Anda di halaman 1dari 39

PERENCANAANEKSPLORASI

Perencaan eksplorasi sebagai engineeringdesain Eksplorasi sebagai suatu economicventurememerlukan adanya perencanaan eksplorasi yangmengandung unsurunsur engineeringdesain yangberdasarkan konsep eksplorasi Unsur engineeringdesian antara lain; Efektifitas ;mengenai sasaran dengan metoda dan strategi yangtepat Efisiensi ;dengan usaha (biaya/waktu)yangminimalnamun mendapatkan hasil yangoptimal Unsur ekonomi ; Biaya eksplorasi harus sesuai dengan hasil yangdiharapkan dengan memperhitungkan resikonya Lebih tinggi resiko maka keuntungan yangdidapatkan makin meningkat. KONSEPEKSPLORASI Formulasi obyek ekplorasi Penentuan modelgeologi beserta faktorfaktor pengendalinya antara lain; Model d lgeologi l regional; l menyangkut k lingkungan l k geologi l dimana d k kemungkinan k b besar obyek b k tersebut b berada Modelgeologi detail;menyangkut bentuk tubuh obyek serta hubungan/posisinya terhdap keadaan geologi sekelilingnya sifatsifat geologi,fisika,ataupun kimiawinya Penentuan modeleksplorasinya,serta petunjuk geologinya,penerapan modelgeologi pada daerah yang k d keadaan geologinya l i sesuai i STRATEGIEKSPLORASINYA Pentahapan eksplorasi untuk meminimalkan resiko,contohnya : studi pendahuluan, pendahuluan reconaisance mapping Pemilihan metoda yangtepat untuk setap petunjuk geologi pada setiap tahapan eksplorasi

Pada tahap awal secara praktis tujuan utama eksplorasi batubara adalah mencari dan menemukan endapan batubara yangekonomis, Langkah eksplorasi sangat berguna sekali untuk ; Meningkatkan confidenceleveldan memperkecil tingkat resiko Menambah depositbatubara Memperpanjang umur tambang

Peran coalgeologistdalam eksplorasi batubara adalah : Menentukan lokasi terdapatnya batubara Menentukan penyebaran batubara Menentukan kualitasnya dalam sumberdaya yangtersedia di tempattempat tertentu. Menentukan cadangan batubara Sebelum melakukan pemetaan lapangan terlebih dahulu harus di pahami Bekal ilmu geologi ;sedimentologi,petrologi,struktur geologi dll Studi literatur ;studi geologi regionaldaerah target(peta geologi regional,citra satelit, peta topografi,laporanlaporan geologi disekitarnya dll).

EKSPLORASIBATUBARASECARAUMUM

STRATEGIEKSPLORASI:(ingat dalam kontrak PKP2B,tahapan eksplorasi waktu yangdiperlukan ;izinizin yang di l k ;serta diperlukan t faktor f kt faktor f kt nonteknis t k i lainnya l i untuk t k menyusun strategi t t i eksplorasi k l i) METODAYANGUMUMDIGUNAKANDALAMEKSPLORASIEKSPLORASI BATUBARA:

METODAPEMETAAN;pendahuluan ,detail,pemetaan struktur geologi (kasus tertentu ) METODAUNTUKENDAPATKANSAMPLE Samplesingkapan insitu ;channelsample,grabsample Pemboran ;perencanaan titik bor,corelogging,corerecovery METODAGEOFISIKA Metoda permukaan ;seismic,gaya berat Downhole logging;density,gammaray,caliper,resistivity,spontaneouspotensial

STUDICEKUNGAN PROGRAMEKSPLORASI;(sesuaikan dengan tahapan eksplorasi dalam UUMinerba No.4tahun 2009 izin usaha pertambangan ;izin eksplorasi,izin konstruksi,izin produksi )

IZINEKSPLORASI(biasanya sebelum izin eksplorasi didapatkan studi cekungan sudah mulai dilakukan )

TAHAP1 REGIONALPROSPECTING(pemetaan pendahuluan +analisa sample) TAHAP2 FOCUSINGDAERAHPOTENSIAL(dengan pemetaan detail+pengikatan titik koordinat singkapan batubara + perencanaan titik bor +pengikatan titik kordinat lubang bor +analisa sample) TAHAP3 EVALUASIDETAIL(korelasi seluruh lubang g bor +p permodelan g geologi g +p penentuan sumberdaya y batubara ) TAHAP4 PERENCANAANTAMBANG(penentuan cadangan batubara +sekuen penambangan ) TAHAP5 PENAMBANGAN(pembukaan pit+penentuan aktual roofbatubara +validasi modelgeologi +perubahan rencana penambangan )

