kecil sampai sedang. -ila tumor ovarium tersebut dioperasi. 1. 3al ini terbukti dengan samanya komposisi antara cairan pleura dengan cairan dialisat. 7fusi yang luas akan menyebabkan sesak napas. ". menggigil. *eviasi trakea menjauhi tempat yang sakit dapat terjadi jika penumpukan cairan pleural yang signifikan. Pneumonia akan menyebabkan demam. efusi pleura dan asitesnya pun segera hilang. Secara khas terdapat kesamaan antara cairan asites dengan cairan pleura. Perpindahan cairan dialisat dari rongga peritoneal ke rongga pleura terjadi melalui celah diafragma. )ebanyakan efusi pleura timbul bersamaan dengan asites. karena terdapat hubungnan fungsional antara rongga pleura dan rongga abdomen melalui saluran getah bening atau celah jaringan otot diafragma.

Aamun dalam keadaan tertentu. )ekuatan ini dikenal sebagai kekuatan negatif dari ruang pleura. !enurut 3ood lsagaff dalam bukunya *asar-*asar . neoplasma). Selain itu. Pertama. 0airan pleura tersebut terakumulasi ketika pembentukan cairan pleura lebih dari pada absorbsi cairan pleura. Pembentukan cairan pleura berlebih 3al ini dapat terjadi karena peningkatan% permeabilitas kapiler (keradangan.$ Patogenesis E usi Pleura Pada orang normal./ ml<kg--<hari Secara garis besar akumulasi cairan pleura disebabkan karena dua hal yaitu% /. da tiga faktor yang mempertahankan tekanan negatif paru yang normal ini. misalnya reaksi radang yang meningkatkan permeabilitas vaskuler. bdul !ukty. 1ekanan hidrostatik pleura parientalis ( cm 3": ". jaringan elastis paru memberikan kontinu yang cenderung menarik paru-paru menjauh dari rangka thoraks. "##"). 1etapi. )eadaan ini dapat dipertahankan karena adanya keseimbangan antara tekanan hidrostatis pleura parientalis sebesar ( cm 3": dan tekanan koloid osmotic pleura viceralis.1. 1ekanan osmotik pleura viceralis /# cm 3": '. tekanan negatif // . sehingga tetap ada kekuatan kontinyu yang cenderung memisahkannya. tekanan (atelektasis ). 0airan di rongga pleura jumlahnya tetap karena ada keseimbangan antara produksi oleh pleura parientalis dan absorbsi oleh pleura viceralis. cairan di rongga pleura sebanyak /#-"# cc. intrapleura pulmonalis ( kegagalan kiri ). sejumlah cairan abnormal dapat terakumulasi di rongga pleura. hipoprotonemia dapat menyebabkan efusi pleura karena rendahnya tekanan osmotic di kapiler darah ( 3ood lsagaff dan 3. permukaan pleura viseralis dan pleura parietalis yang saling menempel itu tidak dapat dipisahkan. Produksi cairan #. keadaan normal pada cavum pleura dipertahankan oleh% /. hidrostatis di pembuluh jantung darah ke jantung < v.lmu Penyakit *alam.

pergerakan cairan bergantung pada selisih perbedaan antara tekanan hidrostatik darah yang cenderung mendorong cairan keluar dan tekanan onkotik dari protein plasma yang cenderung menahan cairan agar tetap di dalam. yang berfungsi untuk melicinkan dan membuat keduanya bergesekan dengan mudah selama bernafas. @aktor ketiga yang mendukung tekanan negatif intrapleura adalah kekuatan pompa limfatik. infiltrasi pada kelenjar getah bening. Pada orang sehat pleura terletak pada posisi yang sangat dekat satu sama lain dan hanya dipisahkan oleh cairan serous yang sangat sedikit. Selisih perbedaan absorbsi cairan pleura melalui pleura viseralis lebih besar daripada selisih perbedaan pembentukan cairan parietalis dan permukaan pleura viseralis lebih besar daripada plura parietalis sehingga pada ruang pleura dalam keadaan normal hanya terdapat beberapa milliliter cairan.@aktor utama kedua dalam mempertahankan tekanan negatif intra pleura menurut Sylvia nderson Price dalam bukunya Patofisiologi adalah kekuatan osmotic yang terdapat di seluruh membran pleura. )etiga faktor ini kemudian. misalnya pada hipoalbuminemi. gangguan kontraksi saluran limfe. Penurunan kemampuan absorbsi sistem limfatik 3al ini disebabkan karena beberapa hal antara lain% obstruksi stomata. 2umlah cairan /" . Sedikitnya cairan serous menyebabkan keseimbangan diantara transudat dari kapiler pleura dan reabsorbsi oleh vena dan jaringan limfatik di selaput visceral dan parietal. 0airan dalam keadaan normal akan bergerak dari kapiler di dalam pleura parietalis ke ruang pleura dan kemudian di serap kembali melalui pleura viseralis. Pergerakan cairan pleura dianggap mengikuti hukum Starling tentang pertukaran trans kapiler yaitu. Sistem limfatik punya kemampuan absorbsi sampai dengan "# kali jumlah cairan yang terbentuk. Sejumlah kecil protein secara normal memasuki ruang pleura tetapi akan dikeluarkan oleh sistem limfatik dalam pleura parietalis. peningkatan tekanan vena sentral tempat masuknya saluran limfe dan tekanan osmotic koloid yang menurun dalam darah. ". mengatur dan mempertahankan tekanan negatif intra pleura normal.

