Anda di halaman 1dari 37

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

NAMA :

ARYA FAUZI SETIAWAN (07) /LT 1C

DANANG HUTAMA
DIMAS ANAS ADITYA

(08) /LT 1C
(09) /LT 1C

FAELA MAANA SHUFA (10) /LT 1C

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)


PENGERTIAN PEMBENTUKAN PANAS

PRINSIP KERJA

LIMBAH NUKLIR

KEKURANGAN KELEBIHAN

Pengertian
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal dimana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.

PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang


dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun

hingga setengah dayanya ketika malam hari). Daya yang


dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MW hingga 1000 MW.
Back

Proses pembentukan panas

Proses pembentukan panas


Apabila satu neutron (dihasilkan dari sumber neutron) tertangkap oleh satu inti atom uranium-235, inti atom ini akan terbelah menjadi 2 atau 3 bagian / fragmen. Sebagian dari energi yang semula mengikat fragmen-fragmen tersebut dalam bentuk energy kinetik, sehingga mereka dapat bergerak dengan kecepatan tinggi. Oleh karena fragmen-fragmen itu berada di dalam struktur Kristal uranium, mereka tidak dapat bergerak jauh dan gerakannya segera diperlambat.
Back

Dalam proses perlambatan ini energy kinetic diubah menjadi panas (energy termal). Sebagai gambaran dapat dikemukakan bahwa energy termal yang dihasilkan dari reaksi pembelahan 1 kg uranium-235 murni besarnya adalah 17 milyar kilo kalori, atau setara dengan energy termal yang dihasilkan dari pembakaran 2,4 juta kg (2400 ton) batubara. Selain fragmen-fragmen tersebut

reaksi pembelahan menghasilkan pula 2 atau 3 neutron yang


dilepaskan dengan kecepatan lebih besar dari 10.000 km per detik. Agar mudah ditangkap oleh inti atom uranium guna

menghasilkan reaksi pembelahan, kecepatan neutron ini harus


diperlambat. Zat yang dapat memperlambat kecepatan neutron disebut moderator.

1.

Air Sebagai Pemerlambat Neutron (Moderator) Seperti telah disebutkan di atas, panas yang dihasilkan dari

reaksi pembelahan, oleh air yang bertekanan 160 atmosfir dan suhu 3000oC secara terus menerus dipompakan kedalam reactor melalui saluran pendingin reaktor. Air bersirkulasi dalam saluran pendingin ini tidak hanya berfungsi sebagai pendingin saja melainkan juga bertindak sebagai moderator, yaitu sebagai medium yang dapat

memperlambat neutron.
Neutron cepat akan kehilangan sebagian energinya selama

menumbuk atom-atom hidrogen. Setelah kecepatan neutron turun

sampai 2000 m per detik atau sama dengan kecepatan molekul gas
pada suhu 3000oC, barulah ia mampu membelah inti atom uranium235. Neutron yang telah diperlambat disebut neutron termal.

2.

Reaksi Pembelahan Inti Berantai Terkendali Untuk mendapatkan keluaran termal yang mantap, perlu dijamin

agar banyaknya reaksi pembelahan inti yang terjadi dalam teras

reactor dipertahankan pada tingkat tetap, yaitu 2 atau 3 neutron yang


dihasilkan dalam reaksi itu hanya satu yang dapat meneruskan reaksi pembelahan . Neutron lainnya dapat lolos keluar reaktor, atau terserap oleh bahan lainnya tanpa menimbulkan reaksi pembelahan atau diserap oleh batang kendali. Batang kendali dibuat dari bahan -bahan yang dapat menyerap neutron, sehingga jumlah neutron yang menyebabkan reaksi pembelahan dapat dikendalikan dengan mengatur keluar atau masuknya batang kendali kedalam teras reactor

Sehubungan dengan uraian di atas perlu digaris bawahi bahwa :


a.

Reaksi pembelahan berantai hanya dimungkinkan apabila


ada moderator.

b.

Kandungan uranium-235 di dalam bahan bakar nuklir maksimum adalah 3,2 %.

Kandungan ini kecil sekali dan terdistribusi secara merata dalam isotop uranium-238, sehingga tidak mungkin terjadi reaksi pembelahan berantai secara tidak terkendali di dalamnya.

3.