STRATEGIEKSPLORASI

Strategi eksplorasi Maksud ; mereview tahapan eksplorasi yang pada akhirnya adalah menemukan dan menentukan satu atau beberapa blok batubara yang mineable.
STRATEGI EKSPLORASI BATUBARA

Regional evaluation

Basin studies

Mine evaluation

Bekal yang harus dimiliki antara lain : 1. Memahami konsep tektonik dan macam-macam cekungan yang berpotensi 2. Memahami pergerakan tektonik/lempeng (geologi) 3. Memahami konsep sedimentology batubara 4. Memahami peraturan perundangan, peratuan tentang kehutanan 5. Memahami faktor non teknis lainnya

METODAEKSPLORASI

Metoda untuk mendapatkan p samples p ; Outcropsamples; kondisi singkapan ;melapuk ?,apakah ada parting? Channelsamples Drillingoperational Noncoredrilling(openhole);didapatkan cuttingsamples Coredrilling(coring);didapatkan coresamples Penentuan massa (kg)/metercore=(corediamater mm)2/900 Type(wireline)corediametersizeNQ45mm,HQ60mm Type(conventional)corediameterNMLC53mm,HLMC64mm
Cuttingsamplesdidapatkan :rocktype,composition,grainsize,sorting,colour,hardness,depth,

weathering,fossils/mineral,topbottomcoalseam Coresamplesdidapatkan ;fracture,joint,faulting,dip,natureofsurface,spacing,texture, sedimentarystructure,conditionofcore(selain yangdidapatkan dari cutting) Corerecovery;sebaiknya 100%(min95%). Lowcorerecoverymengakibatkan ; o Constituentcoalberkurang (kaitannya dengan hasil analisa kualitas batubara ) o Tidak lengkapnya data o Ketebalan seamyangtidak akurat (bila tidak ada downhole logging) Geofisika ; Metoda permukaan ;gravity gravity,magnetic magnetic,geolistrik 2D(3D), (3D) seismic Downhole logging;gammaray,density,caliper,resistivity,SPdll

PENERAPANPROGRAMEKSPLORASI

TAHAPPREEXPLORATION Diasumsikan telah dilakukan studi regionalsehingga telah terindikasi cekungan dimana coalbearing f formation itu berada. b d Diperlukan ; Peta topografi Peta geoloi regionaldan laporan geologi terdahulu Citrasatelit (bila ada) Petapeta geofisika Databor (terdahulu /bor minyak) Adanya singkapan batubara dari laporan terdahulu Outputyangdiinginkan dari tahap ini antara lain; Jumlah seambatubara yangada Kualitas batubara Variasi ketebalan batubara/kualitas batubara Dippingnya,struktur geologinya, TAHAP1 REGIONALPROSPECTAREAASSESMENT Mendapatkan gambaran yangjelas mengenai kondisi geologi depositdan miningsectioncoalseam Biasanya dilakukan pemetaan pendahuluan,pemboran dengan jarak sekitar per4km,NQsize Metoda g geofisikan p permukaan bisa di terapkan p Sasaran pada tahap ini antara lain: Menentukan stratigrafi coalbearingformation Meentukan korelasi (kemenerusan lateral) Menentukan konfigurasi struktur secara regional Menentukan kualitas Rekomendasi metoda eksploitasi yangakan digunakan

TAHAP2 PROSPECTEVALUATION Maksud ;untuk meningkatkan confidencelevelatas pengkajian cadangan,kualitas,kondisi mining(open cut),quantitiy OBuntuk awal penambangan,rencana produksi dan studi awal untuk cost+survey pasar Dilakukan pemboran (openholedan core)+downhole logging,dengan spasi per500meter(untuk opencut)dan per2km(untuk UG) TAHAP3 DETAILEDEVALUATION Maksud ;tahap ini datadipersiapkan untuk penambangan awal dan designcoalpreparationplant (bila perlu),indikasi pasar dan penggunaan batubara Dilakukan pemboran (core/noncore+downhole logging)dengan jarak sekitar 250m 300m. TAHAP4 MINEPLANNING Kombinasi seluruh dataeksplorasi yangdidapatkan ditambahkan extradatauntuk membuat detailed perencanaan tambangpreparationplant(bila diperlukan) persiapan spesifikasi pasar. Extradataseperti : Datacurah hujan (pengkuran selama eksplorasi/sekunder) DatacoreOBandgoetechnic Largediametercoremungkin diperlukan untuk persiapan pencucian batubara (bila diperlukan). Cokeoventest(bila cokingcoal)blend(perlu cukup massa untuk pengujian tersebut digunakan largediametercore). TAHAP5 PENAMBANGAN Penambangan adalah puncak dari serangkaian kegiatan eksplorasi

