Anda di halaman 1dari 16

EXECUTIVE SUMMARY

Sampai dengan pengujung tahun 2012 yaitu periode bulan Desember 2012, pekerjaan-pekerjaan dalam Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali yang sudah diselesaikan adalah pekerjaan pembangunan jalan akses menuju ruang VIP, jalan akses menuju Kuta, pembangunan Gedung Sekolah, pembangunan Shelter Drop Off dan Pick Up Zone penumpang, Koridor penghubung menuju Terminal, pembangunan Toll Gate dan pembangunan Gedung Kargo Internasional. Sedangkan pekerjaan yang masih dalam progress penyelesaian adalah pembangunan Gedung Parkir, Gedung Kantor Terpadu, pembangunan Gedung Terminal Internasional, pembangunan Promenade dan Gedung ACS. Demi terjaganya kelancaran dan keamanan pekerjaanpekerjaan proyek, serta sebagai upaya untuk mencapai efektivitas waktu pelaksanaan dengan kualitas hasil pekerjaan proyek, maka untuk periode bulan Desember 2012 Organisasi Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali telah melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagaimana berikut dibawah, dan melaporkan hal-hal yang terkait dengan pekerjaan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali : 1. KEGIATAN SOSIALISASI, KOORDINASI DAN PERSIAPAN. 1.1 Dalam rangka menunjang operasional Gedung PIER sebagai Terminal Domestik Temporary maka diinstruksikan kepada Project manager PT. Waskita Karya (Persero) untuk melaksanakan beberapa pekerjaan antara lain : a. Perkerasan temporary jalur GSE Road dengan menggunakan paving blok bekas bongkaran jalur temporary Toll Gate. Perkerasan permanen dengan Rigid Pavement tidak bisa dilakukan karena keterbatasan waktu dan adanya pekerjaan Sparing Instalasi ME dan saluran tertutup/gorong-gorong yang harus dikerjakan terlebih dahulu. b. Pengecoran lubang-lubang bekas pekerjaan pemancangan/Bore Pile dan Pile Cap disepanjang GSE Road (Apron Eksisting). c. Pekerjaan persiapan lainnya yang diperlukan untuk mendukung operasional PIER sebagai Terminal Domestik Sementara. Instruksi disampaikan dengan surat Konsultan MK Nomor : 803/338-DM/XII/2012 tanggal 03 Desember 2012 perihal pekerjaan persiapan dan perkerasan temporary GSE Road. (Surat Konsultan MK Nomor : 803/338-DM/XII/2012 tanggal 3 Desember 2012, lampiran 1)

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

1.2

Menindaklanjuti usulan Konsultan MK tentang penempatan ruang Trafo, GWT dan STP Hotel, setelah dilakukan kajian di lapangan terkait usulan tersebut maka Pimpinan Proyek menyampaikan kepada Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) bahwa : a. Denah penempatan GWT dan ruang Trafo dapat disetujui, dan untuk keperluan Hotel diusulkan agar menggunakan Trafo dengan kapasitas 1.250 Kva. b. Untuk penempatan STP tidak dapat disetujui karena posisinya berada di sebelah Timur Gedung Terminal, namun Pimpinan Proyek mengusulkan agar STP ditempatkan disebelah Barat Gedung Terminal. Hasil kajian terhadap usulan penempatan ruang Trafo, GWT dan STP Hotel disampaikan dengan surat Pimpinan Proyek Nomor : AP.I.495/TK.08.17/2012/PPBIB tanggal 3 Desember 2012 perihal usulan penempatan ruang Trafo, GWT dan STP Hotel. (Surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.495/TK.08.17/2012/PPBIB tanggal 3 Desember 2012, lampiran 2)

1.3

Beberapa pekerjaan Paket 1 yang masih terkendala oleh paket pekerjaan yang lain, yaitu : a. Paket 2, untuk pekerjaan ; 1) Panel Cubicle TM di SS-C3 sebanyak 6 unit, bangunannya berada di Promenade. 2) Equipment Pompa Hydrant, ruangannya bearada di Gedung Promende. b. Paket 3, untuk pekerjaan ; 1) Transformator di SS-F. 2) Panel Cubicle TM di SS-F sebanyak 3 unit. Pemberitahuan/informasi tersebut disampaikan oleh Project Manager Pekerjaan Paket 1 kepada Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali dengan surat Nomor : KSO DGI-NK/S.0187/12-12 tanggal 4 Desember 2012 perihal keterlambatan pekerjaan ME (Surat Project Manager KSO PT. Duta Graha Indah (DGI) PT. Nindya Karya (NK) Nomor : KSO DGI-NK/S.0187/12-12 tanggal 4 Desember 2012, lampiran 3)

1.4

Untuk mensukseskan rencana penggunaan bangunan PIER Gedung Terminal Internasional Bandar Udara Ngurah Rai Bali sebagai Terminal Domestik Sementara demi kelancaran Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali, diperlukan tambahan

