Anda di halaman 1dari 15

BAB I AGENDA DAN SETTING SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA

Menurut Samuel Finer, dkk (1995) mengatakan Konstitusi adalah codes of norm which aspire to regulate the allocation power, functions,and duites among the Konstitusi merupakan seperangkat norma #ang penting dalam suatu negara" $alam suatu negaea hokum, s#stem !ernegara #ang terdiri atas s#stem pem!agian kekuasaan, perlindungan hak%hak asasi manusia, dan hal%hal lain #ang mengenai pengam!ilan keputusan pu!lik dan interaksi antara keseluruhan institusi%institusi politik #ang ada, diatur dalam suatu konstitusi" Konstitusi dianggap se!agai hokum tertinggi #ang harus dipatuhi oleh negara dan pe&a!at%pe&a!at pemerintah" Konstitusi mampu menciptakan suatu s#stem #ang dapat dipergunakan untuk men#elesaikan persoalan tata hu!ungan kelem!agaan negara itu dan upa#a !angsa 'ndonesia untuk mencapai tu&uan nasionaln#a" Sistem pemerintahan merupakan !agian%!agian dari pemerintahan atau semua kekuasaan lem!aga negara" (agian%!agian lem!aga negara terse!ut merupakan suatu kesatuan #ang harus padu !eker&asama secara rasional demi tercapain#a tu&uan negara" (entuk pemerintahan adalah suatu istilah #ang digunakan untuk meru&uk pada rangkaian institusi politik #ang digunakan untuk mengorganisasikan suatu negara untuk menegakkan kekuasaan#a atas suatu komunitas politik )erdapat 1* !entuk pemerintahan #ang pernah ada diantaran#a adalah aristokrasi, demokrasi, demokrasi totaliter, diktatur, emirat, federal, meritokrasi, monarkisme, negara kota, oligarki, otokrasi, plutokrasi, repu!lic, s#stem parlementer, s#stem presidensil, semi presidensil, totalitarian, dan khalifah" +eranan pemerintahan #aitu men&adi wadah untuk mem!erikan solusi dari masalah pokok #ang men&adi perhatian dalam mana&emen suatu negara" arious agencies and officer go ernment and to define the relationships !etween these and the pu!lic"

BAB II TEORI SISTEM PEMERINTAHAN DAN FUNGSI PEMERINTAHAN

+emerintah adalah lem!aga #ang di!entuk untuk mewu&udkan cita%cita mas#arakat suatu !angsa, mem!uat dan melaksanakan keputusan !ersama untuk mencapai cita%cita itu" Menurut (agir Manan, terdapat , teori #ang mempengaruhi s#stem pemerintahan untuk negara #ang !er!entuk repu!lic atau kera&aan, #aitu a&aran pemisahaan kekuasaan, a&aran demokrasi, a&aran negara !erdasarkan atas hukum, a&aran negara !erkonstitusi, a&aran negara kese&ahteraan, dan a&aran s#stem pemerintahan" Sistem pemerintahan mempun#ai sistem dan tu&uan untuk men&aga suatu kesta!ilan negara itu" -amun di !e!erapa negara sering ter&adi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan #ang dianggap mem!eratkan rak#at ataupun merugikan rak#at" Sistem pemerintahan mempun#ai fondasi #ang kuat dimana tidak !isa diu!ah dan men&adi statis" .ika suatu pemerintahan mempun#a sistem pemerintahan #ang statis, a!solut maka hal itu akan !erlangsung selama%laman#a hingga adan#a desakan kaum minoritas untuk memprotes hal terse!ut" 'nstrumen pemerintah adalah cara%cara pemerintah !ertindak, #akni mekanisme #ang digunakan ketika pemerintah men&alankan fungsi%fungsi #ang telah di!enarkan" Menurut /ughes, inter ensi dan peranan pemerintah terhadap kehidupan rak#at umumn#a dilakukan melalui 0 instrumen, #aitu1 1") +ro ision, #akni peranan melalui pemerintah dalam men#ediakan !arang atau &asa melalu anggaran 2+($ 3") 4") Su!sidi, #akni pemerintah mem!antu untuk sector pri ate dalam ketersediaan" +roduction, #akni pemerintah mem!uat atau memproduksi !arang dan &asa"
2

