Anda di halaman 1dari 18

STRATEGI PELAKSANAAN HDR Pertemuan ke : 1 A.

KONDISI KLIEN DS : - Pasien mengatakan malu kepada orang lain - Pasien mengatakan tidak percaya diri, meragukan kemampuan dirinya sendiri DO : - Pasien terlihat menyendiri, kontak mata kurang, menunduk, tidak mau bicara B. DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah

C. TUJUAN MENGGUNAKAN SP 1. Tujuan a. Pasien mampu menfidentufikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki b. Pasien mampu menilai kemampuan yang masih dapat digunakan c. Paien mampu memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien d. Paien mampu melakukan kemampuan yang dipilih e. Pasien mampu memasukan kegiatan dalam jadwal kegiatan harian D. STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 dengan HDR a. Fase Orientasi 1. Salam terapeutik a. Mengucapkan salam b. Menanyakan nama c. Menanyakan panggilan yang disukai d. Menyampaikan maksud dan tujuan 2. Evaluasi / validasi a. Menanyakan perasaaan / keadaan klien saat ini b. Menanyakan masalah yang dialami klien 3. Kontrak a. Menyepakati topik pembicaraan b. Menyepakati waktu pembicaraan c. Menyepakati tempat pembicaraan

b. Fase Kerja 1. Menanyakan kepada pasien tentang kegiatan yang disukai pasien 2. Menanyakan pekerjaan pasien 3. Menanyakan hobi pasien 4. Menanyakan kegiatan yang dilakukan waktu senggang 5. Menanyakan kegiatan yang biasa dilakukan pasien 6. Membantu , menilai kemampuan yang masih bias dilakukan di rumah sakit, rumah, lingkungan 7. Membantu memilih kegiatan yang bias dilakukan dirumah sakit 8. Mendampingi pasien melakukan kegiatan yang dipilih 9. Memberikan arahan atau masukan untuk pasien saat melakukan kegiatan yang belum benar 10. Memberikan reward kepada pasien 11. Membantu pasien memasukan dalam jadwal harian

b. Fase Kerja T,apa saja kemampuan yang T miliki ? Bagus ,apa lagi? Saya buat daftarnya ya! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa T lakukan ? Bagaimana dengan merapikan kamar? Menyapa? Mencuci piring .dst. Wah ,bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang T miliki. T,dari lima kegiatan kemampuan ini ,yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ? Coba kita lihat ,yang pertama bisakah ,yang keduasampai 5 (misalnya ada 3 yang masih bisa dilakukan).Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa kerjakan di rumah sakit ini. Sekarang ,coba T pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini. O yang nomor satu ,merapikan tempat tidur? Kalau begitu,bagaimana kalau sekarang kita latihan merapikan tempat tidur T.Mari kita lihat tempat tidur T.Coba lihat ,sudah rapikah tempat tidurnya? Nah kalau kita mau merapikan tempat tidur ,mari kita pindahkan dulu bantal dan n selimutnya.bagus!Sekarang kita angkat spreinya dan kasurnya kita balik.Nah,sekarang kita pasang lagi spreinya ,kita mulai dari atas ya bagus! Sekarang sebelah kaki ,tarik dan

masukkan ,lalu sebelah pinggir masukkan .Sekarang ambil bantal,rapikan dan letakkan di sebelah atas kepala.Mari kita lipat selimut ,nah letakkan sebelah bawah kaki ,bagus! T sudah bisa merapikan tempat tidur dengan baik sekali .Coba perhatikan bedakah dengan sebelum dirapikan ?Bagus Coba T lakukan dan jangan lupa member tanda MMM (mandiri) kalau T lakukan tanpa disuruh ,tulis B(bantuan ) jik a diingatkan bisa melakukan ,dan T ( tidak) melakukan . c. Fase Terminasi 1. Evaluasi : a) Subjektif : Menanyakan kepada pasien perasaan setelah bincang bincang b) Objektif : Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan 2. Rencana Tindak Lanjut Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan dan memasukan dalam jadwal harian klien 3. Kontrak a. Menyepakati topic pembicaraan yang akan datang b. Menyepakati waktu pembicaraan yang akan datang c. Menyepakati tempat pembicaraan yang akan datang

STRATEGI PELAKSANAAN ISOLASI SOSIAL Pertemuan ke : 1 A. KONDISI KLIEN DS : - Pasien mengatakan malu kepada orang lain - Pasien mengatakan tidak mau berinteraksi dengan orang lain DO : - Pasien terlihat menyendiri - Kontak mata pasien kurang, tampak merunduk - Pasien tidak mampu memulai pembicaraan B. DIAGNOSA KEPERAWATAN Isolasi Sosial : Menarik diri

