Anda di halaman 1dari 29

1

PROPOSAL PENELITIAN

NAMA : BADRI

NIM / NIMKO : 2005.96.03.2198 / 2005.4.037.0101.1.00494

FAKULTAS/JURUSAN : TARBIYAH/PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JUDUL : PENGARUH PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK

TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAQUL

KARIMAH SISWA MI. AN-NAJAH I KARDULUK

KEC. PRAGAAN KAB. SUMENEP TAHUN

PELAJARAN 2009/2010

A. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari akhlak merupakan hal yang sangat penting

dalam bertingkah laku. Dengan akhlak yang baik seseorang tidak akan

terpengaruh pada hal-hal yang negatif. Dalam agama islam telah diajarkan kepada

semua pemeluknya agar dirinya menjadi manusia yang berguna bagi dirinya serta

berguna bagi orang lain. Manusia yang berakhlak akan dapat menghiasi dirinya

dengan sifat kemanusiaan yang sempurna, menjadi manusia shaleh dalam arti

yang sebenarnya, selalu menjaga kualitas kepribadiannya sesuai dengan tuntunan

Allah swt. dan Rasul-Nya. Sebagaimana sabda nabi:

‫انما بعثت لتمم مكارم الخلق ( رواه أحمد والحاكم‬


)‫والبيهاقي‬
2

“Sesungguhnya aku diutus )sebagai Rasul( untuk menyempurnakan

kesempurnaan Akhlak manusia”)H.R. Imam Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baihaqi(

)Ulwan,1981:214(

Hal serupa diungkapkan oleh1 Noer Aly )2008 : 149( bahwa orientasi

akhlaki-keagamaan merupakan sesuatu yang asasi di dalam pendidikan Islam.

Seruan agar berakhlak mulia, menjunjung tinggi hidayah dan berbudi pekerti

luhur sebagaimana dimuat dalam al-Qur’an, hadits Rasulullah saw., dan sumber-

sumber primer warisan budaya Islam melegitimasi keutamaan orientasi tersebut.

Sementara itu, di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah I Karduluk sebagai

sekolah yang berasaskan agama Islam juga mempunyai problema dalam hal

akhlaq murid misalnya, mulai nampak tindakan mencuri milik temannya,

membohongi gurunya dan lain sebagainya. Dengan demikian pendidikan akhlak

sejak dini pada anak sangatlah penting sekali agar anak terbiasa bersikap sopan

dan selalu berbuat hal-hal terpuji lainnya dalam kehidupan bermasyarakat baik

pada saat masih usia sekolah maupun pada saat mereka besar nanti.

Dari segi ini sudah jelas bahwa ilmu akhlak itu sangat penting karena

dapat menuntun para anak didik untuk menemukan dunianya dalam menyalurkan

bakatnya kepada tindakan sublimatif dan konstruktif. Hal ini perlu dilakukan

sejak dini karena seiring dengan berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan

teknologi banyak faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang dari kalangan

remaja. Seperti krisis moral/dekadensi moral, tawuran antar siswa serta semakin

banyaknya pemakaian narkoba.


3

Karena Akhlaqul karimah ini merupakan sesuatu yang sangat penting

maka harus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun

masyarakat, agar menjadi manusia yang berjiwa suci dan memiliki budi pekerti

yang baik.

Sekolah merupakan salah satu tempat membina, mempersiapkan anak

didik dan tempat anak bergaul dengan teman sebaya serta tempat berkumpul para

guru. Oleh karena itu, sangat perlu sekali jika pembinaan akhlak tersebut

dilakukan melalui pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah, di samping dalam

kehidupan keluarga, karena dalam pembelajaran aqidah akhlak banyak memuat

materi-materi yang mengarahkan siswa untuk selalu bersikap terpuji serta

menjauhi perbuatan yang tercela.

Dalam melaksanakan pembelajaran Aqidah Akhlak hendaknya bertujuan

membentuk kepribadian yang baik dan yang paling penting adalah usaha mencari

ridla Allah SWT, jauh dari pekerjaan tercela, mencuri, berbohong, jarang sholat,

sehingga dalam pembelajaran Aqidah Ahklaq siswa mampu menangkap pesan-

pesan yang dapat membawa dirinya pada kemuliaan tinggi yang sesuai dengan

ajaran syari’at Islam serta dapat menjadi panutan bagi masyarakatnya kelak

ketika sudah dewasa nanti. )Sjarkawi, 2008:32(

Menurut al-Abrasy, )1980: 15( bahwa Pendidikan Agama adalah untuk

mendidik Akhlak dan jiwa mereka, menanamkan rasa fadilah )keutamaan(,

membiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi, mempersiapkan mereka

untuk satu kehidupan yang suci, ikhlas dan jujur.


