Anda di halaman 1dari 35

Setiap penyakit ada obatnya, apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka sembuhlah si penderita

dengan izin Allah Azza Wa Jalla

Tipe Kejang Pada Anak


Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa hampir 10 persen manusia di dunia pernah mengalami kejang terutama disebabkan oleh demam pada anak. Karena itu, beberapa mitos yang menyebutkan bahwa kejang dapat menyebabkan kecerdasan anak menurun, itu tidak benar. Tidak ada kaitan antara kejang dengan kecerdasan.

Meskipun ada kejang tipe tertentu yang dapat membuat kemampuan motorik anak tergganggu, namun hal itu sangat kecil kemungkinannya., yaitu kejang lateral complex.

Tipe Kejang. Kejang sendiri dapat dibagi menjadi 2 macam:

Bilateral Simplex. Cirinya adalah jika si kecil kejang di dua tangannya. Lateral Complex. Bila anak hanya kejang di salah satu sisi (kanan saja atau kiri saja), dan hanya kejang di tempat yang sama saja, serta intensitasnya sering, maka inilah ciri kejang lateral complex. Dan bila si kecil mengalami lateral complex, maka ada kemungkinan terjadi kelainan otak yang dapat mempengaruhi kemampuan motorik juga. Dan bila sudah terjadi demikian, maka sebaiknya orang tua secepatnya membawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
Posted by Obat Sakit 2011

Mengatasi Kejang Pada Bayi Dan Balita


Posted by Ummu Kautsar pada 11 Agustus 2009
Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit. Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step. Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih. SEGERA BAWA KE DOKTER Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam. Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama. Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal. Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali. Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat

dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak. CIRI-CIRI KEJANG Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya: * kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas * gigi terkatup * muntah * tak jarang si anak berhenti napas sejenak. * pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil. * pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit. TIPS ATASI KEJANG DEMAM Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. . Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri. Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak. Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah. Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.

Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan. Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak. Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan. Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja. YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA *Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C. * Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan korsleting/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi. * Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya. * Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak. KEJANG TANPA DEMAM Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.

Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak. BISA DIALAMI SEMUA ANAK Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir. Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil. Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan). Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang. Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang. Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna. JANGAN SAMPAI TERULANG Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak. Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak. Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.

Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang. DIMONITOR TIGA TAHUN Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi. Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut. Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental. Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang. Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anakanak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak. RAGAM PENYEBAB Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan, penjabarannya satu per satu di bawah ini. * Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang. Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia). * Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.

* Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama. WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar. Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor. Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh. Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya. MENOLONG ANAK KEJANG 1. Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan. 2. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar. Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan. 3. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian. 4. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang. PENATALAKSANAAN Penatalaksaan kejang meliputi : 1. Penanganan saat kejang

* Menghentikan kejang : Diazepam dosis awal 0,3 0,5 mg/kgBB/dosis IV (Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian. * Turunkan demam : Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) diberikan 3-4 kali sehari. Kompres ; suhu >39 C dengan air hangat, suhu > 38 C dengan air biasa. * Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya. * Penanganan sportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan keseimbangan tekanan darah. 2. Pencegahan Kejang * Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam. * Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam vaproat 15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis. ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam. Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal. Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi. Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus.

Tips Mengatasi Anak KEJANG


Quote:

Penanganan terhadap anak kejang akan berpengaruh terhadap kecerdasannya. Jika Anda terlambat mengatasi kejang pada anak, ada kemungkinan anak akan terkena penyakit epilepsi, atau bahkan keterbelakangan mental di kemudian hari. Kondisi yang menyedihkan ini bisa berlangsung seumur hidupnya. Sebelum kejang biasanya anak akan menderita demam yang tinggi, yaitu 38 - 40 derajat Celcius. Pada saat demam ini, kekejangan tergantung kekuatan tubuh si anak. Banyak anak demam tinggi dan kejang setelah melakukan imunisasi. Biasanya setelah imunisasi, dokter memberi resep obat penurun panas untuk segera diminumkan ke si kecil. Kejang kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. Kejang bisa hanya timbul pada waktu suhu badan meningkat yang disebut kejang demam (convalsio febrillis). Atau mengejangnya otot-otot pangkal tenggorok sebagai akibat menyempitnya jalan napas yang disebut kejang laring (laryngospasm). Timbulnya kejang bisa disertai demam atau diistilahkan dengan kejang demam. Penyebab kejang demam biasanya akibat adanya suatu penyakit di dalam tubuh si kecil. Penyakit yang di manifestasikan kejang yaitu penyakit kejang demam, epilepsi atau tuberkolusis intrakranial atau orang awam menyebutnya TBC otak. Kejang demam dapat berjalan singkat dan tidak berbahaya. Tapi bila kejang mencapai 15 menit dapat membahayakan si kecil karena bisa menyebabkan kerusakan otak sehingga dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan bahkan bisa menyebabkan retardasi mental. Kejang demam dialami 2 persen sampai 3 persen anak-anak.

Kejang demam terbagi dua, yaitu kejang demam yang sederhana dan kejang demam yang akibat penyakit lain atau gangguan dalam tengkorak kepala. Kejang sederhana dengan ciri-ciri menyerang anak usia 4 bulan sampai 4 tahun. Kejang berlangsung tidak lebih dari 15 menit. Kejang biasanya timbul dalam 16 jam demam pertama, frekuensi demam kurang dari 4 kali dalam setahun.
Quote:

Kejang dapat timbul pula ketika si kecil menderita muntah dan diare. Kejang bisa pula timbul tanpa demam, yaitu disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, sakit lama yang menyebabkan gula darah rendah, asupan makan yang kurang, atau menderita kejang yang sudah lama dialami akibat epilepsi. Kejang akibat kelainan neurologis atau gangguan perkembangan berlangsung lebih dari 15 menit. Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam yang sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil, sebaiknya waspada karena si kecil berisiko tinggi mengalami kejang yang sama. Selain faktor keturunan, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan. Anak yang pernah menderita kejang demam, sebesar 50 persen berisiko terkena kejang demam kembali dalam setahun pertama setelah kejang. Anak yang menderita kejang demam kemudian diikuti dengan kejang tanpa demam berisiko lima kali lebih besar menderita retardasi mental. Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan sang bayi atau anak terlalu tinggi. Dimana pada saat kejang badannya menjadi kaku,

bola mata berbalik keatas, kondisi ini biasa disebut "step". Bila si kecil mengalami keadaan ini, segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit yang terdekat. Karena jika keadaan kejang seperti ini dibiarkan terlalu lama, dapat menbahayakan si kecil. Kejang demam biasanya diobati dengan antiperik (penurun panas) seperti Parasetamol. Sedangkan kejang akibat epilepsi ditangani dengan obat anti-epilepsi. Namun sebaiknya segera pergi ke dokter bila anak Anda mengalami kejang yang tidak berhenti. Jangan mudah percaya bahwa minum kopi bisa menghindari dari kejang atau step. Secara medis, menurut salah satu dokter anak di Jakarta, sebetulnya kopi tidak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan pada saat anak Anda mengalami kejang, yang akhirnya mengantarkan pada kematian. Kasus kejang kopi ini pernah terjadi di Balikpapan, seorang bocah lakilaki berusia 5 tahun yang mengalami sakit muntaber. Setelah diberi pengobatan di sebuah rumah sakit, bocah tersebut mulai membaik. Namum ketika sampai dirumah, bocah bernama Andika tersebut mengalami kejang-kejang. Karena bermaksud menghentikan kejang si bocah, ibu bocah itu kemudian memberikan sesendok cairan kopi yang kebetulan ada didekatnya pada si Andika yang sedang kejang. Kejangnya bukan berkurang, seluruh badannya mengalami kejang semakin hebat dan selanjutnya Andika tidak bergerak lagi. Demam tinggi pada anak dapat diatas dengan cara memberi obat demam dengan penurun panas dan kompres dengan lap hangat (lebih kurang panasnya dengan suhu badan si kecil) selama kurang lebih 15 menit, bila mencapai 38.5 derajat celcius atau lebih. Jangan melakukan pengkompresan dengan lap yang dingin, karena dapat menyebabkan korslet di otak (akan terjadi benturan kuat karena antara suhu panas tubuh si kecil dengan lap dingin).

Kalau dinyatakan epilepsi, segera minum obat resep dokter secara teratur. Sediakan obat anti kejang lewat dubur di rumah jika kejang membuat anak tidak mungkin meminum obat. Sedia selalu obat penurun panas di rumah seperti parasetamol dan thermometer.
Quote:

semoga suatu saat bisa bermanfaat

Mengatasi Kejang pada Anak


KADANG kala kita sebagai orangtua akan kalut dan bingung duluan jika kita mendapati anak kita terserang kejang, padahal dengan penanggulangan yang tepat sebenarnya demam kejang pada anak segera dapat diatasi dengan baik. Lakukan langkah-langkah berikut.

Menjaga Jalan Napas Jagalah jalan napas sang anak agar dia bisa tetap bernapas dengan lega karena gangguan napas inilah sebab utama penyebab kematian bagi anak yang mengalami kejang. Untuk menjaga kestabilan pernapasan, letakkan anak dalam posisi telentang lalu segera periksa. Miringkan kepala anak ke salah satu sisi untuk mengeluarkan sisa makanan dalam mulutnya. Pada kondisi semacam ini jangan sekali-sekali memberikan anak obat, makanan, minuman ataupun bahan lainnya sebelum anak sadar sepenuhnya. Lepaskan sabuk, pakaian anak dan yang lainnya yang bisa mengganggu jalannya pernapasan.