0")

5egulation, #akni pemerintah menggunakan kekuasaan untuk suatu aturan"

BAB III SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRATIS

$emokrasi adalah suatu sistem pemerintahan #ang kekuasaann#a !erasal dari rak#at" $alam demokrasi, rak#at memiliki hak untuk men#uarakan pendapatn#a" Sehingga tidak ada sistem pemerintahan #ang otoriter" .ika ada per!edaan pendapat, dapat diselesaikan dengan cara mus#awarah, atau dengan perhitungan &umlah suara untuk memilih opsi tertentu" +rinsip pada demokrasi adalah adan#a kesamaan rak#at didalam hukum" Sehingga tidak ada #ang le!ih diistimewakan atau dikesampingkan dalam hukum" Kekuasaan adalah suatu tindakan manusia !aik indi idu maupun kelompok #ang dapat menggunakan !er!agai instrument dalam menopang kekuasaan untuk mencapai tu&uan #ang diinginkan" Suatu kekuasaan #ang di&alankan harus memiliki dasar dan instrument normati e untuk menilai sah atau tidakn#a suatu ketaatan, maka munculah instrument #ang dise!ut dan legitimasi" )erdapat 4 !entuk legitimasi, #aitu 6egitimasi tradisional, legitimasi kharismatik, legitimasi rasional%legal" Kekuasaan di!agi dalam 3 cara, #aitu secara menurut fungsin#a" /u!ungan kekuasaan dalam s#stem pemerintahan, dalam perspektif s#stem pemerintahan dapat dipetakan 3 hu!ungan, #aitu hu!ungan ertical dalam pemerintahan dan hu!ungan hori7ontal dalam pemerintahan" ertical dengan pem!agian kekuasaan menurut tingkatn#a, dan secara hori7ontal #aitu pem!agian kekuasaan

BAB IV KEBIJAKAN PUBLIK DALAM SISTEM PEMERINTAHAN

ke!i&akan pu!lik adalah ke!i&akan%ke!i&akan #ang di!uat oleh pemerintah se!agai pem!uat ke!i&akan untuk mencapai tu&uan%tu&uan tertentu di mas#arakat di mana dalam pen#usunann#a melalui !er!agai tahapan" Ke!i&akan pu!lic dilihat dari 3 sudut pandang, #aitu dari pra dan pasca ter!entukn#a" +ra melihat dari proses pem!entukan, sedangkan pasca memandang dari setelah men&adi produk ke!i&akan" Ke!i&akan pu!lik merupakan salah satu ka&ian #ang menarik di dalam ilmu politik" Meskipun demikian, konsep mengenai ke!i&akan pu!lik le!ih ditekankan pada studi %studi mengenai administrasi negara" 2rtin#a ke!i&akan pu!lik han#a dianggap se!agai proses pem!uatan ke!i&akan #ang dilakukan oleh negara dengan mempertim!angkan !e!erapa aspek" Secara umum, ke!i&akan pu!lik dapat didefinisikan se!agai se!uah ke!i&akan atau keputusan #ang di!uat oleh pihak !erwenang (dalam hal ini pemerintah) #ang !oleh &adi meli!atkan stakeholders lain #ang men#angkut tentang pu!lik #ang secara kasar proses pem!uatann#a selalu diawali dari perumusan sampai dengan e aluasi"

