Anda di halaman 1dari 13

A.

Sejarah Desain Grafis

Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban


manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai
diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad
pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat
dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari
Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M,
N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk
mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W
dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.

Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku
menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada
masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah
buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan
berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes),
maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal
dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis tebalannya dapat
mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan
ramping, huruf-huruf tersebut dapat ditulisakan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu
halaman buku.

Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perkembangan desain grafis.
Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan pada
tahun 1447 dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman
untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan
produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi
pada masa kebangkitan kembali Eropa.

1851, The Great Exhibition

Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851,pada saat
Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi
industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca,
sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.

1892, Aristide Bruant, Toulouse-Lautrec

Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec


melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang
menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia. Walaupun lithography ditemukan di Austria
oleh Alois Senefelder pada tahun 1796, Toulouse-Lautrec membantu tercapainya peleburan
industri dan seni.

1910, Modernisme

Modernisme terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Sebuah
dogma yang menjadi nafas desain modern adalah “Form follow Function” yang di lontarkan oleh
Louis Sullivan.Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan
sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan ´bahasa
mesin´, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak
sesuai dengan ´estetika mesin´
1916, Dadaisme

Suatu pergerakan seni dan kesusasteraan (1916-23) yang dikembangkan mengikuti masa
Perang Dunia Pertama dan mencari untuk menemukan suatu kenyataan asli hingga
penghapusan kultur tradisional dan bentuk estetik. Dadaism membawa gagasan baru, arah dan
bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja,
sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.

1916, De Stijl

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang
dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De
Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan
komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit
Rietveld.

1918, Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai
oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia
berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah
dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gamabr dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu
monumen untuk Komunis Internasional.

1919, Bauhaus

Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius.
Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar
untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada
fungsi bukannya hiasan.

1928-1930, Gill Sans

Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf
Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi
klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka
ragam (great versatility).

1931, Harry Beck

Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London
(London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung
sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana
cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.

1950s, International Style

International atau Swiss style didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti
De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip
matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi
ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.
1951, Helvetica

Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu
tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak
masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk,
nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34
model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.

1960s, Psychedelia and Pop Art

Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi
lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop
Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah
adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp
dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.

1984, Émigré

Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan
komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing
( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.

A. 1. Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap
gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis
diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat
merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan),
atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di
dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Pengolah grafis termasuk kategori yang memiliki penggemar yang sangat banyak
mengingat tingkat aplikatifnya yang relatif tinggi dibandingkan dengan misal, pemrograman atau
jaringan. Software pengolah gambar secara umum terbagi dalam dua bagian besar meskipun
tidak mutlak, yaitu pengolah vektor dan bitmap.
1. Vektor adalah serangkaian instruksi matematis yang dijabarkan dalam bentuk, garis,
dan bagian-bagain lain yang saling berhubungan dalam sebuah gambar. Ukuran file relatif kecil
dan jika diubah ukurannya (seperti gambar dibawah ini) kualitasnya tetap. Contoh file vector
adalah .wmf, swf , cdr dan .ai. Dan sering dipakai dalam membuat logo, animasi, ilustrasi, kartun,
clipart dsb.
2. Bitmap adalah gambar bertipe raster. Mengandalkan jumlah pixel dalam satu satuan
tertentu. Semakin rapat pixel maka semakin baik kualitas gambar. Sebaliknya jika dipaksa
diperbesar akan terlihat pecah (seperti gambar dibawah ini). Besar file yang dihasilkan
cenderung besar. Contoh bitmap adalah .bmp, .jpg, .gif.
A. 2. Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan
brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan
dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis
bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

A. 3. Prinsip dan Unsur Desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur
tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-
prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme
(rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk
aspek struktural komposisi yang lebih luas.

A. 4. Peralatan Desain Grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar
tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain
sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi
perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan
komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah
payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata
letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk
mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks
secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk
menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

A. 5. Proses Desain Grafis


Michael Kroeger dalam situsnya www.mkgraphic.com memaparkan lima tahapan proses desain
grafis, yaitu:
a. Pembentukan terdiri atas gagasan dan riset; tipe, bentuk dan foto; tata letek dan pesan.
b. Analisis terdiri atas pengulangan, kesimpulan dan inspirasi
c. Audiens terdiri atas klien, kelompok sasaran dan komunikasi
d. Metode pekerjaan yang menuntut pekerjaan yang kompleks
e. Perlengkapan terdiri atas komputer, printer laser, paket perangkat lunak; konstruksi; dan
perencanaan.

