Anda di halaman 1dari 8

ADSORPSI LOGAM BESI DAN MANGAN DARI

LIMBAH CAIR DENGAN BATANG ECENG

GONDOK (Eichornia crossipes)

Oleh Muhamad Rizal

 

Abstrak

Eceng

gondok

(Eichornia

crossipes)

adalah

gulma

yang

termasuk

dalam

kelas

Liliopsida dan merupakan tumbuhan air yang tumbuh di rawa-rawa, danau, waduk atau

sungai yang aliran airnya tenang. Tanaman eceng gondok mempunyai bentuk dan

ukuran

yang

beraneka

ragam

tergantung

pada

keadaan

geografi

area

tempat

tumbuhnya. Tanaman ini mempunyai kemampuan menyerap logam berat dan senyawa

sulfid. Selain itu, tanaman ini juga mengandung protein, selulosa yang lebih banyak

daripada non selulosanya sebagai lignin, abu, lemak dan bahan-bahan lain. Penelitian

ini

bertujuan

untuk

menjajaki

kemungkinan

penggunaan

eceng

gondok

untuk

menurunkan kadar logam Mangan dan Besi dalam limbah cair dengan menggunakan

batang eceng gondok

Kata kunci : adsorpsi, batang, eceng gondok, besi, mangan

1.

Pendahuluan

 

di Sungai Amazon, Brasilia. Eceng gondok

 

memiliki

kecepatan

tumbuh

yang

tinggi.

Eceng

gondok

(Eichornia

crossipes)

Eceng

gondok

dengan

mudah

menyebar

pertama kali ditemukan secara tidak sengaja

melalui

saluran

air

ke

badan

air

lainnya,

oleh

Carl

Friedrich

Philipp

von

Martius,

sehingga

tumbuhan

ini

dianggap

sebagai

seorang botanis berkebangsaan Jerman pada

gulma

karena

dapat

merusak

lingkungan

tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi

perairan. Tanaman eceng gondok mengandung

17,2% protein kasar, 15-18% serat dan 16-

20%

abu,

yang

terdiri

dari

beberapa

komponen, seperti; hidrogen, kalium, kalsium,

karbon,

belerang,

mangan

dan

lain-lain.

disebabkan

karena

harga

yang

murah

dan

kekuatannya yang baik sreta penggunaannya

yang luas. Bijih besi yang dapat diolah harus

mengandung senyawa besi yang besar. Bijih

Komponen

kimia

yang

terkandung

dalam

besi

adalah

suatu

zat

mineral

yang

tanaman

eceng

gondok

tergantung

pada

mengandung

cukup

kadar

besi

untuk

kandungan unsur hara tempat tumbuh dan sifat

dileburkan

kira-kira

20

%.

Komposisi

dan

daya serap tanaman tersebut. Eceng gondok

dapat

menyerap

logam-logam

berat

dan

bentuk

bijih

besi

berbeda-beda,

jika

besi

dipanaskan bersama-sama karbon pada suhu

senyawa

sulfid.

Selain

itu,

eceng

gondok

1420 o K

1470 o K

maka

akan

terbentuk

mengandung protein lebih dari 11,5% atas

suatu alloy

Seiring

dengan

perkembangan

dasar berat kering dan mengandung selulosa

yang lebih tinggi daripada non selulosanya,

seperti; lignin, abu, lemak dan zat-zat lain.

Besi merupakan logam yang paling

banyak terdapat dialam. Besi juga diketahui

sebagai unsur yang paling banyak membentuk

bumi, yaitu

kira-kira

4,7

-

5

% pada

kerak

zaman

banyak

teknologi

baru

yang

bermunculan untuk menghasilkan besi . Salah

satu sebabnya adalah karena besi memiliki

kegunaan yang sangat banyak dan terlebih lagi

karena

bijih

besi

yang

relatif

melimpah

dipenjuru dunia. Oleh karena itu penting untuk

kita mempelajari lebih lanjut mengenai besi

bumi. Besi adalah logam yang dihasilkan dari

tersebut.

bijih besi dan jarang dijumpai dalam keadaan

Mangan

relative

berlimpah,

dan

bebas, kebanyakan besi terdapat dalam batuan

terdapat

dalam

banyak

deposit,

dan tanah sebagai oksida besi, seperti oksida

terutamaoksida,

oksida

hidrat,

atau

besi magnetit ( Fe 3 O 4 ) mengandung besi 65 %,

karbonat.

Logam

dapat

diperolehdari

hematite ( Fe 2 O 3 ) mengandung 60 75 %

padanya,

atau

dariMn3O4 yang

besi, limonet ( Fe 2 O 3 . H 2 O ) mengandung besi

didapat dengan

 

memanggangnya,

20 % dan siderit (Fe 2 CO 3 ). Dalam kehidupan,

melalui reduksi

dengan Al.

Mangancukup

besi merupakan logam paling biasa digunakan

dari pada

logam-logam yang

lain.

Hal

ini

elektropositif, dan mudah melarut dalam asam

bukan

pengoksidasi

(Cotton,2007:

459).Sebagai

industri

yang

unsure

bebas

mangan

adalah

penting

denganmenggunakan

paduan logam, terutama dalam stainless steel.

menyebabkan

molekul-molekul

adsorbate

secara difusional terjerap ke dalam pori-pori

adsorbent, dan terikat untuk waktu tertentu.

Senyawa

denganoksidasi

VI

(hijau)

adalah

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

adsorpsi

agen

oksidator

kuat

dan

sangat

rentan

adalah

jenis

adsorbent,

jenis

adsorbate,

terhadapdisproposionasi.

Mangan

adalah

konsentrasi adsorbate, luas permukaan aktif

logam

putih

mirip

besi.

Ia

adalah

logam

adsorbent,

daya

larut

adsorbent,

dan

keras,sangat

rapuh,

mudah

teroksidasi.

kemungkinan

terjadinya

koadsorbsi

pabila

Mangan

ion

memiliki

berbagai

warna,

terdapat lebih dari satu jenis adsorbate.

tergantung pada keadaan oksidasi mereka, dan

dalam

indistri

digunakan

sebagai

pigmen.

Logammangan bersifat feromagnetik setelah

Limbah industri yang paling banyak

mengandung

logam

berat

adalah

limbah

tailing karena ketika tailing di buang dalam

diberi

perlakuan.

Logam

murninya

bentuk

bubur,

fraksi

pasir

cenderung

terdapatsebagai

bentuk

alotropik

dengan

4

mengendap di sekitar titik pembuangan dan

jenis.

Irolusi

dan

rhodokhrosit

adalah

lumpur

akan

mengendap

jauh

dari

titik

mineralmangan yang paling banyak dijumpai.

pembuangan sebagai suspensi dalam waktu

Logam

mangan

diperoleh

dengan

lama. Secara mineralogi tailing dapat terdiri

caramereduksi

oksida

mangan

dengan

atas beraneka

mineral seperti silika,

silikat

Natrium,

Magnesium,

Aluminium,

atau

besi, magnesium, natrium, kalium, dan sulfida.

dengan proses elektrolisis (Anonim, 2008).

Sulfida mempunyai sifat aktif secara kimiawi,

 

Adsorpsi

merupakan

fenomena

di

dan apabila bersentuhan dengan udara akan

mana

molekul-molekul

fluida

(gas,

uap,

mengalami

oksidasi

sehingga

membentuk

maupun

cairan)

secara

selektif

mengalami

garam-garam bersifat asam dan aliran asam

proses perpindahan massa menuju permukaan

padatan

penyerap.

Adsorbsi

terjadi

karena

adanya perbedaan potensial antara molekul-

molekul adsorbate

dengan

permukaan aktif

pada pori-pori adsorbent. Gaya tersebut yang

mengandung sejumlah logam beracun seperti

Hg, Cd dan Pb (Herman, 2006).

Logam-logam

dari

dalam

bumi

digolongkan sebagai sumberdaya alam yang

tidak

dapat

diperbaharui.

Secara

kimiawi

logam bereaksi untuk menuju ke tingkat stabil

biasanya dengan cara membentuk garam atau

bentuk unsur yang stabil. Sebanyak 20 logam

diklasifikasikan sebagai racun dan sebagian

dilepaskan ke lingkungan dalam jumlah yang

menimbulkan

risiko

terhadap

kesehatan

kadmium

(Cd),

nikel

(Ni),

kobalt

(Co)

(Sutamihardja et al. 1982).