C. TUJUAN MENGGUNAKAN SP 1. Tujuan a. Pasien mampu menfidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien b. Pasien mampu mengidentifikasi keuntungan berinteraksi dengan orang lain c. Paien mampu mengidentifikasi kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain d. Paien mampu berkenalan dengan satu orang e. Pasien mampu memasukan kegiatan dalam jadwal kegiatan harian D. STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 dengan Iasolasi Sosial a. Fase Orientasi 1. Salam terapeutik a. Mengucapkan salam b. Berjabat tangan c. Memperkenalkan diri d. Menanyakan nama c. Menanyakan panggilan yang disukai d. Menyampaikan maksud dan tujuan 2. Evaluasi / validasi a. Menanyakan perasaaan / keadaan klien saat ini b. Menanyakan masalah yang dialami klien 3. Kontrak

a. Menyepakati topik pembicaraan b. Menyepakati waktu pembicaraan c. Menyepakati tempat pembicaraan b. Fase Kerja (jika pasien baru) siapa saja yang tinggal serumah? Siapa yang paling dekat dengan S? siapa yang jarang bercakap-cakap dengan S? apa yang membuat S jarang bercakap-cakap dengannya? (jika pasien sudah lama dirawat) apa yang S rasakan selama S dirawat disini? ().S merasa sendirian? Siapa saja yang S kenal di ruangan ini? apa saja kegiatan yang bisa S lakukan dengan teman yang S kenal? apa yang menghambat S dalam berteman atau bercakap-cakap dengan pasien yang lain? menurut S apa saja keuntungannya kalau kita mempunyai teman? Wah benar, ada pasien bercakap-cakap. Apa lagi? (sampai pasien dapat menyebutkan beberapa ) nah, kalau kerugiannya tidak mempunyai teman apa ya S? ya, apa lagi? (sampai pasien dapat menyebutkan beberapa) jadi banyak juga ruginya tidak punya teman ya. Kalau begitu inginkah S belajar bergaul dengan orang lain? bagus. Bagaimana kalau sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain begitu lho S, untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan dulu nama kita dan nama panggilan yang kita suka asal kita asal kita dan hobi. Contoh: nama saya S, senang dipanggil Si, asal saya dari bireun, hobi memasak. selanjutnya S menanyakan nama orang yang diajak berkenalan, contohnya begini: nama bapak siapa? Senang dipanggil apa? Asalnya dari mana? Hobinya apa? Ayo S dicoba? Misalnya saya belum kenal dengan S. coba berkenalan dengan saya! ya bagus sekali! Coba sekali lagi, bagus sekali. setelah S berkenalan dengan orang tersebut S melanjutkan percakapan tentang hal-hal yang menyenangkan S bicarakan. Misalnya tentang cuaca, tentang hobi, tentang keluarga, pekarjaan dan sebagainya.

b. Fase Kerja 1. Identifikasi penyebab isolasi sosial pasien a. Menanyakan pasien menyendiri ada apa? b. Menanyakan mengapa pasien tidak mau berkumpul dengan teman c. Menanyakan kebiasaan pasien berkomunikasi dirumah d. Menanyakan siapa yang paling dekat dirumah e. Menanyakan mempunyai teman atau tidak dan berapa banyak f. Menanyakan apakah sudah kenal dengan perawat atau pasien lain 2. Dikusi dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain a. Menanyakan pada klien apakah manfaat bila mempunyai teman ( apersepsi ) b. Memberikan reinforment positif bila klien dapat menyebutkan beberapa manfaat mempunyai teman, lalu perawat menjelaskan manfaat mempunyai teman kepada klien 3. Diskusi dengan pasien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain a. Menanyakan pada klien apa saja kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain b. Memberikan reinforcement positif bila klien dapat menyebutkan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain , lalu perawat menjelaskan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain pada klien. 4. Mengajarkan pasien berkenalan dengan satu orang a. Meminta klien untuk menjelaskan cara klien berkenalan dengan orang lain selama ini b. Menjelaskan kepada klien tentang cara berkenalan yang baik c. Menanyakan pada klien apakah klien sudah mengerti bagaimana cara berkenalan yang baik d. Perawat mendemontrasikan cara berkenalan dengan klien e. Memberikan kesempatan pada klien untuk mencoba melakukan cara berkenalan yang baik dengan orang lain

f. Memberikan reinforment positif setelah klien mencoba berkenalan dengan orang lain 5. Perawat membantu klien untuk memasukan dalam jadwal harian c. Fase Terminasi 1. Evaluasi : a) Subjektif : - Menanyakan kepada pasien perasaan setelah bincang bincang - Menanyakan kembali keuntungan dan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain - Menanyakan kembali cara berkenalan yang baik b) Objektif : Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan 2. Rencana Tindak Lanjut Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan dan memasukan dalam jadwal harian klien 3. Kontrak a. Menyepakati topic pembicaraan yang akan datang b. Menyepakati waktu pembicaraan yang akan datang c. Menyepakati tempat pembicaraan yang akan datang \

