Anda di halaman 1dari 4

Sedikit Anatomi Faring :

I. Anamnesis : 1. Identitas Pasien (Nama, Umur, Alamat.)?? 2. Menanyakan Keluhan Utama Pasien?? 3. Menayakan Adakah Sakit Menelan?? 4. M. Adakah Rasa mengganjal di tenggorokkan?? 5. M. Adakah Demam Tinggi?? 6. M. Adakah Pasien Merokok, Minum Alkohol?? 7. M. Adakah Batuk?? 8. M. Adakah Keluhan Seing Kambuh?? 9. M. Adakah lendir di tenggorokkan yang keluar dari belakang hidung?? 10. M. Adakah Dahak atau Rehak di tenggorokkan?? II. Gejala Klinis : Gejala : Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Gejala lainnya adalah: - demam - pembesaran kelenjar getah bening di leher

- peningkatan jumlah sel darah putih. Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri. Jenis faringitis :
Faringitis Virus : Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan Demam ringan atau tanpa demam Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar Tes apus tenggorokan memberikan hasil negative Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri Faringitis Bakteri : Sering ditemukan nanah di tenggorokan Demam ringan sampai sedang Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium

III. Pemeriksaan : Pemeriksaan Faring

Gambaran Faringitis ec Virus :

Gambaran Faringitis ec Bakteri :

IV. WD & DD WD : Tentukan berdasarkan lihat gejala klinis dan gambaran pada daerah faring. Dimana faringitis terbagi atas 2 karena Infeksi Virus bisa juga karena Infeksi Bakteri.. : Tonsilo Faringitis, Laringitis, Tracheitis.

DD

V. Penatalaksanaan NM: 1. Istirahat di tempat tidur mungkin dianjurkan bersama dengan obat untuk mengurangi demam dan / atau sakit. 2. Untuk mengurangi nyeri tenggorok dapat diberikan obat antinyeri (analgetik) seperti asetaminofen, obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye.

3. Untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada saluran faring, pada pasien dapat dianjurkan untuk mengurangi makanan yang berminyak dan panas, juga dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin agar metabolisme lebih dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. 4. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat dapat dibantu dengan menggunakan kompres dan masukan cairan yang cukup (air putih), hindari minuman yang terlalu dingin dan bersoda. Hindari asap rokok, debu, polutan lainnya. Madu dapat membantu mempercepat penyembuhan. MM: 1. Jika disebabkan virus maka pengobatan bersifat simtomatik (hanya mengobati gejala), tidak diberikan antibiotika. Bisa dibantu dengan obat-obatan imunomodulator. Pada viral faringitis pasien dianjurkan untuk istirahat, minum yang cukup dan berkumur dengan air hangat. Pada penderita yang disebabkan oleh virus makan diberikan asperia, acetominophen (tylenol) untuk membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tenggorokan. Dianjurkan untuk beristirahat dirumah, karena faringitis yang disebabkan oleh viru dapat sembuh sendiri.6 2. Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotika. Penting bagi penderita untuk meminum obat antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter, agar tidak terjadi resistensi pada kuman penyebab faringitis. Pada faringitis akibat bakteri terutama bila diduga penyebabnya streptococuss group A diberikan antibiotik yaitu Penicillin G Benzatin 50.000 U/kgBB/IM dosis tunggal atau Amoksillin 50mg/kgBB dosis dibagi 3kali/hari selama 10 hari dan pada dewasa 3x500mg selama 6-10 hari atau eritromisin 4x500mg/hari. Selain antibiotik juga diberikan kortikosteroid karena steroid telah menunjukkan perbaikan klinis karena dapat menekan reaksi inflamasi. Steroid yang dapat diberikan berupa deksametason8-16mg/IM sekali dan pada anak-anak 0,080,3mg/kgBB/IM sekali, dan pada pasien dengan faringitis akibat bakteri dapat diberikan analgetik, antipiretik dan dianjurkan pasien untuk berkumur-kumur dengan menggunakan air hangat atau antiseptik. 3. Pada faringitis kronik hiperplastik dilakukan terapi lokal dengan menggunakan kaustik faring dengan memakai zat kimia larutan nitras argenti atau dengan listrik. Pengobatan simptomatis diberikan obat kumur, jika diperlukan dapat diberikan obat batuk antitusif atau ekspetoran. Penyakit pada hidung dan sinus ditujukan pada rhinitis atrofi dan untuk faringitis kronik atrofi hanya ditambahkan dengan obat kumur dan pasien disuruh menjaga kebersihan mulut.