Cegah Trauma Untuk menghindari terjadinya luka pada mulut dan bibir akibat gigitan, masukkan sendok yang telah dibalut saputangan dan letakkan di antara gigi bagian atas dan bawah. Ingat jangan sekali-sekali menggunakan benda tajam atau benda yang tidak dibalut dengan saputangan karena dapat melukai organ sekitar mulut anak.

Turunkan Panas Badan Untuk menurunkan panas badan anak lakukan pengompresan dengan alkohol 70% pada bagiab dada, perut, dahi atau anggota badan lainnya.

Pertolongan Dokter Meskipun kejang pada anak telah berhenti jangan lupa bawa anak ke dokter secepatnya. Hal ini penting untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab kejang pada anak dan bagaimana mencegah atau mengatasi bila kejang timbul lagi.

Mencegah Anak Kejang Serangan kejang di samping dapat membahayakan jiwa anak, juga dapat mengakibatkan kerusakan otak. Oleh karena itu tindakan pencegahan terhadap kejang ini adalah suatu hal yang sangat bijaksana. Langkah yang bisa dilakukan untuk ini yaitu, jagalah selalu kesehatan anak agar dia selalu terhindar dari serangan demam. Bila anak terserang demam segeralah lakukan usaha untuk menurunkan panasnya. Bisa juga diberikan obat antikejang dengan sepengetahuan dokter. (pusdat/berbagai sumber)

PENANGANAN KEJANG PADA ANAK


Friday, 17 February 2012 08:58 Ratih Bayuningsih, S.Kp., M.Kep

PENANGANAN KEJANG PADA ANAK

by : Ratih. Bayuningsih, S.Kp., M.Kep

Demam sebenarnya bukanlahpenyakit, demam merupakan respontubuh terhadap penyakit atau luka. Kebanyakan demam terjadi karenainveksi virus, dan akan turun dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.Demam yang sangat tinggi pada anak dapat menyebabkan terjadinyakejang, tetapi jarang terjadi anak-anak mengalami kejang karena demam. Jika terjadi kondisi ini maka harus segera diperiksakan ke dokter, agar mendapatkan penanganan sedini mungkin. Hal-hal yang perlu dilakukan jika anak anda menagalami kejang. O Biarkan saja gerakan tangan maupun kaki ketika anak Anda mengalamikejang. O Tidurkan anak dalam posisi miring untuk menghindari tersedak ketika muntah. O Jangan memberikan makanan apapun dalam mulut anak. O Hubungi dokter segera apabila anak mengalami kesulitan untuk bernafas, badannya membiru, atau ketika kejang yang terjadi lebih dari 2 sampai 3 menit. O Lepaskan baju dan kaus kaki untuk membantu menurunkan demam. O Kompres kepala dan leher dengan air dingin, dan seka badan anak dengan air hangat-hangat kuku ketika berbaring di ranjang. O Hentikan menyeka dan selimuti badan anak dengan selimut tipis ketika badannya mulai menggigil. O Jangan meletakan anak di dalam bak mandinya selama masih kejang. O Jangan beri makan atau minum ketika terjadi kejang atau sesaat setelah terjadi

Tips Menangani Stuip (Kejang) Pada Anak

Print Artikel Ini Stuip ( step ) adalah salah satu gangguan yang kadang muncul pada anak. Bila si kecil menalani step, cobalah untuk : Tidak panic Longgarkan pakaian anak, lalu baringkan dgn posisi miring untuk mencegah masuknya cairan muntahan ke dalam paru-paru anak. Ganjal rongga mulut dengan ganggang sendok yang telah di lapisi kain bersih Hindari melakukan pengompresan dengan lap yang dingin, karna dapat menyebabkan korslet di otak. Suhu panas tubuh bertemu suhu dingin lap akan mengakibatkanbenturan kuat di otak. Kompres anak dengan air hangat atau alcohol 70% pada kedua ketiak atau selangkangan selama kurang lebih 15 menit.bisa juga kain dilapkan ke anak dari kepala sampai ke ujung kaki selama sekitar 10 menit. Kenakan baju tipis pada anak. Kalo anak dalam posisi menggigil, boleh diselimuti tapi bila menggigilnya hilang langsung buka selimutnya. Beri obat pereda yang bisa dimasukan lewat dubur. Segera bawa ke rumah sakit bila di atas 10 menit kejang tidah berhenti.

Cara Tepat Menangani Panas tinggi-Kejang-Stip Pada Anak


JANUARY 26, 2012 3 COMMENTS

3 Votes Artikel tentang kejang/stip pada anak sudah saya bahas sebagian di Tips merawat balita. Terinspirasi oleh search engine yang ter-record WP maka aku ingin membahasnya kembali dengan lebih detail. Hal ini dikarenakan : 1. Kejang/stip pada anak bisa mengakibatkan hal yang serius (autis / keterbelakangan mental), bahkan sampai bisa meninggal 2. Saya pernah mengalaminya waktu kecil dan sekarang anakku yang pertama juga mengalami stip (panas tinggi, kejang, stip) di umurnya yang masih balita. 3. Dan semoga pengalamanku ini bisa membantu para orang tua yang mempunyai anak yang mempunyai riwayat stip, kejang atau panas tinggi Menurut kisah orang tuaku, saya pernah mengalami stip/panas tinggi bahkan sampai kejang pada waktu masih balita. Orang jawa menyebut panas tinggi yang mengakibatkan kejang dengan sebutan mecicil. Kejadian itu terjadi pada tengah malam. Karna orang tua masih tinggal di perkampungan dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah, ibuku memberikan pertolongan dengan kompress kepala, diberikan minum baik asi ataupun air putih yang banyak dan memberikan makanan. Kata ibuku setelah panas agak reda aku direbuskan telor kampung hingga habis katanya. Mungkin ibuku senang sekali melihat anaknya sudah mau makan yang berarti pertanda baik untuk kesehatan anaknya. Setelah saya menikah dan punya anak, anakku yang pertama juga mengalami stip/panas tinggi/kejang pada waktu umur 6 bulan. Awalnya anak panas selama dua hari nggak turun-turun bahkan cenderung agak tinggi. Hari ke tiganya saya langsung nggak masuk kerja dan membawa anak ke rumah sakit. Feeling saya pasti ini anak ada apa-apanya (maksudnya pasti ada penyakit penyebab panas yang tidak kita ketahui dan si anak belum bisa ngomong). Dan benar saja setelah dokter UGD memeriksa, dokter mengatakan anak saya harus dirawat karena trombositnya rendah. Hanya belum dijelaskan secara specific, dokter masih menduga antara mag, thypus atau DB. Aku langsung mengiyakan dan daftar kamar inap untuk anakku. Siang hari begitu sudah masuk kamar inap dan diberikan obat, panas anakku langsung turun. Aku dan istri sangat senang dengan kondisi anakku. Kondisi ini berlangsung sampai malam jam 23.00an. Rencananya kami akan membawa pulang anakku besok siang jadi biar cuma 1 hari 1 malam saja rawat inapnya, begitu pemikiran kami. Tetapi ketika menginjak jam tengah malam anakku menangis dan panasnya tinggi lagi bahkan hingga 40.1 C. Penanganan di rumah sakit atas peritah dokter waktu itu adalah : 1. Berikan kompress pada anak. 2. Berikan air minum yang banyak.