Produk-Produk Desain Grafis


Permana (1994) mencatat beberapa pembagian produk-produk yang bisa
dihasilkan dari pekerjaan desain grafis, yaitu:

1.Dokumen yang bersifat persuasive:


• iklan • permohonan undangan
• undangan • poster
• selebaran • brosur
• prospektus

2. Dokumen yang menunjukkan identitas


• kartu nama • label dan tag
• sertifikat dan izazah • alat tulis kantor
3. Dokumen yang memberikan informasi
• brosur • daftar produk
• rencana pengajaran • program
• proposal • lembaran kerja
• jadwal • laporan
4. Publikasi berkala dan tidak
• newsletter • buletin
• majalah • tabloid
• laporan penelitian • koran dinding
• jurnal • pengumuman
5. Dokumen yang menghendaki jawaban
• daftar isian riwayat hidup • lembar soal
• formulir • kuesioner
• lembar isian
6. Dokumen yang memberikan referensi
• kalender • daftar barang
• direktori • jadwal
• buku telepon • buku alamat
7. Dokumen yang menunjukkan suatu proses
• kurikulum • prosedur latihan
• manual kerja • petunjuk
• manual latihan • resep masakan

B. Software Desain Grafis

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing

Desktop publishing adalah sebuah sistem di mana terdiri atas beberapa komponen, yaitu:
komputer pribadi, alat pencetak (printer), mesin pemindai (scanner) dan beberapa perangkat
lunak dan periferal lainnya yang mendukung. Dan dalam penggunaannya tidak membutuhkan
ruang dan personel yang banyak (dilakukan sendiri). Kini hal ini lazim disebut sebagai sistem
komputer grafis. Contoh softwarenya adalah sebagai berikut:

1. Adobe Photoshop
2. Adobe Illustrator
3. Adobe Indesign/PageMaker
4. Coreldraw
5. GIMP
6. Inkscape
7. Macromedia Freehand
Web Design

Desain halaman web (Web Design) adalah proses konseptualisasi, perencanaan,


pemodelan, pelaksanaan dan media elektronik konten pengiriman melalui Internet dalam bentuk
teknologi (seperti bahasa markup) dan interpretasi cocok untuk ditampilkan dengan web browser
atau web lain berbasis grafis antarmuka pengguna (GUIs).
Tujuan web desain adalah untuk membuat sebuah situs web (koleksi file elektronik yang berada
pada satu atau lebih web server) yang menyajikan konten (termasuk fitur interaktif atau
antarmuka) kepada pengguna akhir dalam bentuk halaman web sekali diminta. Elemen tersebut
sebagai teks, formulir, dan bit-dipetakan gambar (GIFs, JPEGs, PNGs) dapat ditempatkan pada
halaman menggunakan HTML, XHTML, atau XML tag. Menampilkan lebih kompleks media
(vector grafis, animasi, video, suara) biasanya memerlukan plug-in seperti Flash, QuickTime,
Jawa berjalan-waktu lingkungan, dll Plug-in juga dimasukkan ke dalam halaman web dengan
menggunakan tag HTML atau XHTML.
Beberapa software yang digunakan dalam Web Design antara lain:

1. Macromedia Dreamweaver
2. Microsoft Frontpage
3. Notepad

Audiovisual

Audiovisual merupakan istilah dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut Perangkat
soundsistem yang dilengkapi dengan penampilan gambar, biasanya digunakan untuk presentasi,
home theater, dsb. Berikut beberapa software yang dapat digunakan:

1. Adobe After Effect


2. Adobe Premier
3. Final Cut
4. Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

Rendering 3 Dimensi

Rendering 3 Dimensi adalah merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam bidang
perancangan dan arsitektur. Khususnya dalam proyek perancangan bangunan dan penataan
interior yang menggunakan konsep tiga dimensi (3D). beberapa software yang biasa digunakan
dalam bidang ini adalah sebagai berikut:

