P. 1
Thomas Aquinas Dan Teori Hukum Alam (Pembahasan Sekitar Teori Hukum Alam Abad Pertengahan)

Thomas Aquinas Dan Teori Hukum Alam (Pembahasan Sekitar Teori Hukum Alam Abad Pertengahan)

|Views: 5,066|Likes:
TAHASAK SAHAY

TAHASAK SAHAY

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Jurnal Ranying Bunu, Vol.2, No.

1, Januari 2007

Thomas Aquinas...(Tahasak Sahay) 36-50

Thomas Aquinas Dan Teori Hukum Alam (Pembahasan Sekitar Teori Hukum Alam Abad Pertengahan) Oleh : Tahasak Sahay Dosen Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya Abstract At one time structure of middle ages of Europe and church demand for universal leadership vanish caused by its attack which intensively from new idea and social strength; teaching Skolastik of about natural law is temporarily forgotten. But Roman church remain to be sturdy and continue by leading do not only universal faithfulness to Christian religion, but also hundreds of million in all the world. Hereafter very super social change as effect of industrial revolution, Roman church given on to by the importance of affirming to return the belief and its views, considering modern social condition.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selama abad kedelapan dan periode panjang di antara runtuhnya peradaban lama dan munculnya tatanan abad pertengahan, pemuka-pemuka gereja, di antaranya yang paling menonjol Ambrosius dan Gregorius, merupakan pendukung kelangsungan gagasan hukum alam, dan pada saat yang bersamaan, mulai memberi pengertian dan dasar yang berlainan terhadap hukum alam. Menurut filsuf-filsuf Stoa perbedaan antara hukum alam absolut ideal dengan hukum alam yang relatif sebagai nomor kedua terbaik, saat ini telah lebih berkaitan secara tegas dengan dosa asal. Hanya dengan lepasnya ikatan manusia dari gereja mengakibatkan diberlakukannya lembaga-lembaga manusia.1

W. Friedmann, 1996. Teori dan Filsafat Hukum. Jakarta;PT Raja Grafindo Persada. Hal.57 ISSN : 1904 - 4107

1

Karena lembaga tersebut tidak akan pernah menjadi baik, tetapi hal tersebut merupakan tugas gereja untuk menuntut agar undang-undang yang dibuat manusia memperhatikan prinsip-prinsip Kristen yang abadi. Untuk tujuan ini gereja telah memberikan kekuasaan mutlak terhadap negara, sesuatu yang tidak baik, tetapi yang dapat memberikan keabsahan terhadap keberadaannya dengan perlindungan terhadap perdamaian dan gereja telah berusaha memenuhi tuntutantuntutan hukum abadi itu. Jadi ajaran pesimistik tentang dunia lain secara tegas digabungkan dengan pembenaran tuntutan filosofis dari gereja akan kekuasaan politik yang berdaulat. Dalam teori-teori tradisional, lembaga-lembaga yang penting dalam masyarakat manusia, pemerintahan yang sewenang-wenang, perbudakan dan hak milik, adalah hasil keinginan dan rangsangan jahat manusia, bukan sifat dasar dari tabiat mereka yang sebenarnya; tetapi mereka juga merupakan alat untuk

36

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->