'mplementasi ke!i&akan tidak han#a men#angkut perilaku !adan%!adan administratif #ang !ertanggung &awa! untuk melaksanakan program dan menim!ulkan ketaatan pada diri kelompok sasaran, melainkan pula men#angkut &aringan%&aringan politik, ekonomi, dan social #ang terli!at langsung atau tidak langsung dapat mempenaruhi perilaku dari semua pihak #ang terli!at, dan pada akhirn#a !erpengaruh terhadap dampak !aik dan dampak #ang tidak !aik diharapkan" 8rganisasi s#stem pemerintahan perlu dirumuskan karena hu!ungan organisasi negara inilah #ang menim!ulkan !entuk s#stem pemerintahan"

BAB V MODEL-MODEL SISTEM PEMERINTAHAN DAN IMPLEMENTASINYA DI BERBAGAI NEGARA

Sistem pemerintahan adalah sistem #ang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahann#a" Secara umum s#stem pemerintahan ter!agi atas 4 !entuk, #akni1 1") Sistem presidensial (presidensial), atau dise!ut &uga dengan sistem kongresional, merupakan sistem pemerintahan negara repu!lik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif" 3") 4") Sistem parlementer ter!entuk karena pergesera se&arah hegemoni kera&aan" Sistem pemerintahan campuran #aitu kedudukan presiden tidak han#a se!agai serimonial sa&a, tetapi turut serta didalam pengurusan pemerintahan, adan#a pem!agian otoritas didalam eksekutif" Model s#stem pemerintahan di!er!agai negara, diantaran#a1
5

a") !") c") d") e") f")

2merika Serikat, didasarkan pada konstitusi 99$ tahun 1:*: 'nggris, didasarkan oleh konstitusi #ang tidak tertulis atau kon ensi +erancis, memiliki !er!agai macam s#stem pemeritahan 5usia, didasarkan oleh s#stem pemerintahan parlementer ;ina, menerapkan s#stem komunis dengan control ketat wargan#a .epang, menganut s#stem pemerintahan komunis

BAB VI SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945 SEBELUM DIAMANDEMEN

Sistem pemerintahan 'ndonesia menurut 99$ 1905 menganut sistem pemerintahan presidensial" Sistem pemerintahan ini di&alankan semasa pemerintahan 8rde (aru di !awah kepemimpinan +residen Suharto" ;iri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adan#a kekuasaan #ang amat !esar pada lem!aga kepresidenan" /ampir semua kewenangan presiden #ang di atur menurut 99$ 1905 terse!ut dilakukan tanpa meli!atkan pertim!angan atau persetu&uan $+5 se!agai wakil
6

rak#at" Karena itu tidak adan#a pengawasan dan tanpa persetu&uan $+5, maka kekuasaan presiden sangat !esar dan cenderung dapat disalahgunakan" Mekipun adan#a kelemahan, kekuasaan #ang !esar pada presiden &uga ada dampak positifn#a #aitu presiden dapat mengendalikan seluruh pen#elenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan #ang kompak dan solid" Sistem pemerintahan le!ih sta!il, tidak mudah &atuh atau !erganti" Konflik dan pertentangan antar pe&a!at negara dapat dihindari" -amun, dalam praktik per&alanan sistem pemerintahan di 'ndonesia tern#ata kekuasaan #ang !esar dalam diri presiden le!ih !an#ak merugikan !angsa dan negara daripada keuntungan #ang didapatkan#a" 5eformasi #ang harus dilakukan adalah melakukan peru!ahan atau amandemen atas 99$ 1905" dengan mengamandemen 99$ 1905 men&adi konstitusi #ang !ersifat konstitusional, diharapkan dapat ter!entuk sistem pemerintahan #ang le!ih !aik dari #ang se!elumn#a" 2mandemen atas 99$ 1905 telah dilakukan oleh M+5 se!an#ak empat kali, #aitu pada tahun 1999, 3<<<, 3<<1, dan 3<<3" !erdasarkan 99$ 1905 #ang telah diamandemen itulah men&adi pedoman !agi sistem pemerintaha 'ndonesia sekarang ini"

BAB VII SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA MENURUT UUD 1945 HASIL AMANDEMEN

A.