seperti pneumonia atau 1-0.selama lesi berkembang. banyak leukosit terbentuk. selalu ada peningkatan cairan pleura. Pada tahap a. cairan ini merupakan transudat. 7ksudat pleura lebih pekat. dan agak menggumpal. kondisi ini merujuk pada hemothora?. /' . -ila efusi cepat permulaanya. atau dengan neoplasma. 0airan pleura jenis ini biasanya terjadi karena rusaknya dinding kapiler melalui proses suatu penyakit. atau hati. dan tidak menggumpal. memiliki banyak fibrinogen. mediastinum. ada serabut pleura yang kering tapi ada sedikit peningkatan cairan pleura. lebih gelap dan konsistensinya kental karena meningkatkanya kandungan sel P!A.. ginjal.al. esophagus atau ruang subdiafragmatik. Pada tahap selanjutnya akan menjadi kurang jernih. kebanyakan ditemukan pada pasien yang menderita oedemumum sekunder terhadap penyakit yang melibatkan jantung. cairan pleura yang berupa eksudat ini bening. 7fusi yang disebabkan oleh inflamasi pleura selalu sekunder terhadap proses inflamasi yang melibatkan paru. -iasanya hal ini disebabkan oleh kecelakaan penetrasi traumatik dari dinding dada dan menyobek arteri intercostalis. Selain itu. tidak terlalu jernih.al. 7fusi pleura tanpa peradangan menghasilkan cairan serous yang jernih. atau karena adanya percampuran dengan drainase limfatik. biasanya terjadi pada penyakit yang dapat mengurangi tekanan osmotic darah atau retensi Aa. Pada tahap a.yang abnormal dapat terkumpul jika tekanan vena meningkat karena dekompensasi cordis atau tekanan vena cava oleh tumor intrathora?.arna jerami. -ila cairan di ruang pleura terdiri dari darah. dimana pada umumnya limfatik akan mendominasi. ber. "##$% &'(). 0airan eksudat ini sesuai dengan yang sudah di jelaskan sebelumnya. hypoprotonemia dapat menyebabkan efusi pleura karena rendahnya tekanan osmotic di kapailer darah. tapi bisa juga terjadi secara spontan saat subpleural rupture atau sobeknya adhesi pleural (Sylvia nderson Price dan Lorraine. pucat. dan sering disebut serous atau serofibrinous.

gagal ginjal Aon .nfeksi mis. pnemonitis. 0a pleura (primer dan sekunder). . perikarditis konstruktifa. serotonin 9ongga pleura gagal memindahkan cairan >aso aktif kumulasi cairan di rongga pleura 6angguan keseimbangan tekanan 3idrostatik dan :nkotik !eningkatkan permeabilitas membran Perpindahan cairan EFUSI PLEURA Peningkatan cairan Pleura 9angsangan serabut saraf sensoris parietalis #K( N+eri !enekan pleura PK( Atele)tasis 7kspansi paru inadekuat Indi)asi *inda)an Sesak nafas (*ispnea) Aafsu makan C Aafas pendek dengan usaha kuat )elelahan D 1orakosintesis Pemasangan ES* #K( Ketida)e e)ti an Pola Na. bendungan jantung (gagal jantung).% &O' .u- )esulitan tidur #K( /angguan Pola *idur #K( N+eri Perlukaan Port de entre kuman /. abses paru 9eaksi g .as 1erputusnya )ontinuitas jaringan #K( Peru. gagal hati. tumor ovarium. histamine. Penumpukan sel-sel tumor !assa tumor 1ersumbatnya pembuluh darah vena dan getah bening !erangsang mediator inflamasi -radikinin.utu-an tu.a-an nutrisi )urang dari )e. prostaglandin.b 0a paru. 0a mediastinum.1.nfeksi (1-) tuberculosis.

