Anda di halaman 1dari 20

ASPEK KIMIA FISIKA DALAM PENGOLAHAN BIJIH BESI

Oleh Kelompok 8:
EMA WHINDY NANI (D62111005) MUHAMMAD HIDAYAT (D62111252) AHMAD AMIRUDDIN (D62111901) M.FAHRUL ROZI (D62110271) USMAN NASRUL (D62110254)

PENDAHULUAN

Sejarah Pengolahan Besi Para sejarawan percaya bahwa Mesir adalah orang pertama untuk bekerja dengan sejumlah kecil zat besi, sekitar lima atau enam ribu tahun yang lalu. Logam yang mereka gunakan rupanya diambil dari meteorit.

Faktor-faktor Pengolahan Besi


Besi merupakan bahan galian yang paling banyak dan beragam kegunaannya karena disebabkan oleh kelimpahan besi di kerak bumi sangat besar dan juga pengolahannnya relatif murah dan memerlukan biaya yang cukup murah. Selain itu juga besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan untuk dijadikan bahan refractory dan dapat dengan mudah dimodifikasi.

Eksplorasi Bijih Besi Tata cara eksplorasi bijih besi primer meliputi : Kegiatan eksplorasi Penyelidikan geologi Penyelidikan Geofisika Analisis laboratorium meliputi analisis kimia dan fisika. Persiapan Penambangan

Sifat Fisik Besi

Besi bersifat keras, rapuh, dan umumnya mudah dicampur, dan digunakan untuk menghasilkan alloy lainnya, termasuk baja seperti yang dikatakan sebelumnya. Besi tempa yang mengandung kurang dari 0.1% karbon, sangat kuat, dapat dibentuk, tidak mudah bercampur dan biasanya memiliki struktur berserat.

Logam besi mudah larut dalam asam mineral. Dengan asam bukan pengoksidasi tanpa udara, diperoleh Fe (II). Dengan adanya udara atau bila digunakan HNO3 encer panas, sejumlah besi akan menjadi Fe (III). Media pengoksidasi yang sangat kuat seperti HNO3 pekat atau asam-asam yang mengandung dikromat akan membuat besi pasif.

Sifat Kimia Besi

Dari sifat-sifat di atas,salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

Pengolahan Besi
Besi dihasilkan dari oksida besi (Fe2O3), melalui reaksi reduksi dengan karbon monoksida pada suhu relatif tinggi (>1500C). Reduksi berlangsung beberapa tahap, dan reaksi yang terlibat bersifat reversible, di mana kesetimbangan bergantung pada tekanan relatif dari CO dan CO2 dalam tanur tinggi.

Bahan baku yang digunakan dalam proses pengolahan besi pada tanur tinggi adalah:

Biji besi yang digunakan terutama dalam bentuk hematite, geotit, dan magnetic. Kokas sebagai zat pereduksi. Batu kapur Udara

Proses Pengolahan besi dari bijinya.

Pemanggangan / Pemanasan
Biji hematite (Fe2O3), mula-mula dicuci dengan air sampai bersih dari tanah yang melekat. Setelah kering hematite tersebut lalu dipanggang. Sejumlah karbonat atau sulfida ditambahkan yang hasil penguraiannya dapat bersenyawa dengan silika sebagai pengotor membentuk kerak.

Pencairan
Biji besi hasil pemanggangan dicampurkan dengan batu kapur dan kokas dengan perbandingan 5:2:1, dan dimasukan ke dalam tanur tinggi. Tanur tinggi berbentuk selinder dilengkapi dengan reaktor untuk menghasilkan temperatur tinggi dalam tanur. Tanur tinggi juga dilengkapi dengan cup and cone untuk memasukan bahan baku melalui bagian atas tanur tinggi. cup merupakan wadah berbentuk piala , dihubungkan dengan cone yang berbentuk kerucut. Berfungsi sebagai katup yang dapat terbuka dan tertutup. Selain itu, terdapat saluran untuk melepaskan gas-gas buangan. Ketika mendekati dasar terdapat dua saluran untuk memisahkan kerak dan cairan besi. Bagian lain tanur, yaitu bagian tuyer, yang merupakan saluran kecil di mana suhu udaranya berkisar 5000-7000C, tekanan udaranya dibuat rendah.

Reaksi-reaksi yang terjadi


Reaksi dengan gas pada suhu tinggi C + O2 CO2 H = -96.96 kkal CO2 + C 2CO H = -38.96 kkal

Reaksi dengan gas pada suhu rendah Reduksi didalam tanur tinggi

Diagram Alir proses pembuatan material baja pada tanur tinggi

Grafik Perubahan suhu dan tekanan pada pengolahan besi

Terima Kasih