Anda di halaman 1dari 11

RADIOTERAPI PADA CARSINOMA PROSTAT

Nurul Fitri I. PENDAHULUAN Carcinoma prostat atau kanker prostat adalah pertumbuhan dan pembelahan sel khususnya sel pada jaringan prostat yang tidak normal/ abnormally yang merupakan kelainan atau suatu keganasan pada saluran kemih khususnya prostat pada bagian lobus perifer sehingga timbul nodul-nodul yang dapat diraba. Karsinoma prostat merupakan keganasan yang terbanyak diantara keganasan system urogenital pria. Tumor ini menyerang pasien yang

berusia diatas 70-80 tahun dan 75% pada usia lebih dari 80 tahun. Kanker ini jarang menyerang pria berusia sebelum berusia 45 tahun. Insiden karsinoma prostat akhir akhir ini mengalami peningkatan karena : 1) meningkatnya umur harapan hidup, 2) Penegakan diagnosis yang lebih baik, dan 3) kewaspadaan (awarnes) tiap tiap individu mengenai adanya keganasan prostat makin meningkat karena informasi dari majalah, media elektronik, atau internet. II. ETIOLOGI Beberapa factor yang diduga sebagai penyebab timbulnya adeno karsinoma prostat adalah : 1) Predisposisi genetik, 2) pengaruh hormonal, 3) diet, pengaruh lingkungan, dan 5) infeksi. Kanker prostat ternyata lebih
1

banyak diderita bangsa Afro-Amerika yang berkulit hitam daripada bangsa kulit putih. Pada penelitian ini yang lain didapatkan bahwa bangsa Asia ( china dan jepang) lebih sedikit menderita penyekit ini. Namun mereka pindah ke Amerika mendapatkan kemungkinan menderita penyakit lebih besar daripada mereka yang tetap tinggal di Negara asalnya. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari juga berperan dalam patogenesis penyakit ini. Kemungkinan untuk menderita kanker prostat menjadi dua kali jika saurada laki-lakinya menderita penyakit ini. Kemungkinan naik menjadi lima kali jika ayah dan saudaranya juga menderita. Kesemuanya itu menunjukan adanya faktor genetika yang melandasi terjadinya kanker prostat. Diet yang banyak mengandung lemak, susu yang berasal dari binatang, daging merah (red meat), dan hati diduga meningkatkan kejadian kanker prostat. Beberapa nutrisi diduga dapat menurunkan insiden kanker prostat, diataranya adalah vitamin A, beta karoten, isoflafon atau fitoestrogen yang banyak terdapat pada kedelai, likofen (antioksidan karotenoid yang banyak terdapat pada tomat), selenium (terdapat pada ikan laut, daging, dan biji-bijian), dan vitamin E. kebiasaan merokok dan paparan bahan kimia cadmium (Cd) yang banyak terdapat pada alat listrik dan baterai berhubungan erat dengan timbulnya kanker prostat.

III. PATOFISIOLOGI Kanker mulai pada sel sel blok- blok bangunan yang membentuk jaringan- jaringan Jaringan- jaringan membentuk organ- organtubuh.

Secara normal,sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh memerlukan mereka. Ketika sel- sel menua mereka

mati, dan sel- sel baru mengambil tempat mereka. Adakalanya proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka,dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Sel-sel ekstra ini dapat membentuk suatu massa dari jaringan yang disebut pertumbuhan atau kanker. Jenis histopatologi karsinoma prostat sebagian besar adalah adenokarsinoma. Kurang lebih 75% terdapat pada zona perifer prostat dan 15-20% terdapat pada zona sentral dan zona transisional. IV. PENYEBARAN Tumor yang berada pada kelenjar prostat tumbuh menembus kapsul prostat dan mengadakan infiltrasi ke organ sekitarnya. Penyebaran secara limfogen melalui kelenjar limfe pada pelvis menuju kelenjar limfe retroperitoneal dan penyebaran secara hematogen melalui vena

vertebralis menuju tulamg tulang pelvis, femur sebalah proksimal, vertebra lumbalis, kosta, paru, hepar, dan otak. Metastase ke tulang pada umunya merupakan proses osteoblastik, meskipun kadang-kadang bias juga terjadi proses osteolitik.

