Anda di halaman 1dari 20

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN KERJA

3.1. Pendahuluan

Suatu rancangan ataupun rencana tentang tata letak fasilitas pabrik

tidaklah akan bisa dibuat efektif apabila data penunjang mengenai bermacam-

macam faktor yang berpengaruh terhadap tata letak pabrik itu sendiri tidak

berhasil dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. Salah satu informasi data yang

diperlukan disini ialah mengenai jenis/macam dan volume produk yang dibuat.

Selain itu beberapa informasi tertentu yang menyangkut antara lain mengenai

material dan proses manufakturing yang dipilih untuk pembuatan produk tersebut

juga merupakan data yang cukup berarti didalam langkah awal perencanaan tata

letak pabrik. Hal-hal yang menyangkut data informasi yang diperlukan tersebut

dapat dilihat dalam tabel 3.1.

Dari data produksi ini maka jelas ada tiga elemen dasar produksi yang

diperlukan dalam proses perencanaan. (design) tata letak pabrik bisa dibuat, yaitu

data yang antara lain mencakup :

Gambar cetak biru (blue print) seluruh komponen atau parts dari produk

secara detail dan memenuhi ketentuan-ketentuan gambar kerja untuk

keperluan manufakturing.

Daftar komponen/parts (parts list) yang menunjukkan tidak saja komponen-

komponen yang harus dibuat sendiri maupun yang akan dibeli.

Urutan produksi (production routing) yang menunjukkan langkah-langkah

urutan pengerjaan dari seluruh komponen yang akan dibuat mulai dari bahan

baku sampai ke produk jadi.

Analisa produk dan proses ini boleh dikatakan merupakan suatu aktivitas

awal dan menjadi landasan di dalam usaha merencanakan tata letak pabrik

nantinya. Kekeliruan didalam menganalisa akan menyebabkan hal-hal yang lebih

fatal di dalam langkah-langkah selanjutnya. Disini diperlukan pengetahuan yang

cukup mengenai proses manufakturing baik yang berupa pengetahuan mengenai

34

proses pembentukan (forming process) maupun proses pemotongan (cutting process). Tabel 3.1. Informasi Tentang Produk dan Kebutuhan Data

Tabel 3.1. Informasi Tentang Produk dan Kebutuhan Data 3.2. Pengertian Peta Kerja Peta kerja merupakan salah

3.2. Pengertian Peta Kerja Peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta-peta kerja ini kita bisa mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja. Contoh informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja, terutama dalam suatu proses produksi adalah sebagai berikut :

35

jumlah benda kerja yang harus dibuat, waktu operasi mesin, kapasitas mesin, bahan-bahan khusus yang harus disediakan, alat-alat khusus yang harus disediakan dan lain sebagainya. Jadi peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas. Lewat peta-peta ini kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik, kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya, seperti : transportasi, operasi mesin, pemeriksaan, perakitan sampai pada akhimya menjadi produk jadi, baik produk lengkap atau merupakan bagian dari suatu produk lengkap. Apabila kita melakukan studi yang seksama terhadap peta kerja, maka pekerjaan kita dalam usaha memperbaiki metode kerja dari suatu proses produksi akan lebih mudah dilaksanakan. Perbaikan yang mungkin dilakukan, antara lain, kita bisa menghilangkan operasi-operasi lainnya, menemukan suatu urutan-urutan kerja/proses produksi waktu menunggu antara operasi dan sebagainya. Pada dasarnya semua perbaikan tersebut. ditujukan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan. Dengan demikian, peta ini merupakan alat yang baik untuk menganalisa suatu pekerjaan sehingga mempermudah dalam perencanaan perbaikan kerja. Pada dasarnya peta-peta kerja yang ada sekarang bisa dibagi dalam dua kelompok besar berdasarkan kegiatannya, yaitu :

A. Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan kerja keseluruhan. B. Peta - peta kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan kerja setempat. Dalam hal ini tentunya kita harus bisa membedakan antara kegiatan kerja keseluruhan dan kegiatan kerja setempat. Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat, apabila kegiatan tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja yang biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah yang terbatas. Sedangkan suatu kegiatan disebut kegiatan kerja keseluruhan, apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Hubungan antara kedua macam kegiatan-kegiatan diatas akan terlihat bila untuk menyelesaikan suatu produk

36

diperlukan beberapa stasiun kerja, dimana satu sama lainnya saling berhubungan.