sehingga perlu pemeriksaan tambahan sinar tembus dada.#K( Rsi)o *inggi ter-ada. Sinar tembus dada Permukaan cairan yang terdapat dalam rongga pleura akan membentuk bayangan seperti kurva. . pergerakan pernafasan menurun pada sisi sakit. sehingga terlihat sebagai kardiomegali. In e)si 1.. /. dengan permukaan daerah lateral lebih tinggi daripada bagian medial. . ". Diagnosti) Palpasi% sesuai dengan inspeksi. 3al lain yang dapat juga terlihat dalam foto dada pada efusi pleura adalah terdorongnya mediastenum pada sisi yang berla.ah) dan terlihat dalam foto sebagai bayangan konsolidasi parenkim lobus.anan dengan cairan. garis 7lolis damoisseau? uskultasi% suara nafas yang menurun bahkan menghilang. -isa juga terdapat secara parallel dengan sisi jantung. Pemeri)saan isi) Pada pemeriksaan fisik pasien dengan efusi pleura akan ditemukan% /. ".0 Pemeri)saan Fisi) dan Diagnosti) 1.nspeksi% pencembungan hemithora? yang sakit. '. *iagnosis kadang-kadang dapat ditegakkan secara anamnesis dan pemeriksaan fisik saja. 1api kadang-kadang sulit juga. *apat juga menggumpul di daerah para-mediastinal dan terlihat dalam foto sebagai figura interlobaris. fremitus raba menurun. mediastinum terdorong ke arah kontralateral. . 0airan dalam pleura kadang-kadang menumpuk menggelilingi lobus paru (biasanya lobus ba. 1api bila /$ . Perkusi% perkusi yang pekak. Bntuk diagnosis yang pasti perlu dilakukan tindakan torakosentesis dan pada beberapa kasus dilakukan juga biopsy pleura.0S melebar.

1orakosentesis spirasi cairan pleura (torakosentesis) berguna sebagai sarana untuk diagnostic maupun terapeutik. Pelaksanaannya sebaiknya dilakukan pada penderita dengan posisi duduk. Pemeriksaan dengan ultrasonografi pada pleura dapat menentukan adanya cairan dalam rongga pleura. 6ambar /. danya perbedaan densitas cairan dengan jaringan sekitarnya. terutama pada efusi yang terlokalisasi. adanya lesi tulang yang destruktif pada keganasan. adanya densitas parenkimynag lebih kerang dpada pneumonia atau abses paru...efusi pleura<#4#'#4<thora?<. mediastenum akan tetap pada tempatnya..anan dengan cairan." 6ambaran 1oraks dengan 7fusi Pleura (http%<<.$## cc /5 .F garis aksilaris posterioar dengan memakai jarum /. Pemeriksaan ini sangat membantu sebagai penentuan . adanya masa tumor. sangat memudahkan dalam menentukan adanya efusi pleura. Pengeluaran cairan pleura sebaiknya tidak melebihi /.eblog. spirasi dilakukan pada bagian ba.aktu melakukan aspirasi cairan tersebut. 3anya saja pemeriksaan ini tidak banyak dilakukan karena biayanya masih mahal. atau /5.ah paru di bbocath nomor sela iga .terdapat atelektasis pada sisi yang berla. *emikian juga dengan pemeriksaan CT Scan dada.###-/.htm) ". *i samping itu gambaran foto dada dapat juga menerangkan asal mula terjadinya efusi pleura yaitu bila terdapat jantung yang membesar.

adanya kebocoran aneurisma aorta. ini menunjukan adanya empiema. Bntuk diagnostic caiaran pleura dilakukan pemeriksaan% /) Earna cairan -iasanya cairan pleura ber.arna agak kekuning-kuningan (serous !antho chrome). penderita dibaringkan pada sisi kiri di bagian ba. tapi biasanya ini akan sembuh sendiri dengan cepat. emboli udara (ini agak jarang terjadi).ini dapat terjadi pada trauma. udara masuk melalui jarum). )omplikasi lain torakosentesis adalah pneumotoraks. sehingga udara tersebut dapat terperangkap di atrium kanan. -ila kuning kehijauan dan agak perulen. Bntuk mencegah emboli udara ini menjadi emboli pulmoner atau emboli sistemik. -ila agak kemerah-merahan. infark paru. hemotoraks (karena trauma pada pembuluh darah interkostalis). posisi kepala lebih rendah daripada leher. keganasan. ") -iokimia Secara biokimia efusi pleura terbagi atas transudat dan eksudat yang perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut ini% /& . 7dema paru dapat terjadi karena paru-paru menggembang terlalu cepat. -ila merahtengguli. ini menunjukan adanya abses karena amoeba. ini yang paling sering. dapat menyebabkan udara dari alveoli masuk ke vena pulmonalis sehingga terjadi emboli udara. dalah lebih baik mengerjakan aspirasi berulang- ulang daripada satu kali aspirasi sekaligus yang dapat menimbulkan pleural shock (hipotensi) atau edema paru.ah. *apat juga terjadi laserasi pleura viseralis. -ila laserasinya cukup dalam.pada setiap kali aspirasi.

-iasanya merendah pada penyakit-penyakit infeksi. ') Sitologi Pemeriksaan sitologi terhadap cairan pleura amat penting untuk diagnostic penyakit pleura.B.. #/5 Positif cairan efusi 9ivalta (dikutip dari sril -ahar% "##/) *i samping pemeriksaan tersebut di atas.5 H /.$ H "## I "## H #. a) Sel neutrofil% menunjukan adanya infeksi akut /4 .5 I #. -iasanya meningkat pada pankreatitis dan metastasis adenokarsinoma. secara biokimia di periksakan juga pada cairan pleura% . )adar p3 dan glukosa.) )adar dalam pe L*3 serum -erat kadar protein dalam L*3 efusi L*3 efusi )adar dalam jenis transudat H' 7ksudat I' H #. arthritis rheumatoid dan neoplasma -.)adar protein dalam efusi efusi (g<dl) )adar protein dalam serum per serum )adar dalam (. )adar amylase.$ I #. terutama bila ditemukan patologis atau dominasi sel Gsel tertentu. #/5 negatif I /.

