Anda di halaman 1dari 9

PROSEDUR PEMASANGAN EKG Pengertian : Suatu tindakan yang dilakukan yang bertujuan untuk merekam jantung.

Persiapan alat : 1) !) Alat: Alat monitor EKG lengkap dan siap pakai Kapas alkohol dalam tempatnya Jelly EKG Kapas kassa lembab "asien dan lingkungan: Keluarga diberi tahu penjelasan tentang tujuan dan tindakan yang akan dilakukan "osisi pasien diatur terlentang datar #aju bagian atas pasien dibuka Pelaksanaan 1) !) &) basah ') () )) *) 1 1 1 1 3) 4) $emasang manset elektroda pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai $emasang arde $enghidupkan monitor EKG $enyambung kabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai pasien 2arna merah pada tangan kiri 2arna hijau pada kaki kiri 2arna hitam pada kaki kanan 2arna kuning pada tangan kiri $emasang elektroda dada untuk rekam pre0ardial lead $elakukan kalibrasi 15mm dengan ke0epatan !( mm 6olt detik $embuka dan melonggarkan pakaian bagian atas% bila pasien memakai jam jamtangan% $embersihkan kotoran dan lemak menggunakan kapas alkohol pada daerah dada% $engoleskan jelly EKG pada permukaan elektroda. #ila tidak ada jelly gunakan kapas kalung dan logam lainnya dilepas kedua pergelangan dan kedua tungkai dilokasi pemasangan manset elektroda

untuk rekam ektremitas lead +,% ,,% ,,% A-.% A-/) dengan 0ara sebagai berikut:

15) $emuat rekam se0ara berurutan sesuai dengan lead yang terdapat pada mesin EKG 11) $elakukan kalibrasi kembali setelah perekam selesai 1!) $emberi idantitas pasien pada hasil rekaman: 7ama% 8mur% 9anggal dan jam rekaman serta nomor lead dan nomor rekam medik. Evaluasi 1. !. :ati1hati 9eliti dan 0ermat

macam-macam imunisasi Imunisasi !G -aksinasi #;G memberikan kekebalan akti< terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). #;G diberikan 1 kali sebelum anak berumur ! bulan. #;G ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. -aksin disuntikkan se0ara intrakutan pada lengan atas% untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 5%5( m= dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 5%1 m=. -aksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan% sebanyak (5.55511.555.555 partikel dosis. Kontraindikasi untuk 6aksinasi #;G adalah penderita gangguan sistem kekebalan +misalnya penderita leukemia% penderita yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang% penderita in<eksi :,-). Reaksi "ang mungkin ter#a$i: 1. Reaksi lokal : 11! minggu setelah penyuntikan% pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan ke0il yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula +gelembung berisi nanah)% lalu pe0ah dan membentuk luka terbuka +ulkus). =uka ini akhirnya sembuh se0ara spontan dalam >aktu 311! minggu dengan meninggalkan jaringan parut. !. Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher% tanpa disertai nyeri tekan maupun demam% yang akan menghilang dalam >aktu &1) bulan. K%mplikasi "ang mungkin tim&ul a$ala': "embentukan abses +penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. Abses ini akan menghilang se0ara spontan. 8ntuk memper0epat penyembuhan% bila abses telah matang% sebaiknya dilakukan aspirasi +pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat. Limfadenitis supurativa% terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan membaik dalam >aktu !1) bulan. Imunisasi DP( ,munisasi ?"9 adalah suatu 6aksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. ?i<teri adalah suatu in<eksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau <atal. "ertusis +batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi perna<asan yang melengking. "ertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat berna<as% makan atau minum. "ertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius% seperti pneumonia% kejang dan kerusakan otak. 9etanus adalah in<eksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang -aksin ?"9 adalah 6aksin 3-in-1 yang bisa diberikan kepada anak yang berumur kurang dari * tahun. #iasanya 6aksin ?"9 terdapat dalam bentuk suntikan% yang disuntikkan pada otot lengan atau paha. ,munisasi ?"9 diberikan sebanyak & kali% yaitu pada saat anak berumur ! bulan +?"9 ,)% & bulan +?"9 ,,) dan ' bulan +?"9 ,,,)@ selang >aktu tidak kurang dari ' minggu. ,munisasi ?"9 ulang diberikan 1 tahun setelah ?"9 ,,, dan pada usia prasekolah +(1) tahun). Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap 6aksin pertusis% maka sebaiknya diberikan ?9% bukan ?"9. Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi a>al% sebaiknya diberikan booster 6aksin 9d pada usia 1'11) tahun kemudian setiap 15 tahun +karena 6aksin hanya memberikan perlindungan selama 15 tahun% setelah 15 tahun perlu diberikan booster).