KEGIATANLAINYANGBERKAITAN DENGANPROGRAMEKSPLORASI

STATUS Kondisi regulasi setiap negera berbeda dalam pengelolaan pertambangan Indonesia:PKP2B,KP,Pertambangan Rakyat Dalam PKP2Badalah kontrak antara Govdan Pengusaha dalam bentuk perjanjian karya pengusanaan d pengelolaan dan l l b t b batubara (sesuaikan ik dengan d UUMinerba Mi b No.4 N 4Tahun T h 2009) Secara umum dalam PKP2Bterdapat beberapa petahapan waktu antara lain; Tahap Penyelidikan Umum (maks 2tahun); selama 12bulan dan dapat diperpanjang selama 12bulan Bila akan ada penngkatan statusmaka wilayah dipertahankan sekitar 75% Tahap Eksplorasi (maks 3tahun); Waktu diberikan selama 36bulan,dan dapat diperpanjang Wilayah y dipertahankan p maks 25%bila statusnya y ditingkatkan g Tahap Kajian Kelayakan dan AMDAL(maks 2tahun); Waktu 12bulan dan dapat diperpanjang 12bulan. Pilotminebisa dilakukan pada tahap ini Tahap Konstruksi (maks 3tahun )dan dapat diperpanjang Maksimal waktu diberikan 10tahun (tahap PU tahap Konstruksi) Tahap Eksploitasi maks 30tahun.
Dengan melihat kondisi waktu kontrak,tentunya seorang coaleksplorer harus dapat menyesuaikan

dan menentukan strategi eksplorasinya,sehingga waktu yangdiberikan cukup untuk mendapatkan datasecara akurat untuk dapat menentukan daerah yangpotensial.

Lanjutan

BUDGETING Secara umum meliputi :akses,geologi mapping,drilling,downhole logging,surfacegofisika (bila perlu), peta topografi,trasnportasi,komunikasi,dokumentasi,datastorage,analisa,logistik,jasa konsultan (bila perlu),gaji karyawan,revegetasi lahan pasca pemboran (bila perlu)dlsb. DRILLINGCONTRACTS Halyangperlu diperhatikan dalam operasi pemboran ; Ukuran coreyangdi ingin kan Jenis p peralatan drilling/bor g/ Kewajiban perusahaan/eksplorer Kewajiban kontraktor Schedulepembayaran ;costpermeter(opencore),reaminghole,runningpullingcasing,water,cost movingbetweenhole,mobdemob,standbyaktivepasive Periode kerja Penalties

DATASTORAGE Halyangperlu diperhatikan untuk penyimpanan datahasil eksplorasi,seperti ; Perangkat keras dan lunak (komputer)

LOGISTIK Halyangberkaitan dengan logistik dalam operasi pemboran antara lain: Food,spareparts,fueldll.

MINEGEOLOGY

GEOLOGICALCONTROLONMINE,antara lain;
SURFACEMINING Rockstrength(geotechnicalanalysis) Seamthicknessanddipping Hidrology ;banyak airdi highwallakan menyebabkan stabilitas lereng terganggu Structuregeology;faults,joint,shearzones, Enviromental aspect;

Airasam tambang g( (airhujan j +py pyrite), ),baik dari coaldan materialOB

UNDERGROUNDMINE Rockstrength(roof/floor) Seamconditions Groundwaterandgas Environmentalconsideration

Technicalinvestigation Detailedmapping(structural/sedimentological) Geofisika Pemetaan topografi Citralandsat interpretasi Labtestingandmodelling Hidrology investigation Geolistrik G li t ik

Obtain legal document to eksplore area

Obtain all data + maps

evaluate all existing geological data

Fly new photographis survey q if required

Formulasi programe surface area

produce Fotogrametric maps

Field mapping coal sampling

Surface Geophysics geophysic

Commence survey position of coal, coal samples

Coal sample analyse in lab

Evaluate surface exploration

Commence drilling logging geophysic

Detail mapping in specific area

Drilling open/core core sampling

Coal outcrop drilling burnt zone delinieation

calculation insitu reserve Coal quality report other test + washability test Coal reserve status Geological report include geophysisc + sedimentory history

geological report quality, geology coal reserve Continued shallow drilling further deliniates burning zone

monitoring water level (hydrogeology studi)

Further drilling program part core+full core Geotechnic study full core holes geotechnic sampling enviro

Continous survey all boreholes

Coal sampling of all core bulk sample

Report geotechnic coal quality/hydrology

Coal sample analyise lab bulk sample send to test centre

Combine report + geological report to provide basic data for FS

(I) EKSPLORASI Pemetaan dan sampling singkapan Scout drilling (> 400 m) Stratigrafi Regional Ketebalan dan kualitas bb Inferred Resources Laporan Geologi Awal (II) EVALUASI Pemboran Semi detail (200 - 400 m) Sumberdaya Teridikasi Potensial Pit Limit Konsep Penambangan
Tidak Lanjut seam A seam B seam C