7nterobacter. pada kasus-kasus dengan emboli paru. b) Scannin" isotop. hemotoraks.) -akteriologi -iasanya cairan pleura steril.7fusi yang purulan dapat mengandung kuman-kuman yang aerob ataupaun anaerob. "##/% &45-&4() /( . 7. e) Sel-sel besar dengan banyak inti% pada arthritis rheumatoid. f) Sel L. . -iopsi pleura Pemeriksaan histology stu atau beberapa contoh jaringan pleura dapat menunjukan $#-&$ persen diagnosis kasus-kasus pleuritis tuberkolosa dan tumor pleura.. 2ika fasilitas memungkinkan dapat dilakukan pemeriksaan tambahan seperti% a) -ronkoskopi. coli.. 2enis kuman yang sering ditemukan dalam cairan pleura adalah pneumokokus. Pendekatan pada efusi yang tidak terdiagnosis nalisis terhadap cairan pleura yang dilakukan satu kali kadang-kadang tidak dapat menegakkan diagnosis. ( sril -ahar. apalagi bila cairanya purulen. penyebarab infeksi atau tumor pada dinding dada.7% pada lupus eritematosus sistemik. '. korpus alienum dalam paru. c) Sel mesotel% bila jumlahnya meningkat adanya infark paru.*alam hal ini dianjurkan asppirasi dan anakisisnya diulang kembali sampai diagnosis menjadi jelas. . abses paru. pada kasusGkasus neoplasma. )lebsiella. d) Sel mesotel maligna% pada mesotelioma. )omplikasi adalah pneumotoraks. tapi kadang-kadang dapat mengandung mikroorganisme. c) 1orakoskop(fiber optic pleuroscopy) pada kasus-kasus dengan neoplasma atau tuberculosis pleura.b) Sel limfosit% menunjukan adanya infeksi kronik seperti pleuritis tuberkulosa atau limfoma malignum.biasanya juga ditemukan banyak sel eritrosit. Pseudomonas.

"# .

9i. pneumonia. -/ (-reathing) /.ayat kepera.atan 7fusi Pleura kaji adanya penyakit yang mendasari terjadinya efusi pleura (misal% 1-. dll) kaji emosi yang timbul akibat pola nafas tidak efektif kaji koping (kecemasan) klien mengenai penyakitnya kaji apakah klien pernah kontak langsung dengan penderita 1. nafas "/ pola nafas tidak teratur (dispneu< sesak . neoplasma.BAB 2 ASU1AN KEPERA&A*AN 2. !isal sesak nafas b.era3atan /) Pengkajian Pre 1indakan Pengkajian a. !isal% pabrik bahan-bahan kimia (asbes) kaji pola makanan misal makanan yang mengandung bahan karsinogenik kaji keluhan utama yang paling dirasakan klien.dan infeksi lain yang mendasari efusi pleura kaji tempat kerja klien.1 Peng)a2ian Ke. nafas) ".

perkusi '. -5 (-one<musculoskeletal<integu men) 1idak ada masalah /. -' (-rain) 4. e. diatas area efusi $.pendek '. frekuensi nafas meningkat c.. h. -. (-ladder) f. bunyi nafas menghilang< tidak terdengar diatas bagian yang terkena efusi pleura &. ktivitas<istirahat kehi lang an "" tidak ada masalah nyeri dada setempat ketika dilakukan paru inadekuat tekanan darah dan denyut nadi fremitus raba ekspansi perkusi pekak dan penurunan egofoni ketidaksi metrisan dada saat ekspansi .el) /. meningkat ". peningkatan suhu tubuh g. (pergerakan dada) . d. -" (-lood) 5. -$ (-o.

nafs u i. mak an pen uru nan mas uka n mak ana n '. turgor kulit "' .. pen uru nan mas uka n mak ana n . Pemeriksaan laboratorium dan diagnostic ". pen uru nan bera t bad an $. keti dakmampuan untuk makan karena distres pernapasan /.

laktat dehidrogenase. . ditemukan % sudut kostrofenik tumpul. dan JputihK komplet (opaLue densitas) pada area yang sakit - 1orasentesis -iopsi pleura Pemeriksaan cairan sitologi untuk sel-sel malignan - Pe. ukuran dada tidak mengalami perubahan bentuk dada /. basil tahan asam.arnaan gram.sekitar abdomen buruk ". protein) ". keletih an menin gkat - Periksaan sinar dada. kesulit an tidur ". L*3.i (glukosa. kultur. (barrel chest) '. dan sensivitas cairan pleura - 3itung sel darah merah dan putih Pemeriksaan kimia. amylase. obstruksi diafragma sebagian.