Masing-masing petaa kerja yang akan dibahas berikut ini semuanya termasuk

dalam kedua kelompok diatas, antara lain :

Yang termaduk kelompok kegiatan kerja keseluruhan

1. Peta Proses Operasi

2. Peta Aliran Proses

3. Peta Proses kelompok Kerja

4. Diagram Aliran

Yang termasuk kelompok kegiatan kerja setempat :

1. Peta Pekerja dan Mesin

2. Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan

3.3. Peta Kerja Kegiatan Kerja Keseluruhan

Sebelum membahas yang termasuk kelompok petal kerja keseruhan,

hendaknya pedu diperkenalkan lebih dahulu mengenai lambang-lambang yang

akan digunakan untuk kelompok petal kerja keseluruhan.

Pada saat sekarang ini, untuk membuat suatu peta kerja, Gilberth mengusulkan 40 buah lambang yang bisa dipakai, kemudian pada tahun berikutnya jumlah lambang-lambang tersebut disederhanakan, sehingga hanya tinggal 5 macam, yaitu:

Untuk operasi

Untuk operasi

Untuk pemeriksaan

Untuk pemeriksaan

Untuk transportasi

Untuk transportasi

sehingga hanya tinggal 5 macam, yaitu: Untuk operasi Untuk pemeriksaan Untuk transportasi Untuk menunggu 37

Untuk menunggu

37

Untuk penyimpanan Penyederhanaan ini memudahkan pembuatan suatu peta kerja, disamping setiap notasi mempunyai

Untuk penyimpanan

Penyederhanaan ini memudahkan pembuatan suatu peta kerja, disamping setiap notasi mempunyai fleksibilitas yang tinggi karena setiap lambang mempunyai kandungan arti yang sangat luas. Dalam tahun 1947, American Society of Mechanical Engineers (ASME) membuat standar lambang-lambang yang terdiri dari lima macam lambang. Lambang-lambang ini merupakan modifikasi dari lambang yang digunakan oleh Gilberth, yaitu lingkaran kecil diganti dengan anak panah untuk kejadian transportasi dan menambah lambang baru untuk kejadian menunggu. Lambang-lambang standar dari ASME inilah yang akan digunakan dalam pembahasan-pembahasan peta kerja keseluruhan, lambang-lambang tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

lambang-lambang tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : Operasi Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja

Operasi

Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat, balk sifat fisik maupun kimiawi, mengambil informasi maupun memberikan informasi pada suatu keadaan juga termasuk informasi. Operasi merupakan kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses. Dan bisanya terjadi pada suatu mesin atau stasiun kerja, contohnya :

Pekerjaan menyerut kayu dengan mesin serut

Pekerjaan mengeraskan logam

Pekerjaan. merakit

Dalam prakteknya, lambang ini juga bisa digunakan untuk menyatakan aktifitas administrasi, misalnya : aktifitas perencanaan atau perhitungan.

38

Pemeriksaan Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi

Pemeriksaan

Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun segi kuantitas. Lambang ini digunakan jika kita melakukan pemeriksaan terhadap suatu objek atau membandingkan objek tertentu dengan suatu standar. Suatu pemeriksaan tidak menjuruskan bahan ke arah menjadi suatu barang

jadi. Contohnya :

Mengukur Dimensi Memeriksa warna benda Membaca alat ukur tekanan uap pada suatu mesin uap

benda Membaca alat ukur tekanan uap pada suatu mesin uap Transportasi Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila

Transportasi

Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. Contoh :

Benda kerja di angkut dari mesin bubut ke tempat mesin skerap untuk mengalami operasi berikutnya. Suatu objek dipindahkan dari lantai bawah ke lantai atas lewat elevator.

dipindahkan dari lantai bawah ke lantai atas lewat elevator. Menunggu Proses menunggu terjadi apabila benda kerja,

Menunggu

Proses menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu (biasanya sebentar). Kejadian ini menunjukkan bahwa suatu objek ditinggalkan untuk sementara tanpa pencatatan sampai diperlukan kembali.

