Anda di halaman 1dari 24

Bed Side Teaching Astigmatisma dan Presbiopi

Oleh : Ramadhan Ananda P 0810313167 Rigo Junaidi 0910312035
Preseptor : dr. Hj, Rinda Wati Sp.M

LAPORAN KASUS

IDENTITAS  Nama  Umur  Alamat  Pekerjaan : Tn. M : 51 tahun : Padang : Pegawai kantor .

M. Dr. Djamil Padang pada tanggal 28 Desember 2013 dengan: Keluhan Utama : Penglihatan mata kiri dan kanan terasa membayang terutama saat membaca dekat sejak 3 tahun yang lalu .ANAMNESIS  Seorang pasien laki-laki berusia 51 tahun datang ke poli Mata RSUP.

Satu hari bisa menghabiskan kurang lebih 10 jam didepan komputer.  Riwayat mata kanan dan kiri sering berair tidak ada  Riwayat sering berada didepan komputer sejak10 tahun yang lalu.Riwayat Penyakit Sekarang :  Penglihatan mata kiri dan kanan terasa membayang terutama saat membaca dekat sejak 3 tahun yang lalu. .

pasien kurang lebih 8 tahun yang lalu sudah membeli kaca mata untuk membaca. .Riwayat Penyakit Sekarang :  Bagian mata kanan dan kiri terasa nyeri tidak ada  Riwayat pengobatan ada.tapi sekarang dirasakan sudah tidak terlalu membantu.

Riwayat Penyakit Dahulu :  Riwayat trauma dan infeksi pada mata kiri dan kanan sebelumnya tidak ada.  Riwayat tekanan darah tinggi tidak ada  Riwayat sakit diabetes tidak ada Riwayat Penyakit Keluarga :  Riwayat keluhan yang sama pada anggota keluarga lain tidak ada .

5 axis 180 .5/5 (+) Trikiasis (-) Madarosis (-) Edema (-) Laserasi (-) Entropion (-) Ekstropion (-) Edema (-) Laserasi (-) Entropion (-) Refleks fundus Silia/supersilia Palpebra superior (+) Trikiasis (-) Madarosis (-) Edema (-) Laserasi (-) Entropion (-) Ekstropion (-) Edema (-) Laserasi (-) Entropion (-) Palpebra inferior .25 axis 180 .STATUS OPHTALMIKUS(28/12/2013) Status Ophtalmikus OD OS Visus tanpa koreksi Visus dengan koreksi 5/15 false 2 5/15 CC S+1 Cyl +0.25 Cyl +0.5/5 5/6 false 1 5/6 CC S+1.

Status Ophtalmikus Margo Palpebra Aparat Lakrimalis OD Trikiasis (-) Hiperlakrimasi (-) OS Trikiasis (-) Hiperlakrimasi (-) Konjungtiva Hiperemis (-) papil Hiperemis (-) papil Tarsalis (-) folikel (-) (-) folikel (-) Konjungtiva Forniks Hiperemis (-) papil Hiperemis (-) papil (-) folikel (-) (-) folikel (-) Konjungtiva Bulbi Injeksi siliar (-) Injeksi siliar (-) injeksi konjungtiva injeksi konjungtiva (-) (-) Sklera Putih Putih Kornea Bening Bening .

letak sentral.4 Perdarahan(-) 2:3 Sulit dinilai Lensa Korpus Vitreum Funduskopi -Media -Papil Optic -Retina -Aa/vv -Makula Bening Bening Bening Bulat. refleks cahaya +/+ Bening Bening Bening Bulat.c/d0. letak sentral.3-0.c/d0. diameter 3mm. refleks cahaya +/+ OS Coklat Bulat. diameter 3mm.batas tegas.4 Pderarahan(-) 2:3 Sulit dinilai .batas tegas.3-0.Status Ophtalmikus Iris Pupil OD Coklat Bulat.

Tekanan Bulbus Okuli Posisi Bola Mata Gerakan Bulbus Okuli Palpasi normal Palpasi normal Ortho Bebas ke segala arah Ortho Bebas ke segala arah .

