Anda di halaman 1dari 9

RI UJIAN BAGIAN BEDAH Gastritis Kronis

Penguji 1: dr. Posma Simanjuntak, Sp.B, Sp.OT. Penguji 2: dr. Dono Pranoto, Sp.B, M.Kes.

Kandidat: Jimmy 0715091


BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG 2012

I.

Identitas Umum Nama Usia Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Status Pernikahan Bangsa Tinggi Badan Berat Badan Alamat Tanggal Masuk Tanggal Pemeriksaan Ruangan : Ny. K : 20 tahun : Perempuan : Islam : Wiraswasta (Penjual Jajanan) : Sudah Menikah : Indonesia : 160 cm : 75 kg : Jl. Babakan Ciparay RT 3 RW 1 : 29 Agusus 2012 Pukul : 01:37 WIB : 30 Agustus 2012 : Elisabeth 7-2

II.

Anamnesis : Autoanamnesis Keluhan Utama : nyeri perut di ulu hati (epigastrium) dan di perut kiri atas (LUQ) Pasien datang ke IGD RSI dengan keluhan nyeri perut di ulu hati dan perut kiri atas sejak 8 jam yang lalu. Nyeri dirasakan mendadak dan terus menerus. Nyeri seperti ditusuk-tusuk dan nyeri berkurang jika berbaring atau tidak beraktifitas. Pasien sempat pingsan 2 kali selama perjalanan ke IGD RSI karena tidak bisa menahan sakit. Nyeri juga disertai mual dan muntah. Muntah hanya berisi cairan dan makanan, tidak ada darah. Nyeri tidak menjalar dan tidak berpindah. BAK : warna dalam batas normal (kuning muda), frekuensi dalam batas normal, tidak ada nyeri berkemih. BAB : 5 kali sebelum ke IGD RSI, cair, tidak ada darah, tidak ada lendir, bau normal. Menstruasi teratur, volume darah dalam batas normal, tidak ada keputihan. Mempunyai 1 anak dilahirkan normal di bidan kampung. RPD : 2 bulan yang lalu pernah mengalami keluhan yang sama. Hipertensi (-), kencing manis (+) tidak terkontrol. RPK : Ibu pasien punya riwayat maag. Hipertensi (-) UB : Pasien berobat ke dokter dan dinyatakan penyakit maag kronis dan sempat dirawat inap kira-kira 5 tahun yang lalu dan dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Riwayat Alergi : tidak ada.

Riwayat Operasi : tidak ada. Riwayat Kebiasaan : pasien sering makan makanan yang berminyak dan asam.

III.

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesan sakit Kesadaran Tanda-tanda vital : baik : ringan : Compos Mentis : Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu

: 120/80 mmHg : 80x/menit : 20x/menit : 36,50C

Kepala : bentuk dan ukuran simetris Mata : Konjungtiva anemis (-) Sklera ikterik (-) Pupil bulat, isokor, RC +/+ Leher : KGB tidak teraba membesar Thorax : bentuk dan pergerakan simetris Cor : BJM, murmur (-) Pulmo : VBS +/+ kanan = kiri, Wheezing -/-. Ronchi -/Abdomen : Inspeksi : datar, tidak ada posisi paksa Auskultasi : BU + Normal Perkusi : Timpani Palpasi : Soepel, nyeri lepas, nyeri ketok CVA (-), nyeri tekan Mc Burney (-), nyeri tekan epigastrium (+) Ektremitas: Akral hangat, CRT < 2 detik, kulit tidak kuning.

IV.

Diagnosis Banding 1. Gastritis Kronis 2. Ulkus duodeni 3. Pankreatitis

V.

Diagnosis Kerja Gastritis Kronis

VI.

Usul Pemeriksaan Laboratorium : Darah rutin (Hb, Ht, Trombosit, Leukosit, Eritrosit)

USG

BT, CT Na, K, Kreatinin Ureum, Kreatinin GDS, Amilase, Lipase : Ginjal (Traktus Urinarius) RLQ Area (Appendix) Uterus (Traktus Reproduksi)

VII.