1. 3D StudioMax
2. Maya
3. AutoCad

C. Ruang Lingkup Pekerjaan Desain Grafis

Sebelum istilah desain grafis dikenal luas, orang-orang yang berkecimpung di dunia
grafika/percetakan dan media mengenal istilah layouter sebagai orang yang bertugas
menataletak huruf-huruf dan gambar pada bidang kertas cetak. Sebelumnya juga dikenal dengan
typesetter. Setelah digunakannya teknologi komputer pribadi (personal computer/PC) untuk
membuat publikasi, pada tahun 80-an kita juga mengenal istilah desktop publishing (DTP). Istilah
ini merujuk pada kemampuan komputer untuk mempermudah manusia membuat publikasi,
mengatur tata letak dan cetak gambar dan teks.
Dapat disimpulkan juga bahwa pekerjaan desain grafis melingkupi segala bidang yang
membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks
dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada
komunikan seefektif mungkin.
Contoh konkret dalam media publikasi tercetak adalah brosur, surat kabar
(koran, majalah, tabloid, newsletter, buletin), poster, kalender, buku, jurnal,
iklan cetak, stiker, sampul CD atau kaset dan lain sebagainya. Maka desainer
grafis sesungguhnya dapat bekerja di mana saja, sejauh ia dibutuhkan
membuat sebuah tampilan visual.

Ruang lingkup desain grafis

Secara garis besar, desain grafis meliputi:


- Percetakan/printing/media cetak meliputi desain buku, majalah, poster, pamflet, periklanan,
majalah, surat kabar, tabloid dll
- Web Desain
- Animasi, Film
- desain arsitek, desain industri

D. Konsep Arti Warna dan Tipografi

D.1. Tipografi
Tipografi adalah sebuah disiplin khusus dalam desain grafis yang mempelajari mengenai
seluk beluk huruf (font). Huruf-huruf tersebut dikelompokkan menurut beberapa kategori tertentu.
Hal ini menunjukkan demikian banyaknya jenis dan karakter huruf yang bisa digunakan dalam
desain publikasi. Sebab beberapa jenis huruf bisa menciptakan kesan-kesan tertentu sesuai
dengan tema publikasi. Kesan misteri misalnya sangat sulit dibangun jika Anda menggunakan
jenis font Arial untuk judul tulisan. Tapi, sebaiknya Anda menggunakan jenis font Nosferatu atau
Mystery. Atau ketika Anda dihadapkan membuat desain iklan pernikahan, maka Anda bisa
menggunakan font huruf sambung (script) sebagai title dan arial sebagai body text-nya.
Berdasarkan fungsinya tipografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu text types dan display types.
Untuk text types gunakan ukuran 8 hingga 12 pt (point). Jenis ini biasanya digunakan utuk badan
teks (body text/copy) Sedangkan untuk display types, gunakan 14 pt ke atas.

1. Huruf Serif
Jenis huruf ini memiliki garis-garis kecil yang disebut counterstroke pada ujung-ujung
badan huruf. Garis-garis tersebut berdiri horisontal terhadap badan huruf. Huruf serif dikenal lebih
mudah dibaca karena kaitnya tersebut menuntun pandangan pembaca membaca baris teks yang
sedang dibacanya.
Contoh: Times New Roman, Garamond, Book Antiqua, Bitstream Vera
Serif, Palatino Linotype, Bookman Old Style, Calisto MT, Dutch, Euro
Roman, Georgia, Pan Roman, Romantic, Souevenir, Super French dan lain-
lain.

Gambar 1. Times New Roman

Gambar 2. Garamond
Gambar 3. Book Antiqua
2. Huruf Sans Serif
Jenis huruf ini tidak memiliki garis-garis kecil yang disebut counterstroke. Huruf ini
berkarakter streamline, fungsional, modern dan kontemporer.
Contoh: Arial, Futura, Avant Garde, Bitstream Vera Sans, Century Gothic
dan lain sebagainya.