3. Diberikan obat anti kejang ( yang lewat anus). Karna obat ini tidak berfungsi maka dokter memberikan obat lain. Ternyata anakku terserang disentri sehingga obat anti kejang yang dimasukkan ke anus tadi terbawa keluar. Dari sinilah sumber penyebab panas anakku diketahui. 4. Diberikan obat penurun panas lewat infus. 5. Istri yang lebih mengetahui kondisi anakku, memasukkan tangannya ke mulut anakku. Hal ini bertujuan agar lidah si anak tidak menjulur ke depan dan tergigit oleh si anak. Terror dan ketegangan berlangsung hampir 1.5 jam. Jam 02.00 an malam kami bisa tidur, anakku pun bisa tidur. Hingga tiga hari akhirnya anakku baru boleh meninggalkan rumah sakit. Dari pengalamanku tersebut aku dan istri segera meyiapkan langkah-langkah antisipasi kalau si sulung Abil panas lagi. Ini dia tips-tips menangani anak yang panas tinggi/kejang/stip : 1. Sediakan thermometer. Thermometer berfungsi untuk mengetahui berapa tinggi panas anak. Setiap anak daya tahannya berbeda-beda. Ada yang 40C masih tahan dan nggak kejang dan ada yang 38C sudah menggigil. Kalau anakku 38C dia sudah mata merah dan dia bilang Pa mataku sakit, perih. Nah.. kalau sudah begitu maka waktunya untuk menidurkannya. Dengan mempunyai thermometer kita bisa mengetahui berapa kebiasaan kekuatan anak kita dalam menahan panas, dan memperhitungkan kapan memberikan obat dan dengan obat apa yang tepat? 2. Sediakan obat penurun panas. Ketika kita sudah sedia obat penurun panas, maka sewaktu-waktu anak panas maka kita tidak repot-repot harus membelinya. Kalau warung dekat nggak masalah, tapi kalau hal ini terjadi pada waktu malam hari coba gimana, kan bisa repot bro..?. Jadi sedia obat tujuannya sedia payung sebelum hujan dan tindakan antisipasi pertama jika anak mulai panas. 3. Sediakan obat anti kejang. Jika dalam waktu 30 menit sampai 60 menit reaksi obat penurun panas yang kita berikan belum membuat panas anak turun, maka berikan obat anti kejang dari anus. Bila dalam waktu 1 jam belum juga turun maka alangkah baiknya kalau si anak langsung di bawa ke rumah sakit. Oya selama pemberian obat penurun panas ataupun obat anti kejang usahakan si anak kita tidurkan dan berikan minum air putih yang banyak. 4. Kompress kening anak. Langkah ini menurut saya bertujuan untuk membantu menurunkan panas, walaupun telah kita berikan obat penurun panas. Dan juga membantu si anak lebih nyaman dan agar cepat tidur. Namun pengalaman saya tidak gampang meng-kompress anak. Nggak papa berusahalah walaupun meng-kompress hanya sebentar-sebentar saja. Karena anak kalau sudah tidak mau di kompress biasanya mengamuk, meronta, dan menangis. Jadi perlu pendekatan khusus dan keintiman agar si anak nyaman dan bersedia di kompress. 5. Berikan minum air putih yang banyak. Air putih juga berfungsi untuk membantu menurunkan panas lewat air seni yang dibuang. Jadi semakin banyak minum air putih kemungkinan buang air akan lebih sering dan panas akan lebih cepat turun. Hal inipun juga tidak mudah karena anak balita apalagi yang minum asi atau susu sangat susah untuk diminta minum air putih, anda pun harus sabar dan telaten membujuk si anak agar mau minum air putih. Karna putus asa biasanya saya langsung bilang ke istri untuk memberikan susu saja. Karna kasihan anak sedang haus dan minta minum, cuma nggak mau minum air putih. 6. Jika anak kejang / menggigil di rumah. Jika hal ini terjadi jangan panik, tetap usakan untuk memberikan obat anti kejang ke anus dan jangan lupa masukkan tangan atau sendok ke mulut si anak. Tujuan memasukkan tangan kita atau sendok ke mulut si anak adalah jangan sampai lidah tergigit saat kejang. Hal ini bisa berbahaya karena lidah bisa putus ataupu luka akibat kuatnya gigitan si anak saat menggigil kejang tersebut. 7. Istirahatkan anak dengan cukup. Bagi anak yang pernah mengalami stip istirahat yang cukup sangat penting karna kelelahan bisa memicu terjadinya panas pada anak. Jadi anda harus ekstra hati-hati dan waspada terhadap anak. 8. Pijitlah anak ke ahli urut / ahli pijit bayi 1 bulan sekali. Tindakan ini hanya antisipasi jangka panjang, karna prinsipnya anak capek atau lelah pun bisa menimbulkan panas bagi si anak. Jika sering di pijit (ideal 1 bulan)

anak kita akan makan dan tidur dengan nyaman. Hal ini pun bisa membantu perkembangan si anak. Jika tidak bisa sebulan sekali, lakukan 3 bulan sekali atau jika si anak sudah gelisah (tidak pules) waktu tidurnya. 9. Perhatikan asupan makanan anak. Asupan anak pun harus kita perhatikan juga. Karna beberapa makanan bisa menyebabkan dan memicu gejala awal panas semisal, sariawan, radang tenggorokkan, batuk, pilek ataupun disentri. Kalau istri melarang anak untuk makan chiki atau snack dengan perasa tinggi, gorengan berminyak, es dengan pemanis buatan, dan tidak membelikan jajanan di sembarang tempat. Biasakan anak makan dengan jajanan sehat seperti susu, roti bolu dan sejenisnya, eskrim dari mini market. Kalau kita bisa membiasakan anak jajanan sehat insya allah anak pun tahunya jajanan yang kita perkenalkan itu. Seperti si sulung Abil alhamdulilah sampai umur 5 tahun ini kalau ke mini market atau super market dia hanya akan minta jajan susu, es krim dan satu lagi maianannya yang nggak pernah lupa mobil Hot Wheel yang keren itu 10. Perhatikan dengan kasih sayang dan seksama. Perhatian dan kasih sayang kita membuat anak nyaman dan tenang disaat situasi sakit &tegang sekalipun. Ada anak yang susah dalam minum obat kan..? nah itu dia salah satu tanda anak yang liar dan kurang hubungan komunikasinya dengan ibu dan bapaknya, itu menurut saya bro..nah alhamdulilah kalau anakku yang no 2 saat sedang panas dia langsung bilang Pak minta obat biar mano cembuh demikian kata anakku yang kecil yang masih berusia 2.5 tahun. 11. Segera bawa ke dokter bila panas anak selama 2 hari tidak turun. Ini adalah langkah pamungkas jika sudah diberikan obat penurun panas dan obat anti kejang namun tidak turun. Panas anak 2 hari tidak turun-turun. Atau jika tiba-tiba anak kejang tanpa di dahului panas awal terlebih dahulu. Segera bawa ke rumah sakit rujukan kelurga anda, jangan biarkan anda menyesal di kemudian hari karena tidak melakukan yang terbaik untuk anak anda. Semoga bermanfaat.

Demam dan Kejang Pada Anak


Rabu, 18 Maret 2009 05:01:04 - oleh : doktermoez Demam dan Kejang pada Anak. oleh dr.Maulana AS dari berbagai sumber Secara sederhana, demam adalah kenaikan suhu tubuh diatas normal, meskipun tak semua kenaikan suhu disebut sebagai demam. Dan kenaikan suhu tubuh merupakan bagian dari reaksi biologis kompleks,yang diatur dan dikontrol oleh susunan saraf pusat. Demam sendiri merupakan gambaran yang karakteristik dari kenaikan suhu oleh karena berbagai penyakit infeksi dan noninfeksi, sehingga perlu dibedakan dari kenaikan suhu oleh karena stres demam dan penyakit demam Demam adalah keluhan pada anak yang paling sering dijumpai, sekitar 10-30% dari semua keluhan yang diketemukan pada instalasi gawat darurat di rumah sakit atau dalam praktek dokter sehari-hari. Sampai usia 2 tahun rata rata anak menderita demam sekitar empat sampai enam kali serangan. Sebagai manifestasi klinis, maka demam terjadi pada sebagian besar penyakit infeksi yang ringan dan serius, dari demam saja tak dapat dipakai untuk memprediksi beratnya penyakit. Memang sebagian besar kejadian demam pada anak mudah didiagnosa, namun telah diketahui juga demam pada kelompok yang beresiko tinggi, untuk diagnosa memerlukan evaluasi lebih ekstensif. Suhu tak selalu tetap dalam sehari,ada variasi naik dan turun berkisar 0.50C. Olah raga, pakaian berlapis lapis, mandi air panas, udara panas, dapat meningkatkan suhu sekitar 1-1.50C. Tumbuh gigi juga bisa meningkatkan suhu namun tak lebih dari 38.40C. Pada usia neonatus, bayi, dan anak kecil suhu lebih tinggi daripada anak besar dan dewasa, karena punya permukaan tubuh lebih luas dan metabolisme lebih tinggi. Penyakit dengan demam suhu bisa naik dan turun, meskipun biasanya turunnya tak dapat sampai normal. Suhu diatas 38.00C per rektal atau diatas 37.50C secara aksiler / diketiak , dianggap sebagai suhu yang abnormal, dan dipakai batas suhu dikatakan sebagai demam. Dan batas suhu yang memerlukan evaluasi lebih lanjut, pada usia 3 bulan sampai 3 tahun adalah 39.00 C, sedang kurang 3 bulan 38.00C Demam merupakan bagian dari respon inflamasi dan ada kaitan dalam melawan infeksi, dalam keadaan keadaan tertentu demam bisa menguntungkan bisa juga merugikan, sehingga tetap ada dua pendapat demam perlu dan tak perlu diturunkan. Alasan mengapa deman tak perlu diturunkan, oleh karena efek samping pemberian antipiretik/anti panas lebih banyak, penurunan suhu bisa mengaburkan diagnosa dan prognosa (perkiraan kesembuhan), serta diketahui bahwa sebagian besar demam berlangsung sebentar dan tak berbahaya.Yang penting demam bisa bermanfaat sebagai pertahanan tubuh. Pada keadaan demam pertumbuhan beberapa bakteria merugikan dan virus mengalami gangguan. Dalam penelitian demam dibawah suhu 400C dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan

virus tetapi demam diatas suhu 400C akan dapat mengganggu fungsi organ sehingga dapat meningkatkan angka kematian. Sedang alasan demam perlu diturunkan oleh karena merugikan. Demam sering kali menimbulkan rasa tak nyaman dan meningkatkan kebutuhan sistim respirasi dan kardiovaskuler. Hal itu disebabkan karena demam mempunyai kaitan dengan meningkatnya metabolisme, konsumsi oksigen, dan produksi CO2. Bagi anak normal, hanya sedikit atau tak akan membawa akibat, namun pada anak dengan renjatan/ keadaan syok maupun anak dengan gangguan paru dan jantung akan berakibat menurunkan fungsi pertahanan tubuh. Namun selama panas tak lebih dari 41.7 0C kerusakan otak tak terjadi,dan kebanyakan pada penyakit infeksi suhu jarang mencapai 41.10C. Apabila lebih dari 41.10C umumnya sebabnya tak ada kaitan / berhubungan dengan penyakit infeksi Jadi,sebagian besar bukti mengarahkan bahwa panas merupakan respon adaptasi tubuh yang terapinya hanya pada keadaan yang selektif dan tertentu saja. Suhu tubuh yang tinggi dapat menimbulkan serangan kejang. Tetapi tiap anak mempunyai ambang kejang yang berbeda dan tergantung dari tinggi rendahnya ambang kejang seseorang anak menderita kejang pada kenaikan suhu tubuh tertentu. Pada anak dengan ambang kejang yang rendah, kejadian telah terjadi pada suhu 380C sedangkan pada anak dengan kejang yang tinggi, kejang baru terjadi pada suhu 400C atau lebih. Dari kenyataan ini dapatlah disimpulkan bahwa terulangnya kejang demam lebih sering terjadi pada ambang kejang yang rendah sehingga dalam penanggulangannya perlu diperhatikan pada tingkat suhu berapa penderita kejang. Ada 5 Faktor yang mempengaruhi kejang selain oleh karena meningkatnya suhu tubuh, faktor - faktor lain tersebut adalah : 1. a. b. c. d. 2. Umur Kurang lebih 3% dari anak yang berumur di bawah 5 tahun pernah mengalami kejang demam. Jarang terjadi pada anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun. Insiden tertinggi didapatkan pada umur 2 tahun dan menurun setelah berumur 4 tahun. Serangan pertama biasanya terjadi dalam 2 tahun pertama dan kemudian menurun dengan bertambahnya umur. Jenis kelamin

Hal ini mungkin disebabkan adanya kenaikan dari ambang kejang sesuai dengan bertambahnya umur.

Kejang demam lebih sering didapatkan pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 2:1. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh karena pada wanita didapatkan kematangan otak yang lebih cepat dibanding lakilaki. 3. Suhu badan Adanya kenaikan suhu badan merupakan suatu syarat untuk terjadinya kejang demam. Tingginya suhu badan pada saat timbulnya serangan merupakan nilai ambang kejang. Ambang kejang berbeda-beda untuk setiap anak, berkisar antara 38.30C - 41.40C. Adanya perbedaan ambang kejang ini dapat menerangkan mengapa pada seseorang anak baru timbul kejang sesudah suhu meningkat sangat tinggi sedangkan pada anak lainnya kejang sudah timbul walaupun suhu meningkat tidak terlalu tinggi. 4. Faktor keturunan Faktor keturunan memegang peranan penting untuk terjadinya kejang demam. Beberapa penulis mendapatkan 25 50% daripada pada anak dengan kejang demam mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami kejang demam sekurang-kurangnya sekali. 5. Penyebab demam Penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas disusul infeksi saluran pencernaan. Hal tersebut dapat dimengerti karena infeksi saluran pernafasan merupakan penyakit anak yang paling sering didapatkan. Dari demam saja, sebagai manifestasi klinis dari sebagian besar penyakit infeksi yang ringan maupun yang serius, tak akan dapat dipakai untuk memprediksi berat ringannya penyakit. Namun dengan melakukan observasi pola demam yang karakteristik, akan mendapatkan informasi berguna yang bisa membantu mengarahkan diagnosa. Demam tunggal melonjak mendadak bisa mengarahkan mungkin demam oleh karena obat, tindakan bedah, tranfusi produk darah. Demikian juga beberapa sifat demam seperti intermiten, remiten, kontinyu, relapsing (berulang) atau bipasik dapat membantu mengarahkan ke diagnosa tertentu. Diagnosa banding anak dengan demam bisa amat banyak mulai akibat infeksi saluran nafas yang sederhana, sampai keadaan penyakit yang serius seperti bakteriemi, sepsis, meningitis, dan sebagainya. Untuk menetapkan diagnosa dari keadaan demam yang kadang membingungkan, memang diperlukan keahlian dan pengalaman. Pengelolaan Demam dan Kejang Demam Ada baiknya untuk mengetahui penatalaksanaan demam sebelum dibawa ke petugas kesehatan. Demam tak selalu harus diberikan pengobatan,apalagi pada anak yang kondisinya baik serta suhunya kurang dari 39.0C,dan bila diberi pengobatan suhu tubuh tak perlu harus mencapai normal. Pengobatan sendiri meskipun di USA yang merupakan negara yang maju, sampai sekarang tetap ada, oleh karena ketakutan / "fever phobia" pada orang tua dan pengasuh anak. Dari sebanyak 340 pengasuh anak 89% memberikan antipiretik, karena beranggapan demam berakibat buruk sebanyak 91%, berpendapat merusak otak 21%,dan bisa mematikan 14%.

Dan sebagian besar bukti mengarahkan bahwa panas merupakan respon adaptasi tubuh yang terapinya hanya pada keadaan yang selektif dan atas indikasi tertentu saja. Demam yang perlu diobati pada keadaan seperti anak dengan : Keadaan Syok, Latar belakang penyakit pada ginjal dan jantung, Demam yang tinggi (hiperpireksia > 40.0C), Kemungkinan heat illness, Anak gelisah sehingga perlu membuat rasa nyaman, Bagi yang beresiko terjadi kejang demam.

Selama demam dapat mengakibatkan kejang, logikanya pengobatan demam akan menurunkan kejadian kejang demam. Namun kenyataan kebanyakan kejang demam terjadi pada awal terjadinya penyakit dengan demam, dan pengobatan tak mungkin menghilangkan secara total Pengobatan anak demam selain dengan menggunakan obat antipiretik seperti aspirin, asetaminofen/paracetamol ,dan ibuprofen, bisa juga dengan kombinasi tindakan non farmakologis. Pemberian pengobatan dengan obat antipiretik hanya mengurangi keluhan demamnya saja, yang pasti tak akan merubah perjalanan penyakit infeksinya sendiri. Pemilihan antipiretik dengan acetaminofen, aspirin, ibuprofen, merupakan obat yang bisa menghambat demam, maka ketiganya adalah obat antipiretika yang efektifitasnya setara. Karena aspirin acapkali dikaitkan dengan terjadinya sindroma Reye maka penggunaan sebagai antipiretik banyak ditinggalkan, maka pengobatan sekarang cenderung menggunakan acetaminofen serta ibuprofen yang tak pernah ada laporan dengan terjadinya sindroma Reye. Efektifitas Ibuprofen dibandingkan acetaminofen ternyata lebih baik oleh karena efek lebih lama, serta punya khasiat anti radang/ inflamasi. Perlu ditambahkan reaksi inflamasi sebagai bagian reaksi imunologis juga sebagai penyebab kerusakan jaringan serta rasa tidak nyaman penderita dengan demam. Efek jelek ibuprofen secara umum bisa diterima,yakni terjadinya tukak lambung/ gangguan pencernaan ,perdarahan di daerah lambung dan usus/gastrointestinal, mengurangi aliran darah ke ginjal, dan mengganggu fungsi hati akan lebih sering terjadi dibandingkan acetaminofen. Secara nyata pemberian dosis terapi acetaminofen secara tepat, bebas dari efek samping. Namun jika overdosis keduanya bisa berakibat fatal. Kematian dari over dosis acetaminofen karena rusak pada hati dan ginjal ,sedang kematian over dosis ibuprofen dan aspirin, diakibatkan oleh gangguan pada jaringan syaraf dan terjadi apneu/ tidak bernapas karena saraf pernafasan rusak. Tak ada data keamanan serta efektifitas dari terapi kombinasi acetaminofen dengan ibuprofen, karena secara teoritis beresiko terjadi jejas renal (renal injury) sehingga ada indikasi jangan diberikan. Dari toksisitas yang diakibatkan, nampaknya pilihan sebagai pengobatan rutin adalah acetaminofen/ paracetamol. Direkomendasikan pemberian antipiretik dimulai dengan acetaminophen/ paracetamol adalah 10-15 mg/kg Berat Badan setiap 4-6 jam. Bila panas tetap naik, beralasan jika pengobatan digantikan dengan ibuprofen 10 mg/kg Berat Badan setiap 6-8 jam. Selain diberikan antipiretik untuk mengurangi demam dapat diberikan pendinginan eksternal seperti penyekaan dengan air hangat-hangat kuku berguna dalam menurunkan suhu tubuh, daripada penggunaan antipiretik saja, dan sebaiknya dilakukan setelah 30 menit pemberian acetaminofen. Meskipun secara kombinasi penyekaan dan antipiretik, lebih cepat menurunankan panas, pada anak panas yang masih nampak baik, dapat menambah ketidak nyamanan. Jangan digunakan alkohol untuk menyeka, karena dapat menguap dan terhirup ,serta dapat menembus kulit, sehingga terjadi efek toksik pada susunan saraf pusat. Tindakan lain seperti menambah jumlah cairan yang masuk tubuh, dengan menganjurkan banyak minum, serta jangan membungkus anak dengan pakaian yang berlapis. Alasannya pada anak demam akan kehilangan cairan lebih banyak, karena terjadi banyak berkeringat, dan kehilangan lewat saluran nafas karena frekwensi nafas bertambah. Hal penting perlu digaris bawahi, bahwa antipiretik hanya digunakan sebagai pengobatan simtomatik/ mengurangi gejala demam saja. Selama sebagian besar penyakit demam pada anak adalah penyakit virus yang sembuh dengan sendirinya, pemberian antipiretik berkepanjangan tak diperlukan. Jika dalam waktu 4 sampai 5 hari panas tetap tinggi, atau terjadi atau muncul gejala yang sifanya lokal, harus segera dievaluasi dengan membawa kepetugas kesehatan terdekat. Sedangkan untuk kejang karena demam Obat yang praktis dan dapat diberikan oleh orang tua atau orang lain di rumah adalah diazepam rektal / stesolid lewat dubur. Dosis diazepam rektal adalah 0,5 - 0,75 mg/kg Berat Badan atau diazepam rektal 5 mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dan 10 mg untuk berat badan lebih dari 10 kg. Atau diazepam rektal dengan dosis 5 mg untuk anak di bawah usia 3 tahun atau dosis 7,5 mg untuk anak di atas usia 3 tahun. Kejang yang belum berhenti dengan diazepam rektal dapat diulang lagi dengan cara dan dosis yang sama dengan interval waktu 5 menit. Bila 2 kali dengan diazepam rektal masih kejang, dianjurkan ke rumah sakit. kirim ke teman | versi cetak