Penatalaksanaan Terapi Medikamentosa : Omeprazole 1x1 tab Ondansetron IV

VIII. Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : ad bonam : ad bonam

Penguji I (dr. Posma Simanjuntak, Sp.B, Sp.OT.) + Bacakan kasus yang lengkap dari awal. - ...... (baca dari awal, identitas yang lengkap) + Pekerjaan pasien, wiraswasta, memangnya ada pekerjaan wiraswasta? - Tidak dok, pasien ini pekerjaannya penjual jajanan. + Tujuan kamu nanya tentang identitas selengkap ini untuk apa? - Pertama, untuk tahu data pasien ketika ingin dicari. Kedua, agar tindakan kepada pasien tidak ketukar. + Tentang nyeri kolik, apa itu nyeri kolik? Nyeri yang hilang timbul (intermiten) yang dirasakan makin lama makin hebat (crescendo) yang pada satu titik akan menghilang lalu muncul kembali, dan dapat disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, serta pasien tampak gelisah. + Bagaimana bisa terjadinya hilang timbul itu, lengkap! Kolik terjadi karena adanya suatu sumbatan pada organ berongga yang memiliki otot polos. Ketika terjadi kontraksi otot polos yang kuat dan terus menerus (hiperperistaltik) untuk mengeluarkan sumbatan tsb, maka akan terasa nyeri. Namun lama kelamaan otot polos itu akan mengalami suatu kelelahan otot / fatique sehingga nyeri hilang. + Anda men-DD pasien ini apa aja? Pertama gastritis kronis dok, terus yang kedua ulkus duodeni, pankreatitis dok soalnya saya melakukan tes nyeri ketok CVA tetapi negatif dok. + Iya, setahu saya kalau ada gastritis kronis biasanya ada ulkus peptikum, tapi ya sudah, kita ikuti saja alur anda. Sekarang bedanya ulkus duodeni dengan ulkus peptikum apa? Kalau ulkus peptikum dok, habis makan perutnya baikan dok, tapi kalau ulkus duodeni sebaliknya dok..atau sebaliknya yah dok? + Yah saya manatahu, yang ujian kan anda..saya bingung dengan jawaban anda. Tadi di anamnesis anda mengungkapkan nyeri berkurang jika tidak ada aktifitas atau tidur, memang gimana mekanismenya?

.........soalnya kalau istirahat dok, kontraksi otot polos juga akan berkurang dan asam lambung yang dihasilkan tidak akan banyak dok, jadi pasien merasa enak.

+ Oh gitu yah, saya baru dengar itu.. (bengong)

+ Menurut kamu, usulan pemeriksaan untuk pasien ini apa? Cek Hematologi rutin, lipase, amilase. Terus di USG, kalau perlu di endoskopi dok.

+ Menurut saya cek urinalisis juga perlu, soalnya pasien ini cewek dan kelainan di daerah sana ada ginjal juga, ada tidak? Oh iya, maaf dok.

Sekarang ke pertanyaan umum Pemuda 24 tahun mengalami KLL, D/ Fraktur femur 1/3 tengah sinistra terbuka + Bagaimana bisa sampai kepada diagnosis tersebut? Penanganan jika anda menjadi dokter jaga IGD? Anamnesis : nyeri pada tungkai atas kiri, tidak bisa berjalan, luka-luka, post KLL, tidak ada tanda-tanda TTIK (penurunan kesadaran, sakit kepala, mual, muntah) PF : a/r femur dextra Inspeksi : deformitas, luka, shortening, fragmen fraktur tampak dari luar, oedem Palpasi : krepitasi, gerakan abnormal (aktif dan pasif), nyeri tekan sumbu, nyeri tekan sirkuler, nyeri tarik sumbu, status pulsasi (a. Poplitea, a. Dorsalis pedis dan a. Tibialis posterior) Penanganan : 1. Airway, Breathing, Circulation 2. Monitoring TTV 3. Luka-luka dibersihkan 4. Pasang bidai yang meliputi 2 persendian agar meminimalkan mobilisasi

5. Foto rontgen femur 2 posisi (AP dan lateral), melibatkan 2 persendian --- untuk melihat adanya fraktur tulang lain yang tidak tampak dari luar. Foto thorax untuk persiapan operasi 6. Pasang IV line 7. Beri analgetik dan antibiotik, antitetanus disesuaikan status imunisasi. 8. Cek Lab hematologi rutin persiapan operasi 9. Cito operasi harus segera dioperasi karena kasus ini adalah fraktur terbuka, sehingga harus mencegah agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut.

+ Pasien datang dengan keluhan BAB berdarah, apa saja Differential Diagnosisnya? Ca colon, Ca recti, polyp colon, polyp recti, haemorrhoid, disentri amoeba.

+ Gejala klinis dari Ca recti, disentri amoeba dan haemorrhoid? Ca recti : buang besar seperti tai kambing, darah bercampur dengan feses, nyeri saat ingin BAB; Haemorrhoid : nyeri saat BAB, darah segar menetes dari anus, darah kadang bercapur feses; Disentri amoeba : nyeri saat BAB, berlendir dan berdarah, feses cair yang bercapur dengan darah dan kadang berbau asam. + Ya sudah ujian selesai. Makasih dok.

Penguji II (dr. Dono Pranoto, Sp.B, M.Kes.) + Definisi Hernia! - Hernia adalah penonjolan suatu organ atau struktur organ dari tempatnya yang normal melalui sebuah defek congenital atau di dapat. + Macam-macam hernia! - Hernia inguinalis lateralis/indirecta/obligua Hernia inguinalis medialis/directa/horizontalis Hernia reponibilis (reducible) dan Hernia irreponibilis (irreducible) + Apa itu hernia interna! - Hernia interna hernia intraperitonealis + Sebutkan vena communicans! - Vena Dodd, vena Hunter, vena Boyd, vena Sherman, vena Chochet, vena Hach/vena perforans profunda, vena poplitea perforans, vena May, vena perforans lateral.