39

Contoh :

Objek menunggu untuk diproses atau diperiksa

Peti menunggu untuk dibongkar

Bahan menunggu untuk diangkut ketempat lain

Penyimpanandibongkar Bahan menunggu untuk diangkut ketempat lain Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan

Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu perijinan tertentu. Lambang ini digunakan untuk menyatakan suatu objek yang mengalami penyimpanan permanan, yaitu ditahan atau dilindungi terhadap pengeluaran tanpa izin tertentu dan lamanya waktu adalah dua hal yang membedakan antara kegiatan menunggu dan penyimpanan. Contoh :

Dokumen-dokumen/catatan-catatan disimpan dalam brankas Bahan baku disimpan dalam gudang Selain kelima lambang diatas, kita bisa menggunakan lambang lain apabila merasa perlu untuk mencatat suatu aktifitas yang memang terjadi selama proses berlangsung dan tidak terungkapkan oleh lambang-lambang tadi. Lambang tersebut adalah :

Aktivitas gabunganoleh lambang-lambang tadi. Lambang tersebut adalah : Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan

Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan secara bersama atau dilakukan pada suatu tempat kerja.

40

Gambar 3.1. Simbol-simbol pada Peta Kerja 3.4. Penggunaan Peta Kerja untuk kegiatan menyeluruh Pembahasan keseruhan

Gambar 3.1. Simbol-simbol pada Peta Kerja

3.4. Penggunaan Peta Kerja untuk kegiatan menyeluruh

Pembahasan keseruhan adalah :

untuk

peta

kerja

yang

termasuk

kelompok

peta

kerja

1. Peta Proses Operasi Pembuatan peta proses operasi ini merupakan tahapan pertama dalam urutan langkah untuk merancang aliran pemindahan bahan. Peta proses operasi atau Operation procces chart(OPC) merupakan suatu peta yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh suatu bahan yang meliputi urutan proses operasi dan pemeriksaan.sejak ddari awal sampai menjadi produk utuh maupun sebagai komponen, dan juga memuat informasi-informasi yang

41

diperlukan untuk analisa lebih lanjut seperti waktu operasi, material yang digunakan, dan tempat atau alat yang dipakai. Informasi yang dapat diambil dari peta proses operasi adalah sebagai berikut:

Deskripsi proses bagi setiap kegiatan/aktivitas

Waktu penyelesaian masing-masing kegiatan

Peralatan/mesin yang digunakan pada setiap proses

Prosentase scrap selama berlangsungnya aktivitas

a. Kegunaan peta proses operasi Dengan adanya informasi-informasi yang bisa dicatat melalui peta proses operasi, maka dapat diperoleh banyak manfaat diantaranya :

Bisa mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya Bisa memperkirakan kebutuhan akan bahan baku Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedlang dipakai Sebagai alat untuk latihan kerja Alternatif-alternatif perbaikan prosedur data kerja yang sedang dipakai.

sedlang dipakai Sebagai alat untuk latihan kerja Alternatif-alternatif perbaikan prosedur data kerja yang sedang dipakai.
sedlang dipakai Sebagai alat untuk latihan kerja Alternatif-alternatif perbaikan prosedur data kerja yang sedang dipakai.
sedlang dipakai Sebagai alat untuk latihan kerja Alternatif-alternatif perbaikan prosedur data kerja yang sedang dipakai.
sedlang dipakai Sebagai alat untuk latihan kerja Alternatif-alternatif perbaikan prosedur data kerja yang sedang dipakai.
sedlang dipakai Sebagai alat untuk latihan kerja Alternatif-alternatif perbaikan prosedur data kerja yang sedang dipakai.

Prinsip Membuat Peta Proses Operasi

b.