Gambar 4. Arial

Gambar 5. Century Gothic

3. Huruf Blok
Huruf Blok memiliki ketebalan badan yang cukup mencolok. Sosoknya yang gemuk dan
terkesan berat, sering digunakan sebagai headline (judul berita) atau tagline copy dalam iklan.
Contoh: Haettenschweiler, Futura XBlk BT, Impact, Freshet dan lain-lain.

Gambar 6. Impact

4. Huruf Script
Jenis huruf ini menyerupai tulisan tangan sehingga mengesankan karakter yang alami dan
personal. Contoh: Freeport, Freehand575, English Vivace, dan lain sebagainya.

Gambar 7. Augie

Gambar 8. Greg’s Hand

5. Huruf Black Letter


Huruf ini sangat khas karakternya klasik dan memang sangat berbeda daripada yang lain,
walaupun kini banyak variasi yang diciptakan. Orang awam biasa menyebut sebagai huruf
jerman. Contoh: Centaurus, Antlia, Aquarus dan lain-lain.

Gambar 9. Centaurus

6. Huruf Graphics
Huruf ini cenderung mengesankan gambar, tanpa menghilangkan makna bahwa yang
ditunjukkannya adalah sesungguhnya huruf yang bermakna.
Gambar 10. Heartland regular

Gambar 11. Ennobled Pet

D. 2. Konsep Warna

Dalam pengolahan image, dikenal dua macam warna paling populer yang menjadi standar
internasional, yaitu RGB dan CMYK.
1. RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue. 3 warna dasar yang dijadikan patokan warna
secara universal (primary colors). Dengan basis RGB, seorang desainer bisa mengubah warna
ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal. Dasar warna ini
menjadi standar pasti dalam konteks profesional, seorang desainer tidak bisa mengatakan
sebuah warna berdasar pertimbangan subektif, misal: biru muda menurut orang awam adalah
birunya langit di siang yang cerah, hal ini bisa jadi berbeda bagi orang lain dengan pertimbangan
yang lain pula.
Untuk menyamakan persepsi dalam definisi warna, perlu adanya standar internasional dalam
konteks kerja profesional. Dengan standar RGB, seorang desainer dapat mengatakan warna
dengan komposisi angka yang jelas, warna biru memiliki komposisi perpaduan antara unsur Red,
Green, Blue dengan derajat angka untuk R : 115 – G : 221 – B : 240.
2. Standar warna internasional lainnya yang digunakan untuk dunia percetakan adalah CMYK
yang merupakan Singkatan dari Cyan – Magenta - Yellow, dan K mewakili warna hitam. Seperti
halnya RGB, CMYK menggunakan standardisasi warna dalam koordinat. Rangenya antara 0 –
100 sehingga kehadiran unsur K sangat menentukan. Berapapun koordinat CMY-nya, selama K-
nya 100 maka warna tersebut akan jadi warna hitam. CMYK merupakan standar warna berbasis
pigment-based, menyesuaikan diri dengan standar industri printing. Sampai saat ini dunia cetak-
mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apapun.

D. 3. Arti warna

Jenis Warna Arti Luas Respon Psikologi Pemakaian Warna


Power, energi,
kehangatan, cinta, Ini adalah warna yang
nafsu, agresi, bahaya. dinamis dan dramatis.
Catatan: Warna Bila dipakai dalam
Merah kadang dunia profesional
Melambangkan
berubah arti jika memiliki kesan yang
kekuatan, kemauan,
dikombinasikan sangat kuat. Warna ini
eksentrik, aktif,
dengan warna lain. tak cuma
agresif, bersaing,
Merah dikombinakan memengaruhi
Merah warna ini memberikan
dengan Hijau, maka psikologi tapi juga
pengaruh
akan menjadi simbol fisik. Penelitian
berkemauan keras
Natal. Merah jika menunjukkan
dan penuh semangat.
dikombinasikan denga menatap warna merah
Putih, akan bisa meningkatkan
mempunyai arti detak jantung dan
‘bahagia’ di budaya membuat kita
Oriental. bernapas lebih cepat.