4

Sedangkan di MI An-Najah I Karduluk Kec. Pragaan Kab. Sumenep

Pembelajaran Aqidah Akhlak sudah mulai diajarkan pada anak didik sejak dari

kelas I )satu( sampai kelas VI )enam(. Pembelajaran aqidah akhlak tersebut

diupayakan agar pembentukan akhlaqul karimah pada anak didik dapat terbentuk

serta terbina secara baik sesuai dengan ajaran agama Islam.

Atas dasar segala permasalahan dan pemikiran itu, penulis amat tertarik

untuk meneliti permasalahan tersebut dengan judul “Pengaruh Pembelajaran

Aqidah Akhlak terhadap pembentukan Akhlaqul Karimah Siswa MI. An-Najah I

Karduluk Kec. Pragaan Kab. Sumenep tahun 2009/2010”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka kami ajukan masalah

sebagai berikut:

1. Adakah pengaruh Pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap pembentukan

Akhlaqul karimah siswa MI. An-Najah I Karduluk Kec. Pragaan Kab.

Sumenep tahun pelajaran 2009/2010?

2. Seberapa besar pengaruh pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap pembentukan

Akhlaqul karimah siswa MI. An-Najah I Karduluk Kec. Pragaan Kab.

Sumenep tahun pelajaran 2009/2010?

C. Tujuan Penelitian

Setiap gerak langkah/usaha/kegiatan yang dilakukan seseorang

mempunyai tujuan tertentu. Begitu juga dengan penelitian ini, memiliki tujuan

sebagai berikut:
5

1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran Aqidah Akhlak

terhadap pembentukan akhlaqul karimah siswa MI. An-Najah I Karduluk Kec.

Pragaan Kab. Sumenep tahun 2009/2010.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran Aqidah Akhlak

terhadap pembentukan akhlaqul karimah siswa MI. An-Najah I Karduluk Kec.

Pragaan Kab. Sumenep tahun pelajaran 2009/2010.

D. Kegunaan Penelitian

1. Bagi Kepala Madrasah Ibtidaiyah An-Najah I, sebagai tolak ukur untuk

menentukan kebijakan selanjutnya.

2. Bagi guru, hasil penelitian ini diupayakan agar menjadi acuan dalam

memotivasi anak didik, agar selalu aktif dalam segala bentuk kegitan sekolah

yang akhirnya akan tercipta akhlaqul karimah serta kondisi belajar yang

mantap, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk memecahkan masalah demi

kelancaran pendidikan.

3. Sebagai tambahan masukan bagi para pembaca untuk dijadikan bahan

pengetahuan.

4. Sebagai bahan informasi pendahuluan bagi peneliti lain yang serupa dimasa

yang akan datang tetapi berbeda sudut pandang.

5. Bagi IDIA Prenduan, sebagai tambahan referensi.

E. Alasan Pemilihan Judul

Pemilihan judul skripsi ini didasarkan pada alasan berikut :


6

1. Alasan objektif

a. Pembelajaran Aqidah Akhlak merupakan faktor utama pembentukan

Akhlaqul Karimah pada setiap siswa.

b. Akhlaqul karimah merupakan awal dari pembentukan pribadi yang positif.

2. Alasan subjektif

a. Sebagian besar kegiatan penulis adalah mengajar dan mendidik, jadi

penulis tertarik untuk meneliti sejauh mana efektifitas pembelajaran

Aqidah Ahklak terhadap terbentuknya Akhlaqul Karimah siswa MI An-

Najah I Karduluk Tahun Pelajaran 2009/2010

b. Lokasi penelitian merupakan tempat penulis mengajar, sehingga dengan

demikian, penulis lebih mudah untuk mengumpulkan data yang

dibutuhkan.

F. Asumsi/Postulat

Menurut Surakhmad )dalam Arikunto, 2006: 65( yang dimaksud dengan

asumsi yang sering disebut juga dengan anggapan dasar atau postulat adalah

“…... sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik.

Adapun yang menjadi asumsi yang diajukan penulis dalam penelitian ini adalah:

1. Pembelajaran aqidah akhlak merupakan pembentukan seseorang bagaimana

seharusnya berhubungan dengan penciptanya, sekaligus bagaimana seseorang

harus berhubungan dengan sesama manusia. Hubungan dan interaksi sesama

manusia dilakukan dengan mengikuti petunjuk dan pedoman yang terdapat

pada ajaran agama Islam. ) Sjarkawi, 2008:32(


7

2. Akhlaqul karimah merupakan sifat terpuji yang menghiasi diri seseorang, dan

sifat tersebut diataranya diperoleh setelah mendapat pembelajaran Akhlak dari

guru )Asy-Syalhub, 2008:26(

G. Hipotesis

“Hipotesis adalah kesimpulan yang bersifat sementara terhadap

permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”

)Arikunto, 2006:71(

Dari postulat di atas, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

a. Hipotesis kerja ) H1 (

Ada pengaruh pembelajaran aqidah Akhlak terhadap pembentukan

pembentukan Akhlaqul karimah siswa MI An-Najah I Karduluk Pragaan

Sumenep Tahun pelajaran 2009/2010.

b. Hipotesis Nihil ) H0 (

Tidak ada pengaruh pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap Akhlaqul Karimah

siswa MI An-Najah I Karduluk Pragaan Sumenep Tahun pelajaran 2009/2010.

H. Ruang Lingkup peneltian

1. Ruang lingkup materi

Untuk mempermudah penelitian, perlu kiranya penulis membuat

batasan ruang lngkup penelitian. Adapaun permasalahan yang menjadi

sasaran pokok dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup yaitu :

a. Variabel X )Independent Variable( yaitu pembelajaran Aqidah Akhlak.


8

VARIABEL X INDIKATOR
Pembelajaran Aqidah Akhlak 1. Tujuan pembelajaran Aqidah Akhlak

2. Materi pembelajaran Aqidah Akhlak

3. Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak

4. Alokasi Waktu yang tersedia dalam

Pembelajaran aqidah Akhlak

5. Evaluasi pembelajaran aqidah Akhlak

b. Variabel Y )Dependent Variable( pembentukan Akhlaqul Karimah

VARIABEL Y INDIKATOR
Pembentukan Akhlaqul 1. Kebiasaan menghargai orang lain

Karimah 2. Berusaha tidak melakukan prilaku

tercela.

3. Berusaha tidak lalai dalam

melaksanakan ibadah setiap waktu.

4. Berusaha selalu rendah diri.

5. Berusaha tidak selalu berbohong.

I. Batasan Istilah Dalam Judul

Definisi istilah ini sangat dibutuhkan dalam rangka menyamakan suatu

pendapat terhadap makna/arti dari beberapa istilah yang ada dalam judul tersebut,

sehingga nanti tidak akan terjadi kesalahpahaman terhadap judul penelitian ini.

Ada beberapa istilah yag dipandang perlu untuk didefinisikan antara lain:
9

Pengaruh : “Daya yang ada atau yang timbul dari suatu )orang atau benda( yang

ikut serta membentuk watak kepercayaan atau membuat seseorang”

)Tiem, 1999:52(. Dalam penelitian ini pengaruh diartikan sebagai

daya yang ditimbulkan oleh pembelajaran Aqidah Akhlak dan yang

memberi dampak terhadap pembentukan akhlaqul karimah. Dengan

kata lain, daya yang diperoleh dari pembelajaran Aqidah Akhlak

terhadap pembentukan akhlaqul karimah pada siswa MI An-Najah I

Karduluk kec. Pragaan Kab. Sumenep.

Pembelajaran Aqidah Akhlak: Penyampaian materi kepada para anak didik )Asy-

Syalhub, 2008 : 2(. Dalam penelitian ini adalah penyampaian materi

Aqidah Akhlak terhadap siswa MI An-Najah I Karduluk sebagai

bahan acuan untuk selalu bersikap terpuji sesuai dengan ajaran

agama Islam.

Pembentukan Akhlaqul karimah: Pembiasaan kelakuan baik dan terpuji

)Sjarkawi, 2008: 6(. Dalam hal ini adalah pembiasaan kelakuan baik

dan terpuji pada siswa MI An-Najah I Karduluk tahun pelajaran

2009/2010.

J. Kajian Pustaka

1. Aqidah Akhlak

Aqidah Akhlak pada dasarnya adalah sebuah materi pelajaran di

sekolah-sekolah agama seperti di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah I karduluk

yang menekankan pada pembentukan karakter siswa yang posistif.


10

Menurut Imam Ghazali )dalam Mustofa, 1999: 12( akhlak


didefinisikan sebagai berikut :
‫الخلق عبارة عـن هيئة فـى النفـس راسـخة عنهـا تصـدر الفعــال‬
‫بسهولة من غير حاجة الى فكر وروية‬
Artinya: “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari

padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tidak

memerlukan pertimbangan pemikiran )lebih dahulu(”.

Menurut Amin, )dalam Mustofa, 1999: 17(

‫غّرف بعضهـم الخلق بأنـه عادة ٌ الدرة إذاعتـــــــادت شبئـــــا‬


‫فعادتها هى المسماة ُ با الخلق‬
Artinya : “Sementara orang membuat definisi akhlak bahwa yang disebut

akhlak adalah kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka

kebiasaan itu dinamakan Akhlak.

2. Akhlaqul Karimah

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, disebutkan bahwa Akhlak adalah

“budi pekerti”. Dan yang dimaksud dengan karimah adalah “baik, terpuji”.

Pembentukan pribadi yang baik dan terpuji merupakan tuntutan bagi

setiap guru, karena pribadi yang baik dan terpuji merupakan modal awal dari

segala pekerjaan.

Pembelajaran aqidah akhlak dapat memiliki pengaruh yang begitu besar

terhadap pembentukan akhlaqul karimah karena dalam pembelajaran tersebut

banyak memuat tentang tata cara berperilaku serta contoh-contoh kisah

teladan dari tokoh Islam terdahulu. Sehingga pembelajaran aqidah akhlak di


11

MI An-Najah I Karduluk diharapkan mampu membentuk pribadi yang terpuji

sesuai dengan karakteristik ajaran agama Islam.

K. Metode penelitian

1. Rancangan Penelitian

Penelitian ini dirancang menjadi dua variabel yaitu variabel bebas )X(

adalah Pembelajaran aqidah akhlak. Dan variabel terikat )Y( adalah

Pembentukan akhlaqul karimah siswa. Penelitian ini mencari pengaruh

pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap pembentukan Akhlaqul Karimah

siswa di MI An-Najah I Desa Karduluk Kec. Pragaan Kab. Sumenep tahun

ajaran 2009/2010.

2. Teknik penentuan subyek penelitian

Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari lembaga MI An-Najah I

Karduluk, jumlah populasi dari lembaga tersebut ialah 205 orang dan penulis

urai dalam bentuk tabel sebagai berikut::


12

Tabel 1
KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NAJAH I
KARDULUK PRAGAAN TAHUN 2009-2010.

NO KELAS JUMLAH SISWA


1 Kelas I 58 orang
2 Kelas II 30 orang
3 Kelas III 49 orang
4 Kelas IV 38 orang
5 Kelas V 40 orang
6 Kelas VI 27 orang
Jumlah 242 orang
Sumber data : Data populasi MI An-Najah I Desa Karduluk Kecamatan Pragaan
Kabupaten Sumenep tahun 2009-2010.

Mengingat jumlah populasi dalam penelitian ini cukup besar, yaitu

sebanyak 242 orang, maka untuk menghemat biaya, tenaga, dan waktu, peneliti

mengadakan penelitian secara sample. Sedangkan sampel menurut Arikunto

)2006:131 ( adalah sebagian atau wakil yang diteliti.

Pengambilan sampel sebagaimana tersebut diatas sesuai dengan pendapat

yang mengatakan bahwa apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil

semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika

subyeknya besar dapat diambil antara 10% - 15%, 20% - 25% atau lebih.

)Arikunto, 2006:134 (

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Purposive sampel atau sampel

bertujuan, dikarenakan dari populasi yang diambil yaitu siswa kelas III, IV, V

dan VI telah memenuhi ciri-ciri yang terdapat pada seluruh populasi dari kelas I

sampai Kelas VI MI An-Najah I Karduluk. Namun dikarenakan subyek masih


13

besar, lebih dari 100 maka peneliti mengambil 30 % dari populasi yang yang

diambil, untuk mengetahui besarnya sampel responden yang diambil, sengaja

penulis sajikan tabel responden sebagai berikut :

Tabel 2
KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NAJAH I
KARDULUK PRAGAAN TAHUN 2009-2010

NO KELAS POPULASI SAMPEL


1 Kelas III 49 orang 15 orang
2 Kelas IV 38 orang 12 orang
2 Kelas V 40 orang 12 orang
3 Kelas VI 27 orang 8 orang
Jumlah 154 orang 47 orang
Sumber data : Data populasi MI An-Najah I Desa Karduluk Kecamatan Pragaan
Kabupaten Sumenep tahun 2009-2010.

3. Teknik pengumpulan data

a. Metode Angket atau Kuesioner

Arikunto, )2006 :151( mengatakan bahwa angket atau kuesioner

adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh

informasi dari responden, dalam hal ini tentang pembelajaran aqidah

akhlak dan pembentukan akhlaqul karimah siswa.

Kuesioner dapat dibedakan atas beberapa jenis, tergantung pada

sudut pandang berikut :

a. Dipandang dari cara menjawab, maka ada 2 :


- Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada resoponden
untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.
- Kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga
responden tinggal memilih.
b. Dipandang dari jawaban yang diberikan ada 2:
14

- Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya.


- Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden tentang orang lain.
c. Dipandang dari bentuknya, maka ada 4:
- Kuesioner pilihan ganda, sama dengan kuesioner tertutup.
- Kuesioner isian, sama dengan kuesioner terbuka.
- Checklist, sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan
tanda ) √ ( pada kolom yang sesuai.
- Rating scale )skala bertingkat, yaitu sebuah pertanyaan diikuti
oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan
misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju.
)Arikunto, 2006: 152(.

Berdasarkan pembedaan tersebut, maka dalam penelitian ini penulis

menggunakan bentuk angket tertutup dengan jawaban langsung

berdasarkan alasan sebagai berikut:

a. Bagi responden, mudah untuk memberikan jawaban karena alternatif

jawaban sudah disediakan, tinggal memilih salah satunya.

b. Bagi penulis, mudah dalam menganalisa data.

c. Dari segi waktu, relatif singkat dalam memperoleh data harian siswa.

b. Metode interview

Interview merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang

dilakukan dengan cara melakukan percakapan dengan maksud tertentu.

)Arikunto, 2006 : 227( bahwa secara garis besar ada dua macam pedoman

wawancara :

1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara


yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja
kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara
dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara.
Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Jenis
pewawancara ini cocok untuk penelitian kasus.
15

2. Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang


disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list.
Pewawancara tinggal membubuhkan √ (check) pada nomor yang
sesuai.

Dalam hal ini peneliti menggunakan bentuk wawancara

“Unstructured”, yaitu dengan menanyakan serentetan pertanyaan yang

sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dengan mengorek

keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa

meliputi semua variabel dengan keterangan yang lebih lengkap dan

mendalam. Metode ini digunakan untuk memperkuat hasil dari metode

angket. Dengan metode ini peneliti dapat langsung mengetahui reaksi

yang muncul dari responden dalam waktu yang cukup singkat, walaupun

dengan metode ini kemungkinan adanya jawaban yang kurang objektif

dari responden terhadap materi interview yang diajukan oleh peneliti.

c. Metode Observasi

Observasi adalah salah satu instrumen penelitian yang berguna

untuk mengumpulkan data dengan menggunakan kekuatan pengamatan

atau pengindraan )Dhofir, 1997:45(. Dalam menggunakan metode ini cara

yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko

pengamatan sebagai instrumen )Arikunto, 2006 : 229(. Adapun yang

menjadi sasaran dalam observasi ini adalah kegiatan mengajar guru

bidang studi Aqidah Akhlak serta akhlaqul karimah siswa MI An-Najah I

Karduluk Kec. Pragaan Kab. Sumenep tahun pelajaran 2009/2010.


16

d. Metode Dokumentasi

Salah satu pengumpulan data adalah dengan mengambil dari

dokumentasi yang berarti barang-barang tertulis. Di dalam pelaksanaan

metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti

buku-buku, majalah, dokumen, notulen rapat, catatan harian dan

sebagainya. )Arikunto, 2006 : 231(

Dalam hal ini metode tersebut berfungsi untuk mencatat hal-hal

yang berkaitan dengan masalah penelitian seperti jumlah siswa, catatan

nilai afektif guru, nama-nama siswa, data pelanggaran siswa dan nilai

kelakuan harian siswa di MI An-Najah I Karduluk Kec. Pragaan Kab.

Sumenep tahun pelajaran 2009/2010.

4. Analisis data

Menurut Arikunto, )2006 : 272( dalam menganalisis data yang diperoleh

dari hasil penelitian, rumus yang dapat digunakan adalah rumus korelasi

product moment, yaitu sebagai berikut :

Σxy
rxy=
√ )Σ x ²( )Σ y ²(

Dengan pengertian

rxy : Koefesien korelasi variabel X dengan vareabel Y

Σxy : Jumlah perkalian deviasi vareabel X dengan Y

Σx² : Jumlah deviasi kuadrat variable X


17

Σy² : Jumlah deviasi kuadrat variable Y

Penulis menggunakan product moment karena ingin mengetahui ada

tidaknya pengaruh pembelajaran aqidah akhlak terhadap pembentukan

akhlakul karimah siswa MI An-Najah I Karduluk Pragaan Kab. Sumenep dan

ingin mengetahui seberapa besar pengaruh tersebut serta kontribusi

)sumbangan( Variabel X terhadap Variabel Y.

5. Teknik Menarik Kesimpulan

Dalam penelitian ini, teknik pengambilan kesimpulan adalah dengan

mengkonsultasikan nilai r product moment yang diperoleh ke dalam tabel

interpretasi nilai r sebagaimana tabel berikut :

Tabel 3
INTERPRETASI NILAI KRITIK
Besar r Interpretasi
Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Tinggi
0,600 sampai dengan 0,800 Cukup
0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendah
0,200 sampai dengan 0,400 Rendah
0,000 sampai dengan 0,200 Sangat rendah )Tak Berkorelasi(
)Arikunto, 2006:276(

L. Sistematika Pembahasan

Pada ini peneliti akan mengemukakan bahasan peneliti yang diusut dari bab

satu sampai bab lima.

Dalam bab I sebagai pendahuluan yang berisi latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, alasan memilih judul,


18

postulat dan hipotesis penelitian, ruang lingkup penelitian dan batasan istilah

dalam judul.

Kemudian dalam bab II kajian pustaka yang membahas permasalahan

pokok, yaitu membahas tentang tinjauan teoritis Pembelajaran Aqidah Akhlak

meliputi pengertian, materi, metode yang digunakan, media serta evaluasi

Pembelajaran Aqidah Akhlak. Dan membahas tentang tinjauan teoritis

pembentukan Akhlaqul Karimah yang juga meliputi pengertian, perbedaan akhlak

dengan moral dan budi pekerti, serta faktor-faktor yang mempengaruhi

pembentukan Akhlaqul Karimah Dan membahas tentang Pengaruh Pembelajaran

Aqidah Akhlak terhadap Pembentukan Akhlaqul Karimah Siswa yang meliputi

tentang hal-hal yang mendorong terbentuknya kebiasaan yang terpuji.

Dalam bab III yaitu metode penelitian yang meliputi rancangan penelitian,

teknik penentuan subjek penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis

data.

Sedangkan bab IV tentang laporan penelitian yang berisi tahap persiapan,

tahap pelaksanaan, tahap penyajian data, analisa data, pembuktian hipotesis dan

pembahasan.

Untuk bab V yaitu penutup yang berisi kesimpulan dari seluruh pembahasan

yang telah dipaparkan dan saran-saran sebagai sumbangan pemikiran ke arah

perbaikan.
19

DAFTAR PUSTAKA

Al-Baqir, 1994, Mengobati Penyakit Hati, Membentuk Akhlak mulia, Jakarta:


Karisma
Al-Munir, Mahmud Samir. 2004, Guru Teladan di Bawah Bimbingan Allah. Jakarta :
Gema Insani
Aly, Hery Noer dan Munzier, 2008. Watak Pendidikan Islam, Jakarta Utara: Friska
Agung Insani, cet. III.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Preaktek edisi
revisi VI. Jakarta : Rineka Cipta.
Asmaran, 2002, Pengantar Studi Akhlak (edisi Revisi), Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Asy-Syalhub, Fuad bin Abdul Aziz. 2008. Begini seharusnya menjadi guru. Jakarta :
Darul Haq
Departemen Agama RI., 1989. Al-Qur’an dan terjemahannya edisi Revisi, Surabaya:
Mahkota.
Dhofir, Syarqawi. 1997. Pengantar Metodelogi Riset. Prenduan : Iman Bela
EDUKASI, 2007. Pendidikan Budi Pekerti Edisi 07. Gedungan Sumenep : Dinas
Pendidikan Sumenep.
Irfan, Mohammad dan Mastuki, 2008, Teologi Pendidikan, Tauhid sebagai
Paradigma Pendidikan Islam, Jakarta Utara: Friska Agung Insani, cet. III.
Mustofa, 1999, Akhlak Tasawuf, Bandung: CV. Pustaka Setia.
Ramayulis, 2001. Pendidikan Islam dalam Rumah Tangga, Jakarta: Radar Jaya.
Sjarkawi, 2008. Pembentukan kepribadian anak. Jakarta. PT Bumi Aksara
Ulwan, Abdullah Nashih, 1981, Pendidikan Anak dalam Islam, Semarang: CV. Asy-
Syifa’.
20

Lampiran 3

LEMBARAN OBSERVASI

PENGARUH PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP


PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH SISWA MI. AN-NAJAH I
KARDULUK KEC. PRAGAAN KAB. SUMENEP
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

NILAI
No. Pembelajaran Aqidah Akhlak
Baik Cukup Kurang
1. Metode yang digunakan dalam
pembelajaran Aqidah Akhlak
2. Evaluasi dalam pembelajaran aqidah
Akhlak
3. Solusi alternatif yang digunakan guru
dalam menghadapi siswa yang
melanggar tata tertib sekolah.
4. Tingkah laku siswa ketika di kelas
maupun di luar kelas
5. Pergaulan antar siswa ketika jam
istirahat
21

Lampiran 2

DRAF PEDOMAN INTERVIEW

GURU (GURU MAPEL DAN WALI KELAS)


1. Bagaimana pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran Aqidah Akhlak?
2. Pola apa sajakah yang anda terapkan untuk membina Akhlaqul Karimah Siswa?
3. Adakah pengaruh yang signifikan dari pola yang anda terapkan tersebut terhadap
perkembangan akhlaqul karimah siswa?
4. Apakah anda selalu mengontrol perkembangan Akhlaqul Karimah Siswa?
5. Apa tindakan anda apabila terdapat siswa yang melakukan akhlak tercela?
6. Bagaimana respon siswa terhadap pembiasaan untuk selalu berbuat baik terhadap
orang lain?
7. Apakah siswa diperintahkan untuk selalu melaksanakan sholat yang lima waktu?
8. Pernahkan anda melihat siswa menghina salah satu temannya atau orang lain yang
memiliki cacat fisik?

SISWA
1. Apakah kamu selalu memperhatikan penjelasan guru?
2. Pelajaran apa saja yang kamu peroleh dari belajar Aqidah Akhlak?
3. Apa yang kamu lakukan apabila ada teman kamu yang membutuhkan
bantuanmu?
4. Apa yang kamu lakukan apabila kamu melihat teman kamu yang cacat fisik?
5. Apakah kamu biasa melaksanakan sholat yang lima waktu?
22

Lampiran 1

ANGKET PENELITIAN

PENGARUH PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP


PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH SISWA MI. AN-NAJAH I
KARDULUK KEC. PRAGAAN KAB. SUMENEP
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

A. IDENTITAS RESPONDEN

Nama : ………………………………………….
Kelas : ………………………………………….
Alamat : ………………………………………….

B. PETUNJUK PENGISIAN

1. Berilah tanda silang )X( pada jawaban yang sesuai menurut kamu
2. Setiap pertanyaan cukup dijawab dengan satu jawaban.
3. Kejujuran dan keikhlasan dalam menjawab soal.

C. DAFTAR PERTANYAAN
Variabel X Pembelajaran Aqidah Akhlak

1. Apakah gurumu sering menjelaskan tentang tujuan kamu belajar Aqidah


Akhlak?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
2. Apakah kamu mengerti dengan penjelasan gurumu tentang tujuan kamu
belajar Aqidah Akhlak?
a. ya b. kurang mengerti c. tidak mengerti
3. Apakah kamu sering diajari gurumu untuk senantiasa berbuat baik?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
4. Apakah kamu sering membaca materi Aqidah Akhlak sebelum proses
pembelajaran Aqidah Akhlak berlangsung?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
5. Apakah materi yang diajarkan gurumu sesuai dengan kurikulum atau buku
pegangan yang kamu miliki?
23

a. ya b. kurang sesuai c. tidak sesuai


6. Pernah kamu mempraktekkan hasil pembelajaran materi Aqidah Akhlak yang
diajarkan gurumu dalam kehidupanmu sehari-hari?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
7. Apakah gurumu sering menggunakan lebih dari satu metode ketika mengajar
Aqidah Akhlak?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
8. Apakah metode yang digunakan gurumu berjalan efektif selama
pembelajaran?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak efektif
9. Apakah kamu bisa menyerap materi yang diajarkan dengan metode tersebut?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak
10. Apakah alokasi waktu yang tersedia cukup untuk pembelajaran Aqidah
Akhlak?
a. sangat cukup b. cukup c. tidak cukup
11. Apakah gurumu mengajar sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak
12. Pernahkah kamu menegur ketika proses pembelajaran melebihi waktu yang
sudah disediakan?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
13. Apakah gurumu mengadakan evaluasi terhadap pembelajaran Aqidah Akhlak?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
14. Apakah gurumu memberitahu lebih dahulu sebelum mengadakan ulangan?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
15. Pernahkah kamu mengeluh dengan evaluasi yang diadakan gurumu kalau
tanpa memberitahumu lebih dahulu?
a. tidak pernah b. kadang-kadang c. ya

Variabel Y Pembentukan Akhlaqul Karimah

1. Pernahkah kamu mencaci hasil karya temanmu yang jelek?


a. tidak pernah b. kadang-kadang c. sering
2. Apakah kamu pernah memuji hasil karya teman kamu?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
3. Pernahkah kamu membantu temanmu yang sedang mengalami kesulitan?
a. sering b. kadang-kadang c. tidak pernah
4. Apakah kamu sudah mengetahui tentang macam-macam perilaku tercela?
a. ya b. kurang begitu tahu c. tidak tahu sama sekali
5. Apakah kamu pernah menghina teman kamu yang memiliki cacat fisik?
a. tidak pernah b. kadang-kadang c. sering
6. Apakah kamu sering melihat temanmu mencuri barang milik temanmu yang
lain?
a. tidak pernah b. kadang-kadang c. ya
24