CONTOHSUATUPROGRAMPEMBORAN Untuk suatu studi kelayakan

Tidak Lanjut
4 0 0 m

Pemboran Detail (100-200 m) Geoteknik/Hidrology Sumberdaya terukur Optimasi Pit Cadangan tertambang Studi Kelayakan

Tidak Lanjut

(III) Pengembangan Penambangan Pemboran Kualitas Batubara (100 m) Detail Rencana Penambangan (IV) Penambangan Pemboran produksi (50 - 100 m)

dip Keterangan ; Pemboran semi detail Pemboran detail

CONTOHOPENCUTEXPLORATIONPROGRAM

Faktorfaktor yangperlu dipertimbangkan


Ukuran area Waktu yangtersedia Informasi yangada sebelumnya; Stratigrafi Basicstructure Kualitas dasar

Maksud programeksplorasi ; Confirmthegeologycondition Menyediakan datayangcukup untuk FS Contoh desain programeksplorasi ;


Fase 1; Gridprogramper500m,pilothole+downhole geofisik +partcorehole+analisis coal Largediametercore(ifneeded) Geotechnicalprograme;fullcoreHQ,downhole logging, Fase 2; Gridprogram250m,gridopenholeprogram(withcore) Detailedmapping(ifneeded) needed),traverse Bulksamplesitedefinition Persiapan Logistik

SUATUCONTOH PEREKAMANDATA/CORELOGGINGSHEET
Sedimentary Lithology Log
Hole number 1 2 3 4 5 6 7 8 Easting Northing Grid type RL Collar Sheet Name Project Name

PT Marunda Grahamineral

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39

40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

Log initial 1 2 3 4

Drill Contr 5 6

Equip Unit 7 8 L S

Gepphysic Log G C

Hole diam

Core diam

Case depth

Core barrel

Standing water level D

Date commenced D M M Y Y D

Date complete D M M Y Y

Total Depth (m)

Page of ..

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39

40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

Permea

Descrip

Sorting

Colour

Shade

Matrix

Horizon seam

Top of interval

Base on interval

Sed Relation

Continuation

Log Basis

% Core rec

Colour Bit type % Litotype Roundnes Mec state Grainsize Lithotype Strength Qualifers

Texture Weathering Descript Porosity Spacing

Bedding Separation

Sed Struc Descript

Tect struc Abundant Descript Spacing

Fossil-Mineral Associate

Sample Number

Grain

Type

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39

40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77

Type

Hue

Dip

Dip

Dip

78 79

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

SEDIMENTARY LITHOLOGY LOG (SHEET 01) PROJECT KUT Kutai HOLE STATUS E Extended O Original U U d t d Updated LOGGER INITIAL AH Asep Hidayat AS Andy Setiawan TA Teddy Atmadinata EL Eugene Liu HZ Hezron DLD Doug. Dunn LMS Lim MSW MCF Mike ik Friederich id i h RH Richard Handke STW Setiawan TYP TanYong Phang HTS Harri T.S. FX F.X. Heru BA Bambang Agustoto DP Dadang Purnama MH Mohd. Harun GS Gampil Sudibyo SR Slamet Ryadi WY Waluya SG Sigid E. Suprijanto CONTINUATION C Comment E Same Lithotype Extended Descrip DESCRIPTION S Same Interv, Diff, Lithotype I Interpretive, Same Int, Diff. Lithotype B Banda, Different Lithotype HORIZON/SEAM NAME A00 A00 Seam B00 B00 Seam BL0 BL0 Seam BM0 BM0 Seam BT0 BT0 Seam C00 C00 Seam CL0 CL0 Seam CL1 CL1 Seam CL2 CL2 Seam CM0 CM0 Seam CM1 CM1 Seam CM2 CM2 Seam CT0 CT0 Seam CT1 CT1 Seam CT2 CT2 Seam D00 D00 Seam E00 E00 Seam F00 F00 Seam G00 G00 Seam H00 H00 Seam I00 J00 K00 L00 QA WE WL I00 Seam J00 Seam K00 Seam L00 Seam Quaternary Weathering St di Water Standing W t Level L l MM MR MS NS PC SA SD SE SH SI SL SO SS ST TF UD XC XH XL XM ZC ZH ZM SHADE L D M HUE B E G K L O P R U W Y COLOUR B C E F G K L O P R U W Y METAMOR, RCK MARL MUDSTONE NO SAMPLE PEBBLE CONGLO SAND SIDERITE SERPENTINITE SHALE SILT SILTSTONE SOIL SANDSTONE SOOT TUFF UNDIFF. ROCK TYPE CARB. CLAYSTONE CARB SHALE CARB SILTSTONE CAR MUDSTONE COALY CLAYSTONE COALY SHALE COALY MUDSTONE CV FA FM FN FV GC GF GM GR MC MD PB VC VF coarse to very coarse grained very fine to fine grained fine to medium grained fine grained fine to very coarse grained gravel l coarse gravel fine gravel medium granular medium to coarse grained medium grained pebbles very coarse grained very fine grained HE HR IB IC IG IN IP KL LA LF LG LI LL LM LN LS LT LY LZ MA MD MI ML MM MN MS MU MZ ND OF OO OU OX PA PB PL PR PS PT PV PY QT QU QZ RA RS SA SC SD SH SI SK SL SM SP SS SX SY TC TF TH TK TO TU hemalitic hard interbedded intercalated igneous rock increasing in abundance i part in t kaolonitic lateritic leafy lignitic limonitic lithic labile laminae lenses lithic sublabile li hi lithic layers limestone matrix muddy micaceous marly metamorphic rock minor moderately sorted near middle of unit mudstone nodules of oolitic coating oxidised partings pebbly pebbles plutonic rock poorly sorted pellets partially pyritic quartzite quartz quartzose rare resinous sandy slightly carb sideritic shaly siliceous streaks silty seam sporadic sandstone siltstone sooty stringer of coal tuffaceous thin thick throughout near top of unit VR WI WP WS XC XL volcanic rock with wisps well sorted coarser crystalline