:ampir 3(A anak yang mendapatkan minimal & kali suntikan yang mengandung 6aksin di<teri% akan memperoleh perlindungan terhadap di<teri selama 15 tahun. ?"9 sering menyebakan e<ek samping yang ringan% seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa hari. E<ek samping tersebut terjadi karena adanya komponen pertusis di dalam 6aksin. Pa$a kurang $ari )* pen"untikan+ D(P men"e&a&kan k%mplikasi &erikut: demam tinggi +lebih dari '5%(B ;elsius)

Kejang Kejang demam +resiko lebih tinggi pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kejang atau terdapat ri>ayat kejang dalam keluarganya) !ok +kebiruan% pu0at% lemah% tidak memberikan respon).

Jika anak sedang menderita sakit yang lebih serius dari pada <lu ringan% imunisasi ?"9 bisa ditunda sampai anak sehat. Jika anak pernah mengalami kejang% penyakit otak atau perkembangannya abnormal% penyuntikan ?"9 sering ditunda sampai kondisinya membaik atau kejangnya bisa dikendalikan.11! hari setelah mendapatkan suntikan ?"9% mungkin akan terjadi demam ringan% nyeri% kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan. 8ntuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam% bisa diberikan asetamino<en +atau ibupro<en).8ntuk mengurangi nyeri di tempat penyuntikan juga bisa dilakukan kompres hangat atau lebih sering menggerak1gerakkan lengan maupun tungkai yang bersangkutan. Imunisasi D( ,munisasi ?9 memberikan kekebalan akti< terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab di<teri dan tetanus.-aksin ?9 dibuat untuk keperluan khusus% misalnya pada anak yang tidak boleh atau tidak perlu menerima imunisasi pertusis% tetapi masih perlu menerima imunisasi di<teri dan tetanus. ;ara pemberian imunisasi dasar dan ulangan sama dengan imunisasi ?"9. -aksin disuntikkan pada otot lengan atau paha sebanyak 5%( m=.-aksin ini tidak boleh diberikan kepada anak yang sedang sakit berat atau menderita demam tinggi. E<ek samping yang mungkin terjadi adalah demam ringan dan pembengkakan lokal di tempat penyuntikan% yang biasanya berlangsung selama 11! hari. Imunisasi (( ,munisasi tetanus +99% tetanus toksoid) memberikan kekebalan akti< terhadap penyakit tetanus. "T ("nti Tetanus erum# juga dapat digunakan untuk pen0egahan +imunisasi pasi<) maupun pengobatan penyakit tetanus. Kepada ibu hamil% imunisasi 99 diberikan sebanyak ! kali% yaitu pada saat kehamilan berumur * bulan dan 3 bulan. -aksin ini disuntikkan pada otot paha atau lengan sebanyak 5%( m=. E<ek samping dari tetanus toksoid adalah reaksi lokal pada tempat penyuntikan% yaitu berupa kemerahan% pembengkakan dan rasa nyeri.

Imunisasi P%li% ,munisasi polio memberikan kekebalan akti< terhadap penyakit poliomielitis.

"olio bisa menyebabkan nyeri otot dan kelumpuhan pada salah satu maupun kedua lengan tungkai. "olio juga bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot1otot perna<asan dan otot untuk menelan. "olio bisa menyebabkan kematian. 9erdapat ! ma0am 6aksin polio: $%& +$nactivated %olio &accine% -aksin alk)% mengandung 6irus polio yang telah dimatikan dan diberikan melalui suntikan '%& +'ral %olio &accine% -aksin abin)% mengandung 6aksin hidup yang telah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau 0airan. #entuk trivalen (T'%&# e<ekti< mela>an semua bentuk polio% bentuk monovalen (('%&# e<ekti< mela>an 1 jenis polio. ,munisasi dasar polio diberikan ' kali +polio ,%,,% ,,,% dan ,-) dengan inter6al tidak kurang dari ' minggu.,munisasi polio ulangan diberikan 1 tahun setelah imunisasi polio ,-% kemudian pada saat masuk S? +(1) tahun) dan pada saat meninggalkan S? +1! tahun). ?i ,ndonesia umumnya diberikan 6aksin Sabin. -aksin ini diberikan sebanyak ! tetes +5%1 m=) langsung ke mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang berisi air gula. K%ntra in$ikasi pem&erian vaksin p%li%: ?iare berat

Gangguan kekebalan +karena obat imunosupresan% kemoterapi% kortikosteroid) Kehamilan.