STRATEGI PELAKSANAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI Pertemuan ke : 1 A. KONDISI KLIEN DS : - Pasien mengatakan mendengar suara suara - Pasien mengatakan mendengar suara yang mengajak bercakap cakap - Pasien mengatakan mendengar suara menyuruh melakukan sesuatu yang berbahaya DO : - Pasien terlihat bicara atau tertawa sendiri - Marah marah tanpa sebab, menutup telinga

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi

C. TUJUAN MENGGUNAKAN SP 1. Tujuan a. Pasien mampu menfidentifikasi jenis halusinasi pasien b. Pasien mampu mengidentifikasi isi halusinasi pasien c. Paien mampu mengidentifikasi waktu halusinasi pasien d. Paien mampu mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien e. Pasien mampu mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi f. Pasien mampu mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi g. Pasien mampu menghardik halusinasi h. Pasien mampu memasukan cara menghardik kedalam jadwal kegiatan harian D. STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 dengan Halusinasi a. Fase Orientasi 1. Salam terapeutik a. Mengucapkan salam b. Berjabat tangan c. Memperkenalkan diri d. Menanyakan nama

c. Menanyakan panggilan yang disukai d. Menyampaikan maksud dan tujuan 2. Evaluasi / validasi a. Menanyakan perasaaan / keadaan klien saat ini b. Menanyakan masalah yang dialami klien 3. Kontrak a. Menyepakati topik pembicaraan b. Menyepakati waktu pembicaraan c. Menyepakati tempat pembicaraan b. Fase Kerja Apakah d mendengar suara tanpa ada wujudnya ? apa yang dikatakan suara itu ? Apakah terus menerus mendengar sewaktu-waktu ? kapan yang paling D dengar suara ? berapa kali dalam sehari D alami ? pada keadaan apa suara itu terdengar ? apakah pada waktu sendiri ? Apa yang D rasakan pada saat mendengar suara itu ? Apa yang D lakukan pada saat mendengar suara itu ? apakah dengan cara itu suara itu akan hilang ? bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara itu muncul ?

D, ada empat cara untuk mencegah suara itu muncul ? pertama dengan cara menghardik suara tersebut, kedua dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain , ketiga melakukan kegiatan yang sudah terjadwal dan yang ke empat minum obat dengan teratur. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu yaitu dengan menghardik . Caranya sebagai berikut saat suara muncul D langsung bilang pergi, saya tidak mau dengar, saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu, begitu diulang ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba D peragakan ! Nah begitubagus !coba lagi ya bagus ! d sudah bisa.

c. Fase Kerja 1. Menanyakan apa yang menggangu dalam fikiran pasien 2. Menanyakan apa pasien mendengarkan suara suara tanpa ada wujudnya 3. Menanyakan apa pasien melihata atau mencium sesuatu 4. Jika pasien mendengarkan sesuatu, tanyakan apa yang dikatakan suara itu 5. Menanyakan kapan yang paling sering pasien mendengarkan suara 6. Menanyakan berapa kali sehari pasien mengalami dan berapa lama suara itu didengar 7. Menanyakan kepada pasien pada keadaan apa suara itu didengar 8. Menayakan pada pasien apa yang dirasakan pada saat mendengar suara itu 9. Menanyakan kepada pasien apa yang dilakukan saat mendengar suara itu 10. Mengajarkan cara cara untuk mencegah suara suara itu muncul 11. Meyakinkan kepada pasien bahwa suara itu tidak ada 12. Beritahukan kepada pasien apabila suara itu muncul pasien dianjurkan untuk mengatakan pergi, saya tidak mau dengar , saya tidak mau dengar, kamu suara palsu berulang ulang 13. Meminta kepada pasien mempraktikan cara menghardik 14. Memberikan reinforcement positif kepada pasien

c. Fase Terminasi 1. Evaluasi : c) Subjektif : - Menanyakan kepada pasien perasaan setelah bincang bincang - Menanyakan kembali cara menghardik d) Objektif : Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan 2. Rencana Tindak Lanjut Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan dan memasukan dalam jadwal harian klien 3. Kontrak a. Menyepakati topic pembicaraan yang akan datang b. Menyepakati waktu pembicaraan yang akan datang

c. Menyepakati tempat pembicaraan yang akan datang

STRATEGI PELAKSANAAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN Pertemuan ke : 1 A. KONDISI KLIEN DS : - Pasien mengatakan benci atau kesal pada seseorang - Pasien mengatakan suka membentak dan menyerang yang mengusiknya DO : - Pasien terlihat merusak dan melempar barang barang - Wajah merah dan mata merah - Nada suara tinggi dan keras , tangan mengepal , pandangan tajam