Sindrom Kejang-kejang Parah yang Membunuh Anakanak Uganda


Merry Wahyuningsih - detikHealth

Anak-anak Uganda (dok. reuters)

Kampala, Uganda, Ribuan anak-anak di Uganda dan Sudan Selatan mengalami kejang tak terkendali bahkan bisa mematikan karena sindrom misterius yang saat ini masih belum diketahui penyebabnya. Sindrom apa? Sindrom misterius itu diberi nama Nodding Syndromeyang secara eksklusif menyerang anak-anak. Sindrom ini menyebabkan kejang tak terkendali, yang akhirnya membuat korban merana dan meninggal dunia. Ribuan anakanak di Uganda dan Sudah Selatan diyakini telah terpengaruh sindrom ini. Sindrom ini sebenarnya pertama kali ditemukan pada tahun 2003. Namun setelah hampir satu dekade sejak pertama kali terdeteksi, hampir tidak ada kemajuan yang telah dibuat untuk mengidentifikasi, mengobati atau memberantas penyakit ini. Dr Scott Dowell, dokter Amerika yang pernah terlibat dalam pertempuran global melawan flu burung, sekarang pun ikut membantu pemerintah Uganda untuk melawan Nodding Syndrome. "Ini membuat frustasi karena tidak diketahui penyebabnya. Saya berharap mendapat jawaban dengan cepat ketika kami mulai mempelajari penyakit ini pada tahun 2009," jelas Dr Scott Dowell, dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, AS, seperti dilansir BBC News, Rabu (14/3/2012). Namun hasilnya justru sebaliknya, seperti gangguan neurologi lainnya, Nodding Syndrome masih tetap menjadi misteri. Menurut Dr Dowell, butuh waktu lama untuk dapat memecahkan misteri ini. Pada awalnya, peneliti CDC menduga kondisi ini mungkin disebabkan karena masalah psikogenik seperti histeria massa. Namun scan otak dengan cepat menegaskan bahwa peneliti berhadapan dengan penyakit yang menyebabkan atrofi otak terukur. WHO, Unicef dan Departemen Kesehatan Uganda kini saling terlibat untuk mengatasi masalah ini. Dr Dowell mengatakan ia tidak bisa berbicara atas apa yang terjadi sebelum 2009, namun ia menegaskan Nodding Syndrome akan menjadi misteri yang harus dipecahkan CDC. "Kami benar-benar ingin sampai ke dasar (menemukan penyebab dan solusi), karena punya dampak besar pada kesehatan masyarakat. Ini sangat penting untuk anak-anak dan keluarga yang menderita. Ini juga menarik dari

sudut pandang ilmiah," jelas Dr Dowell. CDC telah mengkonfirmasi 194 kasus, tetapi telah mendengar laporan bahwa ada ribuan anak-anak yang terkena sindrom misterius ini. Tidak seperti flu burung, Nodding Syndrome tidak menunjukkan indikasi dapat ditularkan dari orang ke orang. Jadi peneliti tidak bisa mengatakan ini akan menjadi ancaman bagi seluruh dunia, seperti yang terjadi pada flu burung.

Pemanasan Sebelum Bercinta Sehat & Penting Buat Perempuan


Vera Farah Bararah - detikHealth

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Beberapa orang yang ingin melakukan hubungan intim kadang menyelepekan foreplay alias pemanasan. Padahal foreplay adalah sesuatu yang penting dan sehat terutama bagi perempuan. Apa yang membuatnya menjadi begitu penting? Foreplay atau pemasanan adalah suatu kegiatan seksual yang dilakukan untuk mengawali hubungan suami istri. Meski begitu beberapa pasangan seringkali melupakannya.

"Hal ini sangat penting bagi perempuan untuk melakukan foreplay, karena perempuan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke tingkat gairah seksual yang dibutuhkan agar bisa mencapai orgasme," ujar Dr Ruth Westheimer, EdD, terapis psikoseksual dan profesor dari New York University, seperti dikutip dari WebMD, Rabu (14/3/2012). Dr Ruth menuturkan bagi laki-laki hanya dengan memikirkan tentang seks bisa mencapai ereksi, tapi bagi perempuan hanya memikirkan seks saja tidak cukup. Untuk itu foreplay menjadi bagian penting bagi perempuan karena menyehatkan secara jiwanya. Foreplay memiliki tujuan fisik dan emosional serta membantu mempersiapkan pikiran dan tubuh untuk melakukan seks. Untuk itu banyak perempuan membutuhkan ciuman, pelukan dan belaian agar vaginanya bisa menghasilkan pelumas yang membuat hubungan seks menjadi lebih nyaman dan tidak sakit. "Foreplay juga membantu klitoris dan berperan sangat penting untuk mencapai orgasme. Ia memiliki karakteristik yang sama seperti penis," ujar Dr Ruth yang juga dosen di Yale dan Princeton University. Dr Ruth menjelaskan darah akan mengalir ke klitoris. Namun agar perempuan mengalami orgasme maka harus ada pelumasan di vagina dan klitoris mengalami 'ereksi', salah satu kuncinya adalah mendapatkan stimulasi yang menyenangkan melalui foreplay. Selain itu, seorang perempuan membutuhkan jaminan emosional bahwa laki-laki tersebut memang benar-benar ingin bersamanya. Waktu dan perhatian yang diberikan selama foreplay bisa menjadi pesan dan komunikasi terhadap jaminan emosional tersebut. Banyak perempuan yang malu meminta pasangannya untuk merangsang zona sensitif seksualnya karena dianggap masih tabu. Dr Ruth menyarankan untuk jangan malu, karena rasa malu hanya membuat kesempatan foreplay yang menyenangkan jadi terlewat. Beberapa bagian tubuh perempuan diketahui bisa menjadi zona sensitif seperti puting, anus dan belakang leher yang semuanya memiliki ujung saraf. Hal lain yang penting adalah jangan dulu menyerah atau berpikir tidak akan bisa mengalami orgasme, karena itu akan menyabotase diri sendiri. Tetaplah mendapatkan rangsangan, maka orgasme akan datang. (ver/ir)

