P. 1
Penetapan Lahan Gambut Sebagai Kawasan Konservasi Hutan Lindung Dalam Program Tangkapan Karbon (ditinjau Dari Pasal 12 Protokol Kyoto tentang Clean Development Mechanism

Penetapan Lahan Gambut Sebagai Kawasan Konservasi Hutan Lindung Dalam Program Tangkapan Karbon (ditinjau Dari Pasal 12 Protokol Kyoto tentang Clean Development Mechanism

|Views: 647|Likes:
HERIAMARIATY

HERIAMARIATY

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Jurnal Ranying Bunu, Vol.2, No.

3, Nopember 2007

Penetapan Lahan Gambut...(Heriamariaty) 41-56

Penetapan Lahan Gambut Sebagai Kawasan Konservasi Hutan Lindung Dalam Program Tangkapan Karbon (Ditinjau Dari Pasal 12 Protokol Kyoto Tentang Clean Development Mechanism Oleh : Heriamariaty Dosen Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya

PENDAHULUAN

Hutan merupakan daerah vegetasi yang semakin lama semakin kita rasakan manfaatnya, baik dilihat dari fungsi produk, sosial maupun lingkungan, manfaat ini juga dirasakan oleh masyarakat sekitar hutan pada khususnya dan masyarakat internasional pada umumnya. Mengingat persentase areal hutan terhadap luas daratan pada tiap-tiap Negara tidak sama seperti halnya topografi dan iklim, maka hutan menjadi tanggung jawab dunia internasional. Dengan meningkatnya pencemaran (polusi) yang membahayakan lingkungan hidup manusia sebagai akibat pesatnya pertumbuhan industri di dunia, peranan hutan tentu sangat diperlukan. Sebelumnya fungsi hutan hanya menyediakan kayu bakar dan sebagai gudang kayu bagi konstruksi rumah serta pertambangan. Setelah menuju era industri, hutan mulai difungsikan sebagai penghasil bahan baku kebutuhan-kebutuhan seperti kertas, kayu lapis, dan lain-lain, bahkan sekarang fungsi hutan semakin luas menjadi : 1. Hutan lindung, yang menjaga kelestarian tanah dan tata air wilayah; 2. Suaka alam yang melestarikan kehidupan tumbuhan dan hewan langka, sekaligus pengembangan

3.

ilmu, kepentingan kebudayaan estetika dan rekreaksi; Hutan produksi yang menghasilkan kayu dan non kayu seperti hasil industri kayu, serta obat-obatan.

Walaupun demikian, fungsi utama hutan tidak akan pernah berubah yakni untuk menyelenggarakan keseimbangan oksigen dan karbon dioksida serta untuk mempertahankan kesuburan tanah, keseimbangan tata air wilayah dan kelestarian daerah dari bahaya erosi.1 Di Indonesia ada beberapa daerah yang jenis tanahnya adalah tanah gambut seperti di Kalimantan, Sumatera, Irian Jaya. Tanah gambut ini sebenarnya dapat digunakan sebagai lahan pertanian, namun tingkat kesuburannya dianggap kurang, apalagi yang ketebalan gambut 2,5 m -3 m sehingga kebanyakan tanah gambut berfungsi sebagai hutan baik hutan konservasi maupun hutan lindung. Jumlah areal gambut di dunia diperkirakan 420 juta hektar atau mungkin lebih dari 500 juta hektar. Sedangkan di Indonesia penyebarannya cukup luas, diperkirakan mempunyai cadangan gambut seluas 17 juta hektar. Jumlah tersebut
Arifin Arif. Hutan Hakikat dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1994, Halaman 7-8.
1

ISSN : 1904 - 4107

41

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->