Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU BLOK 20 UNIT PEMBELAJARAN 1

Ekspansi Usaha

Disusun Oleh : REZEKI MULIANI 10/KH/296815/06474

Learrning objective : 1. 2. Sebutkan syarat kandang yang ideal untuk perkandangan ayam! Sebutkan tipe & sistem perkandangan ayam!

Pembahasan : 1. Syarat kandang yang ideal Perkandangan Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi: persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C, kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray. Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama. Tabel. Suhu ideal kandang sesuai umur adalah Umur ayam (hari) 17 8 14 15 21 22 28 29 35 Peralatan a. Litter (alas lantai) Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 35 cm untuk pengganti kulit padi/sekam. b. Indukan atau brooder Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas. Suhu ideal ( C) 34 - 32 29 - 27 26 - 25 24 - 23 23 - 21
o

c.

Tempat bertengger (bila perlu) Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

d.

Tempat makan, minum dan tempat grit Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus

e.

Alat-alat rutin Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain (Azka, 2009).

Lokasi atau letak kandang ayam ras pedaging yang ideal adalah :
1. Lokasi kandang berada di tempat yang lebih tinggi dari lingkungan atau daerah di

sekitarnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya genangan air maupun banjir pada saat musim hujan.
2. Arah bangunan kandang membujur kearah barat dan timur yakni bagian lebar

kandang berada disebelah barat dan timur dengan tujuan agar kandang memperoleh sinar matahari cukup banyak, yaitu atap sebelah timur memperoleh sinar matahari sebelum tengah hari dan atap sebelah barat sesudah tengah matahari.
3. Lokasi kandang dipilih tempat yang teduh tetapi tidak ternaungi oleh pohon dana

terkena sinar matahari pagi serta tidak melawan arah mata angin kencang
4. Pilih lokasi kandang yang berdekatan dengan sumber air minum. Hal ini penting

mengingat konsumsi air minum bagi ayam broiler sangat tinggi.


5. Sebaiknya lokasi kandang tidak terlalu dekat dengan rumah pemilik tetapi juga tidak

terlalu jauh sehingga memudahkan dalam melakukan pengawasan (kontrol), sebagai acuan jarak antara rumah pemilik dengan kandang berjarak 10 m.
6. Lokasi kandang dipilih tempat yang tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk

untuk menghindari penyebaran polusi udara akibat bau dari kotoran ternak.
(Pramudyati dan Effendy, 2009)

2.

Tipe perkandangan 1. Ayam Broiler Berikut ini merupakan tipe kandang ayam broiler berdasarkan: a. Konstruksi bangunan 1. Kandang Panggung 2. Kandang non panggung b. Susunan lantainya 1. Tipe panggung, tanpa alas kandang, kotoran langsung jatuh ke tanah. 2. Tipe panggung, dengan menggunakan alas litter 3. Tipe liter (non panggung) c. Dindingnya 1. Tertutup Keseluruhan dinding tertutup terbuat dari bata, sehingga system pencahayan dan sirkulasi perlu dibagun secara khusus 2. Semi terbuka Dinding kandang pada bagian bawah dibuat dari bilah-bilah bambu yang kerapatannya kurang 3. Terbuka Dibuat dari kawat.
(Pramudyati dan Effendy, 2009)

2.

Ayam Layer Jenis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu: a. kandang dengan lantai liter, kandang ini dibuat dengan lantai yang dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi dan kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni; b. kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung ke tempat penampungan; c. kandang dengan lantai campuran liter dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri) (Gallus, 2005)

Berdasarkan konstruksi lantainya : a. Sistem lantai rapat (Full litter) Kandang sistem ini mempunyai lantai rapat yang diatasnya ditaburi bahan organik yang disebut litter. Bahan yang digunakan untuk litter harus memenuhi syarat yaitu

: harus kering, daya serap tinggi (porous), tidak berbau dan tidak berdebu. Oleh karena itu bahan yang sering digunakan untuk litter biasanya adalah sekam, potongan jerami, serutan kayu, rumput kering dan lain-lain. Keunggulan kandang full litter, antara lain : dapat memelihara semua jenis ayam (broiler, layer, broiler/layer breeder), mengurangi problem kaki lecet bagi ayam , mengurangi kanibalisme dan biaya investasi awal relative lebih murah. Namun kelemahannya adalah rawan terhadap masalah-masalah yang

berhubungan dengan kualitas litter termasuk penyakit coccidiosis, cacing dan lain-lain, rawan terhadap heat stress dan kepadatan kandang per m2 rendah. b. Sistem lantai renggang (Full slat) Kandang sistem ini mempunyai lantai renggang, terbuat dari bilah bambu, kayu atau kawat yang diatur pada jarak tertentu sehingga kaki ayam tidak terperosok. Keunggulan kandang full slat yaitu: kotoran ayam jatuh ke kolong kandang sehingga lantai tetap kering dan tidak kotor. Hal ini dapat mengurangi resiko terkena penyakit yang berhubungan dengan kotoran dan litter. Selain itu, tekanan stress karena panas (heat stress) berkurang dan kepadatan kandang lebih tinggi. Investasi awal relative lebih mahal dan tidak memungkinkan digunakan untuk memelihara broiler breeder. c. Kombinasi litter dan slat Lantai kandang ini sebagian berlantai rapat dan sebagian berlantai renggang. Pada bagian yang berlantai renggang diletakkan tempat pakan dan minum. Kotoran ayam (feces) lebih banyak berada di bawah lantai renggang (slat) daripada di litter. Kandang ini baik digunakan pada peternakan pembibitan ayam. d. Sistem Kandang Koloni (Bateray Cage) Merupakan kandang individu dan digunakan untuk memelihara ayam petelur (layer) produksi. Konstruksi lantai renggang dan miring, sehingga kotoran jatuh ke bawah lantai sedangkan telurnya akan bergulir keluar sehingga terbebas dari upaya pematukan telur dan memudahkan pengambilan telur. (Haryadi, 2013)

DAFTAR PUSTAKA Azka. 2009. Peternakan Ayam Broiler. http://agromania@yahoogroups.com Gallus. 2005. Budidaya Ayam Ras Petelur. http://www.poultryindonesia.com Haryadi M. 2013. Kuliah Pengantar Blok 20: Perkandangan Unggas. Yogyakarta: FKHUGM Pramudyati dan Effendy. 2009. Petunjuk Teknis Beternak Ayam Ras Pedaging (Broiler). Palembang: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan