Anda di halaman 1dari 6

Sekretaris Dan Kegiatan

Surat Menyurat
Mira Veranita Effendy

Surat adalah salah satu media / alat komunikasi tertulis, yang bertujuan untuk
menyampaikan pesan atau bertukar pesan secara tertulis. Dengan surat diharapkan
tujuan berkomunikasi dapat berhasil dengan baik, oleh karena itu harus dipenuhi
prinsip-prinsip penulisan surat yaitu :
- Completeness (lengkap)
- Conciseness (ringkas)
- Considerations (pertimbangan)
- Concreteness (konkrit)
- Clarity (jelas)
- Courtesy (sopan)
- Correctness (benar)

Surat adalah : Suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara
tertulis yang dibuat oleh seseorang atau pejabat kepada pihak lain, baik atas nama
sendiri maupun jabatan dalam organisasi, antara lain dapat berupa pemberitahuan,
pernyataan, permintaan, laporan, keputusan atau buah pikiran. Tujuan menulis surat
adalah : Untuk memberitahukan atau menyampaikan informasi, penjelasan dan
sebagainya, juga untuk menerima atau mendapatkan informasi, penjelasan dan
sebagainya.

Agar tujuan penulisan surat dapat tercapai, seseorang harus mengetahui pengetahuan
dan keterampilan surat menyurat. Penulisan surat yang kurang baik akan
mempengaruhi arus informasi, sehingga dapat terjadi salah pengertian sehingga tujuan
penulisan surat tidak tercapai.

Fungsi surat adalah :

1. Barometer kemajuan kantor


2. Media Komunikasi
3. Dokumen Tertulis
4. Duta atau wakil penulis
5. Alat tata usaha
6. Alat mengingat atau berpikir

Jenis-jenis surat :
Berdasarkan sifat Surat :
 Surat Pribadi, yaitu surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut
kepentingan pribadi. Surat menyurat perorangan timbul dalam kehidupan sehari-
hari antara anak dengan orang tua, kerabat, sahabat dan sebagainya.
 Surat Dinas, yaitu surat yang dibuat dan dikeluarkan oleh suatu lembaga, badan
pemerintah atau swasta dan ditandatangani oleh pejabat atau yang mewakilinya.
Surat dinas berisi masalah yang menyangkut kedinasan yang dibuat untuk
memecahkan masalah kedinasan. Surat Dinas terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu :
- Surat Dinas Pemerintah : yang berhubungan dengan masalah
pemerintah dan pemerintahan.

MIRAVE/04/IX/ ‘SEKRETARIS PROFESIONAL’ Page 1 of 6


- Surat Dinas Swasta, yakni surat dinas yang berhubungan
dengan masalah swasta, biasanya disebut juga surat niaga.

Berdasarkan Wujud Surat :


 Surat Biasa, yaitu surat yang ditulis di atas kertas yang biasanya dikirim dan
dimasukkan ke sampul surat.
 Surat Memo (Memorandum), yaitu surat singkatan dari seorang pejabat kepada
bawahannya atau rekannya yang berisi pokok-pokok masalah untuk pelaksanaan
aktivitas rutin.
 Telegram, yaitu surat yang ditulis pada blanko telegram yang berisi pokok-pokok
singkat permasalahan.
 Kartu Pos, yaitu benda pos yang dipakai apabila isi surat itu singkat dan tidak
rahasia.
 Warkat Pos, digunakan apabila isi surat lebih panjang dari Kartu Pos, isinya hanya
boleh dibaca oleh orang yang berhak yaitu yang tercantum di dalamnya (alamat
surat).

Berdasarkan Keamanan Isi Surat :


 Surat Biasa, yaitu surat yang tidak akan menimbulkan akibat buruk atau
merugikan organisasi/pejabat yang bersangkutan walaupun isinya diketahui atau
dibaca orang lain.
 Surat Rahasia, yaitu surat yang isinya tidak boleh diketahui opleh orang lain,
sebab akan menimbulkan hal yang buruk atau kerugian bagi organisasi atau
pejabat yang bersangkutan. Biasanya ditandai dengan kode : “RHS” atau “R”.
 Surat Sangat Rahasia, yaitu surat yang berisi masalah yang sangat penting dan
hanya boleh dibaca atau diketahui isinya oleh orang tertentu saja yang berhak
menyelesaikan atau mengambil keputusan, karena itu perlu dijaga agar tidak jatuh
ke tangan orang lain yang tidak berkepentingaN. Biasanya diberi kode : “SRHS”
atau “SR”

Berdasarkan Proses Penyelesaiannya :


 Surat Biasa, yaitu surat yang tidak memerlukan tanggapan atau penyelesaian
secepatnya, tetapi dapat diselesaikan menurut urusan surat yang diterima.
 Surat Segera, yaitu surat yang isinya memerlukan tanggapan atau penyelesaian
dengan segera, lebih cepat daripada surat biasa.
 Surat Sangat Segera, yaitu surat yang isinya memerlukan tanggapan dan
penyelesaian yang secepatnya (sangat segera dan kilat), harus dilakukan atau
diselesaikan pada kesempatan pertama (dengan prioritas utama).

Surat Dinas Pos


 Surat Biasa, yaitu surat yang dalam pengirimannya tidak harus dikirim paling
dulu, karena surat semacam ini tidak memerlukan tanggapan paling dahulu
(secepatnya).
 Surat Kilat, surat ini harus ditanggapi oleh penerima paling dahulu dan kalau surat
ini harus mendapat balasan yang diproses paling dahulu penyelesaiannya.
 Surat Kilat Khusus, yaitu surat yang dikirim paling dahulu atau mendapat prioritas
utama dalam pengirimannya, dan biasanya dibuatkan resinya sebagai tanda bukti
pengiriman.
 Surat Tercatat, yaitu surat yang dikirimkan secara biasa tetapi ada tandatangan
pengirimannya (resi) yang dibuat oleh kantor pos.
 Surat Berharga, yaitu surat yang dapat dipercaya kebenarannya, seperti sertifikat,
akte, surat perjanjian dan lain-lain.

Pengiriman Surat dapat dilakukan dengan :

MIRAVE/04/IX/ ‘SEKRETARIS PROFESIONAL’ Page 2 of 6


 Kartu Pos : dipakai apabila isi surat singkat dan tidak rahasia, boleh dibaca atau
diketahui oleh siapapun yang menerimanya.
 Warkat Pos : dipakai bila isi surat lebih panjang daripada Kartu Pos dan isinya
hanya boleh dibaca atau diketahui oleh orang yang berhak.
 Surat Bersampul : digunakan bila isi surat itu panjang dan rahasia. Dengan
surat bersampul bisa dimasukkan beberapa helai kertas ke dalamnya, misalnya
lampiran-lampiran yang menyertai surat ini.

KERTAS SURAT
Beberapa ukuran kertas antara lain :
SERI A

A0 33.1 x 46.8 inci 841 x 1189 mm


A1 23.3 x 33.1 inci 594 x 841 mm
A2 16.5 x 23.3 inci 420 x 594 mm
A3 11.7 x 16.5 inci 297 x 420 mm
A4 8.3 x 11.7 inci 210 x 297 mm
A5 5.8 x 8.3 inci 148 x 210 mm
A6 4.1 x 5.8 inci 105 x 148 mm
A7 2.9 x 4.1 inci 74 x 105 mm
A8 2.1 x 2.9 inci 52 x 74 mm
A9 1.5 x 2.1 inci 37 x 52 mm
A10 1.0 x 1.5 inci 26 x 37 mm

SERI B

B0 39.3 x 55.7 inci 1000 x 1414 mm


B1 27.8 x 39.3 inci 707 x 1000 mm
B2 19.7 x 27.8 inci 500 x 707 mm
B3 13.9 x 19.7 inci 353 x 500 mm
B4 9.8 x 13.9 inci 250 x 358 mm
B5 6.9 x 9.8 inci 176 x 250 mm
B6 4.9 x 6.9 inci 125 x 176 mm
B7 3.5 x 4.9 inci 88 x 125 mm
B8 2.4 x 3.5 inci 62 x 88 mm
B9 1.7 x 2.4 inci 44 x 62 mm
B10 1.2 x 1.7 inci 31 x 44 mm

BRITISH
Foolscap (folio) 8 x 13 inci 205 x 330 mm
Quarto (4to) 8 x 10 inci 205 x 254 mm
Sexto (6to) 8 x 6.5 inci 205 x 165 mm
Oktavo (8to) 5 x 8 inci 127 x 205 mm
Memo 8 x 5 inci 205 x 127 mm
Draft 10 x 1 inci 254 x 410 mm
Brief 13 x 16 inci 330 x 410 mm
American Quarto 8.75 x 11 inci 223 x 282 mm

SAMPUL SURAT
Macam-macam sampul surat antara lain : Sampul Niaga (Commercial,) Sampul
Keamanan (Security), Sampul Rekat Silang Tutup (Open End), Sampul Berjendela

MIRAVE/04/IX/ ‘SEKRETARIS PROFESIONAL’ Page 3 of 6


(Window Envelope), Sampul Lapisan Sisi (Side Seems), Sampul Dokumen (Work
Docket), Sampul Katalog (Catalogue), sampul Berkancing Bertali (Button andString)

LIPATAN SURAT
Macam-macam lipatan surat antara lain Lipatan Tunggal (Single Fold), Lipatan Baku
(Standard Fold), Lipatan Baku Rendah (Low Standard Fold), Lipatan Akordion
(Accordion Fold), Lipatan Akordion Rendah (Low Accordion Fold), Lipatan Perancis
(French Fold), Lipatan Baron (Baronial Fold), Lipatan Sejajar Ganda (Parallel Double
Fold)

Syarat Penulisan Bahasa Surat yang baik adalah :


Nada Bahasa Surat Harus Tepat.
Nada dan gaya bahasa surat berpengaruh terhadap makna isi surat. Tentunya nada
beberapa jenis surat berbeda sesuai dengan inti surat. Surat keterangan berbeda denga
surat teguran, surat tagihan dan surat permintaan. Apapun yang ditulis hendaknya
tidak meninggalkan sopan santun dan berbahasa sehingga surat memperoleh
tanggapan yang baik dan pembaca tidak berpaling kepada masalah lain, atau
persaudaraan tetap terjaga.

Nada surat akan lebih hidup jika dalam menuangkan buah pikiran ke dalam isi surat
memilih kata-kata dengan cermat lalu disusun dalam kalimat yang menarik tetapi
tidak terlalu panjang.
Sebaiknya hindari kata-kata atau kalimat majemuk, perhatikan aturan tata bahasa
dan terapkan sopan santun penulisan bahasa surat yang lazim.

Penggunaan Bahasa/ Kalimat-kalimat yang sederhana


Kalimat-kalimat surat hendaknya singkat, tetapi padat dan jelas serta bertatabahasa
yang benar, tidak panjang apalagi berulang-ulang, sehingga mudah dipahami
pembacanya.

Rumusan Isi Surat


Hendaknya dirumuskan secara singkat dan menegaskan seluruh isi surat. Pokok-
pokok masalah yang akan dituangkan dalam isi surat hendaknya direncanakan
terlebih dahulu sebelum menulis surat, lalu dirangkai dalam susunan kalimat yang
berisi kata-kata pilihan yang tepat.

Kejelasan Makna
Agar tidak terjadi salah penafsiran, maka hendaknya :
- Hindari pemakaian kata atau istilah yang kurang lazim (tidak
umum) dan kalimat yang berbelit-belit serta panjang.
- Pilihlah kata-kata yang tepat, susunan kalimat sederhana,
ungkapan yang wajar, teknik mengemukakan alinea yang
teratur serta tulisan/ketikan jelas dan benar akan memperjelas
isi surat.
- Penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat serta dalam
menggunakan singkatan hanya yang sudah biasa atau umum
dipakai.

Pengaturan Alinea
Dalam sebuah surat, isi surat terdiri dari :
- Alinea Pembuka, merupakan pengantar isi surat, juga untuk
menarik perhatian pembaca terhadap pokok surat.

MIRAVE/04/IX/ ‘SEKRETARIS PROFESIONAL’ Page 4 of 6


- Alinea Isi Surat, memuat isi surat yang sesungguhnya, seperti
apa yang diberitahukan, ditanyakan, diminta dan lain-lain yang
disampaikan kepada penerima.