V. GAMBARAN KLINIS Pada kanker prostat stadium dini, sering kali tidak menunjukan gejala atau tanda-tanda klinis. Tanda-tanda itu biasa muncul setelah kanker berada pada stadium yang lebih lanjut. Kanker prostat stadium dini biasanya diketemukan pada saat pemeriksaan colok dubur berupa nodul keras pada prostat atau secara kebetulan diketemukan adanya

peningkatan kadar penanda tumor PSA (prostat specific antigen) pada saat pemeriksaan laboratorium. Kurang lebih 10% pasien yang dating berobat ke dokter mengeluh adanya gangguan saluran kemih berupa kesulitan miksi, nyeri kencing, atau hematuria yang menandakan kanker telah menekan uretra. Meskipun jarang, kanker dapat menekan rectum dan menyebabkan keluhan air besar. Kanker prostat yang sudah mengadakan metastase ke tulang dengan memberikan rasa nyeri tulang, fraktur pada tempay metastasis, atau kelainan neurologis jika metastase pada tulang vertebra. Pemeriksaan yang penting adalah colok dubur. Pada stadium dini seringkali sulit mendeteksi kanker prostat melaliu colok dubur sehingga harus dibantu dengan ultrasonografi transrektal (TRUS). Kemampuan trus untuk mendeteksi kanker prostat dua kali lebih baik daripada colok dubur. Jika dicurigai ada area hipoekoik selanjutnya dilakukan biopsy transrektal pada area tersebut dengan bimbingan TRUS.

VI. STADIUM Tingkat infiltrasi penyebaran tumor berdasarkan sistem TNM : 1. T1 atau A :(non palpable tumor atau incidental) Secara kebetulan karsinoma prostat diketemukan pada hasil pemeriksaan histopatologi setelah TURP pada BPH. Sangat terlokalisasi dan pada pemeriksaan colok dubur tidak teraba.

2. T2 atau stadium whitmore B Kanker terlokalisasi dalam kelenjar prostat, dan pada colok dubur teraba nodul keras yang masih terbatas intrakapsuler (Prostat)

3. T3 atau stadium whitmore C Jaringan kanker sudah menginfasi sebagiam besar prostat dan menembus kapsul prostat mengenai vesikula seminalis, leher kandung kemih dan rongga pelvis tapi belum terdapat metastase jauh.

4. T4 atau stadium whitmore C Kanker mengadakan invasi ke organ lain disertai metastase jauh.

VII. TERAPI Tindakan yang dilakukan terhapa pasien kanker prostat tergantung pada stadium, umur, dan derajat diferensiasinya. 1. Observasi Ditujukan untuk pasien dalam stadium T1 dengan umur harapan hidup kurang dari 10 tahun. 2. Postatektomi radikal Pasien berada dalam stadium T1-2 N0M0 adalah cocok untuk dilakukan prostatektomi radikal yaitu berupa pengangkatan kelenjar prostat bersama dengan vesikula seminalis. Hanya saja operasi ini dapat menimbulkan penyulit antara lain pendarahan, disfungsi ereksi, dan inkontinentia. Tetapi dengan tehnik nerf sparring yang baik terjadinya
7

kerusakan pembuluh darah dan saraf yang memelihara penis dapat dihindari sehingga timbulnya penyulit berupa disfungsi ereksi dapat diperkecil. 3. Radiasi Metode pengobatan dengan cara terapi radiasi depat digunakan untuk mengobati kanker prostat tingkat dini. Terapi radiesi juga disebut radioterapi adalah terapi yang menggunakan radiasi yang berasal dari energy radioaktif. Selain bertujuan menghancurkan jaringan kanker, radioterapi kadangkala digunakan untuk pencegahan, dengan

