Anda di halaman 1dari 4

Biodentine Semen bioaktif baru untuk direct pulp capping reproduced with kind permission of Deutscher rzte-Verlag Till

l Dammaschke, assistant professor, DDM Department of Operative Dentistry Ringkasan Biodentine adalah semen bioaktif baru dengan bahan-bahan mekanis menyerupai dentin. Biodentin digunakan sebagai pengganti dentin pada mahkota dan akar . Biodentin memiliki efek positif pada sel pulpa vital dan merangsang pembentukan dentin tersier . Pada saat berkontak langsung dengan jaringan pulpa maka akan merangsang pembentukan dentin reparatif . Hal ini mendorong penggunaannya untuk direct pulp capping setelah pulpa terpapar akibat kesalahan prosedural pada gigi 1.5 pasien laki-laki umur 22 tahun. Pertama seluruh rongga diisi dengan Biodentine . Tiga bulan kemudian semen dikurangi dan ditambal dengan komposit. 6 bulan kemudiaan saat follow up, pada pemeriksaan klinis gigi tampak normal, tes sensitifitas positif dan tes perkusi negative. Pada roentgen foto menunjukkan tidak ada kelainan periapikal. Bahanbahan penyusun Biodentin semakin ditingkatkan , sehingga Biodentine bisa menjadi alternatif yang menarik selain kalsium hidroksida . Biodentin bermanfaat untuk direct pulp capping , dalam kasus-kasus tertentu dapat menghasilkan vitalitas gigi dalam jangka panjang. Pendahuluan Selama beberapa dekade terakhir kalsium hidroksida telah menjadi bahan standar untuk perawatan pulpa vital. Baik secara klinis dan histologis memberikan hasil yang sangat memuaskan pada perawatan direct maupun indirect pulp capping, karena ia mampu mensitimulus formasi dentin tersier. Berkontaknya dengan jaringan pulpa berkontribusi untuk menghasilkan dentin reparatif, khususnya dentir tersier degan cara pembentukan jaringan keras baru pada lapisan yang terbuka. Hal ini telah didokumentasikan pada banyak penelitian dan study kasus yang melaporkan tingkat keberhasilan perawatan sampai 80% untuk direct pupl capping. Saat ini kalsium hidroksida paling memungkinkan untuk perawatan direct pulp caping dan sebagai standart utama pengujian pada bahan baru. Namun demikian, kalsium hidroksida memiliki beberapa kelemahan. Ikatan yang jelek terhadap dentin, bahan yang mudah resorpsi dan Ikatan mekanis yang tidak stabil. Akibatnya, kalsium hidroksida tidak dapat mencegah mikroleakage dalam jangka panjang. Porositas baru tersebut (tunel defects) pada jaringan keras gigi dapat bertindak sebagai jalan masuk bagi mikroorganisme. Hal Ini dapat menyebabkan inflamasi sekunder sehingga mengkibatkan kegagalan perawatan gigi vital. Selain itu, pH tinggi (12,5) kalsium hidroksida dapat menyebabkan pencairan nekrosis pada permukaan jaringan pulpa.

