Anda di halaman 1dari 6

1. Mrs.

Cek ela , a 30 years old housewife, was admitted to the emergency room in mental hospital (RSEB) Palembang with attempted suicide . she looked very depressed and sometimes cried without any particular reason. a. Apa hubungan depresi dengan kecenderungan inign bunuh diri ? 1

b. Bagaimana prevalensi kejadian percobaan bunuh diri ? 2 c. Etiologi dan mekanisme depresi ? 3 d. Bagaimana tanda-tanda depresi ? 4 2. Her family mentioned that there were changes in her behavior since 2 years ago, she gradually become more and more withdrawn to her self and preferred to stayin her room all day long. a. Makna klinis dari menarik diri dan mengurung diri ? 5 b. Mengapa pasien semakin lama lebih menarik diri ? 6 3. One years ago she complained about hearing voice such as a conversation or sometimes the voice commenting on her , while the person didnt exist. Later on, the voice became more disturbing, commanding her to do something which was difficult or impossible to refuse. The last command forced her to hurt her self. a. Makna klinis halusinasi pendengaran ? 7 b. Makna klinis susah atau tidak mungkin untuk menolak perintah halusinasi (impulsivitas)? 8 perilaku ini menunjukan suatau gejala gangguan kepribadian berupa obsesif kompulsif. Gejala ini memungkinkan pasien untuk memiliki pemikiran yang menetap dan tidak dapat dikendalikan dan individu dipaksa untuk terus menerus mengulang suatu tindakan tertentu c. Bagaimana progresivitas halusinasi pada kasus ini ? 9 dari keterangan keluarga didapatkan mulai 2 tahun yang lalu, pasien mulai mengalami perubahan perilaku yaitu sering berada dikamar seharian.

Kemudian mulai satu tahun yang lalu pasien sering mendengar suara-suara tanpa adanya sumber yang jelas. Suara-suara ini yang kemudian menyuruh pasien untuk melakukan tindakan-tidakan aneh. Untuk progresivitas gejala pada kasus ini sebenarnya belum jelas, karena data yang di dapat hanya berdasarkan dari keterangan keluarga pasien. Menurut keterangan keluarga tidak ada stressor sebelum terjadi perubahan perilaku, padahal sebetulnya belum tentu. Mungkin sebelum terjadinya perubahan perilaku pasien mengalami masalah, misalnya masalah keluarga yang menyebabkan pasien mengalami depressi, gejalanya sering mengurung diri di kamar, karena depresi yang berlangsung sama tanpa adanya penanganan depresi ini kemudian berkembang jadi gangguan jiwa. Pasien kemudian berhalusinasi, dan lama kelamaan halusinasi ini menjadi delusi atau waham. 4. The premorbid personality was schizoid and after the age of 20 years it was clear that her personality became more annoying especially to her family and neighbors. She became isolated and no social interaction at all. Premorbid : tampak sebelum fase predormal dari penyakit Klasifikasi kelompok a : gangguan pribadi paranoid, skizoid dan skizotipal. Orangnya seringkali tampak aneh dan eksentrik Kelompok b : gangguan kepribadian antisocial, ambang, histrionik dan narsisitik. Tampak dramatik, emosional dan tidak menentu Kelompok c : gangguan kepribadian menghindar, dependen dan obsesi kompulsi gangguan kepribadian yang tidak ditentukan. Tampak cemas atau ketakutan GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOID Diagnosis ditegakan pada orang yaang menunjukan pola penarikan social yang cukup lama. Rasa tidak nyaman dalam berinteraksi, sifat introvert, afek lemah also the