Ritual Pagi Hari untuk Redakan Stres


Putro Agus Harnowo - detikHealth

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Kecemasan dapat muncul segera setelah bangun pagi. Berbagai sumber kecemasan yang muncul bisa karena memikirkan tugas yang harus dikerjakan, jadwal kesibukan dan memikirkan berbagai masalah yang mungkin terjadi. Bangun dalam keadaan kelelahan juga dapat meyebabkan kecemasan. Salah satu cara terbaik untuk memulai hari dengan tenang adalah dengan melakukan ritual pagi yang menyenangkan. Semua agama memiliki ritual pagi hari, dari mandi di sungai yang sering dilakukan orang Hindu sambil menyapa matahari terbit hingga doa-doa pagi hari dalam agama Islam dan Kristen Fokus dari perenungan dimaksudkan untuk menenangkan diri dan memberikan dorongan rohani. Bisa dilakukan dengan cara membaca sesuatu yang inspiratif, bermeditasi, atau berfokus pada apa yang disyukuri dalam hidup. Ritual pagi dapat mengurangi kecemasan, memfokuskan diri pada apa yang penting di siang hari dan memberikan makna pada peristiwa yang dialami. Manusia menyadari dirinya sendiri sering menyerahkan hidupnya kepada sesuatu yang lebih tinggi sehingga dapat menjalani hari dengan baik, damai dan tenang. "Hambatan terbesar untuk mendapat ketenangan di pagi hari sebenarnya ada di pikiran kita sendiri, yaitu bagaimana caranya untuk membingkai hari," kata Judith Orloff, MD, asisten profesor klinis psikiatri di University of California, Los Angeles dan penulis buku 'Emotional Freedom: Liberate Yourself From Negative Emotions and Transform Your Life' seperti dilansir care2.com, Kamis (13/3/2012). Melakukan beberapa ritual sederhana segera setelah bangun pagi dapat mengurangi stres dan mengarahkan diri agar menjadi lebih produktif. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan ketenangan dan memberi waktu untuk diri sendiri. Berikut adalah beberapa cara ritual pagi hari untuk menurunkan stres. Tulislah daftar kecemasan Tuliskan 5 sumber kecemasan yang paling besar di atas kertas, maka kecemasan itu tidak akan menyergap ketika terbangun keesokan harinya. Tapi jangan tulis daftar kecemasan itu di pagi hari. Bermeditasi Orloff merekomendasikan untuk melakukan meditasi selama tiga menit. Lakukan latihan pernapasan, pusatkan perhatian, dan fokus pada hal yang positif dan indah. Lakukan selama tiga menit tepat saat bangun pagi. Melakukan meditasi akan membuat pikiran menemukan ketenangan dengan cepat. Letakkan tangan di atas jantung selama meditasi sehingga akan menambah unsur kehangatan dan menenangkan diri. Membiasakan ritual pagi Ritual ini dapat mencakup periode meditasi yang lebih lama, melakukan latihan yoga sederhana untuk relaksasi atau berdoa. Buatlah ritual agar menjadi terasa sangat menyenangkan sehingga tidak menganggapnya sebagai sekedar kewajiban. Menjaga waktu tidur Kecemasan dapat diatasi dengan menyelesaikan tugas lebih awal sebelum tenggat waktunya atau terlambat. Menunda menyelsaikan tugas-tugas sebelum berangkat tidur dapat menyebabkan tidur menjadi gelisah dan merasa lelah di pagi hari.

Kebiasaan Buruk yang Membuat Otak Mengecil


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Proses penuaan bisa membuat volume otak mengecil karena sebagian selnya akan mati atau mulai mengalami kerusakan. Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat proses tersebut terjadi lebih cepat, sehingga volume otak menyusut sejak masih muda. Hal-hal sepele yang sering diabaikan seperti misalnya tidak sarapan, rupanya sangat berpengaruh terhadap fungsi otak. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang kadang tidak terlalu diperhatikan, mulai dari kurang tidur hingga jarang bicara. Selengkapnya, kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat volume otak menyusut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dariHealthmad, Rabu (14/3/2012). 1. Tidak sarapan Sarapan di pagi hari penting untuk menjaga kadar gula darah, yang dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan baik. Kadar gula yang terlalu rendah bisa membuat otak kurang nutrisi lalu lama-kelamaan volumenya akan menyusut. 2. Galak Emosi yang meledak-ledak karena terlalu mudah bereaksi bisa membuat pembuluh darah mengalami pengerasan. Jika pengerasan itu terjadi di pembuluh darah otak, maka kemampuannya akan menurun dan lamakelamaan ukuran otak juga mengecil. 3. Merokok Beberapa jenis penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan oleh proses penuaan bisa dipercepat oleh racun-racun di dalam asap rokok. Alzheimer atau salah satu jenis kepikunan merupakan satu di antaranya. 4. Terlalu banyak gula Otak bisa menyusut karena kekurangan gula saat tidak sarapan. Sebaliknya, terlalu banyak gula di dalam darah juga mempengaruhi penyerapan protein sehingga pertumbuhan otak terhambat. 5. Polusi udara Untuk bisa bekerja dengan optimal, otak butuh suplai oksigen yang cukup dari udara pernapasan. Polusi udara terutama gas karbon monoksida bisa membajak fungsi sel-sel darah merah dalam mendistribusikan oksigen, sehingga fungsi otak mengalami gangguan.

6. Kurang tidur Otak juga butuh istirahat, karena itu kualitas tidur benar-benar sangat mempengaruhi fungsi otak. Kurang tidur bisa membuat sel-sel otak lebih cepat mengalami kerusakan. 7. Tidur dengan kepala ditutup bantal Menutupi kepala dengan bantal saat tidur berarti menghalangi pertukaran udara, sehingga gas buang karbon dioksida terhirup kembali ke paru-paru. Ruangan untuk menampung oksigen akhirnya berkurang, sehingga tidak bisa didistribusikan dengan maksimal ke otak. 8. Berpikir keras saat sedang tidak sehat Selain saat tidur, otak juga perlu diistirahatkan saat tubuh sedang sakit. Memaksakan diri untuk berpikir keras saat sakit akan membuat otak bekerja makin tidak efisien dan akhirnya cepat rusak. 9. Jarang bicara Percakapan yang cerdas dan berbobot sangat membantu perkembangan otak. Jika jarang digunakan untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran, maka otak akan tumpul dan sel-sel di dalamnya tidak berkembang. 10. Kurang dirangsang Seperti kata pepatah, otak ibarat pisau yang harus diasah terus menerus agar tidak tumpul. Membaca buku dan mempelajari hal baru merupakan beberapa contoh rangsangan untuk menjaga otak tetap tajam, sehingga lebih awet sampai lanjut usia.
Waspadai Kejang pada Anak - Thread Not Solved Yet

Sebuah penelitian yang dilakukan memberikan hasil bahwa sekitar 3 % anak menderita demam disertai dengan kejang. Pada dasarnya demam kejang yang menyerang anakanak adalah kejang yang disebabkan oleh adanya kenaikan suhu tubuh, bukan disebabkan oleh adanya proses kelainan dalam otak. Untuk menangani anak yang terserang demam kejang harus dipikirkan pula kalau si anak tersebut mengalami infeksi pada susunan saraf pusatnya. Seperti misalnya radang selaput otak atau juga kelainan saraf. Kadang kala kita sebagai orang tua akan kalut dan bingung duluan jika kita mendapati anak kita terserang kejang, padahal dengan penanggulangan yang tepat sebenarnya demam kejang pada anak segera dapat diatasi dengan baik. Jangan panik dulu lakukan langkah-langkah berikut ini : * Menjaga jalan napas Jagalah jalan napas sang anak agar dia bisa tetap bernapas dengan lega karena gangguan napas inilah sebab utama penyebab kematian bagi anak yang mengalami kejang. Untuk menjaga kestabilan pernapasan , letakkan anak dalam posisi telentang lalu segera periksa Miringkan kepala anak ke salah satu sisi untuk mengeluarkan sisa makanan dalam mulutnya bila diperlukan koreklah makanan itu.. Pada kondisi semacam ini jangan sekali-sekali memberikan anak obat, makanan, minuman ataupun bahan lainnya sebelum anak sadar sepenuhnya. Lepaskan sabuk, pakaian anak dan yang lainnya yang bisa mengganggu jalannya pernapasan. * Cegah trauma Untuk menghindari terjadinya luka pada mulut dan bibir akibat gigitan, masukkan sendok yang telah dibalut saputangan dan letakkan di antara gigi bagian atas dan bawah. Ingat jangan sekali-sekali menggunakan benda tajam atau benda yang tidak dibalut dengan saputangan karena dapat melukai organ sekitar mulut anak.

* Turunkan panas badan Untuk menurunkan panas badan anak lakukan pengompresan dengan Alkohol 70% pada bagiab dada, perut, dahi atau anggota badan lainnya. Pengompresan bisa juga dilakukan dengan air dingin atau es, bila menggunakan es yang dibungkus kain kompres harus dipindah indah hal ini berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan setempat akibat sushu udara yang terlalu dingin. * Pertolongan dokter Meskipun kejang pada anak telah berhenti jangan lupa bawa anak ke dokter secepatnya. Hal ini penting untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab kejang pada anak dan bagaimana mencegah atau mengatasi bila kejang timbul lagi. * Mencegah anak kejang Serangan kejang disamping dapat membahayakan jiwa anak, juga dapat mengakibatkan kerusakan otak. Oleh karena itu tindakan pencegahan terhadap kejang ini adalah suatu hal yang sangat bijaksana. Langkah yang bisa dilakukan untuk ini yaitu, jagalah selalu kesehatan anak agar dia selalu terhindar dari serangan demem. B ila anak terserang demam segeralah lakukan usaha untuk menurunkan panasnya. Bisa juga diberikan obat Anti kejang dengan sepengetahuan dokter.