Baru-baru ini semen bioaktif baru, Biodentine (Septodont, St Maur-des-Fosss, Prancis) diluncurkan ke pasaran sebagai bahan pengganti dentin. Fungsi dan indikasi nya sama dengan kalsium hidroksida, tetapi tidak memiliki kekurangan. Biodentine terdiri dari bubuk dalam kapsul dan cairan dalam pipet. Serbuk terutama berisi trikalsium dan dikalsium silikat, komponen utama dari semen Portland sama baiknya dengan kalsium karbonat. Zirkonium dioksida berfungsi sebagai media kontras. Cairan ini terdiri dari kalsium klorida dalam larutan air dengan campuran dari polikarboksilat. Serbuk dicampur dengan cairan dalam kapsul triturator selama 30 detik. Setelah tercampur, set Biodentine sekitar 12 menit. Selama penyetingan ini semen kalsium hidaroksida terbentuk. Konsistensi dari biodentin sama dengan semen phospat Biodentine dapat digunakan baik pada mahkota dan akar. Pengunaan pada mahkota melipui perlindungan pulp, penutupan sementara, manajemen karies dalam, penambalan bagian servikal, direct maupun indirect pulp capping dan pulpotomi. Sedangkan penggunaan Pada akar meliputi penanganan perforasi saluran akar atau dasar pulpa, resorpsi internal dan eksternal, apexification dan obturasi saluran akar. Singkatnya, Biodentine merupakan semen base pengganti dentin agar vitalitas pulpa tetap terjaga dan menstimulasi pembentukan jaringan keras dentin yaitu pembentukan dentin reparatif (tersier). Laporan kasus memperlihatkan penggunaan Biodentine pada perawatan direct pulp capping. Laporan Kasus Empat tahun yang lalu seorang pasien laki-laki, umur18 tahun datang untuk check up. Pada foto roentgen bitewing terlihat adanya tanda-tanda lesi karies proksimal distal pada gigi 15 (Gambar 1). Pasien diinformasikan tentang perlunya mengatasi lesi karies tersebut, tapi sayangnya tertunda sehingga perlu di jadwal ulang untuk perawatan selanjutnya. Pada umur 22 tahun ia kembali datang mengeluhkan ketidaknyamanan pada gigi 15 setelah berkontak dengan makan dan minuman yang dingin. Hal ini disebabkan karena fraktur enamel bukal gigi 15. Pada pemeriksaan klinis, ditemukan lesi kareis dalam pada bagian aproksimal distal seorang aproksimal mendalam lesi karies ditemukan distal. Pada pemeriksaan dengan Chloretyl ditemukan vitaliatas positif, perkusi negative. Setelah mendapatkan informasi menyeluruh dari pasien maka Gigi dianestesikan dengan (Septanest, 1 ml, Septodont, St Maur-des- Fosss, Prancis) dan daerah gigi di proteksi dengan rubber dam. Kemudian dilanjutkan dengan Preparasi kavitas sampai karies dentin benar-benar bersih. Selama proses tersebut rongga pulpa terekspose secara iatrogenik di dua lokasi (Gambar 2). Secara klinis jaringan pulpa masih vital tanpa diserta perdarahan hebat, Sehingga dipilih perawatan direct pulp capping untuk mempertahankan vitalitas gigi. Aplikasi kavitas dengan NaOCl (2,5%) dilakukan untuk hemostasis, pembersihan dan desinfeksi kavitas. Biodentine (Septodont, St Maur-des-Fosss, Prancis) dipilih untuk direct pulp capping. Campuran biodentin yang direkomendasikan oleh produsen, diaplikasikan pada pulpa yang terexpose untuk penutupan secara langsung dan kavitas diisi dengan semen bioaktif sebagai tambalan sementara (Gambar 4). Setelah matriks band (AutoMatrix, DentsplyCaulk, Milford, DE, Amerika Serikat) dipasang (Gambar 3). Sekitar dua belas menit setelah pencampuran, Biodentine diaplikasikan ke kavitas kemudian di cek oklusinya, oklusi