kaji mobilitas yang menurun selama tindakan &. sesak napas berkurang '. tekanan darah normal ". kaji keluhan utama yang paling dirasakan menggangu klien selama dan setelah tindakan ". kaji kondisi klien selama tindakan b. terdengarnya bunyi napas (sonor pada paru ketika c. ekspansi paru adekuat ".atan 7fusi Pleura /. nyeri dada saat tindakan "$ . -" (-lood) perkusi) /. adanya fremitus raba &. kaji koping (kecemasan) klien selama dan sesudah tindakan 5. kaji pengetahuan<pendidikan tentang prosedur tindakan '.. -/ (breating) /.. pola napas teratur . 9i.") Pengkajian Post tindakan Pengkajian a.ayat kepera. frekuensi napas normal $. emosi yang meningkat akibat tindakan . gerakan dada simetris saat ekpansi 5. kaji pola makan klien selama dan setelah tindakan $.

atan yang timbul menurut 0arpenito (/(($) adalah% a) *iagnosa )epera.el) g. -$ (-o. nafsu makan peningkatan peningkatan masukan makanan dan berat badan /. terkejut '. gemetar. gelisah.d. Ayeri berhubungan dengan inflamasi sekunder terhadap efusi pleura ditandai dengan klien mengeluh nyeri. suhu tubuh normal tidak ada masalah tidak ada masalah /. -. )etidakefektifan pola pernafasan yang berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam rongga pleura ditandai dengan sesak nafas ". gugup. nsietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang tindakan medis pemasangan ES* ditandai dengan palpitasi.atan Pre 1indakan /.era3atan *iagnosa kepera. h. ktifitas<istirahat sekitar perlukaan akibat pemasangan ES* ber.2 Diagnosa Ke. peradangan<inflamasi di sekitar pemasangan ES* keterbatasan rentang gerak pada area pemasangan ES* 2. menangis dan merintih "5 . -' (-rain) e. . ketakutan. (-ladder) '. -5 (-one<musculoskeletal<integum en) ".arna merah) ".ajah tampak menahan nyeri. adanya tanda iritasi (kulit f.

dan kedalaman pernafasan normal Penurunan nyeri dada<dispneu Pada pemeriksaan sinar-?. ".atan Post 1indakan /. baik jumlah maupun konsistensinya )lien menyatakan factor penyebab. 1ujuan % Pasien memperlihatkan pola pernafasan yang efektif dalam .aktu " hari setelah pemasangan ES*. cairan rongg pleura kembali normal. 9encana 1indakan @rekuensi. '. jika diketahui dan menyatakan cara adaptif mengatasi factor tersebut !engutarakan pentingnya latihan paru setiap hari /.. ". nsietas berhubungan dengan prosedur pemeriksaan diagnostic ditandai dengan klien menghindar. meliputi % /. irama. '. ". )riteria evaluasi hasil /.! Peren4anaan a). 9esiko terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia akibat nyeri 5. Ayeri berhubungan dengan truma jaringan sekunder terhadap pemasangan ES* 9esiko terhadap infeksi berhubungan dengan truma jaringan sekunder terhadap pemasangan ES* 2. 9encana 1indakan Pre 1indakan ekspansi paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam ronga pleura ditandai dengan sesak nafas. Pasien memperlihatkan< mempertahankan pola pernafasan yang efektif dan mengalami perbaiakn pertukaran gas pada paru. palpitasi dan gemetar b) *iagnosa )epera.. )etidakefektifan pola pernafasan yang berhubungan dengan menurunnya "& . 6angggun pola tidur berhubungan dengan sering terbangun sekunder terhadap efusi pleura ditandai dengan kesulitan untuk jatuh tertidur $. pucat.

ler. "4 .Ao 9encana 1indakan / Posisikan fo. 9asional *uduk tinggi memungkinkan ekspansi paru dan memudahkan pernapasan *apat meningkatkan banyaknya sputum dimana gangguan ventilasi dan ditambah ketidaknyamanan upaya bernafas. " *orong atau bantu pasien dalam melakukan nafas dalam.

ater seal. meliputi % /.Sambungan yang kendor menyebabkan udara memasuki sistem . Pantau kepatenan pemasangan dan keefektifan proses drainase dengan ES* (Eater Seal *rainage). maka ganti system drainase (kolaborasi dengan dokter) '.' Siapkan untuk bantu pemasangan ES* !emudahkan upaya pernafasan dalam. :bservasi klem penghubung klien dengan system. menandakan kebocoran antara klien dan . :bservasi kebocoran pada system ES*.a kebocoran tidak berpusat pada klien.ater seal • 6elembung berkelanjutan dan belum dapat teratas menandakan bah. maka kencangkan sambungan yang kendur antara klien dengan . maka pasang kembali (perbaiki posisinyaM ". Pastikan plester terpasang dan menghubungkan antara dada dan selang drinase dengan tepat -Plester berfungsi sebagai fiksasi dan mengamankan selang dada ke sistem memungkinkan udara yang tertahan keluar ke atmosfir . jika klemnya tidak terpasang dengan semestinya.)lem berfungsi untuk mengisolasi system agar tidak ada udara yang masuk ke dalam sistem .!emberikan factor keamanan "( .6elembung berlanjut sebagai fiksasi dan mengamankan selang tetapi pada ES* dan plester penghubung . jika terjadi % • 6elembung berkelanjutan pada bilik ES*. dimana dapat lebih mempercepat penghisapan .