Untuk bisa menggambarkan peta proses operasi dengan baik dan lengkap, ada beberapa prinsip/aturan yang perlu diikuti sebagai berikut:

Pertama-tama pada baris paling atas dinyatakan kepalanya Peta Proses Operasi yang diikuti identifikasi lain seperti: Nama objek, nama pembuat peta, tanggal dipetakan, nomor peta, tanggal diperiksa dan nama pemeriksa Nama dan spesifikasi material yang akan diproses diletakkan dalam arah horizontal, yang menunjukan bahwa material tersebut masuk kedalam proses kerja. Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertikal yang menunjukan terjadinya perubahan proses.

42

nyatanuruanengai

desur

siatug

dyanasiperah

ogk-lankahngLa

Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut atau sesuai dengan proses yang terjadi. Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi. Agar diperoleh gambar peta proses operasi yang baik, maka produk yang paling banyak memerlukan langkah-langkah proses operasi yang harus dipetakan terlebih dahulu dan digambarkan pada garis vertikal paling kanan sendiri.

Arah material yang masuk ke dalam proses operasi

sendiri. Arah material yang masuk ke dalam proses operasi Material yang material yang Material yang Material
Material yang material yang Material yang Material yang dibeli (Mt) dibeli (Mt) dibeli (Mt) dibeli
Material yang
material yang
Material yang
Material yang
dibeli (Mt)
dibeli (Mt)
dibeli (Mt)
dibeli (Mt)
Sub assembly
Sub assembly
Material dimana
atau komponen
atau komponen
yang akan
yang akan
dirakitkan
dirakitkan
dengan
dengan
Komponen
komponen atau
komponen
(Produk) dimana
sub assembly
utama
jumlah operasi
lainnya
Material dimana kegiatan
dilaksanakan
pengerjaannya
yang terbanyak
Material dimana
kegiatan dilaksanakan
Material yang dibeli (Mt)
kegiatan dilaksanakan
kegiatan dilaksanakan

kegiatan

dilaksanakan

Material yang dibeli (Mt) kegiatan dilaksanakan Gambar 3.2. Sistematika Umum Penggambaran Peta Proses

Gambar 3.2. Sistematika Umum Penggambaran Peta Proses Operasi

43

Arah material yang masuk proses

Arah material yang masuk proses Material yang Mt Mt dibeli (Mt) Mt W K O N

Material yang

Mt Mt dibeli (Mt) Mt W K O N M W K I N M
Mt
Mt
dibeli (Mt)
Mt
W
K
O N
M
W
K
I N
M
Mt
Bagian dari bagian
yang dirakit
Bagian yang dirakit
Produk utama

Gambar 3.3. Sketsa Peta Proses Opersi

Keterangan:

W

=

Waktu yang dibutuhkan untuk suatu operasi atau pemeriksaan,

 

biasanya dalam jam/menit

O N

=

Nomor urut untuk kegiatan operasi tersebut

I N

=

Nomor urut kegiatan pemeriksaan tersebut

K

=

Kegiatan yang dilakukan

M

=

Menunjukan mesin atau tempat dimana kegiatan tersebut dilaksanakan

44

Peta proses operasi pada dasarnya dirancang untuk memberikan pemahaman yang cepat dari kegiatan-kegiatan operasi yang harus diselenggarakan untuk membuat suatu produk lengkap. Demikian pula peta operasi tersebut memungkinkan untuk mempelajari semua operasi dan inspeksi yang diperlukan sehingga langkah-langkah urutan kerja bisa disusun secara logis. Suatu manfaat besar dalam pembuatan peta proses operasi adalah dalam hal kesederhanaannya. Peta ini memungkinkan untuk melihat hubungan antara proses atau operasi tanpa harus memperhatikan aktivitas handling yang diperlukan. Dengan alasan ini, maka peta proses operasi merupakan alat yang efektif untuk menggambarkan suatu proses ke operator yang kurang begitu familiar dengan urutan proses atau inspeksi. Setelah semua proses digambarkan dengan lengkap, pada akhir halaman dicatat ringkasannya yang memuat tentang informasi-informasi seperti: Jumlah operasi, jumlah pemeriksaan dan jumlah yang dibutuhkan.

c. Analisa suatu peta proses operasi Ada empat hal yang perlu diperhatikan agar diperoleh suatu proses kerja yang baik melalui analisa peta proses operasi yaitu : analisa terhadap bahan- bahan, operasi, pemeriksaan, clan terhadap waktu penyelesaian suatu proses Keempat hal tersebut diatas, dapat diuraikan sebagai berikut :