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

fasilitas berupa tempat duduk untuk ruang tunggu penumpang. Untuk sementara waktu kebutuhan tempat duduk untuk Terminal Domestik Sementara dipenuhi dengan meminjam kursi Terminal yang diperuntukan bagi Bandar Udara Internasional Sepinggan sampai proses pengadaan kursi untuk Bandar Udara Internasional Ngurah Rai selesai dilaksanakan dengan perkiraan waktu 30 s.d 60 hari kalender. Peminjaman kursi Terminal Bandar Udara Internasional Sepinggan untuk dipergunakan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai disampaikan oleh Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis kepada Project Manager KSO Wika-Adhi-PP selaku Kontraktor Proyek Pembangunan Gedung Terminal dan Fasilitas Penunjangnya di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan, dengan surat Nomor : AP.I.6778/TK.07.04/DDTP-B tanggal 5 Desember 2012 perihal peminjaman kursi Terminal. Adapun kriteria peminjaman kursi Terminal adalah sebagai berikut : a. Jumlah kursi yang akan dipergunakan adalah sebanyak 260 unit (@ 3 seater) dengan warna sandaran Dark Lime (kode : 33) dan warna dudukan Ocean (kode : 21). b. KSO Wika-Adhi-PP bertanggungjawab melaksanakan pengiriman kursi tersebut ke Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali serta proses pengembaliannya. c. Terkait belum diserahterimakannya item pekerjaan kursi tersebut maka segala risiko kerusakan dan cacat pada saat pemakaian yang diakibatkan dari peminjaman kursi tersebut adalah tanggungjawab PT. Angkasa Pura I (Persero). Kursi Terminal tersebut sudah sampai dan diterima di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali pada tanggal 7 Desember 2012. (Surat Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis Nomor :

AP.I.6778/TK.07.04/DDTP-B tanggal 5 Desember 2012, lampiran 4)

1.5

Menindaklanjuti usulan penyelesaian permasalahan Desain Fly Over sebagaimana yang disampaikan dalam surat Nomor : AP.I.431/TK.10/2012/PPBIB tanggal 15 Oktober 2012 perihal usulan Desain Struktur Fly Over, mengingat mendesaknya waktu pelaksanaan pekerjaan maka Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali mengusulkan kembali perubahan Desain untuk mendapatkan persetujuan demi lancarnya pekerjaan di lapangan. Adapun usulan perubahan dimaksud antara lain : a. Lebar jalan pick up zone pada pertemuan antara left ramp menuju pick up zone dan dari pick up zone menuju right ramp menjadi 8 m. b. Dengan perubahan lebar jalan dan alinyemen horizontal, Desain Struktur dapat dipertahankan sesuai Desain awal sehingga tidak perlu ada perubahan Desain struktur.

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

c. Usulan perubahan dimensi kolom lantai 2 dan lantai 3 Fly Over As T menjadi S yang semula kolom K2 dengan diameter 1950 mm menjadi K1 dengan diameter 1250 mm. d. Perubahan posisi kolom pada lantai 2 dan lantai 3 menyesuaikan Lay Out dan alinyemen horizontal jalan. Perubahan Desain diatas disampaikan dengan surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.501/TK.10/2012/PPBIB tanggal 7 Desember 2012 usulan Desain Struktur Fly Over. (Surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.501/TK.10/2012/PPBIB tanggal 7 Desember 2012, lampiran 5)

1.6

Sehubungan dengan adanya instruksi Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) tentang rencana pembangunan Gedung Parkir Motor di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali, maka menindaklanjuti instruksi tersebut, Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali telah membuat gambar Desain dan perkiraan rencana anggaran dan biaya (RAB) pembangunan. Gambar Desain dan RAB pembangunan Gedung Parkir Motor disampaikan kepada Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) dengan surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.502/TK.10/2012/PPBIB tanggal 7 Desember 2012 perihal gambar Desain dan RAB Gedung parkir motor. (Surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.502/TK.10/2012/PPBIB tanggal 7 Desember 2012, lampiran 6)

1.7

Merujuk pada pekerjaan rancang bangun BHS dan HBS di Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali, dimana sampai dengan minggu ke 28 dari 61 yang direncanakan : a. Belum ada progress phisik di lapangan terutama yang berhubungan dengan material lokal (konstruksi rangka baja, angkur dan pondasi peralatan, panel listrik dan pengkabelan). b. Belum menunjuk subkontraktor konstruksi baja sehingga pekerjaan pemasangan di lapangan akan mengalami keterlambatan. c. Belum mengajukan Shop Drawing, persetujuan material/PPM dan metode pelaksanaan pekerjaan.

