Anda di halaman 1dari 5

LAMPIRAN MATERI ”PRE DAN POST CONFERENCE” RUANG KENANGA RSUD PROF. DR.

MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

STASE KEPERAWATAN MANAJEMEN

Oleh: ARIF ROKHMAN PRASETYO, S.Kep. 1211040044

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2013

dan tambahan rencana dari katim dan PJ tim (Modul MPKP. Pengertian Konferensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. sore atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan. Pre Conference Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim. maka pre conference ditiadakan. Jika yang dinas pada tim tersebut hanya satu orang. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian). Konferensi terdiri dari pre conference dan post conference yaitu : a.PRE DAN POST CONFERENCE 1. 2006). 5) Ketua tim atau Pj tim menutup acara . Waktu : setelah operan Tempat : Meja masing – masing tim Penanggung jawab : Ketua tim atau Pj tim Kegiatan : 1) Ketua tim atau Pj tim membuka acara 2) Ketua tim atau pj tim menanyakan rencana harian masing – masing perawat pelaksana 3) Ketua tim atau Pj tim memberikan masukan dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu. 4) Ketua tim atau Pj tim memberikan reinforcement. Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas. Konferensi sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar.

2) Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan. 1962). Tempat : Meja masing – masing tim. 4) Ketua tim atau Pj menutup acara. Juga membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan keperawatan sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan.M. Tujuan Pre dan Post Conference Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternatif penyelesaian masalah. et. Post Conference Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift berikut. 3) Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan tindakan lanjut asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikutnya. 2.al. 2006).b.Marelli. Waktu :Sebelum operan ke dinas berikutnya. mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif (McKeachie. Penanggung jawab : ketua tim atau Pj tim Kegiatan : 1) Ketua tim atau Pj tim membuka acara. . Isi post conference adalah hasil askep tiap perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). kebingungan dan frustasi bagi pemberi asuhan (T. Post conference dipimpin oleh katim atau Pj tim (Modul MPKP. 1997).

ketua tim dan anggota tim 4. a. perencanaan tindakan rencana dan data-data yang perlu ditambahkan d. Syarat Pre dan Post Conference a. c. 3. b. 2006). . Tujuan post conference adalah Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai. Penyampaian perkembangan dan masalah klien berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang dilaporkan oleh dinas malam. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan. merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil 2) Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan 3) Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan pasien b. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit Topik yang dibicarakan harus dibatasi. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai dengan jadwal perawatan pelaksana. umumnya tentang keadaan pasien. Panduan perawat pelaksanaan dalam melaksanakan konferensi Adapun panduan bagi PP dalam melakukan konferensi adalah sebagai berikut: (Ratna Sitorus. Tujuan pre conference adalah: 1) Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien.a. c. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan b. Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam timnya masing – masing.

7) Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan. 8) Mengiatkan kembali tentang kedisiplinan. Perawat pelaksana mendikusikan dan mengarahkan perawat asosiet tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien yang meliputi : 1) Klien yang terkait dengan pelayanan seperti : keterlambatan. 9) Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan. kejujuran dan kemajuan masing –masing perawatan asosiet. d. 2) Ketepatan pemberian infuse. kebisikan pengunjung lain. kehadiran dokter yang dikonsulkan. kesalahan pemberian makan. 3) Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan. 4) Ketepatan pemberian obat / injeksi. ketelitian. 7) Perubahan keadaan terapi medis. 8) Rencana medis. 5) Ketepatan pelaksanaan tindakan lain. . 6) Ketepatan dokumentasi.Hal hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi : 1) Utama klien 2) Keluhan klien 3) TTV dan kesadaran 4) Hasil pemeriksaan laboraturium atau diagnostic terbaru. 5) Masalah keperawatan 6) Rencana keperawatan hari ini.