E<ek samping yang mungkin terjadi berupa kelumpuhan dan kejang1kejang. ?osis pertama dan kedua diperlukan untuk menimbulkan respon kekebalan primer% sedangkan dosis ketiga dan keempat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan antibodi sampai pada tingkat yang tertinggi. Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi dasar% kepada orang de>asa tidak perlu dilakukan pemberian booster se0ara rutin% ke0uali jika dia hendak bepergian ke daerah dimana polio masih banyak ditemukan. Kepada orang de>asa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan perlu menjalani imunisasi% sebaiknya hanya diberikan ,"-. Kepada orang yang pernah mengalami reaksi alergi hebat +anafilaktik) setelah pemberian ,"-% streptomisin% polimiksin # atau neomisin% tidak boleh diberikan ,"-. Sebaiknya diberikan C"-. Kepada penderita gangguan sistem kekebalan +misalnya penderita A,?S% in<eksi :,-% leukemia% kanker% limfoma)% dianjurkan untuk diberikan ,"-. ,"- juga diberikan kepada orang yang sedang menjalani terapi penyinaran% terapi kanker% kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya. ,"- bisa diberikan kepada anak yang menderita diare. Jika anak sedang menderita penyakit ringan atau berat% sebaiknya pelaksanaan imunisasi ditunda sampai mereka benar1benar pulih. ,"- bisa menyebabkan nyeri dan kemerahan pada tempat penyuntikan% yang biasanya berlangsung hanya selama beberapa hari. Imunisasi !ampak ,munisasi 0ampak memberikan kekebalan akti< terhadap penyakit 0ampak (tampek#. ,munisasi 0ampak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 4 bulan atau lebih. "ada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur ) bulan dan diulangi ) bulan kemudian. -aksin disuntikkan se0ara subkutan dalam sebanyak 5%( m=. K%ntra in$ikasi pem&erian vaksin campak: in<eksi akut yang disertai demam lebih dari &3B;elsius

gangguan sistem kekebalan

pemakaian obat imunosupresan alergi terhadap protein telur hipersensiti6itas terhadap kanamisin dan eritromisin >anita hamil.

E<ek samping yang mungkin terjadi berupa demam% ruam kulit% diare% kon)ungtivitis dan gejala kataral serta ensefalitis +jarang). Imunisasi MMR ,munisasi $$. memberi perlindungan terhadap 0ampak% gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak ! kali. ;ampak menyebabkan demam% ruam kulit% batuk% hidung meler dan mata berair. ;ampak juga menyebabkan in<eksi telinga dan pneumonia. ;ampak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius% seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian. Gondongan menyebabkan demam% sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Gondongan bisa menyebabkan meningitis +in<eksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah Dakar sehingga terjadi kemandulan. ;ampak Jerman (rubella# menyebabkan demam ringan% ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. .ubella juga bisa menyebakban pembengkakan otak atau gangguan perdarahan. Jika seorang >anita hamil menderita rubella% bisa terjadi keguguran atau kelainan ba>aan pada bayi yang dilahirkannya +buta atau tuli). 9erdapat dugaan bah>a 6aksin $$. bisa menyebabkan autisme% tetapi penelitian membuktikan bah>a tidak ada hubungan antara autisme dengan pemberian 6aksin $$.. -aksin $$. adalah 6aksin 3-in-1 yang melindungi anak terhadap 0ampak% gondongan dan 0ampak Jerman. -aksin tunggal untuk setiap komponen $$. hanya digunakan pada keadaan tertentu% misalnya jika dianggap perlu memberikan imunisasi kepada bayi yang berumur 411! bulan. Suntikan pertama diberikan pada saat anak berumur 1!11( bulan. Suntikan pertama mungkin tidak memberikan kekebalan seumur hidup yang adekuat% karena itu diberikan suntikan kedua pada saat anak berumur '1) tahun +sebelum masuk S?) atau pada saat anak berumur 1111& tahun +sebelum masuk S$"). ,munisasi $$. juga diberikan kepada orang de>asa yang berumur 13 tahun atau lebih atau lahir sesudah tahun 14() dan tidak yakin akan status imunisasinya atau baru menerima 1 kali suntikan $$. sebelum masuk S?. ?e>asa yang lahir pada tahun 14() atau sebelum tahun 14()% diduga telah memiliki kekebalan karena banyak dari mereka yang telah menderita penyakit tersebut pada masa kanak1kanak. "ada 45143A orang yang menerimanya% suntikan $$. akan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap 0ampak% 0ampak Jerman dan gondongan. Suntikan kedua diberikan untuk memberikan perlindungan adekuat yang tidak dapat dipenuhi oleh suntikan pertama. E<ek samping yang mungkin ditimbulkan oleh masing1masing komponen 6aksin: K%mp%nen campak 11! minggu setelah menjalani imunisasi% mungkin akan timbul ruam kulit. :al ini terjadi pada sekitar (A anak1anak yang menerima suntikan $$..

