Anda di halaman 1dari 3

(Jakarta, 29/11/2012) Industri transportasi udara terutama pesawat terbang merupakan industri yang pertumbuhannya paling cepat diantara

industri transportasi darat dan laut. Industri penerbangan nasional berpotensi untuk dikembangkan menjadi lebih maju di masa mendatang karena potensi dan iklim yang sangat mendukung. Intervensi pemerintah dan keberpihakan politik yang baik mutlak diperlukan dalam pengembangan industri pengembangan Indonesia. Demikian pokok pikiran yang mengemuka dalam Roundtable Discussion bertema "Pemberdayaan Industri dan Pengembangan Teknologi Penerbangan Indonesia" di Ruang Auditorium Badan Litbang Perhubungan Jakarta, Kamis (29/11). Pertumbuhan industri penerbangan indonesia mencapai 20 persen dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan industri pesawat terbang tersebut didorong pendapatan masyarakat kelas menengah ke atas yang cenderung membaik, papar Plt Kepala Badan Litbang Denny Siahaan dalam sambutan yang dibacakan moderator. Industri pesawat terbang merupakan industri bernilai tambah tinggi yang berbasis tenaga kerja yang sarat teknologi dan spesialisasi. Selain itu, Industri pesawat terbang sangat penting bagi pertahanan negara dan keunggulan daya saing negara. Terlepas dari hal tersebut, industri pesawat terbang terdiri dari banyak subsistem dan komponen. Hisar M. Pasaribu mengemukakan dalam paparannya bahwa industri pesawat terbang memiliki karakteristik kompleks. "Karakteristik kompleks tersebut mencakup kebutuhan SDM yang berkemampuan tinggi dalam proses produksi, harga jual yang tinggi dengan frekuensi penjualan rendah serta volume penjualan tinggi, serta penjualan pesawat membutuhkan marketing dan after sales yang mendunia dan melibatkan proses politik. Selain itu, karakteristik lainnya yaitu butuh investasi yang besar terutama pada research and development dengan durasi pengembangan yang lama," jelasnya. Di sisi lain, pengembangan industri penerbangan tidak hanya mencakup manufaktur semata. Membangun industri penerbangan Indonesia berarti membangun seluruh stakeholder yang terkait, jelas Andi Alisjahbana (Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Dirgantara Indonesia). Struktur industri yang ikut dalam pengembangan industri penerbangan diantaranya flight operation (perusahaan penerbangan), maintanance (perusahaan servis pesawat), component (perusahaan tools and ground handling), dan operation service (perusahaan jasa pendukung operasi penerbangan). Andi menambahkan saat ini Indonesia membutuhkan pesawat jenis N219. Mengapa N219? Karena pesawat jenis tersebut merupakan program dengan teknologi content yang telah dikuasai, wahana praktikum bagi generasi muda SDM industri pesawat terbang Indonesia, serta pesawat jenis ini tidak diproduksi lawan-lawannya padahal sangat dibutuhkan di Indonesia, paparnya. Ia menyatakan sinergi pengembangan pesawat terbang nasional N219 perlu dukungan berbagai kementerian. "Dukungan pihak pihak tersebut mencakup PT DI untuk configuration design, Kemenristek untuk pengembangan dasar, Kementerian Perindustrian sebagai pengembangan lokalisasi, serta Kementerian Perhubungan sebagai lembaga yang akan mensertifikasi dan operasional," tutupnya. Dalam mengambil peluang kedepan, pemerintah diharapkan harus proaktif membatasi tipe dan umur pesawat-pesawat bekas yang masuk ke Indonesia serta diiringi dengan kemampuan rancang bangun industri pesawat dalam negeri. Sejalan dengan itu, fasilitas kredit pembelian pesawat sebaiknya diberikan kepada industri penerbangan Indonesia. Selain itu, perlu dibuat Cetak Biru pengembangan teknologi industri penerbangan Indonesia yang mengatur pengembangan sumber daya manusia, penguasaan pasar terutama dalam negeri, pengembangan teknologi rancang bangun pesawat, permesinan, elektronika navigasi serta mempersiapkan sumber pendanaan research dan fasilitas kredit untuk pembelian pesawat dan peralatan penunjang keselamatan dan keamanan penerbangan lainnnya.

Roundtable Discussion kali ini menghadirkan pembicara yaitu Nyoman Oka Yudarta (Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Ditjen Perhubungan Udara), Hisar M.Pasaribu (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung), Dr.Ir.Erzi Angson Gani,M.Eng (Deputi Kepala BPPT Bidang TIRBR), serta Andi Alisjahbana (Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Dirgantara Indonesia). Para pembahas yang turut hadir dalam RTD adalah Rodji Al Mansyur (Direktorat Industri Maritim dan Dirgantara dan Alat Pertahanan Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian), Pahala Pardede (Ketua Komisi I Indonesian Aircraft Maintancne Assosiation Shop/IAMSA), Thomas Djamaludin (LAPAN), Rizal Ramli (PT. Angkasa Pura I), Gatot Prianggodho (Sekjen IATCA). Round Table Discussion ini dimoderatori oleh Nyoman Suanda Santra (Kapuslitbang Udara)

KBR68H, Jakarta - Industri transportasi udara merupakan industri yang pertumbuhannya paling cepat, dibanding industri transportasi darat dan laut. Intervensi pemerintah dan keberpihakan politik yang baik mutlak diperlukan, dalam pengembangan industri penerbangan Indonesia. Demikian pokok pikiran yang mengemuka dalam diskusi bertema "Pemberdayaan Industri dan Pengembangan Teknologi Penerbangan Indonesia" yang diselenggarakan Badan Litbang Perhubungan Kemenhub Salah seorang narasumber, yaitu Andi Alisjahbana (Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Dirgantara Indonesia) memberi presentasi khusus tentang prospek pesawat jenis N219. Menurut Andi, teknologi pesawat N219 sudah dikuasai praktisi industri dirgantara, termasuk praktisi dari generasi yang lebih muda. Masih menurut Andi, pesawat jenis ini tidak diproduksi lawan-lawannya, sementara sangat dibutuhkan di Tanah Air. Sinergi pengembangan pesawat terbang nasional N219 perlu dukungan berbagai kementerian, tambah Andi. Menurut Plt Kepala Badan Litbang Perhubungan Denny Siahaan, pertumbuhan industri penerbangan Indonesia mencapai 20 persen dalam lima tahun terakhir. Masih menurut Denny, pertumbuhan industri pesawat terbang tersebut didorong pendapatan masyarakat kelas menengah ke atas yang cenderung membaik. Industri pesawat terbang merupakan industri bernilai tambah tinggi yang berbasis tenaga kerja, sarat teknologi dan spesialisasi. Selain itu, industri pesawat terbang sangat penting bagi pertahanan negara dan keunggulan daya saing negara, ujar Denny.