Menurut

Kementerian

Negara

Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1990)

dalam Marganof (2003), sifat toksisitas logam

berat dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga)

manusia. Berbeda dengan logam biasa, logam

yaitu :

berat

adalah

istilah

yang

digunakan

untuk

1.

Bersifat toksik tinggi yang terdiri

kelompok

logam

berat

dan

metaloid

yang

atas unsur-unsur Hg, Cd, Pb, Cu dan Zn.

dentisitasnya lebih tinggi dari 5 g/cm3. Logam

berat diperairan terdapat dalam bentuk terlarut

2.

Bersifat

toksik

menengah

terdiri dari Cr, Ni dan Co.

yang

dan

tersuspensi

(terikat

dengan

zat

padat

3.

Bersifat toksik sangat rendah yang

tersuspensi.

Logam

berat

terletak

disudut

terdiri dari Mn dan Fe.

kanan bawah dalam sistem periodik unsur,

memiliki afinitas yang tinggi terhadap unsur S

Logam berat

bersifat

toksik

karena

logam berat tersebut dapat berikatan dengan

dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92

ligan

dan

struktur

biologi.

Sebagian

besar

dari periode keempat sampai dengan periode

logam

membentuk

ikatan

dengan

berbagai

ketujuh.

Biasanya

mempunyai

daya

hantar

enzim dalam tubuh. Ikatan-ikatan ini dapat

listrik

yang

tinggi

dan

merupakan

bahan

mengakibatkan

tidak

aktifnya

enzim

yang

pencemar lingkungan yang tahan urai. Unsur-

unsur

logam

berat

tersebut

biasanya

erat

bersangkutan, hal inilah yang mengakibatkan

terjadinya toksisitas logam tersebut. Logam

kaitannya

dengan

masalah pencemaran dan

yang

terikat

pada

enzim

sulit

untuk

di

toksisitas.

Berdasarkan

sifat

fisika

dan

identifikasi karena tidak diketahui enzim mana

kimianya, tingkat atau daya racun logam berat

terhadap hewan dan air dapat di urutkan dari

tinggi

ke

rendah

sebagai

berikut:

merkuri

(Hg), kadmium (Cd), seng (Zn), timbal (Pb),

yang

menjadi target

dari ikatan 12

logam

tersebut. Afinitas atau daya gabung dari ikatan

logam dengan

enzim biasanya

(Darmono, 1995).

sangat

kuat

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

hingga halus. Perlakuan ketiga, batang eceng

menjajaki

kemungkinan

penggunaan

eceng

gondok dihaluskan dan kemudian dikeringkan

gondok

untuk

menurunkan

kadar

besi

dan

mangan dalam limbah dengan menggunakan

batang eceng gondok

2. Metode penelitian

Penelitian

ini

dilaksanakan

di

Pusat

Laboratorium

Terpadu

UIN

Syarif

Hidayatullah Jakarta.

Alat alat yang digunakan dalam penelitian

ini adalah tabung reaksi, batang pengaduk,

cawan porselin,

oven, botol semprot, gelas

ukur, labu ukur, timbangan analitik, alu dan

mortar, dan gelas arloji.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain

tanaman eceng gondok yang diambil dari rawa

empang

pemancingan

pelangi

dibelakang

SMPn 223 Jakarta, aquadest, larutan FeCl 3 ,

larutan CuSO 4 , dan larutan KmnO 4 .

Penelitian

ini

menggunakan

larutan

dengan

konsentrasi

0,03M

dengan

macam-

macam

perlakuan

batang

eceng

gondok.

Pertama batang eceng gondok tidak dilakukan

apa-apa hanya utuh. Perlakuan kedua, batang

eceng

gondok

dihaluskan

dengan

mortar

dengan menggunakan oven.

3. Hasil dan Pembahasan

a. Hasil Penyerapan

Perlakuan

 

CuSO 4

FeCl 3

KMnO 4

 

Batang utuh

 

-

-

 

-

Dihaluskan

 

-

+

 

+

Dikeringkan

 

-

+

 

+

b.