Kejang Pada Anak


Dikirim oleh Evariny A. untuk Kesehatan anak
dikunjungi: 1493 kali, 1 hari ini

Seseorang bisa mendapat serangan kejang jika ia mendadak kehilangan kesadaran dan membuat gerakan tersentak-sentak yang aneh. Kejang terjadi akibat gangguan pada otak. Pada anak-anak, penyebab tersering adalah panas tinggi dan dehidrasi berat (kekurangan cairan dengan jumlah yang sangat banyak). Selain itu, kejang juga dapat disebabkan oleh peradangan selaput otak, malaria, trauma kepala, stroke, keracunan dan lain lain. Seorang yang sering mengalami kejang hilang timbul mungkin juga menderita epilepsi (ayan). Penyakit ayan menyebabkan timbulnya serangan kejang secara tiba-tiba pada orang yang tampak cukup sehat. Serangan dapat terjadi dengan selang waktu beberapa jam, hari, minggu atau bulan. Pada sebagian penderita, penyakit ayan dapat disertai dengan hilangnya kesadaran dan timbulnya kejang yang kuat. Kedua penderita mendadak lupa sesaat dan melakukan gerakan-gerakan yang aneh atau bertingkah laku ganjil. Penyakit ayan lebih sering terdapat pada beberapa keluarga tertentu (turunan). Epilepsi dapat terjadi akibat kerusakan otak pada waktu dilahirkan, panas yang tinggi pada bayi, atau adanya kantong atau kista cacing pita dalam otak. Tindakan yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami kejang : 1. 2. Usahakan agar penderita tidak melukai dirinya Singkirkan semua benda keras atau tajam, kalau perlu letakkan potongan kayu atau gumpalan kaus diantara giginya untuk mencegah tergigitnya lidah.

3. 4. 5.

Setelah serangan, pendertia biasanya merasa lesu dan mengantuk. Biarkan ia tertidur. Usahakan untuk mengetahui penyebab kejang dan atasi jika memungkinkan Jika anak menderita panas tinggi, turunkan segera panasnya dengan kompres air biasa. Bila menggunakan obat penurun panas, gunakan sesuai aturan. Atau lebih baik hubungi dokter dan jangan memberikan sesuatu (obat) melalui mulut pada saat kejang.

6.

Jika anak mengalami dehidrasi, berikan minuman untuk mengembalikan cairan dalam tubuh secara perlahan lahan (dapat dibuat sendiri atau menggunakan pedialit, oralit atau buatan sendiri. Jangan memberikan sesuatu lewat mulut jika penderita kejang/gelisah. Berikan setelah penderita tidak kejang.

7.

Segera bawa anak ke dokter atau ke rumah sakit.

Penulis : Evariny Andriana

Penyebab Kejang Pada Anak Tanpa Demam


Sunday, 26 February 2012, 5:55 | Uncategorized | Comments Off | Read 28 Times by admin

penyebab kejang pada anak tanpa demam

Koasku koas gadget and related with it KEJANG DEMAM PADA ANAK kejadian pada bayi atau anak yang berhubungan dengan demam tetapi tidak pernah terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu Anak yang pernah kejang tanpa .. blogspot.com And The Story Goes Kejang Demam Pada Anak Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam kemudian kejang demam Kejang demam sering berhubungan dengan infeksi virus penyebab demam pada anak seperti herpes .. blogspot.com Asuhan Keperawatan WebBLog KEJANG DEMAM PADA ANAK adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu Anak yang pernah kejang tanpa demam dan ini dapat disimpulkan bahwa berulangnya kejang demam lebih sering terjadi pada anak .. blogspot.com Kejang Demam Andimarlinasyams usia 3 bulan 5 tahun berkaitan dengan demam tanpa bukti infeksi intracranial atau penyebab tertentu dan kejang terjadi pada anak tanpa riwayat kejang nondemam .. wordpress.com Penyakit Pada Anak Kejang Demam Anak yang pernah kejang tanpa demam dan bayi yang berumur kurang dari 4 minggu tidak Pada beberapa kasus penyebab kejang mungkin tidak diketahui Kejang yang terjadi .. blogspot.com

KEJANG DEMAM PADA ANAK CHILDREN FEVER CLINIC Kejadian kejang demam pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun hampir 2 terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu Anak yang pernah kejang tanpa demam dan .. wordpress.com Kejang Demam Pada Anak Seputar Kedokteran fungsinyaKejang demam pada anak kejang kecuali penyebab panas tersebut langsung mengenai otak Serangan kejang demam pada anak terulangnya kejang tanpa demam .. blogspot.com Kejang Tanpa Demam Indahnya Bersabar Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam Juga banyak terjadi pada anakanak Ragam Penyebab Kejang tanpa demam bisa berasal dari .. wordpress.com Kejang Demam Puskesmas dot Info Penyebab yang pasti dari terjadinya kejang demam anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa kelainan saraf Kejang demam pada anakanak yang mengalami kejang demam .. wordpress.com KEJANG DEMAM askepaskebkitablogspotcom asuhankeperawatan Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf B Etiologi Kejang Demam Penyebab kejang demam .. blogspot.com

Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam atau stuip atau step. Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih. Segera bawa ke dokter. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam. Jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal. Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak. Ciri-ciri kejang pada balita. - Kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas.

- Gigi terkatup - Muntah - Tak jarang si balita berhenti nafas sejenak - Pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar atau kecil. - pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit. Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada balita: Suhu tubuh normal balita berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut atau telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri. Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum atau anus dibanding ketiak. Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah. Yang bisa dilakukan orang tua. - Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C. - Kompres dengan lap hangat. Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan korsleting atau benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi. - Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal atau menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya. - Jangan memberi minuman atau makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.

Biasanya kejang-kejang terjadi apabila demam disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan atas, roseola atau infeksi telinga. Namun pada beberapa kasus tertentu, kejang demam terjadi sebagai gejala dari penyakit meningitis atau masalah serius lainnya. Selain demam yang tinggi, kejang-kejang juga bisa terjadi akibat penyakit radang selaput otak, tumor, trauma atau benjolan di kepala serta gangguan elektrolit dalam tubuh. Karenanya orangtua dan dokter harus mencari tahu apa penyebab kejang-kejang tersebut.

Cara Alami Mengobati Kejang Pada Anak


Thursday, 23 February 2012, 7:06 | Uncategorized | Comments Off | Read 31 Times by admin

cara alami mengobati kejang pada anak

Gangguan Kesehatan yang sering terjadi pada anakanak Jelly Penyebab dari kejang pada anakanak antara lain demam tinggi dehidrasi epilepsi dan asam urat

asma cara alami mengobati stroke cara mengatasi epilepsi cara mengatasi nyeri haid cara .. caramengobati-penyakit.com Cara mengobati demam anak 1 tahun Natural Therapy Terapi Alami Terapi Anak Terapi dan bagaimana cara menangani demam pada anak anak yang berusia kurang dari 1 tahun Secara umum dokter tidak akan menyarankan untuk mengobati kejang .. naturaterapi.com Epilepsi pada Anak Herbal Alami Thibbun Nabawi Sehat Alami dan berkembang seperti anak yang normal Mengobati MENCEGAH KEJANG Demam tinggi pada anak dapat diatas dengan cara memberi obat .. wordpress.com Cara cepat mengobati kejang epilepsi dengan obat alami CARA CEPAT MENGOBATI KEJANG EPILEPSI DENGAN OBAT ALAMI Ini salah satu bukti keunggulan obat alami ada cara bagaimana mengelola serangan itu namun demikian pada anak .. obat-pengobatanalami.com Mengatasi Penyakit Diare pada anak Natural Therapy Cara Mengatasi Diare Pada Anak cara obat tradisional pilek bayi 2 mins ago penyebab kejang tanpa demam 3 mins ago bahan alami untuk mengobati hidung yang ingusan pada bayi .. naturaterapi.com Mengatasi Demam pada Bayi dan Anakanak Sehat alami postingan mengatasi demam pada anak dengan wortel Padahal pengobatan herbal alami Bagaimana cara mengompres anak demam 1 Taruh antara menggigil dengan kejang Pada saat anak .. blogspot.com Cara cepat dan alami mengobati penyakit asma Agen Gamat Luxor Gejala awal pada anakanak bisa berupa rasa irama jantung abnormal atau kejang Pada saat Solusi terbaik untuk mengobati penyakit asma dengan obat alami asma jelly Gamat .. obat-alami.com Cara Mengobati Cacar Air Secara Alami Terbaru 2012 Tips kesehatan Cara Mengobati Cacar Air Secara Alami Siapa sih yang dahulu setelah itu tempelkan pada gejala Preeklampsi disertai kejang Penanganan MgSO4 Cara .. blogdetik.com Cara Mengatasi Demam Pada Anak Obat Alami Demam Pada Anak Langkah pertama Cara Mengatasi Demam Pada Anak adalah dengan jelly gamat goldg yang terbuat dari bahan alami Obat Alami Untuk Mengobati Berbagai Macam anak akan memiliki kejang .. jellygamat-goldg.com Cara mengobati kram atau kejang pada otot Cara cantik alami Cara cepat berhenti merokok Cara daftar Masalah anak Masalah anak dan balita Masalah Cara mengobati kram atau kejang pada otot Hampir semua dari kita pernah .. rusmanmalili.com

