Anda di halaman 1dari 17

GRAFIK PENDUDUK PROVINSI REGULER A TAHUN 2013

70 sampai 74 60 sampai 64 50 sampai 54 40 sampai 44 30 sampai 34 20 sampai 24 10 sampai 14 0 sampai 4 -15 -10 -5 0 5 10 15 Perempuan Laki-laki

ANALISIS MASALAH KEPENDUDUKAN

1) Hamil

GRAFIK KEADAAN IBU HAMIL

IBU HAMIL
4% 8%

IUGR TDK ANC BUMIL TAK

88%

2)

3) Kesimpulan : 4) Berdasarkan grafik di atas diperoleh hasil bahwa dari 21 ibu hamil sebagian besar sudah melakukan kunjungan ANC dengan baik sehingga tidak ada masalah dalam kehamilannya. Terdapat 2 dari 21 ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ANC karena faktor pengetahuan ibu yang rendah mengenai pentingnya ANC bagi ibu hamil. Terdapat 1 ibu hamil mengalami perkembangan janin yang terhambat atau IUGR dari hasil pemeriksaan bahwa usia kehamilan tidak sama dengan TFU normal berdasar pada pemeriksaan fisik perut ibu hamil. Sehingga diperlukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya ANC bagi kehamilan dan penyuluhan gizi bagi ibu hamil selama kehamilan agar pertumbuhan dan perkembangan janin tidak terhambat atau terganggu.

5) Bersalin

DATA PERSALINAN DESA X

SC 25%

NORMAL 75%

BERDASARKan ATA DIATAS YANG KAMI PEROLEH DIDAPATKAN JUMLAH IBU BERSALIN SEBANYAK 8. IBU yang bersalin secara normal sebanyak 6 sedangkan 2 ibu bersalin sc karena indikasi

6) Nifas

DATA IBU NIFAS DESA X


TIDAK BAIK 14%

BAIK 86%

dari data ibu nifas di desa x sebanyak 7 didapatkan 6 ibu nifas normal tanpa komplikasi sedangkan 1 ibu nifas mengalami komplikasi yaitu anemia karena tingkat sosial ekonomi keluarga yang rendah

7) Buteki

Prosentase PMT pada Buteki


PMT TIDAK

10,53%

89,47%

Prosentase ASI Eksklusif

13.60% E1 39.47% 18.42% E2 E3 E4 E5 E6 18.42% 0% 10.53%

Prosentase Pemberian FE

23.68%

FE TIDAK 76.32%

MASALAH: 1. Pelaksanaaan pemberian PMT pada ibu meneteki masih rendah. Yang menerima PMT hanya 10,53%. Intervensi : memberikan penyuluhan kepada bidan untuk memberikan PMT kepada setiap ibuj meneteki agar gizi ibu meneteki terpenuhi. 2. Pelaksanaaan pemberian FE pada ibu meneteki masih rendah. Yang menerima FE hanya 23,68%. Intervensi : memberikan penyuluhan kepada bidan untuk memberikan tablet FE untuk menambah hb ibu meneteki agar tidak terjadi anemia.

8) Neonatus

NEONATUS
14%

BBLR Neonatal Normal

86%

Intepretasi: Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 7 neonatus terdapat 1 kejadian BBLR dengan intensitas kunjungan sering serta neonatus normal telah di imunisasi sesuai umurnya namun pada kejadian BBLR belum dilakukan imunisasi. Dari ketujuh neonatus untuk perawatan tali pusat digunakan kassa steril kering dengan pemberian nutrisinya berupa ASI Eksklusif. Pada kejadian BBLR pasca lahir usia 0-3 hari dirawat di inkubator dan observasi keadaannya. Pada usia 4 hari bayi telah dibawa pulang ke rumah serta dilakukan pemberian nutrisi adekuat.

9) Bayi
DATA BAYI JUMLAH BAYI: 20 ANAK 1. POSYANDU Mengikuti posyandu rutin Tidak posyandu

: 19 anak : 1 anak

POSYANDU
Imunisasi lengkap 5% Tidak imunisasi

95%

2. PEMERIKSAAN TUMBANG Posyandu : 19 anak Dokter : 1 anak Bidan :0 Puskesmas/ RS : 0

PEMERIKSAAN TUMBANG
Imunisasi lengkap Tidak imunisasi

5%

95%

3. MEMILIKI BUKU KIA 100 % memiliki buku KIA

4. MAKANAN BAYI ASI saja ASI + makanan tambahan PASI + makanan tambahan

: 11 anak : 5 anak : 3 anak

MAKANAN BAYI
Imunisasi lengkap Tidak imunisasi PASI + makanan tambahan

4%

13%

83%

5. IMUNISASI Imunisasi lengkap Tidak imunisasi

: 19 anak : 1 anak

IMUNISASI
Imunisasi lengkap Tidak imunisasi

5%

95%

6. PEMANTAUAN PERKEMBANGAN 100% normal 7. KEADAAN SAAT INI 100% sehat 8. RIWAYAT KESEHATAN 1 BULAN TERAKHIR 100% tidak ada masalah kesehatan

INTERPRETASI MASALAH 1. 5% dari seluruh bayi tidak imunisasi 2. 5% dari seluruh bayi tidak mengikuti posyandu

10) Balita

BALITA
Gizi baik Balita sakit Perkembangan tidak sesuai 0.87% Gizi buruk Perkembangan sesuai

86.84%

86.84%

12.28% 0%

Dari data yang telah didapatkan ada 86,64% balita dengan gizi baik, tidak ada balita dengan gizi buruk, 86,84% balita dengan perkembangan yang sesuai, 0,87% balita dengan perkembangan tidak sesuai, dan 12,28% balita sakit. Dari 12,28% balita yang sakit yaitu dikarenakan diare. Sebagai petugas kesehatan tentu saja harus dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan. Pencegahan dilakukan dengan cara mengajak seluruh warga dan balitanya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menjaga pola makan dan makanan yang higienis. Pengobatan diare pada balita yaitu dengan diberikan oralit sesuai dosis. Dari 0,87% balita dengan perkembangan tidak sesuai disebabkan oleh BB yang tidak ideal dengan usianya. Hal ini dapat ditangani dengan pemberian makanan tambahan dan makanan yang mengandung gizi seimbang hingga mencapai berat badan ideal.