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

Terkait dengan kondisi tersebut diatas, Konsultan MK memberikan peringatan kepada Kontraktor dengan surat Nomor : 803/338-DM/XII/2012 tanggal 3 Desember 2012 perihal peringatan, sekaligus menginstruksikan untuk segera mengambil tindaklanjut mengingat lokasi kerja di area Terminal dan Tunnel, struktur dan pembersihan sudah selesai dilaksanakan sejak bulan September. Mengingat peringatan yang diberikan oleh Konsultan MK, KSO Wika Scientek selaku Kontraktor Pekerjaan Paket 4 memberikan tanggapan bahwa : a. Secara visual di lapangan belum ada progress fisik dikarenakan harus menyelesaikan penyempurnaan Desain BHS akibat perubahan Desain yang harus dikoordinasikan Konsultan Perencana dan PT. Angkasa Pura I. b. Pemilihan subkontraktor Steelwork (rangka baja) dan angkur sedang dalam proses karena adanya penyesuaian Lay Out di Promenade. c. Untuk pekerjaan panel listrik dan kabel, sedang dilakukan koordinasi gambar site di lapangan untuk jarak peletakan panel listrik dan dijadwalkan pertengahan Januari 2013 sudah ada pelaksanaan. Informasi diatas disampaikan oleh Manajer Proyek KSO Wika Scientek kepada Konsultan MK dengan surat Nomor : TP.02.09/F.BHSNGR.012/XII/2012 tanggal 12 Desember 2012 perihal tanggapan dan tindaklanjut peringatan. (Surat Konsultan MK Nomor : 813/338-DM/XII/2012 tanggal 8 Desember 2012 & Surat Manajer Proyek KSO Wika Scientek Nomor : TP.02.09/F.BHSNGR.012/XII/2012 tanggal 12 Desember 2012, lampiran 7)

1.8

Berdasarkan inspeksi dan evaluasi di lapangan diperkirakan penyelesaian pembangunan Gedung ACS akan mengalami keterlambatan sehingga relokasi/perpindahan Gedung ACS yang direncanakan pada tanggal 15 Januari 2013 juga akan mengalami hambatan. Sebagai upaya percepatan maka koordinasi dan pengendalian pekerjaan penyelesaian Gedung ACS akan dilakukan oleh Satker melalui PT. Jaya CM jo PT. Emekon Prakasita selaku Konsultan MK. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali kepada General Manager PT. ACS Bali dengan surat Nomor : AP.I.502/TK.10/2012/PPBIB tanggal 7 Desember 2012 perihal pekerjaan pembangunan ACS, meminta kerjasama yang baik dari seluruh subkontraktor yang terlibat. (Surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.506/TK.10/2012/PPBIB tanggal 10 Desember 2012, lampiran 8)

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

1.9

Progress pekerjaan pembangunan Gedung Parkir, Promenade HBS dan Fly Over yang termasuk dalam Paket 2 mulai mengalami keterlambatan awal bulan Oktober 2012, dan evaluasi mengenai program serta kapasitas kerja pernah disampaikan oleh Konsultan MK. Penyebab utama dari keterlambatan ini adalah kurangnya tenaga kerja, dan perubahan struktur organisasi juga menunjukkan pengurangan personel inti yang seharusnya ditambah untuk mendukung usaha percepatan. Dengan demikian target waktu penyelesaian per bangunan berpotensi mundur yang akan menyebabkan terganggunya operasional masing-masing Gedung. Hal ini disampaikan oleh Kosultan MK dengan surat Nomor : 823/338-DM/XII/2012 tanggal 12 Desember 2012 perihal evaluasi keterlambatan progress pekerjaan Paket 2. Menganalisa dan menimbang laporan dari Konsultan MK tentang keterlambatan progress pekerjaan Paket 2 dan mengingat schedule pelaksanaan proyek yang sangat ketat, maka Pimpinan Proyek memberikan Teguran kepada PT. Pembangunan Perumahan (Persero) sebagai Kontraktor Paket 2. Pimpinan Proyek juga menginstruksikan agar Paket 2 segera melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan fisik sehingga target penyelesaian sesuai kontrak dapat tercapai, dan segera mempresentasikan upaya-upaya percepatan yang akan dilakukan. Teguran dan instruksi disampaikan dengan surat Nomor :

AP.I.528/TK.10/2012/PPBIB-B tanggal 18 Desember 2012 perihal surat teguran I (satu). (Surat Konsultan MK Nomor : 823/338-DM/XII/2012 tanggal 12 Desember 2012 & Surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.528/TK.10/2012/PPBIB-B tanggal 18 Desember 2012, lampiran 9)

