Anda di halaman 1dari 6

LANDASAN TEORI

Pada pelaksanaan survei GNSS ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan melakukan pengukuran, yakni : a. Posisi titik harus pada posisi yang clear sky / open space guna mendapatkan sinyal dari satelit dengan jelas, minimal untuk memperoleh nilai suatu koordinat receiver harus dapat menangkap paling sedikit 4 buah satelit dalam epoch yang sama. b. Titik yang akan diamat / didirikan receiver harus memiliki obstruksi minimal sehingga efek multipath dan cycle slips bisa dihindari. Dengan demikian sinyal yang diterima oleh re eiver adalah sinyal yang langsung dipan arkan dari satelit, bukan resultan dari sinyal satelit dan sinyal pantulan. !" Pengamatan dilakukan baseline per baseline Titik Ikat

Titik yang akan ditentukan posisinya Baseline Pengamatan


!umlah titik dan distribusinya, dalam hal ini semakin banyak titik yang tersebar yang terdiri dari titik yang telah diketahui koordinatnya "titik tetap# yang koordinatnya dalam datum $GS %&'4 dan titik yang akan ditentukan koordinatnya akan semakin baik bagi keperluan pengontorlan kualitas dan juga membantu dalam pendefinisian datum. ( ( ( ( Geometri jaringan nilai baseline tidak terlalu panjang panjang baseline satu dengan yang lainnya hampir sama jaringan dibuat menjadi loop jumlah baseline trivial minimum

d. Titik pengamatan #PS harus di$aukan dari sumber yang dapat menimbulkan interferensi elektris, misalnya stasiun peman ar gelombang mikro, radio repeater, dan kabel listrik tegangan tinggi. e. %ondisi dan struktur tanahnya stabil karena titik yang akan ditentukan koordinatnya haruslah tetap dan tidak bergerak(gerak sehingga hasil dari pengamatan GPS dapat digunakan dalam jangka )aktu yang lama. f. &aktor keamanan dan 'aktor aksesibilitas perlu diperhatikan dengan tujuan agar tidak mudah dirusak dan dihilangkan oleh orang yang tidak bertanggung ja)ab. (ETODE STATI% Pada metode ini penentuan posisi dilakukan dengan jalan melakukan pengamatan dengan )aktu tertentu dan keadaan titik * titik yang akan ditentukan posisinya diam "tidak bergerak#. +etode statik ini setidaknya memerlukan lebih dari satu receiver, empat atau lebih satelit lokasi pengamatan yang bebas dari obstruksi. ,ama pengamatan sendiri bergantung pada ketelitian yang dibutuhkan dan geometri satelit yang baik. DESAIN PRO)E% -ahapan yang harus dilakukan dalam desain proyek dan harus dikuasai oleh surveyor dengan baik adalah : Pembuatan lay out project & desain $aringan .ahan * bahan yang diperlukan meliputi peta tentang lokasi proyek yang dapat memberikan informasi selengkap mungkin "dapat pula menggunakan itra dari Google /arth#. 0nformasi tersebut sangat penting karena dengan adanya sketsa desain jaringan, dapat dilihat strength of figure dari jaringan yang dibuat serta lokasi titik yang menyangkut keamanan dari titik yang akan dibuat ditambah dengan akses dan komunikasi pada saat dilakukan proyek. Dalam tahapan ini juga dapat dipertimbangkan mengenai bentuk jaringan yang akan dibuat, apakah akan digunakan bentuk segitiga ataupun segiempat dan sebgainya "dalam praktikum ini menggunakan bentuk segitiga#.

S1232- P/+.42-2N D/S20N !230NG2N 56N-36, 763086N-2, %. !arak antar stasiun homogen atau relative sama 9. Desain jaring sesuai ketentuan pengukuran orde : :. 6bstruksi setiap stasiun minimal 4. -erdiri dari %9 stasiun ;. !aring terdapat titik ikat ke .+ <. 2rea jaring di sekitar kampus, atau ka)asan daerah sleman =. -erdapat ommon baseline '. Desain diren anakan pada Google earth terlebih dahulu &. Penggambaran menggunakan 2uto ad %>. Setiap titik diberi keterangan kordinat titik tersebut dalam 4-+

Penentuan titik tetap *fixed point) sebagai titik ikatan ?aktor yang dianalisis adalah mengenai bentuk jaringan, panjang tiap baseline pada jaringan tersebut dan yang terpenting adalah jumlah titik tetap yang digunakan sebagai titik ikatan untuk proses perataan jaringan. Pembuatan 'ormulir lapangan 7al yang perlu selalu di ek dan di atat adalah keadaan receiver, sketsa receiver, tinggi alat pada saat a)al, pertengahan, dan akhir pengamatan, kelembaban udara, suhu, keadaan ua a.

PE(+,ATAN -AD.AL PEN#A(ATAN Perlu memperhatikan beberapa hal penting antara lain :

-umlah receiver yang digunakan 4ntuk melakukan survei GNSS statik minimal diperlukan dua buah receiver GNSS yang mengamat satelit se ara simultan di dua titik yang berbeda. -umlah titik dan baseline yang akan diamat Dalam survei pengamatan GNSS dikenal common baseline dan common point. Common baseline adalah baseline yang diamat lebih dari satu kali pada suatu kegiatan proyek, sedangkan common point adalah titik yang diamat lebih dari satu kali.

Gambar : Titik Ikat Sesi II Sesi I Sesi I2 Common Point Titik yang diamat sekali Sesi III Common Baseline Baseline bebas Alokasi /aktu pengamatan maksimal tiap titik -umlah tenaga ker$a -enis alat transportasi yang dapat digunakan (etode yang digunakan dalam pengamatan #PS Pengukuran Orde 01