maka lakukan pemencetan atau urut selang dada tersebut ... Pantau posisi selang agar tetap menggantung dalam garis lurus dari atas tempat tidur ke bilik drainase . Pastikan drainase berjalan dengan semestinya tekanan negatif tinggi dan mempunyai potensi penarikan jaringan paru atau pleura ke dalam lubang drainase selang dada ke dalam atmosfir $ 5 Pertahankan tirah baring untuk mengambil posisii yang nyaman Pastikan pada individu bah.atan menandakan obstruksi pada drainase sekunder terhadap bekuan atau debris pada selan. Pastikan patensi ventilasi udara pada adanya tekanan negatif berlebihan sistem % a. bila pengkajian kepera.!empermudah drainase dan &.ah tempat tidur klien (posisi lebih rendah dari paru klien) mempertahankan tekanan negatif dan mempunyai potensi penarikan jaringan atau pleura ke dalam lubang drainase selang dada 4. >entilasi bilik control penghisap harus tanpa sumbatan. >entilasi harus bebas sumbatan b. Pantau selang dada.!eningkatkan drainase $.a tindakan latihan pernafasan dilakukan untuk menjamin keamanan !emberikan rasa nyaman pada klien !elakukan pelatihan pernafasan '# .Pemijatan menimbulkan tingkat 5. saat memakai penghisap . Pastikan posisi botol ES* terletak di ba.

dan instruksikan klien untuk batuk saat ekspirasi -atuk saat ekspirasi mencegah peningkatan tekanan.a klien meminumnya 1ingkatkan aktivitas sesuai toleransi. demonstrasikan.Lakukan latihan rentang gerak pasif pada semua ekstremitas klien setiap ".!emberikan spirometer insentif . S. jelaskan bah.pleura. sehingga drainase dapat berjalan dengan lancer 4 -antu dan ajarkan klien untuk % --erbalik.!elatih pernafasan klien ( /# // Pantau 1*. A. 1ujuan % . jam -erikan obat-obatan sesuai pesanan dan pastikan bah.!engurangi kekakuan pada sendi gerak akibat tirah baring !encegah terjadinya salah memberi obat dan mempercepat proses penyembuhan !engurangi intoleransi aktivitas pada klien mengurangi ansietas pada saat latihan dan memberi motivasi pada klien untuk melakukan latihan pernafasan Bntuk mengetahui perkembangan klien setiap . '/ .a fungsi pernafasan akan meningkat dan dispneu akan menurun dengan melakukan latihan . dan P setiap . ES* ditandai dengan palpitasi . jam .!emberikan oksigenasi yang yang adekuat --ebat dada ketika batuk . maupun saat tindakan medis dilakukan.& 2elaskan alasan. terkejut. batuk dan nafas setiap "-.!engurangi guncangan pada rongga pleurayang dapat mengakibatkan nyeri . gelisah. jam .ndividu akan mengetahui penyebab ansietasnya dan mampu menunjukkan pola koping yang baik. gemetar. nsietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang tindakan medis pemasangan.jam ". katakutan. gugup.

)lien mengetahui proses dan tujuan. dan . lingkungan.. ketakutan menurun atau tidak ada pada saat pra. pencabutan. )lien mengatakan bah. " petugas. gelisah.a ia mengetahui penyebab ansietasnya ".2enis tindakan yang akan dilakukan .lasan dan hasil tindakan yang diharapkan -9esiko yang akan terjadi 2enis anesthesia Perkiraan lama tindakan. -antu unutk menilai kembali adanya ancaman dan belajar cara baru untuk Penjelasan dapat menenangkan klien dan meminimalisir atau mengeliminasi ansietas tersebut Pada tingkat ini. dan pemulihan )ebutuhan partisipasi dalam kegiatan. peralatan. )lien mengatakan bah.a ia menyadari pantingnya atau alasan tindakan tersebut dilakukan '.aktu tindakan medis dilakukan . Palpitasi. terkejut. pemasangan. -antu klien untuk mengungkapkan pengertian dan alsan ansietas.)riteria evaluasi hasil % /. gugup. perlu usaha tambahan atau bantuan untuk memahami ansietas yang terjadi 9asional Penjelasan lebih a.al ' 2ika ansietas sedang. pasca. tindakan tersebut dilakukan '" . gemetar.al dapat menurunkan atau menghilangkan ansietas klien. )lien mengungkapkan apa yang diharapkannya atau optimisme terhadap tindakan tersebut 9encana tindakan % Ao / 9encana 1indakan Sebelum melakukan tindakan jelaskan terlebih dulu mengenai % . sensasi pasca operasi 2ika terjadi ansietas ringan ulangi kembali penjelasan a.

