Anda di halaman 1dari 1

Kehamilan dan Persalinan dengan Parut Uterus (Vaginal Birth after Previous Cesarean)

Pendahuluan Selama beberapa dekade yang lalu, parut uterus dipercaya merupakan indikasi kontra untuk melakukan persalinan normal karena dapat mengakibatkan ruptur uterus. Pada tahun 1916, Cragin membuat pernyataannya yang dikenal Once a cesarean, always a cesarean. Namun, saat ini pernyataan tersebut tidak lagi dipakai. Saat pernyataan tersebut dikeluarkan, seksio sesarea dilakukan dengan sayatan vertikal pada korpus uteri (secara klasik). Sekarang umumnya memakai teknik sayatan melintang pada segmen bawah rahim. Di tahun 70-an dan awal 80-an seksio sesarea meningkat cepat. Di tahun 90-an dilaporkan di dunia ini wanita melahirkan dengan seksio sesarea meningkat 4 kali dibandingkan 30 tahun sebelumnya. Dengan dikembangkannya persalinan pervaginam pada parut uterus (vaginal birth after cesarean/VBAC) atau dikenal pula sebagai Trial of Labor After Cesarean (TOLAC) angka persalinan dengan parut uterus meningkat. Ini dapat terlihat di Amerika Serikat pada tahun 1996 hampir 30% menjalani persalinan pervaginam pada wanita yang sebelumnya pernah seksio sesarea.