Anda di halaman 1dari 12

PENGANGGARAN MODAL

PERUSAHAAN MULTNASIONAL
Kelompok 1

LATAR BELAKANG
Perusahaan-perusahaan multinasional (MNC) mengevaluasi proyek-proyek internasional dengan menggunakan penganggaran modal multinasional yang membandingkan manfaat dari suatu proyek dengan biaya-biayanya. Karena banyak perusahaan multinasional menghabiskan banyak dana untuk membiayai proyek tersebut dan tidak dapat dibatalkan begitu saja tanpa harus menanggung kerugian yang besar dan tidak dapat dijual dengan mudah kepada perusahaan-perusahaan lain dengan harga yang wajar. Capital budgeting ditujukan untuk memisahkan proyek internasional yang pantas diimplementasikan dan proyek yang tidak patut dilaksanakan

PERSPEKTIF INDUK VS PERSPEKTIF ANAK


Perbedaan Tarif Pajak Pembatasan Pemulangan laba Pemulangan berlebihan Pergerakan nilai tukar

PERBEDAAN TARIF PAJAK


Jika laba yang dihasilkan proyek suatu saat akan dipulangkan ke perusahaan induk, MNC perlu memperhitungkan bagaimana pemerintah di negara induk akan memajaki laba tersebut. Jika pemerintah di negara induk mengenakan tarif pajak yang tinggi atas laba yang dipulangkan, proyek tersebut layak diimplementasikan dari perspektif anak perusahaan, tetapi tidak dari titik pandang perusahaan induk.

PEMBATASAN PEMULANGAN LABA


Pertimbangan sebuah proyek yang akan diimplementasikan dalam negara yang pemerintahnya yang melarang sebagian laba anak perusahaan dibawah keluar dari negara tersebut. Karena mungkin induk tidak akan pernah bisa mengakses laba anak perusahaannya, proyek tadi tidak menarik bagi induk. Tetapi, proyek tersebut mungkin saja menarik bagi anak perusahaan. Salah satu solusi yang mungkin untuk masalah semacam ini adalah meminta anak perusahaan untuk mendapatkan sebagian kebutuhan dana bagi proyek di dalam negara tamu. Dalam hal ini, dana yang tidak boleh untuk dipulangkan ke induk dapat digunakan untuk melunasi pinjaman.

PEMULANGAN BERLEBIHAN

Pertimbangan sebuah perusahaan induk yang mengenakan fee administratif terlalu tinggi atas anak perusahaannya, karena sistem manajemen terpusat yang digunakan. Bagi anak perusahaan, fee tersebut merupakan beban. Bagi induk, fee mewakili pendapatan yang kadang kadang melebihi biaya aktual pengelolaan anak perusahaan. Dalam hal ini, laba dari proyek bisa jadi rendah dari perspektif anak perusahaan dan tinggi dari perspektif perusahaan induk. Kelayakan dari proyek sekali lagi tergantung pada perspektif mana yang digunakan. Dalam banyak kasus, mengabaikan perspektif induk akan mendistorsi nilai sebenarnya dari proyek luar negeri

PERGERAKAN NILAI TUKAR


Saat laba dipulangkan ke induk, biasanya harus dikonversikan dari valas lokal anak perusahaan ke dalam valas perusahaan induk. Jumlah yang diterima induk dengan demikian dipengaruhi oleh nilai tukar. Jika proyek dinilai dari perspektif anak perusahaan, proyeksi arus kas yang bakal diterima dari anak perusahaan tidak perlu dikonversikan ke dalam valas perusahaan induk.