beri tahu dokter Pada tingkat ini persepsi sangat menurun. tidak dapat berkonsentrasi.nformasi dapat membantu klien untuk mengetahui gambaran tindakan yang akan dilakukan. )eyakinan dapat membantu klien untik lebuh siap menghadapi tindakan Penyuluhan.Latihan aktivitas.*uduk.. demonstrasi mendorong atau membantu klien untuk melaksanakan latihan pasca operasi untuk mempercepat pemulihan dan meminimalisir efek lainnya yang tidak diharapkan $ -eri informasi di samping tempat tidur mengenai sensai serta gambaran (menggunakan selang) dan jelaskan bah. dan ambulasi .Pentingnya pera. bangun. tindakan kolaboratif diperlukan .a klien dan keluarganya dapat menghadapinya pada pasca operasi 5 2elaskan pentingnya penyluhan dan demonstrasi serta instruksikan klien untuk mengulangi demonstrasi .atan diri '' . mengatasinya 2ika terjadi ansietas berat. dan cara latihan rentang gerak pasif .

)lien mengetahui penyebab nyeri ". menangis. menangis dan merintih 1ujuan % Ayeri teratasi seiring dengan berkurangnya akumulasi cairan pleura )riteria evaluasi hasil % /. .ajah menahan nyeri. .'. )lien tidak lagi menunjukkan . klien menyatakan nyeri yang dirasakannya berkurang atau hilang '.ajah tampak menahan nyeri. dan merintih 9encana tindakan % '. Ayeri berhubungan dengan inflamasi sekunder terhadap efusi pleura ditandai dengan klien mengeluh nyeri.

adiksi.2elaskan rute yang digunakan peroral.a ia mampu mengatasi rasa nyeri 9asional 1indakan yang dapat dilakukan jika penyebab dan tingkatan nyeri telah diketahui nalgesik dapat menurunkan atau menghilangkan sensasi nyeri dan harus dilakukan secara kolaboratif Aarkotik dapat menyebabkan adiksi dan efek samping lain yang membahayakan )olaborasi dapat mempermudah pelaksanaan tindakan dan tehnik relaksasi mampu mengurangi sensasi nyeri . dan dalam).> . sedasi. mual. inhalasi. dan .Lihat advice dokter . atau . .nformasi dan dukungan keyakinan dapat menenangkan klien sehingga sensai nyeri tidak terlalu dirasakan '$ .a narkotik bisa menyebabkan konstipasi.)onsultasikan dengan apoteker mengenai kemungkinan reaksi tambahan akibat interaksi denga ' nobat lain )urangi ayau turunkan efek samping umum dari narkotik. jika digunakan jelaskan bah. diukur dengan skala " nyeri dan rentang #-/# -erikan analgesic pada penurunan rasa nyeri yang optimal % .!. lambat. $ distraksi dan masase -eri informasi akurat untuk menurunkan rasa nyeri mengenai penyebab nyeri dari kemungkinan kapan nyeri akan hilang serta yakinkan klien bah.Ao 9encana 1indakan / -antu klien untuk menetukan penyebab nyeri dan tentukan tingkatannya.muntah. mulut kering )olaborasi dengan klien untuk melakukan tindakan pengurangan nyeri noninvasive % jarkan dan instruksikan penggunaan tehnik relaksasi (nafas berirama.

6angguan pola tidur berhubungan dengan sering terbangun sekunder terhadap gangguan pernafasan ditandai dengan kesulitan untuk jatuh tertidur 1ujuan % !emperbaiaki pola tidur klien hingga kembali teratur tanpa terganggu oleh kondisi terapinya )riteria hasil evaluasi % /.!andi air hangat '5 Posisi fo. batasi pengunjung .. lepaskan hubungan telepon. rekaman hujan " ' .1utup kebisingan lingkungan dengan kebisingan putih misalnya kipas angin.. )lien mengetahui dan menerapkan teknik-teknik untuk mempermudah tidur '. musik lembut. hindari prosedur yang tidak penting selama klien tertidur. kurangi stimulus (seperti pembicaraan staf).)urangi atau hilangkan distraksi lingkungan seperti kebisingan dan stimulus yaitu % tutp pintu ruangan.ler mempermudah drainase pleura 9elaksasi mempermudah untuk tidur 9itual sebelum tidur dapat membantu klien untuk cepat tidur 9asional )ebisingan dan stimulus dapat mengganggu istirahat atau tidur klien . -eri posisi fo.ler pada klien 9elaksasi atau latihan nafas sebelum tidur Lakukan ritual sebelum tidur (bagi yang terbiasa) % . )lien segera tertidur dalam . gorden atau tirai. )lien mengetahui dan mengerti factor-faktor yang menghambat untuk tertidur ".aktu kuran dari '# menit 9encana tindakan % Ao 9encana tindakan / .