LOG BASIS A Chip C Core D Core and Geophy s. Log G Geophysical Log O Outcrop S Shaft T Trench h X Chip and Geophys BIT TYPE B Blade bit D Diamond core bit H Hammer Bit R Roller Bit T Tungaten core bit LITHOTYPE AG AGGLOMERATE AL ALLUVIUM AN ANDESITE BA BASALT BC BOULDER CONGLO BR BRECCIA C1 COAL, >90% bright C2 COAL, 60-90% bright C3 COAL, 40-90% bright C4 COAL, 10-40% bright C5 COAL, <10% bright C6 COAL, dull <1% bright CA CALCITE CB CARBONATE CC COBBLE CONGLO CG CONGLO CL CLAY CN STONY COAL CO COAL, undiff. CR CALCIRUDITE CS CLAYSTONE CW COAL, weathered CY SOOTY COAL DM DOLOMITE FU FUSAIN GC GRANULE CONGLO GV GRAVEL IS IRONSTONE LA LATERITE LC LOST CORE (COAL) LG LIGNITE LO LOST CORE LT LIMESTONE MD MUD

light dark mottled

Brownish Greenish Greyish Blackish Bluish Orangy Pinkish Reddish Purplish Whitish Yellowish

brown cream green g buff grey black blue orange pink red purple white yellow y

GRAN SIZE BO boulders CG coarse grained to granular CO cobbles CS coarse grained

QUALIFIERS AB abundant AN andesitic AS as BE bentonite BN bands BO boulders BR breccia BS basaltic BU near base of unit CA calsite CB cobbles CC calcareous CE cement CG conglomeratic CH chart CI concretion CL clayey CN clean CO coaly CR chloritic CS carbonaceous CT clasts CX coal CY claystone CZ conglomerate DC decreasing in abundance DE detrital DM dolomitic EA earthy y ET and FB fibrous FD fining downwards FG ferruginous FI fissile FL feldspathic labile FN finer FO fossiliferous FP feldspathic labile FR fragments g FS feldspathic sublabile FU gining upwards GC granules GL glauconitic GN grains GR ganular GS garnetiferous

MECHANIC STATE AS strong parting adhesion AM mod, parting adhesion AW weak parting adhesion BR brecciated EX RQD 90 - 100% FA RQD 50 - 75% FI fissile SC sticky clay NP non-plastic l i (USCS) ( ) SP sightly plastic (USCS) MP moderately plastic (USCS) HP highly plastic (USCS) S0 slake grade 0 (no reaction) S1 slake grade 1 (minorapalling on edges) S2 slake grade 2 (spalling on edges) S3 slake grade 3 (spall to flake pile) S4 slake grade 4 (immediate breakdown to pile of small flakes) S5 slake grade 5 (fast breakdown) S6 slake grade 6 (rapid breakdown) S7 slake grade 7 (extremely rapid breakdown) PO RQD 25 - 50% GO RQD 75 - 75% VP RQD 0 - 25% STRENGTH C1 very soft C2 soft C3 firm C4 stiff C5 very y stiff R1 very weak rock R2 weak rock R3 moderately weak rock R4 moderately strong rock R5 strong rock R6 very strong rock R7 extremely strong S1 very loose S2 loose S3 compact p S4 dense S5 very dense (weekly cemented)