1.10

Untuk memenuhi kebutuhan operasional Bandar Udara khususnya terkait dengan kesiapan jaringan Elektrikal dan Mekanikal yang dikerjakan oleh Kontraktor Paket 1 akan diletakan di area Promenade yang saat ini sedang dikerjakan oleh Kontraktor Paket 2 dan ruangan tersebut belum selesai. Pimpinan Proyek meminta kepada Kontraktor Paket 2 untuk memprioritaskan penyelesaian ruangan-ruangan tersebut agar dapat dipergunakan untuk penempatan panel-panel, Trafo dan Pompa. Permintaan Pimpinan Proyek disampaikan dengan surat Nomor : AP.I.515/TK.08.17/2012/PPBIB tanggal 12 Desember 2012 perihal ruang Panel dan Trafo. Kontraktor Paket 2 memang memprioritaskan pekerjaan di SSC3 agar dapat dipergunakan untuk penempatan panel-panel, Trafo dan Pompa. Di samping perkerjaan tersebut, PT. Pembangunan Perumahan sebagai Kontraktor Paket 2 juga memprioritaskan untuk

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

pekerjaan Pile Cap di area CRB sumbu P. Namun berdasarkan hasil tinjauan lapangan terdapat pagar yang terkena titik Pile Cap yang harus dibongkar dan fasilitas-fasilitas pendukung operasional seperti toilet, gudang, saluran pembuangan dari Cooling Tower dan Pura yang harus direlokasi karena terkena Lay Out bangunan CRB. Kontraktor Paket 2 menyampaikan usulan tempat untuk relokasi sementara fasilitas-fasilitas pendukung operasional yang ada sebagaimana denah dalam lampiran. Tanggapan/jawaban atas permintaan Pimpinan Proyek beserta usulan tempat relokasi sementara, disampaikan oleh Project Manager Kontraktor Paket 2 dengan surat Nomor : 419/PP-PPBIB/P2/EXT/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012. (Surat Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Nomor : AP.I.515/TK.08.17/2012/PPBIB tanggal 12 Desember 2012 & Surat Project Manager PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Nomor : 419/PP-PPBIB/P2/EXT/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012, lampiran 10)

1.11

Sebagai persiapan dalam rangka pengoperasian bangunan PIER sebagai Terminal Domestik Sementara dipandang perlu untuk melakukan verifikasi terhadap kesiapan bangunan dan fasilitasnya. Verifikasi dilaksanakan mulai tanggal 17 s.d 19 Desember 2012 oleh Tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yang terdiri dari : Direktorat Bandar Udara, Direktorat Keamanan Penerbangan dan Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Denpasar. Dari hasil verifikasi dapat disimpulkan bahwa : a. Pengoperasian Terminal Domestik Temporary Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali dapat dilaksanakan setelah temuan yang bersifat Mandatory ditindaklanjuti, dan PT. Angkasa Pura I (Persero) melaporkan hasil tindaklanjutnya ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. b. Personil yang melakukan pengoperasian Terminal Domestik Temporary harus memiliki Lisensi yang dengan bidang dan Ratingnya. c. PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali agar melakukan sosialisasi terhadap pengoperasian Terminal Domestik Temporary. d. Tahap awal pemindahan operasi Terminal Domestik Temporary adalah untuk pelayanan keberangkatan dan pelayanan kedatangan akan dipindahkan 2 (dua) minggu setelah pengoperasian pelayanan keberangkatan. (Berita Acara Verifikasi Terminal Domestik Temporary Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali tanggal 17 s.d 19 Desember 2012 & Dokumentasi Pelaksanaan Verifikasi, lampiran 11)

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

1.12

Setelah hasil verifikasi Terminal Domestik Temporary Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali ditindaklanjuti, maka selanjutnya dilakukan persiapan-persiapan untuk operasi boyong ke Terminal Domestik Temporary yang ilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2012. Operasi boyong dilaksanakan secara simultan oleh semua pihak terkait yang bekerja penuh semangat untuk satu tujuan yang sama yaitu tercapainya target Operasional Terminal Domestik Temporary pada tanggal 22 Desember 2012. Persiapan operasi boyong dan pengoperasian Terminal Domestik Temporary disaksikan langsung Direktur Utama serta Direktur Operasi dan Teknik PT. Angkasa Pura I (Persero). Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa akhirnya operasional Terminal Domestik Temporary dapat berjalan dengan lancar. (Dokumentasi Operasi Boyong dan Operasional Teminal Domestik Temporary Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali tanggal 21 & 22 Desember 2012, lampiran 12)