Bent ! S"#te$ Pe$e%"nt&'&n P%e#"(en#"&)

M+5 dalam Sidang 'stimewa tahun 199* adalah memperkuat sistem pemerintahan presidensial karena 99$ 1905 lama memuat prinsip sistem pemerintahan dan prinsip sistem pemerintahan parlementer secara !ersamaan" 6ima prinsip sistem pemerintahan presidensial #ang di!uat oleh .iml# 2sshiddi=ie (3<<,) 1 1" +asal 0 a#at (1) 99$ 1905 han#a men#e!utkan kekuasaan pemerintahan dipegang oleh +residen, tetapi !erdasarkan +asal 0 a#at (3) 99$ 1905 !ahwa +residen dan >akil +residen merupakan satu institusi" 3" 4" +residen dan >akil +residen dipilih oleh rak#at secara langsung" +residen dan >akil +residen tidak dapat di!erhentikan dalam masa &a!atann#a" 0" 5" B. +ara Mentri merupakan pem!antu presiden" $itentukann#a masa &a!atan presiden selama lima tahun"

A)&#&n Me$")"' S"#te$ P%e#"(en#"&) +ada rapat +anitia /ukum $asar, !entukan (+9+K', tanggal 11 &uli 1905 dicapai kesepakatan !ahwa 5epu!lik 'ndonesia tidak akan menggunakan sistem parlementer seperti di 'nggris karena merupakan penerapan dari pandangan indi idualisme" (ahkan 'ndonesia menurut (londel, pernah menerapkan sistem semi% presidensial eksekutif ganda (semi%presidential dualist model) pada masa%masa awal dengan adan#a presiden se!agai kepala negara dan perdana menteri se!agai kepala pemerintahan (Sofian ?ffendi,3<1<)"

BAB VIII HUBUNGAN ANTARLEMBAGA NEGARA BERDASARKAN UUD 1945

A.

Pen*e%t"&n Le$+&*& Ne*&%& 6em!aga -egara adalah lem!aga pemerintahan atau ;i ili7ated

8rgani7ation@ $i mana lem!aga terse!ut di!uat oleh negara, dari negara, dan untuk negara di mana !ertu&uan untuk mem!angun negara itu sendiri" )ugas umum lem!aga negara antara lain 1 (1) Men&aga kesta!ilan atau sta!ilitas keamanaan, politik, hokum, ham, dan !uda#a, (3) Menciptakan suatu lingkungan #ang kondusif, aman, dan harmonis, (4) Men&adi !adan penghu!ung antara negara dan rak#atn#a, (0) Men&adi sum!er insipirator dan aspirator rak#at, (5) Mem!erantas tindak pidana korupsi, kolusi, maupun nepotisme, (,) Mem!antu men&alankan roda pemerintahan negara" B. Le$+&*&-Le$+&*& Ne*&%& Men % t UUD 1945 Secara keseluruhan 99$ 1905 se!elum peru!ahan mengenal , lem!aga tertinggi, #aitu M+5, $+5, +residen, M2, (+K, dan $+2, setelah peru!ahan lem!aga negara adalah M+5, $+5, $+$, +residen, (+K, M2, MK, dan KA tanpa mengenal istilah lem!aga tertinggi negara" ,. Pe%+e(&&n (&%" Se*" F n*#" (&n H"e%&%!" $alam ketentuan 99$ 1905, terdapat le!ih dari 45 su!#ek &a!atan atau su!#ek hokum kelem!agaan, dari segi fungsin#a ke%45 lem!aga terse!ut, ada #ang !ersifat utama atau primer, dan ada pula #ang !ersifat sekunder atau penun&ang (auBiliar#)" Sedangkan dari segi hirarkin#a ke%4< lem!aga itu dapat di!edakan ke dalam 4 lapis" 8rgan lapis pertama dapat dise!ut se!agai lem!aga tinggi negara" 8rgan lapis kedua dise!ut se!agai lem!aga negara sa&a, sedangkan organ lapis ketiga merupakan lem!aga daerah"
9

D.

