Anda di halaman 1dari 21

PENGARUH STRESSOR PSIKOSOSIAL TERHADAP PROGNOSIS SKIZOFRENIA

Pendahuluan
Penilaian dan manajemen dalam penatalaksanaan pasien skizofrenia perlu dilakukan dengan menentukan diagnosis yang lebih akurat dan pilihan pengobatan yang lebih efektif dan efisien dengan mempertimbangkan banyak aspek Mengetahui psikofarmakologi dalam hal ini obatobatan anti-psikotik generasi kedua penting untuk mengetahui keuntungan dalam keamanan dan efikasi pengobatan dibandingkan obat-obat anti-psikotik generasi pertama.

Epidemiologi
Penderita skizofrenia 25-50% berusaha untuk bunuh diri dan 10%nya berhasil melakukan bunuh diri. Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya kasus bunuh diri pada skizofrenia adalah gejala depresif, usia muda, tingkat fungsi pramorbid yang tinggi, halusinasi dengar, usaha bunuh diri sebelumnya, tinggal sendiri, perbaikan setelah relaps, ketergantungan pada rumah sakit, ambisi yang terlalu tinggi dan jenis kelamin laki-laki

Etiologi
A. Model Diatesis Stres Teori ini mengintegrasikan faktor biologis, psikososial, dan lingkungan. Beranggapan seseorang mungkin memiliki kerentanan spesifik (diatesis), yang jika diaktifkan oleh pengaruh stres, akan memungkinkan berkembangnya gejala skizofrenia

B. Faktor Biologis Penelitian menunjukkan bahwa pada pasien skizofrenia ditemukan adanya kerusakan pada bagian otak tertentu. B.1. Hipotesa Dopamin. Menurut hipotesa ini, skizofrenia terjadi akibat dari peningkatan aktivitas neurotransmitter dopaminergic.

C. Faktor Genetik Penelitian yang luas tentang genetik menunjukkan bukti kuat adanya komponen genetik dalam pewarisan skizofrenia.

D.Faktor Psikososial D1. Teori tentang individu pasien Teori Psikoanalitik. Freud beranggapan bahwa skizofrenia adalah hasil dari fiksasi perkembangan, dan merupakan konflik antara ego dan dunia luar. Secara umum, dalam pandangan psikoanalitik, kerusakan ego mempengaruhi interpretasi terhadap realitas dan kontrol terhadap dorongan dari dalam, seperti seks dan agresi.

Teori Psikodinamik. Pandangan psikodinamik lebih mementingkan hipersensitivitas terhadap berbagai stimulus. Hambatan dalam membatasi stimulus menyebabkan kesulitan dalam setiap fase perkembangan selama masa kanak-kanak dan mengakibatkan stres dalam hubungan interpersonal.

Teori Belajar. Menurut teori ini anak-anak yang nantinya mengalami skizofrenia mempelajari reaksi dan cara berpikir yang tidak rasional dengan mengimitasi orang tua yang juga memiliki masalah emosional yang signifikan.

D.2. Teori Tentang Keluarga Beberapa pasien skizofrenia sebagaimana orang yang mengalami penyakit nonpsikiatrik berasal dari keluarga yang mengalami disfungsi. Selain itu, perilaku keluarga yang patologis, yang secara signifikan meningkatkan stres emosional dan harus dihadapi oleh pasien skizofrenia

Prognosis
Ciri-ciri prognosis baik : a. Late onset b. Onset akut c. Mempunyai factor pencetus yang jelas d. Memiliki riwayat pramorbid yang baik dalam social, seksual dan pekerjaan. e. Dijumpai symptom depresi f. Telah menikah g. Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mood h. Memiliki systemsupport yang baik i. Gambaran klinis adalah symptom positif