1.13

Pada tanggal 26 Desember 2012 diselenggarakan rapat Monitoring dan Evaluasi Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Kencana Kantor Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali dipimpin oleh Deputi Bidang Ekonomi Sekretaris Wakil Presiden dan dihadiri antara lain oleh : Ibu Polana mewakili Dirjen. Perhubungan Udara, Kakanwil Bea Cukai Bali, NTB & NTT mewakili Dirjen Bea Cukai, Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Ngurah Rai, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Perwakilan dari Kantor Imigrasi, Komisaris PT. Angkasa Pura I (Persero), Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero), Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Direktur Utama PT. PLN (Persero), Direktur Utama PDAM Badung, General Manager Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Pimpinan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali, dan lain-lain. Selain pemaparan tentang progress proyek, hal lain yang menjadi agenda pembahasan rapat adalah relokasi Kantor Pelayanan Bea Cukai dan Kantor Imigrasi. Setelah rapat rombongan melakukan kunjungan lapangan antara lain ke area Kantor Pelayanan Bea Cukai dan ke Terminal Domestik Temporary. (Dokumentasi Rapat Monitoring & Pelaksanaan Kunjungan Lapangan, lampiran 13)

1.14

Dalam rangka menjaga kelancaran pekerjaan proyek dan dapat tercapainya target penyelesaian pekerjaan, Dewan Komisaris PT. Angkasa Pura I (Persero) juga melakukan monitoring pelaksanaan proyek Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali. Monitoring dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2012 sebagai bagian dari

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

agenda rapat koordinasi Kegiatan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan Kegiatan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali (PPBIB) serta Perkenalan Dewan Komisaris PT. Angkasa Pura I (Persero). Pada kesempatan tersebut PPBIB diberi kesempatan untuk memaparkan progress prestasi fisik dan rencana pelaksanaan pekerjaan berikutnya. Dari paparan yang disampaikan berkaitan dengan kegiatan proyek maupun progress prestasi phisik proyek yang telah dicapai dengan deviasi positif 0,072 %, Dewan Komisaris menyampaikan beberapa hal yaitu : a. Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali (PPBIB) harus tetap dijaga kelancaran pelaksanaannya supaya bisa selalu On Track sebagaimana schedule yang telah dibuat dan disepakati, dan sebisa mungkin diusahakan untuk mencari serta melaksanakan langkah-langkah percepatan dengan selalu

menjaga/memperhatikan Mutu, Waktu dan Biaya. b. Seluruh komponen di kantor Cabang (Bandar Udara Ngurah Rai) agar mendukung, mensupport dan membantu dengan sepenuhnya kegiatan proyek demi tercapainya target penyelesaian pada bulan Mei 2013. c. Untuk mencegah keterlambatan Proyek, maka sekecil apapun permasalahan yang dihadapi oleh Proyek dilapangan harus segera dilaporkan baik kepada Direksi ataupun Dewan Komisaris agar dapat diselesaikan dengan cepat dan aman jika permasalahan dimaksud dapat menyebabkan keterlambatan. d. Mengucapkan Selamat kepada Tim Proyek Bali atas pencapaian progress dengan Deviasi Positif dan progress Proyek masih bisa terjaga dalam Track yang positif, hal ini saya sampaikan karena tidaklah gampang untuk mengawal dan mengawasi Proyek dengan nilai investasi sebesar Proyek Bali. Setelah istirahat siang, Dewan Komisaris yaitu Bapak Suratto Siswodihardjo (Komut), Bapak H. Hakammudi Djamal, Bapak Tundjung Inderawan, Bapak Eddy Mulyadi, Bapak Robert Pakpahan dan Bapak Didik Prasetyo melaksanakan kunjungan ke lapangan yaitu bangunan Gedung Terminal Internasional dan Terminal Domestik Temporary. (Catatan Rapat Koordinasi Kegiatan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan Kegiatan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali (PPBIB) serta Perkenalan Dewan Komisaris PT. Angkasa Pura I (Persero), & Dokumentasi Kunjungan Lapangan, lampiran 14)

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

1.15

Untuk melakukan monitoring terhadap progress pekerjaan Proyek Pengembangan Bandar Udara Inetrnasional Ngurah Rai Bali, dan koordinasi dalam pengawasan serta pengendalian pekerjaan proyek, secara periodik setiap hari Selasa dilaksanakan rapat koordinasi dengan Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) dan seluruh Kontraktor Pelaksana. Rapat koordinasi antara lain membahas tentang : a. Prestasi fisik (Progress) setiap paket pekerjaan dalam satu minggu (rencana, pencapaian/aktualisasi dan penyebab terjadinya keterlambatan); b. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek di lapangan untuk kemudian dicarikan solusi atau alternatif penyelesaiannya; c. Rencana teknis pelaksanaan pekerjaan proyek di lapangan, dan lain-lainnya. (Risalah Rapat Koordinasi Mingguan periode bulan Desember 2012, lampiran 15)

2.