Bahan-bahan Kita harus mempertimbangkan semua alternatif dari bahan yang digunakan, proses penyelesaian clan toleransi seclemikian rupa sehingga sesuaikan dengan fungsi reabilitas, pelayanan clan waktunya. Operasi Juga dalam hal ini harus dipertimbangkan mengenai semua alternatif yang mungkin untuk proses pengolahan, pembuatan, pengerjaan dengan mesin atau metode perakitannya, beserta alat-alat clan perlengkapan yang digunakan. Perbaikan yang mungkin bisa dilakukan misainya dengan menghilangkan, menggabungkan, merubah atau menyederhanakan operasi-operasi yang terjadi. Pemeriksaan Dalam hal ini harus mempunyai standar kualitas. Suatu objek dikatakan

45

memenuhi syarat kualitasnya jika setelah dibandingkan dengan standar temyata lebih baik atau minimal sama. Proses pemeriksaan bisa dilakukan dengan teknik sampling atau satu persatu dari semua objek yang dibuat tentunya cara yang terakhir tersebut dilaksanakan apabila jumlah produksinya sedikit. Waktu Untuk mempersingkat waktu penyelesaian, kits harus mempertimbangkan semua alternatif mengenai metoda, peralatan clan tentunya penggunaan perlengkapan - perlengkapan khusus.

Contoh pembuatan Peta Proses Operasi:

- perlengkapan khusus. Contoh pembuatan Peta Proses Operasi: Gambar 3.1. Kursi Kuliah Keterangan gambar: 1. Komponen

Gambar 3.1. Kursi Kuliah

Keterangan gambar:

1. Komponen rangka, terbuat dari profil besi

2. Komponen tempat duduk kursi, terbuat dari kayu jati

3. Komponen sandaran kursi, terbuat dari kayu jati

4. Komponen alas tempat menulis, terbuat dari kayu jati

46

Dalam hal ini, komponen rangka merupakan komponen utama, sehingga dalam Peta Proses Operasi dipetakan sebelah kanan halaman kertas. Waktu yang dihabiskan dimasing-masing kegiatan biasanya dinyatakan dalam jam, walaupun tidak mengikat. Untuk pemeriksaan tidak diberikan waktu tertentu. Dalam hal ini para pemeriksa dianggap sudah mampu bekerja secara tetap/biasa. Keterangan yang lebih lengkap tentang operasi dan pemeriksaan untuk pembuatan kursi kuliah adalah sebagai berikut:

Operasi 1:

Besi profil yang panjangnya rata-rata 6 meter diukur sesuai ukuran

Operasi 2:

rangka-rangka untuk kursi tersebut. Setelah ukurannya sesuai, kemudian profil besi tersebut

Operasi 3:

dipotong-potong dengan menggunakan gergaji besi. Untuk keperluan penggambungan nanti, aada beberapa bagian dari

Operasi 4:

profil tersebut yang perlu dilubangi sesuai dengan ukuran baut, dengan menggunakan mesin bor. Bagian profil yang dipotong dan yang dilubangi, dihaluskan oleh gerinda dan secara keseluruhan profil tersebut dibersihkan dari kotoran-kotoran terutama karat oleh amplas.

47

Gambar 3.2. Peta Proses Operasi Pembuatan Kursi Kuliah 2. Peta Aliran Proses Peta aliran proses

Gambar 3.2. Peta Proses Operasi Pembuatan Kursi Kuliah

2. Peta Aliran Proses Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi. pemeriksaan. transportasi, menunggu dan penyimpanan yang terjadi