SEDIMENTARY LITHOLOGY LOG (SHEET 02) ROUNDNESS V very angular A angular S subangular U subrounded R rounded W well rounded SORTING W well sorted M moderately sorted P poorly sorted B bimodal sorting GRAIN DESCRIPTION FS grains with faceted surfaces PS grains with faceted polished surface SS grains with striated surfaces MATRIX DESCRIPTION CA calcareous matrix CM clayey matrix FE ferruginous matrix SI siliceous matrix SL silty matrix POROSITY H high porosity L low porosity M medium porosity PERMEABILITY I impermeable M moderately permeable S slightly permeable V very permeable WEATHERING WE extremely l weathered h d FR fresh HW highly weathered MW moderately weathered SW slightly weathered WE weathered, undifferentiated BEDDING SPACING 1 very thickly thi kl bedded b dd d (>1 m) ) 2 thickly bedded (0.3-1 m) 3 medium bedded (10-30 cm) 4 thinly bedded (3-10 cm) 5 very thinly bedded (1-3 cm) 6 laminated bedding (3-10 mm) 7 thinly laminated bedding (<3 mm) BED SURFACE SEPARATION E erosional base G gradational base I irregular base K slickesided at base L load casting g at base S sharp base SEDIMENT, STRUTURE BT with bioturbation BW with burrowing CB current bedding CC cone-in-cone structure CF compaction features CV with convoluted bedding DB with disturbing bedding FB flaser bedding FC flute casts GB graded bedding LB with lenticular beds LC load casts LM larninas LX with large scale cross larninations MB massive bedding MF microfaulting MP with mud pellets MX with medium scale cross larninations RB with ripple bedding SL with slumping SX with small scale cross larninations XB cross bedding TECT, STRUCTURE TYPE B with brecciation C with cleats D with dykes F with faults J with joints K with kink bands R with i h fractures f S with shearing V with veina TECT, STRUCT SPACING 1 discontinuities soil filled 2 open planar smooth 3 open planar rough 4 open non-planar 5 ti ht planar tight l smooth th 6 tight planar rough 7 tight non-planar 8 with slickensides TECT, STRUCTURE DESC 1 very wide (> 2m) 2 wide (0.6 - 2 m) 3 4 5 6 7 mod, wide (20 - 60 cm) close (6 - 20 cm) very close (2 - 6 cm) extremely close (< 2cm) vertical / sub-vertical FD FR FU GD GR IB IC IL IM IR LM LN LP LR LS MS SE SI SP fining down to fragmented fining up to grades into unit below grading into interbedded with irregular basal contract interlaminated. With intermixed with irregularly interbedded with with larninae of with lanses of with pebbles of with stringers of with streaks of matrix supported by sharp erosional contact with unit below sharp irregular contact with unit below sharp contact with unit below

FOSSIL / MIN, ABUNDANCE BA bauxite BI bivalves BR brachiopods CA calcite CB carbonate CH chlorite CL coaly larnellae CO coal CP coprolites CW coaly wisps FB charcoal FM foraminifera FO fossils GL glauconite GY gypsum HE hematite IL illite KL kaolinite LI limonite MG magnetite MI mica MO montraorillonite PF plant fragments PY pyrite RS resin RT rootlets TF trace fossils WM white mica FOSSILS / MIN, ASSOC BN bands BP on bedding planes CE cement CT in cleats DS disseminated throughout FD i filli f infilling faults l di discontinuities i ii FR fragments IV infilling vesicles JT on joint surface LM larninae LN lenses ND nodules ST staining VE veining FP on fracture f t planes l SEDIMENTARY RELATION BN with bands of CD coarsening down to CT with clasts of CU coarsening up to CX with cobbles

COAL TYPE F6 floats RDI.60 RC raw coal composite RW raw ply sample

Contoh ; pengisian suatu Sedimentary litology log/core logging

Contoh coal seam profile log

Contoh Rotary Drilling


Long Year 38 (LF 38) Mayhew 1000/Bournedrill 1000 Long year

AD 500 / Track mounted

Longyear

Koken

Bor dangkal Shallow Outcrop Drilling Exploration Stage (Inferred)


PIT A PIT B

PIT C C B

SR ?

A Ave. SR 6 6:1 1 Pit kecil k il

Deeper Bor o lebih eb Drilling dalam da a Semi-detailed Evaluation Stage (Indicated)

PIT A

C B

Ave. SR 8:1 Pit sedang


C B A

Ave. SR 10:1 Pit Besar

Sedimentary Lithology Log


Hole number 1 2 3 Easting Northing Grid type RL Collar Sheet Name Project Name

PT. Supra Bara Energi

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

I D
Log initial 1 2 3 M A W

1 9 C
Drill Contr I P R % Core rec C Colour Bit type % Litotype R oundnes M ec state G rainsize Li thotype So orting C olour S hade Qualifers trength St Equip Unit L S Gepphysic Log G C Hole diam Core diam Case depth Core barrel Standing water level Date commenced D D M M Y Y 0 4 0 1 0 5 Date complete D D 0 5 M M Y 0 1 0 Y 5 1 2 Sed Struc D escript Tect struc A bundant D escript S pacing Fossil-Mineral As ssociate Total Depth (m)