ASPEK LEGALITAS DAN PENDUKUNG. 2.1. Surat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S-606/MBU/2010, tanggal 28 September 2010 hal : Persetujuan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali. 2.2. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP. 294 Tahun 2011 tentang Penetapan Pelaksanaan Pembangunan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Kabupaten Badung Provinsi Bali, tanggal 26 April 2011. 2.3. Keputusan Gubernur Bali Nomor : 499/04-B/HK/2011 tentang Penetapan Kelayakan Lingkungan Hidup Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, tanggal 7 Maret 2011. 2.4. PT. Jaya CM Jo PT. Emekon Prakasita selaku Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) dalam Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Nomor : 29/SPP/PL.02/2010-DU tanggal 12 Oktober 2010, telah melaksanakan kegiatan sesuai tugas-tugasnya. Namun dalam melakukan kegiatan pengawasan, sangat diperlukan ketegasan dan ketelitian yang lebih agar pekerjaanpekerjaan proyek dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Demikian juga dalam penyelesaian administratif dan pelaporan kegiatan sangat dibutuhkan perhatian yang lebih serius dan ketelitian sehingga tidak terjadi keterlambatan dan/atau kesalahan yang tidak perlu. Misalnya penyelesaian pembuatan Executive Summary Kegiatan Konsultan MK bulan Desember 2012, karena sesuatu hal mengalami terlambatan.

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

10

3.

PELAKSANAAN PEKERJAAN DAN PROGRESS PROYEK. 3.1. Paket 1 Kontraktor Pelaksana SPP Nomor Tanggal : PT. Duta Graha Indah (Tbk) KSO PT. Nindya Karya (Persero). : 38/SPP/PL.02/2011/DU-B. : 04 Oktober 2011.

Pada periode minggu ke 84 pekerjaan paket 1 yang sedang dilaksanakan antara lain : pembangunan jalan akses di lingkungan Bandar Udara (masih tertunda) dan penataan area Roundabout. Sedangkan pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan adalah pembangunan Shelter untuk Drop Off dan Pick Up zone penumpang, Koridor Penumpang, dan pembangunan jalan akses masuk dan keluar Bandar Udara, pembangunan Gedung Kargo, Ruang VIP beserta pembuatan drainasenya. Untuk prestasi fisik pekerjaan paket 1 per tanggal 30 Desember 2012 dapat dilaporkan sebagaimana berikut tabel dibawah :
No. 1 2 3 Pekerjaan Prelimineries Sipil Struktur ; Jalan Akses Sipil Struktural ; - Power House - Tunnel Utilitas - Kargo Internasional & EMPU Arsitektur ; - Power House - Kargo Internasional & EMPU Infrastruktur Mekanikal, Elektrikal & Elektronika Bobot (%) 7,861 20,438 1,217 1,815 20,260 0,450 5,689 1,680 34,655 Rencana ke 84 Bobot (%) 7,859 20,438 1,217 1,506 20,260 0,450 5,711 1,550 31,233 Realisasi ke 84 Bobot (%) 7,861 20,377 1,208 0,000 20,260 0,377 5,767 1,673 26,395 Deviasi (%) 0,002 (0,061) (0,009) (1,506) 0,000 (0,073) 0,056 0,123 (4,838)

5 6

Estimasi CCO 2 7 8 9 10 11 12 Bongkar Tower, Pembuatan Pondasi Panel & Relokasi Pompa Pembuatan Jalan Masuk ke Gedung Wisti Sabha Penambahan Ruang EMPU & Dinding Penyekat Pembuatan Toll Gate Permanen Relokasi Patung I Gusti Ngr Rai Pekerjaan Tambahan Area Shelter : - Parkir Motor Shelter - Parkir Boogie Car & zebra Cross - Pengadaan & Pemasangan PVC & Roof Drain CCR/MPH 2 & SS-PLN Pengadaan Panel LVSMB Terpadu, MSB Jumlah 0,024 0,017 0,872 1,888 0,705 0,122 0,014 0,009 2,284 100,000 0,024 0,008 0,872 1,888 0,488 0,088 0,013 0,009 1,900 95,514 0,024 0,010 0,872 1,888 0,000 0,122 0,013 0,009 2,284 89,141 0,000 0,002 0,000 0,000 (0,488) 0,034 0,000 0,000 0,384 (6,373)

13

(Dokumentasi Pelaksanaan Pekerjaan Paket 1, lampiran 16)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

11

3.2.

Paket 2 Kontraktor Pelaksana SPP Nomor Tanggal : PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. : 47/SPP/PL.02/2011/DU-B. : 4 November 2011.