7. Apakah kamu selalu melaksanakan sholat yang lima waktu?


a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
8. Apakah kamu sering meninggalkan sholat yang lima waktu dengan sengaja?
a. tidak pernah b. kadang-kadang c. ya
9. Apakah kamu sering menegur ketika melihat saudara kamu lalai dalam
melaksanakan sholat?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
10. Apakah kamu bersikap rendah diri terhadap prestasi yang kamu raih?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
11. Pernahkah kamu merasa sakit hati pada teman kamu atas prestasi yang diraih
oleh teman kamu?
a. tidak pernah b. kadang-kadang c. ya
12. Pernahkah kamu mengalah ketika berselisih/bertengkar dengan teman kamu?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
13. Apakah kamu selalu jujur apabila kamu ditanyakan sesuatu oleh orang tua
kamu?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
14. Pernahkah kamu berbohong kepada teman kamu?
a. tidak pernah b. kadang-kadang c. ya
15. Apakah kamu menegur teman kamu yang sering berbohong?
a. ya b. kadang-kadang c. tidak pernah
25

KERANGKA SKRIPSI

HALAMAN SAMPUL ………………………………………………..…………


HALAMAN JUDUL .............................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………….…………..
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………
HALAMAN MOTTO …………………………………………………………….
HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………….…..….
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………..
DAFTAR TABEL ………………………………………………………………..
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................
ABSTRAKSI ......................……………………………………..……………….
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ……..............………………………....
B. Rumusan Masalah …………................…………………………
C. Tujuan Penelitian ……………………………………..............…
D. Keguanaan Penelitian .....………………………….................…
E. Alasan Pemilihan Judul ……………………………..............…..
F. Asumsi Penelitian ……………..…………………..............……
G. Hipotesis Penelitian ……………………………….............……
H. Ruang Lingkup Penelitian ...………………………............…….
I. Batasan Istilah Dalam Judul .........………………………………
BAB II : KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis tentang Pembelajaran Aqidah Akhlak …..….


1. Pengertian Pembelajaran Aqidah Akhlak .………… ............
2. Materi Pembelajaran Aqidah Akhlak .....................................
26

3. Media Pembelajaran Aqidah Akhlak ...…………….............


4. Alokasi Waktu Pembelajaran Aqidah Akhlak ……
…...........
5. Evaluasi Pembelajaran Aqidah Akhlak
.................................
B. Tinjauan Teoritis tentang Pembentukan Akhlaqul Karimah ..…
1. Pengertian Akhlaqul Karimah ……....………………….......
2. Perbedaan Akhlak dengan Moral dan Budi Pekerti ..…….....
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan
Akhlaqul Karimah ……..................................………
….......
C. Pengaruh Pembelajaran Aqidah Akhlak Terhadap
Pembentukan Akhlaqul Karimah Siswa
......................................
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian .............…………………………………..
B. Teknik Penentuan Subjek Penelitian ……………………………
C. Teknik Pengumpulan Data ……………….............……………..
D. Teknik Analisis Data …………………….............……………..
BAB IV : LAPORAN PENELITIAN
A. Tahap Persiapan ………………………….............……………..
B. Tahap Pelaksanaan ………….…………..............………………
C. Tahap Penyajian Data ………..………..............………………..
D. Analisa Data ..................................................................................
E. Pembuktian Hipotesis ….............………………………………..
F. Pembahasan ..................................................................................
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ………..…………………………………................
B. Saran ………….………………..………………………...............
DAFTAR PUSTAKA ……………………………...…………………………….
27

LAMPIRAN-LAMPIRAN ...................................................................................

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP


PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH SISWA MI. AN-NAJAH I
KARDULUK KEC. PRAGAAN KAB. SUMENEP
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat melaksanakan penelitian ilmiyah


Guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam
pada Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam
Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien )IDIA( Prenduan
Sumenep Madura Jawa Timur

Oleh:
28

BAD R I
NIMKO : 2005.4.037.0101.1.00494

INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA) PRENDUAN


FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN 2009

PENGESAHAN

Proposal penelitian ini telah dimunaqosahkan didepan dewan penguji


Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan
Sumenep Madura
dan diterima untuk memenuhi salah satu syarat guna melaksanakan
penelitian ilmiyah sebagai syarat
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam
Pada jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah
Pada:

Jum’at: 02 Maret 2007 M


16 Shafar 1428 H

Dewan penguji
29

1. Drs, H. Kutwa Fath, M.Pd (Penguji I) ( )


2. K.H. Drs. Abu Shiri S (Penguji II) ( )