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN Resiko Perilaku Kekerasan

C. TUJUAN MENGGUNAKAN SP 1. Tujuan a. Pasien mampu menfidentifikasi penyebab PK b. Pasien mampu mengidentifikasi tanda dan gejala PK c. Paien mampu mengidentifikasi PK yang dilakukan d. Paien mampu mengidentifikasi akibat PK e. Pasien mampu menyebutkan cara mengontrol PK f. Pasien mampu mempraktekan latihan cara mengontrol fisik 1 g. Pasien mampu memasukan kedalam jadwal kegiatan harian D. STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 dengan Resiko Perilaku Kekerasan a. Fase Orientasi 1. Salam terapeutik a. Mengucapkan salam b. Berjabat tangan c. Memperkenalkan diri d. Menanyakan nama c. Menanyakan panggilan yang disukai d. Menyampaikan maksud dan tujuan

2. Evaluasi / validasi a. Menanyakan perasaaan / keadaan klien saat ini b. Menanyakan masalah yang dialami klien 3. Kontrak a. Menyepakati topik pembicaraan b. Menyepakati waktu pembicaraan c. Menyepakati tempat pembicaraan b. Fase Kerja Apa yang menyebabkan bapak marah?, apakah sebelumnya bapak pernah marah? Terus, penyebabnya apa? Samakah dengan yang sekarang?. Oh iya, jadi ada dua penyebab marah bapak Pada saat penyebab marah itu ada, seperti bapak pulang ke rumah dan istri belum menyediakan makanan (misalnya ini penyebab marah pasien), apa yang bapak rasakan? (tunggu respon pasien) Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar-debar, mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal? Setelah itu apa yang bapak rasakan? Oh iya, jadi bapak memukul istri bapak dan memecahkan pirimng, apakah dengan cara ini makanan terhidang? Iya, tentu tidak. Apa kerugian cara yang bapak lakukan? Betul, istri jadi sakit dan takut, piringpiring pecah. Menurut bapak adakah cara kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian? Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan, Pak. Salah satunya adalah dengan cara fisik. Jadi melalui kegiatan fisik, disalurkan rasa marah. Ada beberapa cara, bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu? Begini Pak, kalau tanda-tanda marah tadi sudah bapak rasakan maka bapak berdiri, lalu tarik nafas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan / tiup perlahan-lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Ayo coba lagi, tarik dari hidung, bagus.., tahan, dan tiup melalui mulut. Nah, lakukan lima kali. Bagus sekali, bapak sudah bisa melakukannya. Bagaimana perasaannya? Nah, sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktuwaktu rasa marah itu muncul bapak sudah terbiasa melakukannya

c. Fase Kerja 1. Menanyakan kepada pasien penyebab PK 2. Menanyakan tanda dan gejala PK 3. Mengidentifikasi PK yang dilakukan 4. Mendiskusikan dengan pasien tentang akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukan 5. Mendiskusikan kerugian dari cara yang dilakukan 6. Menyimpulkan bersama pasien tentang akibat dan cara yang digunakan oleh pasien 7. Menanyakan kepada pasien apakah mau mempelajari cara baru yang sehat 8. Mengajarkan cara mengontrol PK 9. Melatih pasien cara mengontrol PK fisik I ( mengajarkan nafas dalam ) 10. Membimbing pasien mamasukan dalam jadwal kegiatan harian 11. Memberikan reinforcement positif c. Fase Terminasi 1. Evaluasi : e) Subjektif : - Menanyakan kepada pasien perasaan setelah bincang bincang - Menanyakan kembali cara menghardik f) Objektif : Meminta klien melakukan cara mengontrol PK ( latihan fisik 1 )

2. Rencana Tindak Lanjut Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan dan memasukan dalam jadwal harian klien 3. Kontrak a. Menyepakati topic pembicaraan yang akan datang b. Menyepakati waktu pembicaraan yang akan datang c. Menyepakati tempat pembicaraan yang akan datang

STRATEGI PELAKSANAAN DEFISIT PERAWATAN DIRI Pertemuan ke : 1 A. KONDISI KLIEN DS : - Pasien mengatakan tidak tahu cara menjaga kebersihan diri DO : - Pasien terlihat kusam / kucel - Rambut pasien kotor, tidak rapih - Bau , gigi pasien kotor, kuku pasien panjang dan kotor

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN Defisit Perawatan Diri

C. TUJUAN MENGGUNAKAN SP 1. Tujuan a. Pasien mampu menjelaskan pentingnya kebersihan diri b. Pasien mampu menjelaskan cara menjaga kebersihan diri c. Paien mampu mempraktekan cara menjaga kebersihan diri d. Pasien mampu memasukan kedalam jadwal kegiatan harian D. STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 dengan Defisit Perawatan Diri a. Fase Orientasi 1. Salam terapeutik a. Mengucapkan salam b. Berjabat tangan c. Memperkenalkan diri d. Menanyakan nama c. Menanyakan panggilan yang disukai d. Menyampaikan maksud dan tujuan 2. Evaluasi / validasi a. Menanyakan perasaaan / keadaan klien saat ini b. Menanyakan masalah yang dialami klien 3. Kontrak

a. Menyepakati topik pembicaraan b. Menyepakati waktu pembicaraan c. Menyepakati tempat pembicaraan b. Fase Kerja Berapa kali T mandi dalam sehari? Apakah T sudah mandi hari ini? Menurut T apa kegunaan nyaman di? Apa alasan T sehingga tidak bisa merawat diri? Menurut T apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa ya..?, badan gatal, mulut bau, apalagi..? kalau kita tidak teratur menjaga kebersihan diri masalah apa menurut T yang bisa muncul? Betul ada kudis, kutudsb. Apa yang T lakukan untuk merawat rambut dan muka? Kapan saja T menyisir rambut? Bagaimana dengan bedakan? Apa maksud atau tujuan sisiran dan bedakan? (Contoh untuk pasien laki-laki) Berapa kali T cukuran dalam seminggu? Kapan T cukuran teerakhir? Apa gunanya cukuran? Apa alat-alat yang diperlukan? . Iya..sebaiknya cukuran 2x perminggu, dan ada alat cukurnya? . Nanti bisa minta keperawatya. Berapa kali T makan sehari? Apa pula yang dilakukan setelah makan? Betul, kita harus sikat gigi setelah makan Di mana biasanya T berak kencing? Bagaimana membersihkannya?. Iya... kita kencing dan berak harus di WC. Nach... itu WC di ruangan ini, lalu jangan lupa membersihkan pakai air dan sabun. Menurut T kalau mandi itu kita harus bagaimana? Sebelum mandi apa yang perlu kita siapkan? Benar sekali... T perlu menyiapkan pakaian ganti, handuk, sikat gigi, shampo, dan sabun serta sisir. Bagaimana kalau sekarang kita ke kamar mandi, Suster akan membimbing T melakukannya. Sekarang T siram seluruh tubuh T termasuk rambut lalu ambil shampo gosokkan pada kepala T sampai berbusa lalu bilas sampai bersih.. Bagus sekali.. Selanjutnya ambil sabun, gosokkan di seluruh tubuh secara merata lalu

siram dengan air sampai bersih, jangan lupa sikat gigi pakai odol.. Giginya di sikat mulai dari arah atas ke bawah. Gosok seluruh gigi T mulai dari depan sampai belakang. Bagus, lalu kumur-kumur sampai bersih. Terakhir siram lagi seluruh tubuh T sampai bersih lalu keringkan dengan handuk. T bagus sekali melakukannnya. Selanjutnya T pakai baju dan sisir rambutnya dengan baik.

b. Fase Kerja 1. Menjelaskan kepada pasien pentingnya menjaga kebersihan diri 2. Menjelaskan kepada pasien cara menjaga kebersihan diri 3. Membantu pasien mempraktekan cara menjaga kebersihan diri 4. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian c. Fase Terminasi 1. Evaluasi : g) Subjektif : - Menanyakan kepada pasien perasaan setelah bincang bincang - Menanyakan kembali pentingnya kebersihan diri h) Objektif : Meminta klien melakukan cara menjaga kebersihan diri

2. Rencana Tindak Lanjut Meminta klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan dan memasukan dalam jadwal harian klien 3. Kontrak a. Menyepakati topic pembicaraan yang akan datang b. Menyepakati waktu pembicaraan yang akan datang c. Menyepakati tempat pembicaraan yang akan datang