DIAGNOSIS KERJA Astigmatisma hipermetropi ODS Presbiopi DIAGNOSIS BANDING - .

50 axis 180  Kacamata Add +2.25 axis 180  Kacamata OS S+1. Cyl +0.00.ANJURAN TERAPI  Kacamata OD S+1. Cyl +0.25.00 .

jangan terlalu dekat atau terlalu jauh  Kontrol pemeriksaan ketajaman penglihatan reguler setiap tahun  Menjelaskan kecocokan dengan kacamata yang diresepkan sekarang bisa berubah sewaktu waktu  Menjelaskan pentingnya memakai .ANJURAN KEPADA PASIEN  Menjelaskan saat bekerja atur jarak mata dengan komputer.

PROGNOSIS  Quo ad Vitam : Dubia ad : Dubia ad : Dubia ad bonam  Quo ad Sanam bonam  Quo ad Functionam bonam .

M.DISKUSI  Telah dilaporkan seorang pasien laki-laki berumur 51 tahun datang ke poliklinik mata RSUP DR.Djamil Padang tanggal 28 Desember 2013. dengan diagnosis kerja astigmat hipermetropia dan presbiopia. Diagnosis kerja ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik .

• Dari anamnesa didapatkan didapatkan kedua mata terasa membayang terutama saat membaca jarak dekat sejak 3 tahun yang lalu • Pasien sudah menggunakan kacamata baca sejak 8 tahun yang lalu • Riwayat infeksi dan trauma pada mata tidak ada • Keluarga pasien tidak ada yang menggunakan kacamata. .

25.50 axis 180 Pada pemeriksaan secara objektif ditemukan pemeriksaan lainnya dalam . Cyl +0.secara subjektif dapat dikoreksi dengan lensa S +1. Cyl +0.Dari pemeriksaan fisik ditemukan  OD visus 5/15 false 2.25 axis 180 Pada pemeriksaan secara objektif ditemukan pemeriksaan lainnya dalam batas normal.00.  OS visus 5/15 false 1.secara subjektif dapat dikoreksi dengan lensa S +1.

untuk membaca lebih jelas maka penderita cenderung menegakkan punggungnya atau menjauhkan obyek yang dibacanya. . Berdasarkan literatur. gejala dan tanda presbiopia berupa pengelihatan kabur pada jarak dekat maupun jarak jauh dan kesulitan pada waktu membaca dekat huruf dengan cetakan kecil.

. sehingga dibutuhkan kacamata untuk membaca dan untuk bekerja dengan objek yang letaknya dekat.  Gangguan akomodasi pada usia lanjut dapat terjadi akibat kelemahan dari otot akomodasi dan lensa mata yang berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa. Dengan meningkatnya usia seseorang. akan makin sulit melihat obyek yang letaknya dekat.

 Dari pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan visus menggunakan snellen chart  Visus dengan koreksi dilakukan dengan menggunakan skiaskopi (secara objektif) dan dengan trial lense secara subjektif. .  Koreksi visus terbaik dengan menggabungkan koreksi secara objektif dan subjektif.

dapat diberi resep kacamata bifokal atau multifokal.  Astigmat terjadi karena kornea dan lensa mempunyai permukaan yang tidak rata sehingga tidak memberikan satu titik fokus  Berdasarkan faktor penyebabnya. hipermetropia atau astigmat yang sudah megalami presbiopia. astigmat internal dan astigmat total . hipermetropia maupun astigmat. Pada orang yang menderita miopia. astigmat terbagi atas astigmat kornea. Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia.

0 D  55-60 tahun : S +2.00 untuk koreksi presbiopia karena usia pasien 51 tahun sesuai dengan hubungan kekuatan lensa dengan usia :  40-45 tahun : S +1.0 D  45-50 tahun : S +1.5 D  50-55 tahun : S +2.TERAPI  Dianjurkan memakai kacamata +2.0 D .5 D  >60 tahun : S +3.

TERIMA KASIH .