P. 1
Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup Dalam Otonomi Daerah

Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup Dalam Otonomi Daerah

|Views: 1,105|Likes:
YACOB FERDINAN MARTONO

YACOB FERDINAN MARTONO

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

Jurnal Ranying Bunu, Vol.2, No.

2, Juni 2007

Sumber Daya Alam...(Yacob F. Martono) 30-36

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Dalam Otonomi Daerah Oleh : Yacob Ferdinan Martono Dosen Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya Abstrak Problematika pengelolaan SDA dalam konteks otonomi daerah telah memberikan dorongan yang kuat bagi penulis untuk mencoba mengkaji masalah tersebut dalam tataran akademik, khususnya dalam perspektif kebijakan dan valuasi ekonomi. Kebijakan dan valuasi ekonomi dipandang penting dalam menjamin kelestarian SDA secara berkelanjutan. Kita menyadari bahwa mutu SDA dan lingkungan adalah fungsi dari kebijakan yang ditetapkan. Sebagai contoh rusaknya hutan di berbagai wilayah di Indonesia diawali oleh ditetapkannya kebijakan pengelolaan hutan yang lebih memfokuskan pemanfaatan hutan sebagai sumber ekonomi negara daripada sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Kebijakan pengelolaan SDA yang salah tentunya berdampak luas dan dapat dirasakan oleh beberapa generasi manusia. Oleh karena itu dalam memutuskan kebijakan pengelolaan SDA haruslah didasarkan atas telaahan objektif dan mendalam tentang karakteristik SDA yang akan dikembangkan.

UMUM

Sumberdaya alam merupakan bagian dari sumberdaya berdasarkan UU No. 4 tahun 1992 tentang ketentuan-ketentuan pokok penge-lolaan lingkungan hidup menyatakan sumberdaya alam. Pasal 1 UU No. 4 tahun 1982 menyebutkan sumberdaya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumberdaya manusia, sumberdaya hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya alam buatan. Sumberdaya alam adalah semua benda, daya, keadaan fungsi alam dan makhluk hidup, yang merupakan hasil proses alamiah baik hayati maupun non hayati, terbaharukan dan tidak terbaharukan.

Sumberdaya alam terbagi menjadi dua bagian ; sumberdaya alam terbaharui dan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumberdaya alam terbaharui adalah sumberdaya hayati. Ini berarti jika manusia mendayagunakan sumberdaya alam ini sepanjang pemanfaatannya itu dibawah berkembang biaknya, sumberdaya alam ini akan dapat memperbaharui diri. Sedangkan yang dimaksud sumberdaya alam tidak terbaharui seperti minyak dan gas bumi, batu bara, bahan galian, tambang memang disamping akan hancur/ terurai bila di daya gunakan juga jumlahnya dialam ini secara kuantitatif terbatas. Dalam upaya Pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan maka pemerintah memberikan peluang yang sebesar-besar untuk pihak swasta dalam mengelola dan 30

ISSN : 1904 - 4107

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->