Pada minggu ke 81 pekerjaan-pekerjaan Paket 2 yang sedang dilaksanakan adalah : a. Pembangunan Gedung Promenade ; pekerjaan struktur beton tahap finishing, sedangkan pekerjaan M E terhambat sehingga dibutuhkan area HBS/BHS percepatan. b. Gedung Parkir ; pengerjaan ruang server Toll Gate dan finishing lantai 1 (satu) untuk segera dioperasikan. c. Fly Over, Drop Off dan Pick Up Zone dengan progress ; galian pancang, pilecap dan pekerjaan Rigid dibawah Fly Over. d. Untuk Gedung ACS ; dengan target progress penyelesaian tanggal 15 Januari 2012, dan pekerjaan lainnya sedang dilaksanakan adalah pekerjaan rigid, perkerasan aspal halaman ACS serta gorong-gorong. Pencapaian prestasi fisik pekerjaan paket 2 per tanggal 30 Desember 2012 dapat dilaporkan sebagaimana berikut tabel dibawah :
No. 1 2 Prelimineries Ars. Finishing ; - Gedung Parkir - Drop Off & Pick Up Zone - Promenade & HBS Sipil Struktural ; - Gedung Parkir - Promenade HBS - Fly Over, Drop Off & Pick Up Zone Mekanikal Elektrikal Elektronika Bandara Gedung Sekolah Renovasi Terminal Domestik Toilet Shelter Gedung Terpadu Gedung ACS Preboring Gedung Parkir & Promenade Jumlah Pekerjaan Bobot (%) 1,508 3,590 1,796 9,801 18,622 28,417 11,602 3,218 3,087 1,092 5,019 0,584 0,159 3,576 7,411 0,518 100,000 Rencana ke 81 Bobot (%) 0,958 3,590 2,923 18,623 15,380 2,868 2,185 1,871 0,776 5,019 0,584 0,159 3,576 7,411 0,518 66,441 Realisasi ke 81 Bobot (%) 1,257 0,891 0,020 17,319 18,724 2,904 0,162 0,655 0,000 5,019 0,584 0,159 2,537 6,297 0,438 56,966 Deviasi (%) 0,299 (2,699) (2,903) (1,304) 3,344 0,036 (2,023) (1,216) (0,776) 0,000 0,000 0,000 (1,039) (1,114) (0,080) (9,475)

4 5 6 7 8 9 10 11 12

Catatan : Paket 2, untuk progress rencana berdasarkan Master Schedule revisi 3 ; (Dokumentasi Pelaksanaan Pekerjaan Paket 2, lampiran 17)
Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

12

3.3.

Paket 3 Kontraktor Pelaksana : PT. Adhi Karya (Persero) Tbk & PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, (KSO). SPP Nomor Tanggal : 35.I/SPP/PL.02/2011/DU-B. : 08 September 2011.

Pada minggu ke 73 pekerjaan Paket 3 dalam tahap pembangunan Gedung Terminal, dengan progress pengecoran sebanyak 57.014,5 m3 (total termasuk Add. Bale Kul-Kul). Sisa pengecoran adalah di area Drop Off, Ramp Evakuasi, Connecting HBS, dan bangunan yang terkena Terminal Domestik. Sedangkan progress untuk area PIER Terminal adalah pengerjaan atap limas dan finishing. Pabrikasi dan Erection struktur rangka atap baja untuk Prioritas 1 sudah selesai, namun Prioritas 2 dan Prioritas 3 mengalami keterlambatan. Pencapaian prestasi fisik pekerjaan paket 3 per tanggal 30 Desember 2012 dapat dilaporkan sebagai berikut tabel dibawah :
No. 1 2 3 4 5 6 Pekerjaan Prelimineries Struktur Beton Struktur Baja Arsitektur Mekanikal, Elektrikal & Elektronika Bandara Add. Term. Domestik Temporary Jumlah Bobot (%) 4,795 27,437 21,270 13,731 17,008 15,759 100,000 Rencana ke 73 Bobot (%) 3,713 26,155 17,718 3,998 2,798 4,044 58,426 Realisasi ke 73 Bobot (%) 3,928 26,452 13,300 4,111 7,198 5,661 60,650 Deviasi (%) 0,215 0,297 (4,418) 0,113 4,400 1,617 2,224

(Dokumentasi Pelaksanaan Pekerjaan Paket 3, lampiran 18)

3.4.

Paket 4 Kontraktor Pelaksana SPPK Nomor Tanggal : PT. Wijaya Karya (Persero) KSO. PT. Scientek Computindo. : 24/SPPK/PL.02/2012/DU-B. : 28 Mei 2012.

Kick of Meeting dilakukan pada tanggal 29 Mei 2012, koordinasi lapangan dengan Kontraktor Paket 3 untuk penentuan opening pada dinding untuk jalur BHS/HBS di area Terminal Internasional masih terus diakukan. Program keselamatan , keamanan kerja dan lingkung (Program K3L) masih dalam proses evaluasi oleh Konsultan MK. 13

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

Pencapaian prestasi fisik pekerjaan paket 4 per tanggal 30 Desember 2012 dapat dilaporkan sebagai berikut tabel dibawah :
No. 1 2 3 Pekerjaan Prelimineries Pek. Baggage Handling System Pek. Hold Baggage Screening Jumlah Bobot (%) 10,304 74,559 15,137 100,000 Rencana ke 31 Bobot (%) 0,000 0,000 0,000 0,000 Realisasi ke 31 Bobot (%) 0,000 0,000 0,000 0,000 Deviasi (%) 0,000 0,000 0,000 0,000

3.5.