Keterangan Perspektif Anak : Investasi awal

Tahun 0

Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3

Tahun 4

P9.600.000

Arus kas periodic


PV dari arus kas (diskonto 18 %) NPV kumulatif Perspektif induk : Investasi awal Arus kas dari anak Withholding tax (20%) $9.600

P5.000.000
P4.237.288 (P5.362.712)

P5.000.000
P3.590.922 (P1.771.790)

P5.000.000
P3.043.154 P1.271.364

P5.000.000
P2.578.944 P3.850.308

P5.000.000 P1.000.000

P5.000.000 P1.000.000

P5.000.000 P1.000.000

P5.000.000 P1.000.000

Dana yang tersedia untuk induk


Nilai tukar Peso Meksiko Dana yg diterima induk Pajak pemerintah AS (20%) Dana yg diterima setelah pajak. PV arus kas (18%) NPV kumulatif

P4.000.000
$0,0008 $3.200 $640 $2.560 $2.169 ($7.431)

P4.000.000
$0,0006 $2.400 $480 $1.920 $1.379 ($6.052)

P4.000.000
$0,0004 $1.600 $320 $1.280 $779 ($5.273)

P4.000.000
$0,0003 $1.200 $240 $960 $495 ($4.778)

PROSES PEMULANGAN LABA DARI ANAK KE INDUK.


Arus kas setelah pajak bagi anak perusahaan
Pajak korporasi yg dibayarkan ke pemerintah tamu

Arus kas yang dipulangkan anak perusahaan


Laba yg ditahan anak perusahaan

Arus kas setelah pajak yg dipulangkan Anak perusahaan.


Withholding tax yg dibayarkan ke pemerintah tamu

Konversi Dana Ke dalam Valuta Induk


Arus Kas Ke Induk

INDUK

INPUT BAGI PENGANGGARAN MODAL MNC


Besarnaya Investasi awal Permintaan konsumen Harga jual produk Biaya variabel Biaya tetap Usia proyek investasi Nilai sisa (nilai likuidasi) Restriksi restriksi transfer dana Undang undang perpajakan Nilai tukar Required rate of return

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Permintaan

Keterangan

Tahun 0 -

Tahun 1 60.000 350 21.000.000 200 12.000.000 1.000.000 1.000.000 2.000.000 16.000.000 5.000.000 1.000.000

Tahun 2 60.000 350 21.000.000 200 12.000.000 1.000.000 1.000.000 2.000.000 16.000.000 5.000.000 1.000.000

Tahun 3 100.000 360 36.000.000 250 25.000.000 1.000.000 1.000.000 2.000.000 29.000.000 7.000.000 1.400.000

Tahun 4 100.000 380 38.000.000 260 26.000.000 1.000.000 1.000.000 2.000.000 30.000.000 8.000.000 1.600.000

Harga per unit (SF) Pendapatan total (1 x 2) Biaya variabel per unit (SF) Biaya variabel total (1 x 4) Biaya sewa tahunan Biaya sewa tetap tahunan lain Beban non kas (penyusutan) Beba total (5+6+7+8) Laba sebelum pajak anak perusahaan (3 9) Pajak pemerintah tamu(20%)

12
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Laba setelah pajak anak perusahaan


Arus kas netto bagi anak perusahaan (12 + 8) SGD yang dipulangkan anak perusa- haan (100% dari arus kas) Witholding tax atas dana yang dipulangkan (10%) SGD yang dipulangkan setelah witholding tax Nilai sisa Nilai tukar SF Arus kas kepada induk PV dari arus kas kepada induk (dengan suku bunga diskonto 15%) Investasi awal oleh induk NPV kumulatif

10.000.000 -

4.000.000
6.000.000 6.000.000 600.000 5.400.000 0,5 2.700.000 2.347.826 -7.652.174

4.000.000
6.000.000 6.000.000 600.000 5.400.000 0,5 2.700.000 2.041.588 -5.610.586

5.600.000
7.600.000 7.600.000 760.000 6.840.000 0,5 3.420.000 2.248.706 -3.361.880

6.400.000
8.400.000 8.400.000 840.000 7.560.000 12.000.000 0,5 9.780.000 5.591.747 2.229.867

PENUTUP

Pada prinsipnya penganggaran modal atau capital budgeting perusahaan multi nasional sama dengan perusahaan domestik. Namun dengan melibatkan bermacam-macam mata uang asing dalam transaksinya, mengakibatkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penganggaran modal perusahaan multinasional relatif lebih kompleks daripada perusahaan domestic