?emam &4%(B ;elsius atau lebih tanpa gejala lainnya bisa terjadi pada (11(A anak yang menerima suntikan $$.. ?emam ini biasanya mun0ul dalam >aktu 11! minggu setelah disuntik dan berlangsung hanya selama 11! hari. E<ek samping tersebut jarang terjadi pada suntikan $$. kedua. K%mp%nen g%n$%ngan "embengkakan ringan pada kelenjar di pipi dan dan diba>ah rahang% berlangsung selama beberapa hari dan terjadi dalam >aktu 11! minggu setelah menerima suntikan $$.. K%mp%nen campak ,erman "embengkakan kelenjar getah bening dan atau ruam kulit yang berlangsung selama 11 & hari% timbul dalam >aktu 11! mingu setelah menerima suntikan $$.. :al ini terjadi pada 1'11(A anak yang mendapat suntikan $$.. 7yeri atau kekakuan sendi yang ringan selama beberapa hari% timbul dalam >aktu 11& minggu setelah menerima suntikan $$.. :al ini hanya ditemukan pada 1A anak1anak yang menerima suntikan $$.% tetapi terjadi pada !(A orang de>asa yang menerima suntikan $$.. Kadang nyeri kekakuan sendi ini terus berlangsung selama beberapa bulan +hilang1 timbul). "rtritis +pembengkakan sendi disertai nyeri) berlangsung selama 1 minggu dan terjadi pada kurang dari 1A anak1anak tetapi ditemukan pada 15A orang de>asa yang menerima suntikan $$.. Jarang terjadi kerusakan sendi akibat artritis ini. 7yeri atau mati rasa pada tangan atau kaki selama beberapa hari lebih sering ditemukan pada orang de>asa. $eskipun jarang% setelah menerima suntikan $$.% anak1anak yang berumur diba>ah ) tahun bisa mengalami akti6itas kejang +misalnya kedutan). :al ini biasanya terjadi dalam >aktu 11! minggu setelah suntikan diberikan dan biasanya berhubungan dengan demam tinggi. Keuntungan dari 6aksin $$. lebih besar jika dibandingkan dengan e<ek samping yang ditimbulkannya. ;ampak% gondongan dan 0ampak Jerman merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi yang sangat serius. Jika anak sakit% imunisasi sebaiknya ditunda sampai anak pulih. Imunisasi MMR se&aikn"a ti$ak $i&erikan kepa$a: anak yang alergi terhadap telur% gelatin atau antibiotik neomisin

anak yang & bulan yang lalu menerima gamma globulin anak yang mengalami gangguan kekebalan tubuh akibat kanker% leukemia, limfoma maupun akibat obat prednison% steroid% kemoterapi% terapi penyinaran atau obati imunosupresan. >anita hamil atau >anita yang & bulan kemudian hamil.

Imunisasi -i& ,munisasi :ib membantu men0egah in<eksi oleh *aemop+ilus influen,a tipe b. Crganisme ini bisa menyebabkan meningitis% pneumonia dan in<eksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. -aksin :ib diberikan sebanyak & kali suntikan% biasanya pada saat anak berumur !% ' dan ) bulan. Imunisasi .arisella

,munisasi 6arisella memberikan perlindungan terhadap 0a0ar air. ;a0ar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan% kemudian se0ara perlahan mengering dan membentuk keropeng yang akan mengelupas. Setiap anak yang berumur 1!113 bulan dan belum pernah menderita 0a0ar air dianjurkan untuk menjalani imunisasi 6arisella. Anak1anak yang mendapatkan suntikan 6arisella sebelum berumur 1& tahun hanya memerlukan 1 dosis 6aksin. Kepada anak1anak yang berumur 1& tahun atau lebih% yang belum pernah mendapatkan 6aksinasi 6arisella dan belum pernah menderita 0a0ar air% sebaiknya diberikan ! dosis 6aksin dengan selang >aktu '13 minggu. ;a0ar air disebabkan oleh 6irus varicella-,oster dan sangat menular. #iasanya in<eksi bersi<at ringan dan tidak berakibat <atal@ tetapi pada sejumlah kasus terjadi penyakit yang sangat serius sehingga penderitanya harus dira>at di rumah sakit dan beberapa diantaranya meninggal. ;a0ar air pada orang de>asa 0enderung menimbulkan komplikasi yang lebih serius. -aksin ini 451155A e<ekti< men0egah terjadinya 0a0ar air. 9erdapat sejumlah ke0il orang yang menderita 0a0ar air meskipun telah mendapatkan suntikan 6arisella@ tetapi kasusnya biasanya ringan% hanya menimbulkan beberapa lepuhan +kasus yang komplit biasanya menimbulkan !(51(55 lepuhan yang terasa gatal) dan masa pemulihannya biasanya lebih 0epat. -aksin 6arisella memberikan kekebalan jangka panjang% diperkirakan selama 151!5 tahun% mungkin juga seumur hidup. E/ek samping $ari vaksin varisella &iasan"a ringan+ "aitu &erupa: demam