diperiksa (Gambar 5). Pada follow-up kunjungi 4 hari setelah direct pulp capping pasien melaporkan beberapa peningkatan sensitivitas dingin dan hangat pada gigi 15, tapi tidak ada gejala subjektif lainnya. Tiga (3) bulan setelah direct pulp capping kemudian pasien datang kembali (gambar 6) untuk control. Tambalan biodentin di buang sebagian unutk memberi tempat bagi tambalan composite nantinya. Gejala yang awal dirasakan sama sekali hilang dalam waktu yang sangat singkat. Gigi 15 secara klinis normal dan tes sensitivitas positif dan Perkusi negatif. Gigi dianestesi (Septanest, 1 ml, Septodont, St Maur-des-Fosss, Prancis) dan rubber dam di pasang. Biodentine mengisikavitas dikurangi dan disimpan sebagai dasar pengganti dentin (Gambar 7) kemudian matriks band serta wedges (3D komposisi-Ketat; Garrison, Spring Lake, MI, USA) yang diterapkan (Gambar 8). Kemudian seluruh kavitas dietsa dengan asam fosfat, perekat dentin (Optibond FL, Kerr, Orange, CA, USA) dan komposit (Grandio, voco, Cuxhaven, Jerman) diaplikasikan (Gambar 9 dan 10). Pada kunjungan follow up 6 bulan kemudian setelah direct pulp capping gigi 15 didapati gigi normal secara klinis dan uji sensitivitas positif dan tes perkusi negatif . Pada pemeriksaan rontgen foto tidak dtemukan kelainan apical(Gambar 11). Diskusi Biodentine merupakan bahan yang biokompatibel,dimana tidak merusak sel-sel pulpa secara in vitro atau in vivo, dan mampu merangsang pembentukan dentin tersier. Pembentukan jaringan keras dentin terlihat baik pada perawatan direct maupun indirect pulp capping menggunakan Biodentine [4 - 6]. Penggunaan biodentin untuk pulp capping, menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan kalsium hidroksida diantaranya bahan ini lebih kuat secara mekanis, tidak mudah larut dan menghasilkan lapisan dentin yang kuat [7]. Ini memenuhi syarat untuk menghindari tiga kelemahan utama kalsium hidroksida, yaitu mudah teresorpsi, ketidakstabilan mekanis dan kegagalan mencegah microleakages. Dibandingkan dengan bahan lain (misalnya Mineral trioksida Agregat), Penanganan Biodentine lebih mudah dan hanya membutuhkan waktu singkat untuk setting. Lain halnya dengan produk berbasis semen Portland, biodentin ini cukup stabil sehingga dapat digunakan baik untuk perlindungan pulpa dan tambalan sementara. Inilah sebabnya mengapa produsen merekomendasikan untuk mengisi seluruh kavitas dengan Biodentine pada tahap pertama dan menguranginya sampai dasar dentin pada kunjungan kedua satu minggu sampai 6 bulan kemudian sebelum dikerjakan tambalan permanen. Untuk keberhasilan capping tersebut, bagaimanapun penting untuk menutup kavitas dalam satu tahapan agar mencegah invasi bakteri. Meskipun terdapat banyak pengalaman yang mendokumentasikan bahwa tambalan komposit tahan kebocoran, tetapi masih sedikit data yang berkaitan dengan Biodentine . Pendapat lain bertentangan dengan prosedur 2 tahapan yang direkomendasikan oleh produsen yaitu kemungkinan pasien tidak kooperatif , apakah mereka akan datang pada kunjungan berikutnya? Berkaitan dengan hal tersebut terdapat hal yang tidak bisa dihindari bahwa prosedur preparasi kavitas pada kunjungan kedua menyebabkan pulpa terekspose, kerusakan yang sudah terjadi pada direct pulp capping sebelumnya dan adanya tekenan berlebih. Sehingga hal ini dapat dihindari dengan pendekatan satu kunjungan. Maka dari itu penelitian

yang sedang berlangsung menemukan apakah perawatan satu kali kunjungan dapat dikerjakan dengan biodentin untuk menutup danmelindungi pulpa dan lsun menutupnya dengan tambalan kompsit dalam sau kali kiunjungan.Akan tetapi ketika memilih dengan pendekatan ini maka penting menunggu biodentin setting (kira2 12 sampai 15 menit setelah pengadukan) sebelum dilakuakan tindakan restorasi. Rekomendasi definitive belum bisa dibuat sebelum hasil dari penelitian yang sedang berjalan tersebut tersedia.

Anda mungkin juga menyukai