- Alinea Penutup, merupakan penegasan atau kesimpulan isi


surat, juga dapat mengandung suatu harapan

Pengertian Surat Pribadi


Adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan
pribadi, baik dalam hubungan kekeluargaan atau persaudaraan maupun masalah
hubungan pribadi dengan dinas.
Surat Pribadi timbul dalam pergaulan hidup sehari-hari yang berlangsung
antara orang tua dengan anak atau sebaliknya, antara sahabat, kerabat dan
sebagainya termasuk antara pribadi dengan lembaga atau instansi.
Surat pribadi yang berisi tentang kekeluargaan atau persaudaraan pada
hakikatnya adalah untuk urusan keluarga dan mempererat tali persaudaraan dan
isinya biasanya menyangkut masalah kehidupan sehari-hari di antara mereka, baik
berupa kebutuhan ekonomi-sosial, misalnya : permintaan uang untuk keperluan
sarana belajar, kenaikan uang tempat tinggal (kost), izin untuk ikut darmawisata, dan
sebagainya.

Surat pribadi yang berhubungan dengan dinas biasanya menyangkut seorang


karyawan kantor atau instansi yang instansi yang melakukan hubungan komunikasi
melalui surat dengan kantor atau instansi tempat ia bekerja, baik tatkala ia melamar
pekerjaan sampai pada saat ia sudah bekerja di kantor atau instansi tersebut, seperti
surat lamaran pekerjaan, surat izin tidak masuk kerja, dan sebagainya.

Ciri-ciri Surat Pribadi


Sebuah surat dapat dikatakan sebagai surat pribadi apabila mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut :
- Berisi masalah yang menyangkut perorangan/pribadi
- Penulis surat mewakili pribadi, bukan mewakili
kantor/lembaga.
- Umumnya tidak bernomor dan tanpa tanda pengenal
(cap/stempel)
- Bagian-bagian surat kurang atau tidak lengkap
- Isinya terkadang panjang

Surat Lamaran
Surat Lamaran adalah surat permohonan kerja yang dibuat seseorang kepada
instansi atau perusahaan dengan harapan agar diterima sebagai pegawai atau
karyawan di lingkungan instansi atau perusahaan tersebut dengan posisi yang sesuai
dengan tingkat pendidikan dan keahlian / keterampilan pelamar. Untuk dapat diterima
bekerja oleh suatu instansi atau badan usaha, secara umum pelamar harus memenuhi
tiga persyaratan utama, yaitu, pendidikan formal, keahlian/keterampilan dan
kepribadian. Selain itu sebagai persyaratan pelengkap dapat juga dilampirkan
pengalaman kerja (bila ada)

Daftar Riwayat Hidup


Daftar Riwayat Hidup disebut juga “Curriculum Vitae”, yaitu catatan tentang data
pribadi si pelamar. Yang dicantumkan dalam Daftar Riwayat Hidup meliputi :
a. Nama
b. Tempat dan tanggal lahir
c. Jenis kelamin

MIRAVE/04/IX/ ‘SEKRETARIS PROFESIONAL’ Page 5 of 6


d. Kebangsaan
e. Agama
f. Pendidikan
g. Alamat
h. Pengalaman kerja
i. Nama orang tua
j. Alamat orang tua
k. Hobi
l. Referensi

Surat Izin
Surat izin adalah surat pemberitahuan seseorang kepada pejabat yang
berwenang di instansi / perusahaan tempat bekerja atau sekolah yang menyatakan,
bahwa yang bersangkutan tidak dapat masuk kerja atau tidak dapat mengikuti
p[elajaran di sekolah. Surat Izin tidak masuk kerja ditulis / dibuat oleh yang
bersangkutan. Berbeda dengan surat izin tidak masuk sekolah harus dibuat/ditulis
oleh orang tua siswa.
Dalam surat izin, harus ada sesuatu alasan yang kuat mengapa seseorang tidak
dapat melaksanakan tugas, misalnya surat keterangan sakit dari dokter.

Surat Keluarga
Surat Keluarga ialah surat yang dibuat oleh seseorang kepada orang lain yang masih
mempunyai hubungan keluarga. Dalam penulisan surat keluarga penggunaan bahasa
harus yang baik, sopan dan mudah dimengerti sehingga tujuan surat tersebut tercapai.
Penulisan surat, misalnya oleh seorang anak kepada bibinya, kakeknya, kakaknya
atau pamannya. Penulisan surat harus disesuaikan kepada siapa surat itu ditujukan,
karena penulisan surat kepada orang yang lebih tua atau yang lebih muda sudah tentu
berbeda. MIRA VE

MIRAVE/04/IX/ ‘SEKRETARIS PROFESIONAL’ Page 6 of 6