Anda di halaman 1dari 4

Ligamen Periodontal

Merupakan struktur jaringan ikat yang melekatkan akar gigi dan tulang alveolar. Ligamen periodontal terdiri atas pembuluh darah yang kompleks dan serabut jaringan ikat (kolagen) yang mengelilingi akar gigi dan melekat ke prosesus alveolar (inner wall of the alveolar bone).

Gambaran makroskopis Elemen terpenting dari ligamen periodontal adalah principal fibers (serabut2 dasar) yang terdiri atas kolagen, tersusun dalam bundles dan mengikuti alur gelombang (longitudinal section). Serat-serat kolagen mengandung pembuluh darah, limfatik dan saraf.

Serat-serat : 1. Serat transversal / transeptal Merentang di daerah interproximal di atas crest alveolar, tertanam pada sementum dan gigi sebelah. Serat-serat tersebut sering dijumpai sebab selalu direkonstruksi meskipun terjadi destruksi tulang

alveolar. 2. Serat alveolar crest Merentang miring dari sementum di bawah junctional epitel ke crest alveolar. 3. Serat horizontal Merentang dalam arah tegak lurus terhadap aksis gigi dari sementum ke tulang alveolar. 4. Serat oblique Serat ini paling besar.Merentang miring dari sementum ke arah koronal tulang alveolar. Serat ini memiliki bagian terbesar dari tekanan vertikal pengunyahan dan mengubahnya menjadi tarikan pada tulang alveolar 5. Serat apikal Merentang dari sementum ke arah tulang fundus dari soket.Serat ini tidak dijumpai pada akar gigi yang belum sempurna terbentuk. Serat-serat lain dalam ligamentum periodontal : 1. Serat elastik jumlahnya sedikit 2. Serat oksitalan, terutama yang berada di sekeliling daerah pembuluh darah, tertanam dalam sementum pada 1/3 servical akar gigi. Serat oksitalan disebut juga serta resisten fibers.

Gambaran mikroskopis Ligamen periodontal terbentuk dari sel-sel, substansi interselular dan cairan jaringan. Unsur yang utama adalah substansi interselular fibrous yang membentuk serabut ligament periodontal, atau protein kolagen. Berkas serabut ligament periodontal melekat pada sementum yang menyelubungi akar gigi dan pada tulang dari soket gigi pada sisi lain dari ligament. Ketika pembentukan sementum dan tulang, ujung serabut ligament periodontal terjebak dalam pembentukan jaringan keras. Perlekatan ini menahan gigi secara kuat pada rahang, serabut kolagen ligament periodontal yang terperangkap ini dikenal sebagai serabut Sharpey. Elemen seluler terdiri atas : 1. Sel fibroblas, mensintesa kolagen yang menghasilkan prekursor yang disebut prokolagen. Setelah dilepas dari sel molekul, prokolagen mengalami modifikasi klinis dan terbentuklah kolagen. Fibroblas mampu memfagositosis serat kolagen tua dan menghacurkannya dengan bantuan enzim hidrolisa

2. 3. 4. 5. 6.

Sel endotel Sementoblas, untuk pembentukan sementum Osteoblast, meregenerasi tulang Mikrofag jaringan Sisa epitel (epithel mallasez) / resting epitelial sel. Membentuk kisi-kisi pada ligamen periodontal dan tampak berupa kelompok sel yang terisolir atau berupa jalinan sisa-sisa epitel. Di duga sebagai sisa dari Hertwig Root Shealt yang mengalami desintegrasi.

Fungsi ligamen periodontal : 1. Fungsi fisik: Metransmisikan tekanan ke tulang alveolar Melekatkan gigi Memelihara hubungan jaringan gingiva dan gigi Sebagai shock absorbtion Melindungi pembuluh darah dan saraf 2. Fungsi formatif Pada ligament periodontal terdapat sementoblas yang memproduksi sementum. Tanpa ligamen periodontal yang sehat, proses sementogenesis tidak akan terbentuk. Osteoblast yang mengatur tulang pada soket gigi dengan memproduksi tulang baru mengikuti resorpsi tulang, fibroblast memproduksi kolagen dan substansi dasar. 3. Fungsi nutritif Ligamen periodontal menyediakan fungsi nutrisi yang mempertahankan vitalitas berbagai sel-sel. Ligamentum yang tervaskularisasi dengan baik oleh pasokan darah utama yang berasal dari arteri gigi yang masuk ligamentum melalui fundus dari alveoli. 4. Fungsi sensoris Ligamen periodontal memiliki kemampuan untuk mengestimasi besar tekanan pada mastikasi dan mengidentifikasi gigi mana yang terkena ketukan ringan dari instrumen. Ligamen periodontal banyak terdapat ujung saraf terutama reseptor untuk rasa sakit dan tekanan. 5. Fungsi resorptif Tegangan pada serabut ligament periodontal akan menstimulasi pembentukan sementum dan tulang, tekanan menstimulasi resorpsi tulang. Ligamen periodontal dapat melakukan

remodeling pada tulang alveolar sebagai bentuk respon dari adanya tekanan, seperti saat pengaplikasian perawatan orthodontik. 6. Fungsi suportif Ligamen periodontal mendukung keberadaan gigi di soketnya. Serabut ligament periodontal tersusun sedemikian rupa sehingga tekanan dari gigi akan menghasilkan tegangan dari kelompok serabut. Karena susunan ini, tekanan yang diterima gigi tidak langsung mengenai tulang ketika menggigit dan mengunyah.