48

selama satu proses atau prosedur berlangsung, Serta didalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan. Walau biasanya dinyatakan dalam jam dan jarak perpindahan biasanya dinyatakan dalam meter. Walaupun hal ini tidak terlampau mengikat. Secara umum peta aliran proses akan melukiskan aktivitas proses produksi secara lebih detail dibandingkan dengan peta proses operasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai tambahan daripada penggambaran yang terdapat pada peta proses operasi, dimana disini hanya dua macam simbol aktivitas (operasi & inspeksi) yang digunakan, maka pada peta aliran proses semua aktivitas produksi dan gerakan perpindahan (transportasi) bahan yang harus dilakukan dalam proses produksi dari suatu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lain dalam pabrik akan digambarkan dengan lebih jelas dan detail. Dengan demikian maka disini akan ada tiga tambahan simbol yang akan dipakai dalam pembuatan peta aliran proses transportasi atau pemindahan bahan, simbol berbentuk huruf "D" yang diartikan sebagai aktivitas menunggu (delay), dan simbol segitiga yang digambarkan terbalik yang berarti aktivitas penyimpanan bahan/produk (storage). Keuntungan utama dari penggambaran peta aliran proses ini adalah langkah-langkah proses baik yang bersifat produktif (operasi dan inspeksi) ataupun tidak produktif (transportasi, menunggu, dan menyimpan), dari awal sampai akhir kegiatan akan bisa diuraikan secara detail. Segala informasi mengenai hidden cost yang tidak terlihat dalam penggambaran peta proses operasi akan bisa diketahui juga. Dengan peta aliran proses maka akan dapat diperoleh keuntungan atas perbaikan proses antara lain, seperti:

Mengeliminir operasi-operasi yang tidak perlu atau mengkombinasikannya dengan operasi yang lain. Mengeliminir aktivitas handling yang tidak efesien. Mengurangi jarak perpindahan material dari suatu operasi ke operasi yang lain (langkah ini nantinya akan menjadi dasar pemikiran dalam hal pengaturan tata letak fasilitas pabrik). Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia karena kegiatan yang tidak produktif

49

seperti menunggu atau transportasi. Dengan memperhatikan elemen-elemen kerja yang tidak produktif tersebut maka langkah perbaikan untuk penyelesaian operasi kerja akan bisa diusulkan. Cara ataupun prosedur penggambaran pads aliran proses sekali lagi perlu ditekankan tidak jauh berbeda dengan penggambaran peta proses operasi. Pemindahan material (transportasi) untuk lengkapnya perlu mencantumkan informasi mengenai jarak tempuh, waktu pemindahan dan lokasi tujuan yang teridentifikasi jelas. a. Perbedaan peta proses operasi dan peta aliran proses Dan sedikit uraian diatas kiranya dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat dua hal utama yang membedakan antara peta proses operasi dengan peta aliran proses. yaitu:

Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasarnya, termasuk transportasi, menunggu dan menyimpan. Sedangkan pada peta proses operasi, terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. Peta aliran proses menganalisa setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi, dan memungkinkan untuk digunakan di setiap proses atau prosedur, baik dipabrik atau dikantor. Sebagai konsekuensinya, peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan. Biasanya suatu peta aliran proses hanyalah menggambarkan dan digunakan untuk menganalisa salah satu komponen dari produk yang dirakit.

b. Macam-macam peta aliran proses

Peta aliran proses pads umumnya terbagi dalam dua tipe, yaitu:

Peta aliran proses tipe bahan Peta aliran proses tipe orang Peta aliran proses tipe bahan, ialah suatu peta yang menggambarkan kejadian yang dialami bahan (bisa merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. Peta aliran proses tipe orang pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

50

Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja sekelompok manusia, sering disebut peta proses kelompok kerja yang akan diuraikan lebih lengkap dalam sub-sub berikutnya. Pada umumnya peta aliran proses tipe orang adalah suatu peta yang menggambarkan suatu proses dalam bentuk aktivitas-aktivitas manusianya.

Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja seorang operator.