membaca .aktu yang lama b) 9encana 1indakan Post 1indakan /.tempatkan tempat tidur pada posisi yang rendah .. Ayeri berhubungan dengan truma jaringan sekunder terhadap pemasangan ES* Sedative atau hipnotik dapat membuat klien mudah tertidur Sedative atau hipnotik dapat menyebabkan adiksi bila digunakan dalam jangka .berdoa .!akan makanan kecil sebelum tidur .al program aktivitas sehari-hari .tempatkan bel pada tempat yang 4 rendah -erikan sedative atau hipnotik dalam dosis seminimal mungkin jika ( diperlukan (konsul dengan dokter) 2elaskan obat-obat hipnotik atau sedative tidak boleh digunakan dalam jangka .minum susu hangat .asan yang cukup .-erikan penga.jarkan pentingnya latihan regular & seperti berpindah )urangi potensi terhadap cedera ketika tidur % -6unakan pagar tempat tidur jika perlu .dipijat .bunyikan musik yang lembut $ -atasi jumlah dan lamanya tidur siang jika berlebihan (lebih dari (# 5 menit) 1ingkatkan aktivitas sehari-hari jika memungkinkan % buat bersama klien jad.aktu yang lama Pencegahan dapat menghindarkan klien dari cidera yang memperparah kondisi klien 1idur siang yang lebih dari (# menit dapat menurunkan stimulus untuk tidur yang lama pada malam hari ktivitas berupa latihan dapat menurunkan stress dan memudahkan tertidur '& .

relaksasi atau latihan napas vital telah terlihat 1indakan non analgesik diberikan dengan sentuhan lembut dapat menghilangkan ketidaknyamanan dan memperbesar efek terapi analgesik Kola. istirahat<tidur. Pasien menyatakan nyeri hilang atau terkontrol b.ntervensi 9asional '4 . -erikan tindakan nyaman misalnya pijatan punggung. -erikan anlgesik dan antitusif sesuai terapi :bat ini dapat digunakan untuk menekan batuk nonproduktif dan untuk meningkatkan kenyamanan istirahat.orasi /.1ujuan% !enghilangkan nyeri akibat pemasangan ES* )riteria hasil evaluasi% a. perubahan posisi.a pasien mengalami nyeri khususnya bila alasan lain untuk perubahan tanda ". dan peningkatan aktivitas dengan tepat 9encana 1indakan Ao #andiri /. Pantau tanda vital Perubahan frekuensi jantung atau 1* menunjukkan bah. !enunjukkan rileks. 9esiko terhadap infeksi berhubungan dengan truma jaringan sekunder terhadap pemasangan ES* 1indakan<. ". musik tenang<perbincangan.

dan masukan cairan adekuat. *emam dapat terjadi karena infeksi. :bservasi . kultur<sensitivitas. *orong keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. infeksi paru. *apat diberikan untuk organisme khusus yang teridentifikasi dengan kultur dan sensitivitas. -erikan antimikrobial sesuai indikasi *ilakukan untuk mengidentifikasi kerentanan terhadap berbagai antimikrobial. )aji pentingya latihan napas.orasi /.asi suhu. perubahan posisi. kuning atau kehijauan menunjukkan adanya . batuk atau pengisapan untuk pe. *iskusi kebutuhan masukan nutrisi adekuat. batuk efektif. !enurunkan konsumsi<kebutuhan keseimbangan oksigen dan memperbaiki pertahanan pasien terhadap infeksi. *apatkan spesimen sputum dengan kuman 6ram. ktivitas ini meningkatkan mobilisasi dan pengeluaran sekret untuk menurunkan resiko terjadinya infeksi paru.1ujuan% !engurangi faktor infeksi yang berhubungan dengan truma jaringan sekunder terhadap pemasangan ES* )riteria 3asil% !engidentifikasi intervensi untuk mencegah atau menurunkan risiko infeksi. 9encana 1indakan Ao #andiri /. atau diberikan secara profilaktik karana resiko tinggi. '. Sekret berbau. !alnutrisi dapat mempengaruhi kesehatan umum dan menurunkan tahanan terhadap infeksi.arna. ".. meningkatkan $. ". . 1indakan<.ntervensi 9asional '( .arnaan organisme penyebab dan penyembuhan. Kola.

2akarta% 760 ..medicastore.## E. 2akarta% 760 0arpenito. bdul !ukty. sril. Buku %&ar Kepera(atan )edikal Bedah. 7d. Surabaya% irlangga Bniversity Press nonim.DAF*AR PUS*AKA lsagaff.# . "##/. Paru paru dan Saluran Pernapasan. . jam /'. 2akarta% -alai Penerbit @) B. Buku %&ar $lmu Penyakit #alam 'ilid $$. 3ood dan 3. /(($ #ia"nosa Kepera(atan. '. -runner = Suddart. #asar #asar $lmu Penyakit Paru. 4. "##". *iakses tanggal /# !aret "##4.. 7d..com. "##/.-ahar. Lynda 2uall.

"##4. Thora!.. 5. 2akarta 760. "##/.efusi pleura<#4#'#4<thora?<. Eilson. 3adi. 7d. http%<<.. Sylvia .htm.- . Buku %&ar $lmu Penyakit #alam 'ilid $$. diakses tanggal /' !aret "##4 jam /'. Price.. >ol ". "##$. 7d./ .3alim."# E. Patofisiolo"i Konsep Klinis Proses Proses Penyakit. '. 2akarta% -alai Penerbit @) B.eblog. 9ofiLahmad. dan Lorraine !.