Biru Melambangkan Kepercayaan, Biru memiliki arti stabil


kekuatan, kemauan, Konservatif, karena itu adalah
eksentrik, aktif, Keamanan, Tehnologi, warna langit. Meski
agresif, bersaing, Kebersihan, langit kelabu dan akan
hujan, kita tahu di atas
Keteraturan.
awan-awan itu warna
Catatan: Banyak
warna ini memberikan langit tetaplah biru.
digunakan sebagai
pengaruh Biru tua lebih cocok
warna pada logo Bank
berkemauan keras untuk sesuatu yang
di Amerika Serikat
dan penuh semangat. formal atau seragam,
untuk memberikan
sementara biru muda
kesan ‘kepercayaan’.
untuk yang sifatnya
non formal.
Melambangkan Alami, Sehat,
elastisitas keinginan. Keberuntungan,
Cenderung pasif, Pembaharuan. Warna hijau cocok
bertahan, mandiri, Catatan: Warna Hijau dipakai untuk suasana
posesif, susah tidak terlalu ’sukses’ santai. Sedangkan
menerima pemikiran untuk ukuran Global. hijau pastel cocok
orang lain. Pengaruh Di Cina dan Perancis, untuk
Hijau
dari warna ini antara kemasan dengan mengekspresikan
lain teguh dan kokoh, warna Hijau tidak kegembiraan. Hijau
mempertahankan begitu mendapat melambangkan alam,
miliknya, keras sambutan. Tetapi di kehidupan, dan simbol
kepala, dan Timur Tengah, warna fertilitas.
berpendirian tetap. Hijau sangat disukai.

Banyak orang yang


kurang pede memakai
warna ini karena takut
terlihat mencolok.
Warna ini bersifat Optimis, Harapan, Padahal warna kuning
menonjol, semangat Filosofi, Ketidak hadir dalam berbagai
untuk maju dan jujuran, Pengecut variasi, mulai dari
toleransi tinggi. (untuk budaya Barat), pastel hingga kuning
Kuning Pengaruh warna ini pengkhianatan. cerah. Warna kuning
antara lain riang, Catatan: Kuning akan meningkatkan
dermawan, dan adalah warna keramat konsentrasi, itu
sukses. dalam agama Hindu. sebabnya warna ini
dipakai untuk kertas
legal atau post it.
Kuning juga
merupakan warna
persahabatan.
Ungu Ungu adalah Spiritual, Misteri, Warna ungu pada
campuran warna Kebangsawanan, zaman kerajaan
merah dan biru. Transformasi, seringkali dipakai
Menggambarkan Kekasaran, untuk melambangkan
sikap ‘gempuran’ Keangkuhan. kekuasaan dan
keras yang Catatan: Warna Ungu pemerintahan. Ungu
dilambangkan dengan sangat jarang ditemui tua memberi kesan
warna biru. di alam. lebih elegan.
Perpaduan antara
keintiman dan erotis
atau menjurus
kepengertian yang
dalam dan peka.
Bersifat kurang teliti
namun penuh
harapan.