nyeri dan pembengkakan di tempat penyuntikan ruam 0a0ar air yang terlokalisir di tempat penyuntikan.

E/ek samping "ang le&i' &erat a$ala': kejang demam% yang bisa terjadi dalam >aktu 11) minggu setelah penyuntikan

pneumonia reaksi alergi sejati (anafilaksis#% yang bisa menyebabkan gangguan perna<asan% kaligata% bersin% denyut jantung yang 0epat% pusing dan perubahan perilaku. :al ini bisa terjadi dalam >aktu beberapa menit sampai beberapa jam setelah suntikan dilakukan dan sangat jarang terjadi. ensefalitis penurunan koordinasi otot.

Imunisasi varisella se&aikn"a ti$ak $i&erikan kepa$a: 2anita hamil atau >anita menyusui Anak1anak atau orang de>asa yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau yang memiliki ri>ayat keluarga dengan kelainan imunosupresif ba>aan

Anak1anak atau orang de>asa yang alergi terhadap antibiotik neomisin atau gelatin karena 6aksin mengandung sejumlah ke0il kedua bahan tersebut

Anak1anak atau orang de>asa yang menderita penyakit serius% kanker atau gangguan sistem kekebalan tubuh +misalnya A,?S) Anak1anak atau orang de>asa yang sedang mengkonsumsi kortikosteroid Setiap orang yang baru saja menjalani trans<usi darah atau komponen darah lainnya Anak1anak atau orang de>asa yang &1) bulan yang lalu menerima suntikan immunoglobulin.

Imunisasi - . ,munisasi :#- memberikan kekebalan terhadap +epatitis B. :epatitis # adalah suatu in<eksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. ?osis pertama diberikan segera setelah bayi lahir atau jika ibunya memiliki *Bs"g negati<% bisa diberikan pada saat bayi berumur ! bulan. ,munisasi dasar diberikan sebanyak & kali dengan selang >aktu 1 bulan antara suntikan :#- , dengan :#- ,,% serta selang >aktu ( bulan antara suntikan :#- ,, dengan :#- ,,,. ,munisasi ulangan diberikan ( tahun setelah suntikan :#- ,,,. Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa kadar :#sAg. -aksin disuntikkan pada otot lengan atau paha. Kepada bayi yang lahir dari ibu dengan :#sAg positi<% diberikan 6aksin :#- pada lengan kiri dan 5%( m= *B$G (+epatitis B immune globulin# pada lengan kanan% dalam >aktu 1! jam setelah lahir. ?osis kedua diberikan pada saat anak berumur 11! bulan% dosis ketiga diberikan pada saat anak berumur ) bulan. Kepada bayi yang lahir dari ibu yang status :#sAgnya tidak diketahui% diberikan :#- , dalam >aktu 1! jam setelah lahir. "ada saat persalinan% 0ontoh darah ibu diambil untuk menentukan status :#sAgnya@ jika positi<% maka segera diberikan :#,G +sebelum bayi berumur lebih dari 1 minggu). "emberian imunisasi kepada anak yang sakit berat sebaiknya ditunda sampai anak benar1 benar pulih. -aksin :#- dapat diberikan kepada ibu hamil. E<ek samping dari 6aksin :#- adalah e<ek lokal +nyeri di tempat suntikan) dan sistemis +demam ringan% lesu% perasaan tidak enak pada saluran pen0ernaan)% yang akan hilang dalam beberapa hari. Imunisasi Pneum%k%kus K%n#ugata ,munisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan in<eksi telinga. #akteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius% seperti meningitis dan bakteremia +in<eksi darah). Kepada bayi dan balita diberikan ' dosis 6aksin. -aksin ini juga dapat digunakan pada anak1anak yang lebih besar yang memiliki resiko terhadap terjadinya in<eksi pneumokokus.