Radiasi dan Hasil Belahan Fragmen-fragmen yang diproduksi selama reaksi pembelahan inti

disebut hasil belahan, yang kebanyakan berupa atom-atom radioaktif seperti xenon-133, kripton-85 dan iodium-131. Zat radioaktif ini meluruh menjadi atom lain dengan memancarkan radiasi alpha, beta, gamma atau neutron. Selama proses peluruhan, radiasi yang dipancarkan dapat diserap oleh bahan-bahan lain yang berada di dalam reactor, sehingga energi yang dilepaskan berubah menjadi panas. Panas ini disebut panas peluruhan yang akan terus diproduksi walaupun reactor berhenti beroperasi. Oleh karena itu reactor dilengkapi dengan suatu sistem pembuangan panas peluruhan.

Reaksi pembelahan tersebut menghasilkan tenaga panas (termal)


dalam jumlah yang sangat besar serta membebaskan 2 sampai 3 buah neutron. Sebagai pemindah panas biasa digunakan air yang disalurkan secara terus menerus selama PLTN beroperasi. Proses pembangkit yang menggunakan bahan bakar uranium ini tidak melepaskan partikel seperti C02, S02, atau Nox, juga tidak mengeluarkan asap atau debu yang mengandung logam berat yang dilepas kelingkungan. Oleh karena itu PLTN merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan

Namun disamping itu PLTN menghasilkan bahan radioaktif sebagai hasil aktivitas neutron. Bahan radioaktif ini terjadi karena bahan-bahan lain yang berada di dalam reaktor (seperti kelongsongan atau bahan struktur) menangkap neutron sehingga berubah menjadi unsur lain

yang bersifat radioaktif. Radioaktif adalah sumber utama timbulnya


bahaya dari suatu PLTN, oleh karena itu semua system pengamanan PLTN ditujukan untuk mencegah atau menghalangi terlepasnya zat

radioaktif kelingkungan dengan aktivitas yang melampaui nilai batas


ambang yang diizinkan menurut peraturan yang berlaku. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian PLTN, adalah berupa elemen bakar bekas dalam bentuk padat. Elemen bakar bekas ini untuk sementara bisa disimpan di lokasi PLTN, sebelum dilakukan penyimpanan secara lestari.
Back

Prinsip Kerja PLTN


Prinsip kerja PLTN sebenarnya mirip dengan pembangkit listrik
lainnya, misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Namun pada PLTN panas yang akan digunakan untuk menghasilkan uap, dihasilkan

dari reaksi pembelahan inti bahan fisi (uranium) dalam reaktor nuklir.
Panas yang digunakan untuk membangkitkan uap diproduksi sebagai hasil dari pembelahan inti atom .

Back

15 12 11 10 13 14

9 8 7 5 4 3 2

Containment Building
Tangki ini bisa berupa tabung (silinder) atau bola yang dibuat dengan fungsi

sebagai wadah untuk menempatkan komponen-komponen reaktor lainnya


dan sebagai tempat berlangsungnya reaksi nuklir. Tangki yang berdinding tebal ini juga berfungsi sebagai penahan radiasi agar tidak keluar dari sistem reaktor.

Reaktor Vessel
Komponen reaktor yang berfungsi sebagai tempat untuk reaksi fisi bahan bakar. Teras reaktor dibuat berlubang (kolom) untuk menempatkan bahan bakar reaktor yang berbentuk batang. Teras reaktor dibuat dari logam yang tahan panas dan tahan korosi.

Moderator
Fungsi dari moderator adalah untuk memperlambat laju

neutron cepat (moderasi) yang dihasilkan dari reaksi inti


hingga mencapai kecepatan neutron terjadinya thermal reaksi untuk nuklir memperbesar kemungkinan

selanjutnya (reaksi berantai). Bahan yang digunakan untuk moderator adalah air atau grafit.

Uranium fuel
Bahan bakar adalah komponen utama yang memegang peranan penting untuk berlangsung nya reaksi nuklir. Bahan bakar dibuat dari isotop alam seperti Uranium,

Thorium yang mempunyai sifat dapat membelah


apabila bereaksi dengan neutron

Control rods
Reaksi nuklir bisa tidak terkendali apabila partikel-partikel neutron yang dihasilkan dari reaksi sebelumnya sebagian tidak ditangkap atau diserap. Untuk mengendalikan reaksi ini, reaktor dilengkapi dengan elemen kendali yang dibuat dari

bahan yang dapat menangkap atau menyerap neutron. Elemen


kendali juga berfungsi untuk menghentikan operasi reaktor (shut down) sewaktu-waktu apabila terjadi kecelakaan.

Sebuah batang kendali adalah batang yang digunakan dalam


reaktor nuklir untuk mengontrol laju fisi uranium dan plutonium.

Steam Generator
Suatu bejana yang berfungsi sebagai tempat pemindahan panas dari reactor untuk memasak air yang dimana dalam generator ini berlangsung proses terbentuknya uap

bertekanan sehingga dapat memutar turbin.