A#&#-A#&# H + n*&n Ant&% Le$+&*& Ne*&%& (e!erapa prinsip%prinsip mendasar #ang menentukan hu!ungan antar lem!aga negara diantaran#a (.iml# 2sshidi=ie,3<<4), adalah 1 1") 3") 4") Supremasi Konstitusi Sistem +residensial +emisahan Kekuasaan dan ;heck and (alances

E.

Ke$ente%"&n In(-ne#"& /al #ang perlu diperhatikan dalam peru!ahan struktur ketatanegaraan #ang !aru terse!ut adalah diadopsin#a prinsip%prinsip !aru mengenai pemisahan kekuasaan dan Ccheck and !allancesD se!agai pengganti sistem supremasi parlemen" $engan keadaan terse!ut tidak dikenal lagi lem!aga tertinggi negara, #ang ada han#alah lem!aga negara #ang semuan#a mempun#ai peran dan kedudukan masing% masing secara e=ual" Kementrian #ang di!u!arkan adalah 1 1") 3") 4") Kementrian Kemakmuran Kementrian Sosial Kementrian +enerangan Kementrian #ang !erganti nama adalah 1 1") 3") 4") 0") 5") Kementrian $alam -egeri Kementrian +ertahanan Kementrian /ukum dan /ak 2sasi Manusia Kementrian ?nergi dan Sum!er $a#a Mineral Kementrian Komunikasi dan 'nformatika
10

BAB I. PEMAK/ULAN 0IMPEA,HMENT1 DALAM SISTEM PRESIDENSIALISME

A.

P&%&("*$& Pe$&!2 )&n 0I$3e&4'$ent1 Mahkamah Konstitusi (MK) #ang akan memeriksa, mengadili dan memutus pendapat $+5 !ahwa +residen dan >akil +residen telah melakukan pelanggaran hukum !erupa pengkhianatan terhadap negara atau tidak memenuhi s#arat se!agai +residen dan >akil +residen"
11

B.

A%t" Pe$&!2 )&n 0I$3e&4'$ent1 +arlemen menggunakan lem!aga impeachment untuk memproses pe&a!at tinggi dan indi idu #ang amat powerful, #ang terkait dalam kasus korupsi, atau hal% hal lain #ang !ukan merupakan kewenangan pengadilan !iasa" $alam sistem pemerintahan, impeachment di 'ndonesia diter&emahkan dengan istilah pemak7ulan, #aitu diturunkan dari &a!atan"

,.

Pe)&!#&n&&n Pe$&!2 )&n 0I$3e&4'$ent1 (" In(-ne#"& 1. L&n(&#&n K-n#t"t #"-n&) (&n Me!&n"#$e I$3e&4'$ent (" In(-ne#"& Ketentuan mengenai impeachment terhadap presiden dan wakil presiden !iasan#a diatur dalam konstitusi #ang digunakan oleh suatu negara" 6andasan konstitusional ini di!agi 4, #aitu 1 a") !") c") 5. 99$ 1905 Konstitusi 5epu!lik 'ndonesia Serikat 1909 99$ Sementara 195<

P%&!te! I$3e&4'$ent (&)&$ Ket&t&ne*&%&&n In(-ne#"& Se&arah ketatanegaraan 'ndonesia dalam proses penggantian satu presiden ke presiden lainn#a memiliki !er!agai cerita" 2ntara lain kasus 1 a") !") Kasus Soekarno Kasus 2!durrahman >ahid

6.

A)&#&n-&)&#&n I$3e&4'$ent Men % t UUD Sete)&' Pe% +&'&n +eru!ahan 99$ 1905 !an#ak meru!ah sistem hukum 'ndonesia, #ang &uga memengaruhi sistem ketatanegaraan 'ndonesia ()am!unan,3<<3)" Salah satun#a ketentuan penting #ang lahir dari peru!ahan terse!ut, #aitu mengenai pem!erhentian +residen dan >akil +residen" BAB . BIROKRASI DAN TATAKELOLA PEMERINTAHAN
12

A.