3. Diagram Aliran

Meskipun peta aliran proses telah memberikan informasi yang tepat dan mendetail mengenai suatu proses produksi akan tetapi peta seperti ini masih belum menunjukkan suatu gambaran yang jelas mengenaialiran kerja yang sebenarnya dalam suatu pabrik. Untuk ini kadang-kadang tambahan informasi yang berupa gambar atau sketsa sebenarnya dari suatu pabrik bukan sekedar gambar yang berbentuk grafik atau chart saja, akan sangat berguna di dalam menganalisa kondisi aliran kerja yang ada. Sebagai contoh, sebelum keputusan tentang apakah proses transportasi atau pemindahan bahan dapat diperpendek jaraknya maka secara visual dan nyata diketahui denah ruangan yang mana suatu barang harus dipindahkan dari lokasi atau ke lokasi yang lainnya. Untuk cara yang terbaik dan untuk memberikan informasi yang tepat ialah dengan menggambarkan layout dan area pabrik yang ada, kemudian dibuat sketsa aliran yang akan menunjukkan gerakan perpindahan bahan dari stasiun kerja ke stasiun kerja yang lainnya. Suatu penggambaran yang menunjukkan lokasi-lokasi dari semua aktivitas dalam bentuk peta aliran proses ini disebut dengan flow diagram. Diagram aliran proses ini terlihat akan lebih mempunyai arti didalam usaha menganalisa tata letak pabrik, karena disini digambarkan bukan saja dalam bentuk peta aliran proses akan tetapi juga layout sebenarnya dari pabrik yang ada atau yang direncanakan. Dengan mengamati arah lintasan/aliran proses maka kita akan bisa mempertimbangkan pada lokasi-lokasi mana suatu kondisi pemindahan bahan akan terlihat kritis yaitu lokasi dimana, perpotongan lintasan akan terlihat paling banyak. Disamping itu dari data ini tentu saja akan dapat dianalisa jarak perpindahan minimum yang sebaiknya diterapkan didalam meletakkan suatu

51

stasiun kerja relatif terhadap stasiun kerja lainnya. Diagram aliran ini akan sangat bermanfaat bilamana diinginkan untuk mengevaluasi layout yang sudah ada untuk selanjutnya dilakukan perubahan-perubahan yang lebih baik (relayout). Prosedur penggambaran diagram aliran dalam hal ini dilakukan dengan terlebih dahulu menggambarkan layout dari fasilitas-fasilitas pabrik yang ada kemudian dibuatkan sketsa aliran proses yang berlangsung dari awal (dimulai dari raw material storage) sampai ke akhir proses operasi (biasanya akan diakhiri di finished-goods storage) seperti apa yang dilaksanakan dalam pembuatan peta aliran proses. Karena keterbatasan tempat untuk menulis maka tidak semua informasi yang biasanya dicantumkan dalam peta proses operasi atas peta aliran proses perlu dicantumkan pula dalam penggambaran diagram aliran ini. Pembuatan diagram aliran proses terlihat akan lebih mempunyai arti di dalam upaya menganalisa tata letak fasilitas produksi dan proses pemindahan bahannya. Dengan mengamati arah aliran proses operasi maka akan bisa dilihat dan dipertimbangkan lokasi-lokasi kerja mana yang "kritis" dengan memperhatikan terutama banyak garis perpotongan yang menggambarkan lintasan pemindahan material. Demikian pula akan dapat diidentifikasikan secara jelas adanya gerakan perpindahan material yang bolak balik (back-tracking) yang justru harus dihindari dalam perancangan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan material. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa diagram aliran merupakan gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung, yang menunjukkan lokasi dari aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ketempat berikutnya, dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. Kegunaan diagram aliran

Lebih memperjelas suatu peta aliran proses, apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja.

52

4.

Peta Proses Kelompok Kerja

Peta proses kelompok kerja digunakan untuk menunjukkan beberapa prosedur kerja, dimana satu aktivitas dengan aktivitas lainnya saling bergantungan, artinya suatu hasil kerja secara kelompok tersebut berlangsung dengan lancar karena adanya ketergantungan tiap aktifitas ini, maka dalam peta proses kelompok kerja biasanya banyak dijumpai lambang-lambang keterlambatan, yang menunjukkan bahwa suatu aktivitas sedang menunggu aktivitas lainnya. Sehingga jelas bahwa peta proses kelompok kerja dapat digunakan untuk meningkatkan waktu efektif dari mesin dan pekerja. Kegunaan peta proses kelompok kerja:

Bisa mempercepat waktu penyelesaian produksi atau proses

Bisa menguragi ongkos produksi atau proses

53