Warna oranye
memberikan kesan
Melambangkan kegembiraan dan
kekuatan, kemauan, keceriaan. Warna ini
Energy,
eksentrik, aktif, cocok digunakan
Keseimbangan,
agresif, bersaing, untuk situasi yang
Kehangatan.
Oranye warna ini memberikan meriah dan ramai.
Catatan: Menekankan
pengaruh Cocok pula digunakan
sebuah produk yang
berkemauan keras untuk
tidak mahal.
dan penuh semangat. menggambarkan jiwa
anak-anak yang
masih senang
bermain.
Tanah/Bumi,
Warna coklat
Reliability, Comfort,
memberikan kesan
Daya Tahan. Catatan:
alami, karena coklat
Natural, terkesan Kemasan makanan di
juga merupakan
alami, warna dasar Amerika sering
warna tanah, yang
(foundation) kulit. memakai warna
Coklat merupakan salah satu
Terkesan kokoh dan Coklat dan sangat
unsur di alam ini.
kuat seperti batang sukses, tetapi di
Warna ini juga cukup
pohon. Kolumbia, warna
serasi jika digunakan
Coklat untuk kemasan
untuk situasi yang
kurang begitu
formal dan resmi.
membawa hasil.
Power, Seksualitas,
Elegan, kuat,
Kecanggihan,
sophisticated
Kematian, Misteri,
Hitam punya reputasi
Ketakutan,
buruk. Warna ini Warna hitam mudah
Kesedihan,
dipakai oleh para dipadukan dengan
Keanggunan.
penjahat di komik warna apa pun. Dapat
Catatan:
atau film. Hitam juga juga ditambahkan
Melambangkan
melambangkan duka sedikit keceriaan,
kematian dan
Hitam dan murung. Tapi, misalnya
kesedihan di budaya
hitam juga punya sisi menggunakan warna
Barat. Sebagai warna
lain, misalnya saja cerah, warna
Kemasan, Hitam
untuk menyatakan bebatuan, warna
melambangakan
sesuatu yang abadi, merah, atau stiletto
Keanggunan
klasik, dan secara warna silver.
(Elegance),
universal dianggap
Kemakmuran (Wealth)
sebagai warna yang
dan Kecanggihan
melangsingkan.
(Sopiscated).
Intelek, Masa Depan Abu-abu adalah
Serius, bisa
(kayak warna warna yang kuat dan
diandalkan dan stabil
Milenium), praktikal. Tapi bila
Warna abu-abu
Kesederhanaan, warna ini dipakai
adalah warna alam. Di
Kesedihan. Catatan: terlalu banyak akan
Abu Abu luar sana warna abu-
Warna Abu abu dianggap
abu merupakan warna
adalah warna yang membosankan. Beri
yang permanen,
paling sentuhan warna lain,
misalnya batu atau
gampang/mudah warna yang cukup
karang.
dilihat oleh mata. cerah.
Cinta, kasih sayang,
Feminine, Kasih
kelembutan, feminin Bila ingin memberi
Sayang, Cinta, Manja,
Warna yang disukai kesan lebih sensual,
Keremajaan. Catatan:
banyak wanita ini jangan gunakan
Warna pink memiliki
menyiratkan sesuatu warna ini. Warna pink
Pink kesan lebih lembut
yang lembut dan yang lembut cocok
dibandingkan dengan
menenangkan, tapi untuk kesan yang
warna merah dan
kurang bersemangat romantis, bukan
memberi kesan
dan membuat energi menggairahkan.
romantis.
melemah.

E. PORTOFOLIO

1. Konsep Warna

Pada image tersebut lebih banyak didapati warna biru. Penggunaan warna biru lebih
dominan agar image tersebut terkesan lebih simple, soft, dan teratur. Sesuai dengan sifat dan
karakter dari warna tersebut. Dengan sedikit aksen warna hijau, image tersebut terkesan lebih
natural dan menyejukkan. Warna hijau sengaja dipilih karena merupakan warna yang cukup
mudah untuk dipadukan dan melengkapi warna lainnya. Dengan latar warna biru dan perpaduan
warna hijau membuatnya tampak lebih menyatu dan serasi.

2. Konsep Huruf

Pada image tersebut digunakan empat jenis font tulisan yang berbeda. Untuk penulisan
“God’s Love 4 Me”, digunakan font Crazy Harold. Font tersebut mempuntai bentuk yang unik dan
terkesan personal. Sedangkan untuk penulisan “Happy Birthday to you…”, digunakan font Greg’s
Hand. Jenis font ini termasuk dalam jenis huruf script. Untuk penulisan “a friend is…” digunakan
font ITC Franklin Gothic. Font ini juga dapat digolongkan kedalam jenis huruf sans serif. Dan
yang terakhir, dalam penulisan “Komisi remaja…” digunakan font Arial Blok. Font ini termasuk
kedalam jenis huruf sans serif.

3. Konsep Visual

Pada image tersebut dapat kita lihat beberapa objek, seperti seorang gadis berkacamata,
tanaman yang berbentuk hati, bunga, dan kalimat-kalimat. Gadis yang berkacamata secara tak
langsung menyiratkan bagaimana karakter dari penerima kartu tersebut. Tanaman yang dibentuk
menyerupai hati melambangkan cinta kasih yang ingin disampaikan kepada si penerima kartu.
Bunga tulip putih melambangkan kepolosan dan kesucian yang dimiliki oleh gadis-gadis remaja.
Kalimat-kalimat yang ditulis menyampaikan secara langsung pesan yang ingin disampaikan oleh
si pemberi kepada si penerima kartu tersebut.