Turbine

Condenser
Tempat dimana uap bertekan yang telah menggerakkan turbin diubah menjadi air dengan cara mendinginkan uap tersebut dengan air dingin sehingga uap berubah menjadi air yang dapat disirkulasikan kembali menuju steam generator

Cooling tower
Menara yang difungsikan untuk menstransferkan panas dari pembangkit menuju atmosfir sehingga suhu ruangan pembangkit lebih stabil.

Back

Siklus Bahan Bakar Nuklir

Pada

teknologi

nuklir,

hal-hal

yang

berkaitan

dengan

pertanyaan-pertanyaan semacam di atas, dikenal dengan istilah siklus bahan bakar nuklir. Ada tiga bagian pada siklus ini, yaitu bagian depan (front end), bagian pembangkitan daya,

dan bagian belakang (back end). Secara sederhana siklus


bahan bakar nuklir dapat diilustrasikan seperti pada gambar di bawah ini.

Back

Penyimpanan bahan bakar bekas


Pada reaksi fisi akan dihasilkan produk-produk fisi yang sifatnya radioaktif, oleh karenanya setelah keluar dari reaktor, perangkat bahan bakar harus didinginkan terlebih dahulu. Untuk itu perangkat bahan bakar akan

dimasukkan ke dalam kolam bahan bakar bekas (spent fuel pool) selama
beberapa tahun. Selanjutnya bahan bakar akan dipindahkan ke tempat penyimpanan kering (dry cask storage). Baik kolam bahan bakar bekas maupun tempat penyimpanan kering, keduanya masih berada di lokasi sekitar reaktor.

Pengolahan ulang
Untuk mengolah bahan bakar bekas, tabung penyimpan kering akan dibawa ke pabrik pengolah ulang (reprocessing plant). Di pabrik ini bahan bakar

bekas akan dipisahkan menjadi tiga kategori, yaitu uranium, plutonium dan
limbah yang mengandung produk fisi. Uranium yang masih mengandung U-235 lebih tinggi daripada uranium alami kemudian akan dilakukan konversi dan dikirim ke pabrik pengkayaan. Dengan kata lain uranium akan didaur ulang kembali ke tahapan 2 dan 3. Plutonium dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu plutonium dari pabrik pengolah ulang akan dikirim ke fasilitas fabrikasi agar dibuat pelet plutonium dioksida (PuO2) dan bersama-

sama dengan pelet UO2 akan dijadikan sebagai bahan bakar MOX (Mixed
OXide) untuk reaktor yang menggunakannya.

Pengolahan limbah
Limbah yang telah dipisahkan di pabrik pengolahan ulang akan diolah tersendiri. Agar bisa disimpan untuk jangka panjang, limbah perlu distabilkan

terlebih dahulu dalam bentuk atau struktur yang tidak akan bereaksi maupun
berkurang kekuatannya. Ada beberapa cara untuk melakukannya, antara lain dengan melakukan vitrifikasi yaitu dengan mengubahnya material limbah menjadi gelas Pyrex dan disimpan di dalam tabung baja tahan karat. Gelas yang terbentuk sangat tahan terhadap air. Cara yang lain adalah dengan menggunakan metode Synroc atau Syntethic Rock. Pada metode ini, limbah nuklir dicampur dengan tiga buah mineral yaitu hollandite (BaAl2Ti6O16),

zirconolite

(CaZrTi2O7)

dan

perovskite

(CaTiO3).

Selanjutnya

dengan

memberikan tekanan pada suhu yang tinggi, campuran tersebut akan membentuk struktur yang padat dan keras seperti batu cadas.

Penyimpanan lestari
Kontainer limbah maupun synroc selanjutnya akan diletakkan di tempat

penyimpanan lestari (final waste repository). Lokasi ini dipilih di kawasan


yang stabil secara geologis dan berada di bawah tanah, biasanya pada kedalaman lebih dari 500 m di bawah permukaan. Tujuan utamanya adalah

untuk mengisolasi limbah nuklir (yang sudah diolah tentu saja) dari jangkauan
khalayak ramai.

Back

Kelebihan dan Kekurangan


Kelebihan :
1.

Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal). Gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas. Tidak mencemari udara dan tidak menghasilkan gas-gas berbahaya seperti Karbon Monoksida, Sulfur Dioksida, Aerosol, Mercury, Nitrogen Oksida, partikulate atau asapfotokimia.

2.

3.
4.

Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal).


Biaya bahan bakar rendah karena hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan dan ketersedian bahan bakar yang melimpah.

Kekurangan :
1.

Risiko kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building). Limbah nuklir radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.

2.

Back