B"%-!%&#" (irokrasi adalah sistem pemerintahan #ang di&alankan oleh pegawai pemerintahaan karena telah !erpegang pada hirarki dan &en&ang &a!atan" 5eformasi dalam !irokrasi adalah peru!ahaan secara drastis untuk per!aikan di suatu mas#arakat atau negara" .adi reformasi !irokrasi adalah peru!ahan secara drastis untuk per!aikan sistem pemerintahan #ang di&alankan oleh pegawai pemerintah (!irokrasi)" (irokrasi semu@ ter&adi ketika tatanan organisasi di!uat sangat terstruktur, (tampak dari !an#akn#a lapis hirarki dan prosedur ker&a), namun sikap kritis tidak muncul"

B.

T&t&!e)-)& Pe$e%"nt&'&n 0G-7e%n&n4e1 Eo ernance tidak sama dengan Eo ernment (pemerintah) dalam arti se!agai lem!aga, tetapi go ernance adalah proses kepemerintahan dalam arti #ang luas" Eo ernance adalah se!uah pendekataan konseptual #ang !ias mem!eri kerangka !agi analisis komparatif pada le el politik makro" Eo ernance adalah se!uah konsep #ang menekankan hakekat interaksi anatara negara dan aktor%aktor sosial serta di antara aktor%aktor sosial sndiri" +engertian Eood Eo ernance se!agai se!uah konsensus #ang dicapai oleh pemerintah, warga negara dan sector swasta !agi pen#elenggaraan pemerintahan dalam se!uah negara"

13

BAB .I SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA DI MASA MENDATANG

A.

D"#! %# # K&+"net S"#te$ P%e#"(en#"&) Se!elum amndemen 99$ 1905, negara kita menganut sistem presidensial #ang kon ensional karena presiden tidak dipilih langsung oleh rak#at, tetapi oleh M+5 #ang anggotan#a terdiri dari $+5, 9tusan Eolongan, dan 9tusan $aerah"

B.

Men&3&! S"#te$ Pe$e%"nt&'&&n P%e#"(en#"&) M-(e) In(-ne#"& 2da dua alasan utama mengapa 'ndonesia tidak perlu terlalu takut dengan sistem presidensial multipartai" +ertama, sistem multipartai presidensial &uga mempun#ai potensi dan aspek #ang positif" Kedua, studi Mainwaring tentang ketidakefektifan dan ketidaksta!ilan sistem multipartai presidensial sudah di per!aiki oleh .ose 2ntonio ;hei!u! (3<<:) dalam studin#a tentang presidensialisme dan kepartaian"

,.

P")"'&n S"#te$ P%e#"(en#"&)"#$e M )t"3&%t&" Masalah dari ketidakefektifan implementasi ke!i&akan%ke!i&akan pemerintah Karen terdapat hu!ungan #ang tidak harmonis antara lem!aga eksekutif dengan parlemen" 2da dua faktor" +ertama, sistem politik #ang diimplemtasikan oleh 'ndonesia, sistem presidensial dan sistem multipartai, tidak mendukung terciptan#a pemerintahan #ang sta!il dan efektif" Kedua, personal dan kapasitas #ang men&adi presiden"
14

2ndrew /e#wood (3<<3) !erpendapat !ahwa sistem partai politik adalah se!uah &aringan dari hu!ungan dan interakasi antara partai politik di dalam se!uah sistem politik #ang !er&alan " D. E7-) #" S"#te$ Pe$e%"nt&'&n In(-ne#"& 2da dua sistem #ang digunakan +emerintah 'ndonesia, #aitu 1 1" Sistem +emerintahan -egara 'ndonesia (erdasarkan 99$ 1905 Se!elum $iamandemen" 3" Sistem +emerintahan -egara 'ndonesia (erdasarkan 99$ 1905 Setelah $iamandemen"

15