Waktu yang dibutuhkan

 

Perlakuan

 

CuSO 4

FeCl 3

KMnO 4

Batang utuh

 

0.0

0.0

0.0

Dihaluskan

 

0.0

1 hari

5 menit

Dikeringkan

 

0.0

1 hari

70 detik

c.

Grafik

Waktu

terhadap

perlakuan

CuSO 4

 

CuSO4

1

 

0,5

 

0

0
0
0
1   0,5   0
1   0,5   0
1   0,5   0
CuSO4 1   0,5   0 CuSO4

CuSO4

d.

Grafik

Waktu

terhadap

perlakuan

tanda-tanda

toksisitas

(Wolverton

&

FeCl 3

Mc.Donald

1979).

Hasil

penelitian

FeCl3

30 20 10 FeCl3 0 e. Grafik Waktu terhadap perlakuan KmnO 4
30
20
10
FeCl3
0
e.
Grafik
Waktu
terhadap
perlakuan
KmnO 4
KMnO4 6 4 2 KMnO4 0 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tanaman yang dapat
KMnO4
6
4
2
KMnO4
0
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
jenis tanaman yang dapat menjadi adsorben.

Tanaman eceng gondok sangat bagus sebagai

adsorben logam logam limbah tetapi dengan

berbagai perlakuan.

sebelumnya mengatakan bahwa eceng gondok

mampu

menyerap

dan

mengakumulasi

berbagai logam berat seperti besi, mangan,

seng, aluminium, kadmium, timah, merkuri,

nikel, perak, kobalt, strontium, kromium dan

tembaga.

Bahkan

platinum

ditemukan

pula

terakumulasi dalam jaringan.

Kemampuan

eceng

gondok

sebagai

biofilter

adalah

dengan

adanya

mikroba

rhizosfera pada akar dan di dukung oleh daya

adsorpsi serta akumulasi yang besar terhadap

bahan

pencemar

tertentu,

maka

dapat

dimanfaatkan

sebagai

alternatif

pengendali

pencemaran

di

perairan

(Marianto,

2001).

Bahan-bahan

organik

maupun

anorganik

termasuk logam berat yang terlarut di dalam

air dapat di reduksi oleh mikroba rhizosfera

yang terdapat pada akar eceng gondok dengan

cara menyerapnya dari perairan dan sedimen

kemudian mengakumulasikan bahan terlarut

Eceng

gondok

memiliki

potensi

untuk

 

ini ke dalam struktur tubuhnya (Suriawiria,

mengolah

limbah

domestik

dan

limbah

industri. Eceng gondok merupakan biofilter

yang

dapat

dengan

menyerap

logam

berat

seperti timbal, kadmium, merkuri, dan nikel

dalam

jumlah

tinggi

tanpa

menunjukkan

1993).

Akan

tetapi

jika

kehadiran

eceng

gondok sudah melebihi ambang batas yang

dapat di tolelir oleh lingkungan perairan, maka

justru akan mencemari lingkungan tersebut.

Perlakuan

pertama,

dilakukan

dengan

4.

Logam Fe sangat lama untuk diserap,

hanya batang utuh saja dengan sampel seperti

membutuhkan waktu 24 jam.

diatas. Dari hasil diatas ternyata didapatkan

 

eceng gondok tidak dapat menyerap logam Cu

5.

Daftar Pustaka

dalam

berbagai

perlakuan.

Tetapi

dapat

menyerap logam Fe dan Mn dalam perlakuan

dihaluskan

dan

dikeringkan

dalam

oven.

Waktu

yang

dibutuhkan

untuk

menyerap

logam Fe selama 24 jam hingga menjadi jernih

tatapi hanya 5 menit jika dihaluskan dan hanya

70 detik saat dikeringkan.

Pada

penyerapan logam Mn ini adalah

logam yang paling cepat diserap karena sifat

sifat logam Mn itu sendiri yang dapat mudah

diserap oleh adsorben.

4.

Kesimpulan

Berdasarkan

penelitian

diatas,

disimpulkan bahwa :

dapat

1. Eceng gondok dapat menyerap logam

logam berat

2. Waktu penyerapan logam bermacam-

macam

3. Logam Cu tidak dapat diserap tetapi

logam Mn dan Fe dapat diserap oleh

eceng gondok

30