Page 1 of 2

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

D escript

Po orosity

S pacing

Pe ermea

D escrip

Horizon seam

Top of interval

Base on interval

Se ed Relation

C ontinuation

Log Basis

Texture W eathering

Bedding Se eparation

Sample Number

M atrix

G rain

Ty ype

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79

0 0 . . . . . . . . . R U N 1 4 . 1 5 0 / 1 5 0 . R U N 2 6 . 5 0 / 5 0 . R U N 3 . 1 4 0 / 1 4 0 6 . . 7 . . . . . . . . .

0 0

5 0 0 0

0 0 1 1 2 2 3 3 4 4 6 6

5 0 9 0

1 1 1 1 1

6 7 8 9 9 0 0 1 1 2

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

5 0 5 0 5 0 5 0 5 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

9 9 C 9 9 C

5 0

8 9 5 0 5 0 5 0 5 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

9 9 C C

T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T

S S S C C C C M M M

O O O L L L L S S S

L L L M M M M M M M

B B B B B B B B B B

Y Y Y G G G G G G G K

F F F F F F F F F F

A A A M M M M M A A

S S S S S S S S C

A A A A A A A A L

C C C C C

R R R C C O C O C L C O C L C O C O E X C

2 2 2 3 3 3 3 3 3 3

R R R R R R R R R R W S S C M L I

M M M F F F F F F F

W W W R R R R R R R 5 6 4 0 L M

R C O L N C D A C O

C O L

C 3

F R

C M M M M M M M M M

O S S S S S S S S S

L M M M M M M M M M

B B B B B B B B B

K G G G G G G G G G

F F F F F F F F F

A A A A A A A A A

C C C C C S S S S

L O O L L A A A A

C C C S S C C C C

O S A L S A L A A L L L L

P O C C C C C C C C C C

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

F R R W S S C M L I F R R F R R F R R F R R F R R F R R F R R F R R F R

M B

A C O R C O L N

Ty ype

H ue

D ip

D ip

D ip

60 m

PENAM PANG GEOLOGI ID -11 11


42,805

SKALA 1 : 1,500

40 m

5,10 8.90

ID -09 ID -10
20,744
3,70 7,30
t t= 2, 62 m 84 m m

SU
20 m

27,508
8,20 10,60
1,

SM

ID -08
14,232

tt

tt
0m

1,

99

23,60 24,20
tt = 0, 98 m

24,20 26,80
= 1, 83 m

LE

SE

SM
59.60
- 20 m

2
tt = 2,

62

28,60 29,80 43,20


tt

62,80

SM SM 2

45,60
tt = 2,

10

31,00 m 36,70 43,20 43,60

SL

68,60 69,30 70,00 71,80


= 3 1, 7 m

- 40 m

65,80 69,00

tt

SM
- 60 m

2
73,40 74,40

SL

SL

- 80 0m

PEN AM PAN G G EO LO G I
S K A L A 1 : 1 ,5 0 0

80 m

ID -1 3
60 m

5 4 ,9 6 3

ID -1 2
4 4 ,4 3 2

ID -1 5
3 9 ,7 3 6
40 m

20 m

tt

0,

90

2 7 ,2 0 2 8 ,4 0

SU

1A

tt

0 ,6

ID -1 4
2 0 ,7 2 6
SU 1B
1 1 ,3 0
tt = 1, 37

2 3 ,7 0
m

SL
2 5 ,5 0 2 1 ,5 0 m 2 4 ,5 0

tt

2,

69

SU
0m

1B
2 9 ,5 0 3 3 ,9 0

2 8 ,9 0

4 5 ,0 0 4 7 ,0 0 1 4 ,6 0
53 m = tt

3 3 ,0 0

SU

1A
= 2, 52 m

1,

30

SL

N LE

S SE

tt

2 6 ,4 0 2 6 ,9 0 2 7 ,2 0 4 7 ,9 0

tt m

1,

4 2 ,6 0 4 4 ,3 0

SM

2
3 6 ,2 0

tt

4 ,8

- 20 m

3 7 ,3 0

SL

SM

1 SM
22 m

SL

- 40 m

tt

2,

7 1 ,4 0 7 4 ,5 0
- 60 m - 80 m

80 m

PENAMPANG GEOLOGI
SKALA 1 : 2.500
ID-11 ID-06 ID-02
26,385
SU1B SU1A SU1A SU1B
tt = 1,29 m

60 m

ID-15
39,736

40 m

35,217
SU2

SU1

42 805 42,805
tt = 2,91 m

5,10 8.90

ID-18
SU1 SU1B
tt = 0,90 m LENSES

20 m

tt = 2,30 m

14,60 16,10 24,10 25,00


0m

20,10 23,10

27,20 28,40 28,90 29,50 tt = 0,60 m 33,00 33,90 SU1A

SU2

16,273
2,10 4,10
tt = 1,57 m

SM2

LENSES

SU1A SM2

SU1B

tt = 0,38 m tt = 0,45 m

43,00

43.50 59.60 62,80

SU1B SU1A SM2


tt = 2,62 m tt = 0,63 m

25,50 26,10 26,90 27,70

44,70 45,30

tt = 0,48 m

0m - 20

46,80

tt = 2,0 2 07 7m

49,20 LENSES 68,60 70,00


tt = 1,21 m

SM2 SM1 SM1

