Anda di halaman 1dari 1

Peledakan merupakan proses lanjutan dari kegiatan pemboran yang bertujuan untuk membongkar dan memisahkan batuan dari

batuan induknya. Pada PT Semen Tonasa peledakandilakukan dengan pola peledakan sejajar atau box cut dengan sistem delay. Detonator yangdigunakan adalah detonator listrik dengan delay 1-10. Adapun target dari peledakan ini yaitu20.000 ton/hari.Pada PT semen Tonasa, peledakan dilakukan pada hari Senin-Sabtu pada pukul 12.00-13.00 dengan perhitungan hari Sabtu sebagai jam kerja lembur. Pada peledakan ini, digunakan ANFO, Dynamite (250 gr/dodol), atau super gel sebagai bahan peledak dengan denonator listrik sebagai pemicu ledakan. Jumlah bahan peledak yang digunakan disesuaikan dengan kedalamanlubang ledak. Dari informasi yang diperoleh di lapangan diketahui bahwa, untuk lubang ledak 6meter diperlukan isian ANFO sebanyak 33 kg, untuk lubang ledak 9 meter dibutuhkan ANFO 58kg, serta untuk lubang ledak dengan kedalaman 12 meter dibutuhkan ANFO 88-90 kg. ANFO

sendiri mepunyai komposisi 94,5 % Amonium Nitrat dan 5,5 % Fuel Oil (FO). Perbandingankomposisi tersebut untuk mendapatkan zero oxygen balance pada setiap peledakan yangberlangsung.Dari setiap peledakan yang dilaukan, tidak menutup kemungkinan bahwa fargmenbatuan yang dihasilkan tidak seragam atau terdapat bongkahan batuan yang berukuran cukupbesar untuk dimasukkan ke crusher. Bongkahan batuan yang berukuran cukup besar terlebihdahulu harus direduksi ukurannya dengan menggunakan rock breaker ataupun secondaryblasting. Di PT Semen Tonasa ini, bongkahan batuan tersebut terlebih dahulu dikumpulkan atautidak langsung direduksi ukurannya setelah peledakan. Kemudian secondary blasting dilakukansetiap 3 bulan sekali. Metode yang dilakukan dalam secondary blasting yaitu block holing ataumembuat lubang tembak di permukaan batuan dan kemudian menyimpan bahan peledak padalubang tersebut untuk kemudian diledakkan.Dari aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam peledakan, maka prosespeledakan hanya boleh dilakukan oleh juru ledak yang telah memiliki Kartu Izin Menembak (KIM) dimana kartu ini harus diperbaharui setiap 2 tahun. Sedangkan ketika proses peledakanberlangsung, alat mekanis dan personel harusberada dalam jarak aman. PT Tonasamenetapkan jarak aman untuk manusia adalah di luar radius 400 meter dan 100 meter untuk alat mekanis.