Cara Tepat Mengatasi Kejang Pada Anak


Jangan pernah menyepelekan kejadian kejang pada anak. Penanganan yang tidak tepat dapat mempengaruhi tingkat kecerdasannya, apalagi sampai terlambat diobati. Anak bisa menderita penyakit epilepsi, bahkan keterbelakangan mental. Bila hal itu terjadi, Anda akan menyesal seumur hidup! Sebelum kejang biasanya anak akan menderita demam yang tinggi sekitar 38 - 40 derajat Celcius. Pada saat demam ini, kekejangan yang terjadi, tergantung kekuatan tubuh si anak. Banyak anak demam tinggi dan kejang setelah melakukan imunisasi. Biasanya setelah imunisasi, dokter memberi resep obat penurun panas untuk segera diminumkan ke si kecil. Kejang yang sering terjadi pada anak adalah kejang kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. Kejang semacam itu terjadi saat suhu tubuh meningkat. Kejang ini disebut kejang demam atau mengejangnya otot-otot pangkal tenggorok sebagai akibat menyempitnya jalan napas yang disebut kejang laring. Penyakit yang di manifestasikan kejang yaitu penyakit kejang demam, epilepsi atau tuberkolusis intrakranial atau orang awam menyebutnya TBC otak. Kejang demam dapat berjalan singkat dan tidak berbahaya. Tapi bila kejang mencapai 15 menit dapat membahayakan si kecil, karena bisa menyebabkan kerusakan otak sehingga dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan bahkan bisa menyebabkan retardasi atau keterbelakangan mental. Kejang demam dialami 2-3 persen anak-anak. Kejang demam terbagi dua, yaitu kejang demam yang sederhana dan kejang demam yang akibat penyakit lain atau gangguan dalam tengkorak kepala. Kejang sederhana dengan ciri-ciri menyerang anak usia 4 bulan sampai 4 tahun, kejang berlangsung tidak lebih dari 15 menit, kejang timbul dalam 16 jam demam pertama, frekuensi demam kurang dari 4 kali dalam setahun. Kejang dapat timbul pula ketika si kecil menderita muntah dan diare. Kejang bisa pula timbul tanpa demam, yaitu disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, sakit lama yang menyebabkan gula darah rendah, asupan makan yang kurang, atau menderita kejang yang sudah lama dialami akibat epilepsi. Kejang akibat kelainan neurologis atau gangguan perkembangan, berlangsung lebih dari 15 menit. Keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada, karena si kecil berisiko tinggi mengalami kejang yang sama. Selain faktor keturunan, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan. Anak yang pernah menderita kejang demam, sebesar 50 persen berisiko terkena kejang demam kembali dalam setahun pertama setelah kejang. Anak yang menderita kejang demam kemudian diikuti dengan kejang tanpa demam berisiko lima kali lebih besar menderita retardasi mental. Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan sang bayi atau anak terlalu tinggi. Dimana pada saat kejang badannya menjadi kaku, bola mata berbalik keatas, kondisi ini biasa disebut "step". Bila si kecil mengalami keadaan ini, segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit

yang terdekat. Karena jika keadaan kejang seperti ini dibiarkan terlalu lama, dapat menbahayakan si kecil. Jangan mudah percaya bahwa minum kopi bisa menghindari dari kejang atau step. Secara medis, sebetulnya kopi tidak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan pada saat anak Anda mengalami kejang, yang akhirnya mengantarkan pada kematian. Kasus kejang kopi ini pernah terjadi di Balikpapan, seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun yang mengalami sakit muntaber. Setelah diberi pengobatan di sebuah rumah sakit, kondisi bocah tersebut mulai membaik. Namun ketika sampai di rumah, bocah bernama Andika tersebut mengalami kejang-kejang. Bermaksud menghentikan kejang si bocah, ibu bocah itu kemudian memberikan sesendok cairan kopi yang kebetulan ada didekatnya pada si Andika yang sedang kejang. Kejangnya bukan berkurang, seluruh badannya mengalami kejang semakin hebat dan selanjutnya Andika tidak bergerak lagi. Cara penanganan masalah demam kejang pada anak, yang penting jangan panik. Kemudian, kompres bagian kening kepala dan ketiak si kecil dengan kain handuk dari air hangat agar panas cepat terserap. Lakukan hal ini berulang kali. Kenakan pakaian yang longgar, dan hindari pakaian tebal pada si kecil. Usahakan pula kondisi kamar si kecil yang selalu nyaman agar rasa panas tubuh tidak bertambah. Bila panas tubuh tak kunjung mereda, secepat mungkin bawalah ke rumah sakit, klinik atau dokter terdekat. Jangan melakukan pengkompresan dengan lap yang dingin, karena dapat menyebabkan korslet di otak --akan terjadi benturan kuat karena atara suhu panas tubuh si kecil dengan lap pres dingin. Kalau dinyatakan epilepsi, segera minum obat resep dokter secara teratur. Sediakan obat anti kejang lewat dubur di rumah jika kejang membuat anak tidak mungkin meminum obat. Selain itu, sediakan pula obat penurun panas di rumah seperti parasetamol. (Kentos/Berbagai sumber)

sumber : Suara Karya

Pria Gemuk Spermanya Sedikit dan Tidak Bagus


Putro Agus Harnowo - detikHealth

(foto: Thinkstock)

Paris, Kelebihan berat badan banyak dikaitkan dengan penyakit gangguan metabolisme, jantung dan penyempitan pembuluh darah. Selain buruk bagi diri sendiri, obesitas juga berakibat buruk bagi pasangan. Pria dengan kelebihan berat badan atau obesitas lebih berisiko menjadi tidak subur. Sebuah penelitian di Paris menemukan bahwa pria yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas lebih besar kemungkinannya menghasilkan sperma yang sedikit atau spermanya kurang berkualitas ketika dibandingkan dengan pria dengan berat badan normal. "Penelitian kami sangat menyarankan bahwa kelebihan berat badan mempengaruhi produksi sperma. Temuan ini nampaknya membantu menjelaskan mengapa wabah obesitas secara global meningkat seiring menurunnya kesuburan pria," kata peneliti, dr Sbastien Czernichow, kepala departemen nutrisi di Ambroise Par University Hospital di Paris seperti dilansir myhealthnewsdaily.com,Rabu (14/3/2012). Czernichow dan rekan-rekannya mengumpulkan data dari 14 penelitian sebelumnya terhadap hampir 10.000 orang pria. Para peneliti memeriksa jumlah sperma setiap peserta penelitian dan membandingkannya dengan indeks massa tubuh (IMT). IMT merupakan ukuran kegemukan tubuh yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan. Pria dengan IMT lebih dari 25 dianggap mengalami kelebihan berat badan dan IMT lebih dari 30 dianggap obesitas. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Internal Medicineini menemukan bahwa di antara orang-orang dengan berat badan normal, hanya 24 persen yang memiliki jumlah sperma sedikit dan 2,6 persen yang spermanya tidak berkualitas. Namun pada pria dengan kelebihan berat badan, 25,6 persen memiliki jumlah sperma yang rendah dan 4,7 persen tidak memiliki sperma yang layak. Di antara pria obesitas, 32,4 persen memiliki jumlah sperma yang rendah dan 6,9 persen tidak memiliki sperma yang layak. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan fakta bahwa jaringan lemak mengubah hormon testoteron pria menjadi hormon wanita, estrogen. Makin banyak jaringan lemak, maka testoteron yang diubah menjadi estrogen semakin banyak. "Mungkin juga ada cara lain yang bisa menjelaskan hubungan ini. Hormon leptin yang diproduksi oleh sel lemak dapat merusak sel-sel sperma atau sel-sel yang memproduksi sperma. Bisa juga karena banyaknya jaringan lemak meningkatkan suhu di dalam skrotum sehingga merusak sel sperma," kata dr Czernichow. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami pengaruh obesitas terhadap sel sperma. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan hubungan yang beragam dan dianggap para peneliti sebagai analisis yang kurang valid karena adanya data yang hilang dan jumlah sperma bukanlah ukuran yang sempurna untuk menghitung kesuburan pria.

Cara Sederhana Turunkan Berat Badan Tanpa Harus Diet


Merry Wahyuningsih - detikHealth

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Untuk menurunkan berat badan, banyak orang mencoba berbagai macam program diet. Sayangnya, tidak semua berhasil yang akhirnya membuat orang enggan melakukan diet. Bila sudah begitu, cobalah beberapa cara menurunkan berat badan tanpa harus berdiet. Berikut 5 cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan tanpa harus berdiet, seperti dilansir onlymyhealth, Rabu (14/3/2012): 1. Buang jauh-jauh minuman bersoda Meninggalkan minuman bersoda akan memberikan hasil yang menguntungkan bila Anda ingin menurunkan berat badan, karena minuman ini penuh dengan kalori yang akan menambah berat badan. Pilih minuman sehat seperti lemon, air putih atau teh hijau. 2. Jangan lewatkan sarapan Tidak sarapan dapat memperlambat laju metabolisme tubuh sehingga menyebabkan proses pencernaan menjadi lambat. Ini akan meningkatkan peluang tubuh untuk menumpuk lemak lebih banyak. 3. Minum banyak air putih Air adalah kunci untuk hidup sehat. Minum setidaknya 6-8 gelas air per hari dan hindari menunggu untuk haus sebelum minum. Jika cukup minum air, setelah beberapa hari Anda akan melihat perubahan yang lebih baik dalam pengurangan nafsu makan. 4. Banyak makan buah-buahan Buah mengandung sejumlah besar air, yang tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga membuat kulit segar. 5. Cukup tidur Jika kualitas tidur baik, Anda akan makan lebih sedikit dan hasilnya akan menurunkan berat badan. Kurang tidur juga telah dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan seperti obesitas, depresi, melemahnya kekebalan dan terganggunya produksi hormon.