P. 1
PENYAKIT HISPRUNG

PENYAKIT HISPRUNG

|Views: 41|Likes:
Dipublikasikan oleh syaifularis
penyakit hishprung pada anak
penyakit hishprung pada anak

More info:

Published by: syaifularis on Jan 01, 2014
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2014

pdf

text

original

“Hirschsprung’s Disease”

SUBDIVIDISI GEH

(Aganglionic) .DEFINISI Mega kolon/penyakit hisprung adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya permasalahan pada persarafan usus besar paling bawah. Saraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar dan menyempit biasanya tidak ada sama sekali. mulai anus hingga usus di atasnya.

. Sedangkan Richardson dan Brown menemukan tendensi faktor keturunan pada penyakit ini.  Menurut catatan Swenson. 81.EPIDEMIOLOGI  Insidensi penyakit Hirschsprung berkisar 1 diantara 5000 kelahiran hidup.1 % dari 880 kasus yang diteliti adalah laki-laki.

karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan sejak lahir.  Tidak adanya sel-sel ganglion dalam rectum atau bagian rectosigmoid kolon  Ketidak mampuan sfingter rectum berelaksasi .ETIOLOGI  Keturunan.

.

PATOFISIOLOGI  Patofisiologi dari mega kolon/penyakit hisprung adalah: Sel ganglion parasimpatik dari : pleksus aurbach. Peristaltik segmen kolon turun. Henle dan Meissner di kolon tidak ada. mengenai rectum dan kolon kongenital bagian bawah Hipertrofi Distensi kolon bagian proksimal Distensi abdomen .

berbau busuk  Distensi abdomen  Gagal tumbuh/gizi buruk.MANIFESTASI KLINIS Manifestasi klinis pada bayi dan anak-anak:  Konstipasi  Diare berulang  Tinja seperti pipa. .

Foto pasien penderita Hirschsprung berusia 3 hari. Terlihat abdomen sangat distensi dan pasien kelihatan menderita sekali. .

.DIAGNOSIS  Distensi abdomen berlebihan  Teraba massa tinja di dinding perut  RT: spinkter normal & ampulla kosong  Tinja yg cair yg menyemprot → enterokolitis  Umur 14 hari : biopsi rektum → ganglion pleksus Meissner henle aurbach  Pemeriksaan barium enema & manometri.

Manometri anus (pengukuran tekana sfingter anus dengan cara mengembangkan balon di dalam rektum) 4. Barium enema 3. Rontgen perut (menunjukkan pelebaran usus besar yang terisi oleh gas dan tinja) 2. Biopsi rectum (menunjukkan tidak adanya ganglion sel-sel saraf) .PEMERIKSAAN 1.

Pemeriksaan barium enema pada penderita dengan penyakit Hirschsprung. dilatasi sigmoid serta pelebaran di bagian atas dari zona transisi . Tampak rektum yang mengalami penyempitan.

Zona transisi yang khas. tampak dilatasi di antara kolon yang terisi massa feses dibagian atas dan rektum yang relatif menyempit di bagian bawah .

.

TINDAKAN BEDAH .PENATALAKSANAAN 1. KONSERVATIF 2.

 Penangganan umum dengan stabilisasi penderita yang mencakup.  antibiotika jika terjadi enterokolitis.  Konservatif  Pada neonatus dengan obstruksi usus dilakukan terapi konservatif melalui pemasangan sonde lambung serta pipa rectal untuk mengeluarkan mekonium dan udara. ..  keseimbangan cairan dan elektrolit..  serta evakuasi kolon dengan enema.CONT..

. .. 2. Tahap kedua dengan membuang usus yang terkena dan menyambungkan kembali usus normal dengan anus..  Pembedahan:  Pembedahan pada mega kolon/penyakit hisprung dilakukan dalam dua tahap. 1..CONT. Mula-mula dilakukan kolostomi loop atau double barrel sehingga tonus dan ukuran usus yang dilatasi dan hipertrofi dapat kembali normal (memerlukan waktu kira-kira 3 sampai 4 bulan).

enterokolitis dan gangguan fungsi spinkter.KOMPLIKASI  Dapat digolongkan atas:     kebocoran anastomose. stenosis. .

Thank you…any Question??  .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->