lembut dan terbatas dipandang oleh masyarakat sebagai pribadi yang eksentrik, terisolasi atau kesepian a. Bagaimana ciri-ciri kepribadian schizoid ? 10 b. Makna klinis perubahan kepribadian yang lebih mengganggu ? 11 c. Makna klinis mulai menarik diri dan tidak adanya interalsi social ? 12 5. In the last one year , she become more deteriorated , lacked of self care and couldnt do house chores. Her speech was limited and the sentence were very disorganized. a. Makna klinis mulai dia mulai kurnag merawat diri sendiri mengurus rumah ? 13 b. Makna klinis dari bicra yang tidak beraturan ? 14 6. According to her family there was no stressor before these behavioral changes happened. A. makna klinis tidak ada stressor ? 15 B. Stressor apa saja yang bias mempengaruhi perubahan prilaku 16 7. In autoanamnesis the patient was very quite, sometimes cried and difficult to answer the question. Her answer were in one or two words, not so clear and sometimes she refused to talk at all. a. Makna klinis dia sangat diam , kadang menagnis dan sulit menjawab pertanyaan ? 17 b. Makna klinis menjawab 1, 2 kata tidak jelas dan menolak pembicraan ? 19 Dilihat dari gejala yang dialamii pasien, pasien menunjukan gejala preskizofrenia yang merupakan bagian dari penyakit scizofrenia yang sedang berkembang Fase pre-schizofrenia tidak bias

1. Ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh 2. Penyimpangan komunikasi : pasien sulit melakukan pembicaraan dua arah. 3. Gangguan atensi : penderita tidak mampu memfokuskan,

mempertahankan atau memindahkan atensi 4. Gangguan perilaku : menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati senang, menantang tanpa alasan

jelas,mengganggu dan tidak disiplin 8. Summary of Psychiatri Examination : The psychopatholoies of this patient are poor insight, command auditoric hallucination , autism, anxiety, and association disorder such as inchoherence and hemmung. The conclusion is the reality testing ability of this patient is really disturbed a. Interpretasi dan makna klinis ? 20 Poor insight = normal insightnya baik Command auditoric hallucination = halusinasi pendengaran tingkat 4. normal tidak ada

9. Additional Information : The patient has good marital history, no history of schizophrenia or affective disorder in the family, the level of intelegence is within the normal range, no stressor during the last 12 month and GAF scale is around 40-31 at the moment of examination. a. Interpretasi dan makna klinis ? 21 b. Bagaimana cara pemeriksaan gaf scale ? 22

Gaf scale adalah tabel yang merupakan anggap kemampuan fungsi secara psikologis dan okupasional sebagai suatu kesinambungan hipotesis penyakit kesehatan mental, jangan 10. Bagaimana epidemiologi kasus? 23 11. Bagaimana faktor resiko pada ka sus? 24 12. Bagaimana diagnosis banding padakasus? 25 13. Bagaimanacaramenegakkan diagnosispadakasus? 26 14. Bagaimana working diagnosis padakasus? 27 15. Bagaimana patogenesis padakasus? 28 16. Bagaimanatatalaksanapadakasus? 29 17. Bagaimanakomplikasipadakasus? 30 Apabila gejala tidak segera ditangani pasien dapat melakukan percobaan bunuh diri 18. Bagaimana prognosis padakasus? 31 Semakin muda pasien maka prognosis semakin buruk. Pada pasien ini dubia et malam Ada stressor prognossis lebih baik, tidak ada stressor prognosis lebih buruk Kesimpulan prognosis dubia et malam 19. SKDI : 32

No 1 2 3 4 5 6 7 8 M. Faza Naufal Shelvia Chalista

Nama

Tugas 1, 12, 23,2 , 13, 24 2, 13, 24, 3, 14, 25 3, 14, 25, 4, 15, 26 4, 15, 26, 5, 16, 27 5, 16, 27, 6, 17, 28 6, 17, 28, 7, 18, 29 7, 18, 29, 8, 19, 30 8, 19, 30, 9, 20, 31

LI Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia

Novi Auliya Dewi Nuriasani Yukendri Nini Irmadoly M Arisma D Putra Muhammad Aditya Kurniadi Alifvia Nabdakh

9 10 11

Muhamad Mukhlis Tri Indah Soraya Rahnowi Pradesta

9, 20, 31, 10, 21, 32 10, 21, 32 ,11, 22, 11, 22, 1, 12, 23,

Skizofrenia Skizofrenia Skizofrenia

ANALISIS MASALAH DIKUMPUL PAING TELAT HARI KE-2 TUTORIAL (RABU , 3 NOVEMBER 2013) FORMAT PENULISAN : FONT : TIMES NEW ROMAN SIZE : 12 SPASI : 1,5 TERIMA KASIH ATAS KERJA SAMANYA