- 40 m

SM2

- 60 m

74,90 77,10

tt = 1,68 m

- 80 m

DOWNHOLE LOGGING
Downhole logging digunakan untuk : Menentukan kedalaman dan Gamma ray

ketebalan k t b l seam batubara bt b Menentukan litologi Check core recovery M Menyediakan di k data d t kuantitatif k tit tif batubara Menentukan porositas Informasi tentang air tanah Informasi data struktur Informasi geoteknik

7/14/2009

30

dipancarkan oleh radioaktif yang biasanya berasosiasi dengan unsur potashium Potashium kebanyakan hadir dalam shale h l dalam d l bentuk b t k mika ik Dapat digunakan pada lubang kering dan basah juga uncase dan case Density y log g; Peralatannya mengandung sumber radioaktivitas cesium 137, dan detektor dengan jarak tertentu Bila Bil menembus b lapisan l i batubara b t b akan k menunjukan density yang kecil Defleksinya bisa menunjukan kualitas batubara secara kasar Bisa pada lubang uncase dan case tetapi harus diisi oleh air

Mengukur sinar gamma yang

downhole logging

Neutron log ; Digunakan dalam mengukur porositas batupasir tetapi tidak dapat membedakan antara sandstone dan shale karena kandungan OH pada mika dalam shale dan kemungkinan adanya air bebas dalam bidang perlapisan Jarang dipakai dalam batubara Resistivity log ; Mengukur aliran listrik dari elktroda sumber b listrik li ik ke k detektor d k dipermukaan di k Jarang dipakai dalam eksplorasi batubara Sonic log ; Jarang dipakai dalam eksplorasi batubara Caliper log ; Mengukur ukuran lobang bor Digunakan pada lubang tanpa case Jenis downhole logging gg g yang y g sering g dipakai p dalam ekplorasi batubara adalah gamma ray, density log, dan caliper log dan hasilnya biasanya sudah tergabung

Pada open hole , kering atau ada air , dengan good caliper density log dapat digunakan secara maksimal untuk menentukan ketebalan seam batubara Pada a a lubang uba g dengan e ga case density e s ty log og dapat apat digunakan untuk identifikasi seam batubara Pada open hole kering atau ada air density dapat digunakan untuk identifikasi seam batubara kecuali adanya caving massive pada batubara Interpretasi p ketebalan seam batubara Memakai coal thickness log ; Dipakai BRD lebih baik bila caliper nilainya konsisten Sebaliknya b lk b bila l caliper l tidak d k consisten hati-hati pakai BRD Memakai coal quality log ; Memakai LSD dan g gamma ray y
downhole logging

7/14/2009

31

EVALUASI KANDUNGAN ABU


Ada hubungan antara kandungan abu batubara dengan densitas batubara yang bersangkutan Untuk nilai pendekatan dapai diketahui kandungan abu dengan lebih dahulu mengetahui density batubaranya Density y batubara dilihat memakai LSD Menurut grafik ; 2,5 gr/cc equivalen dengan 100 % ash 1,1 gr/cc identik dengan lignit 1,25 1 25 gr/cc / id tik dengan identik d l low rank k bituminous coal 1,35 gr/cc identik untuk high rank bituminous coal dan equivalen dengan 0 % ash

7/14/2009

32

downhole logging

Contoh hasil pengukuran Logging geofisika

Beberapa contoh penggunaan downhole logging

Contoh : peta isopleth


1.5 0.5
1.0

1.0

0.5
1.5

2.0

Cr lin op am Se e_ _P

0.5 2.0
2.0

1.0

1.5

2.0

Seam Cropline_ _D
0.5

0.5

1.5

Cro

e plin

m Sea

1.0 2.0

2.0

2.5

2.5

eam line_S Crop _A0


Cropline_Seam_A0
0.5

Cr o e plin am Se F

Cro A1 am e Se plin

Contoh : Peta sumberdaya batubara

lin op Cr

e_

_G am Se

Cro plin e _Se am _(A 1& A2) Cro plin e_S eam _A

Contoh ; Jarak point of observation (USGS)