Ciri-ciri prognosis buruk: a. Onset usia muda b. Onset perlahan-lahan dan tidak jelas c. Tidak ada factor pencetus d. Riwayat pramorbid yang jelek e. Dijumpai perilaku menarik diri atau akustik f. Belum menikah atau telah bercerai g. Memiliki riwayat keluarga skizofrenia h. Memiliki system support yang buruk i. Gambaran klinis adalah symptom negative atau symptom neurologi j. Memiliki riwayat trauma masa perinatal k. Tidak ada remisi selama 3 tahun masa pengobatan l. Terjadi banyak relaps m. Memiliki riwayat skizofrenia sebelumnya

Hubungan antara stressor psikososial dengan skizofrenia


Lingkungan, terutama keluarga memegang peran penting dalam proses terjadinya skizofrenia. Sebabnya skizofrenia merupakan hasil dari kumpulan pengalaman-pengalaman traumatis dalam hubungannya dengan lingkungan selama masa perkembangan individu.

Titik berat penelitian-penelitian tentang dukungan sosial keluarga dan gangguan psikotik terutama skizofrenia adalah pada efek yang menghapuskan hubungan traumatik sendiri seperti pernyataan emosi, rasa kebersamaan yang semu, mencari kambing hitam dan keterikatan ganda.

Hal ini menunjukkan bahwa kuat lemahnya dukungan sosial keluarga terhadap penderita berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan skizofrenia. Semakin kuat dukungan sosial keluarga terhadap penderita memungkinkan semakin cepat tingkat kesembuhan skizofrenia. Sebaliknya semakin lemah dukungan sosial keluarga terhadap penderita memungkinkan semakin lama tingkat kesembuhan skizofrenia.Demikian juga halnya dengan kekambuhan skizofrenia, terkait dengan kuat lemahnya dukungan sosial keluarga.

Didapatkan 12 fungsi hubungan sosial dan 2 fase kebutuhan sosial yang penting selama periode penyembuhan. Fungsi-fungsi yang menolong dalam hubungan sosial tersebut adalah 1) ventilasi, 2) tes realita, untuk menilai kemampuan penderita di dalam membedakan realita, 3) macam dukungan sosial terutama keluarga, 4) persetujuan dan perpaduan sosial terutama keluarga dan lingkungan dekatnya , 5) penderita ingin diterima kembali dalam lingkungan sosialnya dan mengharapkan hubungan dengan orang-orang yang dikenalnya sebelum ia masuk RS, 6) motivasi, 7) pembentukan, di mana penderita mencontoh tingkah laku orang lain untuk meningkatkan fungsi sosialnya, 8) pengawasan gejala, 9) pemecahan masalah, 10) pengertian yang empatik, 11) saling memberi dan menerima, 12) insight.

Prognosis pasien dengan skizofrenia adalah sulit, biasanya dipengaruhi oleh kegagalan terkait penyakit yang dihadapi pasien seperti kesan jangka panjang dari akibat kegagalan saat di sekolah atau pekerjaan

Tatalaksana Psikososial
Penatalaksanaan yang diberikan secara komprehensif pada penderita skizofrenia menghasilkan perbaikan yang lebih optimal dibandingkan penatalaksanaan secara tunggal. Penatalaksanaan psikososial umumnya lebih efektif diberikan pada saat penderita berada dalam fase perbaikan dibandingkan pada fase akut. Penatalaksanaan ini meliputi psikoterapi individual, terapi kelompok, terapi keluarga, rehabilitasi psikiatri, latihan keterampilan sosial, dan manjemen kasus. Psikoterapi diberikan kepada pasien jika pasien telah memiliki tilikan (insight).

Kesimpulan
Sistem support pasien skizofrenia bisa dari berbagai sumber, termasuk di dalamnya keluarga, tenaga medis profesional, teman, dan lingkungan social. Karena banyak pasien tinggal dengan keluarganya, maka keluarga adalah system support primer pada pasien dengan skizofrenia ini.

Hal ini berarti pengobatan skizofrenia harus dilakukan dengan cara interaksi multi dimensional. Gejala-gejala dan ketidakmampuan sosial serta ketidakmampuan individual yang di tunjukkan merupakan hasil dari benturan-benturan yang dialami dalam kehidupan.

Sekian, Terima Kasih