11) Prasekolah

Persentase Kebiasaan Jajan Anak Pra Sekolah

17.85%

Sering jajan 19.64% 62.50% Kadang-kadang Tidak pernah

Masalah yang sering muncul pada anak usia pra sekolah adalah kebiasaan jajan di luar, yang tidak tahu apakah dalam makanan tersebut mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan seperti chiki, permen, gorengan, dll. Sebagai solusi untuk mengurangi kebiasaan jajan anak, maka orang tua harus lebih memantau makanan yang dikonsumsi oleh anak dan bila perlu membawakan bekal untuk anak dari rumah. Juga perlu pendkes untuk orang tua tentang makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak oleh anak.

12) Sekolah

Cakupan Imunisasi TT Presentase

TT 177 86%

Tidak TT 30 14%

Jumlah 207 100%

Cakupan Imunisasi TT
Tidak TT 14%

TT 86%

SD Pendidikan Sekolah Presentase 150 72%

SMP 55 27%

Putus Sekolah 2 1%

Jumlah 207 100%

Putus Sekolah 1%

Pendidikan Sekolah

SMP 27%

SD 72%

Berdasarkan data survey yang telah didapatkan, diketahui cakupan imunisasi TT di daerah tersebut cukup besar, 14%. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan mengenai manfaat imunisasi TT

ataupun merasa imunisasi TT sudah tidak dibutuhkan lagi. Maka diperlukan konseling dan pemberian informasi mengenai manfaat TT.

13) Remaja

REMAJA PENGETAHUAN
baik cukup kurang

19% 32% 49%

Jumlah total Remaja : 397 orang Dengan kategori pengetahuan : Baik Cukup Kurang : 76 orang : 195 orang : 126 orang

kategori kurang menempati urutan kedua yaitu rata-rata terletak pada pengetahuan mengenai PMS dan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, penyuluhan dan penkes mengenai PMS dan alat kontrasepsi sangat diperlukan bagi remaja di Desa X ini.

Dari diagram di atas, di dapatkan jumlah terbanyak dengan kategori cukup. Sedangkan pada

14) Paska Reproduksi

Pasca Reproduksi

Tidak Ada Keluhan 20%

Ada Keluhan (Nyeri sendi, pandangan kabur, panas, kekakuan otot dll) 80%

Interpretasi data : Data diatas menunjukan bahwa 80% penduduk yang mengalami menopause memiliki keluhan seperti nyeri sendi, pandangan kabur, panas, kekakuan otot dan 20% tidak mengalami keluhan. Kebutuhan: Penyuluhan dan konseling kepada masyarakat khususnya usia lanjut mengenai tanda gejala menopause dan cara mengatasi keluhan yang dialami.

15) PUS

DATA PRIA USIA SUBUR DESA X

15% 84 ORANG 11% 61 ORANG 13% 76 ORANG

13% 77 ORANG 18% 102 ORANG

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39

14% 78 ORANG

16% 90 ORANG

40-44 45-49

16) WUS DATA PENGETAHUAN WUS TENTANG PAPSMEAR


Tahu tentang papsmear 9%

Tidak Tahu tentang papsmear 91%

Dari 412 WUS (Wanita Usia Subur) di Provinsi Reguler A, terdapat 38 (9,2%) WUS yang mengetahui tentang Papsmear dan melakukan pemeriksaan pasmear. Penyelesaian : Pendidikan kesehatan tentang Papsmear dan pemeriksaan papsmear gratis. Pasangan usia subur dengan KB dan tidak

DAFTAR PASANGAN USIA SUBUR


KB TIDAK KB 0% 15% INFERTIL

85%

KELUARGA YANG TIDAK KB MEMILIKI BERBAGAI ALASAN, DIANTARANYA SUAMI TIDAK MENDUKUNG, FAKTOR AGAMA, INGIN PUNYA ANAK LAGI UNTUK PASANGAN KB, AKAN DIJELASKAN DI CHART BERIKUTNYA

17) KB

Data Keluarga Berencana


Kondom 3% Lain-lain 1% Pil 9% IUD 11% MOP 0% MOW 4% Susuk 13%

Tidak Ber-KB 15%

Suntikan 44%

Dari data yang telah didapatkan 85 % PUS telah menggunakan KB yaitu 369 orang dan 15 % tidak menggunakan KB yaitu 66 orang. Dari 15 % PUS yang tidak menggunakan KB yaitu karena sedang

hamil, sedang menjalani program hamil, meneteki, usia masih muda, kepercayaan, bekerja dan masih belum mengetahui tentang KB dan Infertil.

Alasa Tidak Ber- KB


kepercayaan Infertil 3% 2% Bekerja 9%

Tidak Tahu KB 9% Meneteki 5%

Hamil 24%

Program Hamil 48%

Maka dari data yang telah tersaji diatas adanya permasalahan yaitu jumlah pengguna KB MOP 0 % atau tidak ada maka perlu adanya konseling terhadap PUS mengenai KB MOP Kemudian pada PUS yang tidak ber-KB didapatkan alasan karena tidak tahu mengenai Keluarga Berencana, tentunya untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu penyuluhan mengenai macammacam kontrasepsi.