Progress Keseluruhan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali per tanggal 30 Desember 2012, adalah sebagai berikut :
Progress per Paket ( % ) No 1 2 3 4 5 Pekerjaan PAKET 1 Add. Paket 1 PAKET 2 Add. Paket 2 PAKET 3 Add. Paket 3 PAKET 4 PAKET 5 Paket 5A Paket 5B Paket 5C Paket 5D Paket 5E Paket 5F TOTAL 3,737 1,472 2,907 9,286 1,666 0,188 100,000 40,048 47,308 -0,741 12,809 1,873 44,106 8,251 5,641 Bobot (%) 8,055 Rencana 95,514 66,441 58,426 Realisasi 89,141 56,966 60,650 Deviasi -6,373 -9,475 2,224 Progress Total ( % ) Rencana 7,704 9,755 30,590 Realisasi 7,190 8,364 31,755 Deviasi -0,514 -1,391 1,164

4.

KEUANGAN PROYEK. 4.1. General Requirement. Berkaitan dengan Anggaran General Requirement (GR) Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali dapat dilaporkan bahwa realisasi untuk periode bulan Nopember dan Desember 2012 adalah sebesar Rp. 2.127.478.430,- (Dua Milyar Seratus Dua Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Rupiah), sehingga realisasi Anggaran General Requirement periode bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Desember 2012 adalah sebesar Rp. 10.522.308.267,- (Sepuluh Milyar Lima Ratus Dua Puluh Dua Juta Tiga Ratus Delapan Ribu Dua Ratus Enam Puluh Tujuh Rupiah).

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

14

4.2.

Pembayaran Kontrak Perjanjian. Berdasarkan informasi/nota debet yang diterima dari Kantor Pusat, dilaporkan pula untuk realisasi pembayaran kontrak-kontrak pekerjaan dalam Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali terhitung sampai dengan bulan Desember 2012 adalah sebesar Rp. 553.192.023.380,- (Lima Ratus Lima Puluh Tiga Milyar Seratus Sembilan Puluh Dua Juta Dua Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Delapan Puluh Rupiah), termasuk pembayaran jasa Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) sebesar

Rp. 6.108.569.280,- (Enam Milyar Seratus Delapan Juta Lima Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Dua Ratus Delapan Puluh Rupiah).

5.

PERMASALAHAN. 5.1. Permasalahan Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali yang dapat berdampak pada penyelesaian Proyek secara keseluruhan, adalah sebagai berikut : a. Paket 1 ; 1) Pekerjaan tambah Service Road masih terkendala bangunan Kantor Imigrasi, Bea Cukai dan arah aliran air hujan di area Gedung Operation Building (OB) belum ditentukan. 2) Peralatan penangkal petir belum dipasang, hal ini yang terkendala oleh ketersedian peralatan tidak lengkap. b. Paket 2 ; 1) Desain struktur untuk pekerjaan struktur Candi Bentar di area Promenade dan stek kolom untuk Style Bali belum ada. 2) Terjadi kekurangan penggunaan sumber daya (Resources) untuk penyelesaian pekerjaan Paket 2. c. Paket 3 ; 1) Beberapa pekerjaan kelengkapan Gedung Terminal Internasional untuk bisa dioperasikan belum masuk dalam kontrak Pekerjaan Paket 3. 2) Terjadi kekurangan beberapa sumber daya (Resources) dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja atap. d. Paket 4 ; 1) Finalisasi Desain membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak dilakukan proses Approval Desain secara parsial.

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

15

5.2.

Hal-hal yang memerlukan penyelesaian dan keputusan lebih lanjut dari PT. Angkasa Pura I (Persero) maupun pihak lainnya adalah : a. Karena pekerjaan Utilitas masuk dalam pekerjaan Paket 5, maka untuk menjaga kelancaran pekerjaan proyek secara keseluruhan agar dapat tercapai batas waktu untuk operasi pada bulan Mei 2013 dan sebagai antisipasi terjadinya keterlambatan yang lebih jauh perlu percepatan proses Tender pekerjaan-pekerjaan Paket 5 yang saat ini sudah mengalami keterlambatan. b. Progress fisik keseluruhan yang telah mencapai 47,308 % sudah memasuki Kurva Linear. Monitoring secara keseluruhan selama bulan Juni dan bulan Desember 2012 menunjukkan kecenderungan penurunan pencapaian progress akibat adanya saling keterkaitan antara paket pekerjaan yang satu dengan paket pekerjaan yang lain, dan kurangnya jumlah tenaga kerja yang tersedia.

Mangupura,

Januari 2013

PIMPINAN PROYEK

YANUS SUPRAYOGI.

Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

16