mennghancurkan genetika sel sehingga sel kanker tidak dapat membelah dan tumbuh kembali. Secara umum untuk pengobatan radiasi terbagi dalam beberapa macam radiasi yaitu radiasi eksternal, radiasi internal, serta radiasi sistemik yang mengalir dalam darah seluruh tubuh. Namun yang sering digunakan hanya terpi radiasi eksternal dan terapi radiasi internal. Namun terkadang seorang penderita kanker menerima kombinasi ketiga jenis radiasi ini. 1. Radiasi Eksternal Radiasi eksternal bertujuan untuk menghancurkan semia jenis kanker, termasuk kanker prostat. Rasdiasi ini mengguanakan sebuah mesin yang besar diluar tubuh penderita. Perawatan ini biasanya 5 hari seminggu selama beberapa minggu, penderita tidak perlu melakukan

rawat inap dan cukup rawat jalan saja. Untuk penderita kanker prostat yang sudah menyebar (metatase) terapi ini berfungsi untuk

menghilangkan gangguan yang sering sialami penderita kanker dan untuk menghilangkan rasa nyeri. 2. Radiasi Internal (brachytherapy) Radiasi internal disebut juga radiasi implant atau radiasi

brachytherapy yang berisi isotop radioaktif iodine, strontium 89, fosfor, palladium, iridium, cesium, fosfat, atau cobalt yang dimasukkan kedalam jaringan kanker. Inplant ini menghasilkan sinar radioaktif, tidak berbahaya dan tidak perlu dilepas. Melalui metode Brachytherapy melibatkan prosedur pembedahan singkat, berlangsung sekitar 90 menit, untuk menanamkan benih radioterapi langsung ke kelenjar prostat. Metode ini diklaim memiliki sedikit dampak pada kehidupan pasien dan rendah risiko efek samping. Biasanya dipakai biji iodium -125 dibawah pantauan USG perrektum, melalui grnitalia eksterna ditusukkan trokar terapi dengan kisi san simulasi, setiap jarak 0,5cm ditanam satu biji radioaktif, rata-rata setiap pasien menerima berfariasi antara 70-150 biji. Panjang tiap biji 4,5mm diameternya 0,8mm, diselaputi logam titanium. Biji itu dapat

memancarkan radiasi energy rendah. Efek buruk cara ini terutama adalah hematuria, namun biasanya lenyap setelah 24 jam, sebagian pasien mengalami mual, nyeri defekasi dan atau perdarahan rectal.

3. Radiasi Sistemik Penderita yang menjalani terapi radiasi sistemik harus menjalani rawat inap, hal ini dikarenakan pada waktu tertentu cairan yang disuntikkan bersifat radioaktif. Sisa dari radioaktif yang tidak terpakai akan keluar dengan sendirinya melalui keringat, air kencing, dan air liur dari dalam tubuh.

4.

Terapi hormonal Kanker prostat tergantung pada hormon seks pria untuk tumbuh,

oleh karena itu menghambat produksi hormon seks pria adalah salah satu strategi untuk mengontrol pertumbuhan kanker prostat. Hal ini dapat dicapai melalui obat (terapi hormon) atau pengangkatan kedua testis (orkidektomi bilateral). Beberapa hormon laki-laki berasal dari kelenjar adrenal, kelenjar kecil berada di atas ginjal. Terdapat agen yang dapat menghentikan produksi hormon-hormon ini dari kelenjar adrenal. Ketika terapi hormon tidak lagi bekerja pada pasien dengan kanker prostat lanjut, kemoterapi digunakan Pemberian terapi hormonal berdasarkan atas konsep Hugins yaitu sel epitel prostat akan mengalami atrofi jika sumber androgen ditiadakan. Sumber androgen ditiadakan dengan cara pembedahan atau dengan medikamentosa. Menghilangkan sumber androgen yang hanya berasal dari testis menurut labrie belum cukup, karena masih ada sumber androgen dari kelenjar suprarenal yaitu sebesar 10% dari seluruh

10

testosterone yang beredar di dalam tubuh. Untuk itu labrie menganjurkan untuk melakukan blockade androgen total.

VIII.

PROGNOSIS Pemeriksaan klinis scan dan laporan patologi semua membantu tim

medis untuk memutuskan sejauh mana perkembangan kanker prostat tersebut. Jenis pengobatan yang sesuai kemudian direkomendasikan. Strategi pengobatan bervariasi dari orang ke orang. Prognosis kanker prostat tergantung pada jangkauan penyakit, kondisi kesehatan individu serta respon terhadap pengobatan.

11